“Jangan Hanya Jadi Wong Pintar, Jadilah Wong Bener!” Ketua PCNU Sidoarjo Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru UNUSIDA untuk Berprestasi dan Berkarakter 1

“Jangan Hanya Jadi Wong Pintar, Jadilah Wong Bener!” Ketua PCNU Sidoarjo Kobarkan Semangat Mahasiswa Baru UNUSIDA untuk Berprestasi dan Berkarakter

Sidoarjo, 8 September 2026 — Pesan penuh semangat dan refleksi disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo, Kiai Haji Zainal Abidin, kepada mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Dengan gaya komunikatif, penuh humor, dan sesekali menggunakan bahasa Jawa, ia mengajak mahasiswa untuk tidak sekadar mengejar kecerdasan akademik, tetapi juga membangun karakter dan menjadi pribadi yang benar.

Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, PKKMB UNUSIDA menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus sekaligus menanamkan nilai-nilai ke-NU-an, akhlakul karimah, semangat belajar, dan keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Kiai Haji Zainal Abidin menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa UNUSIDA merupakan sebuah kesempatan dan amanah yang patut disyukuri. Menurutnya, mahasiswa baru telah mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang berada dalam lingkungan Nahdlatul Ulama, dengan dukungan para kiai, bu nyai, ustaz, dosen, serta seluruh sivitas akademika.

“Anak-anakku ditakdirkan bisa kuliah di universitas milik Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa di UNUSIDA bukan hanya untuk memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi manusia yang sukses sekaligus memiliki nilai moral dan spiritual yang kuat.

Salah satu pesan yang paling menonjol dalam sambutannya adalah pentingnya menjadi “wong bener”, bukan hanya “wong pintar”.

“Sekarang mencari wong pintar akeh, tetapi golek wong bener iku angel,” tegasnya.

Menurutnya, kecerdasan akademik memang penting, tetapi tidak cukup untuk menghadapi kehidupan. Dunia membutuhkan generasi yang memiliki integritas, tanggung jawab, akhlak, kepedulian, dan keberanian untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Karena itu, ia meminta mahasiswa memanfaatkan masa muda sebagai kesempatan emas untuk membentuk diri. Masa perkuliahan harus digunakan untuk mengembangkan potensi, bakat, kemampuan, pengalaman, organisasi, dan jejaring.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan waktu hanya untuk aktivitas yang tidak produktif.

Dengan gaya khas yang mengundang tawa mahasiswa, Kiai Zainal mengingatkan agar mahasiswa tidak datang ke kampus hanya untuk duduk, tidur, kemudian pulang. Ia juga memberikan istilah “mahasiswa abadi” bagi mereka yang menjalani perkuliahan tanpa target dan kesungguhan hingga akhirnya tidak kunjung menyelesaikan pendidikan.

“Jangan menjadi mahasiswa abadi,” pesannya.

Menurutnya, mahasiswa harus memiliki target sejak awal, termasuk memiliki komitmen untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Masa kuliah harus menjadi fase untuk membangun kepantasan diri dalam menjemput masa depan.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk berorganisasi dan memperluas pengalaman. Lingkungan kampus harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar menjadi pemimpin, bekerja sama, menyampaikan gagasan, serta menyelesaikan berbagai persoalan.

Selain akademik dan organisasi, mahasiswa juga diminta membangun prestasi. Ia menegaskan bahwa UNUSIDA memiliki berbagai capaian yang membuktikan bahwa kampus tersebut mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga internasional.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak minder dengan lokasi kampus yang berada di kawasan Sidoarjo.

“Walaupun kampus ini pinggir tambak, jangan remehkan kampus di pinggir tambak,” ungkapnya.

Menurutnya, lokasi bukanlah batas bagi seseorang untuk bermimpi dan berprestasi. Justru dari kampus tersebut dapat lahir generasi yang mampu menjadi pemimpin nasional dan memberikan kontribusi lebih luas.

Untuk itu, ia meminta mahasiswa baru menanamkan keyakinan sejak hari pertama memasuki UNUSIDA.

Ia mengajak mahasiswa menulis dengan “tinta emas” dalam hati masing-masing sebuah komitmen:

“Saya harus berhasil. Saya harus sukses. Saya harus menjadi generasi yang tangguh. Saya harus menjadi generasi yang militan.”

Semangat tersebut, lanjutnya, harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai perjuangan para alim ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu melanjutkan perjuangan dalam bentuk karya dan pengabdian.

Di akhir sambutannya, Kiai Zainal mendoakan agar seluruh mahasiswa baru merasa nyaman dan betah belajar di UNUSIDA, menyelesaikan pendidikan hingga tuntas, serta mampu mengukir prestasi selama menjadi mahasiswa maupun setelah menjadi alumni.

“Semakin dekat, semakin lekat, semakin cinta kepada Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan mahasiswa tidak berhenti pada ruang kelas. Menjadi mahasiswa UNUSIDA berarti menjadi bagian dari proses pembentukan manusia yang berilmu, berakhlak, berprestasi, dan memiliki keberanian untuk mengambil peran.

