PAFILIUN FILKOM UNUSIDA 2025, Bekali Mahasiswa Baru Tentang Akademik dan Pengembangan Diri di Dunia Teknologi 1

PAFILIUN FILKOM UNUSIDA 2025, Bekali Mahasiswa Baru Tentang Akademik dan Pengembangan Diri di Dunia Teknologi

Sidoarjo – Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Pengenalan Aktivitas Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA (PAFILIUN) 2025 yang dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA, Rabu-Kamis (17-18/9/2025). Dengan mengangkat tema ‘DIGITOPIA: Membangun Dunia Digital Berbasis Teknologi dan Kreativitas’, acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik dan pengembangan diri di dunia teknologi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I.,memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih Fakultas Ilmu Komputer sebagai tempat menimba ilmu. “Saya sangat mengapresiasi keputusan kalian memilih FILKOM. Di era globalisasi yang sangat maju saat ini, mahasiswa harus proaktif mencari tahu banyak hal tentang kuliah, tidak hanya menerima tapi juga aktif memberi masukan yang membangun,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sikap kritis yang positif serta penggunaan akal pikiran yang disertai dengan etika dan akhlak sebagai mahasiswa UNUSIDA. “Gunakan etika dan akhlak yang baik. Jadilah mahasiswa yang tidak mudah terpancing, tapi berpikir jernih dan bertanggung jawab,” tegasnya. Dekan Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa perkuliahan bukan hanya soal teknologi dan akademik, tetapi juga bagian dari proses membangun diri menjadi manusia yang beriman dan berilmu.

Ia mengutip surah Al-Hujurat sebagai pengingat bahwa orang-orang beriman yang menuntut ilmu akan diberikan derajat yang tinggi oleh Allah SWT. Oleh karena itu, jadikan kampus ini sebagai tempat membangun masa depan berbasis iman dan ilmu “Di sinilah tempat kalian menimba ilmu, mengenal bapak ibu dosen, kakak-kakak kelas, serta menjelajahi ruang-ruang kuliah dan laboratorium. Jadikan pengalaman ini sebagai pijakan awal untuk perjalanan akademik kalian di dunia digital yang terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BEM FILKOM, Fitto Ardiansyah, menuturkan bahwa UNUSIDA sudah menjadi seperti rumah kita, tempat bertumbuh bersama. Menurutnya, PAFILIUN bukan sekadar acara perkenalan kampus, tapi juga bentuk penyambutan yang mengajak mahasiswa baru untuk merasa memiliki tempat dan peran di lingkungan kampus. “Selamat datang dan selamat bergabung di fakultas tercinta kita ini. Hari ini kalian resmi menjadi bagian dari rumah kita bersama,” ucapnya.

Lebih dari itu, PAFILIUN 2025 menjadi bukti bahwa Fakultas Ilmu Komputer UNUSIDA tidak hanya fokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan. “Di Fakultas Ilmu Komputer, kita tidak hanya belajar koding, jaringan, atau data. Kita belajar berpikir kritis, bekerja sama, dan jadi problem solver,” lanjutnya. Ia juga berpesan agar mahasiswa baru menikmati setiap proses, aktif berorganisasi, menjaga kesehatan mental dan fisik, serta membangun kolaborasi. “Mari kita jadikan PAFILIUN ini langkah awal untuk menciptakan suasana fakultas yang seru, kreatif, dan penuh inovasi. Ingat, masa depan teknologi dimulai dari kalian,” pungkasnya. (MY)

143 Mahasiswa FKIP UNUSIDA Siap Diterjunkan dalam Program "FKIP UNUSIDA Mengajar 2025" di 13 Sekolah Mitra (Foto: Humas UNUSIDA)

143 Mahasiswa Peserta Program FKIP UNUSIDA Mengajar 2025 Siap Diterjunkan di 13 Sekolah Mitra

SIDOARJO — Sebanyak 143 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) siap diterjunkan dalam program FKIP UNUSIDA Mengajar 2025′, sebuah kegiatan praktik mengajar yang akan dilaksanakan di 13 sekolah mitra, termasuk 10 SD Negeri dan 3 sekolah swasta, mulai 23 September hingga 23 November 2025.

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd turut memberikan pesan khusus kepada peserta untuk tidak sungkan menunjukkan Akhlak, Kualitas, dan Integritas. Menurutnya. Program UNUSIDA Mengajar 2025 menjadi bagian penting dari visi UNUSIDA dalam mencetak lulusan pendidikan yang siap pakai, tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga berpengalaman dalam praktik lapangan.

“Tugas kalian bukan hanya mengajar, tapi juga membawa misi penting: membuktikan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki kualitas, integritas, dan akhlakul karimah. Jangan lupa, kalian adalah duta kampus. Tunjukkan citra terbaik kepada sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kesan positif selama penugasan. Dengan begitu, ia berharap akan lahir generasi pendidik yang berkualitas, beretika, dan siap menjadi agen perubahan di dunia pendidikan Indonesia.

