Dekan FE UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M saat menyampaikan materi dalam kegiatan Internasional Guest Lecture 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Dekan FE UNUSIDA Jadi Narasumber dalam Internasional Guest Lecture 2025 Aliansi FEB Swasta Indonesia

PEKANBARU — Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (FE UNUSIDA), Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Internasional Guest Lecture 2025 yang diselenggarakan oleh Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBIS) di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (14/8/2025) lalu. Acara ini dihadiri oleh para akademisi, mahasiswa, serta praktisi ekonomi dan bisnis dari berbagai perguruan tinggi swasta di Indonesia maupun luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Novie menegaskan pentingnya Strategi Pemasaran Adaptif sebagai kunci keberlangsungan bisnis di tengah perubahan pasar yang cepat. Hal ini disampaikan dalam forum akademik yang membahas tantangan dan peluang dunia pemasaran di era digital.

Menurutnya, kondisi pasar yang dinamis, perkembangan teknologi, serta perubahan preferensi konsumen memaksa perusahaan untuk senantiasa beradaptasi. “Pemasaran adaptif membantu perusahaan tetap relevan dan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Novie memaparkan beberapa ciri utama pemasaran adaptif, antara lain dengan respons cepat terhadap feedback pasar dan konsumen, fleksibilitas dalam mengubah pendekatan pemasaran berdasarkan data serta situasi pasar, kecepatan pengambilan keputusan berbasis informasi real-time, dan pemanfaatan teknologi seperti big data, analitik, dan otomasi untuk memprediksi perubahan pasar.

Ia menekankan pentingnya fleksibilitas dan inovasi dalam menghadapi perubahan pasar global. Ia menjelaskan bahwa di era digital dan kompetisi yang semakin ketat, perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan strategi pemasaran konvensional semata, melainkan perlu mengadopsi pendekatan adaptif yang responsif terhadap tren, perilaku konsumen, serta perkembangan teknologi.

“Strategi pemasaran adaptif bukan hanya soal cepat merespons perubahan, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan mampu membaca peluang, memanfaatkan data, serta membangun kedekatan emosional dengan konsumen,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa penerapan strategi ini memberikan berbagai keuntungan, seperti peningkatan relevansi merek, kepuasan pelanggan, hingga efisiensi anggaran pemasaran. Meski demikian, terdapat pula tantangan seperti keterbatasan sumber daya, ketergantungan pada data yang akurat, dan kebutuhan akan struktur organisasi yang fleksibel.

Selain itu, ia menyinggung pentingnya sinergi antara inovasi produk, pemanfaatan platform digital, serta strategi komunikasi yang personal agar perusahaan mampu bertahan dan tumbuh.

“Strategi pemasaran adaptif bukan hanya kebutuhan, melainkan tuntutan agar perusahaan mampu bertahan, tumbuh, dan bersaing di era global saat ini,” tergasnya.

Kehadiran Dekan FE UNUSIDA dalam forum internasional ini menjadi bukti kontribusi nyata UNUSIDA dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat jejaring akademik di tingkat nasional maupun internasional. (MY)

Dosen UNUSIDA Dampingi Peternak Kambing dan Sapi di Sidoarjo Tingkatkan Produktivitas Lewat Teknologi dan Pelatihan (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen UNUSIDA Dampingi Peternak Kambing dan Sapi di Sidoarjo Tingkatkan Produktivitas Lewat Teknologi dan Pelatihan

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan ekonomi lokal melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini giliran Dosen UNUSIDA yang berkesempatan untuk mendampingi kelompok peternak kambing dan sapi di Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan mereka melalui penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan intensif.

Desa Tambak Kalisogo dikenal sebagai salah satu desa dengan sektor peternakan rakyat yang cukup berkembang. Namun, metode tradisional yang masih digunakan dalam pengelolaan pakan, kesehatan hewan, dan pemasaran, membuat produktivitas belum optimal, biaya operasional tinggi, serta potensi digitalisasi belum tergarap maksimal.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian UNUSIDA yang diketuai oleh Dr. Hj. Muhafidhah Novie, M.M., merancang program komprehensif yang mencakup investasi alat, pelatihan tematik, dan pendampingan berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi peternakan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan solusi menyeluruh: mulai dari penyediaan alat, pelatihan praktis, hingga pendampingan lapangan. Tujuannya agar peternak dapat mengelola usaha mereka secara lebih profesional dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Bantuan Alat Penunjang Produktivitas Peternakan

Langkah awal yang dilakukan adalah penyerahan peralatan pendukung untuk meningkatkan efisiensi operasional peternakan:

  • 4 Mesin Chopper (termasuk 1 mesin pencetak pelet): untuk mencacah hijauan pakan agar lebih mudah dicerna ternak.

  • 19 Tong Silase: untuk menyimpan pakan fermentasi berkualitas tinggi, terutama saat musim kemarau.

  • 19 Bak Minum Ternak: memastikan ketersediaan air bersih dan mengurangi risiko penyakit.

