UNUSIDA Jalin Kemitraan Strategis dengan INTI International University Malaysia, Perkuat Posisi Akademik Global 1

UNUSIDA Jalin Kemitraan Strategis dengan INTI International University Malaysia, Perkuat Posisi Akademik Global

MALAYSIA, 9 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali mencatatkan babak baru dalam pengembangan jejaring internasionalnya. Dalam sebuah seremoni penting, UNUSIDA resmi mengesahkan nota kesepahaman (MoU) dengan INTI International University, sebuah institusi pendidikan terkemuka di Malaysia. Perjanjian bilateral ini menjadi tonggak penting, menandai komitmen UNUSIDA dalam membangun aliansi strategis di kancah global. INTI University sendiri dikenal luas sebagai salah satu universitas terbaik di Asia, dengan menempati peringkat 550 dunia dan 117 dalam daftar Asia University Ranking. Perjanjian ini mencakup kolaborasi luas pada tiga pilar utama: pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, sebagai wujud nyata upaya UNUSIDA meningkatkan kualitas dan jangkauan akademiknya.

Prosesi penandatanganan bersejarah ini dilangsungkan di kampus utama INTI International University yang berlokasi di Putra Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia. Suasana khidmat terasa sepanjang acara, yang dihadiri oleh jajaran pimpinan dan perwakilan dari kedua belah pihak. Lokasi yang dipilih untuk peresmian kemitraan ini memiliki makna simbolis, merefleksikan orientasi global yang diusung oleh UNUSIDA. Kampus INTI Putra Nilai, yang berfungsi sebagai pusat jaringan INTI (INTI International University & Colleges), memiliki letak yang sangat strategis. Berada sekitar 45 menit perjalanan dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA), posisinya memfasilitasi pertukaran dan mobilitas internasional, baik bagi mahasiswa maupun staf akademik. Kehadiran langsung Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, dalam acara ini menjadi representasi keseriusan UNUSIDA dalam memulai kerja sama ini.

Dalam pidatonya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah salah satu langkah paling strategis untuk menempatkan UNUSIDA sejajar dengan universitas-universitas bereputasi internasional. Ini bukan sekadar penandatanganan sebuah dokumen, melainkan sebuah pintu yang membuka cakrawala akademik bagi seluruh civitas.”Kami ingin mahasiswa dan dosen kami memperoleh pengalaman internasional yang otentik. Hal ini dapat diwujudkan melalui program pertukaran, penelitian gabungan, hingga kegiatan pengabdian masyarakat yang memberikan dampak global,” ujar Dr. Fatkul Anam. Ia juga menjelaskan, perjanjian ini merupakan implementasi konkret dari visi UNUSIDA untuk menjadi universitas yang mandiri dan kompetitif secara internasional, tanpa meninggalkan akar tradisi serta nilai-nilai luhur yang dipegang oleh Nahdlatul Ulama. Visi ini menjadi fondasi utama yang menyatukan keunggulan akademis dengan identitas budaya, mencetak lulusan yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga berkarakter.

Kemitraan strategis dengan INTI International University ini diharapkan mampu menghasilkan sejumlah output yang bermanfaat bagi seluruh ekosistem pendidikan di UNUSIDA.Pada aspek pendidikan, kemitraan ini akan membuka lebar kesempatan untuk program mobilitas akademik. Mahasiswa UNUSIDA akan berkesempatan merasakan iklim belajar yang berbeda, berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya, dan memperluas wawasan mereka. Pengalaman unik ini akan membekali mereka dengan kemampuan adaptasi dan komunikasi lintas budaya yang sangat dibutuhkan di era globalisasi.Dalam bidang penelitian, kolaborasi ini akan memfasilitasi proyek riset bersama antara akademisi dari kedua perguruan tinggi. Melalui penelitian kolaboratif ini, para peneliti dapat menggabungkan keahlian, sumber daya, dan perspektif dari dua negara yang berbeda, yang pada akhirnya dapat memperkaya hasil penelitian dan meningkatkan kontribusinya bagi ilmu pengetahuan.