“Bukan hanya keterampilan yang diuji, tapi juga sikap dan kesungguhan dalam berinteraksi dengan kepala sekolah, guru, dan siswa dari berbagai latar belakang,” tuturnya.

Dalam acara pelepasan tersebut, Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, M.Pd menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan akhlakul karimah. Ia menekankan agar seluruh peserta FKIP UNUSIDA Mengajar 2025 ini dapat menjaga nama baik dan mengaplikasikan ilmu di lapangan.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya mengajar, tapi juga menjadi teladan yang menjaga nama baik pribadi, orang tua, fakultas, dan universitas. Tunjukkan kualitas, akhlak mulia, dan karakter khas UNUSIDA yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah,” tegasnya.

Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa FKIP dalam dunia pendidikan, terutama dalam praktik mengajar, pendampingan kegiatan ekstrakurikuler, serta penguatan karakter siswa di sekolah. Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk LSM Mutiara Rinda dan para kepala sekolah mitra yang siap berkolaborasi untuk mendampingi mahasiswa selama dua bulan penuh.

Sementara itu, Ketua Program FKIP UNUSIDA Mengajar, Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa seluruh peserta sudah siap dan telah dinyatakan layak diterjunkan ke lapangan karena telah memenuhi semua syarat akademik dan administratif.

“Seluruh mahasiswa telah lulus seleksi dan pembekalan. Kami percaya mereka siap menebarkan ilmu dan semangat positif di sekolah-sekolah mitra. Ini adalah bentuk kontribusi nyata FKIP UNUSIDA dalam dunia pendidikan,” pungkasnya. (MY)

FKIP UNUSIDA Jalin Kerja Sama Strategis dengan LSM Mutiara Rindang (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Jalin Kerja Sama dengan LSM Mutiara Rindang, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar

SIDOARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FKIP UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mutiara Rindang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk mengembangkan kolaborasi lintas sektor dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan dokumen kerja sama yang dilaksanakan saat Pelepasan Peserta FKIP UNUSIDA Mengajar 2025 di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (16/9/2025). Kesepakatan ini membuka peluang luas bagi kedua belah pihak untuk bersama-sama melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki masing-masing institusi.

Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, dijelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama meliputi berbagai bidang strategis, yaitu: Pendidikan, Penelitian, Pelatihan Pengabdian kepada Masyarakat, Peningkatan dan Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia, Pengembangan Bisnis dan Bidang kerja sama lain yang akan disepakati lebih lanjut oleh kedua pihak

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, M.Pd menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan komitmen bersama dan langkah nyata untuk memperkuat peran kampus dalam memberdayakan masyarakat secara luas. Kerja sama ini juga mendukung program MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka) yang terus diupayakan oleh FKIP UNUSIDA dalam memfasilitasi mahasiswa belajar di luar kampus dengan pengalaman langsung di lapangan.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. FKIP UNUSIDA dan Mutiara Rindang memiliki visi yang sejalan dalam menciptakan dampak nyata melalui pendidikan dan pengabdian. Kami percaya, sinergi ini akan memperluas jangkauan dan efektivitas program-program yang akan kami jalankan bersama,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta program-program kolaboratif seperti pelatihan literasi dan numerasi untuk masyarakat desa, pengelolaan perpustakaan sekolah dan komunitas, penyusunan modul pembelajaran berbasis karakter dan lingkungan, riset bersama di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan, peningkatan kapasitas guru dan tenaga pendidik, serta berbagai program kewirausahaan sosial untuk mahasiswa dan masyarakat.

Sementara itu, Direktur LSM Mutiara Rindang, Kuswanto, M.Pd juga menyampaikan antusiasme terhadap terjalinnya kerja sama ini, khususnya dalam hal pemberdayaan komunitas lokal melalui pendekatan edukatif dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi dengan FKIP UNUSIDA adalah langkah strategis dalam memperluas dampak gerakan literasi mereka.

LSM Mutiara Rindang dikenal sebagai NGO lokal yang telah lama bergerak dalam pengembangan literasi dan pendidikan anak-anak di wilayah Jawa Timur. Salah satu program unggulan mereka adalah Perpustakaan Ramah Anak (PERAN), yang bekerja sama dengan sekolah dasar untuk menciptakan lingkungan baca yang menyenangkan dan inklusif bagi anak-anak.

Program PERAN meliputi penyediaan rak buku berukuran ramah anak, donasi buku cerita berkualitas dan mendidik, pelatihan literasi bagi guru dan pustakawan sekolah, serta endampingan pengelolaan perpustakaan berbasis minat baca.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa peserta FKIP UNUSIDA Mengajar akan terlibat langsung dalam praktik literasi sekolah dan pengembangan perpustakaan berbasis komunitas.

