Penandatanganan MoU UNWAHA dengan UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNWAHA dan UNUSIDA Teken MoU: Perkuat Kolaborasi Digitalisasi, Publikasi, dan Prestasi Internasional

SIDOARJO — Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang dan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (3/9/2025). Penandatanganan ini menjadi rangkaian kegiatan benchmarking yang dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi Nahdlatul Ulama, khususnya dalam bidang digitalisasi sistem akademik, riset dan publikasi ilmiah, serta peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkhul Anam, M.Si., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi era digital dan persaingan global. Pihaknya bertekad mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional

“Di UNUSIDA, sistem informasi telah kita lakukan digitalisasi di 26 layanan penting. Hal ini tidak hanya menghemat SDM, tetapi juga membangun budaya tertib. Selain itu, dengan sistem SIPOMA 500, mahasiswa terdorong untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti capaian UNUSIDA dalam bidang riset dan publikasi. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, ia mendorong dosen agar aktif dalam penelitian dan pengabdian. Hasilnya, saat ini UNUSIDA masuk 245 besar seluruh PTN/PTS se-Indonesia untuk SINTA indeks. Tak hanya itu, UNUSIDA saat ini memiliki 15 doktor aktif, serta 24 dosen yang sedang menempuh studi lanjut.

“Target kami jelas: percepatan publikasi nasional dan internasional, pencapaian HKI, dan fokus pada prestasi mahasiswa internasional. MoU ini adalah langkah nyata untuk mempercepat pencapaian target tersebut,” tambahnya.

Output yang diharapkan dari MoU ini antara lain lahirnya program kolaboratif seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga penguatan sistem digitalisasi untuk mendukung tata kelola modern.

Direktur Pascasarjana UNWAHA, Dr. H. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I., menyampaikan optimisme dalam menjadi kerja sama dengan UNUSIDA selanjutnya. Ia yakin sinergi ini akan memberi manfaat besar, tidak hanya bagi kedua kampus, tetapi juga untuk masyarakat luas.

“Kami melihat MoU ini sebagai jembatan untuk memperluas cakrawala akademik dan memperkuat kapasitas kelembagaan. UNWAHA siap berkolaborasi dengan UNUSIDA, khususnya dalam penelitian, publikasi, dan inovasi teknologi pendidikan,” ungkapnya.

MoU ini menjadi awal dari program kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan. Kedua universitas sepakat menjadikan kolaborasi ini sebagai model sinergi antarperguruan tinggi berbasis nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Dengan semangat kebersamaan, UNWAHA dan UNUSIDA optimis dapat mencetak lulusan berdaya saing global, menghasilkan riset berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

UNWAHA Benchmarking di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UNWAHA Benchmarking ke UNUSIDA: Sinergi Tingkatkan Digitalisasi, Riset, dan Prestasi Mahasiswa

SIDOARJO — Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) pada Rabu (3/9/2025) pagi. UNWAHA tertarik untuk mempelajari praktik terbaik dalam tata kelola perguruan tinggi, penguatan digitalisasi sistem akademik, serta strategi peningkatan riset dan prestasi mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkhul Anam, M.Si., menyambut rombongan UNWAHA dengan penuh antusias. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa benchmarking merupakan langkah penting untuk saling belajar dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi modern.

“Di UNUSIDA, kami telah melakukan digitalisasi sistem informasi di 26 titik layanan. Dengan digitalisasi ini, kami mampu menghemat sumber daya manusia sekaligus membangun budaya tertib dalam pelayanan. Tidak hanya itu, kami juga memiliki sistem SIPOMA 500 yang mendorong mahasiswa berlomba meraih prestasi akademik maupun non-akademik. Budaya kompetitif ini kami harapkan mampu mengantarkan mahasiswa unggul tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” jelasnya.

Selain digitalisasi, ia juga menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat riset dan publikasi ilmiah. Pihaknya selalu mendorong dosen maupun mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dengan memanfaatkan program hibah dari pemerintah.

“Kami terus mendorong dosen untuk aktif melakukan penelitian dan pengabdian. Saat ini UNUSIDA berada di peringkat 245 besar dari seluruh PTN/PTS di Indonesia untuk indeks SINTA. Kami memiliki 15 doktor aktif berkarya serta 24 dosen yang sedang studi lanjut. Target kami adalah percepatan publikasi nasional maupun internasional, pencapaian HKI, serta lahirnya mahasiswa berprestasi di level global,” tambahnya.

