LPTNU Gelar Seminar dan Anugerah Pendidikan Tinggi 2026 1

LPTNU Gelar Seminar dan Anugerah Pendidikan Tinggi 2026

Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) akan menggelar rangkaian anugerah pendidikan tinggi 2026. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari selasa, 10 Maret 2026 di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Dalam rangkaian kegiatan ini, terdapat dua agenda utama yaitu Seminar untuk merumuskan rekomendasi arah pendidikan tinggi NU dalam 15 tahun kedepan. Seminar ini akan diikuti oleh semua pimpinan PTNU dengan 6 rektor sebagai penyaji utama yaitu untuk sesi Pembaruan Kurikulum dan Metode Pembelajaran akan diisi oleh Prof.Dr Fatkul Anam (UNU Sidoarjo), Prof.Dr Junadi Mistar (Unisma Malang), Prof.Dr Muammar Bakry (UIM Makasar) dan dimoderatori oleh Dr. Baiq Mulianah (UNU NTB). Dalam sesi membangun ekosistem riset dan inovasi, terdapat Prof.Dr.Helmy Purwanto (Unwahas Semarang), Prof.Dr.Tri Yogi Yuwono (UNUSA Surabaya), Prof.Dr Hamdani (UNU Kaltim) dengan Dr. Ali Formen sebagai moderator. Seluruh pimpinan PTNU akan memberikan tanggapan secara tertulis yang dikompilasi dan dibahas dalam sesi rekomendasi yang dipimpin oleh Dr. Abu Amar Bustomi (UNU Pasuruan).

Ketua LPTNU, Prof.Dr. H. Ainun Na’im menjelaskan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan ini ada dua yaitu: “Pertama, memastikan bahwa PTNU memiliki tingkat respon dan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan. Pendidikan tinggi memiliki persoalan yang kompleks sehingga perlu diurai lalu secara simultan mempersiapkan berbagai skenario dan perencanaan untuk menjawabnya. Kedua, anugerah pendidikan tinggi adalah bagian dari apresiasi yang dilakukan oleh LPTNU terhadap kinerja dan capaian dari sivitas akademikanya. Diharapkan bisa memberikan kebanggaan dan motivasi terhadap yang lain agar senantiasa memberikan kontribusi terbaik terhadap lembaga”.

Secara terpisah, Sekretaris LPTNU Dr.H.M.Faishal Aminuddin menjelaskan bahwa Anugerah LPTNU ini terdiri atas beberapa kategori: 1) kategori ilmuwan muslim berpengaruh dalam bidang kedokteran, sains terapan, teknologi, ekonomi dan lingkungan hidup. 2) kategori Pengabdi sepanjang hayat bagi tokoh NU yang berkontribusi terhadap pendidikan tinggi dalam proses kebijakan, filantropi dan pembangunan infrastruktur. 3) Dosen dengan Karya Ilmiah dalam bidang Saintek, Sosial Humaniora, Ilmu Agama dan Karya Kemasyarakatan dengan total 18 bidang ilmu. 4) Tenaga Kependidikan terbaik dengan bidang layanan dan pengabdian. 5) Lembaga / Pusat Studi terbaik dalam bidang inovasi, kerjasama dan pembangunan komunitas dan 6) Mahasiswa berprestasi dengan kategori akademik, olahraga, keagamaan dan Duta PTNU. “Anugerah LPTNU ini menjadi pengakuan bersama atas segala daya, upaya, ketekunan dan capaian sivitas akademika yang senantiasa berkhidmat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kontribusi terhadap masyarakat dan kemandirian jam’iyyah” tuturnya.

Dalam keterangan selanjutnya, Ketua Tim Juri, Prof.Dr Fatkul Anam memaparkan bahwa proses penjurian dilakukan oleh tim panel juri dengan cara berjenjang dimana sumber data utama berasal dari penambangan data yang dilakukan oleh tim LPTNU dan nominasi usulan dari PTNU. Semua data yang masuk diverifikasi, diberikan penilaian dan diusulkan sampai kandidat 3 besar. Setiap kategori yang berisi 3 kandidat akan diputuskan dalam rapat pleno untuk diputuskan siapa yang mendapatkan penghargaan. Dia menegaskan bahwa “Tim dari LPTNU sudah bekerja mengumpulkan data sejak awal bulan Januari 2026. Kami benar-benar menjaga integritas dalam semua proses penilaian. Kehati-hatian dan kerahasiaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penilaian yang diberikan”. Sekalipun misalnya, ada rektor PTNU yang kebetulan menjadi Ketua tim panel kategori, tidak bisa begitu saja memasukkan calon dari kampusnya sebagai kandidat 3 besar. Bahkan dia harus legowo, seandainya tidak ada satupun nominasi dari kampusnya tidak masuk kriteria.