Sementara itu, di bidang pengabdian kepada masyarakat, UNUSIDA dan INTI akan menggarap program lintas negara yang berfokus pada isu-isu global yang relevan, seperti lingkungan, kesehatan, atau pendidikan. Dengan mengintegrasikan sumber daya dan pengetahuan dari kedua belah pihak, program-program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih signifikan dan berkelanjutan bagi komunitas yang menjadi sasaran.Selain itu, hubungan bilateral ini juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di luar negeri, khususnya di INTI International University. Kesempatan ini akan mendorong pengembangan pribadi dan akademis mereka, membuka jalan menuju karier profesional di tingkat global. Rektor Fatkul Anam berharap, kemitraan ini akan melahirkan ekosistem akademik yang lebih dinamis dan terbuka, di mana mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan dunia, dan para akademisi dapat memperluas jaringan serta kesempatan kolaborasi riset.

Kerja sama internasional ini memperkuat posisi UNUSIDA sebagai sebuah lembaga yang responsif terhadap perkembangan zaman. Dalam menghadapi persaingan di dunia pendidikan tinggi, UNUSIDA menegaskan langkahnya untuk memperkuat daya saing melalui kolaborasi nyata.”Kami tidak ingin hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam percaturan pendidikan tinggi internasional,” ujar Rektor UNUSIDA. “Harapan kami, kemitraan ini menjadi langkah awal yang akan terus berkembang dengan program-program konkret, dan tentunya memberikan manfaat luas bagi sivitas akademika UNUSIDA maupun masyarakat secara umum.”Perjanjian antara UNUSIDA dan INTI International University ini adalah bukti komitmen UNUSIDA dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan standar dan jaringan yang semakin luas. Dengan semangat kolaborasi, UNUSIDA optimis dapat mencetak generasi muda yang berilmu, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.

Ketua LLDIKTI 7 Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. dalam Wisuda IX UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua LLDIKTI Wilayah 7 Jatim Prof. Dyah Sawitri: Wisudawan UNUSIDA Harus Santun, Rasional, dan Berdampak

SURABAYA – Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 7 Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., memberikan sambutan penuh pesan moral dan motivasi dalam Wisuda IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang meluluskan 573 wisudawan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Sabtu (6/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dyah menekankan pentingnya sikap santun, konstruktif, dan bermartabat bagi para mahasiswa maupun wisudawan dalam menyampaikan aspirasi. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak mudah terprovokasi dan selalu berpikir rasional, serta menjaga nama baik almamater.

“Apapun aspirasi adalah hal positif, namun yang paling penting kita harus mencerminkan identitas akademik yang intelektual. Insya Allah para wisudawan UNUSIDA adalah lulusan yang hebat, rasional, dan penuh komitmen serta tanggung jawab,” tegasnya.

Prof. Dyah juga berpesan kepada seluruh perguruan tinggi swasta (PTS) agar menindaklanjuti arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terkait PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru). Ia menekankan pentingnya fakta integritas sebagai acuan dalam proses pendidikan tinggi, termasuk input, proses, hingga output.

Selain itu, ia mengingatkan para wisudawan untuk memastikan data akademiknya tercatat benar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Hal ini untuk menghindari kendala saat penggunaan ijazah, melamar kerja, maupun proses administratif lainnya.

Lebih lanjut, Prof. Dyah turut menyampaikan doa dan motivasi agar para lulusan UNUSIDA menjadi generasi yang siap kerja, mampu mencetak peluang kerja, serta berdampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Jangan lupa mengisi tracer study sebagai bentuk kontribusi nyata bagi perbaikan berkelanjutan kualitas pendidikan tinggi kita. Dari sanalah UNUSIDA akan semakin kuat sebagai kampus yang berdampak,” tambahnya.