“Kami percaya, kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti FKIP UNUSIDA akan memperkuat misi kami dalam menanamkan budaya baca sejak dini. Mahasiswa sebagai calon guru memiliki peran penting untuk membentuk generasi pembelajar,” pungkasnya. (MY)

Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam dan Pengelolaan Perpustakaan (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa FKIP UNUSIDA Mengajar 2025 Dibekali Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam dan Pengelolaan Perpustakaan

SIDOARJO — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Mendalam dan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, selama 2 hari Senin-Selasa (15-16/9/2025) ini dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menghadapi program FKIP UNUSIDA Mengajar Angkatan 2 Tahun 2025,

Workshop ini diikuti oleh mahasiswa semester 7 dari program studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang sudah lulus dalam mata kuliah Micro Teaching untuk mengikuti program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dalam FKIP UNUSIDA Mengajar kali ini.

Ketua Pelaksana, Nurul Aini, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam merancang perangkat pembelajaran yang mendalam serta berorientasi pada pengembangan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Memberikan pemahaman praktis mengenai pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai salah satu penunjang utama dalam proses pembelajaran juga mempersiapkan mahasiswa agar lebih siap dan profesional dalam melaksanakan tugas mengajar di sekolah-sekolah mitra FKIP UNUSIDA.

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa yang tidak mengikuti workshop ini tidak akan diberangkatkan dalam program FKIP Mengajar Angkatan 2. Karena itu, partisipasi aktif dalam kegiatan ini menjadi syarat penting sebelum terjun langsung ke sekolah mitra.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembekalan wajib. Mahasiswa yang tidak mengikuti workshop ini tidak akan diberangkatkan sebagai peserta FKIP Mengajar Angkatan 2,” tegasnya.

Ketua UPT Perpustakaan UNUSIDA tersebut menjelaskan fokus utama kegiatan ini adalah penyusunan perangkat pembelajaran yang mendalam serta pemahaman praktis tentang pengelolaan perpustakaan sekolah. Ia menyebutkan, workshop menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang keahlian, antara lain Kepala SDN Gelam 1 Sidoarjo, Ninik Fatmawati, S.Pd., M.Pd yang merupakan praktisi pendidikan berpengalaman, Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, M.Pd., yang memberikan materi tentang penyusunan laporan praktik mengajar, perwakilan dari Mutiara Rindang, yang akan menyampaikan materi terkait pengelolaan perpustakaan sekolah.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap secara teori, tetapi juga secara praktik. Mereka dibekali keterampilan menyusun perangkat pembelajaran yang mampu mendorong berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Selain itu, pemahaman tentang pengelolaan perpustakaan menjadi penting karena perpustakaan adalah sumber belajar yang harus dimaksimalkan di sekolah,” terangnya.

Sementara itu, Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya mahasiswa menerapkan seluruh ilmu yang telah diperoleh selama kuliah, khususnya pada mata kuliah Micro Teaching, saat melaksanakan praktik mengajar di lapangan.

“FKIP Mengajar bukan sekadar program akademik, tetapi juga wadah untuk mengasah profesionalisme dan dedikasi sebagai calon guru. Kami berharap kalian benar-benar menerapkan apa yang dipelajari, agar bisa menjadi guru yang mampu membawa perubahan positif di sekolah mitra,” pungkasnya. (MY)

Dosen UNUSIDA Raih Hibah PKM Kemdiktisaintek 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen UNUSIDA Raih Hibah PKM Kemdiktisaintek 2025: Tingkatkan Ekonomi IRT Peralatan Dapur Desa Kebakalan dengan Productivity SMART Goal

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025. Hibah ini menjadi bukti nyata konsistensi UNUSIDA dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Program pengabdian ini dipimpin oleh dosen Teknik Industri UNUSIDA, Taqwanur, S.T., M.MT., dengan tema ‘Peningkatan Ekonomi Kelompok Industri Rumah Tangga (IRT) Peralatan Dapur Desa Kebakalan dengan Menerapkan Konsep Productivity SMART Goal’. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku IRT agar lebih produktif, terarah, dan berdaya saing.

Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak Juli hingga September 2025 diawali dengan sosialisasi dan pelatihan problem solving technique serta metode SMART Goal. Pelatihan ini disampaikan oleh dosen prodi Manajemen, Nafia Ilhama Qurratu’aini, S.E., M.M., guna membantu UMKM menyelesaikan masalah secara efektif dan merancang tujuan usaha yang jelas serta terukur. Para pelaku IRT diajak menyusun target usaha agar aktivitas produksi berjalan efektif dan terorganisir.