Sementara Ketua panitia seminar, Dr Abu Amar Bustomi menyampaikan bahwa acara seminar dibuka dengan pemaparan Prof.Dr. M Nuh sebagai Keynote Speaker. “beliau akan menyampaikan topik mendefinisikan tantangan Perguruan Tinggi dalam 10 tahun kedepan dan peran PTNU didalamnya”. Seminar ini berangkat dari dinamika global dunia pendidikan menuntut sebuah reorientasi fundamental terhadap peran institusi akademik dalam
ekosistem kehidupan berbangsa. Seiring dengan percepatan disrupsi teknologi
yang ditandai oleh integrasi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif,
transformasi sosial yang dinamis, serta kompleksitas geopolitik. Institusi pendidikan tinggi saat ini memikul mandat untuk menjadi motor penggerak yang adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang semakin kompleks. Semua pimpinan PTNU memberikan pandangan secara tertulis dan memberikan umpan balik dalam diskusi panel dimana semua hasilnya akan dirumuskan oleh LPTNU menjadi rekomendasi kepada PBNU.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Malam Anugerah LPTNU, Dr. Mustadin menyampaikan bahwa perhelatan yang digelar setelah shalat tarawih tersebut akan dihadiri oleh 200 undangan dari PTNU dan 100 undangan dari perwakilan pengurus NU dan Banom serta undangan dari lembaga lainnya. Dia menambahkan bahwa yang diumumkan profil peraih anugerah LPTNU bisa dibagi sesuai dengan jenis penghargaannya yaitu: Plakat emas diberikan kepada kategori Ilmuwan Muslim berpengaruh dan Pengabdian Sepanjang Hayat. Lalu untuk Plakat perak diberikan kepada Kategori Dosen dengan Karya Ilmiah dan Karya Kemasyarakatan. Terakhir Plakat Perunggu untuk kategori Tenaga Kependidikan dan Pusat Studi Terbaik. Adapun untuk mahasiswa terdapat medali bintang emas untuk Duta PTNU pertama, perak untuk kedua dan perunggu untuk ketiga. Sedangkan untuk kategori prestasi mahasiswa akan diberikan medali. Selain kategori penghargaan diatas, ada tambahan penghargaan lain-lain yang lebih bersifat apresiasi daripada kompetisi. Pungkasnya. (FA)

Rapat Koordinasi Pimpinan UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Rapat Koordinasi Pimpinan UNUSIDA, Perkuat Konsolidasi dan Orientasi Pelayanan Prima

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan pada Jum’at (27/2/2026) di Hall Kampus 2, Lingkar Timur, Sidoarjo. Rapat ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, mulai dari Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Kepala Program Studi, Kepala Biro, Kepala Bagian, hingga Kepala UPT di lingkungan UNUSIDA.

Sekretaris BPP UNUSIDA, Dr. Sholehudin, dalam arahannya menegaskan bahwa momentum bulan puasa hendaknya dimaknai lebih dari sekadar ibadah ritual. Menurutnya, mentalitas puasa tidak hanya mengajarkan tentang ruhaniyah, tetapi juga membentuk kekuatan spiritual dan ketangguhan mental.

“Puasa tidak hanya berbicara tentang dimensi ruhaniyah, tetapi juga spiritualitas yang membentuk karakter. Hal ini harus diartikan bahwa UNUSIDA harus menjadi kampus yang tangguh, memiliki ketangguhan mental untuk bersaing dengan perguruan tinggi lain, sekaligus melaksanakan pelayanan prima dalam pengabdian,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orientasi pelayanan di UNUSIDA harus ditekankan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, sehingga budaya kerja yang dibangun tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan akhlak dan prinsip ke-NU-an.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat konsolidasi pimpinan di semua lini. Selain itu, rapat juga membahas strategi rekrutmen dosen dan karyawan, serta tindak lanjut hasil rapat kerja universitas.

“Rapat ini menjadi momentum untuk menguatkan konsolidasi pimpinan, membahas rekrutmen dosen dan karyawan, serta menindaklanjuti rapat kerja universitas, termasuk strategi promosi UNUSIDA agar semakin dikenal luas oleh masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Hadi menekankan pentingnya peningkatan kualitas lulusan sebagai prioritas utama. Salah satu langkah strategis yang dibahas adalah penentuan syarat kelulusan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan UNUSIDA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan kompetitif di pasar kerja.

Melalui rapat koordinasi ini, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan mutu layanan, serta membangun sinergi antarunit demi mewujudkan kampus yang tangguh, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat.

Selain itu, sinergi antarunit juga menjadi perhatian penting. Setiap fakultas, lembaga, dan unit kerja didorong untuk saling berkolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Dengan sinergi yang kuat, ia yakin UNUSIDAmampu menghadirkan inovasi serta pelayanan yang lebih optimal kepada mahasiswa dan masyarakat luas.

“Koordinasi yang solid adalah kunci kemajuan institusi. Kita harus bergerak bersama, saling mendukung, dan berorientasi pada pelayanan prima,” pungkasnya.