Direktur Pascasarjana UNWAHA, Dr. H. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi tinggi atas keterbukaan UNUSIDA dalam berbagi pengalaman. Menurutnya, perkembangan UNUSIDA selama ini sangat menarik perhatian oleh perguruan tinggi lainnya. Sebab, sebagai kampus yang tergolong baru berdiri mampu mengalami akselerasi yang cukup signifikan dalam waktu singkat.

“Benchmarking ini memberi inspirasi bagi kami di UNWAHA untuk memperkuat digitalisasi, meningkatkan kualitas penelitian, dan menciptakan atmosfer akademik yang kompetitif. Banyak hal yang bisa kami adopsi, terutama dalam pengelolaan prestasi mahasiswa dan dorongan publikasi ilmiah. Harapannya, kegiatan ini berlanjut pada kerja sama nyata yang saling menguntungkan,” ungkapnya.

Kegiatan tampak dihadiri jajaran pimpinan, dosen, dan perwakilan unit kerja strategis dari kedua belah pihak yang diwarnai diskusi interaktif. UNWAHA dan UNUSIDA berkomitmen menjalin sinergi lebih erat demi kemajuan perguruan tinggi berbasis Nahdlatul Ulama, sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Mahasiswa KKN 15 UNUSIDA Berhasil Bangun Gapura Selamat Datang di Perumahan Puri Sampurno, Kalitengah, Tanggulangin (Foto: Devandra)

KKN 15 UNUSIDA Bangun Gapura Selamat Datang di Perumahan Puri Sampurno Desa Kalitengah Tanggulangin

SIDOARJO – Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian masyarakat, Kelompok 15 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses merealisasikan pembangunan Gapura Selamat Datang di Perumahan Puri Sampurno, RT 03 RW 11, Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. Gapura yang berdiri kokoh di pintu masuk perumahan tersebut diresmikan bersama pengurus RT, serta warga setempat, Ahad (31/8/2025) lalu.

Ketua RT 03, Pak Anas, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas inisiatif tersebut. Ia sangat mengapresiasi program ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memperindah lingkungan sekaligus memperkuat identitas kawasan.

Ia yakin, hadirnya gapura ini dapat memberikan kesan positif bagi setiap tamu maupun penduduk yang memasuki kawasan Puri Sampurno.

“Gapura ini membuat lingkungan kami terlihat lebih rapi dan hidup. Terima kasih untuk adik-adik mahasiswa UNUSIDA yang sudah berinisiatif dan bekerja keras bersama kami,” katanya.

Gapura yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai penanda masuk kawasan perumahan, tetapi juga menjadi simbol kekompakan, gotong royong, serta wujud nyata kontribusi mahasiswa UNUSIDA terhadap masyarakat. Dengan desain sederhana namun tetap estetik, gapura tersebut diharapkan mampu memberikan kesan positif bagi warga maupun tamu yang memasuki lingkungan RT 03 RW 11.

Selain mahasiswa, warga RT 03 RW 11 juga turut terlibat dalam proses pembangunan. Mereka ikut membantu mulai dari persiapan material, pengecatan, hingga pemasangan. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bukti nyata semangat gotong royong yang masih terjaga kuat, khususnya di Perumahan Puri Sampurno.

Ketua Kelompok 15 KKN UNUSIDA, Bintang menyampaikan bahwa pembangunan gapura ini merupakan hasil diskusi bersama perangkat desa dan warga sekitar. Ia menyebutkan pembangunan gapura menjadi salah satu program kerja unggulan KKN Reguler UNUSIDA di bidang sosial budaya.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat. Gapura ini menjadi bentuk kenang-kenangan dari kami sekaligus memperindah lingkungan,” ujarnya.

Melalui program kerja ini, Kelompok 15 KKN UNUSIDA berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran mahasiswa sekaligus mempererat hubungan antara dunia kampus dan masyarakat desa.

Selain pembangunan gapura, kelompok 15 KKN UNUSIDA juga melaksanakan berbagai program lain yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pendidikan, serta kebersihan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, mahasiswa berharap program ini bisa menjadi kenangan manis sekaligus memberikan dampak positif jangka panjang bagi warga Puri Sampurno.

“Gapura Selamat Datang Puri Sampurno kini berdiri sebagai hasil kolaborasi yang penuh makna, meninggalkan jejak positif bagi lingkungan dan menjadi kenangan indah dari kegiatan KKN Reguler 2025,” pungkasnya.