  • 1 Timbangan Ternak: untuk memantau bobot hewan secara akurat dan menentukan waktu jual yang tepat.

“Pemberian alat ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan kualitas produk ternak,” jelas Novie.

Pelatihan Komprehensif: Dari Silase hingga Digital Marketing

Program dilanjutkan dengan tiga jenis pelatihan tematik yang dirancang berdasarkan kebutuhan kelompok peternak:

  1. Pelatihan Pembuatan Silase
    🗓 Senin, 28 Juli 2025
    📍 Peternakan Bapak Katirin
    👥 30 peserta
    ➤ Peternak diajarkan teknik memilih bahan hijauan, menambahkan molases, serta proses fermentasi yang benar. Peternak menjadi lebih siap menghadapi musim kemarau, tidak khawatir kekurangan pakan lagi.

  2. Pelatihan Pemasaran Online
    🗓 Kamis, 21 Agustus 2025
    📍 Balai Desa Tambak Kalisogo
    👥 25 peserta
    ➤ Fokus pada strategi promosi digital melalui media sosial, pembuatan konten, dan transaksi daring. Hal tersebut mendorong agar peternak berani masuk ke pasar digital karena potensi pasarnya jauh lebih luas.

  3. Pelatihan Manajemen Usaha dan Keuangan
    🗓 Senin, 1 September 2025
    📍 Balai Desa Tambak Kalisogo
    👥 25 peserta
    ➤ Peserta belajar menyusun pembukuan sederhana, menghitung biaya produksi, serta membuat rencana usaha.

Salah satu kekuatan utama program ini adalah adanya pendampingan pasca-pelatihan. Tim UNUSIDA melakukan 5 kali kunjungan lapangan untuk memantau implementasi materi pelatihan dan memberikan saran teknis secara langsung kepada 19 peternak aktif.

“Pendampingan ini menjadi kunci agar program tidak hanya berhenti pada pelatihan, tapi benar-benar memberi dampak nyata,” tegas Novie.

Dampak Nyata: Hemat Biaya, Harga Jual Meningkat, dan Jangkauan Pasar Lebih Luas

Sejak program berjalan, para peternak mulai merasakan berbagai manfaat langsung, seperti:

  • Penggunaan silase menurunkan ketergantungan pada pakan hijauan segar.

  • Kesehatan hewan membaik berkat pasokan air bersih dan pakan yang lebih terkontrol.

  • Timbangan ternak membantu menentukan waktu jual ideal, sehingga harga jual meningkat.

  • Pemasaran online mulai dilakukan oleh beberapa peternak, bahkan telah menerima pesanan dari luar daerah.

  • “Dulu kami hanya menunggu pembeli datang. Sekarang, kami bisa promosi lewat media sosial dan mulai mendapat pesanan dari luar,” kata salah satu peternak dengan bangga.

Sinergi Kampus dan Desa: Contoh Kolaborasi yang Menginspirasi

Kepala Desa Tambak Kalisogo menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Menurutnya, program ini sangat membantu peternak di Kalisogo untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hasil ternaknya.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari UNUSIDA. Program ini sangat membantu meningkatkan pengetahuan dan pendapatan peternak, bahkan ekonomi desa secara keseluruhan,” ujarnya.

Novie menambahkan bahwa program ini juga memberi peluang riset lanjutan dan kerja sama dengan berbagai pihak. Ia menyebutkan, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan kolaboratif, perguruan tinggi dapat menjadi motor perubahan sosial yang signifikan. Ia berharap, inisiatif ini dapat menjadi model pemberdayaan peternak rakyat yang dapat direplikasi di wilayah lain.

“Pengabdian adalah jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Ke depan, kami akan terus mendampingi dan membuka peluang kerja sama agar peternak semakin mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya.

UNUSIDA dan Save Street Child Sidoarjo Berkolaborasi Berdayakan Anak Jalanan Lewat Literasi Digital dan Semangat Kewirausahaan (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA dan Save Street Child Sidoarjo Berkolaborasi Berdayakan Anak Jalanan Lewat Literasi Digital dan Semangat Kewirausahaan

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui program Hibah BIMA Kemdikbudristek menjalin kolaborasi dengan komunitas Save Street Child (SSC) Sidoarjo untuk memberdayakan anak jalanan. Program ini mengusung tema “Pengentasan Kemiskinan melalui Literasi Dasar dan Kewirausahaan”, dan dilaksanakan di kawasan Alun-Alun Sidoarjo.

Ketua SSC Sidoarjo, Dwi Prasetyo, S.Psi., M.Psi., menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak jalanan yang rentan kehilangan kesempatan pendidikan.

“Selama ini mereka terjebak dalam kondisi sulit. Melalui pelatihan literasi dan kewirausahaan, kami berharap anak-anak memiliki bekal untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Ia mengaku sangat menyambut baik sinergi ini dan berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan. “Kolaborasi dengan UNUSIDA ini sangat berarti bagi anak-anak binaan kami. Mereka merasa diperhatikan, didampingi, dan diberi ruang untuk belajar serta berkembang,” ungkapnya.