Safari Ramadhan UNUSIDA 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Safari Ramadhan UNUSIDA 2026, Wujud Kehadiran Kampus untuk Mengabdi di Tengah Masyarakat

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar kegiatan rutin Safari Ramadhan UNUSIDA 2026. Dengan semangat berkhidmah dan berkarya, kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah masjid di wilayah Sidoarjo sebagai bentuk pengabdian dan penguatan hubungan kampus dengan masyarakat selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah ini.

Adapun rangkaian kegiatan berlangsung pada 24–27 Februari 2026 di beberapa lokasi, yakni Masjid Al-Huda Gebang, Masjid Al-Huda Rangkah Lor Bluru Kidul, Masjid Muttahidin Klurak Candi, serta Masjid Al-Badar Pecantingan Sekardangan, Sidoarjo. Dalam setiap titik kegiatan, UNUSIDA menghadirkan beragam program sosial dan keagamaan seperti medical checkup gratis, santunan marbot masjid, salat tarawih berjamaah, serta kuliah sembilan menit (kultum) Ramadhan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan Safari Ramadhan yang telah berjalan selama lima tahun terakhir. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata kampus dalam mengimplementasikan nilai pengabdian kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan ini yang telah berjalan selama lima tahun terakhir. Safari Ramadhan menjadi ikhtiar kami untuk mendekatkan UNUSIDA di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial dan spiritual warga,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran UNUSIDA melalui program-program sosial dan keagamaan di masjid-masjid menjadi sarana memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga keagamaan, dan masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa, dosen, dan civitas akademika dapat terlibat langsung dalam pelayanan sosial, dakwah, dan pemberdayaan umat.

Pihaknya terus berupaya menghadirkan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membangun masyarakat yang sehat, religius, dan berdaya. “Safari Ramadhan menjadi salah satu manifestasi nyata bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam merawat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Safari Ramadhan UNUSIDA juga melibatkan berbagai unsur lembaga di lingkungan kampus, termasuk LAZISNU UNUSIDA, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR PMI, RSI Siti Hajar Sidoarjo dan unit-unit pendukung lainnya, sehingga kegiatan dapat berjalan secara kolaboratif dan berdampak luas. Antusiasme masyarakat di setiap lokasi kegiatan menjadi bukti bahwa program ini diterima dengan baik dan dinantikan setiap tahunnya.

Musyawarah Besar Aliansi BEM Delta Sidoarjo di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Sukses Jadi Tuan Rumah Musyawarah Besar Aliansi BEM Delta Sidoarjo, Tegaskan Komitmen Pemimpin Muda

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menjadi tuan rumah Musyawarah Besar BEM Delta Sidoarjo Aliansi BEM Delta Sidoarjo di Auditorium Lt. 5 UNUSIDA pada (25/02/2026). Mengusung tema ‘Muda, Berani, Berubah: Menuju Sidoarjo Berdaya’, forum ini menjadi momentum strategis dalam menentukan arah gerak kolektif mahasiswa lintas kampus di Kabupaten Sidoarjo.

Musyawarah besar tidak hanya dimaknai sebagai agenda formal organisasi, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi ide, evaluasi kinerja, serta perumusan peta jalan gerakan mahasiswa ke depan yang lebih sistematis, progresif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Muhammad Azmi, Sekretaris Aliansi BEM Delta Sidoarjo Periode 2024–2025. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa keberlanjutan organisasi terletak pada kematangan proses kaderisasi dan konsistensi nilai perjuangan.

“Aliansi ini dibangun atas dasar kolaborasi, bukan dominasi. Kepemimpinan baru harus mampu merangkul seluruh kampus serta memastikan semangat kolektif tetap terjaga,” ujarnya, sembari menekankan pentingnya integritas dan transparansi dalam estafet kepemimpinan.

Presiden Mahasiswa UNUSIDA, M. Rafly Afandi, turut menegaskan posisi strategis mahasiswa dalam dinamika sosial daerah. Ia menyoroti pentingnya membangun gerakan yang berbasis kajian ilmiah serta responsif terhadap persoalan masyarakat.

“Mahasiswa tidak boleh terjebak dalam simbolisme gerakan. Kita harus hadir dengan analisis yang kuat, sikap yang rasional, dan keberanian untuk menyampaikan kebenaran demi kemajuan Sidoarjo,” tegasnya.

Dengan terselenggaranya Musyawarah Besar ini, Aliansi BEM Delta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk memperkuat konsolidasi mahasiswa secara berkelanjutan. Semangat Muda, Berani, Berubah tidak hanya menjadi slogan, melainkan komitmen kolektif untuk menghadirkan gerakan mahasiswa yang lebih matang, terarah, terstruktur, progresif, dan berkontribusi nyata bagi terwujudnya Sidoarjo yang berdaya, inklusif, dan berkeadilan.

Memasuki agenda inti, forum membahas dan menetapkan tata tertib persidangan sebagai fondasi mekanisme musyawarah yang demokratis, partisipatif, dan akuntabel. Proses perumusan berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan konstruktif dari delegasi sembilan kampus. Perbedaan gagasan yang muncul menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi dalam menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlanjutan aliansi.