Penulis: Devandra (MY)

Yudisium Ke-1 FAI UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium Perdana Fakultas Agama Islam UNUSIDA: Cetak Lulusan yang Siap Mengabdi dan Menginspirasi

SIDOARJO – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) untuk pertama kalinya menggelar Yudisium Ke-1 pada bulan Agustus lalu. Momen bersejarah ini melibatkan dua program studi, yakni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dengan 39 mahasiswa dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dengan 23 mahasiswa.

Acara yudisium ini menjadi tonggak baru bagi FAI UNUSIDA dalam melahirkan sarjana pendidikan Islam yang siap berkontribusi di masyarakat dengan bekal ilmu, akhlak, serta nilai spiritual.

Sementara itu, Rektor UNUSIDA, H. Fatkul Anam, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan yudisium perdana ini. Menurutnya, momen ini menjadi catatan sejarah penting bagi Fakultas Agama Islam UNUSIDA.

“Ini adalah tonggak sejarah bagi FAI UNUSIDA. Lulusan pertama ini menjadi bukti perjuangan mahasiswa yang telah menuntaskan studinya dan dedikasi dosen yang dengan sabar membimbing. Saya sangat mengapresiasi, terlebih bagi mereka yang sambil bekerja tetap berkomitmen menyelesaikan pendidikan S1,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa lulusan FAI harus menjadi cerminan kualitas dan integritas, sekaligus tidak pernah berhenti untuk belajar sepanjang hayat.

“Sebagai lulusan pertama, kalian akan menjadi duta FAI di tengah masyarakat. Jangan puas dengan pencapaian saat ini, karena masih ada tahapan berikutnya. Lulusan FAI bukan hanya dituntut cerdas, tetapi juga harus matang secara spiritual, sehingga mampu menginspirasi dan memberi manfaat bagi sesama,” pesannya.

Dekan FAI UNUSIDA, Fery Kuswanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadi pribadi adaptif dan rendah hati ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Setelah kembali ke rumah masing-masing, kalian harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Ilmu yang didapatkan harus membawa manfaat, bukan justru menjadikan tinggi hati karena telah meraih gelar S1. Jadilah bagian dari masyarakat yang terbaik, sebagaimana pesan Rasulullah: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi lingkungannya,” tuturnya.

Fery juga berharap para lulusan terus mengembangkan ilmu yang telah diperoleh, tidak berhenti pada jenjang sarjana, dan bahkan melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi.

Dengan diselenggarakannya Yudisium Ke-1 ini, Fakultas Agama Islam UNUSIDA resmi menorehkan sejarah baru. Ia berharap para lulusan dapat membawa nama baik almamater sekaligus berperan aktif dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya guna bagi bangsa dan agama.

“Syukur-syukur jika ada yang melanjutkan ke S2. Semoga gelar ini menjadi langkah awal untuk membawa citra kampus tercinta dan menjadikan kalian insan-insan mulia di masyarakat,” pungkasnya. (MY)

KKN Desa Binaan FE UNUSIDA Hidupkan Kembali Tradisi Jimpitan (Foto: Ainur Rokhmah)

Mahasiswa KKN Binaan Fakultas Ekonomi UNUSIDA Hidupkan Kembali Tradisi Jimpitan di Desa Gempol Klutuk

SIDOARJO – Tradisi jimpitan, sebuah budaya gotong royong yang sempat terlupakan, kini kembali menghidupkan semangat kebersamaan di Desa Gempol Klutuk, Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Inisiatif ini digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Binaan Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) 2025 dengan mengadaptasi jimpitan sebagai program penggalangan dana masjid yang modern dan transparan.

Dalam kurun waktu dua minggu, mahasiswa KKN berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 6,8 juta melalui jimpitan rutin tiap pekan. Masing-masing warga menyumbang ‘sejimpit’, kontribusi kecil yang jika dikumpulkan bersama mampu menghadirkan dampak besar.

Ketua Kelompok KKN Desa Binaan Fakultas Ekonomi 2025, Ainur Rokhmah menuturkan bahwa program ini lahir dari keresahan melihat tradisi kebaikan yang mulai ditinggalkan. “Kami ingin menghadirkan kembali budaya lokal yang sarat nilai kebersamaan, sekaligus membantu kebutuhan nyata masyarakat, yaitu pembangunan masjid,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).

