Suasana Pembukaan KARISMA Fakultas Agama Islam 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

KARISMA FAI UNUSIDA 2026, Ajak Mahasiswa Baru Aktif Berorganisasi dan Kembangkan Pengalaman

SIDOARJO — Masa Kajian, Orientasi, dan Silaturahmi Mahasiswa (KARISMA) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akademik dan sosial selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru FAI UNUSIDA tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tetapi juga diajak aktif mencari pengalaman melalui organisasi, kegiatan kemahasiswaan, serta berbagai aktivitas di luar ruang perkuliahan.

Ketua BEM FAI UNUSIDA, Wiwin Lestari, mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjadikan aktivitas kuliah sebatas datang ke kampus, mengikuti pembelajaran, kemudian langsung pulang. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan kesempatan penting untuk memperluas pengalaman dan mengembangkan kemampuan yang nantinya dapat diterapkan di tengah masyarakat.

“Ilmu akademik adalah pembelajaran yang bisa kalian ikuti. Kuliah tidak harus pulang kuliah langsung pulang saja. Kalau seperti itu, pengalaman yang kalian dapatkan juga terbatas. Di kampus ini banyak pengalaman yang bisa kalian cari dan kembangkan untuk nantinya kalian bawa ketika terjun di masyarakat,” tuturnya saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan KARISMA FAI 2026, Rabu (16/9/2026).

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa FAI memiliki tanggung jawab lebih dalam mengembangkan keilmuan dan pengalaman, khususnya karena berada di lingkungan Fakultas Agama Islam. Pengalaman berorganisasi, berkomunikasi, bekerja sama, dan terlibat dalam berbagai kegiatan dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mahasiswa.

“Apalagi kalian berada di Fakultas Agama Islam. Ada tuntutan untuk terus mengembangkan diri, bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga bagaimana ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat di masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang telah memilih FAI UNUSIDA sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

“Selamat bergabung di Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Kalian adalah mahasiswa yang terpilih dari sekian banyak anak yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Kesempatan yang baik ini mari kita gunakan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Feri menegaskan bahwa kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi tidak dimiliki oleh semua anak. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan masa perkuliahan dengan sungguh-sungguh, baik dalam kegiatan akademik maupun pengembangan diri.

“Tidak semua anak di Indonesia mendapatkan kesempatan seperti ini. Maka di Fakultas Agama Islam, bagaimana mahasiswa mendapat kesempatan sebanyak-banyaknya untuk belajar, berkembang, dan memperoleh pengalaman,” jelasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk memandang masa perkuliahan sebagai proses menyiapkan masa depan. Setiap ilmu, pengalaman, dan proses yang dijalani selama menjadi mahasiswa merupakan bagian dari investasi untuk kehidupan setelah lulus.

“Percayalah, kita saat ini sedang menanam bibit kesuksesan dan akan memetik kesuksesan kelak,” pesannya.

Melalui KARISMA FAI UNUSIDA 2026, ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga memiliki semangat untuk belajar, aktif berorganisasi, mengembangkan potensi, serta membangun jejaring dan pengalaman sebagai bekal berkontribusi di tengah masyarakat.

“Jadikan momentum ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru FAI UNUSIDA untuk menapaki perjalanan akademik sekaligus membangun karakter sebagai insan yang berilmu, berpengalaman, dan memiliki kepedulian sosial,” pungkasnya.

Warek 3 UNUSIDA Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru FKIP 2026: Jangan Minder, Saatnya Berprestasi dan Berdampak 1

Warek 3 UNUSIDA Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru FKIP 2026: Jangan Minder, Saatnya Berprestasi dan Berdampak

Sidoarjo, 15 September 2026 — Pekan Orientasi Keguruan (POKER) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademiknya sebagai calon pendidik. Mengusung tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak”, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan lingkungan fakultas, tetapi juga membangun mental, karakter, dan kepercayaan diri mahasiswa.

Salah satu pesan kuat disampaikan Wakil Rektor III Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Dr. H. Ali Masykuri, M.Pd., di hadapan mahasiswa baru FKIP. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak pernah merasa minder, rendah diri, maupun menganggap diri sebagai kelompok yang kurang unggul hanya karena perbedaan jumlah mahasiswa pada masing-masing program studi.

“Jangan pernah minder. Jangan pernah merasa rendah diri.” pesan Dr. Ali Masykuri kepada mahasiswa baru.

Menurutnya, jumlah mahasiswa dalam suatu program studi bukanlah ukuran utama untuk menentukan kualitas maupun peluang keberhasilan. Ia menegaskan bahwa seluruh mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi fakultas maupun universitas.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak membangun rasa superior hanya karena berada pada program studi dengan jumlah mahasiswa lebih banyak. Seluruh mahasiswa, baik dari program studi dengan jumlah besar maupun kecil, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari FKIP UNUSIDA.