Sidang berlanjut pada pembahasan laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya serta rekomendasi organisasi. Forum menyoroti perlunya penguatan sistem koordinasi internal, optimalisasi program kolaboratif lintas kampus, serta pembentukan tim kajian isu strategis daerah yang lebih terstruktur. Selain itu, dibahas pula pentingnya membangun relasi konstruktif dengan pemerintah daerah tanpa menghilangkan fungsi kontrol sosial mahasiswa sebagai mitra kritis yang independen.

Agenda pemilihan Koordinator Umum Aliansi BEM Delta Sidoarjo menjadi momen penting dalam musyawarah tersebut. Proses pemilihan berlangsung demokratis, tertib, dan transparan melalui mekanisme yang telah disepakati bersama. Hasil forum menetapkan Sultan Saladin Batubara, Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), sebagai Koordinator Umum Aliansi BEM Delta Sidoarjo, serta M. Rafly Afandi, Presiden Mahasiswa UNUSIDA, sebagai Sekretaris Aliansi BEM Delta Sidoarjo untuk periode kepengurusan selanjutnya.

Dalam pernyataan perdananya, Sultan menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab kolektif seluruh kampus yang tergabung dalam aliansi.

“Ini adalah komitmen bersama untuk memperkuat konsolidasi mahasiswa dan memastikan aliansi tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Seluruh perwakilan BEM yang tergabung dalam Aliansi BEM Delta Sidoarjo, yakni BEM UNUSIDA, BEM UMSIDA, BEM Universitas PGRI Delta Sidoarjo, BEM Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA), BEM STAI An-Najah Indonesia Mandiri, BEM Poltekkes Kerta Cendekia, BEM Universitas Anwar Medika, BEM IAI Al-Khoziny, serta BEM IAI YPBWI, mengikuti musyawarah dengan penuh khidmat. Kehadiran sembilan kampus tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi mahasiswa Sidoarjo tidak hanya bersifat simbolik, tetapi substantif dalam merumuskan arah gerak bersama.

Lebih lanjut, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan isu-isu strategis daerah yang relevan dengan kepentingan mahasiswa dan masyarakat. Diskusi ini menjadi fondasi awal bagi kepengurusan baru dalam menyusun agenda kerja yang responsif terhadap dinamika sosial di Kabupaten Sidoarjo.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

UKM MAPANUSIDA Gelar Aksi “Hiking & Planting Trees” di Gunung Bekel (Foto: UKM MAPANUSIDA)

UKM MAPANUSIDA Gelar Hiking & Planting Trees di Gunung Bekel, Gaungkan Komitmen Konservasi

MOJOKERTO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (MAPANUSIDA) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Hiking & Planting Trees Gunung Bekel dengan tema ‘Simfoni Rimba: Mendaki dalam Sunyi, Menanam untuk Esok yang Berseri, Ahad (15/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Gunung Bekel dengan ketinggian 1238 MDPL yang diakses melalui jalur Jolotundo.

Ketua UKM MAPANUSIDA, Muhammad Reza Sujali yang akrab disapa Randu, memimpin langsung rombongan menuju kaki Gunung Bekel. Ia menjelaskan Gunung Bekel dipilih sebagai ruang belajar ekologis sekaligus laboratorium lapangan bagi belasan mahasiswa pecinta alam yang turut ambil bagian.

Kegiatan Hiking & Planting Trees Gunung Bekel ini menjadi refleksi bahwa gerakan mahasiswa pecinta alam tidak berhenti pada romantisme pendakian, tetapi bertransformasi menjadi aksi konservasi yang konkret. Dalam sunyi rimba, para mahasiswa belajar tentang disiplin, solidaritas, dan tanggung jawab ekologis. Simfoni rimba yang mereka gaungkan hari itu bukan sekadar gema langkah di lereng gunung, melainkan komitmen untuk menanam harapan bagi esok yang lebih berseri.

Dalam briefing singkat sebelum pendakian dimulai, Reza menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mencapai puncak, melainkan merawat proses. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai pendakian rutin, tetapi juga sebagai pernyataan sikap generasi muda terhadap keberlanjutan lingkungan melalui aksi nyata menanam pohon.

“Gunung bukan hanya untuk ditaklukkan, tetapi untuk dipahami. Setiap langkah adalah refleksi, dan setiap pohon yang kita tanam adalah janji untuk masa depan,” ungkapnya.

Pendakian dimulai melalui jalur Jolotundo yang dikenal memiliki kontur menanjak dengan vegetasi hutan yang masih terjaga. Langkah demi langkah ditempuh dengan ritme teratur, sesekali diiringi diskusi ringan mengenai ekosistem pegunungan dan tantangan konservasi.

