Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA Dampingi UMKM Wonokarang dalam Pendaftaran NIB dan Sertifikasi Halal (Foto: Ismawati Ainur)

Mahasiswa KKN Tematik Filkom UNUSIDA Gandeng ISNU Jatim, Dampingi Legalitas dan Akses Digital UMKM di Desa Wonokarang

SIDOARJO – Sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan pendampingan legalitas dan digitalisasi UMKM di Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, (10/8/2025) lalu.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Proses Produk Halal (PPH) Lembaga Sertifikasi Halal (LSH) Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur dan mencakup pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta penautan lokasi bisnis UMKM ke Google Maps agar lebih mudah diakses konsumen.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari perwakilan PW ISNU Jawa Timur Bu Fafa yang turut mendampingi proses sertifikasi halal. Hingga akhir program, sebanyak 20 UMKM berhasil terdaftar di Google Maps, sehingga produk lokal memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.

“Saya senang sekali bisa membersamai adik-adik KKN UNUSIDA, terutama untuk para pelaku usaha yang akhirnya mendapatkan legalitas NIB dan sertifikat halal. Antusias warga luar biasa, formulir yang terkumpul ada 20 usaha yang didaftarkan, mulai dari makanan dan minuman seperti es degan, gorengan, rujak gado-gado, dan sebagainya,” jelasnya.

Ia sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNUSIDA dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan sertifikasi halal di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya sinergi akademisi dan profesional dalam mendampingi UMKM.

“Hari ini mereka membawa pulang NIB yang sudah dicetak oleh teman-teman KKN, dan itu menjadi kebanggaan tersendiri. Usaha mereka kini dilegalkan, bukan hanya oleh masyarakat, tetapi juga oleh negara. Semoga manfaatnya terus berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KKN Tematik Filkom UNUSIDA, Rafi Rabbani Rouf menjelaskan bahwa program ini diinisiasi untuk menyiapkan UMKM menghadapi tantangan era digital.

Dengan adanya pendampingan ini, para pelaku UMKM Desa Wonokarang kini memiliki legalitas yang jelas dan akses digital yang lebih baik. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami ingin UMKM di Desa Wonokarang tidak hanya berkembang secara lokal, tetapi juga siap bersaing di pasar yang lebih luas. Legalitas usaha dan kehadiran di platform digital seperti Google Maps adalah langkah awal untuk itu,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi keilmuan mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi desa. Dengan adanya legalitas dan akses digital, kami berharap usaha warga tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di era ekonomi digital,” terangnya kepada Humas UNUSIDA, Kamis (28/8/2025).

Salah satu peserta, Ibu Sriyatin, mengungkapkan rasa syukurnya atas bimbingan dan bantuan dalam pengurusan legalitas usaha. Menurutnya legalitas usaha sangat penting dalam meningkatkan branding usaha di mata konsumen.

“Saya merasa sangat terbantu sekali, soalnya tanpa repot kita bisa mendapatkan sertifikasi halal dan pengurusan NIB. Kakak-kakak mahasiswa juga membantu membenahi berkas yang perlu dilengkapi. Terima kasih atas bantuannya,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa UNUSIDA dalam program serupa dapat terus dikembangkan agar lebih banyak UMKM yang terbantu. “Harapannya ke depan selalu semakin dikembangkan sosialisasi seperti ini ke masyarakat, karena banyak yang punya usaha tapi bingung cara mengurusnya. Program seperti ini benar-benar sangat membantu, apalagi ada pengurusan halal dan NIB gratis,” harapnya.

Penulis: Ismawati Ainur (MY)

Dokumentasi Partisipasi Aktif Hima Teknik Lingkungan UNUSIDA dalam Green Skilling #21 (Foto: Muchammad Waziruddin)

HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Aktif dalam Green Skilling Edisi 21, Menanam Green Mindset dari Akar

SIDOARJO – Upaya menanamkan budaya berkelanjutan sejak dini kini semakin menegaskan peran strategis kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia pendidikan, bisnis, dan komunitas. Hal ini tercermin dalam kegiatan Green Skilling Edisi 21 bertema ‘Menanam Green Mindset dari Akar: Peran Bisnis dan Komunitas dalam Mendorong Transformasi Hijau’ yang digelar oleh Yayasan LindungiHutan, Kamis (24/7/2025) lalu secara daring melalui Zoom Meeting.

