Rektor dan LAZISNU UNUSIDA Kunjungi Pondok Pesantren Al Khoziny (Foto: Humas UNUSIDA)

Rektor dan LAZISNU UNUSIDA Salurkan Bantuan untuk Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo

SIDOARJO – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., bersama Jaringan Pengelola Zakat, Infaq, dan Shodaqah (JPZIS) Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) UNUSIDA menyalurkan bantuan kepada Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Selasa (30/9/2025), sebagai bentuk kepedulian atas musibah ambruknya bangunan musholla pesantren beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA bersama Direktur JPZIS LAZISNU UNUSIDA secara langsung diterima oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, KHR Abdussalam Mujib, dan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa yang terjadi. Ia berharap bantuan yang diberikan UNUSIDA dapat membantu meringankan beban para korban, keluarga santri, hingga para relawan yang tengah bekerja keras di lokasi.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa uang tunai sebesar Rp12.500.000, yang merupakan hasil penggalangan dana dari seluruh elemen kampus UNUSIDA, mulai dari mahasiswa, tenaga kependidikan, dosen, hingga pimpinan universitas, yang diinisiasi oleh LAZISNU UNUSIDA.

Hingga hari ini, proses evakuasi korban ambruknya bangunan musholla di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih terus berlangsung. Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) bersama sejumlah relawan dari berbagai unsur, termasuk GP Ansor, Banser, BPBD, dan organisasi kemanusiaan lainnya, masih berjibaku di lapangan untuk menyisir dan mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Kondisi reruntuhan yang cukup parah menyulitkan proses pencarian. Tim SAR harus menggunakan alat berat secara hati-hati guna menghindari risiko tambahan terhadap korban yang masih hidup. Proses ini juga diperkuat dengan anjing pelacak dan alat pendeteksi detak jantung untuk memaksimalkan pencarian.

Dari pantauan tim Humas UNUSIDA, beberapa keluarga korban masih menanti kabar sambil berharap cemas di posko darurat yang didirikan di sekitar area pesantren. Layanan kesehatan, dapur umum, hingga posko-posko pengamanan pun telah mulai disiagakan untuk menangani para korban dan keluarga yang terdampak secara psikologis.

Guna menjaga ketertiban dan kondusivitas selama proses evakuasi, pihak keamanan bersama relawan telah menerapkan pengamanan ketat di area terdampak. Sejumlah titik akses ditutup sementara untuk memastikan keselamatan dan kelancaran proses penanganan pasca bencana.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum merilis jumlah pasti korban yang masih tertimbun, namun tim SAR memastikan proses pencarian akan terus dilakukan hingga area dinyatakan benar-benar aman dan bersih dari korban. (MY)

Kerja Sama UNUSIDA dan RSUD R.T Notopuro (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Jalin Kerja Sama dengan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Salurkan Mahasiswa Magang di Bidang IT

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjalin kerja sama strategis dengan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo melalui rapat pembahasan yang digelar pada Jum’at (26/9/2025) lalu. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, kedua belah pihak membahas sejumlah program kolaborasi, mulai dari penyelenggaraan magang mahasiswa, penelitian dosen dan mahasiswa, hingga program pengabdian masyarakat di bidang kesehatan.

Secara khusus, agenda pertemuan menyoroti rencana penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA dengan Tim IT RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Melalui kerja sama ini, mahasiswa dari program studi Informatika dan Sistem Informasi di UNUSIDA akan memperoleh kesempatan magang di bidang teknologi informasi sekaligus berkontribusi dalam mendukung pengembangan sistem digital rumah sakit.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran pimpinan RSUD atas sambutan serta dukungan yang diberikan.

“Kerja sama ini sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Di sisi lain, mahasiswa juga bisa memberikan kontribusi nyata dalam penguatan sistem IT di rumah sakit,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan rumah sakit, diharapkan lahir inovasi serta solusi nyata dalam menjawab tantangan era digital di bidang pelayanan publik.

Namun demikian, ia berharap kolaborasi tidak berhenti pada satu fakultas saja. Menurutnya, kerja sama lintas fakultas akan memperluas cakupan manfaat, baik bagi mahasiswa UNUSIDA maupun bagi RSUD R.T. Notopuro. Hal ini juga sejalan dengan komitmen universitas untuk menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan dunia kerja di berbagai bidang.

“Kami ingin kerja sama ini bisa terus berkembang, tidak hanya di Fakultas Ilmu Komputer, tetapi juga diikuti oleh fakultas lainnya, seperti Fakultas Ekonomi. Dengan begitu, semakin banyak mahasiswa yang mendapatkan pengalaman praktis sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan layanan di rumah sakit,” jelasnya.