Dari pihak UNUSIDA, program ini dipimpin oleh Setyo Wardono, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dengan anggota dosen Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M. dan Achmad Wicaksono, S.Ak., M.Ak.. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yakni Afina Sufiana Listy dan Siti Ghoniatul Hidayah, yang terlibat langsung dalam proses pendampingan dan pengajaran di lapangan.

Meningkatkan Literasi dan Menumbuhkan Jiwa Wirausaha

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 40 anak jalanan ini terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama, pelatihan literasi dasar, difokuskan pada peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Hasilnya cukup signifikan: kemampuan membaca peserta meningkat hingga 80%, menulis 70%, dan berhitung 70% dibandingkan sebelum pelatihan.

Sesi kedua, pelatihan kewirausahaan, memberikan pengenalan dasar mengenai peluang usaha sederhana dan pengelolaan keuangan melalui kebiasaan menabung. Menariknya, sebagian besar peserta menyatakan ketertarikan pada usaha kuliner, karena dianggap dekat dengan keseharian mereka.

Antusiasme anak-anak tampak jelas selama kegiatan. Mereka aktif bertanya, mencoba menghitung uang, dan beberapa mulai berani menyampaikan ide usaha.

“Saya ingin belajar berjualan makanan kecil supaya bisa menabung,” ucap salah satu peserta dengan penuh semangat.

Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya membekali keterampilan praktis, tetapi juga membangkitkan motivasi dan semangat kemandirian ekonomi. Program ini didukung oleh pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditjen Risbang) melalui skema Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kemdikbudristek.

Dengan adanya dukungan tersebut, diharapkan program ini dapat berkelanjutan, diperluas jangkauannya, dan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya. Anak jalanan tak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai generasi potensial yang berhak atas kesempatan yang sama untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Sinergi Kampus dan Komunitas untuk Perubahan Sosial

Ketua PKM UNUSIDA, Mohammad Setyo Wardono, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menyentuh langsung persoalan sosial di masyarakat.

“UNUSIDA berkomitmen tidak hanya mendidik di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dengan SSC Sidoarjo adalah wujud konkret dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian masyarakat,” tegasnya.

Setyo menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membekali anak-anak dengan keterampilan, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kesadaran akan potensi diri mereka.

“Kami ingin menunjukkan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang. Dengan literasi digital dan jiwa wirausaha, mereka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga diajak bermimpi dan berani berharap akan masa depan yang lebih baik,” harapnya.

Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tahun 2024/2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

LPM-PP UNUSIDA Gelar Rapat Tinjauan Manajemen Tahun 2024/2025, Bahas Hasil Audit Mutu Internal

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dalam rangka menindaklanjuti Hasil Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2024/2025. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (22/9/2025) di Hall Lantai 4, Kampus 2 UNUSIDA, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para Dekan, Ketua Program Studi (Kaprodi), serta Kepala Biro (Kabiro) di lingkungan UNUSIDA.

RTM menjadi momen penting untuk meninjau pencapaian mutu akademik dan non-akademik, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis perbaikan dan pengembangan berkelanjutan sesuai standar mutu pendidikan tinggi secara nasional.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa RTM merupakan salah satu pilar penting dalam memastikan sistem penjaminan mutu internal berjalan secara optimal. Ia sangat mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam menyukseskan AMI 2025 ini, terutama Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPM-PP) sebagai penginisasi.

“Rapat tinjauan ini bukan hanya sebagai agenda rutin, namun juga sebagai sarana untuk merumuskan tindak lanjut hasil audit agar mutu internal kita dapat disetarakan dengan standar mutu nasional. Semoga apa yang kita lakukan hari ini senantiasa memberikan hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Dalam rapat ini, LPM-PP memaparkan hasil temuan audit mutu internal serta rekomendasi peningkatan yang perlu dilakukan oleh masing-masing unit kerja. Diskusi interaktif antar pimpinan turut mewarnai jalannya rapat, mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di UNUSIDA.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I. memberikan penegasan penting mengenai arah pengembangan mutu akademik ke depan. Ia mendorong seluruh program studi untuk fokus dalam mencapai akreditasi unggul, sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing institusi di tingkat nasional. Tentunya, di setiap prodi memiliki indikator yang harus disesuaikan dengan standard nasional

“Kami menargetkan seluruh program studi di UNUSIDA meraih akreditasi unggul. Ini adalah langkah strategis untuk membawa UNUSIDA menjadi perguruan tinggi yang semakin diperhitungkan di tingkat nasional. Oleh karena itu, saya menekankan kepada seluruh pimpinan prodi untuk benar-benar fokus pada target ini dan menjadikannya prioritas utama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan akreditasi unggul di setiap program studi, UNUSIDA akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi, serta membuka peluang lebih luas dalam kolaborasi, penelitian, dan peningkatan kualitas lulusan.