Kegiatan selanjutnya adalah pembuatan website Putradelta.com sebagai sarana promosi digital, memperluas jangkauan pasar, media branding, serta meningkatkan penjualan produk. Pelaku IRT juga dibekali buku tutorial pengoperasian website dan pelatihan membuat postingan berita, menentukan kategori, mengunggah foto produk, serta menghubungkan website dengan WhatsApp. Pelatihan ini dipandu oleh dosen Informatika UNUSIDA, Ahmad Khoir Al-Haq, S.Kom., M.Kom. Website ini diharapkan menjadi strategi pemasaran modern yang efektif agar produk lokal dapat dikenal lebih luas.

Ketua tim, Taqwanur, menegaskan, ia dan tim berkomitmen untuk membantu branding UMKM lokal untuk naik kelas. Program ini nantinya tidak hanya memberi manfaat bagi mitra, tetapi juga memperkuat peran UNUSIDA dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai nilai-nilai keilmuan dan kearifan lokal.

“Program ini bukan sekadar pelatihan singkat, tetapi upaya menumbuhkan kesadaran pelaku IRT agar mampu menetapkan target jelas, menjaga keselamatan kerja, dan beradaptasi dengan teknologi. Dengan begitu, usaha mereka dapat lebih produktif dan berdaya saing,”

Selain itu, dilakukan pelatihan pemasaran online dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan penjualan produk. Tim juga memberikan sosialisasi keselamatan kerja dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), mengingat aktivitas produksi peralatan dapur melibatkan peralatan tajam dan mesin yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.

Pelatihan ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa: Muhammad Arya Irsya Dani (Manajemen), Aisyah Widayani (Teknik Industri), dan Achmad Khulaifi Azzain (Informatika), agar para pelaku IRT semakin peduli dan memahami pentingnya keselamatan kerja. Hibah PKM ini juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dari kampus dalam menyelesaikan masalah nyata di masyarakat.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, UNUSIDA memberikan dukungan alat dan mesin produksi, seperti material handling equipment lifting custom, dies, serta set tool box. Kehadiran alat ini diharapkan mempercepat proses produksi, meningkatkan kapasitas, dan menambah produktivitas usaha. Selain itu, pengadaan APD berupa sepatu safety, sarung tangan besi, dan masker juga diberikan untuk meningkatkan kesadaran pelaku IRT akan pentingnya bekerja dengan aman.

Untuk mengukur dampak pelatihan, tim melaksanakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pelaku IRT tentang perencanaan usaha menggunakan metode SMART Goal, kesadaran keselamatan kerja, serta kesiapan memanfaatkan teknologi produksi dan strategi digital marketing. Hal ini membuktikan bahwa program ini berhasil memberikan dampak nyata, baik dalam aspek pengetahuan maupun keterampilan pengelolaan usaha yang lebih produktif dan kompetitif.

Apresiasi datang dari mitra program, salah satunya Bapak Lukman, pemilik IRT peralatan dapur di Desa Kebakalan. Ia menyampaikan, program yang diinisiasi oleh dosen dan mahasiswa UNUSIDA ini sangat dibutuhkan oleh pegiat UMKM. Ia berharap, program serupa juga dapat dirasakan oleh UMKM lainnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang cara menyusun target usaha. Bantuan alat produksi dan website sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi, memperluas pasar, dan mengembangkan usaha. Terima kasih kepada tim UNUSIDA dan Kemdiktisaintek atas dukungan ini,” pungkasnya. (MY)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Badminton Cup 2025 (Foto: Himaksi UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Badminton Cup 2025: Ajang Sportivitas dan Pengembangan Bakat Pelajar se-Jawa Timur

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan HIMAKSI Badminton Cup (HBC) 2025, yang berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu (8–10/9/2025) lalu, di GOR Badminton Langgeng Jaya, Sidoarjo.

Turnamen berskala regional ini diikuti oleh 133 peserta dari berbagai sekolah tingkat SMP/MTs hingga SMA/MA/K se-Jawa Timur, menunjukkan antusiasme tinggi dari kalangan pelajar dalam dunia olahraga, khususnya bulu tangkis.

Ketua pelaksana, Nabil Muhammad Balya, menjelaskan bahwa HBC 2025 merupakan bagian dari realisasi program kerja HIMAKSI yang bertujuan mengembangkan potensi generasi muda, khususnya dalam bidang non-akademik. Dengan mengusung tema ‘Ready, Set, Smash!’, turnamen ini ingin menyampaikan semangat kesiapan, determinasi, dan keberanian menghadapi tantangan. Nilai-nilai sportivitas dan kompetisi sehat menjadi sorotan utama dalam setiap pertandingan yang digelar.

“Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi terbuka dengan mengusung fair play, tapi juga ruang aktualisasi diri bagi para pelajar,” ungkap Nabil.

HBC 2025 dibagi dalam dua kelompok usia, yakni tingkat SMP dan SMA, dengan empat nomor pertandingan di masing-masing tingkatan: Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, dan Ganda Campuran. Pertandingan menggunakan sistem ‘Best of Three‘, di mana pemenang ditentukan melalui dua kemenangan dari maksimal tiga set.