“Kita semua adalah bagian dari FKIP,” tegasnya.

Dr. Ali Masykuri juga menegaskan bahwa FKIP merupakan fakultas yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan universitas. Keberadaan para dosen, pimpinan, mahasiswa, hingga alumni yang berkembang dan mengambil peran strategis menjadi bukti bahwa lingkungan FKIP memiliki potensi besar untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk tidak sekadar menjadi penerus, tetapi mampu melampaui pencapaian generasi sebelumnya. Menurutnya, apa yang telah dibangun oleh dosen dan mahasiswa terdahulu harus menjadi pijakan bagi mahasiswa baru untuk menciptakan prestasi yang lebih tinggi.

“Tugas kalian sekarang adalah meneruskan dan bahkan melampaui prestasi mahasiswa-mahasiswa sebelumnya,” ujarnya.

Ia juga meyakinkan mahasiswa bahwa keputusan memilih UNUSIDA dan FKIP merupakan pilihan yang tepat. Lingkungan kampus memberikan berbagai kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar, mengembangkan potensi, mengikuti kegiatan, membangun jejaring, dan meraih prestasi.

Momentum POKER kemudian menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Setelah sebelumnya mahasiswa mendapatkan informasi umum melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di tingkat universitas, POKER memberikan pemahaman yang lebih spesifik mengenai FKIP, program studi, kehidupan akademik, serta proses perkuliahan.

Mahasiswa diminta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menyerap berbagai informasi, serta tidak menganggap remeh setiap materi yang diberikan. Menurut Dr. Ali, berbagai informasi yang disampaikan selama orientasi merupakan bekal awal untuk menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Selain aspek akademik, Dr. Ali Masykuri memberikan penekanan khusus mengenai perubahan identitas dari siswa menjadi mahasiswa. Menurutnya, perubahan tersebut bukan sekadar pergantian status, melainkan harus diikuti dengan perubahan pola pikir, sikap, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur diri.

“Kalian sekarang sudah bukan siswa. Kalian sudah menjadi mahasiswa.” tegasnya.

Sebagai mahasiswa, setiap individu memiliki ruang yang lebih besar untuk mengatur dirinya sendiri. Mulai dari mengelola waktu, menentukan kegiatan, bertanggung jawab terhadap tugas, mengambil keputusan, hingga menjaga sikap dan penampilan ketika berada di lingkungan kampus.

Hal tersebut menjadi semakin penting bagi mahasiswa FKIP karena mereka dipersiapkan menjadi calon guru. Seorang pendidik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

Karena itu, karakter sebagai calon pendidik harus mulai dibangun sejak menjadi mahasiswa. Mahasiswa perlu memahami batas kebebasan, mampu menata diri, serta menunjukkan perilaku yang mencerminkan calon profesional di bidang pendidikan.

Dr. Ali juga mengajak mahasiswa untuk mulai menanamkan identitas sebagai mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat “Saya adalah mahasiswa” harus dimaknai sebagai kesiapan untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, mampu mengatur waktu, bertanggung jawab, mengambil keputusan, dan mengembangkan kedewasaan.

Ia berharap mahasiswa baru FKIP UNUSIDA 2026 mampu menjadikan POKER sebagai titik awal untuk mengenal fakultas, dosen, teman, lingkungan akademik, sekaligus membangun karakter sebagai calon pendidik.

Menutup sambutannya, Dr. Ali kembali membakar semangat mahasiswa agar tidak minder dan terus berani mengembangkan potensi. Ia mengajak mahasiswa untuk bangga menjadi bagian dari FKIP UNUSIDA, menjaga nama baik fakultas dan universitas, serta membuktikan bahwa mereka mampu menjadi generasi penerus yang lebih berprestasi dan bertanggung jawab.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 pun menjadi langkah awal untuk menggelorakan semangat, membangun kepercayaan diri, dan meneguhkan karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang siap berproses, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.

Dekan FKIP UNUSIDA Kobarkan Semangat POKER 2026, Cetak Generasi Pendidik Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak 2

Dekan FKIP UNUSIDA Kobarkan Semangat POKER 2026, Cetak Generasi Pendidik Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak

Sidoarjo, 16 September 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Pekan Orientasi Keguruan (POKER) FKIP Tahun 2026 sebagai momentum penyambutan sekaligus pengenalan lingkungan akademik bagi mahasiswa baru. Mengusung tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak”, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun karakter, rasa memiliki, serta semangat berprestasi mahasiswa sebagai calon pendidik.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa POKER merupakan kegiatan yang memiliki arti penting bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda penyambutan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan mahasiswa terhadap lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan secara lebih dekat.