Webinar nasional ini menghadirkan peserta dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa, pelaku industri, pegiat komunitas, hingga pemerhati lingkungan dari seluruh Indonesia. Sebagai wujud komitmen memperkuat literasi dan kesadaran lingkungan, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) turut berpartisipasi aktif dalam forum tersebut.

Keterlibatan ini menjadi bagian dari program unggulan ENVIRO INSIGHT yang diinisiasi Departemen AIR (Akademik, Inovasi, dan Riset) dan berkolaborasi dengan Departemen UDARA (Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan) HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA.

Kepala Departemen AIR, Chalimatus Sa’diyah, yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam forum ini adalah strategi pembelajaran berbasis isu global. Ia meyakini bahwa kolaborasi semacam ini akan menjadi pilar penting dalam membentuk generasi teknokrat lingkungan yang tanggap, berdaya saing, dan berintegritas.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya kuat dalam aspek teknis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan keberlanjutan. Inilah bentuk nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan,” ungkapnya.

Webinar menghadirkan tiga narasumber kunci yang memberikan perspektif berbeda namun saling melengkapi. Seperti Sekar Dwi Setyaningrum Branch Operation Support PT SUCOFINDO sekaligus Dosen Praktisi Kampus Merdeka Kemendikbud yang menjadi narasumber pertama. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan transformasi internal perusahaan menuju praktik berkelanjutan. “Green mindset harus dibangun dari dalam. Bukan sekadar label, tetapi praktik nyata seluruh elemen perusahaan,” tegasnya.

Sementara itu, Environmental Specialist PT SUCOFINDO Dissa Natria menyoroti pentingnya pola pikir dalam mewujudkan keberlanjutan bisnis. “Tantangan terbesar bukan pada teknologi, melainkan mindset. Jika green mindset tertanam, keputusan bisnis akan otomatis selaras dengan keberlanjutan,” jelasnya.

Senada, Wakil Sekretaris Umum 1 Indonesia Green Ranger, Haris Prasetyo membawa perspektif komunitas dengan menekankan peran aktivisme generasi muda. “Transformasi hijau dimulai dari komunitas kecil, dari obrolan hingga aksi nyata di akar rumput,” ujarnya.

Selain memberi inspirasi, kegiatan ini membuka ruang diskusi strategis tentang bagaimana transformasi hijau dapat diinisiasi dan dikawal bersama. Benang merah yang muncul adalah bahwa green mindset bukan lagi slogan, melainkan fondasi berpikir dan bertindak menghadapi tantangan masa depan yang kompleks.

Partisipasi HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA dalam kegiatan ini menegaskan langkah konkret mahasiswa untuk memperluas jejaring keilmuan, meningkatkan literasi lingkungan, sekaligus mengukuhkan peran sebagai agen perubahan. Melalui Green Skilling Edisi 21, mahasiswa diajak tidak hanya membicarakan isu lingkungan sebagai wacana, tetapi juga menjadikannya panggilan aksi bersama.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

KKN Al Hidayah 2025 Sukses Gelar Workshop Ecoprint bagi Santri (Foto: KKN Al Hidayah 2025)

KKN Al Hidayah 2025 Gelar Workshop Ecoprint, Ukir Cerita Alam di Kain

SIDOARJO – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Al Hidayah 2025 sukses menyelenggarakan Workshop Ecoprint dengan mengusung tema ‘Mengukir Cerita Alam di Kain: Perjalanan Kreatif dalam Dunia Ecoprint untuk Masa Depan yang Lebih Hijau’, di Pondok Pesantren Al Hidayah Ketegan, Tanggulangin, Sidoarjo, Jumat (22/8/2025) lalu.

Koordinator Tim KKN Al Hidayah 2025, Fitri menjelaskan bahwa ecoprint dipilih sebagai tema karena mampu memadukan seni, ekonomi kreatif, dan kepedulian lingkungan. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran kreatif bagi para santri untuk mengenal teknik ecoprint sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Ecoprint bukan hanya sekadar keterampilan, tetapi juga wujud sinergi antara kreativitas dan keberlanjutan. Setiap motif yang tercetak adalah cerita alam yang mengingatkan kita untuk menjaga lingkungan bersama,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).

Dalam workshop ini, peserta mendapat pengalaman langsung mulai dari pengenalan bahan-bahan alami yang digunakan, teknik pewarnaan kain, hingga praktik mencetak motif daun dan bunga pada media kain. Proses tersebut memperlihatkan bagaimana alam meninggalkan jejak estetis yang unik serta bernilai seni tinggi.