Dalam suasana hangat, Prof. Dyah juga menyampaikan pesan khusus melalui sebuah pantun motivasi. Berikut pantun yang ia sampaikan:

“Bunga mawar bunga melati, indah berseri di ruangan ini. UNUSIDA melangkah pasti, demi mewujudkan kampus berdampak untuk NKRI.”

“Selamat dan sukses kepada 573 wisudawan UNUSIDA, semoga menjadi lulusan yang siap kerja, penuh komitmen, dan memberi manfaat luas.”

Tak hanya itu, ia juga menyinggung arah kebijakan pendidikan tinggi nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), teknologi, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta peran pemuda dan perempuan.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya sekadar mencetak lulusan, tetapi harus menjadi penggerak perubahan, riset, pemberdayaan, dan berdampak nyata. Itulah hakikat kampus penggerak menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (MY)

Ketua Umum PBNU, KH Yahya CHolil Staquf saat menyampaikan Orasi Kebangsaan saat Wisuda IX UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua Umum PBNU Gus Yahya Orasi Kebangsaan di Wisuda IX UNUSIDA: Sarjana Harus Siap Mengabdi untuk Bangsa

SURABAYA — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, hadir memberikan orasi kebangsaan pada Wisuda IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang dilaksanakan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Sabtu (6/9/2025).

Dalam orasinya, Gus Yahya menekankan bahwa wisuda bukan sekadar pengakuan status akademik, melainkan juga rekognisi atas kapasitas dan kompetensi yang harus diwujudkan dalam pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa, dan agama.

Menurut Gus Yahya, dalam tradisi Islam, pengakuan keilmuan bersifat kualitatif, sehingga tidak dapat sepenuhnya disamakan dengan istilah ‘sarjana’ dalam pendidikan modern. Seperti pengakuan terhadap seorang ulama atau ilmuwan tidak berhenti pada ijazah, tetapi lebih kepada kualitas keilmuan, kompetensi, dan dedikasi yang diakui oleh masyarakat. Ia mencontohkan ulama besar seperti Imam Syafi’i, Imam Al-Ghazali, hingga Imam Fakhruddin Ar-Razi, yang diakui bukan karena gelar formal semata, tetapi karena kapasitas dan integritas keilmuannya.

“Pertanyaan pentingnya adalah, apakah kesarjanaan kita ini hanya dipahami sebagai status lulusan, ataukah juga sebagai kompetensi dan kapasitas yang sesungguhnya?” tegasnya.

Gus Yahya mengingatkan bahwa perjalanan para wisudawan tidak berhenti pada prosesi wisuda. Justru setelah menyandang gelar sarjana, mereka akan berhadapan dengan tantangan hidup yang lebih besar. “Urusan kalian belum selesai. Masih banyak pergulatan kehidupan yang harus dihadapi. Karena itu, selain ikhtiar lahir, jangan pernah melepaskan ikhtiar batin dengan terus bergantung kepada Allah,” pesannya.

Ia juga mengutip nasehat ulama bahwa seluruh ikhtiar manusia berjalan dalam bingkai takdir Allah. Karena itu, seorang sarjana harus bermental kuat, siap bersyukur ketika mendapat keberhasilan, dan siap ridha ketika menghadapi ujian. “Dengan sikap mental seperti ini, tantangan apapun tidak akan menggoyahkan langkah kita untuk mencapai kemajuan dan kemuliaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyinggung tentang strategi ekonomi nasional yang dipaparkan Presiden RI Prabowo Subianto, yang menurutnya membuka jutaan lapangan kerja baru. Hal ini menjadi peluang besar bagi para sarjana, termasuk lulusan UNUSIDA, untuk turut berkontribusi. Namun, ia mengingatkan agar para wisudawan tidak hanya berorientasi pada pekerjaan di satu daerah, tetapi siap mengabdi di seluruh wilayah Indonesia.