Dari UNUSIDA, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi “wong pintar”, tetapi didorong untuk tumbuh menjadi “wong bener” yang mampu membawa manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

Kepala UPT PIK, H. Arisy Kuswanto saat membuka Peringatan Maulid Nabi di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Peringati Maulid Nabi, UNUSIDA Tanamkan Rasa Cinta Rasul dan Semangat Membangun Kampus Penuh Berkah

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar pengajian dan shalawatan di Plaza Lantai 1 Gedung B UNUSIDA, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang mengusung semangat ‘Cinta Nabi, Cinta NKRI’ tersebut diikuti sivitas akademika UNUSIDA serta sejumlah masyarakat. Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneguhkan tradisi amaliah Ahlussunnah wal Jamaah di lingkungan kampus.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) UNUSIDA, Arisy Kurwanto, mengatakan kegiatan Maulid Nabi merupakan momentum istimewa bagi keluarga besar UNUSIDA. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti istighotsah dan shalawatan sebenarnya telah menjadi bagian dari rutinitas di lingkungan kampus.

“Di samping kita tiap Jumat Kliwon ada istighotsah, juga ditutup dengan shalawatan. Tetapi ini menjadi momen istimewa karena berada di bulan Maulid,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bulan Rabiul Awal memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ia mengutip pandangan Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki bahwa sebelum kelahiran Rasulullah SAW, Rabiul Awal bukan termasuk bulan yang secara khusus memiliki keutamaan seperti empat bulan haram, bulan haji, maupun bulan-bulan hari raya.

“Berarti semenjak ada kelahiran Rasulullah SAW di bulan Rabiul Awal, maka Rabiul Awal menjadi bulan yang istimewa. Bahkan sampai ke Tanah Jawa dikenal sebagai bulan Maulud, bulan kelahiran Rasulullah Muhammad SAW,” jelasnya.

Tabarrukan dengan Gedung B

Gus Arisy yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Kholil, Jetis, Sidoarjo tersebut mengungkapkan alasan dipilihnya Gedung B sebagai lokasi kegiatan. Selain karena kegiatan tersebut berdekatan dengan tempat yang selama ini digunakan untuk berdoa dan kegiatan keagamaan, pembangunan masjid UNUSIDA juga masih dalam proses.

Ia berharap keberadaan dan aktivitas keagamaan yang dilakukan di Gedung B dapat menjadi bentuk tabarrukan sekaligus tafa’ulan bagi perkembangan UNUSIDA.

Gus Arisy mengambil pelajaran dari perubahan Kota Yatsrib setelah kedatangan Nabi Muhammad SAW. Sebelum Rasulullah hijrah, Yatsrib merupakan sebuah kota yang belum menjadi pusat perhatian. Namun setelah Rasulullah SAW hijrah dan Islam berkembang di sana, kota tersebut menjadi pusat peradaban dan dikenal sebagai Madinah al-Munawwarah.

“Mudah-mudahan dengan sering dibacakan shalawat dan digelar peringatan Maulid seperti ini, kampus kita menjadi kampus yang bercahaya, Al-Munawwarah,” harapnya.

Menurutnya, harapan tersebut juga perlu diwujudkan melalui prestasi nyata seluruh elemen kampus. Slogan dan yel-yel kejayaan UNUSIDA, kata dia, harus diiringi dengan capaian konkret dari dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.

“Sudah kita buktikan dengan banyak prestasi dari dosen-dosennya, tenaga kependidikannya, dan mahasiswanya. Prestasi secara lahir kita wujudkan, secara batin kita wujudkan dengan amaliah-amaliah istiqamah, mengawal dan melestarikan tradisi kemuliaan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” tuturnya.

Ekspresi Cinta kepada Rasulullah

Gus Arisy menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap peringatan Maulid Nabi di berbagai daerah menunjukkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat diekspresikan dalam beragam bentuk.

Menurutnya, tradisi Maulid di tengah masyarakat memiliki banyak ragam, mulai dari pembacaan shalawat, marhaban, hingga berbagi makanan dan berbagai bentuk sedekah.

“Dalam rangka menumbuhkan cinta Nabi, ekspresinya macam-macam. Ada yang membuat doorprize, ada yang setelah marhaban berebut makanan yang dilempar. Itu merupakan ekspresi cinta kepada Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Ia menilai peringatan Maulid Nabi di UNUSIDA menjadi salah satu bentuk ekspresi kecintaan tersebut, yang dikemas melalui shalawatan dan tausiyah keagamaan.

Pada kesempatan itu, tausiyah disampaikan oleh KH Abdul Khobir, M.Pd.I, Wakil Katib PCNU Sidoarjo sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Siwalanpanji. Kehadiran ulama muda tersebut diharapkan memberikan penguatan spiritual sekaligus menambah wawasan keislaman bagi sivitas akademika UNUSIDA.