“RTM kali ini menegaskan kembali kesungguhannya dalam menjalankan sistem penjaminan mutu berkelanjutan demi mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Suasana KARISMA FAI UNUSIDA 2025 di Hall Lantai 3 Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

KARISMA FAI UNUSIDA 2025: Bekal Awal Mahasiswa Baru Menuju Tri Dharma Perguruan Tinggi

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Kajian, Orientasi, dan Silaturrahmi Mahasiswa (KARISMA) FAI 2025 di Lantai 3 Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur Sidoarjo, Sabtu–Ahad (20–21/9/2025). Kegiatan ini mengusung tema ‘Bersama dalam Ilmu, Bersatu dalam Iman’ dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru FAI sebagai bekal sebelum melaksanakan kuliah.

Dalam sambutannya, Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan pentingnya mahasiswa memahami perbedaan mendasar antara jenjang SMA dengan dunia perkuliahan. Menurutnya, pendidikan tinggi menuntut mahasiswa tidak hanya fokus pada pembelajaran, tetapi juga pada penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Tiga hal yang sering disebut dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Itulah yang akan menjadi bahan pokok pembelajaran yang akan diterapkan di FAI. Kalau di SMA cukup belajar, di perguruan tinggi ada belajar, ada penelitian, dan ada pengabdian. Bahkan karya ilmiah yang layak bisa diajukan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan itu akan melekat atas nama mahasiswa yang bersangkutan,” jelasnya.

Feri juga menekankan pentingnya persiapan mental mahasiswa baru. Ia menuturkan, pendekatan belajar di SMA berbeda dengan di perguruan tinggi. “Kalau di SMA masih banyak ruang kosong yang harus diisi guru, di perkuliahan mahasiswa justru didorong untuk mengembangkan pengetahuan, soft skill, sikap, dan kompetensinya. Jadi tidak boleh hanya menunggu diajari dosen,” pesannya.

Dalam KARISMA FAI 2025 ini, mahasiswa baru mendapatkan pembekalan komprehensif kepada mahasiswa baru melalui rangkaian kegiatan orientasi tingkat fakultas. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dinamika kehidupan akademik, sosial, dan organisasi.

Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan sejumlah materi strategis, di antaranya Kehidupan Kampus Tingkat Fakultas, Pengembangan Karakter dan Perilaku Mahasiswa, Teknik Penggunaan Aplikasi Akademik My Unusida dan E-Learning, serta Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada Aswaja sebagai Manhaj al-Fikr wal Harokah, yang menekankan pentingnya moderasi, pemikiran kritis, dan gerakan yang berakar pada tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Materi lain yang tidak kalah penting adalah Teknik Penulisan Makalah, untuk melatih keterampilan akademik, serta Pentingnya Organisasi bagi Mahasiswa, sebagai bekal pengembangan diri dan kepemimpinan.

Lebih lanjut, Feri menuturkan bahwa pembekalan ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membentuk kepribadian mahasiswa agar siap menjadi insan berilmu sekaligus berkarakter.

Melalui kegiatan KARISMA FAI 2025 ini, mahasiswa baru diharapkan dapat memahami bahwa perkuliahan bukan hanya soal belajar di kelas, tetapi juga melibatkan pengabdian, penelitian, dan pengembangan diri melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan. Juga mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika dunia kampus, sekaligus menjadikan ilmu dan iman sebagai landasan kebersamaan dalam menempuh pendidikan di UNUSIDA.

“Semoga kegiatan orientasi ini mampu membekali mahasiswa baru FAI UNUSIDA dengan pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai yang akan menjadi landasan mereka selama menempuh pendidikan tinggi, sekaligus berkontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (MY)

UNUSIDA Umumkan Prodi Terbaik dalam Audit Mutu Internal 2025: PGSD, Akuntansi, dan Informatika Raih Juara 1

UNUSIDA Umumkan Prodi Terbaik dalam Audit Mutu Internal 2025: PGSD, Akuntansi, dan Informatika Raih Juara