Setiap kategori akan menghasilkan Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 Bersama, sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan usaha peserta yang telah tampil maksimal.

Adam, salah satu panitia HBC 2025, mengakui bahwa pelaksanaan acara ini tidak lepas dari tantangan, mulai dari koordinasi peserta lintas daerah, penyusunan jadwal pertandingan yang padat, hingga teknis pelaksanaan yang menuntut ketelitian. Namun, berkat soliditas dan kerja sama tim panitia, semua tantangan berhasil dilalui dengan baik.

Kesuksesan HBC 2025 juga didukung oleh sejumlah sponsor, antara lain: PT Telekomunikasi Seluler, PT Amerta Indah Otsuka, GOR Badminton Langgeng Jaya, PT Oh My Skin, CV Cipta Karya Medika, PDAM Delta Tirta Sidoarjo, PT Indofood, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

Adam menyampaikan harapan agar HBC bisa menjadi agenda tahunan HIMAKSI. Dengan dukungan berbagai pihak ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan seperti HBC memiliki nilai penting dalam pengembangan generasi muda melalui olahraga.

“Ajang ini bisa menjadi jembatan silaturahmi, media ekspresi, dan tempat tumbuhnya bibit-bibit atlet muda dari Jawa Timur,” ujarnya.

HIMAKSI UNUSIDA juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi agar kualitas pelaksanaan semakin baik dan partisipasi semakin luas di masa mendatang. Menurutnya, HBC 2025 tidak hanya menjadi turnamen olahraga semata, tetapi juga simbol semangat perjuangan, solidaritas, dan aktualisasi diri generasi muda.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

PIAUD UNUSIDA dan PG PAUD UTM Siapkan Asistensi Mengajar Internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur 2026 2

PIAUD UNUSIDA dan PG PAUD UTM Siapkan Asistensi Mengajar Internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur 2026

Kuala Lumpur, 4 September 2025 – Dua program studi kependidikan anak usia dini, yakni Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), menandai langkah strategis menuju internasionalisasi kampus melalui program International Teaching Assistant. Program ini dijadwalkan terlaksana di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) pada tahun 2026 dan diawali dengan kegiatan inisiasi yang dilakukan langsung oleh dosen PGPAUD UTM, Angga Fitriyono, S.Pd., M.Pd., serta dosen PIAUD UNUSIDA, Rif’atul Anita, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan persiapan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat. Kehadiran dosen dari dua perguruan tinggi ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah SIKL, Friny Napasti, S.Pd., M.Pd., yang menegaskan dukungan penuh terhadap upaya kolaboratif tersebut. Menurutnya, program ini sejalan dengan kebutuhan SIKL untuk menghadirkan pembelajaran yang kaya akan nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkaya pengalaman belajar siswa, terutama pada jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).

Ketua Program Studi PIAUD UNUSIDA, Rif’atul Anita, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu terobosan penting dalam upaya mendorong internasionalisasi kampus, sekaligus memberikan ruang aktualisasi bagi mahasiswa.

“Kami di PIAUD UNUSIDA berkomitmen untuk menghadirkan program-program yang bukan hanya memperkuat kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga membekali mereka dengan pengalaman internasional. Dengan adanya International Teaching Assistant di SIKL, mahasiswa kami dapat belajar langsung bagaimana pendidikan anak usia dini dijalankan di lingkungan yang multikultural namun tetap berlandaskan kurikulum Indonesia. Hal ini tentu akan memperluas wawasan, memperkuat kompetensi, dan meningkatkan daya saing lulusan,” ujarnya.

Rif’atul menambahkan, kolaborasi ini sekaligus mempererat hubungan antarperguruan tinggi di Indonesia dalam mendukung program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). “Sinergi dengan PGPAUD UTM merupakan bentuk nyata bagaimana kampus bisa saling menopang untuk mencetak generasi pendidik anak usia dini yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global,” imbuhnya.

Program International Teaching Assistant 2026 di SIKL diharapkan memberikan sejumlah dampak strategis, baik bagi mahasiswa, dosen, maupun sekolah mitra. Bagi mahasiswa, kegiatan ini akan memperkaya keterampilan pedagogis, terutama dalam mengelola kelas anak usia dini dengan pendekatan inovatif dan berbasis budaya Indonesia. Bagi dosen, kegiatan ini menjadi ruang penelitian dan publikasi internasional yang berorientasi pada pengembangan keilmuan pendidikan anak usia dini.

Di sisi lain, bagi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, program ini akan menghadirkan nuansa baru dalam pembelajaran, khususnya di kelas TK yang saat ini memiliki dua rombongan belajar (kelas A dan B). Mahasiswa dari PIAUD UNUSIDA dan PGPAUD UTM nantinya diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, seni, serta teknologi yang merepresentasikan keanekaragaman budaya Indonesia.