“Indonesia akan makmur apabila sarjana-sarjana Universitas Nahdlatul Ulama siap mengabdi secara nasional, di seluruh tanah air. Bukan hanya mencari kehidupan yang lebih baik, tapi juga berbakti kepada bangsa dan negara. Karena dengan berbakti dan mengabdi, insya Allah kita akan mendapatkan kemuliaan,” pungkasnya. (MY)

Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam saat menyampaikan smabutan dalam Wisuda IX (Foto: Humas UNUSIDA)

Wisuda IX: Rektor UNUSIDA Dorong Lulusan Untuk Lebih Kreatif, Inovatif, dan Siap Mengabdi

SURABAYA — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Wisuda ke-IX dengan penuh khidmat. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Sabtu (6/92025).

Sebanyak 573 wisudawan dan wisudawati dari berbagai program studi resmi dikukuhkan. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Wakil Ketua PBNU KH Amin Said Husni, Ketua LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dyah Sawitri, Ketua BPP Unusida KH Arly Fauzi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dr. Tirto Adi, M.Pd, dan sebagainya.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si menyampaikan apresiasi dan doa terbaik bagi para wisudawan yang resmi menyandang gelar sarjana. Ia menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan gerbang awal untuk menapaki berbagai peluang kehidupan.

“Bagi kalian yang sudah bekerja, semoga mampu membuktikan kepada kolega dan pimpinan bahwa gelar sarjana menjadikan kalian lebih kreatif, inovatif, dan produktif. Bagi yang belum mendapatkan pekerjaan, kami berdoa agar segera mendapat pekerjaan sesuai bidang keahlian. Sementara bagi yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, semoga Allah memberikan jalan menuju perguruan tinggi yang terbaik,” tuturnya.

Di tengah sambutannya, Rektor juga menyelipkan pesan penuh kehangatan bagi wisudawan yang sedang menanti pasangan hidup maupun yang masih sendiri.

“Bagi yang sudah ditunggu calon suami atau istri, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah. Dan bagi yang masih jomblo, semoga segera menemukan pilihan hatinya,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan hangat para hadirin.

Lebih jauh, Fatkul Anam mengingatkan bahwa perjalanan hidup para sarjana akan diwarnai dengan tantangan dan pengalaman baru. Namun dengan ilmu, iman, dan keteguhan hati, semua itu dapat dijalani dengan baik.

Momentum Wisuda IX juga menjadi catatan penting dalam sejarah UNUSIDA. Ia menegaskan bahwa universitas terus berkomitmen meningkatkan kualitas akademik dan kelembagaan. Salah satunya ditandai dengan capaian akreditasi unggul Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta pengakuan UNUSIDA sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia yang berhasil masuk dalam klaster madya-utama pada akhir 2024.

“Capaian ini membuktikan bahwa UNUSIDA tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai bagian dari khidmat Nahdlatul Ulama dalam mencetak generasi berilmu, bermutu, dan berdaya saing internasional,” pungkasnya. (MY)

Mahasiswa KKN Kelompok 23 UNUSIDA Gelar Program Bimbingan Belajar di Desa Sidokepung (Foto: Mahasiswa KKN UNUSIDA Gelar Program Bimbingan Belajar di Desa Sidokepung (Mahasiswa KKN UNUSIDA Gelar Program Bimbingan Belajar di Desa Sidokepung (Foto: Ayutah Maghfiroh)

Mahasiswa KKN 13 UNUSIDA Gelar Program Bimbingan Belajar EduFun di Desa Sidokepung

SIDOARJO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan program bimbingan belajar bertajuk EduFun di Desa Sidokepung, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 23 Juli hingga 23 Agustus 2025 ini dipusatkan di RT 42 RW 3, Perumahan Surya Asri.

Salah satu mahasiswa KKN Desa Sidokepung Natasya Ainul Hikmah menuturkan, program bimbingan belajar tersebut ditujukan bagi anak-anak mulai tingkat TK hingga SMP. Tidak hanya mendukung capaian akademik, kegiatan ini juga menjadi wadah interaksi sosial bagi anak-anak yang kesehariannya padat dengan aktivitas sekolah. Kehadiran bimbel memberikan mereka kesempatan baru untuk belajar bersama sekaligus menjalin kebersamaan.