Turut hadir, Kaprodi Informatika Mochammad Machlul Alamin, S.Kom., M.Kom., Dosen Informatika Anggay Luri Pramana, S.Kom., M.Kom., dan Kepala Bagian Humas Afifatus Sholikhah, S.M., M.M. (MY)

Potret Gedung Kampus 2 UNUSIDA, di Jl. Lingkar Timur KM 5,5 Rangkah Kidul, Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Masuk 5 Besar Kampus NU dengan SINTA Score Tertinggi di Indonesia

SIDOARJO — Dunia pendidikan tinggi Indonesia kembali mencatat pencapaian membanggakan dari jaringan kampus Nahdlatul Ulama (NU). Melalui pengukuran Science and Technology Index (SINTA) Score yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI), sejumlah kampus NU menunjukkan kemajuan signifikan dalam bidang riset dan publikasi ilmiah.

Pada periode September 2025, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berhasil menempati peringkat ke-5 dengan SINTA Score sebesar 83 ribu. Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi UNUSIDA sebagai salah satu kampus unggulan dalam jaringan perguruan tinggi NU di Indonesia.

Seperti diketahui, SINTA Score merupakan indikator utama dalam menilai kinerja akademik perguruan tinggi, khususnya dalam hal publikasi ilmiah, penelitian, dan sitasi. Semakin tinggi skor yang diraih, semakin menunjukkan komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kontribusi riset bagi masyarakat.

Selain UNUSIDA, terdapat sembilan kampus NU lainnya yang masuk dalam daftar 10 besar dengan SINTA Score tertinggi. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi calon mahasiswa maupun akademisi yang tengah mencari kampus NU terbaik untuk studi dan riset.

Melalui laman resmi SINTA Kemendikbud Ristek sinta.kemdiktisaintek.go.id, tercatat 12 program studi di UNUSIDA konsisten melaksanakan budaya penelitian dan pengabdian yang berdampak.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi dan kerja keras dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan penelitian selama ini.

Pihaknya mengaku selalu memfasilitasi untuk memperkuat kegiatan penelitian, seperti secara rutin dan berkelanjutan menggelar pelatihan dan workshop, termasuk kegiatan terbaru bertajuk Workshop Penyusunan Roadmap Riset dan PKM untuk seluruh Dosen di setiap Program Studi dan Fakultas di UNUSIDA. Menurutnya, hal tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun arah penelitian yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Saya terharu dengan semangat bapak-ibu dosen yang menunjukkan progress dalam melaksanakan penelitian seperti ini. Saya berharap setiap program studi dan fakultas dapat terus bersinergi dalam melaksanakan penelitian yang lebih terarah,” ujarnya, Senin (29/9/2025).

Elsa juga menegaskan bahwa keberhasilan UNUSIDA menembus lima besar nasional menjadi bukti nyata keseriusan sivitas akademika dalam membangun budaya penelitian yang kuat serta memperkuat reputasi kampus di tingkat nasional.

“Dengan sinergi antara dosen, mahasiswa, dan lembaga, UNUSIDA optimis dapat terus menghasilkan riset yang inovatif, berdaya guna, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (MY)

HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar Pagar Nusa Championship Vol. 2 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar Pagar Nusa Championship Vol. 2

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Pagar Nusa Championship Vol. 2 dengan mengusung tema ‘Seni dalam Kendali: Menjaga Tradisi Mewujudkan Prestasi’. Kejuaraan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (24–25/9/2025) di GOR Serbaguna Sidoarjo dan diikuti puluhan kontingen dari berbagai daerah.

Perwakilan Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sidoarjo, Muhammad Khoiri, yang memberikan apresiasi tinggi kepada panitia. Ia menegaskan bahwa terselenggaranya event ini adalah buah dari komitmen dan semangat yang luar biasa, meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan.

“Kami bangga dengan kerja keras panitia. Perjuangan ini tidak mudah, tapi semangat dan pengorbanan mereka patut menjadi teladan bagi para atlet dan peserta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kaprodi Manajemen UNUSIDA, M. Mustaqim, S.E., M.M., menyampaikan rasa bangga atas inisiatif mahasiswa menggelar kejuaraan pencak silat berskala besar di luar kegiatan akademik rutin.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antar pesilat, pelatih, dan komunitas Pagar Nusa. Ia berharap, event ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang untuk melahirkan atlet berprestasi sekaligus menjaga tradisi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada HIMA Manajemen yang mampu melaksanakan event ini untuk kedua kalinya. Semoga bisa menjadi agenda berkelanjutan, bahkan berkembang ke edisi berikutnya dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

Kejuaraan ini juga dihadiri Nur Yahya, Dewan Pendekar Pagar Nusa Jawa Timur, serta para pelatih dan pendamping dari berbagai kontingen. Pertandingan digelar dalam berbagai kategori mulai dari Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, hingga Dewasa.