Arisy berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kecintaan kepada Rasulullah SAW diharapkan mampu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak, keistiqamahan beribadah, semangat belajar, berkarya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

“Semoga kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW terus tumbuh di keluarga besar UNUSIDA, sehingga kampus ini tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam tradisi keagamaan dan akhlak,” pungkasnya.

Dorong Generasi Muda Berani Bermimpi dan Berkarya, Kadisdik Sidoarjo: Mahasiswa UNUSIDA Harus Jadi SDM Unggul Berdaya Saing 2

Dorong Generasi Muda Berani Bermimpi dan Berkarya, Kadisdik Sidoarjo: Mahasiswa UNUSIDA Harus Jadi SDM Unggul Berdaya Saing

Sidoarjo, 8 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Rido Prasetyo, S.STP., M.AP., saat memberikan sambutan dan arahan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun Akademik 2026/2027.

Hadir mewakili Bupati Sidoarjo, Rido menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap UNUSIDA yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat selama 12 tahun berdiri.

Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, PKKMB UNUSIDA menjadi momentum penting dalam mempersiapkan mahasiswa baru menghadapi kehidupan akademik sekaligus tantangan perubahan zaman. Rido menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi muda yang nantinya akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Rido terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Sidoarjo, Bapak Haji Subandi, S.H., M.Kn., sedianya dijadwalkan hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Namun, karena adanya agenda pemerintahan yang berlangsung hingga pagi hari dan sejumlah kegiatan yang masih harus diselesaikan, Bupati tidak dapat hadir sehingga dirinya ditugaskan untuk mewakili.

Rido kemudian menyampaikan pesan Bupati Sidoarjo mengenai pentingnya pendidikan dalam pembangunan daerah. Pendidikan menjadi salah satu bagian utama dalam visi pembangunan Kabupaten Sidoarjo, yaitu menata desa dan membangun kota menuju Sidoarjo sebagai metropolitan yang inklusif, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan.

Visi tersebut didukung melalui misi menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, berakhlak, serta memiliki jaminan kesejahteraan sosial yang merata.

Menurut Rido, UNUSIDA menjadi salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Sidoarjo yang patut diapresiasi. Selama 12 tahun perjalanan, UNUSIDA telah membangun berbagai bentuk kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjawab kebutuhan pembangunan. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga memiliki peran strategis dalam melahirkan gagasan, inovasi, dan sumber daya manusia yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

Dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan juga diwujudkan melalui berbagai program, salah satunya Program Beasiswa Pendidikan Tahun 2026 yang telah diluncurkan pada 9 Juli 2026.

Program tersebut menyediakan kuota sebanyak 4.000 penerima manfaat, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dari jumlah tersebut, terdapat penerima beasiswa mahasiswa di berbagai kategori, antara lain 500 mahasiswa bidang keagamaan, 1.000 mahasiswa berprestasi akademik dan nonakademik, serta 378 mahasiswa dari kelompok kurang mampu.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap akses pendidikan sekaligus upaya meningkatkan kualitas generasi muda Sidoarjo.

Di hadapan mahasiswa baru UNUSIDA, Rido berpesan agar masa perkuliahan tidak hanya digunakan untuk mengejar nilai akademik dan ijazah. Mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, mengasah kompetensi, membangun karakter, dan berani berinovasi.

“Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, akhlak, kepedulian, semangat, dan fondasi agama yang kuat,” pesannya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak takut terhadap perubahan. Menurutnya, perubahan merupakan bagian dari kehidupan yang harus dihadapi dengan kesiapan dan keberanian.

“Jangan takut menghadapi perubahan, karena setiap perubahan adalah kesempatan untuk tumbuh dan berkarya,” tegas Rido.

Selain kompetensi akademik, mahasiswa juga didorong untuk membangun jejaring seluas-luasnya. Rido mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya membangun relasi di lingkungan kampus sendiri, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, semakin luas jejaring yang dimiliki, semakin besar pula peluang mahasiswa untuk menghasilkan karya dan membuka kesempatan di masa depan. Relasi yang dibangun selama masa kuliah bahkan dapat menjadi modal penting ketika mahasiswa memasuki dunia profesional setelah lulus.

Karena itu, mahasiswa diminta memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan potensi diri secara menyeluruh. Belajar, berorganisasi, berprestasi, berkolaborasi, dan membangun jejaring harus menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai mahasiswa.

Rido optimistis mahasiswa UNUSIDA mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul yang memiliki daya saing tinggi. Dengan semangat belajar, kerja keras, inovasi, dan kolaborasi, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Pesan tersebut semakin menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi dari seberapa besar kontribusi lulusan tersebut bagi masyarakat.

Melalui PKKMB 2026/2027, mahasiswa baru UNUSIDA diajak menjadikan kampus sebagai ruang untuk bermimpi lebih besar, mengasah kemampuan, membangun karakter, memperluas jejaring, dan menciptakan karya nyata.