Di sepanjang jalur pendakian hingga mendekati puncak, puluhan pohon buah ditanam secara bertahap oleh para peserta. Aksi ini dirancang sebagai upaya sederhana namun berkelanjutan untuk mendukung ketersediaan vegetasi produktif yang kelak dapat memberi manfaat ekologis maupun ekonomis bagi lingkungan sekitar. Tanah digali dengan penuh kesadaran, bibit ditanam dengan kehati-hatian, lalu ditutup kembali seolah menyimpan harapan dalam sunyi rimba.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Mukhammad Dimas Alamsyah yang akrab disapa Ngerong, ketua pertama UKM MAPANUSIDA periode 2025. Kehadirannya menjadi simbol kesinambungan semangat organisasi dari generasi ke generasi. Dalam sela perjalanan, Dimas menyampaikan refleksinya mengenai pentingnya konsistensi gerakan pecinta alam di lingkungan kampus.

“Menjadi pecinta alam berarti siap menjaga komitmen, bukan hanya ketika ramai dibicarakan, tetapi juga ketika sunyi. Gunung Bekel hari ini mengajarkan kita bahwa kontribusi kecil yang dilakukan bersama dapat memberi dampak besar,” tuturnya.

Sesampainya di puncak Gunung Bekel 1238 MDPL, rasa lelah seketika terbayar oleh panorama alam yang terbentang luas dari ketinggian. Hamparan hijau perbukitan, siluet pegunungan di kejauhan, dan semilir angin yang berembus lembut menghadirkan pengalaman kontemplatif yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Para peserta beristirahat, menikmati bekal sederhana yang dibawa dari bawah, serta mengabadikan momen melalui sesi foto bersama dengan latar lanskap yang memukau. Kebersamaan di puncak bukan hanya tentang capaian geografis, melainkan tentang kesadaran kolektif bahwa perjalanan dan tujuan dapat berjalan seiring ketika dilandasi nilai kepedulian.

UKM METAFORA UNUSIDA Gelar Gelar Diklat “Immersion III – Unlock Your Vision” (Foto: UKM METAFORA UNUSIDA)

UKM METAFORA UNUSIDA Sukses Gelar Diklat Immersion III, Perkuat Skill Fotografi dan Videografi Mahasiswa

MOJOKERTO – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fotografi dan Videografi METAFORA Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bertajuk Immersion III – Unlock Your Vision di Villa Wildan 1, Pacet, Mojokerto, Rabu-Kamis (11–12/2/2026).

Ketua UKM METAFORA UNUSIDA, Aubrey Evrilia, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para anggota untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus membangun identitas profesional di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif.

“Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam penguatan kapasitas anggota di bidang fotografi, videografi, sekaligus pengembangan personal branding di era digital,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan media sosial dan platform digital saat ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menampilkan karya dan membangun portofolio secara luas. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan teknis pengambilan gambar dan penyuntingan video, tetapi juga kemampuan membangun citra diri yang profesional dan konsisten.

Melalui kegiatan ini, Aubrey berharap UKM METAFORA dapat terus melahirkan insan kreatif yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi di dunia industri kreatif, khususnya dalam bidang fotografi dan videografi.

“Kami ingin anggota METAFORA tidak hanya aktif di internal kampus, tetapi juga mampu bersaing dan berkarya di tingkat yang lebih luas. Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, kami berkomitmen untuk terus menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang multimedia serta industri kreatif berbasis digital,” tambahnya.

Diklat Immersion III menghadirkan sejumlah pemateri profesional yang kompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Putra Uji Deva Satrio, S.Sn., M.Sn. yang membahas penerapan komposisi dan movement kamera. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik pengambilan gambar dengan memperhatikan framing, angle, serta dinamika pergerakan kamera agar menghasilkan visual yang lebih hidup dan komunikatif.

Selanjutnya, materi tentang Personal Branding disampaikan oleh Ragil Noviyanti, M.I.Kom. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya membangun citra diri yang kuat, konsisten, dan profesional, terutama bagi content creator dan praktisi media kreatif. Ia menekankan bahwa di era digital, identitas personal menjadi aset penting dalam membangun kepercayaan dan peluang kolaborasi.

Materi ketiga diisi oleh Arinil Haq Salsabila, S.Ds. yang mengupas dunia content creator secara komprehensif. Mulai dari proses kreatif, menjaga konsistensi produksi konten, hingga strategi menghadapi dinamika perkembangan media sosial yang terus berubah. Peserta diajak memahami bahwa kreativitas perlu dibarengi dengan manajemen konten yang matang.

Sementara itu, sesi teknis mengenai pencahayaan dan pengolahan visual dibawakan oleh Habib Maulana Syah, S.Ds. bersama Ferdy Arianto, S.Ds. Keduanya menyampaikan materi tentang pengenalan lighting dan editing untuk foto maupun video. Peserta mempelajari teknik dasar pencahayaan untuk menciptakan mood dan karakter visual, serta proses editing guna memaksimalkan kualitas karya agar tampak lebih profesional.

Seluruh rangkaian materi dalam Immersion III dikemas dengan metode praktik langsung. Pendekatan aplikatif ini memungkinkan peserta untuk langsung mengasah keterampilan serta mengimplementasikan teori yang telah dipelajari.