Pada POKER FKIP 2026, sebanyak 120 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang terdiri atas mahasiswa reguler maupun mahasiswa dari program mitra. Kehadiran mahasiswa baru tersebut menjadi bagian dari bertambahnya keluarga besar FKIP UNUSIDA yang diharapkan mampu tumbuh bersama, mengembangkan potensi, dan memberikan kontribusi positif bagi fakultas maupun universitas.

“Tak kenal maka tak sayang,” menjadi salah satu ungkapan yang menggambarkan pentingnya proses pengenalan dalam kegiatan POKER. Menurut Dekan FKIP, ketika mahasiswa telah mengenal fakultas, program studi, dosen, serta lingkungan akademiknya, diharapkan tumbuh rasa memiliki terhadap almamater.

Rasa memiliki tersebut, lanjutnya, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga nama baik FKIP dan UNUSIDA. Mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa identitas fakultas dan universitas dalam setiap aktivitasnya, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

“Sebagai mahasiswa FKIP, kalian memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik fakultas dan universitas,” pesan Muawwinatul kepada mahasiswa baru.

Ia juga menjelaskan bahwa POKER menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh berbagai aspek kehidupan akademik. Mahasiswa tidak hanya berkenalan dengan teman-teman baru, tetapi juga dengan dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika FKIP UNUSIDA.

Pemahaman mengenai visi dan misi fakultas, lingkungan akademik, etika mahasiswa, hingga Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi bagian penting yang perlu diketahui sejak awal. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi sekaligus memahami tanggung jawabnya sebagai bagian dari civitas akademika.

Karena itu, Dekan FKIP mengajak seluruh mahasiswa baru untuk mengikuti setiap rangkaian POKER dengan sungguh-sungguh. Setiap materi yang diberikan hendaknya disimak dan dipahami dengan baik karena memiliki manfaat dalam menunjang perjalanan studi mahasiswa.

“Jangan sampai ada materi yang dianggap tidak penting. Materi apa pun yang disampaikan, insyaallah memiliki manfaat dan dapat menunjang perjalanan studi kalian di FKIP,” tuturnya.

Selain aspek akademik, Muawwinatul menekankan pentingnya membangun kebersamaan dan rasa memiliki sejak mahasiswa pertama kali bergabung dengan FKIP. Mahasiswa diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan sesama mahasiswa, dosen, maupun seluruh sivitas akademika.

Lebih jauh, FKIP UNUSIDA memiliki harapan besar terhadap mahasiswa baru Tahun 2026. Mereka diharapkan mampu menjadi mahasiswa yang berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi tersebut juga harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan akhlakul karimah.

Sebagai calon pendidik, mahasiswa FKIP tidak cukup hanya menguasai pengetahuan dan keterampilan akademik. Mereka juga dituntut memiliki karakter, keteladanan, etika, sikap, serta akhlak yang baik. Hal ini menjadi penting karena seorang pendidik nantinya memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi berikutnya.

“Sebagai calon pendidik, kalian tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik. Seorang pendidik juga harus memiliki karakter, keteladanan, sikap, etika, dan akhlak yang baik,” jelasnya.

Dekan FKIP juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan POKER FKIP 2026, mulai dari sarana dan prasarana hingga rangkaian kegiatan yang telah dirancang untuk mahasiswa baru.

Ia menilai tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak” sangat relevan dengan harapan FKIP terhadap generasi mahasiswa yang sedang dipersiapkan. Karakter menjadi fondasi dalam menjalankan peran sebagai pendidik, karya menjadi bentuk pengembangan potensi, sementara dampak menjadi wujud kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui POKER FKIP 2026, mahasiswa baru diharapkan mampu menjadikan masa perkuliahan sebagai proses untuk terus belajar, berkembang, dan membangun pengalaman. Mereka didorong untuk tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kompetensi, kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Menutup sambutannya, Muawwinatul Laili mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru POKER FKIP Tahun 2026. Ia berpesan agar mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat hingga selesai.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 diharapkan menjadi titik awal yang kuat bagi 122 mahasiswa baru untuk mengenal, mencintai, dan menjadi bagian dari keluarga besar FKIP. Dengan semangat berkarakter, berkarya, dan berdampak, mahasiswa baru FKIP UNUSIDA dipersiapkan untuk tumbuh menjadi generasi pendidik yang profesional, berintegritas, berakhlak, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan.