Dari Sidoarjo, generasi muda dipersiapkan untuk mengambil peran lebih luas. UNUSIDA dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersinergi mendorong lahirnya generasi unggul yang berintegritas, berakhlak, inovatif, adaptif, dan siap berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

Dari Tradisi Menuju Prestasi Global, PKKMB UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Emas 3

Dari Tradisi Menuju Prestasi Global, PKKMB UNUSIDA 2026 Kobarkan Semangat Generasi Emas

Sidoarjo, 8 September 2026 — Semangat perubahan dan optimisme menyelimuti pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun Akademik 2026/2027. Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Berlayar Menuju Modernisasi”, PKKMB menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus meneguhkan jati diri sebagai generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan global.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan UNUSIDA, PCNU Kabupaten Sidoarjo, PC Muslimat NU Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, serta seluruh panitia dan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.

Dalam sambutan pembuka, Presiden Mahasiswa sekaligus Ketua Pelaksana PKKMB UNUSIDA 2026/2027, Muhammad Rafi Al-Fandi, mengajak mahasiswa baru menjadikan momentum PKKMB sebagai awal perjalanan untuk membangun masa depan. Ia menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, tetapi menggambarkan komitmen mahasiswa untuk tetap menjaga akar tradisi sekaligus berani berlayar menuju perkembangan zaman.

Semangat tersebut tampak dari penggunaan unsur budaya lokal dalam pelaksanaan PKKMB. Mahasiswa baru mengenakan udeng Pacar Gowang dan scarf khas Sidoarjo sebagai bentuk penghargaan terhadap identitas dan tradisi daerah.

“Selamat datang dan selamat merangkai perjalanan baru untuk menuju masa depan yang lebih gemilang,” menjadi pesan yang disampaikan kepada mahasiswa baru.

Pesan tersebut selaras dengan arahan Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, M.Pd., yang menegaskan bahwa modernisasi tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan akar nilai dan karakter.

Menurutnya, UNUSIDA akan terus menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, tradisi keilmuan, dan akhlakul karimah, sekaligus mendorong mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mahasiswa baru juga diingatkan agar tidak menjadikan ijazah sebagai satu-satunya tujuan selama menempuh pendidikan tinggi.

“Jangan hanya mengejar ijazah, tetapi kejarlah ilmu, pengalaman, prestasi, jejaring, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi,” pesan Dr. Hadi.

Ia turut menegaskan berbagai capaian UNUSIDA yang terus berkembang sejak berdiri 12 tahun lalu. Kampus tidak hanya aktif dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat lokal maupun nasional, tetapi juga mulai memperkuat kiprah internasional.

Salah satunya melalui program KKN internasional dengan pengiriman mahasiswa ke Malaysia. Berbagai prestasi mahasiswa juga telah mengantarkan nama UNUSIDA ke panggung internasional, termasuk melalui aktivitas dan kompetisi di sejumlah negara.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan UNUSIDA di kawasan Sidoarjo tidak menjadi penghalang untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.

Semangat untuk menjadi generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter, turut ditegaskan Ketua PCNU Kabupaten Sidoarjo, Kiai Haji Zainal Abidin. Dalam sambutannya, ia mengingatkan mahasiswa bahwa dunia membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan akademik.

“Sekarang mencari wong pintar akeh, tetapi golek wong bener iku angel,” ungkapnya.

Karena itu, mahasiswa UNUSIDA diharapkan mampu menjadi pribadi yang memiliki kompetensi sekaligus integritas. Masa muda, menurutnya, merupakan kesempatan emas untuk membangun diri, mengembangkan bakat, memperluas jejaring, mengikuti organisasi, dan mencetak prestasi.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan masa kuliah dengan aktivitas yang tidak produktif. Mahasiswa didorong untuk memiliki target akademik dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

“Tanamkan dalam dada: saya harus berhasil, saya harus sukses, saya harus menjadi generasi yang tangguh dan militan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Rido Prasetyo, S.STP., M.AP., yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, mahasiswa merupakan generasi muda yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Sidoarjo. Karena itu, mahasiswa harus memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperluas wawasan, mengasah kompetensi, membangun karakter, dan berani berinovasi.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga terus memberikan dukungan melalui berbagai program pendidikan, termasuk program beasiswa tahun 2026 yang menyediakan ribuan kuota penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan.

Rido juga mengajak mahasiswa untuk memperluas jejaring. Tidak hanya membangun relasi di lingkungan kampus, mahasiswa juga didorong menjalin pertemanan dan kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sidoarjo.

“Jangan takut menghadapi perubahan, karena setiap perubahan adalah kesempatan untuk tumbuh dan berkarya,” pesannya.

Melalui PKKMB 2026/2027, UNUSIDA ingin memastikan bahwa perjalanan mahasiswa dimulai dengan fondasi yang kuat. Tradisi menjadi akar, ilmu menjadi bekal, karakter menjadi kekuatan, teknologi menjadi sarana, dan prestasi menjadi tujuan.

Dari kampus yang berakar kuat pada nilai Nahdlatul Ulama, UNUSIDA terus menyiapkan generasi muda yang unggul, berakhlak, adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

PKKMB bukan sekadar penyambutan mahasiswa baru. Ini adalah langkah pertama menuju perjalanan besar untuk tumbuh, berkarya, dan membawa nama UNUSIDA semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.