Kepala Sekolah SIKL, Friny Napasti, S.Pd., M.Pd., menyambut baik inisiatif ini.

“Kami sangat antusias dengan hadirnya mahasiswa dari Indonesia, khususnya dari PGPAUD UTM dan PIAUD UNUSIDA. Kehadiran mereka akan membuat pembelajaran di SIKL semakin berwarna, terutama dalam memperkenalkan aspek keindonesiaan kepada siswa yang lahir dan besar di Malaysia. Kami berharap mereka bisa menjadi teladan sekaligus jembatan budaya bagi anak-anak SIKL,” ungkapnya.

Senada dengan itu, guru TK SIKL, Rupinis, S.Sos., M.Pd., serta Gita Wahyuni Lumain, S.Pd., M.Pd., menegaskan kesiapan mereka untuk mendampingi para mahasiswa. Mereka optimis bahwa kontribusi mahasiswa akan membawa dampak positif dalam kegiatan belajar-mengajar.

Program ini tidak muncul begitu saja, melainkan melanjutkan rekam jejak kolaborasi sebelumnya. Pada tahun 2024, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UTM telah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di SIKL melalui pelatihan penulisan artikel ilmiah serta penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA). Dengan adanya lanjutan program berupa International Teaching Assistant, kerja sama semakin diperluas dan diperkuat, khususnya dalam pengembangan pendidikan anak usia dini lintas negara.

Dosen PGPAUD UTM, Angga Fitriyono, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya memberikan manfaat akademis, tetapi juga sosial dan kultural.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pendidik yang terampil di kelas, tetapi juga menjadi duta budaya Indonesia di luar negeri. Melalui pembelajaran yang menekankan keanekaragaman budaya, nilai kebangsaan, dan inovasi teknologi, mahasiswa bisa sekaligus memperkenalkan kekayaan Indonesia di panggung internasional,” jelasnya.

Program International Teaching Assistant 2026 antara PIAUD UNUSIDA, PGPAUD UTM, dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur menjadi wujud nyata dari semangat internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mempraktikkan ilmu dalam konteks nyata dan multikultural.(AS)

Fathandy Isragana Naim, S.T.: Dari Teknik Lingkungan UNUSIDA Menuju Profesional di Dunia Laboratorium 3

Fathandy Isragana Naim, S.T.: Dari Teknik Lingkungan UNUSIDA Menuju Profesional di Dunia Laboratorium

Sidoarjo – Setiap alumni memiliki kisahnya masing-masing tentang bagaimana masa kuliah menjadi bekal penting untuk perjalanan karier. Begitu pula dengan Fathandy Isragana Naim, S.T., lulusan Program Studi S1 Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), yang kini berkarier sebagai Staff QC Laboratorium di PT. UNIChemCandi Indonesia. Baginya, pengalaman semasa kuliah bukan hanya tentang mengejar gelar sarjana, melainkan proses pembentukan diri, penanaman nilai, dan penguatan kompetensi yang berperan besar dalam pekerjaannya sekarang.

Bekal dari Kampus untuk Dunia Kerja

Masa perkuliahan, menurut Fathandy, adalah ruang yang sangat berharga untuk mengasah kemahiran, memperluas jaringan, hingga mencicipi dunia kerja melalui program magang. Sebagai mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA, ia merasa mendapat banyak kesempatan untuk belajar langsung dari pengalaman, baik di kelas maupun di lapangan.

“Menjadi bagian dari Teknik Lingkungan UNUSIDA memberikan saya pengalaman dan wawasan yang luas yang sebelumnya tidak pernah saya alami. Apa yang telah diajarkan bapak dan ibu dosen sangat membantu di dunia kerja. Kami diajarkan untuk menjadi profesional, bukan hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya,” ungkapnya.

Baginya, menjadi seorang sarjana Teknik Lingkungan berarti memiliki tanggung jawab besar sebagai agen perubahan: menjaga kelestarian alam, melindungi kesehatan manusia, mengendalikan pencemaran, serta memastikan keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.

Pengalaman Berkesan Selama Kuliah

Fathandy tak hanya mengingat kuliah sebagai rutinitas akademik, melainkan juga wadah untuk mengembangkan diri secara menyeluruh. Ia mengaku mendapatkan banyak dukungan, baik dari dosen maupun lingkungan kampus, yang memberinya ruang untuk berproses.

“Kesempatan yang saya dapatkan sangat bermanfaat, seperti menjadi asisten laboratorium, mengikuti berbagai perlombaan, serta seminar nasional dan internasional. Keakraban dengan dosen dan teman kuliah, kurikulum yang relevan, hingga metode learning by doing benar-benar membuat saya berkembang. Di situ saya bisa mengasah soft skill baru, meningkatkan public speaking, membangun relasi, hingga melatih kedisiplinan dan mental tahan banting,” jelasnya.