Seluruh peserta, panitia dan Dosen dan Pimpinan FILKOM UNUSIDA Berfoto Bersama dalam Pembukaan Pafiliun 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

PAFILIUN FILKOM UNUSIDA 2026 Jadi Awal Mahasiswa Baru Mengembangkan Potensi dan Mengenal Teknologi

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Orientasi Mahasiswa Baru bertajuk Pafiliun FILKOM UNUSIDA 2026 dengan tema “Connecting Minds, Creating Futures”. Kegiatan berlangsung di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu-Kamis (16-17/9/2026).

Wakil Ketua BEM FILKOM UNUSIDA, Siti Aisyah, mengatakan Pafiliun 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan awal dari perjalanan mahasiswa untuk terus belajar, berkembang, membangun relasi, dan menciptakan berbagai prestasi.

“Dari kegiatan penyambutan, tetapi menjadi awal dari perjalanan untuk belajar, berkembang, dan membangun relasi serta menciptakan banyak prestasi,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mengejar keberhasilan di bidang akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Menurutnya, keberanian untuk berproses, rasa tanggung jawab, dan kemauan untuk berkontribusi menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa.

“Semoga teman-teman tidak hanya sukses secara akademik, tapi juga menjadi mahasiswa aktif, berani, dan bertanggung jawab serta mampu memberikan kontribusi positif bagi Fakultas Ilmu Komputer,” tuturnya.

Aisyah mengajak untuk menikmati setiap proses selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. “Selamat datang di Pafiliun 2026, selamat berproses dan juga selamat berkembang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan FILKOM UNUSIDA, Neni Kurniati, S.Kom., M.T., memberikan pengenalan mengenai perkembangan teknologi serta bidang-bidang keilmuan yang dapat dipelajari mahasiswa selama menempuh pendidikan di FILKOM.

Ia menekankan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak semestinya membuat mahasiswa berhenti belajar. Menurutnya, meskipun teknologi dapat membantu berbagai pekerjaan, pemahaman terhadap konsep dan kemampuan berpikir tetap menjadi hal mendasar yang harus dimiliki mahasiswa.

“AI itu banyak yang pakai. Tetapi konsepnya harus tetap pintar,” jelas Neni.

Ia kemudian memberikan gambaran mengenai salah satu bidang yang dapat dipelajari mahasiswa Informatika, yakni computer vision. Bidang tersebut berkaitan dengan bagaimana komputer dapat memproses dan memahami informasi visual melalui gambar atau video.

“Computer vision itu membuat bagaimana komputer punya mata seperti matanya manusia,” terangnya.

Neni memberikan contoh sederhana mengenai penerapan computer vision, seperti sistem yang dapat menganalisis gambar dari kamera dan mengenali objek maupun karakteristik tertentu berdasarkan data yang diproses.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuka peluang yang luas bagi mahasiswa FILKOM untuk mempelajari berbagai bidang. Tidak hanya computer vision, mahasiswa juga dapat mengenal bidang seperti data science, kecerdasan bisnis, arsitektur bisnis, hingga pengembangan berbagai layanan berbasis teknologi.

Ia mendorong mahasiswa baru untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi memahami bagaimana teknologi bekerja dan mampu mengembangkannya sesuai kebutuhan masyarakat.

“Manfaat kesempatan ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal potensi keilmuan di fakultas sekaligus membangun jejaring dengan sesama mahasiswa. Manfaatkan masa perkuliahan untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, serta menciptakan karya dan prestasi di bidang teknologi,” pungkasnya.

Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya saat menyampaikan sambutan dalam PAFILIUN 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

PAFILIUN 2026, Dekan FILKOM UNUSIDA Tekankan Konsistensi Prestasi Internasional Mahasiswa

SIDOARJO — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Orientasi Mahasiswa Baru bertajuk Pafiliun FILKOM UNUSIDA 2026 dengan tema ‘Connecting Minds, Creating Futures’, di Hall Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu-Kamis (16-17/9/2026).

Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjalani perkuliahan, tetapi juga aktif mengembangkan potensi dan mengambil berbagai kesempatan yang tersedia selama menjadi bagian dari FILKOM UNUSIDA.

“Marhaban, selamat datang untuk teman-teman mahasiswa angkatan 2026 di Fakultas Ilmu Komputer,” ujar Arda.

Menurutnya, FILKOM merupakan salah satu fakultas di UNUSIDA yang memiliki tingkat aktivitas dan capaian prestasi yang cukup tinggi. Ia menyebut, mahasiswa FILKOM secara konsisten mencatatkan prestasi dalam kompetisi internasional setiap tahunnya sejak 2022.

“Mulai tahun 2022 sampai sekarang, alhamdulillah setiap tahun pasti ada yang juara, ada yang ketiga dan satu. Jadi kalian tidak usah berkecil hati ketika kalian kuliah di sini,” ungkapnya.