Ainur menjelaskan bahwa ia dan tim juga memperkenalkan sistem pencatatan keuangan yang jelas serta laporan berkala kepada warga. Hal ini bertujuan untuk memastikan kepercayaan masyarakat terhadap hasil jimpitan yang terkumpul.

Masjid Al-Hikmah, satu-satunya masjid di desa dengan luas tanah 404 m² dan bangunan utama sekitar 300 m², selama ini menghadapi keterbatasan ruang. Pada hari Jumat maupun perayaan hari besar Islam, banyak jamaah terpaksa melaksanakan ibadah di halaman hingga pinggir jalan. Kondisi ini diperparah dengan masalah banjir yang menyebabkan kesulitan air bersih serta ketiadaan lahan parkir memadai.

“Sejimpit dari warga, jika dijumlahkan akan menjadi kontribusi besar. Ini bukan hanya soal dana, tapi juga semangat kebersamaan yang ingin kami hidupkan kembali di Desa Gempol Klutuk,” tuturnya.

Program jimpitan yang digagas mahasiswa UNUSIDA ini membuktikan bahwa tradisi lama dapat diadaptasi menjadi solusi modern yang berdampak nyata. Lebih dari sekadar mengumpulkan dana, gerakan ini mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa memiliki, dan memberdayakan warga desa secara kolektif.

Hasil dari jimpitan yang terkumpul dalam beberapa pekan pertama menunjukkan respon positif masyarakat. Dana yang terkumpul terus bertambah, menandakan antusiasme warga untuk ikut berpartisipasi.

Dosen pembimbing lapangan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Chairil Anwar, S.P., M.Ak menekankan bahwa program ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan kecil dapat memberi dampak besar. Selain bernilai sosial-ekonomi, kegiatan ini juga mengajarkan mahasiswa tentang pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN berharap jimpitan tidak hanya berhenti pada pembangunan Masjid Al-Hikmah, tetapi dapat berlanjut sebagai budaya kolektif warga dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan desa ke depan.

“Dengan semangat gotong royong, kami bersama warga Gempol Klutuk optimistis pembangunan Masjid Al-Hikmah dapat segera terwujud, sekaligus menjadikan jimpitan sebagai warisan budaya yang relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya.

Kelompok KKN 22 UNUSIDA di Desa Wedoro, Waru, Sidoarjo (Foto: Moch Rafli M)

KKN 22 UNUSIDA Dorong UMKM Lokal dan Ikut Mengajar di MINU Wedoro

SIDOARJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 22 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang beranggotakan 16 mahasiswa sukses melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Wedoro, Kecamatan Waru. Program KKN kali ini berfokus pada dua kegiatan utama, yaitu pendampingan UMKM lokal dan membantu proses belajar mengajar di MINU Wedoro.

Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, mahasiswa KKN memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM terkait strategi pemasaran, pengelolaan keuangan sederhana, hingga pemanfaatan media sosial untuk promosi produk. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM Desa Wedoro di tengah ketatnya persaingan era digital.

Ketua Kelompok KKN 22 UNUSIDA, Moch Rafli Muchibbin, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Menurutnya, momentum KKN menjadi kesempatan dalam mengimplementasikan ilmu yang sudah dipelajari di bangku kuliah.

Seluruh kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa UNUSIDA dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus peningkatan kualitas pendidikan di Desa Wedoro.

“Kami ingin hadir dan memberikan kontribusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Senin (1/9/2025).

Melalui sosialisasi dan praktik sederhana, mahasiswa membantu warga memahami strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

“UMKM adalah tulang punggung perekonomian desa. Kami berharap dengan pendampingan ini, usaha warga dapat semakin maju dan mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” jelasnya.

Antusiasme warga tampak sepanjang kegiatan. Salah satu pelaku UMKM, Bu Mawik, penjual klepon, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari mahasiswa.

“Alhamdulillah, saya jadi lebih paham cara memasarkan dagangan, terutama lewat media sosial. Semoga usaha saya bisa lebih maju,” tuturnya.

Selain fokus pada pemberdayaan UMKM, mahasiswa KKN UNUSIDA juga melaksanakan kegiatan pendampingan belajar di MINU Wedoro. Hal tersebut mendapat sambutan hangat dari Kepala Sekolah MINU Wedoro, Pak Gholib, sangat mengapresiasi peran serta mahasiswa UNUSIDA dalam membantu proses belajar mengajar.

Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan materi pelajaran, tetapi juga menghadirkan metode pembelajaran kreatif yang lebih menyenangkan.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN. Mereka memberi semangat baru bagi siswa sekaligus mendukung guru dalam pembelajaran,” ungkapnya.

Dengan mengusung semangat pengabdian, KKN 22 UNUSIDA berkomitmen menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, baik dalam peningkatan kapasitas ekonomi maupun kualitas pendidikan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah kecil menuju desa yang lebih mandiri, berdaya saing, dan memiliki generasi penerus yang unggul.

Penulis: Moch Rafli M (MY)

Mahasiswa KKN Unusida Bikin Gebrakan di Wadungasih! Nomor Rumah Kini Lebih Tertata dan Memudahkan Warga (Foto: Mir'a Tia Musfiro)

Mahasiswa KKN 12 UNUSIDA Lakukan Penataan Nomor Rumah di Desa Wadungasih

SIDOARJO – Suasana Desa Wadungasih, RT 06 RW 02, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, kini terlihat lebih rapi dan tertata. Hal ini berkat inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Kelompok 12 yang menjalankan program penataan nomor rumah bagi warga setempat.

Program sederhana namun berdampak besar ini disambut positif oleh masyarakat. Selama kegiatan, mahasiswa tidak hanya membuat dan memasang nomor rumah, tetapi juga memastikan penomoran sesuai urutan sehingga memudahkan tamu, pendatang, maupun petugas layanan publik seperti kurir, PLN, hingga tenaga kesehatan.

Ketua Kelompok 12 KKN UNUSIDA, Mir’a Tia Musfiroh menjelaskan bahwa ide program ini lahir dari diskusi dengan perangkat desa. Penataan nomor rumah dianggap sebagai langkah kecil menuju desa yang lebih rapi, aman, dan mudah diakses.

Selain membantu warga, program ini juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan nilai pengabdian masyarakat. Ia berharap kegiatan penataan nomor rumah ini dapat menjadi contoh program KKN yang efektif, bukan sekadar seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat, meskipun sederhana. Harapannya, warga bisa merasakan manfaat nyata dari program ini,” jelasnya.

Dengan langkah kecil ini, mahasiswa KKN UNUSIDA Kelompok 12 membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana, nomor rumah yang tertata rapi, memudahkan semua pihak.

Salah satu warga RT 06, Desa Wadungasih mengaku merasa sangat terbantu dengan program penataan nomor rumah dari mahasiswa KKN UNUSIDA. Menurutnya, inovasi sederhana namun bermanfaat ini sudah lama dinantikan oleh masyarakat desa.

“Selama ini ada beberapa rumah yang belum memiliki nomor jelas. Hal itu sering membingungkan tamu dan bahkan menghambat pelayanan masyarakat. Dengan adanya penataan ini, kami merasa terbantu,” ungkapnya.

Pihaknya sangat mengapresiasi Program penataan nomor rumah ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga mempermudah berbagai layanan masyarakat, mulai dari distribusi paket, pendataan administrasi, hingga akses petugas kesehatan. Mahasiswa KKN UNUSIDA secara aktif membuat, memasang, dan menata nomor rumah agar lebih jelas serta teratur.

“Inovasi dari mahasiswa sangat kami nantikan. Program seperti ini penting untuk meningkatkan kerapian desa sekaligus memudahkan pelayanan publik. Kami merasa sangat terbantu,” pungkasnya.

Penulis: Mir’a Tia Musfiro (MY)

KKN UNUSIDA Gelar Workshop Pendampingan UMKM: Digital Marketing, Pengelolaan Keuangan & Desain Canva Menuju UMKM Go Digital di Desa Sarirogo (Foto: Fastabiqul K)

KKN 06 UNUSIDA Gelar Workshop Pendampingan UMKM Tentang Digital Marketing, Pengeloaan Keuangan, dan Desain Canva di Desa Sarirogo

SIDOARJO – Dengan semangat mendukung transformasi ekonomi kerakyatan, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 06 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Workshop Pendampingan UMKM tentang Digital Marketing, Pengelolaan Keuangan, dan Desain Canva Menuju UMKM Go Digital. Kegiatan yang melibatkan para pelaku UMKM lokal ini dilaksanakan di Pendopo Mbah Broto, Dusun Luwung, RT 09 RW 02 Desa Sarirogo, Sidoarjo, Senin (18/8/2025) lalu.