Lebih lanjut, Ketua HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA, Romaldi Jabbar mengungkapkan bahwa persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun, berkat kerja keras panitia, dukungan dari kampus, serta semangat luar biasa para atlet dan pelatih, acara ini bisa berjalan sukses hingga akhir.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, semoga Pagar Nusa Championship berikutnya bisa lebih meriah dan bermanfaat bagi semuanya,” pungkasnya.

Juara Umum Pagar Nusa Championship Vol. 2

  • Juara 1: Padepokan Bina Bangsa Surabaya – 21 Emas, 8 Perak, 11 Perunggu,

  • Juara 2: CR Club – 14 Emas, 6 Perak, 3 Perunggu,

  • Juara 3: Harmoni Club – 5 Emas, 4 Perak, 3 Perunggu. (MY)

Suasana MAKRAB PEMABA-FT IX 2025 (Foto: Muchammad Waziruddin)

Mahasiswa Baru Fakultas Teknik UNUSIDA Dikenalkan Soliditas Engineer Muda dalam Harmoni Keberagaman

SIDOARJO – Hari kedua Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Teknik (PEMABA-FT) ke-IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berlangsung penuh energi dan makna, sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan bertema ‘Membentuk Engineer Muda, Siap Berkarya dan Solid dalam Keberagaman’. Acara yang digelar di Kampus 2 UNUSIDA Sabtu-Ahad (20–21/9/2025) ini menghadirkan perpaduan materi inspiratif, aktivitas kolaboratif, hingga malam puncak yang merayakan kebersamaan.

Sesi pagi diawali dengan materi Tips & Trik Menjadi Mahasiswa Berprestasi Bidang Akademik oleh Ihsan Abu Ridho, mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2023 sekaligus penerima hibah PKM-RE. Ihsan berbagi strategi menembus pendanaan riset, menekankan pentingnya ide unik, data konsisten, dan ketekunan belajar.

Dilanjutkan dengan Tracer Study/Survival Kit Alumni oleh Moch. Syaifudin, S.T., alumni Teknik Kimia angkatan 2020. Ia menekankan pentingnya membangun portofolio, jejaring, dan pengalaman organisasi sejak dini.

Setelah sesi awal, suasana mencair lewat berbagai fun game, mulai dari estafet hanger hingga voli balon air. Permainan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mempererat kerja sama, komunikasi, dan solidaritas mahasiswa baru.

Selain itu, peserta mendapat materi Tips & Trik Berprestasi di Bidang Non Akademik dari Aisyah Widayani, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2024 sekaligus peraih medali perak World Economics Challenge and Competition 2025. Ia mengajak mahasiswa untuk berani mengeksplorasi potensi diri di luar kelas.

Momentum semakin bermakna dengan hadirnya Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., yang berpesan agar mahasiswa teknik menjadi pembelajar sejati, pejuang inovasi, dan agen kebaikan.

Tak hanya itu, mahasiswa baru mengikuti sesi pengenalan organisasi HIMA Prodi dan jejaring nasional seperti IMTII, IMTLI, dan BKKMTKI. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan Pentas Seni berupa musik, tari, teater, hingga musikalisasi puisi, menampilkan bakat beragam mahasiswa baru.

Puncaknya, Malam Keakraban digelar dengan api unggun, perkusi, kembang api, serta lantunan chant Fakultas Teknik yang membaurkan semangat mahasiswa baru, panitia, dan alumni dalam satu harmoni.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT UNUSIDA Erlangga Abiartha Nugraha menjelaskan, PEMABA FT menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk semakin mengenal, membangun kebersamaan, sekaligus meneguhkan identitas mereka sebagai calon engineer muda.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan makrab ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wahana pembentukan karakter dan penguatan soliditas mahasiswa.

“Seorang engineer bukan hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu membangun kebersamaan, komunikasi, dan solidaritas. Makrab ini adalah miniatur dari kehidupan nyata yang akan mereka hadapi di dunia kerja nanti,” ujarnya.

Menurutnya, Fakultas Teknik UNUSIDA menegaskan kembali misinya untuk melahirkan engineer muda yang unggul secara akademik, matang dalam karakter, serta solid dalam kebersamaan. PEMABA-FT ke-IX bukan hanya orientasi, tetapi langkah awal menuju generasi insinyur yang siap menghadapi masa depan dengan keberanian, kreativitas, dan solidaritas.

“Kami ingin mengajak mahasiswa baru untuk memahami pentingnya peran mereka dalam menjaga nilai persatuan, gotong royong, serta menjunjung tinggi sikap toleransi. Keberagaman latar belakang mahasiswa justru menjadi kekuatan besar dalam membentuk atmosfer belajar yang dinamis dan inovatif,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

UNUSIDA Cetak Alumni Inspiratif, Imam Santoso Wahyu Nugroho Kini Sukses Jadi Pengawas Lapangan BPVP Banyuwangi 1

UNUSIDA Cetak Alumni Inspiratif, Imam Santoso Wahyu Nugroho Kini Sukses Jadi Pengawas Lapangan BPVP Banyuwangi

Sidoarjo – Setiap alumni memiliki kisah inspiratif yang bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Begitu pula dengan perjalanan Imam Santoso Wahyu Nugroho, S.Kom., alumni Program Studi Teknik Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang lulus pada tahun 2021 dan kini berkarier sebagai Pengawas Lapangan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi. Perjalanan Imam adalah gambaran nyata bagaimana kerja keras, ketekunan, serta pengalaman berorganisasi dan akademik selama kuliah dapat menjadi bekal penting untuk meniti karier di dunia profesional.