Arda menegaskan bahwa mahasiswa baru memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi. Dukungan dari dosen serta lingkungan akademik di FILKOM diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai bidang sesuai minat masing-masing.

FILKOM UNUSIDA sendiri terdiri atas tiga program studi, yakni Informatika, Sistem Informasi, dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Ketiga bidang tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja di masa depan.

Dalam sambutannya, Arda juga menyinggung semakin berkembangnya teknologi internet, media sosial, serta kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, mahasiswa FILKOM tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan dan mengembangkan teknologi sebagai solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

“Di Fakultas Ilmu Komputer saya harapkan kalian ini bukan hanya jadi pengguna teknologi, tapi kalian juga bisa memanfaatkan AI ini untuk membantu atau untuk mengembangkan solusi di masyarakat,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari perguruan tinggi memiliki peran untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk tidak ragu mengeksplorasi berbagai potensi yang dimiliki sejak awal masa perkuliahan.

Selain bidang akademik dan teknologi, Arda juga mengajak mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan dan organisasi di lingkungan kampus. Bagi mahasiswa yang memiliki minat terhadap kompetisi, FILKOM siap memberikan ruang untuk mengikuti berbagai ajang, termasuk kompetisi tingkat internasional.

Sementara bagi mahasiswa yang tertarik pada organisasi dan pengembangan kemampuan nonakademik, ia mendorong mereka untuk aktif berproses dan belajar mengelola kegiatan.

“Apapun bakat kalian, silakan kembangkan di Fakultas Ilmu Komputer. Jangan takut, karena kita lihat dosennya juga support,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik antara mahasiswa dan dosen. Menurutnya, suasana akademik yang akrab dan komunikatif dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan diri, dengan tetap menjaga etika serta batasan sebagai sivitas akademika.

Lebih lanjut, Arda menyinggung keberadaan mahasiswa internasional di FILKOM sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pembelajaran yang semakin terbuka. Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan membangun komunikasi lintas negara.

Ia berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kompetensi, prestasi, organisasi, maupun kemampuan personal. “Harapan kami, kalian bisa mengembangkan potensi dan pengembangan diri kalian, sehingga besok ketika lulus kalian bisa bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Surat Pemberitahuan Gladi Bersih Wisudawan 2026

Berikut kami sampaikan Surat Pemberitahuan Gladi Bersih Wisudawan UNUSIDA 2026, informasi lebih lanjut sebagai berikut:

Surat Pemberitahuan Gladi Bersih Wisudawan UNUSIDA 2026

Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Wisuda X

Berikut kami sampaikan Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Wisuda X UNUSIDA 2026, informasi lebih lanjut sebagai berikut:

Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Wisuda X UNUSIDA 2026

Dr. H. Rangga Sa’adilah, S.A.P., M.Pd.I. saat menyampaikan tausiah dalam kajian rutin setelah sholat Dhuhur tersebut bertempat di Masjid KH. M. Hasyim Asy’ari PCNU Sidoarjo. (Foto: Humas UNUSIDA)

Kajian Aswaja, Dosen FAI UNUSIDA Dorong Pelestarian Sholawat Thobibiyah dan Budaya Sholat Jamaah

SIDOARJO — Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Dr. H. Rangga Sa’adilah, S.A.P., M.Pd.I., menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga keberadaan sholawat atau pujian yang dilantunkan setelah adzan dan sebelum iqamah. Menurutnya, tradisi tersebut tidak sekadar menjadi lantunan yang mengisi waktu antara adzan dan iqamah, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan pembiasaan bagi umat.

Sholawat Thobibiyah dipandang sebagai salah satu bentuk doa dan pujian kepada Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW. Lantunan tersebut menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang telah dilakukan secara turun-temurun di tengah masyarakat Muslim, khususnya dalam lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Pembiasaan melantunkan sholawat dan pujian sebelum pelaksanaan sholat berjamaah sangat penting dalam melestarikan tradisi yang telah diwariskan oleh para ulama dan leluhur dalam kehidupan umat Islam,” jelasnya saat menyampaikan tausiah dalam kajian rutin setelah sholat Dhuhur tersebut bertempat di Masjid KH. M. Hasyim Asy’ari PCNU Sidoarjo, Selasa (15/9/2026).

Dalam kajian tematik tersebut, Dr. Rangga menjelaskan bahwa waktu antara adzan dan iqamah merupakan waktu yang memiliki keutamaan untuk berdoa. Karena itu, lantunan pujian sebelum iqamah dapat menjadi momentum bagi jamaah untuk memanjatkan doa sekaligus mempersiapkan diri melaksanakan sholat berjamaah.