“Melalui bimbel ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar sekaligus ruang bermain yang positif, sehingga anak-anak semakin dekat satu sama lain. Kami juga berharap kegiatan ini membantu mereka lebih percaya diri dalam memahami pelajaran sekolah,” ungkapnya, Selasa (9/9/2025).

Ayutah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap perkembangan pendidikan anak-anak di lingkungan perumahan.

Ia berharap dapat meninggalkan jejak pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Sidokepung, serta menginspirasi anak-anak agar terus bersemangat mengejar cita-cita.

“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, sekaligus mempererat hubungan sosial antara mahasiswa, anak-anak, dan warga sekitar,” ujarnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari perangkat desa maupun masyarakat sekitar. Orang tua merasa terbantu dengan adanya kegiatan bimbingan belajar, sekaligus menyadari bahwa anak-anak membutuhkan wadah untuk berkumpul, berinteraksi, dan menyalurkan energi positif di luar kegiatan sekolah.

Program ini dirancang sebagai wadah edukatif sekaligus sarana menumbuhkan semangat kebersamaan. Mahasiswa KKN tidak hanya fokus pada pendampingan mata pelajaran sekolah umum seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, tetapi juga menyelipkan pembelajaran karakter, permainan edukatif, serta motivasi belajar.

Salah satu perangkat desa menegaskan, pihaknya selalu mendukung program bimbingan belajar ini menjadi bukti nyata bahwa KKN bukan hanya sebatas pengabdian, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat berkelanjutan yang dirasakan langsung oleh warga.

“Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut meskipun KKN sudah berakhir. Anak-anak membutuhkan ruang aman dan nyaman untuk belajar sekaligus membangun keakraban, sehingga ikatan sosial di Perumahan Surya Asri semakin kuat,” harapnya.

Penulis: Ayutah Maghfiroh (MY)

Mahasiswa KKN Kelompok 8 UNUSIDA Kembangkan Taman TOGA Digital di Desa Kedungsolo (Foto: Amita Fatmasari Dewi)

Mahasiswa KKN Kelompok 8 UNUSIDA Kembangkan Taman TOGA Digital di Desa Kedungsolo

SIDOARJO — Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di RT 01/RW 01 Desa Kedungsolo, Sidoarjo, dengan menghadirkan inovasi unik berupa Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) berbasis QR Code.

Ketua KKN Kelompok 8, Ali Akbar Rajif, menjelaskan bahwa program ini lahir dari hasil observasi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Program Taman TOGA Digital menjadi salah satu bukti nyata bahwa mahasiswa KKN tidak hanya fokus pada pengabdian jangka pendek, tetapi juga menghadirkan inovasi berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Keterbatasan jenis tanaman obat di pekarangan warga serta minimnya pengetahuan mengenai cara budidaya dan pemanfaatannya yang menjadi latar belakang kami menggagas program Tanam TOGA Digital di Desa Kedungsolo,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).

Melalui program KKN, ia dan tim bertekad menghadirkan taman TOGA yang lebih variatif, terorganisir, dan berfungsi sebagai sarana belajar kesehatan alami. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat tanaman obat, mengajarkan keterampilan budidaya, sekaligus mendorong kemandirian warga dalam menjaga kesehatan keluarga.

Taman TOGA Digital yang dikembangkan oleh mahasiswa tidak hanya menghadirkan berbagai tanaman herbal seperti jahe, kunyit, kencur, dan serai, tetapi juga dilengkapi dengan papan informasi berbasis QR Code. Melalui teknologi ini, warga dapat dengan mudah memindai kode menggunakan ponsel pintar untuk mendapatkan informasi seputar manfaat, cara pengolahan, hingga khasiat masing-masing tanaman.

“Banyak warga yang sebenarnya memiliki minat untuk menanam dan memanfaatkan TOGA, tetapi keterbatasan pengetahuan membuat potensinya belum tergali maksimal. Dengan konsep digital ini, kami ingin mempermudah akses informasi sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan tanaman obat keluarga,” jelasnya.