#UNUSIDA #AyokuliahUNUSIDA #KampusBerdampak #Diktisaintekberdampak

KKN UNUSIDA Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Sentul melalui Konten Kreatif, Google Maps, dan QRIS 4

KKN UNUSIDA Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Sentul melalui Konten Kreatif, Google Maps, dan QRIS

Sidoarjo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Kali ini, mahasiswa KKN UNUSIDA berupaya mendorong transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sentul, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, melalui program pendampingan digitalisasi UMKM.

Program tersebut menyasar lima pelaku UMKM di Desa Sentul dengan memberikan pendampingan dalam pembuatan konten kreatif, pendaftaran lokasi usaha melalui Google Maps, serta pembuatan QRIS sebagai sarana pembayaran digital. Kegiatan mulai dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026 hingga selesai dengan pendekatan langsung kepada para pelaku usaha di lokasi masing-masing.

Pendampingan digitalisasi ini menjadi bagian dari rangkaian program KKN UNUSIDA yang berkelanjutan dalam membantu meningkatkan potensi UMKM Desa Sentul. Sebelumnya, mahasiswa KKN telah melaksanakan program pembuatan dan pemasangan banner bagi pelaku UMKM. Jika kegiatan sebelumnya berfokus pada penguatan identitas usaha dan media promosi secara fisik, program lanjutan ini diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan kemudahan pelayanan kepada konsumen.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNUSIDA mendatangi rumah atau lokasi usaha masing-masing pelaku UMKM. Pendampingan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan setiap usaha. Mahasiswa membantu proses pengambilan video produk, memberikan pendampingan pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, serta membantu pelaku UMKM dalam proses pembuatan QRIS.

Salah satu kegiatan utama adalah pembuatan konten kreatif. Mahasiswa mengambil video berbagai produk dan barang dagangan yang dimiliki oleh pelaku UMKM. Materi visual tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan promosi melalui berbagai media digital. Dengan adanya konten yang lebih menarik, produk UMKM diharapkan dapat lebih mudah dikenalkan kepada masyarakat dan menjangkau calon konsumen yang lebih luas.

Pemanfaatan konten kreatif menjadi salah satu langkah penting bagi pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan pola pemasaran yang semakin berkembang. Tidak hanya mengandalkan promosi secara langsung, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan produk, menampilkan keunggulan usaha, serta membangun daya tarik kepada calon konsumen.

Selain membantu pembuatan konten, mahasiswa KKN UNUSIDA juga memberikan pendampingan dalam mendaftarkan lokasi UMKM melalui Google Maps. Langkah tersebut dilakukan agar keberadaan usaha dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat, terutama calon konsumen yang berada di sekitar Desa Sentul dan wilayah sekitarnya.

Dengan tercantumnya lokasi usaha pada Google Maps, konsumen dapat memperoleh informasi mengenai keberadaan UMKM sekaligus mendapatkan petunjuk menuju lokasi usaha. Kehadiran informasi lokasi secara digital diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan aksesibilitas dan peluang mendapatkan konsumen baru.

Pendampingan berikutnya dilakukan melalui pembuatan QRIS bagi lima pelaku UMKM yang menjadi sasaran program. Penggunaan QRIS memberikan alternatif pembayaran secara non-tunai yang lebih praktis bagi konsumen. Di tengah meningkatnya penggunaan transaksi digital, keberadaan QRIS dapat membantu pelaku UMKM menyediakan pilihan pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumen saat ini.

Proses pendampingan dilakukan secara langsung sehingga para pelaku UMKM dapat memahami tahapan pemanfaatan fasilitas digital tersebut. Mahasiswa tidak hanya membantu dalam proses pembuatan, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai fungsi dan manfaat dari setiap fasilitas digital yang diterapkan.

Antusiasme pelaku UMKM terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pelaku usaha menyambut baik pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN UNUSIDA karena mendapatkan kesempatan untuk mengenal sekaligus memanfaatkan teknologi digital yang dapat mendukung kegiatan usaha mereka.

Pendekatan secara langsung juga memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk mengikuti proses pendampingan tanpa harus meninggalkan aktivitas usaha. Mahasiswa dapat menyesuaikan waktu dan kondisi di lapangan sehingga proses digitalisasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan yang saling berkesinambungan, mulai dari pembuatan dan pemasangan banner hingga pendampingan konten kreatif, Google Maps, dan QRIS, mahasiswa berupaya membantu UMKM Desa Sentul agar semakin siap menghadapi perkembangan teknologi.

Digitalisasi tidak hanya memberikan peluang bagi UMKM untuk memperluas pemasaran, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. Dengan memanfaatkan teknologi secara tepat, UMKM diharapkan mampu membangun keberadaan usaha yang lebih mudah ditemukan, dipromosikan, dan diakses oleh masyarakat.

Melalui program pendampingan tersebut, lima UMKM Desa Sentul diharapkan dapat memanfaatkan hasil kegiatan secara berkelanjutan. Konten kreatif dapat digunakan untuk mendukung promosi, Google Maps membantu meningkatkan kemudahan akses lokasi, sedangkan QRIS memberikan pilihan transaksi non-tunai bagi konsumen.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendorong UMKM Desa Sentul agar semakin adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing di era digital. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan KKN, tetapi juga meninggalkan dampak positif yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri.

Surat Pemberitahuan Perpanjangan Waktu Pembayaran Biaya Wisuda X UNUSIDA 2026

Berikut kami sampaikan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Waktu Pembayaran Biaya Wisuda X UNUSIDA 2026, informasi lebih lanjut sebagai berikut:

PERPANJANGAN WAKTU PEMBAYARAN BIAYA WISUDA X UNUSIDA

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., saat membuka Seleksi Beasiswa 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Seleksi Beasiswa UNUSIDA, Plt Rektor Dorong Lahirnya Profesional Berbasis Agama

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan akses pendidikan tinggi bagi kader dan generasi Nahdliyyin melalui program seleksi beasiswa Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, (19/8/2026).

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz, selain beasiswa Mahir Baca Kitab Kuning dan jalur beasiswa lainnya. Kegiatan seleksi yang digelar di lingkungan UNUSIDA tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menjaring mahasiswa berpotensi, khususnya mereka yang memiliki talenta di bidang keagamaan dan pesantren.

Plt Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, mengatakan program beasiswa tahfidz merupakan bentuk komitmen PCNU dan PC Muslimat NU Sidoarjo dalam memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mempersiapkan diri berkhidmah di Nahdlatul Ulama.

“Beasiswa tahfidz kali ini merupakan komitmen PCNU dan PC Muslimat NU Sidoarjo untuk memberikan kesempatan berkhidmah dan mengabdi di Nahdlatul Ulama melalui berbagai jalur beasiswa seperti tahfidz dan mahir baca kitab kuning,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut menyasar talenta-talenta yang memiliki fokus pada bidang agama dan pesantren sehingga ke depan dapat tumbuh menjadi kader NU yang memiliki kompetensi akademik sekaligus landasan keagamaan yang kuat.

“Talenta yang fokus di bidang agama dan pesantren untuk menjadi kader NU. Ada yang kita fasilitasi untuk dapat melanjutkan kuliah di perguruan tinggi,” imbuhnya.

Dr. Hadi menjelaskan, proses seleksi dilakukan untuk memastikan calon penerima beasiswa memiliki kompetensi sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab UNUSIDA bersama para pihak yang terlibat dalam program beasiswa kepada masyarakat Nahdliyyin di Sidoarjo.

“Seleksi ini untuk memastikan dengan yang diharapkan sesuai dengan kompetensi mahasiswa. Hal ini menjadi tanggung jawab kepada warga Nahdliyyin Sidoarjo,” jelasnya.

Ia berharap para penerima beasiswa nantinya tidak hanya menjadi mahasiswa yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkembang menjadi profesional yang memiliki latar belakang dan pemahaman agama yang baik. Program beasiswa ini menjadi salah satu ikhtiar bersama dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kaderisasi generasi muda Nahdlatul Ulama yang memiliki kemampuan profesional, berkarakter, serta berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan.

“Yang diharapkan akan menjadi seorang profesional yang memiliki latar belakang agama,” katanya.

Dalam proses seleksi tersebut, Dr. Hadi juga menyampaikan apresiasi kepada para juri dan kiai dari PC JQH NU Sidoarjo yang turut terlibat dalam proses verifikasi kelayakan calon penerima beasiswa.

Ia menegaskan bahwa proses seleksi bukanlah akhir dari kesempatan calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan di UNUSIDA. Peserta yang belum berhasil mendapatkan beasiswa tetap memiliki kesempatan untuk bergabung dan melanjutkan pendidikan di UNUSIDA.

“Seleksi ini bukan berarti menentukan calon mahasiswa yang lolos. Akan tetapi, yang tidak lolos juga bisa menjadi mahasiswa di UNUSIDA. Tetap semangat, niatkan di sini di UNUSIDA mencari ilmu untuk kemandirian kita di masa depan,” pesannya.

Surat Pemberitahuan Tata Tertib Pelaksanaan Wisuda X UNUSIDA 2026

Berikut kami sampaikan Surat Pemberitahuan Tata Tertib Pelaksanaan Wisuda X UNUSIDA 2026, informasi lebih lanjut sebagai berikut:

TATA TERTIB PELAKSANAAN WISUDA X

Suasana simulasi praktikum ergonomi di Laboratorium Teknik Industri UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

KILAB 2026, UNUSIDA Hadirkan Inovasi Smart Anthropometric Ergonomic Chair untuk Perkuat Praktikum Teknik Industri

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Program Studi Teknik Industri mengembangkan Smart Anthropometric Ergonomic Chair sebagai karya inovasi dalam Program Kompetisi Inovasi Laboratorium (KILAB) 2026. Inovasi tersebut dirancang untuk memperkuat sarana pembelajaran praktikum ergonomi sekaligus mendukung mahasiswa memahami proses perancangan dan pengembangan produk berbasis data.