“Setiap doa di antara adzan dan iqamah tidak akan pernah tertolak,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut sebagai pengingat kepada jamaah agar memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah dengan aktivitas yang bernilai ibadah.

Lebih dari sekadar tradisi, lantunan sholawat dan pujian sebelum iqamah juga dinilai memiliki fungsi edukatif. Suara sholawat yang terdengar oleh lingkungan sekitar dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk segera bersiap melaksanakan sholat berjamaah.

Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu strategi untuk mendidik umat Islam, termasuk generasi muda dan anak-anak, agar semakin dekat dengan masjid dan terbiasa dengan suasana sholat berjamaah. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan melalui lantunan sholawat dapat diterima secara sederhana dan berulang dalam kehidupan sehari-hari.

“Lantunan pujian sebelum iqamah adalah strategi untuk mendidik umat Islam, tetangga kita, dan anak-anak kita,” ungkapnya.

Tradisi tersebut juga memperlihatkan bagaimana dakwah dapat dilakukan melalui pendekatan yang lembut dan merangkul. Sholawat yang dilantunkan sebelum iqamah menjadi sarana untuk mengajak masyarakat menuju masjid tanpa tekanan. Suasana religius yang tercipta diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan kecintaan terhadap sholat berjamaah.

Hal ini sejalan dengan karakter dakwah Ahlussunnah wal Jamaah yang mengedepankan pendekatan yang santun dalam menyampaikan ajaran Islam. Tradisi yang diwariskan para ulama tidak hanya dipandang dari bentuk pelaksanaannya, tetapi juga perlu dipahami nilai dan tujuan yang terkandung di dalamnya.

“Begitu indahnya lantunan sholawat yang diajarkan oleh ulama-ulama kita, dengan merangkul tanpa memukul. Mari kita lestarikan bersama,” pesannya.

Pelestarian tradisi keagamaan tersebut juga dinilai penting di lingkungan pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Kampus bukan hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan profesional, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan karakter, spiritualitas, serta kepedulian sosial mahasiswa.

Dalam konteks UNUSIDA, budaya sholat berjamaah diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sivitas akademika. Kebiasaan sederhana seperti memenuhi panggilan adzan, menuju masjid, melaksanakan sholat berjamaah, hingga menjaga suasana religius di lingkungan kampus dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.

“Mari kita gerakkan budaya sholat jamaah menjadi mempengaruhi di setiap lini di kampus kita,” menjadi ajakan untuk menjadikan sholat berjamaah bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi budaya positif yang dapat memberikan pengaruh bagi lingkungan sekitar.

Kajian Aswaja ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga kesinambungan tradisi keislaman sekaligus memperkuat pemahaman warga UNUSIDA dan masyarakat terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Melalui kajian dan pembiasaan, tradisi keagamaan diharapkan tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan relevan dalam kehidupan generasi saat ini.

Dengan semangat merangkul tanpa memukul, pelestarian sholawat, pujian sebelum iqamah, dan budaya sholat berjamaah diharapkan mampu menjadi gerakan bersama. Dari masjid, lingkungan keluarga, masyarakat, hingga kampus, nilai-nilai tersebut dapat terus ditanamkan sebagai bagian dari kehidupan umat Islam.

“Menjaga tradisi bukan hanya tentang mempertahankan kebiasaan, tetapi juga memahami nilai pendidikan, spiritualitas, dan kebersamaan yang ada di dalamnya. Melalui langkah-langkah sederhana dan dilakukan secara konsisten, budaya sholat berjamaah diharapkan semakin kuat dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sivitas akademika serta masyarakat luas,” pungkasnya.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak 3

POKER FKIP UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, dan Berdampak

Sidoarjo, 15 September 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyambut mahasiswa baru melalui kegiatan Pekan Orientasi Keguruan (POKER) FKIP 2026. Mengusung tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk membangun karakter, semangat belajar, serta rasa memiliki mahasiswa baru terhadap fakultas dan program studi.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 diikuti sebanyak 120 mahasiswa, yang terdiri atas mahasiswa reguler dan mahasiswa dari mitra. Kehadiran seluruh peserta menjadi bagian penting dalam mengawali perjalanan akademik mereka sebagai calon pendidik yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas, kepedulian, dan kesiapan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana POKER FKIP 2026, Ruri Fadhilah Kurniati, S.Hum., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh 120 peserta dari mahasiswa reguler dan mitra. Jumlah tersebut menunjukkan antusiasme mahasiswa baru dalam mengikuti rangkaian pengenalan kehidupan akademik di lingkungan FKIP UNUSIDA.

“Kegiatan POKER FKIP 2026 diikuti sebanyak 120 peserta yang terdiri dari mahasiswa reguler dan mitra,” ungkap Ruri.