Menurutnya, pengalaman-pengalaman tersebut kini sangat terasa manfaatnya di dunia kerja, terutama ketika menghadapi dinamika laboratorium dan tuntutan standar kualitas di PT. UNIChemCandi Indonesia.

Organisasi sebagai Sekolah Kehidupan

Selain akademik, Fathandy aktif dalam berbagai organisasi baik di dalam maupun luar kampus. Ia terlibat dalam kegiatan URC FOREST, Palang Merah Indonesia (PMI), serta relawan BPBD. Keterlibatannya dalam organisasi kebencanaan dan lingkungan memberinya banyak pelajaran tentang kepemimpinan, kerja tim, dan kepedulian sosial.

“Bagi saya, membangun jaringan dan skill adalah keterampilan penting yang harus diasah sejak kuliah. Dengan ikut organisasi, saya bisa mengasah soft skill, melatih komunikasi, serta memperluas relasi. Dari relasi itulah sering muncul kesempatan-kesempatan berharga yang bisa bermanfaat untuk masa depan,” tutur Fathandy.

Ia percaya, pengalaman berorganisasi memperkuat dirinya dalam menghadapi berbagai situasi di dunia kerja, termasuk saat harus mengambil keputusan penting, memimpin sebuah tim, atau beradaptasi dengan lingkungan baru.

Dari Kampus ke Dunia Industri

Kini, sebagai Staff QC Laboratorium, Fathandy mengaplikasikan langsung ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Ia bertanggung jawab memastikan kualitas dan standar produk sesuai dengan regulasi yang berlaku, sebuah pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, keterampilan teknis, serta pemahaman mendalam tentang lingkungan dan kesehatan.

“Pengalaman praktikum dan penelitian semasa kuliah benar-benar jadi bekal utama. Saya terbiasa melakukan uji coba, membaca data, serta menarik kesimpulan. Itu sangat relevan dengan pekerjaan saya sekarang di laboratorium,” katanya.

Pesan untuk Mahasiswa UNUSIDA

Sebagai alumni, Fathandy menitipkan pesan motivasi bagi mahasiswa UNUSIDA agar tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif mencari pengalaman lain yang bisa memperkaya diri.

“Untuk adik-adik mahasiswa UNUSIDA, jangan pernah patah semangat untuk mengejar mimpi kalian. Ubah mindset untuk mengubah masa depan. Jangan takut mencoba hal baru, sekalipun gagal. Jadikan kegagalan sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri dan meraih keberhasilan,” pesannya penuh semangat.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan pengetahuan sebagai investasi utama. “Memiliki wawasan luas adalah senjata terbaik untuk masa depan. Ingatlah kehidupan kampus sebagai masa emas untuk terus mengasah diri. Jangan habiskan waktu untuk berkeluh kesah, gunakan setiap momen untuk bertumbuh,” tambahnya.

Inspirasi bagi Generasi Selanjutnya

Kisah perjalanan Fathandy Isragana Naim, S.T. menjadi bukti bahwa UNUSIDA telah menyiapkan lulusannya untuk bersaing di dunia kerja sekaligus berkontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Dari pengalaman praktikum, penelitian, hingga organisasi, ia berhasil membentuk kompetensi profesional yang kini membawanya menjadi bagian penting dari dunia industri.

Lebih dari sekadar perjalanan pribadi, kisah Fathandy juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan calon mahasiswa UNUSIDA. Bahwa dengan semangat belajar, keberanian mencoba, dan kesediaan menghadapi tantangan, setiap orang bisa menapaki jalan menuju masa depan yang gemilang.

EXPO KKN UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

EXPO KKN UNUSIDA: Ajang Menunjukkan Karya dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar EXPO KKN 2025 sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya, inovasi, serta kontribusi nyata yang telah dilakukan selama menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai desa mitra. Acara ini menjadi puncak kegiatan pengabdian mahasiswa sekaligus momentum untuk memperlihatkan kebermanfaatan langsung KKN bagi masyarakat.

Dalam EXPO tersebut, setiap kelompok KKN UNUSIDA memamerkan hasil program unggulan mereka, mulai dari inovasi di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, kesehatan, lingkungan, hingga sosial budaya. Berbagai produk dan dokumentasi kegiatan ditampilkan melalui stan-stan kreatif, sehingga pengunjung dapat menyaksikan secara langsung ragam bentuk pengabdian yang dihadirkan mahasiswa.

Wakil Rektor 1 UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan EXPO KKN bukan hanya seremoni, tetapi bentuk nyata komitmen kampus dalam menyiapkan mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial, daya inovasi, serta kemampuan problem solving di tengah masyarakat.