Teknik ecoprint yang memanfaatkan daun, bunga, dan bahan alam lainnya untuk mencetak motif pada kain, memberikan pengalaman belajar yang unik. Santri tidak hanya berlatih ketelitian dan kesabaran, tetapi juga mengasah kreativitas dalam memadukan warna dan pola. Kegiatan ini menjadi sarana pembentukan softskill seperti kerja sama, inovasi, problem solving, hingga jiwa wirausaha.

Workshop Ecoprint yang digelar Tim KKN Al Hidayah 2025 tidak hanya memperkenalkan teknik seni ramah lingkungan, tetapi juga menghadirkan nilai tambah berupa penguatan softskill bagi para santri. Ia dan tim menegaskan komitmennya menjadikan program ini sebagai langkah nyata dalam mendorong lahirnya generasi kreatif, mandiri, dan peduli lingkungan.

Melalui Workshop Ecoprint ini, Tim KKN Al Hidayah 2025 ingin menghadirkan pengalaman belajar yang bukan hanya estetis bagi santri, tetapi juga berdampak pada pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal munculnya inovasi baru yang mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan kelestarian alam.

“Santri harus dibekali keterampilan yang tidak hanya mendukung akademik, tetapi juga bermanfaat secara praktis di masyarakat. Ecoprint dapat membuka peluang usaha kreatif sekaligus membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan santri sebuah keterampilan baru, tetapi juga inspirasi untuk mengembangkan potensi lokal sebagai peluang usaha ramah lingkungan. Ecoprint dinilai relevan dengan tren ekonomi kreatif dan slow fashion yang semakin mendapat perhatian masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh bekal keterampilan kreatif yang relevan dengan kebutuhan masa kini, sekaligus menumbuhkan sikap peduli lingkungan,” pungkasnya.

Penulis: Rizqi Afandirana (MY)

Foto Bersama Pengurus Ormawa Usai Mubes ke-10 Fakultas Ekonomi (Foto: Humas UNUSIDA/Feni)

Mubes Fakultas Ekonomi X Unusida: Regenerasi Menuju Kepemimpinan yang Progresif dan Visioner

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-X pada Senin (25/8/2025). Kegiatan tersebut dipusatkab di Kampus 2 lantai 3 yang berlangsung dari pagi hingga malam dengan semangat demokrasi dan kebersamaan yang tinggi.

Mubes yang menjadi sebuah agenda penting dalam Ormawa kali ini mengusung tema ‘Regenerasi Menuju Kepemimpinan yang Progresif dan Visioner’. Kegiatan ini dihadiri oleh tiga elemen utama Ormawa di lingkungan Fakultas Ekonomi, yaitu Himpunan Mahasiswa Prodi Akuntansi (HIMAKSI), Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen (HIMAMASDA), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi.

Sidang Pleno: Transparansi, Evaluasi, dan Gagasan Baru

Agenda utama Mubes X adalah sidang pleno yang membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari setiap organisasi. Sidang ini menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap program kerja yang telah dilaksanakan selama satu periode.

Ketua HIMAKSI UNUSIDA, M. Agiel Putra, menyampaikan berbagai capaian organisasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Kegiatan seperti seminar akuntansi, pelatihan, dan aksi sosial dipaparkan secara transparan.

Sementara itu, Ketua HIMAMASDA, Romaldi Jabbar, menekankan fokus program kerja pada pengembangan soft skill dan kewirausahaan. Beberapa pelatihan berhasil diselenggarakan dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa, menjadi catatan positif dalam LPJ organisasi.

Tak kalah penting, Gubernur Fakultas Ekonomi, M. Alvin Dwi Yunianto, menjelaskan peran BEM sebagai lembaga eksekutif yang mengoordinasikan himpunan mahasiswa. Program BEM menitikberatkan pada sinergi antar organisasi, advokasi mahasiswa, dan penguatan citra fakultas di lingkungan kampus. Alvin juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi, terutama dalam hal koordinasi, yang akan menjadi perhatian bagi kepengurusan selanjutnya.