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2025. Dari keseluruhan program studi yang ada di UNUSIDA, tiga program studi berhasil meraih predikat terbaik, yaitu Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai Juara 1, Program Studi Akuntansi sebagai Juara 2, dan Program Studi Informatika sebagai Juara 3. Pengumuman pemenang dilakukan pada Kamis, 18 September 2025 bertempat di Auditorium UNUSIDA. Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., jajaran wakil rektor, dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa perwakilan organisasi kampus. Penghargaan AMI 2025 diberikan kepada program studi terbaik yang berhasil menunjukkan kinerja unggul dalam aspek akademik, administrasi, penelitian, pengabdian masyarakat, dan tata kelola mutu. Penilaian dilakukan melalui serangkaian audit dokumen, wawancara, observasi, serta verifikasi lapangan oleh tim auditor mutu internal yang ditunjuk oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNUSIDA. Proses audit sendiri berlangsung sejak Agustus 2025, sebelum akhirnya diumumkan dalam acara penghargaan ini. Tujuan utama dari penghargaan ini adalah memberikan apresiasi, menumbuhkan budaya mutu, serta mendorong kompetisi sehat antar prodi di UNUSIDA agar seluruhnya terus melakukan perbaikan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. memberikan apresiasi atas capaian yang diraih tiga prodi terbaik. “Saya sangat bangga dengan kerja keras seluruh program studi yang telah mengikuti AMI tahun ini. Khususnya kepada Prodi PGSD, Akuntansi, dan Informatika yang berhasil menjadi juara terbaik dari keseluruhan prodi di UNUSIDA. Penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menjaga mutu pendidikan. Kami ingin UNUSIDA selalu menjadi rumah akademik yang dipercaya masyarakat karena kualitasnya,” ungkap beliau. Beliau menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa UNUSIDA telah menempatkan sistem mutu sebagai fondasi dalam mengembangkan tridharma perguruan tinggi.Adapun tiga prodi terbaik memiliki keunggulan masing-masing. Prodi PGSD yang meraih Juara 1 dinilai unggul dalam pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan sekolah dasar modern, inovasi pembelajaran, serta kontribusi penelitian dan pengabdian di bidang pendidikan dasar. Prodi Akuntansi yang meraih Juara 2 berhasil memadukan pembelajaran akuntansi dengan teknologi digital, meningkatkan publikasi ilmiah, serta membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis sesuai kebutuhan industri. Sementara itu, Prodi Informatika yang meraih Juara 3 menonjol karena konsistensinya dalam mendorong inovasi teknologi, kolaborasi dengan dunia usaha, serta prestasi mahasiswa di berbagai kompetisi teknologi tingkat nasional.

Penghargaan AMI 2025 tidak hanya memberikan kebanggaan, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap pengembangan UNUSIDA secara menyeluruh. Pertama, penghargaan ini mendorong prodi lain untuk memperbaiki kualitas dan bersaing secara sehat, sehingga tercipta iklim akademik yang dinamis. Kedua, kegiatan ini semakin meneguhkan UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang menjadikan mutu sebagai pilar utama dalam semua aspek tridharma perguruan tinggi. Ketiga, keberhasilan ini akan meningkatkan kepercayaan publik dan mitra eksternal terhadap UNUSIDA, baik dalam bidang akademik maupun kerja sama dengan dunia industri dan pemerintah. Keempat, dengan mutu yang terjaga, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih berkualitas, relevan dengan kebutuhan zaman, dan memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. Kelima, LPMPP UNUSIDA akan terus melakukan pendampingan agar prodi yang belum meraih juara dapat memperbaiki diri, sehingga kualitas meningkat secara merata di seluruh fakultas. Rektor UNUSIDA juga menegaskan bahwa penghargaan AMI akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap program studi memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menjalankan standar mutu perguruan tinggi. “Saya berharap penghargaan ini menjadi penyemangat. Tahun depan, mungkin akan ada prodi lain yang tampil sebagai juara. Yang terpenting adalah bagaimana setiap prodi memiliki komitmen terhadap peningkatan mutu, bukan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi demi mahasiswa, masyarakat, dan masa depan bangsa,” tutup Dr. H. Fatkul Anam, M.Si.

Penghargaan AMI Tahun 2025 yang diberikan kepada Prodi PGSD, Akuntansi, dan Informatika menjadi tonggak penting dalam perjalanan UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen penuh pada budaya mutu. Tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, penghargaan ini juga merupakan cerminan visi besar UNUSIDA untuk mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan pencapaian ini, UNUSIDA semakin memperkuat posisinya di antara perguruan tinggi lain, sekaligus menunjukkan bahwa kualitas dan integritas adalah kunci keberhasilan dalam membangun pendidikan tinggi yang berkelanjutan. (AS)

Rektor UNUSIDA saat membersamai Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi dalam HARMONIKAFE 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

HARMONIKAFE UNUSIDA 2025: Tanamkan Rasa Memiliki dan Bangun Mental Progresif

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk Hamonisasi Keluarga Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi (Harmonikafe) 2025, pada Jumat-Sabtu, (19–20/9/2025). Kegiatan orientasi tersebut mengusung tema ‘Sense of Belonging sebagai Pondasi Awal Membangun Mental Progresif’, yang bertujuan menanamkan rasa memiliki terhadap almamater serta membentuk karakter mahasiswa yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap berkembang.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dari berbagai program studi, dengan rangkaian acara yang meliputi pengenalan akademik, pelatihan soft skill, talkshow motivasi, serta dinamika kelompok yang membangun solidaritas antar mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, menyampaikan pentingnya mentalitas progresif dan rasa memiliki terhadap institusi sebagai fondasi awal dalam menempuh dunia perkuliahan.

“Saya mohon maaf karena pada pembukaan PKKMB Universitas saya tidak bisa hadir karena sedang berada di Kuala Lumpur memenuhi undangan Duta Besar RI untuk program KKN Internasional. Alhamdulillah hari ini saya bisa hadir di Fakultas Ekonomi untuk menyambut kalian secara langsung,” tuturnya.