Kepala Desa Kedungsolo menyambut positif inovasi yang digagas mahasiswa UNUSIDA tersebut. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Desa Kedungsolo semakin sadar akan pentingnya kesehatan alami berbasis tanaman obat serta terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, program yang digagas oleh mahasiswa ini tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membawa misi edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Program ini sangat bermanfaat. Selain melestarikan tradisi penggunaan tanaman herbal, juga sejalan dengan perkembangan zaman karena menggabungkan teknologi digital. Kami berharap Taman TOGA Digital bisa terus dikembangkan dan dijaga bersama,” ungkapnya.

Penulis: Amita Fatmasari Dewi (MY)

Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam saat menyampaikan sambutan dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (Foto: Humas UNUSIDA)

Peringati Maulid Nabi, Rektor UNUSIDA Tekankan Pentingnya Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Akademik

SIDOARJO – Civitas Akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, hingga karyawan. Acara yang dilaksanakan di Hall Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (04/09/2025) ini berlangsung khidmat dengan tausiah inspiratif dari Wakil Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo KH Khusnul Lutfi.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA H. Fatkul Anam menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam dunia akademik maupun profesional. Ia menyampaikan beberapa poin penting yang relevan dengan kehidupan kampus.

“Yang pertama adalah melahirkan akhlak yang baik. Tanpa akhlak, kita tidak akan meraih keberkahan. Akhlak tanpa ilmu akan berisiko pada kebajikan yang tidak terarah. Kita dapat meneladani integritas Nabi Muhammad, yang dikenal sebagai Al-Amin, jauh sebelum beliau diutus menjadi Rasul,” ujarnya.

Fatkul Anam menambahkan, di lingkungan kampus integritas berarti transparansi, akuntabilitas, dan nol toleransi terhadap plagiarisme. “Setiap karya ilmiah dan penelitian kita harus berdasarkan pada kejujuran dan ketulusan, sebagaimana Nabi Muhammad menanamkan nilai amanah dalam setiap langkahnya.”

Rektor menyoroti kecerdasan Rasulullah dalam membaca realitas dan mengambil keputusan. “Kecerdasan beliau tampak pada kemampuan beliau membaca kehidupan sehari-hari, merumuskan strategi, dan mengambil keputusan berbasis hikmah. Ini adalah teladan yang harus kita terapkan, baik dalam kehidupan akademik maupun dalam bekerja,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Rasulullah adalah teladan dalam komunikasi. Oleh karena itu, dalam momentum memperingati Maulid Nabi kali ini, ia mengajak untuk menjaga komunikasi antara satu dengan yang lain. Dengan mengutamakan sopan santun dalam menjaga hati dan perasaan lawan bicara.

“Beliau menyampaikan kebenaran dengan kata-kata yang tepat, pada waktu yang tepat, kepada orang yang tepat. Ini menginspirasi kita untuk berkolaborasi secara positif dan menyampaikan gagasan dengan jelas di ruang kelas maupun kehidupan sehari-hari.”

Rektor juga menekankan pentingnya kepedulian sosial. Sebagai insan akademis, seluruh civitas akademika harus peduli dengan lingkungan sekitar. Dengan begitu, kehadiran UNUSIDA dapat dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan.

“Rasulullah adalah rahmat bagi seluruh alam. Di kampus ini, kita harus memberi manfaat kepada masyarakat. Riset yang kita lakukan harus menjawab kebutuhan masyarakat, dan kebijakan inklusif harus menjadi bagian dari tekad kita,” jelasnya.

Tak lupa, ia mengingatkan tantangan zaman yang terus berubah. Menurutnya, Rasulullah SAW juga mengajarkan umat islam untuk selalu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Melalui prinsip al-Muhafazhah ‘alal Qodimish Shalih wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah.

“Di era disrupsi ini, kita harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan arah. Rasulullah adalah teladan perjuangan. Beliau tidak mudah menyerah dalam mengembangkan Islam, meskipun berada jauh dari wilayah yang kita kenal hari ini. Ini adalah perjuangan yang patut kita teladani,” tegasnya.