POKER tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan fakultas, memahami budaya akademik, serta membangun hubungan yang positif dengan sesama mahasiswa maupun civitas akademika. Proses pengenalan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa nyaman sekaligus rasa memiliki terhadap FKIP UNUSIDA.

Dekan FKIP UNUSIDA dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru FKIP 2026. Ia menegaskan bahwa POKER memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengenal lebih dekat lingkungan fakultas dan program studi yang akan menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka.

Menurutnya, rasa memiliki terhadap fakultas perlu dibangun sejak mahasiswa pertama kali bergabung. Rasa memiliki tersebut dapat diwujudkan melalui sikap menjaga nama baik fakultas dan program studi, menunjukkan perilaku positif, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.

“Jadilah mahasiswa yang berprestasi dan membanggakan,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan kepada mahasiswa baru FKIP 2026.

Dekan juga memberikan motivasi agar mahasiswa FKIP mampu mempersiapkan diri menjadi calon guru yang profesional, adaptif, inovatif, serta memiliki karakter yang kuat. Tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang membutuhkan pendidik yang mampu mengikuti perubahan, memanfaatkan perkembangan teknologi, serta menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran.

Selain kompetensi profesional, mahasiswa FKIP juga diharapkan memiliki identitas dan nilai-nilai yang kuat dengan tetap bercirikan Ahlussunah wal Jama’ah An Nahdhiyah. Nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus membangun kepribadian sebagai calon pendidik yang berintegritas dan beradab.

Pesan motivasi juga disampaikan oleh Dr. Ali Masykuri kepada seluruh mahasiswa FKIP. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak merasa minder dalam menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.

Mahasiswa baru didorong untuk memiliki keberanian dalam mengembangkan potensi diri, aktif berkomunikasi, serta tidak ragu untuk mengambil kesempatan yang tersedia di lingkungan kampus. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar dan keterlibatan aktif dalam berbagai aktivitas.

“Mahasiswa FKIP jangan minder. Harus semangat untuk belajar dan proaktif dalam segala hal,” pesannya.

Semangat tersebut sejalan dengan tema POKER FKIP 2026 yang menekankan tiga kata kunci utama, yakni berkarakter, berkarya, dan berdampak. Berkarakter berarti mahasiswa mampu membangun integritas dan kepribadian yang baik. Berkarya berarti mahasiswa berani menghasilkan gagasan, inovasi, dan prestasi. Sementara berdampak berarti setiap kompetensi dan karya yang dimiliki mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui POKER FKIP 2026, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal kampus sebagai tempat menempuh pendidikan, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang untuk bertumbuh, berproses, dan mengembangkan potensi diri.

Dengan semangat kebersamaan dan optimisme, 120 mahasiswa baru FKIP UNUSIDA diharapkan mampu menapaki perjalanan akademiknya dengan penuh percaya diri. Mereka diproyeksikan menjadi generasi pendidik yang siap menghadapi perubahan zaman, menjunjung tinggi nilai profesionalisme, terus menghasilkan karya, serta memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.

POKER FKIP UNUSIDA 2026 pun menjadi langkah awal untuk menyalakan semangat generasi pendidik masa depan—berkarakter dalam sikap, berkarya dalam proses, dan berdampak melalui kontribusi nyata.

Bangkitkan Potensi, Raih Prestasi: Dekan FE UNUSIDA Dorong Mahasiswa Baru Menjadi Generasi Unggul 4

Bangkitkan Potensi, Raih Prestasi: Dekan FE UNUSIDA Dorong Mahasiswa Baru Menjadi Generasi Unggul

SIDOARJO – Memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar berpindah dari bangku sekolah menuju ruang perkuliahan. Bagi mahasiswa baru, momentum tersebut merupakan awal dari sebuah perjalanan panjang untuk membangun kompetensi, karakter, pengalaman, jejaring, sekaligus menentukan arah masa depan. Pandangan tersebut menjadi salah satu gagasan yang disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., dalam rangkaian kegiatan HARMONIKAFE Fakultas Ekonomi Tahun 2026.

Bagi Dr. Hj. Muhafidhah Novie, kehadiran mahasiswa baru di lingkungan Fakultas Ekonomi merupakan sebuah awal yang harus disambut dengan optimisme. Mahasiswa tidak hanya datang untuk mengikuti perkuliahan dan memperoleh gelar akademik, tetapi juga memasuki lingkungan yang memberikan ruang luas untuk belajar, berkembang, berorganisasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Karena itu, HARMONIKAFE dipandang bukan hanya sebagai kegiatan seremonial penyambutan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kedekatan antara mahasiswa baru dengan lingkungan Fakultas Ekonomi sekaligus memberikan gambaran mengenai perjalanan yang akan mereka tempuh selama berada di perguruan tinggi.