Sejak awal kuliah, Imam sudah memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi informasi. Ia menuturkan bahwa pilihannya masuk Prodi Teknik Informatika UNUSIDA didorong oleh keyakinan bahwa teknologi adalah bidang yang selalu berkembang dan akan terus dibutuhkan. Ketertarikan itu mendorongnya untuk terus belajar, mendalami materi perkuliahan, sekaligus mencari pengalaman di luar kelas. Kini, setelah beberapa tahun lulus, Imam dipercaya untuk bekerja sebagai pengawas lapangan di BPVP Banyuwangi, sebuah lembaga pelatihan di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang fokus pada peningkatan keterampilan dan produktivitas tenaga kerja. Dalam posisinya, Imam bertanggung jawab memastikan kelancaran berbagai program pelatihan, mengawasi teknis pelaksanaan di lapangan, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak agar kegiatan berjalan sesuai standar. “Bekerja di BPVP Banyuwangi memberikan saya banyak pengalaman baru. Tugas saya bukan hanya sekadar mengawasi, tetapi juga belajar memahami karakter orang, bagaimana mengelola tim, serta memastikan target pelatihan tercapai. Itu semua membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan,” ujarnya.

Dibalik pencapaian tersebut, Imam tidak lupa mengenang masa-masa kuliahnya di UNUSIDA. Ia mengaku salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat harus rela mengerjakan tugas hingga larut malam, bahkan sampai dini hari. “Kalau ditanya yang paling berkesan, tentu saya ingat betul momen-momen begadang demi tugas. Kadang saya dan teman-teman harus menyelesaikan project pemrograman atau laporan praktikum sampai tengah malam. Walaupun lelah, justru dari situlah saya belajar arti tanggung jawab dan kerja sama,” kenangnya sambil tersenyum. Pengalaman itu ternyata menjadi bekal berharga dalam dunia kerja. Tekanan deadline, tuntutan ketelitian, dan kemampuan mengatur waktu yang dilatih selama masa kuliah benar-benar terpakai ketika ia menghadapi tantangan di pekerjaannya sekarang. “Rupanya begadang mengerjakan tugas waktu kuliah itu semacam simulasi kecil untuk kehidupan kerja sekarang,” tambahnya.

Menurut Imam, UNUSIDA tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang mendukung alumninya di dunia kerja. Ia merasakan betul bagaimana para dosen di Prodi Teknik Informatika selalu memberikan dorongan untuk berpikir kritis, disiplin, serta terbuka terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, kegiatan organisasi dan forum diskusi di kampus juga membentuk kepribadiannya. Dari situ, ia belajar bagaimana bekerja dalam tim, bagaimana menyampaikan ide dengan baik, dan bagaimana menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Semua itu sangat relevan dengan pekerjaan yang ia jalani sekarang, di mana komunikasi dan kolaborasi menjadi hal utama. Imam juga menilai bahwa dukungan dosen yang selalu terbuka untuk diskusi adalah salah satu kekuatan UNUSIDA. Para pengajar tidak hanya membimbing mahasiswa dalam perkuliahan, tetapi juga mendorong mereka untuk berani mencoba hal-hal baru dan mengembangkan potensi diri.

Sebagai alumni, Imam tidak lupa memberikan pesan motivasi kepada adik-adiknya di UNUSIDA. Ia menekankan bahwa masa kuliah adalah waktu yang sangat berharga untuk membangun bekal masa depan. Menurutnya, mahasiswa sebaiknya tidak hanya kuliah untuk mengejar nilai, melainkan juga memanfaatkan kesempatan untuk belajar soft skill seperti manajemen waktu, kerja sama tim, dan komunikasi. “Percayalah, semua itu akan sangat berguna ketika kalian sudah terjun ke dunia kerja,” ujarnya penuh semangat. Imam juga berpesan agar mahasiswa tidak takut menghadapi kesulitan. Tugas yang menumpuk, jadwal padat, dan tantangan akademik bukanlah hambatan, melainkan latihan untuk membentuk mental yang kuat. “Kalau kita sudah terbiasa menghadapi tekanan di masa kuliah, kita akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” tegasnya.