Ia berharap agar seluruh civitas akademika dapat mengaplikasikan nilai-nilai Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari. Acara Peringatan Maulid Nabi di UNUSIDA kali ini dapat menjadi momentum refleksi bersama, bagaimana nilai-nilai luhur Rasulullah dapat ditransformasikan ke dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Dengan semangat perjuangan Rasulullah, kita akan bisa membesarkan UNUSIDA menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan mampu menjadi harapan masyarakat,” pungkasnya. (MY)

Terlindungi: Buku Wisuda IX UNUSIDA 2025

Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya.

Terlindungi: PDF Buku Wisuda IX UNUSIDA 2025

Konten ini dilindungi dengan sandi. Masukkan sandi Anda di sini untuk menampilkannya.

Mahasiswa KKN 05 UNUSIDA Gelar Malam Tirakatan Bersama Warga di Perumahan Alam Mutiara RT 04 Desa Kendalpecabean (Foto: Zulfaa Gunawan)

KKN 05 UNUSIDA Suguhkan Drama Tradisional dalam Malam Tirakatan Bersama Warga Perumahan Alam Mutiara Desa Kendalpecabean

SIDOARJO — Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 05 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Malam Tirakatan bersama warga Perumahan Alam Mutiara, Desa Kendalpecabean RT 04 RW 04, Kecamatan Candi, pada Sabtu (16/8/2025) lalu.

Acara tersebut dihadiri warga dari Dawis 1 hingga 5, Ketua RT, Ketua RW, serta sesepuh perumahan. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa.

Kegiatan malam tirakatan ini menjadi momen kebersamaan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat setempat. Acara diisi dengan doa bersama untuk para pahlawan bangsa, pembacaan refleksi kemerdekaan, serta ramah tamah yang berlangsung hangat dan khidmat.

Suasana semakin meriah dengan berbagai persembahan budaya. Mahasiswa KKN menampilkan drama tradisional dengan mengusung tema ‘Menjaga Budaya dengan Pesan’ yang mengingatkan pentingnya melestarikan budaya sebagai identitas bangsa. Pesan utama drama tersebut adalah bahwa budaya tidak boleh dibiarkan terkekang atau hilang, melainkan harus diwariskan agar tetap hidup di tengah modernisasi.

Ketua KKN 05 UNUSIDA, M. Rafly Alfandi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa sekaligus ajang mempererat hubungan dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 05 UNUSIDA berharap dapat meninggalkan kesan positif sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kebersamaan warga, memperkuat identitas budaya, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Malam tirakatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan dalam memperingati Hari Kemerdekaan, tetapi juga wadah untuk memperkuat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan rasa syukur atas perjuangan para pahlawan,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).

Selain itu, remaja desa turut menampilkan Tari Remo sebagai wujud kebanggaan terhadap seni lokal. Tidak kalah menarik, mahasiswa KKN 05 bersama Karang Taruna Perumahan Alam Mutiara membawakan Tari Gugur Gunung yang melambangkan semangat kebersamaan dalam membangun desa.

Untuk menambah keakraban, panitia juga mengadakan quiz interaktif berhadiah yang disambut antusias oleh warga dari berbagai kalangan usia. Kemeriahan acara terlihat dari ramainya partisipasi warga hingga akhir kegiatan.

Sementara itu, Ketua RT 04, Hery Wahyu Wibowo sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNUSIDA. RT 04 Perumahan Alam Mutiara sendiri dikenal sebagai RT dengan kategori Menang Budaya. Penampilan seni dan budaya dalam malam tirakatan ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat bersama generasi mudanya terus menjaga tradisi.

“Kami senang karena anak-anak muda ini mau ikut serta menjaga tradisi tirakatan. Kehadiran mereka membuat suasana lebih semarak sekaligus memberi warna baru bagi lingkungan kami,” ungkapnya.

Penulis: Zulfaa Gunawan (MY)