Dosen pengampu mata kuliah Ergonomi Program Studi Teknik Industri, Alifah Dian Rahmania, S.T., M.T., menyampaikan bahwa Program KILAB 2026 menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi.

“Sebagai dosen pengampu mata kuliah Ergonomi di Program Studi Teknik Industri, kami melihat Program KILAB 2026 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada mata kuliah ergonomi serta perancangan dan pengembangan produk,” tuturnya.

Ia menjelaskan, inovasi Smart Anthropometric Ergonomic Chair dapat menjadi sarana pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa secara lebih holistik, mulai dari analisis, desain, hingga evaluasi produk.

“Mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu melakukan praktik langsung berbasis data. Integrasi sensor jarak pada alat ini turut mempermudah proses pengambilan data antropometri secara lebih akurat dan efisien,” terangnya.

Ketua Tim KILAB 2026, Maschan Yusuf Mustofah, menjelaskan bahwa Smart Anthropometric Ergonomic Chair hadir dari kebutuhan untuk menghadirkan media pembelajaran ergonomi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi dapat digunakan mahasiswa secara langsung dalam kegiatan praktikum.

Menurutnya, inovasi tersebut memadukan konsep antropometri, ergonomi, perancangan produk, dan teknologi sensor dalam satu media pembelajaran. Kursi dirancang dengan mempertimbangkan dimensi tubuh manusia sehingga mahasiswa dapat mempelajari penerapan prinsip ergonomi sekaligus memahami bagaimana data antropometri digunakan dalam proses perancangan produk.

“Smart Anthropometric Ergonomic Chair kami kembangkan agar mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana konsep ergonomi diterapkan dalam sebuah produk. Jadi, pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi mahasiswa dapat mengikuti proses mulai dari pengukuran, pengolahan data, perancangan, hingga pengujian produk,” kata Alumni Teknik Industri UNUSIDA tersebut, Kamis (3/9/2026).

Ia menambahkan, salah satu aspek yang menjadi nilai tambah inovasi tersebut adalah integrasi sensor jarak dan sistem sensor yang mendukung proses pengambilan data antropometri. Teknologi tersebut diharapkan dapat membuat proses praktikum lebih interaktif dan membantu mahasiswa mengenal penerapan teknologi dalam pengumpulan data ergonomi.

“Integrasi teknologi menjadi bagian penting dari inovasi ini. Mahasiswa tidak hanya belajar menggunakan alat, tetapi juga memahami bagaimana data dapat diperoleh dan dimanfaatkan sebagai dasar dalam merancang produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna,” tambahnya.

Melalui Program KILAB 2026, ia dan tim berharap tidak hanya menjadi fasilitas laboratorium, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran berbasis praktik dan teknologi di Program Studi Teknik Industri UNUSIDA.

“Bagi kami, pengembangan inovasi ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan laboratorium yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran Teknik Industri. Ke depan, inovasi tersebut dapat terus dikembangkan melalui optimalisasi sistem sensor dan akuisisi data, pengujian penggunaan dalam praktikum, serta pengembangan pemanfaatannya untuk kegiatan penelitian dan inovasi produk ergonomis,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Teknik Industri, M. Wafi Musafak, mengaku senang dengan hadirnya inovasi tersebut karena memberikan pengalaman belajar ergonomi secara lebih langsung.

“Alhamdulillah, saya sangat senang sekali dengan adanya inovasi pembelajaran melalui Smart Anthropometric Ergonomic Chair ini, yang membantu mahasiswa memahami ergonomi secara langsung dan aplikatif,” ungkapnya.

Menurut Wafi, keberadaan sensor jarak juga memberikan kemudahan dalam proses pengambilan data antropometri saat praktikum. Ia menilai inovasi tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan dunia industri.

“Alat ini juga mengintegrasikan sensor jarak yang mempermudah proses pengambilan data antropometri saat praktikum secara lebih cepat dan akurat. Dengan begitu, mahasiswa dapat belajar proses perancangan dan pengembangan produk mulai dari desain hingga uji coba,” pungkasnya.

Menguatkan Ukhuwah dan Membuka Jalan Surga, Hadis ke-21 Dorong Umat Gemar Menolong dan Menuntut Ilmu 5

Menguatkan Ukhuwah dan Membuka Jalan Surga, Hadis ke-21 Dorong Umat Gemar Menolong dan Menuntut Ilmu

Sidoarjo — Semangat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama kembali ditekankan dalam kajian keislaman melalui pembahasan Hadis ke-21 dalam Kitab Adab. Kajian tersebut mengangkat pesan penting tentang keutamaan membantu sesama Muslim, meringankan kesulitan, menjaga aib, serta menempuh jalan untuk mencari ilmu sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pembahasan diawali dengan hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah ﷺ bersabda:

«“Barang siapa menghilangkan satu kesusahan dari seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat.”»

Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian kepada sesama bukan sekadar bentuk hubungan sosial, tetapi juga memiliki nilai ibadah yang besar. Setiap Muslim dianjurkan untuk peka terhadap kondisi saudaranya dan berusaha memberikan pertolongan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Dalam kehidupan sehari-hari, pertolongan tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Tidak harus selalu berupa materi, tetapi juga dapat berupa makanan, tenaga, waktu, perhatian, maupun bantuan dalam menyelesaikan persoalan. Hal sederhana yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi amal yang bernilai di sisi Allah.

“Kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain sebenarnya akan kembali kepada diri kita sendiri. Kita membantu saudara kita di dunia, dan Allah menjanjikan pertolongan bagi kita di akhirat,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kajian.

Pembahasan kemudian berlanjut pada keutamaan memberikan kemudahan kepada orang yang sedang menghadapi kesulitan. Rasulullah ﷺ juga menjelaskan bahwa siapa saja yang memberikan kemudahan kepada orang yang mengalami kesulitan, Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat.

Pesan tersebut menjadi motivasi agar umat tidak bersikap acuh ketika melihat orang lain sedang membutuhkan pertolongan. Selama memiliki kemampuan untuk membantu, seseorang dianjurkan mengambil peran untuk meringankan beban saudaranya.

Selain membantu secara nyata, bentuk kepedulian lainnya adalah menjaga kehormatan sesama Muslim. Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira bahwa siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.

Pesan ini sangat relevan dalam kehidupan sosial, terlebih di tengah kemudahan masyarakat dalam menyebarkan informasi melalui media sosial. Setiap orang perlu berhati-hati agar tidak menjadikan kekurangan atau kesalahan orang lain sebagai bahan pembicaraan, candaan, maupun konsumsi publik.

Menutup aib bukan berarti membenarkan perbuatan yang salah. Namun, menjaga kehormatan seseorang, memberikan nasihat dengan cara yang baik, dan tidak menyebarkan keburukannya merupakan bagian dari akhlak seorang Muslim.

Lebih lanjut, kajian tersebut menekankan janji Rasulullah ﷺ bahwa Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Pesan ini memperkuat keyakinan bahwa menjadi pribadi yang bermanfaat merupakan salah satu jalan untuk mendapatkan pertolongan Allah.

“Jangan takut kehilangan ketika kita membantu orang lain. Ketika dilakukan dengan ikhlas karena Allah, pertolongan tersebut dapat menjadi sebab datangnya pertolongan Allah kepada kita,” menjadi refleksi yang disampaikan dalam kajian.

Tidak berhenti pada hubungan sosial, Hadis ke-21 juga memberikan perhatian besar terhadap aktivitas mencari ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda:

«“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”»

Pesan tersebut menjadi motivasi khususnya bagi para pelajar dan mahasiswa agar memandang proses pendidikan tidak hanya sebagai sarana memperoleh nilai, ijazah, atau gelar. Jika dilakukan dengan niat yang benar, proses belajar dapat menjadi bagian dari ibadah dan jalan mendekatkan diri kepada Allah.

Membaca, berdiskusi, mendengarkan penjelasan guru atau dosen, membaca kitab, mengikuti kajian, serta mempelajari ilmu yang bermanfaat merupakan aktivitas yang dapat bernilai ibadah ketika dilandasi niat karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam konteks tradisi keagamaan masyarakat Nahdliyyin, semangat menuntut ilmu juga berjalan beriringan dengan upaya menjaga berbagai tradisi keagamaan seperti majelis ilmu, dzikir, istighatsah, mujahadah, tahlil, dan pembacaan maulid Nabi ﷺ. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat spiritualitas, mempererat ukhuwah, memperbanyak dzikir dan shalawat, serta meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.

Dari keseluruhan pembahasan, terdapat beberapa pesan utama yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari: membantu saudara yang mengalami kesulitan, memberikan kemudahan, menjaga aib sesama Muslim, menjadi pribadi yang bermanfaat, serta istiqamah dalam menuntut ilmu.

Kajian tersebut pada akhirnya mengajak setiap Muslim untuk tidak berhenti pada pemahaman terhadap hadis, tetapi mengubahnya menjadi amalan nyata.

“Ketika ada saudara kita yang kesulitan, kita bantu. Ketika ada saudara kita yang memiliki kekurangan, kita jaga aibnya. Ketika ada kesempatan untuk menuntut ilmu, mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.”

Dengan menghidupkan nilai-nilai tersebut, diharapkan tumbuh pribadi-pribadi yang tidak hanya memiliki ilmu, tetapi juga memiliki kepedulian, akhlak, dan semangat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Semoga setiap langkah dalam membantu sesama, menjaga ukhuwah, dan menuntut ilmu menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperoleh pertolongan Allah serta dimudahkan menuju jalan surga-Nya.

Amin, amin ya Rabbal ‘alamin.

Sumber: Shahih Muslim, Hadis No. 2699a.