Fatkul menegaskan bahwa kemandirian adalah kualitas pertama yang harus dimiliki mahasiswa ketika memasuki dunia kampus.

“Kalau di SMA kalian masih dibimbing guru, maka di kampus kalian harus mengelola diri sendiri. Harus mampu memanajemen waktu, membagi antara belajar, organisasi, bahkan bekerja bagi yang sambil kerja. Tugas utama kalian adalah kuliah,” pesannya.

Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga komitmen akademik, terutama bagi penerima beasiswa. Ia menjelaskan bahwa program bantuan seperti KIP Kuliah akan dievaluasi setiap semester dan dapat dicabut jika tidak menunjukkan prestasi yang konsisten. Selain itu, ia menekankan bahwa menjadi mahasiswa UNUSIDA juga berarti menjadi bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.

“Karena kalian berkuliah di Universitas NU, kalian adalah kader NU. Maka soft skill seperti gotong royong, bertanggung jawab, bisa dipercaya, dan siap memimpin harus kalian bangun sejak sekarang melalui organisasi kemahasiswaan,” ujarnya.

Ia juga membanggakan prestasi yang telah diraih oleh Fakultas Ekonomi dan UNUSIDA secara keseluruhan, mulai dari medali emas di kompetisi bisnis internasional, hibah program kewirausahaan, hingga penghargaan nasional di bidang pengabdian masyarakat. Rektor juga memaparkan capaian UNUSIDA dalam klasterisasi perguruan tinggi nasional. Saat ini, UNUSIDA masuk dalam Cluster Utama dan berada pada peringkat ke-116 nasional dalam Indeks Sains dan Teknologi, serta peringkat ke-3 di antara seluruh Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia.

“Tahun 2024 saja, UNUSIDA mencatat 99 prestasi mahasiswa, termasuk 6 prestasi internasional. Fakultas Ekonomi termasuk yang paling aktif berkontribusi. Ini bukti bahwa kalian berada di tempat yang tepat untuk berkembang,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Muhafidhah Novie, S.E., M.M., berharap agar Harmonikafe 2025 menjadi awal yang inspiratif bagi mahasiswa baru. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menandai semangat baru untuk memasuki dunia kampus yang penuh tantangan dan peluang.

“Kami ingin menciptakan iklim akademik yang harmonis, penuh semangat, dan kolaboratif. Dengan tema ‘sense of belonging’, kami ingin mahasiswa merasa menjadi bagian penting dari fakultas ini,” pungkasnya. (MY)

Company Visit Fakultas Teknik UNUSIDA di PT Garuda Food (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Teknik UNUSIDA Lakukan Company Visit ke PT. Garuda Food dan PT. Smelting Gresik

GRESIK — Fakultas Teknik (FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melaksanakan kegiatan Company Visit ke dua perusahaan besar di Jawa Timur, yakni PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk dan PT Smelting Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran lapangan untuk memberikan wawasan industri kepada mahasiswa di luar ruang kelas.

Kunjungan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari 3 Program Studi, yaitu Teknik Industri, Teknik Lingkungan dan Teknik Kimia, didampingi oleh dosen dan staf akademik. Rombongan mengawali kunjungan ke PT Garudafood yang berlokasi di Gresik. Di sana, para mahasiswa diajak melihat langsung proses produksi makanan ringan, pengemasan otomatis, serta manajemen mutu dan keselamatan kerja di lingkungan industri makanan.

“Dengan melihat langsung proses produksi di pabrik, mahasiswa dapat memahami penerapan ilmu yang selama ini dipelajari secara teori di kampus,” ujar Zahrotul Azizah, M.T., salah satu dosen pendamping dari Teknik Kimia.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata kampus dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri. Ia sangat mengapresiasi sambutan hangat dan kesempatan belajar yang diberikan kepada para mahasiswa.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja serta menjalin relasi yang bisa membuka peluang magang maupun kerja sama riset di masa depan,” terangnya.

Setelah dari PT Garudafood, rombongan melanjutkan kunjungan ke PT Smelting Gresik, satu-satunya perusahaan pemurnian tembaga di Indonesia. Di lokasi ini, mahasiswa dikenalkan dengan teknologi pemurnian tembaga, sistem pengolahan limbah, dan protokol keselamatan kerja di industri berat.

Senior Staff General Affairs PT. Smelting, Budi Setiawan, menyampaikan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang menuntut kompetensi teknis dan soft skills yang kuat. Ia menekankan bahwa dunia industri saat ini tidak hanya menuntut penguasaan ilmu dan keterampilan teknis, tetapi juga soft skills yang kuat, seperti komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

“Kami sangat mendukung kunjungan seperti ini karena menjadi wadah awal pengenalan dunia industri bagi calon-calon tenaga kerja profesional,” ungkapnya.

Ia juga menyambut baik kunjungan dari UNUSIDA ini sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan industri. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi jembatan awal bagi mahasiswa untuk memahami realitas lapangan serta membentuk pola pikir yang lebih siap dan terbuka terhadap tantangan kerja ke depan.

Selain mendapatkan paparan materi, para mahasiswa juga berkesempatan melihat langsung proses pemurnian tembaga serta sistem manajemen lingkungan dan keselamatan kerja yang diterapkan PT Smelting sebagai salah satu perusahaan strategis di sektor pertambangan dan metalurgi di Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi industri dan memperluas wawasan sebelum terjun ke dunia profesional. Kompetensi teknis tentu penting, tapi yang membedakan antara satu kandidat dengan lainnya sering kali justru ada di soft skills-nya. Dunia kerja sangat dinamis, dan kesiapan mental serta sikap profesional menjadi kunci untuk bisa bertahan dan berkembang,” pungkasnya.

UNUSIDA Gelar Rapat Persiapan Perkuliahan Gasal Tahun Akademik 2025–2026 2

UNUSIDA Gelar Rapat Persiapan Perkuliahan Gasal Tahun Akademik 2025–2026

Sidoarjo – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Rapat Persiapan Perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2025–2026 pada Kamis, 19 September 2025 di Auditorium Kampus UNUSIDA, Jalan Lingkar Timur Sidoarjo. Rapat ini dihadiri oleh pimpinan universitas, para dekan, kaprodi, dosen, sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pembelajaran di lingkungan UNUSIDA.

Rapat yang berlangsung selama hampir tiga jam ini diisi dengan berbagai agenda penting, mulai dari evaluasi perkuliahan semester genap tahun akademik sebelumnya, pemaparan rencana strategis peningkatan kualitas akademik, hingga pembahasan implementasi teknologi digital dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Dalam suasana yang hangat namun serius, peserta rapat menunjukkan antusiasme tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya masukan dan diskusi yang berkembang, baik terkait perencanaan kurikulum, pembaruan metode pengajaran, maupun penyesuaian sistem administrasi akademik dengan kebutuhan mahasiswa di era digital.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan semua elemen civitas akademika dalam menghadapi perkuliahan semester gasal. “Persiapan perkuliahan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari komitmen kita untuk memberikan layanan pendidikan terbaik kepada mahasiswa. Kita ingin memastikan bahwa setiap proses pembelajaran berjalan efektif, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya. Beliau juga menambahkan, “Tantangan dunia pendidikan saat ini sangat kompleks. Perubahan teknologi, dinamika sosial, hingga kebutuhan industri menuntut kita untuk selalu sigap dan adaptif. Oleh karena itu, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh unsur universitas harus bahu-membahu dalam menyukseskan semester gasal ini.”

Dalam rapat tersebut, sejumlah poin utama menjadi fokus pembahasan. Pertama, kesiapan kurikulum yang harus terus diperbarui sesuai capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan kebutuhan pasar kerja. Kedua, peningkatan kualitas dosen melalui pelatihan, workshop, dan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi agar perkuliahan lebih interaktif. Ketiga, pemanfaatan teknologi digital seperti Learning Management System (LMS) UNUSIDA, pemanfaatan platform video conference, serta integrasi sistem administrasi akademik. Keempat, evaluasi fasilitas perkuliahan meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan konektivitas internet. Kelima, peningkatan layanan mahasiswa melalui bimbingan akademik, pengembangan diri, serta percepatan layanan administrasi.

Lebih lanjut, Dr. H. Fatkul Anam menegaskan bahwa kesiapan ini adalah bentuk tanggung jawab bersama. “Kualitas sebuah universitas diukur dari bagaimana kita menyiapkan mahasiswa untuk menghadapi dunia nyata. Bukan hanya membekali mereka dengan teori, tetapi juga keterampilan, etika, dan karakter. Rapat ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa seluruh proses akademik kita berjalan sesuai visi UNUSIDA, yaitu mencetak lulusan unggul, berkarakter, dan berdaya saing global,” tegasnya. Beliau juga memberikan motivasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan agar terus menjaga semangat pengabdian. “Kita semua adalah pendidik dan pelayan ilmu. Maka, mari jadikan semester gasal ini sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa UNUSIDA mampu menjadi universitas yang memberi manfaat luas, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa,” pungkas Rektor.

Rapat persiapan perkuliahan ini memberikan dampak signifikan bagi jalannya kegiatan akademik di UNUSIDA. Pertama, memperkuat kolaborasi internal antara pimpinan universitas, dekan, kaprodi, dosen, dan tenaga kependidikan sehingga koordinasi akademik lebih terarah. Kedua, meningkatkan kesiapan teknis dan administratif dengan adanya pemetaan kebutuhan perkuliahan, mulai dari kurikulum hingga fasilitas, sehingga pelaksanaan perkuliahan gasal diproyeksikan berjalan lebih lancar. Ketiga, mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui integrasi teknologi digital dalam perkuliahan agar suasana belajar lebih menarik dan efektif. Keempat, memperkuat reputasi UNUSIDA di mata masyarakat melalui keseriusan mempersiapkan semester baru dengan matang.