Menurut Dr. Hj. Muhafidhah Novie, mahasiswa baru perlu mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Setiap materi, arahan, dan pengalaman yang diberikan harus dipandang sebagai bagian dari proses pembentukan diri.

Dua hari pertama di lingkungan kampus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik, memahami lingkungan perguruan tinggi, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan selama masa studi. Apa yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi menjadi bekal yang terus diterapkan dalam kehidupan perkuliahan.

“Selamat datang dan selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo,” menjadi pesan penting yang disampaikan kepada mahasiswa baru.

Namun, sambutan tersebut tidak berhenti pada ucapan selamat datang. Ada harapan besar yang disematkan kepada generasi baru Fakultas Ekonomi.

Dr. Hj. Muhafidhah Novie berharap mahasiswa baru mampu menjadi mahasiswa yang berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi tidak hanya diukur dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga dari kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan potensi, mengikuti kompetisi, aktif berorganisasi, melakukan penelitian, membangun kreativitas, serta memberikan kontribusi positif.

Untuk mencapai hal tersebut, mahasiswa perlu berani keluar dari zona nyaman. Lingkungan kampus harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk mencoba berbagai pengalaman baru. Mahasiswa dapat bergabung dalam organisasi, mengikuti kegiatan kemahasiswaan, berpartisipasi dalam kompetisi, maupun mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Bagi Dekan Fakultas Ekonomi, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk memahami dan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Tri Dharma tidak seharusnya dipahami sebagai konsep yang hanya melekat pada dosen dan perguruan tinggi. Mahasiswa juga merupakan bagian penting dari ekosistem akademik yang memiliki kesempatan untuk terlibat di dalamnya.

Dalam bidang pendidikan, mahasiswa dituntut untuk serius mengikuti proses pembelajaran. Dalam penelitian, mahasiswa didorong untuk memiliki rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis. Sementara dalam pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan ilmu yang dimiliki untuk memberikan manfaat nyata.

Gagasan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada proses pembentukan manusia yang berkualitas.

Dr. Hj. Muhafidhah Novie juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab mahasiswa selama menjalani masa studi. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjalani proses.

Mahasiswa harus memiliki komitmen untuk belajar, aktif mengikuti kegiatan, menjaga kedisiplinan, serta bertanggung jawab terhadap pilihan yang telah diambil.

Di sisi lain, Fakultas Ekonomi berkomitmen memberikan pendampingan dan pelayanan terbaik kepada mahasiswa. Dukungan dari dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan mahasiswa.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas untuk membantu mahasiswa mencapai salah satu target penting dalam perjalanan pendidikan, yaitu lulus tepat waktu dengan prestasi yang membanggakan.

Namun, lulus tepat waktu bukan satu-satunya tujuan. Lebih jauh, mahasiswa diharapkan mampu meninggalkan kampus dengan membawa kompetensi, karakter, pengalaman, dan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan profesional maupun sosial.

Dengan demikian, HARMONIKAFE menjadi sebuah titik awal. Dari kegiatan inilah mahasiswa mulai mengenal keluarga besar Fakultas Ekonomi, memahami lingkungan akademik, membangun relasi, dan mempersiapkan diri untuk menjalani perjalanan pendidikan.

Pesan Dr. Hj. Muhafidhah Novie kepada mahasiswa baru pada akhirnya merupakan ajakan untuk menjadikan masa kuliah sebagai kesempatan terbaik untuk bertumbuh.

Belajar dengan sungguh-sungguh, aktif mengembangkan diri, berani meraih prestasi, memahami Tri Dharma, serta membangun karakter yang kuat merupakan fondasi yang perlu dimiliki mahasiswa sejak awal.

HARMONIKAFE 2026 diharapkan menjadi langkah pertama menuju perjalanan akademik yang penuh pengalaman dan prestasi. Sebab, mahasiswa yang baik bukan hanya mereka yang mampu menyelesaikan studinya, tetapi juga mereka yang mampu tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kompetensi, karakter, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Bagi Fakultas Ekonomi UNUSIDA, mahasiswa baru bukan sekadar peserta didik baru. Mereka adalah generasi penerus yang dipersiapkan untuk menjadi insan akademik, profesional, entrepreneur, dan pemimpin masa depan.

Karena itu, perjalanan menuju kesuksesan harus dimulai sejak hari pertama.

Selamat datang mahasiswa baru Fakultas Ekonomi UNUSIDA. Mari belajar, bertumbuh, berprestasi, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih berdampak.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak