LPPM UNUSIDA Coaching Clinic Penyusunan Roadmap Riset Program Studi dan Fakultas (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Gelar Coaching Clinic Penyusunan Roadmap Riset Program Studi dan Fakultas

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan Coaching Clinic Penyusunan Roadmap Riset Program Studi dan Fakultas. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari berbagai program studi dan fakultas di lingkungan UNUSIDA. Kegiatan ini dilaksanakan di Hall Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Kamis (12/9/2025).

Dalam kegiatan tersebut, setiap dosen diberikan kesempatan untuk menyusun roadmap penelitian yang lebih efisien dan efektif. Penyusunan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam merumuskan pedoman riset di tingkat program studi maupun fakultas, sehingga arah penelitian menjadi lebih terukur, fokus, dan relevan dengan kebutuhan bangsa.

Wakil Rektor 1 UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I, menegaskan bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian merupakan prioritas universitas. Sebab, menjadi penunjang akreditasi di setiap lingkup Program Studi dan Fakultas masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, UNUSIDA berkomitmen untuk terus melahirkan penelitian yang bermutu tinggi, yang tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan daya saing bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap program studi dan fakultas di UNUSIDA memiliki roadmap penelitian yang berbeda sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Menurutnya, penyusunan roadmap penelitian tidak hanya sekadar memetakan arah riset, tetapi juga harus memperhatikan luaran penelitian yang relevan dengan kebutuhan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal daerah. Dengan demikian, hasil riset yang dihasilkan mampu memberikan kontribusi nyata, baik bagi masyarakat sekitar maupun bagi peningkatan daya saing bangsa.

Ia juga menekankan pentingnya kerapian dalam pengarsipan data penelitian. “Setiap hasil penelitian harus terdokumentasi dengan baik. Arsip penelitian yang rapi akan memudahkan proses evaluasi, pemetaan capaian, dan pengembangan riset di masa mendatang,” pesannya.

Dengan adanya coaching clinic ini, Ketua LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L berharap seluruh dosen dapat memperkuat tradisi riset yang inovatif, berdaya guna, serta mendukung visi universitas sebagai kampus unggul dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya terharu dengan antusiasme bapak-ibu dosen yang menunjukkan progress dalam menyusun sebuah roadmap penelitian seperti ini. Saya harap, setiap program studi dan fakultas memiliki panduan yang sistematis sebagai acuan agar lebih terarah dalam merancang penelitian,” ungkapnya. (MY)

Wisudawan Terbaik UNUSIDA, Dewi Sri Rahayu saat menyampaikan Pesan Wisudawan saat Wisuda KeIX (Foto: Humas UNUSIDA)

Simak Pesan Wisudawan Terbaik UNUSIDA 2025: Gelar Sarjana adalah Bukti Perjuangan

SURABAYA – Momentum Wisuda IX Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjadi momen yang penuh makna bagi seluruh wisudawan, khususnya bagi Dewi Sri Rahayu, S. Ak, wisudawan terbaik dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi angkatan 2021 dengan IPK 3,94. Wisuda tersebut dilaksanakan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Sabtu (6/9/2025).

Dewi sapaan akrabnya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan untuk berdiri mewakili rekan-rekan wisudawan dalam memberikan sambutan. Dalam pidatonya, Dewi mengajak wisudawan untuk sejenak menoleh ke belakang, mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui sejak awal perkuliahan.

“Rasanya baru kemarin kita mengikuti PKKMB, masih canggung, masih mencari teman karena semester awal kita masih melakukan kuliah daring akibat pandemi. Tapi dari situlah perjalanan kita dimulai,” ujarnya.

Ia mengenang suka duka masa kuliah, mulai dari menumpuknya tugas, menghadapi dosen yang tegas namun penuh perhatian, begadang demi menyelesaikan makalah, hingga melewati fase penting seperti LKMM-TD, PKL, KKN, hingga menyusun skripsi. Semua momen tersebut, menurutnya, kini berbuah manis dengan toga dan gelar sarjana yang disandang.

Dewi juga menegaskan bahwa perjalanan setiap wisudawan tidaklah mudah. Ada yang berjuang mempertahankan beasiswa, ada yang membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan, bahkan ada yang tetap berjuang sambil memikul tanggung jawab keluarga.

“Semua punya cerita, tapi satu pesan yang sama: dengan usaha, tidak ada yang mustahil. Seperti pesan Presiden ke-3 RI, Prof. B.J. Habibie: Keberhasilan bukan milik orang yang pintar, melainkan milik mereka yang senantiasa berusaha,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dewi menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, mulai dari orang tua, dosen, tenaga kependidikan, sahabat, hingga almamater tercinta, UNUSIDA. Ia juga menekankan kebanggaannya atas prestasi UNUSIDA yang meski masih berusia muda, sudah mencatatkan berbagai pencapaian gemilang, seperti penghargaan Anugerah Pendidikan Nahdlatul Ulama 2025, peringkat Klaster Utama Perguruan Tinggi Nasional 2024, hingga Gold Winner Anugerah Diktiristek 2023 dalam bidang pengabdian masyarakat.

Lebih lanjut, Dewi juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu memilih UNUSIDA sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi. Sebab UNUSIDA telah membuktikan bahwa mahasiswa dan alumninya memiliki daya saing, kreativitas, dan kemampuan untuk berdiri sejajar dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lainnya.

“Di sini, Anda tidak hanya memperoleh pembelajaran akademik yang mumpuni, tetapi juga tumbuh dalam suasana kampus yang mendidik karakter, memperkuat akhlak, serta mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dewi menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan baru. Ia berharap UNUSIDA semakin maju, semakin dikenal, tidak hanya di Sidoarjo tetapi juga di kancah nasional maupun internasional, serta terus memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

“Apapun jalan yang kita tempuh setelah ini bekerja, melanjutkan studi, berwirausaha, maupun membangun keluarga yang terpenting adalah tetap berusaha, terus belajar, dan menjaga nama baik almamater. Semoga ilmu yang kita peroleh menjadi amal jariyah bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya. (MY)

Webinar EcoEdu.id Tata Ruang 120 HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Dorong Tata Ruang Adaptif sebagai Pilar Ketahanan dalam Webinar Nasional EcoEdu.id

SIDOARJO — Isu perubahan iklim menuntut perhatian dan respons serius dari berbagai pihak, termasuk dalam aspek perencanaan wilayah dan tata ruang. Menyadari pentingnya integrasi antara tata ruang dan strategi adaptasi serta mitigasi iklim, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (HIMA TL UNUSIDA) berpartisipasi aktif dalam Webinar Nasional EcoEdu.id Edisi ke-120 bertema ‘Tata Ruang Responsif Iklim: Menata Wilayah untuk Masa Depan yang Tangguh’.

Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, dengan menghadirkan Nurrohman Wijaya, Ph.D., dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai pemateri utama.

Partisipasi HIMA TL UNUSIDA merupakan bagian dari program unggulan bertajuk ENVIRO INSIGHT, yang digagas oleh Departemen AIR (Akademik, Inovasi, dan Riset) HIMA TL, dan dilaksanakan secara kolaboratif dengan Departemen UDARA (Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan).

Menurut Kepala Departemen AIR Chalimatus Sa’diyah, sekaligus penanggung jawab partisipasi, kegiatan ini bukan hanya ruang belajar, tetapi juga bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mengembangkan perspektif strategis perencanaan lingkungan yang relevan terhadap tantangan krisis iklim global.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Teknik Lingkungan tidak hanya belajar di kelas, tapi juga ikut aktif dalam dialog nasional. Sebagai bentuk sinergi akademik dan aksi mahasiswa dalam forum nasional menyuarakan pentingnya transformasi perencanaan ruang yang lebih adaptif dan visioner,” ujarnya, Jum’at (12/9/2025).

Dalam paparannya, Nurrohman Wijaya, Ph.D. menekankan bahwa tata ruang sebagai instrumen adaptasi iklim. Tata ruang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengaturan lahan, tetapi juga sebagai alat penting dalam strategi adaptasi iklim.

“Perencanaan spasial yang responsif iklim artinya menata wilayah dengan mempertimbangkan risiko iklim yang meningkat, seperti kenaikan muka air laut, bencana hidrometeorologi, dan peningkatan suhu global. Sekaligus menjamin keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Diskusi yang berlangsung interaktif ini turut membahas berbagai pendekatan perencanaan adaptif, integrasi teknologi spasial, serta peran komunitas dalam mendesain ruang yang lebih tangguh dan berkeadilan secara ekologis dan sosial.

Webinar ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga lingkungan di seluruh Indonesia. Keterlibatan HIMA TL UNUSIDA merupakan komitmen jangka panjang untuk kolaborasi dan aksi nyata, menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menjawab tantangan perencanaan wilayah berbasis krisis iklim.

Partisipasi ini juga menjadi bentuk komitmen jangka panjang HIMA TL UNUSIDA untuk menjalin kemitraan aktif dengan PT. Eco Edu Indonesia, sebagai pusat pelatihan dan edukasi lingkungan yang berfokus pada peningkatan kesadaran publik dan advokasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

Melalui kegiatan ini, HIMA TL UNUSIDA menegaskan bahwa tata ruang adaptif bukan hanya konsep teknis, tetapi juga merupakan strategi visioner untuk membangun ketahanan sosial-ekologis di masa depan. Keterlibatan mahasiswa dalam forum seperti ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang peduli, kritis, dan kolaboratif dalam menghadapi tantangan lingkungan global.

“Kami percaya, masa depan yang tangguh tidak dibangun sendirian. Kolaborasi, ilmu, dan keberanian untuk berubah adalah kuncinya,” pungkasnya.

(MY)

Prof. Muhammad Nuh Saat menyampaikan materi dalam PKKMB Ke-X UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Prof. Nuh Ajak Mahasiswa Baru UNUSIDA Pegang Teguh Nilai Kesetiaan dan Birrul Walidain

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) mendapat kehormatan dengan hadirnya Prof. Dr. Ir. Mohammad NUH, DEA, Menteri Pendidikan Nasional era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2009–2014), dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Ke-X yang diikuti oleh ratusan mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 yang dipusatkan di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa-Kamis (9-11/9/2025).

Dalam sesi pemaparan yang penuh inspirasi dan nilai-nilai kehidupan, Prof. Nuh menyampaikan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kepandaian, tetapi oleh nilai-nilai luhur yang tertanam kuat dalam pribadi setiap individu.

“Nilai pertama yang ingin saya bagi kepada adik-adik semua adalah kesetiaan,” ujar Prof. Nuh membuka pemaparannya.

Ia menekankan pentingnya setia kepada kebenaran, agama, bangsa dan negara, hingga lembaga tempat belajar, termasuk Unusida sendiri. Menurutnya, banyak kerusakan dalam organisasi, rumah tangga, perusahaan, bahkan negara, yang diawali oleh hilangnya kesetiaan.

“Kalau mau sukses, pegang teguh nilai kesetiaan. Orang yang tidak setia akan merusak dari dalam,” tegasnya.

Mengutip kisah pribadinya, Prof. Nuh menceritakan pertemuannya yang mengesankan dengan KH. Hamid Pasuruan di masa mudanya. Saat itu, beliau mendapat doa singkat namun sangat bermakna: ‘Birrul walidain… birrul walidain…’ yang berarti berbakti kepada orang tua. Hal tersebut yang menjadi rahasia sukses yang tidak terlihat.

“Saya percaya, doa itu menjadi titik balik yang menancap dalam kehidupan saya. Sukses itu bukan hanya soal ikhtiar lahiriah, tapi juga berkah batin. Jangan pernah menyakiti hati orang tua, meski ada perbedaan pendapat,” katanya.

Nilai ketiga yang dibagikan adalah bersedekah setiap hari, berapapun nilainya. “Kalau tidak punya uang, bersedekahlah dengan tenaga, senyum, atau ilmu. Hidup itu tentang memberi sebelum berharap menerima,” kata Prof. Nuh.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak sholawat, karena Allah sendiri dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi. Sebab sedekah harian dan sholawat menjadi penyempurnakan usaha. “Kalau salat, puasa, zakat Allah tidak ikut melakukannya. Tapi untuk sholawat, Allah sendiri melakukannya. Maka perbanyaklah,” pesannya.

Prof. Nuh juga berpesan agar mahasiswa baru tidak pernah bermimpi sukses tanpa kerja keras. “Tidak ada ceritanya orang malas bisa sukses. Yang ada hanya orang yang kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” ujarnya.

Ia menceritakan perjalanan hidupnya, dari SD Al-Islah, SMP Wachid Hasyim, SMA Negeri 9 Surabaya, hingga menjadi mahasiswa Teknik Elektro di Institut Teknologi Surabaya (ITS), lalu melanjutkan studi S2 dan S3 di Prancis pada usia muda, dan kembali untuk membangun pendidikan di tanah air hingga menjadi Rektor ITS dan Menteri.

“Saya bisa sampai ke titik ini bukan karena pintar, tapi karena pertolongan Allah, karena doa orang tua, dan karena saya tidak menyentuh apa yang bukan hak saya,” ungkapnya.

Di akhir sesi, Prof. Nuh mengingatkan bahwa Unusida didirikan bukan sekadar universitas biasa, melainkan sebagai kawah candradimuka para pejuang peradaban NU. Baginya UNUSIDA merupakan kampus para pejuang peradaban.

“Saat saya di kementerian, saya melihat NU disanjung-sanjung hanya di pesantren. Tapi di bidang lain pendidikan tinggi, kesehatan, ekonomi kita ditinggal. Maka kami dirikan 23 universitas NU, salah satunya Unusida. Agar NU tidak dijebak hanya di satu titik,” tegasnya.

Ia berharap mahasiswa Unusida menjadi pribadi yang militan, jujur, pekerja keras, setia pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

“Jadilah mahasiswa yang berintegritas, punya nilai, dan siap berkontribusi untuk agama, bangsa, dan NU. Pegang teguh kesetiaan, berbaktilah kepada orang tua, bersedekahlah setiap hari, perbanyak sholawat, dan kerja keraslah tanpa henti. InsyaAllah kalian akan jadi orang besar,” tuturnya. (MY)

KKN UNUSIDA Kelompok 10 Gandeng Karang Taruna Desa Jemundo Hidupkan Semangat Kemerdekaan dan Kepemudaan (Foto: Moch. Fikri Aunilla)

KKN UNUSIDA Kelompok 10 Gandeng Karang Taruna Desa Jemundo Hidupkan Semangat Kemerdekaan dan Kepemudaan

SIDOARJO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Kelompok 10 berkolaborasi dengan Karang Taruna (Kartar) RT 07 RW 02 Desa Jemundo dalam rangka memeriahkan bulan Agustus sekaligus menghidupkan kembali semangat organisasi kepemudaan di tingkat desa.

Kerja sama ini diwujudkan melalui sejumlah kegiatan, mulai dari lomba edukatif untuk anak-anak, jalan sehat warga, hingga malam bari’an/syukuran memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian warga adalah lomba edukasi bagi anak-anak dan remaja. Lomba tersebut mencakup cerdas cermat tentang wawasan kebangsaan dan pengetahuan umum untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis generasi muda. Selain itu, lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan SD juga digelar sebagai sarana mengasah kreativitas sekaligus mengenalkan makna kemerdekaan dengan cara yang menyenangkan.

Menurut Doni, salah satu senior Karang Taruna Jemundo, kolaborasi ini merupakan langkah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kehadiran mahasiswa KKN UNUSIDA di Desa Jemundo tidak hanya memberi warna baru bagi warga, tetapi juga memperkuat semangat kemerdekaan melalui kegiatan yang membangun rasa persatuan.

“Baru kali ini mahasiswa KKN berkolaborasi dengan Karang Taruna. Tahun-tahun sebelumnya tidak pernah,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga. Selain menghadirkan keceriaan perayaan HUT RI, keterlibatan mahasiswa juga membantu Kartar lebih aktif setelah sempat vakum dalam beberapa kegiatan kepemudaan.

Wakil Ketua KKN Kelompok 10, Ishaqul Hisyam menyampaikan apresiasinya kepada Kartar Jemundo atas keterbukaan dan semangat kolaborasi. Menurutnya, kerja sama ini menjadi upaya untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Melalui sinergi antara mahasiswa dan pemuda desa ini, peringatan HUT RI tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum kebangkitan kembali peran pemuda dalam membangun desa.

“Kami sangat senang bisa terlibat bersama Karang Taruna. Harapannya, sinergi ini tidak hanya berhenti pada momentum Agustusan, tetapi juga berlanjut untuk program-program lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya, Kamis (11/9/2025).

Senada dengan itu, Ketua RT 07 RW 02, Ainur Rois, S.Pd., M.Pd., juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN. “Kolaborasi seperti ini penting agar mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga meninggalkan jejak kebaikan bagi warga,” katanya.

Penulis: Moch. Fikri Aunilla (MY)

Kelompok 19 KKN UNUSIDA Edukasi Warga Pagerngumbuk Lewat Plang Sampah dan Banner (Foto: Jesinka Amalia)

Kelompok 19 KKN UNUSIDA Edukasi Warga Pagerngumbuk Lewat Plang Sampah dan Banner

SIDOARJO — Kelompok 19 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan pembuatan plang sampah dan banner edukasi di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui media visual yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami.

Ketua Kelompok 19 KKN UNUSIDA, Jezinka Lilah menyebutkan, plang dan banner edukasi tersebut berisi informasi tentang cara memilah, membuang, dan mengelola sampah rumah tangga dengan benar. Menurutnya, program ini mampu membangun kebiasaan disiplin masyarakat dalam pengelolaan sampah serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.

“Media visual ini kami buat agar bisa dilihat setiap saat oleh seluruh warga desa. Dengan begitu, pesan kebersihan akan terus diingat dan menjadi bagian dari keseharian,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Selain berfungsi sebagai sarana edukasi, plang dan banner ini juga menjadi media informasi berkelanjutan yang dapat memotivasi warga untuk lebih aktif menjaga kebersihan, baik secara individu maupun melalui kegiatan gotong royong. Dengan adanya program ini, Desa Pagerngumbuk diharapkan mampu berkembang menjadi desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi warganya, sekaligus menjadi contoh desa peduli lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat selalu ingat pentingnya kebersihan. Dengan adanya plang dan banner, pesan ini bisa dilihat setiap hari dan menjadi pengingat bersama,” ungkapnya.

Mahasiswi Teknik Industri tersebut mengutip penelitian yang dilakukan oleh Meutia et al. (2025) menunjukkan bahwa penggunaan media poster edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Diperoleh rata-rata nilai pengetahuan meningkat signifikan dari 69,20 (pre-test) menjadi 94,55 (post-test), dengan nilai signifikansi p=0,000. Fakta ini menegaskan bahwa edukasi visual seperti poster, plang, maupun banner dapat memperkuat daya ingat sekaligus mendorong perubahan perilaku positif, terutama bagi anak usia sekolah dasar dalam mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Dengan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, program pembuatan plang sampah serta banner edukasi ini diharapkan dapat meninggalkan warisan positif yang bermanfaat jangka panjang bagi warga Pagerngumbuk.

“Semoga kehadiran kami dalam program KKN ini tidak hanya memberi pengalaman belajar lapangan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman,” pungkasnya. (MY)

KKN 18 UNUSIDA Wujudkan Lingkungan Bersih dengan Pembuatan Biopori di Desa Waung RT 05 RW 03 (Foto: Mar'atul Husniyah)

KKN 18 UNUSIDA Wujudkan Lingkungan Bersih dengan Pembuatan Biopori di Desa Waung

SIDOARJO — Dalam rangka mendukung kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, Kelompok 18 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan program pembuatan biopori di Desa Waung, RT 05 RW 03, Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Kegiatan ini disambut hangat oleh perangkat desa, pengurus RT, serta warga setempat.

Ketua RT 05, Mawur Aji Satmoko, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Menurutnya, keberadaan biopori memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama untuk mengurangi genangan air di musim hujan sekaligus memperbaiki kualitas tanah.

“Lubang biopori ini membuat lingkungan menjadi lebih sehat dan asri. Selain menambah resapan air, juga bisa mengolah sampah organik menjadi pupuk alami. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa UNUSIDA yang telah membantu warga dengan program bermanfaat ini,” ujarnya.

Biopori yang dibuat bersama warga berfungsi ganda: selain sebagai resapan air, juga sebagai media pengolahan sampah rumah tangga. Warga dapat mengisi lubang dengan sampah organik seperti sisa sayur dan daun, yang kemudian terurai menjadi kompos alami untuk menyuburkan tanaman.

Selain di RT 05, mahasiswa KKN 18 juga melakukan penanaman biopori di wilayah RT 08 Desa Waung, kawasan yang sering mengalami genangan air tinggi saat hujan deras. Pemilihan dua titik ini merupakan hasil survei bersama warga agar program benar-benar memberikan dampak nyata dalam mengurangi potensi banjir serta menjaga kualitas lingkungan.

Ketua Kelompok 18 KKN UNUSIDA, Nur Sirojil Anam, menambahkan bahwa program ini lahir dari hasil musyawarah antara mahasiswa, perangkat desa, dan warga setempat. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan KKN 18 di bidang lingkungan.

“Kami berharap biopori yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan oleh warga, bukan hanya saat KKN berlangsung, tetapi juga untuk jangka panjang. Ini menjadi bentuk kenang-kenangan dari kami yang ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, salah satu anggota KKN 18, Aryadilla Putra, menuturkan bahwa biopori adalah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ia berharap, sinergi antara mahasiswa UNUSIDA dan masyarakat dalam pembuatan biopori ini mampu menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan warga Desa Waung. Melalui program ini, Kelompok 18 KKN UNUSIDA bertekad agar kehadiran mahasiswa tidak hanya meninggalkan jejak, tetapi juga warisan positif yang terus berkelanjutan.

“Kami ingin mengajarkan masyarakat bahwa sampah organik bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna. Dengan biopori, kita bisa menjaga lingkungan tetap bersih sekaligus mendapatkan manfaat untuk tanaman,” jelasnya.

Penulis: Mar’atul Husniyah (MY)

UNUSIDA dan SEGi University Malaysia Sepakati Kerja Sama Internasional: Dari Program Akademik hingga Penelitian Bersama 1

UNUSIDA dan SEGi University Malaysia Sepakati Kerja Sama Internasional: Dari Program Akademik hingga Penelitian Bersama

Malaysia, 10 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kolaborasi internasional dengan SEGi University Malaysia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (10/9). Penandatanganan yang berlangsung di Malaysia ini dihadiri langsung oleh Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., beserta jajaran pimpinan universitas.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, yaitu kolaborasi program akademik, pengakuan kredit melalui sistem transfer, penelitian bersama. Selain itu, kedua pihak juga menyepakati melaksanakan program magang penelitian, pertukaran staf dan dosen, seminar dan konferensi bilateral, publikasi informasi bersama kepada masyarakat internasional. Akan tetapi, dalam nota kesepahaman tersebut terdapat klausa tentang kenyataan bahwa setiap kegiatan spesifik akan diatur dalam dokumen tertulis, yang akan sah secara hukum, sebagai berkas yang ditandatangani oleh kedua universitas.Dengan demikian, kesepakatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memiliki kekuatan implementatif yang jelas.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis universitas untuk memperluas jejaring internasional.

“Kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi sivitas akademika UNUSIDA untuk berkembang, berkompetisi, dan berkontribusi di level global. Melalui program pertukaran, riset kolaboratif, hingga penyelenggaraan seminar bersama, mahasiswa maupun dosen akan mendapatkan pengalaman internasional yang sangat berharga,” ujarnya.

Dalam era globalisasi pendidikan, kerja sama antaruniversitas lintas negara menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan daya saing. Dengan adanya program transfer kredit, misalnya, mahasiswa UNUSIDA dapat menempuh sebagian studinya di SEGi University dengan pengakuan akademik penuh. Hal ini memberi peluang besar bagi mahasiswa untuk merasakan atmosfer belajar internasional sekaligus memperluas wawasan budaya.

Selain itu, program pertukaran staf dan dosen memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan yang lebih luas. Para dosen dapat saling berbagi pengalaman mengajar, metode pembelajaran, hingga inovasi riset terkini. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dosen, tetapi juga langsung memperkaya kualitas pembelajaran di kelas.

Dalam MoU yang disepakati, kedua pihak menegaskan bahwa setiap kegiatan kolaborasi akan ditanggung secara mandiri oleh masing-masing pihak, kecuali ada kesepakatan tertulis yang menyatakan sebaliknya. Hal ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk menempatkan kerja sama ini secara profesional dan saling menguntungkan.

Kerja sama ini diperkirakan akan membawa sejumlah dampak positif, di antaranya:

  1. Peningkatan Kualitas Akademik – Melalui program riset bersama, kualitas penelitian dosen dan mahasiswa di UNUSIDA akan semakin meningkat dengan standar internasional.
  2. Peluang Mobilitas Mahasiswa – Mahasiswa UNUSIDA berkesempatan menempuh studi di SEGi University melalui program transfer kredit, magang penelitian, atau seminar internasional.
  3. Penguatan Reputasi Universitas – Sebagai universitas berbasis Nahdlatul Ulama, UNUSIDA dapat menunjukkan kontribusinya di kancah internasional, sekaligus memperluas jejaring strategis dengan perguruan tinggi luar negeri.
  4. Kontribusi Sosial – Publikasi informasi bersama dan kegiatan akademik terbuka akan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam hal akses pengetahuan dan pendidikan lintas negara.

Dr. Fatkul Anam menambahkan bahwa kerja sama ini adalah pintu masuk untuk menjalin hubungan yang lebih luas, tidak hanya dengan SEGi University, tetapi juga dengan berbagai universitas di Asia Tenggara dan dunia.

“Kami berharap, dari kolaborasi ini akan lahir berbagai program turunan yang konkret, seperti penelitian bersama yang berdampak pada kebijakan publik, pertukaran budaya antar mahasiswa, hingga peluang pendanaan riset internasional. Intinya, kami ingin memastikan bahwa kerja sama ini benar-benar memberi manfaat bagi semua pihak,” jelasnya.

Penandatanganan MoU ini menandai babak baru perjalanan internasionalisasi UNUSIDA. Dengan semangat kolaborasi bersama SEGi University Malaysia, UNUSIDA berkomitmen untuk terus memperluas jejaring global, meningkatkan mutu pendidikan, dan mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Kerja sama yang dibangun tidak hanya mempertemukan dua institusi pendidikan, tetapi juga membuka jembatan ilmu, budaya, dan pengalaman yang akan membawa dampak jangka panjang bagi generasi akademik di Indonesia dan Malaysia

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global 2

UNUSIDA dan Universiti Malaya Wales Jalin Kemitraan Strategis, Perluas Lingkup Akademik di Kancah Global

Malaysia,  10 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali mencatatkan langkah penting dalam upaya internasionalisasi, dengan resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Universiti Malaya Wales (UMW), sebuah institusi pendidikan terkemuka di Malaysia. Kesepakatan strategis ini merupakan wujud nyata komitmen UNUSIDA untuk memperluas jaringan akademik, meningkatkan mutu pendidikan, dan menguatkan relevansi riset di tingkat internasional. MoU ini menjadi landasan kerja sama timbal balik antara UNUSIDA dan UMW. Ruang lingkup kerja sama mencakup beragam kegiatan dan program yang berfokus pada kolaborasi akademik, dengan tetap mematuhi ketersediaan dana dan regulasi yang berlaku di masing-masing universitas.

Beberapa poin utama yang akan diimplementasikan antara lain:

  1. Mobilitas Mahasiswa dan Dosen: Kedua belah pihak akan memfasilitasi program pertukaran bagi mahasiswa dan kunjungan bagi akademisi (visiting scholars) untuk memperkaya pengalaman belajar dan mengajar.
  2. Kolaborasi Program Akademik: Kemitraan ini membuka peluang untuk pengembangan program akademik gabungan.
  3. Riset dan Publikasi Bersama: Melakukan kegiatan penelitian kolaboratif yang hasilnya dapat dipublikasikan secara bersama-sama.
  4. Pertukaran Sumber Daya: Berbagi materi akademik dan informasi lain yang bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan.
  5. Pusat Internasional: Mengelola pusat atau unit internasional untuk mendukung program-program kolaborasi.
  6. Kegiatan Ilmiah: Menyelenggarakan kegiatan ilmiah bersama, seperti seminar, pelatihan, konferensi, dan simposium.
  7. Perjanjian ini juga bersifat non-eksklusif, yang memungkinkan kedua universitas untuk menjalin kemitraan dengan institusi lain. Untuk menjamin kelancaran kolaborasi, MoU ini juga mengatur secara rinci perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), kerahasiaan informasi, dan mekanisme penyelesaian sengketa, memastikan setiap kegiatan berjalan secara profesional.

Penandatanganan ini melibatkan dua pihak utama. Dari UNUSIDA, diwakili oleh Rektor Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, yang menandatangani dokumen ini sebagai perwakilan institusi. Sementara itu, dari pihak UMW, perjanjian ditandatangani oleh Prof. Dr. Roselina Ahmad Saufi, FCMI. Kehadiran para pimpinan tertinggi ini menunjukkan keseriusan dan komitmen kuat dari kedua universitas dalam mewujudkan kerja sama.Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini secara resmi dilakukan pada 10 September 2025 di Malaysia. Berlangsung di wilayah UMW, menandakan UNUSIDA mengambil peran aktif sebagai mitra internasional.

Menurut Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, kemitraan ini merupakan langkah fundamental untuk mewujudkan visi UNUSIDA sebagai universitas yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah pintu gerbang penting untuk memperluas cakrawala akademik. “Kemitraan dengan UMW ini membuka pintu bagi UNUSIDA untuk memperluas cakrawala akademik. Kami berharap mahasiswa dan dosen kami dapat memperoleh pengalaman internasional yang riil, baik melalui pertukaran, penelitian gabungan, maupun kegiatan akademik lainnya. Perjanjian ini juga merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan standar internasional.”

Perjanjian ini berlaku selama lima tahun, memberikan waktu yang memadai bagi kedua pihak untuk merancang dan melaksanakan program-program kolaboratif. Jika salah satu pihak ingin mengakhiri kerja sama, pemberitahuan tertulis harus disampaikan enam bulan sebelumnya. Sebaliknya, jika ingin memperpanjang, pemberitahuan harus diberikan pada tahun keempat masa kerja sama. Fleksibilitas ini menunjukkan komitmen jangka panjang tanpa mengikat pihak mana pun secara permanen.Dampak dari kemitraan ini akan terasa di berbagai lapisan. Bagi mahasiswa, mereka akan mendapatkan kesempatan berharga untuk berpartisipasi dalam program mobilitas, yang akan memungkinkan mereka belajar di lingkungan baru dan memperluas wawasan budaya. Bagi dosen, kolaborasi ini membuka peluang riset bersama dan publikasi internasional, yang akan meningkatkan profil akademik mereka.

Secara lebih luas, kolaborasi ini diharapkan mendorong inovasi dalam program akademik, menciptakan kurikulum yang lebih relevan dengan standar global. Selain itu, pertukaran materi akademik dan informasi akan memperkaya sumber daya belajar bagi kedua institusi. Semua ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan mutu lulusan UNUSIDA, yang diharapkan semakin kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

Suasana Pembukaan PKKMB Ke-X UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

PKKMB ke-X, Mahasiswa Baru UNUSIDA Dibekali Semangat Ilmu, Pengabdian, dan Perubahan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ke-X. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (9/9/2025).

Dalam sambutannya, Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNUSIDA, Muhammad Burhanuddin Robbani menekankan bahwa tugas mahasiswa tidak hanya terbatas pada kegiatan belajar di kelas. Ia menegaskan, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara ini menjadi momentum penting untuk membekali mahasiswa baru dengan wawasan akademik, nilai pengabdian, hingga semangat perubahan sosial sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, momentum PKKMB ke-X ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga momentum penanaman nilai dasar, seperti keseimbangan antara akademik, spiritualitas, dan pengabdian sosial.

Ia mendorong mahasiswa baru UNUSIDA siap melangkah menuju masa depan sebagai insan cendekia yang membawa perubahan positif bagi bangsa.

“Mahasiswa dituntut bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan itu untuk menjawab problematika masyarakat. Selain itu, kita perlu menyeimbangkan antara ilmu agama dan ilmu dunia agar menjadi pribadi yang utuh,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, sangat mengapresiasi semangat mahasiswa baru dan menyebutkan bahwa PKKMB tahun ini memiliki arti istimewa.

“Dalam sejarah 11 tahun UNUSIDA, PKKMB kali ini menjadi salah satu yang paling berkesan. Mahasiswa harus menyadari perannya sebagai agen perubahan bangsa. Perubahan besar dimulai dari diri sendiri, keluarga, lalu masyarakat. Seperti kata Bung Karno, bangsa yang besar tidak lepas dari peran mahasiswa,” pesannya.

Ketua PCNU Sidoarjo, KH. Zainal Abidin, berharap agar mahasiswa baru UNUSIDA dapat tumbuh menjadi pemimpin hebat di masa depan. Ia mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan yang akan menempati posisi penting di tengah masyarakat.

“Saya yakin mahasiswa UNUSIDA akan menempati pos-pos penting di tengah masyarakat. Jadilah generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu membawa manfaat bagi umat dan bangsa,” tegasnya.

Kiai Zainal mengingatkan agar mahasiswa menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama. Menurutnya, generasi muda harus memiliki jiwa keilmuan sekaligus spiritualitas yang kokoh, sehingga mampu membawa manfaat luas.

“Semoga ilmu yang kalian dapatkan menjadi ibadah, membentuk pribadi yang berakhlak, dan menjadikan kalian sebagai orang-orang luar biasa,” pungkasnya.

Tampk hadir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2009-2014, Prof.Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Hj. Anik Maslachah, S.Pd., M.Si. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Dr. Feny Apridawati, S, KM,. M. Kes, Ketua PC ISNU Sidoarjo Dr. Sholehuddin, M.Pd.I, dan lain sebagainya. (MY)