Kehadiran Imam di dunia kerja, khususnya di instansi pemerintah seperti BPVP Banyuwangi, menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA telah berhasil mencetak lulusan yang kompeten dan mampu bersaing. Peran alumni seperti Imam juga menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya bahwa dengan usaha, disiplin, dan ketekunan, peluang untuk sukses selalu terbuka lebar. Bagi UNUSIDA, kisah Imam bukan hanya sekadar cerita pribadi, tetapi juga cerminan keberhasilan program pendidikan yang diterapkan. Dengan mengombinasikan teori, praktik, serta pembinaan karakter, kampus berhasil menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan di berbagai bidang pekerjaan.

Kisah perjalanan Imam Santoso Wahyu Nugroho, S.Kom., dari seorang mahasiswa yang rela begadang demi tugas hingga menjadi Pengawas Lapangan BPVP Banyuwangi, adalah inspirasi bagi seluruh mahasiswa UNUSIDA. Semangat, dedikasi, dan kerja kerasnya menunjukkan bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Apa yang ia alami selama kuliah di UNUSIDA menjadi fondasi kokoh dalam membangun karier profesionalnya. Dan kini, ia berdiri sebagai contoh nyata bahwa dengan tekad dan konsistensi, setiap mahasiswa bisa menggapai cita-cita.

PEMABA FT UNUSIDA Ke IX 2025 (Foto: Muchammad Waziruddin)

PEMABA ke-IX Fakultas Teknik UNUSIDA: Cetak Engineer Muda Siap Berkarya dan Solid dalam Keberagaman

SIDOARJO – Menjadi seorang engineer di era transisi teknologi bukan hanya soal menguasai rumus atau perangkat laboratorium, tetapi juga tentang kesiapan mental, karakter, dan kemampuan merajut keberagaman. Semangat inilah yang mengalir dalam kegiatan Pekan Mahasiswa Baru Fakultas Teknik (PEMABA-FT) ke-IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 5, Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu-Ahad (20-21/9/2025).

PEMABA ke-IX Fakultas Teknik UNUSIDA diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dari berbagai program studi di lingkungan fakultas, seperti Teknik Kimia, Teknik Industri, dan Teknik Lingkungan. Acara ini dirancang untuk memperkenalkan dunia kampus, membangun semangat kolaborasi lintas jurusan, serta menanamkan etos kerja seorang engineer muda yang tangguh, inovatif, dan inklusif. Dengan mengusung tema ‘Membentuk Engineer Muda, Siap Berkarya dan Solid dalam Keberagaman’, kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kultur akademik, regulasi fakultas, dan membangun identitas keinsinyuran yang tangguh dan berdaya saing.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., yang menegaskan bahwa PEMABA-FT bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter dan orientasi studi mahasiswa baru.

“PEMABA Fakultas Teknik bukan hanya acara penyambutan, tetapi pintu gerbang bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik dan regulasi fakultas. Kegiatan ini juga menjadi salah satu syarat administratif penting sebelum mengikuti yudisium,” ujarnya.

Rangkaian Materi Hari Pertama: Integrasi Ilmu, Nilai, dan Praktik

Sesi pertama diawali dengan Pengenalan Fakultas Teknik sesi pertama oleh Ibu Listin Fitrianah yang menjelaskan visi dan misi fakultas, yaitu menjadi pusat keunggulan dalam riset terapan berwawasan lingkungan dengan landasan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Beliau juga menekankan pentingnya integrasi antara penguasaan teknologi, pengembangan karakter, dan kontribusi sosial dalam mencetak lulusan yang kompeten dan beretika.

Dilanjutkan dengan Pengenalan Fakultas Teknik sesi kedua oleh Wakil Dekan, Ibu Zahrotul Azizah, S.T., M.T., yang memaparkan alur perkuliahan, praktikum, hingga kerja praktik (KP) sebagai bekal awal mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar tidak hanya secara teoritis, tetapi juga praktis melalui laboratorium dan kerja lapangan.

Sesi berikutnya menghadirkan para Ketua Program Studi yang memperkenalkan keunggulan dan peluang dari masing-masing program studi. Mulai dari Kaprodi Teknik Industri Untung Usada, S.Si., M.T., Kaprodi Teknik Lingkungan Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. dan Kaprodi Teknik Kimia, Yulia Tri Rahkadima, S.T., M.T.

Ketiganya menekankan pentingnya riset aplikatif, keterampilan analisis, dan jaringan profesional sebagai modal utama lulusan teknik dalam menghadapi tantangan global.

Selain itu, peserta juga dibekali materi pengembangan karakter dan nilai-nilai Aswaja yang disampaikan oleh Bapak A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T., dosen Teknik Kimia sekaligus Kepala Divisi Amaliyah Aswaja UNUSIDA.

Dengan pendekatan yang interaktif dan reflektif, beliau mengajak mahasiswa untuk menanamkan nilai-nilai tawazun (keseimbangan), tasamuh (toleransi), dan tawadhu (rendah hati) sebagai fondasi kepribadian seorang engineer berintegritas.