“KKN adalah laboratorium sosial. Melalui EXPO ini, kita bisa melihat bagaimana mahasiswa menghadirkan solusi dan karya nyata untuk masyarakat. Inilah bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga memberi kontribusi bagi pembangunan desa dan daerah,” ungkapnya.

EXPO KKN UNUSIDA mendapatkan antusias tersendiri dari 28 kelompok yang telah mengabdi selama sebulan terakhir di berbagai pelosok desa di Sidoarjo. Hasil karya mahasiswa yang ditampilkan juga mendapatkan berbagai atensi dari para juri yang terdiri dari Wakil Rektor, mulai dari Wakil Rektor 1 Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., Wakil Rektor 2 Dr. Ana Christanti, S.Pd,. M.Pd., dan Wakil Rektor 3 H. Ali Masykuri, M.Pd.I.

Mereka menilai program yang ditampilkan mahasiswa mampu menjawab kebutuhan lokal sekaligus memberikan inspirasi untuk pengembangan desa secara berkelanjutan. Berikut daftar juara dalam Expo KKN UNUSIDA 2025:

Juara 1: KKN Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) di Desa Wonokarang, Balongbendo.
Juara 2: Kelompok 3 KKN UNUSIDA di Desa Ngampelsari RT 03 RW 05, Candi.
Juara 3: Kelompok 23 KKN UNUSIDA di Desa Sidokepung RT 37 RW 07, Buduran.

Juara Favorit: Kelompok 8 KKN UNUSIDA di Desa Kedungsolo RT 01 RW 01, Porong
Juara Stand: Kelompok 7 KKN UNUSIDA di Desa Banjar Bendo RT03, Sidoarjo.

Selain pameran hasil karya, acara ini juga diisi dengan presentasi karya dari setiap mahasiswa serta perwakilan desa mitra. Suasana meriah semakin terasa dengan adanya kreativitas mahasiswa yang menampilkan produk lokal, karya seni, serta media dokumentasi perjalanan pengabdian mereka.

Dengan adanya EXPO KKN ini, UNUSIDA berharap semangat pengabdian terus tumbuh di kalangan mahasiswa dan menjadi modal berharga untuk terjun ke masyarakat setelah lulus. EXPO KKN bukan hanya pameran, tetapi bukti nyata bahwa mahasiswa UNUSIDA siap hadir, berkontribusi, dan mengabdi untuk negeri. (MY)

LPPM UNUSIDA Coaching Clinic Penyusunan Roadmap Riset Program Studi dan Fakultas (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Gelar Coaching Clinic Penyusunan Roadmap Riset Program Studi dan Fakultas

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan Coaching Clinic Penyusunan Roadmap Riset Program Studi dan Fakultas. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari berbagai program studi dan fakultas di lingkungan UNUSIDA. Kegiatan ini dilaksanakan di Hall Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Kamis (12/9/2025).

Dalam kegiatan tersebut, setiap dosen diberikan kesempatan untuk menyusun roadmap penelitian yang lebih efisien dan efektif. Penyusunan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam merumuskan pedoman riset di tingkat program studi maupun fakultas, sehingga arah penelitian menjadi lebih terukur, fokus, dan relevan dengan kebutuhan bangsa.

Wakil Rektor 1 UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I, menegaskan bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian merupakan prioritas universitas. Sebab, menjadi penunjang akreditasi di setiap lingkup Program Studi dan Fakultas masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, UNUSIDA berkomitmen untuk terus melahirkan penelitian yang bermutu tinggi, yang tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan daya saing bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap program studi dan fakultas di UNUSIDA memiliki roadmap penelitian yang berbeda sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Menurutnya, penyusunan roadmap penelitian tidak hanya sekadar memetakan arah riset, tetapi juga harus memperhatikan luaran penelitian yang relevan dengan kebutuhan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal daerah. Dengan demikian, hasil riset yang dihasilkan mampu memberikan kontribusi nyata, baik bagi masyarakat sekitar maupun bagi peningkatan daya saing bangsa.

Ia juga menekankan pentingnya kerapian dalam pengarsipan data penelitian. “Setiap hasil penelitian harus terdokumentasi dengan baik. Arsip penelitian yang rapi akan memudahkan proses evaluasi, pemetaan capaian, dan pengembangan riset di masa mendatang,” pesannya.

Dengan adanya coaching clinic ini, Ketua LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L berharap seluruh dosen dapat memperkuat tradisi riset yang inovatif, berdaya guna, serta mendukung visi universitas sebagai kampus unggul dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya terharu dengan antusiasme bapak-ibu dosen yang menunjukkan progress dalam menyusun sebuah roadmap penelitian seperti ini. Saya harap, setiap program studi dan fakultas memiliki panduan yang sistematis sebagai acuan agar lebih terarah dalam merancang penelitian,” ungkapnya. (MY)