Koordinator Divisi Mahasiswa (KORDIVMA) KKN 06 UNUSIDA, Bagus Nurmantyas mengatakan bahwa timnya kali ini mengusung tagline Kilau Sarirorgo. Ia menjelaskan bahwa tagline ini dipilih sebagai representasi dari semangat mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata untuk memajukan desa.

“Tagline Kilau Desa Sarirogo kami maknai sebagai tekad untuk menghadirkan program kerja yang tidak hanya bermanfaat secara langsung bagi masyarakat, tetapi juga meninggalkan kesan positif dan berkelanjutan,” ungkapnya, Senin (1/9/2025).

Menurut Bagus, berbagai program yang dijalankan KKN 06 UNUSIDA berfokus pada pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, serta peningkatan literasi digital dan lingkungan. Dengan adanya tagline tersebut, tim KKN berharap dapat memberikan inspirasi sekaligus semangat baru bagi warga Desa Sarirogo untuk terus berkembang.

Diantaranya Workshop Pendampingan UMKM ini menjadi bagian dari program kerja unggulan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendorong UMKM agar mampu bersaing dan berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Peserta kegiatan ini menyasar para pelaku UMKM lokal mendapatkan materi praktis mengenai strategi pemasaran digital, pencatatan keuangan sederhana, serta pemanfaatan aplikasi Canva untuk mendesain promosi produk yang menarik dan profesional,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, KKN UNUSIDA berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong UMKM lokal menuju UMKM Go Digital, sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu narasumber Fastabiqul Khoiroh memberikan pendampingan secara langsung tentang branding produk melalui aplikasi Canva.

Selain pemaparan materi, peserta juga diajak melakukan praktik langsung, mulai dari membuat akun bisnis di media sosial, mencatat transaksi menggunakan aplikasi keuangan, hingga mendesain flyer dan konten promosi digital melalui Canva.

“UMKM harus mulai beradaptasi dengan dunia digital. Melalui digital marketing, pengelolaan keuangan yang rapi, serta desain promosi yang menarik, produk lokal bisa lebih dikenal luas dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Kegiatan ini disambut positif oleh pelaku UMKM di Desa Sarirogo. Siti, salah satu peserta workshop kali mengaku merasa terbantu dalam memahami cara mengembangkan usaha dengan strategi yang lebih modern.

“Saya jadi tahu bagaimana cara membuat promosi produk yang menarik, sekaligus belajar mengatur keuangan usaha saya dengan lebih baik,” katanya. (MY)

ZE Talk - Mengenal Inisiatif Proyek Karbon Pertamina Group HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto:Muchammad Waziruddin)

HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Berpartisipasi Aktif dalam ZE Talk: Mengenal Inisiatif Proyek Karbon Pertamina Group

SIDOARJO – Dalam semangat kolaborasi dan penguatan wawasan mahasiswa mengenai isu-isu strategis energi berkelanjutan di Indonesia, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berpartisipasi aktif dalam kegiatan nasional bertajuk ZE Talk yang diselenggarakan oleh zonaebt.com. Webinar edisi kali ini mengangkat tema ‘Mengenal Inisiatif Proyek Karbon Pertamina Group’ yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (28/07/2025).

ZE Talk merupakan program unggulan dari PT Zona Media Pembaru, sebuah startup berbasis media informasi dan edukasi yang sejak 2021 konsisten berfokus pada literasi energi terbarukan dan ekosistem transisi energi di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan berbagai institusi akademik dan komunitas pemuda sebagai mitra partisipatif, termasuk HIMA TL UNUSIDA yang mengirimkan delegasi pengurus dan anggota sebagai peserta aktif.

Koordinator Hubungan Eksternal & Kemitraan sekaligus penanggung jawab partisipasi, Gilang Ramadhani Kurniawan, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam agenda strategis nasional. Tak hanya itu, partisipasi HIMA TL UNUSIDA kali ini menjadi bagian dari implementasi program kerja ENVIRO NEXUS, yang diinisiasi oleh Departemen UDARA (Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan).

“Kami berharap mahasiswa teknik lingkungan tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu terlibat dalam dinamika kebijakan dan proyek nyata yang dijalankan pelaku industri, seperti proyek karbon di Pertamina Group,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam ZE Talk edisi ini, HIMA TL UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. “Alhamdulillah, kami sebagai mahasiswa dapat terus aktif dalam forum lingkungan yang dapat memperkuat kapasitas intelektual, jejaring strategis, dan kontribusi nyata generasi muda teknik lingkungan di masa kini maupun mendatang,” ungkapnya.

Webinar menghadirkan Vice President Strategic Partnership, Acquisition & Marketing Pertamina New & Renewable Energy, Yessa Arthur Erriadita sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, Yessa menekankan bahwa proyek karbon bukan sekadar offset emisi, tetapi transformasi struktural menuju model bisnis energi yang berkelanjutan.

“Inisiatif ini mencakup pendekatan holistik dari pengembangan teknologi hingga skema kemitraan strategis lintas sektor. Pertamina mendukung penuh target Net Zero Emission 2060 melalui implementasi proyek karbon berbasis energi baru terbarukan,” jelasnya.

Peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai mekanisme pasar karbon, peran Pertamina dalam menginisiasi proyek karbon nasional, serta integrasi inisiatif tersebut dengan agenda transisi energi. Diskusi interaktif juga menyoroti pentingnya literasi publik dan kontribusi generasi muda dalam mendukung keberhasilan agenda hijau nasional.

Delegasi HIMA TL UNUSIDA tampak aktif dalam sesi tanya jawab, menunjukkan semangat kontribusi mahasiswa terhadap isu strategis lingkungan dan keberlanjutan. Partisipasi ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga ruang memperluas jejaring serta membuka dialog antara akademisi dan pelaku industri energi.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA 2025 Gelar PINTAR DIGITAL: Ajarkan Siswa SD Wonokarang Membuat Presentasi Kreatif dengan Canva (Foto: Ismawati Ainur)

PINTAR DIGITAL: Mahasiswa KKN Tematik UNUSIDA Ajarkan Siswa SD Wonokarang Membuat PPT Kreatif dengan Canva

SIDOARJO – Sebagai bagian dari program edukasi literasi digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Pelatihan Interaktif Digital (PINTAR DIGITAL) di SDN Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, pada Selasa (19/8/2025) lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh 28 siswa ini berfokus pada pengenalan pembuatan presentasi (PPT) menggunakan aplikasi Canva, sebuah platform desain digital yang ramah pengguna dan kreatif. Dalam pelatihan tersebut, para siswa diajak untuk mengenal dasar-dasar penggunaan Canva, mulai dari menambahkan teks, gambar, menyusun slide, hingga membuat animasi agar presentasi terlihat lebih menarik.

Ketua Kelompok KKN Tematik UNUSIDA, Ferdie Arya Jantanu, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung peningkatan literasi digital di Desa Wonokarang. Ia berharap, keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal siswa untuk menghadapi tantangan era digital sejak usia dini.

“Kami ingin siswa SD Wonokarang lebih melek teknologi dan kreatif sejak dini. Dengan Canva, mereka bisa belajar membuat presentasi yang menarik dan mudah, yang ke depannya bermanfaat untuk tugas sekolah maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.

Ferdie menjelaskan bahwa pengenalan Canva dipilih karena aplikasinya ramah pengguna dan dapat diakses dengan mudah. “Anak-anak SD sekarang sudah akrab dengan gawai, sehingga penting untuk mengarahkan mereka ke penggunaan yang produktif. Canva membantu mereka belajar menyampaikan ide dengan cara kreatif dan menyenangkan,” jelasnya.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya, mencoba fitur-fitur Canva, hingga menghasilkan desain presentasi sederhana namun kreatif. Bahkan, dua siswa turut menyampaikan kesan mereka usai mengikuti pelatihan.

Putri, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa pelatihan yang diberikan sangat membantu dan mudah dipahami. Melalui pendampingan interaktif, para siswa diperkenalkan dengan dasar-dasar membuat slide presentasi, memilih template, memadukan warna, menambahkan gambar, hingga menyusun alur cerita sederhana.

“Untuk pelajaran PPT hari ini cukup mudah dipahami dan gampang untuk dilakukan kembali. Semoga kakak-kakak bisa kembali lagi ke sini dan mengajar kami,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa SD Wonokarang untuk lebih siap menghadapi tantangan era digital. “Untuk pelajaran hari ini sangat menyenangkan dan terima kasih kakak-kakak KKN telah mengajarkan membuat karya,” pungkasnya.

Penulis: Ismawati Ainur (MY)