Tak hanya itu, peserta juga diajak mengenal lebih dalam fasilitas riset melalui sesi Pengenalan Laboratorium Fakultas Teknik, yang dipandu oleh Khilyatul Afkar, S.T., Kepala Laboratorium. Para mahasiswa baru diperkenalkan pada berbagai peralatan dan perangkat riset di Laboratorium Kualitas Lingkungan dan Laboratorium Teknik Kimia, sekaligus memahami peran laboratorium sebagai pusat inovasi dan eksperimen.

Solid dalam Keberagaman, Siap Berkarya untuk Masa Depan

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT UNUSIDA Erlangga Abiartha Nugraha mengatakan, PEMABA-FT IX tidak hanya menyajikan materi pengenalan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan, dan semangat inklusif. Melalui interaksi dengan dosen, staf laboratorium, dan sesama mahasiswa lintas prodi, para peserta mulai merajut jaringan sosial dan akademik yang akan menjadi bekal penting selama masa studi.

“Melalui PEMABA ini, kami ingin mahasiswa siap menghadapi dunia kampus yang dinamis dan beragam, serta membentuk komunitas akademik yang solid dan kolaboratif,” ungkapnya.

Erlangga mengungkapkan, kegiatan orientasi ini menjadi bukti komitmen Fakultas Teknik UNUSIDA dalam mencetak engineer muda yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga peka secara sosial, siap berinovasi, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.

Menurutnya, PEMABA-FT IX menjadi titik awal perjalanan panjang mahasiswa menuju profesionalisme teknik yang bermakna. Di sinilah awal mula mereka ditempa, dibimbing, dan diarahkan untuk menjadi lulusan berdaya saing tinggi dan kontributif bagi pembangunan bangsa. Menjadi gerbang awal pembentukan karakter serta penguatan nilai-nilai kebersamaan bagi para mahasiswa baru.

“Selamat datang di Fakultas Teknik UNUSIDA. Mari kita tumbuh bersama, belajar bersama, dan berkontribusi bersama. Engineer muda tidak hanya membangun sistem dan infrastruktur, tapi juga membangun masa depan bangsa,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Dekan FE UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M saat menyampaikan materi dalam kegiatan Internasional Guest Lecture 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Dekan FE UNUSIDA Jadi Narasumber dalam Internasional Guest Lecture 2025 Aliansi FEB Swasta Indonesia

PEKANBARU — Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA), Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Internasional Guest Lecture 2025 yang diselenggarakan oleh Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBIS) di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (14/8/2025) lalu. Acara ini dihadiri oleh para akademisi, mahasiswa, serta praktisi ekonomi dan bisnis dari berbagai perguruan tinggi swasta di Indonesia maupun luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Novie menegaskan pentingnya Strategi Pemasaran Adaptif sebagai kunci keberlangsungan bisnis di tengah perubahan pasar yang cepat. Hal ini disampaikan dalam forum akademik yang membahas tantangan dan peluang dunia pemasaran di era digital.

Menurutnya, kondisi pasar yang dinamis, perkembangan teknologi, serta perubahan preferensi konsumen memaksa perusahaan untuk senantiasa beradaptasi. “Pemasaran adaptif membantu perusahaan tetap relevan dan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Novie memaparkan beberapa ciri utama pemasaran adaptif, antara lain dengan respons cepat terhadap feedback pasar dan konsumen, fleksibilitas dalam mengubah pendekatan pemasaran berdasarkan data serta situasi pasar, kecepatan pengambilan keputusan berbasis informasi real-time, dan pemanfaatan teknologi seperti big data, analitik, dan otomasi untuk memprediksi perubahan pasar.

Ia menekankan pentingnya fleksibilitas dan inovasi dalam menghadapi perubahan pasar global. Ia menjelaskan bahwa di era digital dan kompetisi yang semakin ketat, perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan strategi pemasaran konvensional semata, melainkan perlu mengadopsi pendekatan adaptif yang responsif terhadap tren, perilaku konsumen, serta perkembangan teknologi.

“Strategi pemasaran adaptif bukan hanya soal cepat merespons perubahan, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan mampu membaca peluang, memanfaatkan data, serta membangun kedekatan emosional dengan konsumen,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa penerapan strategi ini memberikan berbagai keuntungan, seperti peningkatan relevansi merek, kepuasan pelanggan, hingga efisiensi anggaran pemasaran. Meski demikian, terdapat pula tantangan seperti keterbatasan sumber daya, ketergantungan pada data yang akurat, dan kebutuhan akan struktur organisasi yang fleksibel.

Selain itu, ia menyinggung pentingnya sinergi antara inovasi produk, pemanfaatan platform digital, serta strategi komunikasi yang personal agar perusahaan mampu bertahan dan tumbuh.