Sebagai penutup, kegiatan ini menghadirkan sesi sarasehan yang menjadi ruang apresiasi sekaligus evaluasi konstruktif. Dalam sesi tersebut, setiap peserta mempresentasikan karya yang telah dibuat selama diklat. Diskusi dan masukan yang diberikan menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas karya serta memperkuat karakter visual masing-masing anggota.

Dari Bangku Kuliah ke Dunia Industri: Kiprah Anggun Fitria Laila Ningsih, S.T., Alumni Teknik Kimia Lulusan Tahun 2019 2

Dari Bangku Kuliah ke Dunia Industri: Kiprah Anggun Fitria Laila Ningsih, S.T., Alumni Teknik Kimia Lulusan Tahun 2019

Sidoarjo – Dunia industri menuntut ketelitian, konsistensi, dan tanggung jawab tinggi, terutama dalam bidang pengendalian mutu. Hal inilah yang kini dijalani oleh Anggun Fitria Laila Ningsih, S.T., alumni Teknik Kimia angkatan 2019, yang berkarier sebagai QC-QA Laboratory Analyst di PT. Abadi Agrosindo Persada.

Perjalanan Anggun memasuki dunia kerja merupakan proses yang penuh pembelajaran. Sebagai lulusan Teknik Kimia, ia dibekali pemahaman tentang proses industri, analisis kimia, pengendalian mutu, hingga manajemen proses produksi. Bekal akademik tersebut menjadi fondasi kuat dalam menjalankan tanggung jawabnya di laboratorium perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis dan pengolahan hasil pertanian.

Dalam perannya sebagai QC-QA Laboratory Analyst, Anggun bertugas melakukan pengujian dan analisis terhadap bahan baku maupun produk akhir untuk memastikan kualitasnya sesuai standar perusahaan. Ia juga melakukan pencatatan dan pelaporan hasil uji secara sistematis, memastikan setiap proses berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Menurut Anggun, dunia kerja memberikan tantangan yang berbeda dibandingkan perkuliahan. Jika di bangku kuliah fokus pada pemahaman konsep dan penyelesaian tugas, maka di dunia industri setiap keputusan memiliki dampak nyata terhadap kualitas produk dan kepercayaan konsumen.

“Ketelitian menjadi hal utama. Dalam analisis laboratorium, kesalahan kecil bisa berdampak besar. Karena itu, disiplin dan fokus sangat penting,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa pengalaman praktikum selama kuliah di Teknik Kimia sangat membantu dalam beradaptasi di lingkungan laboratorium industri. Kebiasaan bekerja dengan prosedur, memahami alat ukur, serta melakukan analisis data menjadi bekal yang sangat relevan dengan pekerjaannya saat ini.

Namun, Anggun menegaskan bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh hard skills semata. Soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu, dan kemampuan beradaptasi juga memiliki peran besar.

“Di dunia kerja, kita bertemu dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Kemampuan menempatkan diri dan berkomunikasi dengan baik sangat membantu dalam membangun lingkungan kerja yang sehat,” jelasnya.

Sebagai alumni Teknik Kimia, Anggun membagikan beberapa wawasan penting bagi mahasiswa yang akan terjun ke dunia kerja:

1. Kuasai konsep dasar dengan kuat.
Pemahaman tentang dasar-dasar kimia, proses industri, dan analisis laboratorium menjadi modal utama untuk berkembang di bidang industri.

2. Manfaatkan praktikum sebagai latihan profesional.
Jangan menganggap praktikum sekadar tugas akademik. Anggaplah sebagai simulasi dunia kerja yang menuntut ketelitian dan tanggung jawab.

3. Bangun integritas sejak dini.
Dalam bidang quality control dan quality assurance, kejujuran dalam melaporkan hasil analisis adalah hal yang mutlak. Data harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

4. Terus belajar dan terbuka terhadap evaluasi.
Dunia industri terus berkembang. Standar mutu, teknologi, dan metode analisis selalu diperbarui. Kemauan untuk belajar menjadi kunci agar tetap relevan.

5. Siapkan mental untuk beradaptasi.
Lingkungan kerja berbeda dengan dunia kampus. Target, tekanan waktu, dan tanggung jawab profesional membutuhkan kesiapan mental yang matang.

Anggun juga menekankan pentingnya pengalaman tambahan seperti magang, pelatihan, maupun sertifikasi pendukung. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya CV, tetapi juga melatih kesiapan menghadapi ritme kerja industri.

Kini, setelah beberapa tahun berkiprah sebagai QC-QA Laboratory Analyst, Anggun memandang setiap proses sebagai bagian dari pembelajaran hidup. Ia percaya bahwa perjalanan karier adalah proses bertahap yang membentuk karakter dan profesionalitas seseorang.

“Setiap tahap punya pelajaran. Kuncinya adalah konsisten, bertanggung jawab, dan terus memperbaiki diri,” tuturnya.

Kisah Anggun Fitria Laila Ningsih, S.T. menjadi inspirasi bahwa lulusan Teknik Kimia memiliki peluang luas di dunia industri, khususnya dalam bidang pengendalian mutu. Dengan kompetensi akademik yang kuat, integritas, serta kesiapan mental, dunia kerja bukan lagi sesuatu yang menakutkan, melainkan ruang untuk bertumbuh dan berkontribusi.

Bagi mahasiswa Teknik Kimia yang sedang mempersiapkan diri menuju dunia profesional, pesan Anggun sederhana namun bermakna: manfaatkan masa kuliah untuk membangun kompetensi dan karakter. Karena pada akhirnya, yang membawa seseorang bertahan dan berkembang di dunia kerja bukan hanya ilmunya, tetapi juga sikap dan komitmennya terhadap kualitas.

Plt. Rektor UNUSIDA Sambut Hangat Silaturahmi PC GP Ansor Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Sambut Silaturahmi PC GP Ansor Sidoarjo, Dorong Kolaborasi Nyata untuk Kader dan Mahasiswa

SIDOARJO — Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Hadi Ismanto, menyambut baik kunjungan dan silaturahmi jajaran Gerakan Pemuda Ansor Cabang Sidoarjo dalam kegiatan Ansor University Campus Tour yang digelar di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (23/2/2026).

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap kerja sama dengan organisasi kepemudaan, termasuk GP Ansor, selama kerja sama tersebut memiliki konsep yang jelas dan program yang konkret.

“Kerja sama itu prinsipnya sederhana, tuliskan apa yang mau dilakukan, programnya apa, lalu kita laksanakan bersama. Jangan hanya seremonial tanda tangan, tetapi harus ada dampak nyata,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan perguruan tinggi harus mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya bagi kader muda Nahdlatul Ulama yang masih menghadapi tantangan ekonomi. Menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang mobilitas sosial.

Dr. Hadi menjelaskan bahwa UNUSIDA telah menyiapkan berbagai skema bantuan bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi, mulai dari keringanan biaya hingga program dukungan pendidikan lainnya. Ia berharap kader Ansor dapat memanfaatkan peluang tersebut dan turut menyebarkan informasi kepada masyarakat luas.

Selain itu, ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam membangun kerja sama kelembagaan. Ia menyampaikan bahwa setiap program harus memiliki standar, perencanaan matang, serta komitmen bersama agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan pengalamannya dalam mendampingi berbagai perguruan tinggi dan pesantren di sejumlah daerah di Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan mampu bertahan di tengah tantangan zaman.

Menurutnya, kolaborasi antara kampus dan organisasi seperti Ansor sangat penting untuk menciptakan kader profesional yang tidak hanya kuat secara ideologi, tetapi juga kompeten secara akademik dan ekonomi.

“Kampus ini rumah besar kita bersama. Kalau kita bangun bersama, maka manfaatnya juga akan dirasakan bersama. Karena itu, mari kita buat program yang realistis dan berdampak,” katanya.

Ia juga mendorong adanya sinergi dalam bidang pelatihan, pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kapasitas kader. Melalui kolaborasi tersebut, ia berharap dapat mampu menciptakan hubungan saling menguntungkan antara kampus dan organisasi kepemudaan.

“Semoga silaturahmi ini menjadi awal penguatan kemitraan strategis dalam membangun generasi muda yang unggul, mandiri, dan berdaya saing di masa depan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Choirul Mukminin, menegaskan bahwa arah gerakan Ansor ke depan tidak hanya berfokus pada penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga pada kemandirian kader dan organisasi melalui sektor ekonomi produktif.

Choirul menyampaikan apresiasi atas keterbukaan UNUSIDA dalam menerima kunjungan dan kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi ini dapat terus berlanjut dan menjadi model kolaborasi organisasi kepemudaan dengan perguruan tinggi di daerah lain.

“Kami bangga dengan keberadaan UNUSIDA sebagai kampus warga Nahdliyin di Sidoarjo. Semoga ke depan semakin banyak program bersama yang bisa memberikan manfaat nyata bagi kader, mahasiswa, dan masyarakat luas,” pungkasnya.

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Penyusunan Proposal PPK ORMAWA 2026 (Foto: @himamasda)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Penyusunan Proposal PPK ORMAWA 2026

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar Menyusun Strategi Proposal PPK ORMAWA secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (18/02/2026). Kegiatan ini mengusung tema ‘Student Innovation for Social and Economics Transformation’ dan diikuti oleh anggota organisasi kemahasiswaan (Ormawa) UNUSIDA yang telah terbentuk dalam kelompok untuk mempersiapkan diri mengikuti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) 2026.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Manajemen, M. Mustaqim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa partisipasi dalam PPK ORMAWA merupakan peluang besar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat secara nyata.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan dalam program ini berpotensi menjadi alternatif pengganti kegiatan KKN di masa mendatang, sehingga mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan proposal dengan serius dan optimal.

Sementara itu, Ketua Himaprodi Manajemen, Luqmanul Hakim, mengatakan bahwa kegiatan menunjukkan komitmen HIMA Manajemen UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan serta mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.