Menutup rapat, Rektor menyampaikan harapannya agar seluruh elemen civitas akademika mampu menjaga semangat kolaborasi. Ia optimistis bahwa persiapan yang matang akan berdampak positif pada keberlangsungan proses belajar mengajar. Dengan persiapan yang dilakukan secara menyeluruh, UNUSIDA siap menyongsong Semester Gasal Tahun Akademik 2025–2026 dengan penuh optimisme. Mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga relevan dengan tantangan dunia nyata.

Kabar Membanggakan Tujuh Dosen UNUSIDA Raih Kelulusan Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek 3

Kabar Membanggakan Tujuh Dosen UNUSIDA Raih Kelulusan Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek

Sidoarjo, 17 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak tujuh dosen dari berbagai program studi berhasil lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) Gelombang 1 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bidang Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek).

Ketujuh dosen yang lolos adalah: Erlyna Tri Rohmiatun, S.E., M.A. (Prodi Akuntansi), Machfudzil Asror, S.Pd.I, M.Pd. (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Neny Kurniati, S.Kom., M.T. (Prodi Informatika), Syahri Mu’min, S.Kom., M.T. (Prodi Sistem Informasi), Dr. Novaria L. Jannah, S.Pd., M.Pd. (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Putra Uji Deva Satrio, S.Sn., M.Sn. (Prodi Desain Komunikasi Visual), dan Taqwanur, M.MT. (Prodi Teknik Industri).

Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan profesional bagi tenaga pendidik di perguruan tinggi. Melalui proses seleksi yang ketat, dosen yang lulus dinyatakan layak sebagai tenaga pendidik profesional dan berhak memperoleh tunjangan profesi dari pemerintah. Sertifikasi ini tidak hanya mengukur kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga menjadi tolok ukur kualitas seorang dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hasil kelulusan Serdos Gelombang 1 Tahun 2025 diumumkan secara resmi oleh Kemdikti Saintek pada awal September 2025. Kabar gembira ini menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA semakin berkomitmen meningkatkan kualitas dosen dan mutu pendidikan. Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga indikator meningkatnya kualitas tenaga pendidik di kampus. Dengan bertambahnya jumlah dosen tersertifikasi, UNUSIDA semakin siap bersaing dengan perguruan tinggi lain, baik di tingkat regional maupun nasional.

Kepala Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Lolosnya tujuh dosen UNUSIDA dalam sertifikasi dosen gelombang pertama tahun 2025 menunjukkan bahwa kualitas tenaga pendidik kita semakin diakui. Ini juga menjadi bukti bahwa UNUSIDA memiliki sumber daya manusia yang berkompeten, profesional, dan siap mendukung visi kampus untuk menjadi universitas unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses sertifikasi dosen bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan persiapan, kelengkapan administrasi, serta bukti kinerja dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, kelulusan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi para dosen yang patut diapresiasi bersama. “Serdos ini diharapkan dapat semakin memotivasi para dosen untuk meningkatkan kualitas diri, memberikan kontribusi terbaik dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta membawa kemajuan bagi UNUSIDA tercinta,” tegas Jeziano.

Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA juga memberikan dampak positif yang luas. Dari sisi institusi, kelulusan ini meningkatkan reputasi kampus karena semakin banyak dosen UNUSIDA yang diakui profesionalitasnya. Dari sisi pembelajaran, mahasiswa akan merasakan proses belajar mengajar yang lebih berkualitas karena dosen tersertifikasi memiliki kompetensi yang teruji dalam hal pedagogik dan profesionalisme. Dari sisi kelembagaan, sertifikasi dosen turut memperkuat akreditasi program studi maupun institusi, mengingat Serdos menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi BAN-PT maupun lembaga penjaminan mutu lainnya.

Tidak kalah penting, capaian ini juga menjadi motivasi bagi dosen lain di UNUSIDA untuk terus meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan diri mengikuti sertifikasi pada gelombang berikutnya. Selain itu, dosen yang tersertifikasi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penelitian, pengabdian, serta inovasi yang bermanfaat luas.

Ke depan, UNUSIDA optimis dapat melahirkan lebih banyak dosen profesional yang mampu memberikan kontribusi tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi bangsa dan negara. Jeziano menutup keterangannya dengan penuh harapan. “Kami akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan agar semakin banyak dosen UNUSIDA yang berhasil lolos sertifikasi. Dengan begitu, mutu pendidikan di UNUSIDA akan semakin meningkat dan memberi dampak nyata bagi pembangunan bangsa,” jelasnya.

Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA dalam lulus Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek menjadi bukti komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Capaian ini tidak hanya membanggakan civitas akademika UNUSIDA, tetapi juga menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan bertambahnya jumlah dosen tersertifikasi, UNUSIDA semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang mampu mencetak lulusan unggul, berkarakter, dan adaptif di era global, serta terus bergerak maju membawa kejayaan bagi UNUSIDA tercinta.(AS)