“Strategi pemasaran adaptif bukan hanya kebutuhan, melainkan tuntutan agar perusahaan mampu bertahan, tumbuh, dan bersaing di era global saat ini,” tergasnya.

Kehadiran Dekan FE UNUSIDA dalam forum internasional ini menjadi bukti kontribusi nyata UNUSIDA dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat jejaring akademik di tingkat nasional maupun internasional. (MY)

Dosen UNUSIDA Dampingi Peternak Kambing dan Sapi di Sidoarjo Tingkatkan Produktivitas Lewat Teknologi dan Pelatihan (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen UNUSIDA Dampingi Peternak Kambing dan Sapi di Sidoarjo Tingkatkan Produktivitas Lewat Teknologi dan Pelatihan

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan ekonomi lokal melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini giliran Dosen UNUSIDA yang berkesempatan untuk mendampingi kelompok peternak kambing dan sapi di Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan mereka melalui penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan intensif.

Desa Tambak Kalisogo dikenal sebagai salah satu desa dengan sektor peternakan rakyat yang cukup berkembang. Namun, metode tradisional yang masih digunakan dalam pengelolaan pakan, kesehatan hewan, dan pemasaran, membuat produktivitas belum optimal, biaya operasional tinggi, serta potensi digitalisasi belum tergarap maksimal.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian UNUSIDA yang diketuai oleh Dr. Hj. Muhafidhah Novie, M.M., merancang program komprehensif yang mencakup investasi alat, pelatihan tematik, dan pendampingan berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi peternakan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan solusi menyeluruh: mulai dari penyediaan alat, pelatihan praktis, hingga pendampingan lapangan. Tujuannya agar peternak dapat mengelola usaha mereka secara lebih profesional dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Bantuan Alat Penunjang Produktivitas Peternakan

Langkah awal yang dilakukan adalah penyerahan peralatan pendukung untuk meningkatkan efisiensi operasional peternakan:

  • 4 Mesin Chopper (termasuk 1 mesin pencetak pelet): untuk mencacah hijauan pakan agar lebih mudah dicerna ternak.

  • 19 Tong Silase: untuk menyimpan pakan fermentasi berkualitas tinggi, terutama saat musim kemarau.

  • 19 Bak Minum Ternak: memastikan ketersediaan air bersih dan mengurangi risiko penyakit.

  • 1 Timbangan Ternak: untuk memantau bobot hewan secara akurat dan menentukan waktu jual yang tepat.

“Pemberian alat ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan kualitas produk ternak,” jelas Novie.

Pelatihan Komprehensif: Dari Silase hingga Digital Marketing

Program dilanjutkan dengan tiga jenis pelatihan tematik yang dirancang berdasarkan kebutuhan kelompok peternak:

  1. Pelatihan Pembuatan Silase
    🗓 Senin, 28 Juli 2025
    📍 Peternakan Bapak Katirin
    👥 30 peserta
    ➤ Peternak diajarkan teknik memilih bahan hijauan, menambahkan molases, serta proses fermentasi yang benar. Peternak menjadi lebih siap menghadapi musim kemarau, tidak khawatir kekurangan pakan lagi.

  2. Pelatihan Pemasaran Online
    🗓 Kamis, 21 Agustus 2025
    📍 Balai Desa Tambak Kalisogo
    👥 25 peserta
    ➤ Fokus pada strategi promosi digital melalui media sosial, pembuatan konten, dan transaksi daring. Hal tersebut mendorong agar peternak berani masuk ke pasar digital karena potensi pasarnya jauh lebih luas.

  3. Pelatihan Manajemen Usaha dan Keuangan
    🗓 Senin, 1 September 2025
    📍 Balai Desa Tambak Kalisogo
    👥 25 peserta
    ➤ Peserta belajar menyusun pembukuan sederhana, menghitung biaya produksi, serta membuat rencana usaha.

Salah satu kekuatan utama program ini adalah adanya pendampingan pasca-pelatihan. Tim UNUSIDA melakukan 5 kali kunjungan lapangan untuk memantau implementasi materi pelatihan dan memberikan saran teknis secara langsung kepada 19 peternak aktif.

“Pendampingan ini menjadi kunci agar program tidak hanya berhenti pada pelatihan, tapi benar-benar memberi dampak nyata,” tegas Novie.

Dampak Nyata: Hemat Biaya, Harga Jual Meningkat, dan Jangkauan Pasar Lebih Luas

Sejak program berjalan, para peternak mulai merasakan berbagai manfaat langsung, seperti:

  • Penggunaan silase menurunkan ketergantungan pada pakan hijauan segar.

  • Kesehatan hewan membaik berkat pasokan air bersih dan pakan yang lebih terkontrol.

  • Timbangan ternak membantu menentukan waktu jual ideal, sehingga harga jual meningkat.

  • Pemasaran online mulai dilakukan oleh beberapa peternak, bahkan telah menerima pesanan dari luar daerah.

  • “Dulu kami hanya menunggu pembeli datang. Sekarang, kami bisa promosi lewat media sosial dan mulai mendapat pesanan dari luar,” kata salah satu peternak dengan bangga.

Sinergi Kampus dan Desa: Contoh Kolaborasi yang Menginspirasi

Kepala Desa Tambak Kalisogo menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurutnya, program ini sangat membantu peternak di Kalisogo untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hasil ternaknya.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari UNUSIDA. Program ini sangat membantu meningkatkan pengetahuan dan pendapatan peternak, bahkan ekonomi desa secara keseluruhan,” ujarnya.

Novie menambahkan bahwa program ini juga memberi peluang riset lanjutan dan kerja sama dengan berbagai pihak. Ia menyebutkan, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan kolaboratif, perguruan tinggi dapat menjadi motor perubahan sosial yang signifikan. Ia berharap, inisiatif ini dapat menjadi model pemberdayaan peternak rakyat yang dapat direplikasi di wilayah lain.

“Pengabdian adalah jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Ke depan, kami akan terus mendampingi dan membuka peluang kerja sama agar peternak semakin mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.

UNUSIDA dan Save Street Child Sidoarjo Berkolaborasi Berdayakan Anak Jalanan Lewat Literasi Digital dan Semangat Kewirausahaan (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA dan Save Street Child Sidoarjo Berkolaborasi Berdayakan Anak Jalanan Lewat Literasi Digital dan Semangat Kewirausahaan

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui program Hibah BIMA Kemdikbudristek menjalin kolaborasi dengan komunitas Save Street Child (SSC) Sidoarjo untuk memberdayakan anak jalanan. Program ini mengusung tema “Pengentasan Kemiskinan melalui Literasi Dasar dan Kewirausahaan”, dan dilaksanakan di kawasan Alun-Alun Sidoarjo.

Ketua SSC Sidoarjo, Dwi Prasetyo, S.Psi., M.Psi., menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak jalanan yang rentan kehilangan kesempatan pendidikan.

“Selama ini mereka terjebak dalam kondisi sulit. Melalui pelatihan literasi dan kewirausahaan, kami berharap anak-anak memiliki bekal untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Ia mengaku sangat menyambut baik sinergi ini dan berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan. “Kolaborasi dengan UNUSIDA ini sangat berarti bagi anak-anak binaan kami. Mereka merasa diperhatikan, didampingi, dan diberi ruang untuk belajar serta berkembang,” ungkapnya.

Dari pihak UNUSIDA, program ini dipimpin oleh Setyo Wardono, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dengan anggota dosen Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M. dan Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak.. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yakni Afina Sufiana Listy dan Siti Ghoniatul Hidayah, yang terlibat langsung dalam proses pendampingan dan pengajaran di lapangan.

Meningkatkan Literasi dan Menumbuhkan Jiwa Wirausaha

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 40 anak jalanan ini terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama, pelatihan literasi dasar, difokuskan pada peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Hasilnya cukup signifikan: kemampuan membaca peserta meningkat hingga 80%, menulis 70%, dan berhitung 70% dibandingkan sebelum pelatihan.

Sesi kedua, pelatihan kewirausahaan, memberikan pengenalan dasar mengenai peluang usaha sederhana dan pengelolaan keuangan melalui kebiasaan menabung. Menariknya, sebagian besar peserta menyatakan ketertarikan pada usaha kuliner, karena dianggap dekat dengan keseharian mereka.

Antusiasme anak-anak tampak jelas selama kegiatan. Mereka aktif bertanya, mencoba menghitung uang, dan beberapa mulai berani menyampaikan ide usaha.

“Saya ingin belajar berjualan makanan kecil supaya bisa menabung,” ucap salah satu peserta dengan penuh semangat.

Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya membekali keterampilan praktis, tetapi juga membangkitkan motivasi dan semangat kemandirian ekonomi. Program ini didukung oleh pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditjen Risbang) melalui skema Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kemdikbudristek.

Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan program ini dapat berkelanjutan, diperluas jangkauannya, dan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya. Anak jalanan tak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai generasi potensial yang berhak atas kesempatan yang sama untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Sinergi Kampus dan Komunitas untuk Perubahan Sosial

Ketua PKM UNUSIDA, Mohammad Setyo Wardono, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menyentuh langsung persoalan sosial di masyarakat.

“UNUSIDA berkomitmen tidak hanya mendidik di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dengan SSC Sidoarjo adalah wujud konkret dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian masyarakat,” tegasnya.

Setyo menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membekali anak-anak dengan keterampilan, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kesadaran akan potensi diri mereka.

“Kami ingin menunjukkan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang. Dengan literasi digital dan jiwa wirausaha, mereka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga diajak bermimpi dan berani berharap akan masa depan yang lebih baik,” harapnya.