“Webinar ini menjadi wadah strategis bagi para anggota Ormawa untuk memahami secara komprehensif pedoman terbaru PPK ORMAWA 2026, mulai dari perencanaan program hingga penyusunan proposal yang sesuai ketentuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, narasumber utama Medya Ayunda Fitri, M.T. yang memaparkan latar belakang PPK ORMAWA 2026 beserta perubahan kebijakan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 hanya terdapat delapan topik utama yang dapat dipilih, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dan setiap topik memiliki deskripsi yang harus diuraikan secara rinci dalam proposal.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami kondisi dan permasalahan desa mitra sebelum merancang program kerja. Peserta juga diberikan arahan teknis penyusunan proposal, di antaranya ketentuan judul maksimal 20 kata agar tetap singkat, padat, dan bermakna, serta penyusunan jadwal kegiatan yang harus mengikuti pedoman resmi agar rencana program lebih terstruktur dan realistis. Dalam proses pemilihan desa mitra, akan dilakukan proses seleksi sehingga tidak diperkenankan adanya kesamaan desa dalam satu universitas guna memastikan pemerataan program.

“Mahasiswa harus memahami terlebih dahulu permasalahan yang ada di desa mitra sebelum merancang program. Program yang disusun harus relevan dengan kebutuhan desa,” jelas Dosen Teknik Kimia tersebut.

Webinar yang berlangsung interaktif ini memberikan pemahaman mendalam bagi anggota Ormawa UNUSIDA dalam menyusun proposal yang sistematis, inovatif, dan kompetitif. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap kelompok mampu merancang program yang tidak hanya memenuhi standar seleksi nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam transformasi sosial dan ekonomi masyarakat desa mitra.

Dari Kampus untuk Negeri: Aksi Nyata Mahasiswa FE UNUSIDA di SDN 2 Gebang dan SDN 4 Kupang Sidoarjo (Foto: Sekara 2026 SDN Kupang/Angelia Salvana)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar Program SEKARA, Perluas Akses Pendidikan di Sekolah Terpencil Sidoarjo

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan kegiatan Sinergi Edukasi & Kepedulian untuk Akses Ruang Aktivitas dengan Program Bakti Sosial (SEKARA) di SDN 2 Gebang dan SDN 4 Kupang, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini mengusung tema ‘Menjaga Asa, Memperluas Akses: Gerakan Pendidikan & Charity untuk Sekolah dengan Keterbatasan Akses’, Kamis (8/1/2026) lalu.

Ketua Pelaksana, Malinda Dwi Hanjani Setyo menyebutkan bahwa kedua sekolah tersebut diketahui memiliki keterbatasan akses geografis, sehingga mahasiswa harus menempuh perjalanan dengan medan yang cukup menantang untuk mencapai lokasi. Kondisi tersebut justru menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan semangat kepedulian serta kesadaran mahasiswa akan pentingnya pemerataan akses pendidikan.

Program SEKARA merupakan bagian dari pemenuhan Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Character Education Program Studi Manajemen angkatan 2024 serta Akuntansi 2023 kelas A dan B yang diikuti oleh 115 mahasiswa Fakultas Ekonomi. “Kegiatan ini sengaja dirancang sebagai implementasi nyata pembelajaran karakter melalui aksi edukasi dan kepedulian sosial di sekolah dengan keterbatasan akses pendidikan,” katanya, Rabu (11/2/2026).

Rangkaian kegiatan meliputi bakti sosial berbasis edukasi, pembuatan pojok baca sebagai ruang literasi siswa, permainan edukatif, pembagian hadiah apresiasi, hingga nonton bareng film bertema Character Education yang bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, serta semangat meraih cita-cita.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Pohon Harapan, di mana siswa-siswi menuliskan harapan dan cita-cita mereka pada lembaran kertas untuk kemudian ditempelkan pada media berbentuk pohon. “Seluruh kegiatan ini dirancang menjadi simbol semangat dan mimpi besar anak-anak untuk masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, buku-buku di pojok baca merupakan hasil sumbangan yang dikumpulkan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan budaya literasi di sekolah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang belajar berkelanjutan yang mampu mendorong minat baca siswa.

Jumlah siswa di kedua sekolah relatif sedikit, dengan satu angkatan tidak mencapai 20 siswa. Mayoritas berasal dari keluarga yang bekerja di sektor perikanan dan tambak. Melalui program SEKARA, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan teori perkuliahan, tetapi juga belajar membangun empati, kepedulian, serta tanggung jawab sosial secara langsung.

Malinda berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga asa serta memperluas akses pendidikan bagi sekolah-sekolah dengan keterbatasan akses di wilayah Sidoarjo, sekaligus membentuk mahasiswa yang berkarakter, peduli, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, antusiasme siswa terlihat tinggi melalui partisipasi aktif dalam setiap sesi kegiatan. Terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang turut menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.

Penulis: Angelia Salvana