Regenerasi: Menata Estafet Kepemimpinan

Setelah penyampaian LPJ, sidang berlanjut ke pembahasan program kerja ke depan dan proses regenerasi kepemimpinan. Forum menyepakati perlunya kaderisasi yang lebih terstruktur dan terarah demi mencetak pemimpin muda yang progresif, visioner, dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, ketua pelaksana Mubes X Fakultas Ekonomi, Achmad Misbachul Farid, menegaskan bahwa Mubes bukan hanya agenda tahunan, tetapi wadah pembelajaran demokrasi dan ruang melahirkan pemimpin baru. Menurutnya, Mubes juga sebagai bentuk komitmen terhadap pentingnya proses kaderisasi dan pembentukan kepemimpinan mahasiswa yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Mubes adalah ruang diskusi gagasan, dan wadah regenerasi. Ini sangat vital untuk keberlangsungan organisasi mahasiswa,” ujarnya.

Seluruh rangkaian sidang berlangsung kondusif dan dinamis, dipandu oleh pimpinan sidang Rizal Idul Fitrianto. Meski berlangsung sepanjang hari, para peserta tetap konsisten dan antusias mengikuti jalannya sidang hingga selesai.

Harapan Baru untuk Kepemimpinan Mahasiswa

Mubes X Fakultas Ekonomi Unusida ditutup dengan semangat baru dan harapan besar bagi lahirnya kepengurusan yang lebih solid dan adaptif. Hasil-hasil Mubes menjadi pondasi awal bagi keberlanjutan organisasi kemahasiswaan yang lebih terarah dan berdampak.

Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi tidak hanya aktif di bidang akademik, tetapi juga memiliki komitmen dalam pembangunan karakter, kepemimpinan, serta tanggung jawab sosial. Proses regenerasi yang sehat dan partisipatif inilah yang akan menjadi motor utama lahirnya pemimpin muda NU yang progresif dan visioner di masa mendatang.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

Pajak Bertutur 2025 di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Pajak Bertutur 2025, Tekankan Pentingnya Literasi Perpajakan Bagi Mahasiswa

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sidoarjo Selatan menggelar kegiatan Pajak Bertutur 2025 di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (27/8/2025). Acara ini diikuti sekitar 60 peserta dari kalangan mahasiswa dari lintas program studi, dan menjadi bagian dari program nasional yang serentak dilaksanakan di sekolah dasar hingga perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan Implementation Agreement antara KPP Pratama Sidoarjo Selatan dengan Prodi Akuntansi dan Manajemen UNUSIDA. Dengan mengusung tema ‘Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju’, kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi perpajakan, menumbuhkan budaya sadar pajak sejak dini, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan edukasi publik terkait kewajiban perpajakan.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si menekankan pentingnya literasi pajak bagi mahasiswa. Ia sangat mengapresiasi antusias mahasiswa dalam mengikuti kegiatan di kampus di tengah liburan semester. Alhasil meskipun mahasiswa baru akan aktif kuliah pada 22 September mendatang, kegiatan ini tetap digelar sebagai bekal awal yang sangat penting.

“Acara Pajak Bertutur ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran sivitas akademika, khususnya mahasiswa, untuk mengenal pentingnya pajak sebagai penopang pembangunan nasional. Harapannya, mahasiswa mendapat tambahan literasi perpajakan, memahami ketentuan-ketentuan terbaru, dan mampu berperan aktif dalam membangun budaya sadar pajak di masyarakat,” ujarnya.

Pajak sebagai Penopang Pembangunan

Kepala Seksi KPP Pratama Sidoarjo Selatan, Sigit Danang Joyo, menjelaskan bahwa Pajak Bertutur merupakan bagian dari program Inklusi Kesadaran Pajak hasil kerja sama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Kesadaran pajak perlu ditanamkan sejak dini, termasuk di kalangan mahasiswa. Mereka adalah calon pemimpin bangsa sekaligus generasi penerus yang akan berperan besar dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional. Di tangan mahasiswa inilah masa depan kepatuhan perpajakan Indonesia berada,” jelasnya.

Sigit menambahkan, kontribusi pajak terhadap penerimaan negara sangat besar. Pada tahun 2023, dari total penerimaan APBN sekitar Rp2.700 triliun, sebesar Rp1.869 triliun atau 67% berasal dari pajak. Pada 2024, penerimaan negara meningkat menjadi sekitar Rp2.800 triliun dengan porsi pajak tetap menjadi sumber utama.

Membangun Generasi Sadar Pajak

Kegiatan ini diisi dengan sesi sosialisasi, diskusi interaktif, serta pengenalan jenis-jenis pajak yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Penghasilan (PPh), hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Para peserta terlihat antusias mengikuti acara, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait mekanisme, manfaat, dan peran pajak dalam pembangunan.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran membayar pajak sebagai bagian dari kewajiban warga negara yang baik,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, UNUSIDA dan KPP Pratama Sidoarjo Selatan berharap terjalin kerja sama yang berkesinambungan dalam bidang edukasi perpajakan. Selain menambah wawasan mahasiswa, kegiatan ini juga memperkuat peran kampus dalam mendukung pemerintah meningkatkan kepatuhan pajak di masyarakat luas. (MY)

Dewi Sri Rahayu, S.Ak saat Menerima Piagam Penghargaan Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi UNUSIDA dari Rektor (Foto: Humas UNUSIDA)

Dewi Sri Rahayu: Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Bukti Kerja Keras dan Doa

SIDOARJO – Dewi Sri Rahayu, S.Ak, menjadi lulusan terbaik Program Studi Akuntansi sekaligus Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Hal tersebut disampaikan saat Yudisium ke-9 FE UNUSIDA di Ballroom PCNU Sidoarjo, Kamis (7/8/2025) lalu.

Dewi berhasil lulus dengan IPK 3,94 mengungguli lulusan Fakultas Ekonomi UNUSIDA lainnya. Meskipun begitu, Dewi mengaku bahwa pencapaian ini menjadi momen yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Alhamdulillah, tentu perasaan saya sangat bersyukur dan terharu bisa mendapat penghargaan sebagai lulusan terbaik. Saya percaya pencapaian ini bukan hanya hasil usaha saya pribadi, tapi juga doa orang tua, bimbingan dosen, dan dukungan teman-teman,” ungkapnya saat diwawancara oleh Tim Humas UNUSIDA, Selasa (26/8/2025).

Motivasi Ganda: Membanggakan Orang Tua dan Membuktikan Diri

Bagi Dewi, motivasi terbesar selama kuliah adalah kedua orang tua dan keluarga. Sejak awal menempuh pendidikan tinggi, ia tidak hanya belajar, tetapi juga bekerja untuk membiayai studinya sendiri.

“Selain ingin membuat orang tua bangga, saya juga ingin membuktikan kepada diri sendiri bahwa dengan kerja keras dan doa, semua bisa tercapai,” tuturnya.

Tantangan yang Menguatkan

Menjalani kuliah sembari bekerja bukan perkara mudah. Dewi harus pintar membagi waktu, tenaga, dan pikiran agar semua kewajiban dapat terselesaikan.

“Tantangan terbesar adalah menyeimbangkan kuliah dan pekerjaan. Ada kalanya benar-benar lelah, tapi justru dari situ saya belajar tentang disiplin, tanggung jawab, manajemen waktu, dan pentingnya konsistensi,” ujarnya.

Peran UNUSIDA dalam Perjalanan Akademik

Dewi juga menegaskan bahwa peran UNUSIDA, khususnya Fakultas Ekonomi, sangat besar dalam perjalanan akademiknya. Selain mendapatkan bekal ilmu, ia juga mendapat kesempatan bekerja di lingkungan kampus yang sangat membantunya.

“Saya berterima kasih kepada dosen-dosen yang bukan hanya membimbing di kelas, tetapi juga memberi arahan tentang kehidupan dan karier. Dukungan itu menjadi salah satu alasan saya bisa menyelesaikan studi sampai akhir,” jelasnya.

Pesan untuk Mahasiswa

Sebagai lulusan terbaik, Dewi memberikan pesan berharga untuk adik tingkatnya. Menurutnya, hal terpenting dalam hidupnya adalah dapat menikmati setiap proses dalam kuliah maupun bekerja.

“Jangan pernah menyerah pada keadaan. Nikmati prosesnya, jangan hanya mengejar hasil. Dan yang paling penting, libatkan doa orang tua dalam setiap langkah, serta jangan takut meminta arahan dari dosen. Percayalah, usaha tidak akan mengkhianati hasil,” pesannya.

Rencana ke Depan

Setelah lulus, Dewi berencana untuk terus mengembangkan diri melalui studi lanjut maupun memperluas pengalaman kerja.

“Kalau soal menikah, tentu itu bagian dari rencana hidup juga, tapi waktunya biar Allah yang atur. Yang jelas, saya ingin tetap produktif dan bermanfaat, di jalur apa pun yang saya tempuh,” ujarnya.

Harapan untuk UNUSIDA

Lebih lanjut, Dewi menyampaikan harapannya untuk kampus tercinta. Ia berharap, UNUSIDA dapat berkembang menjadi kampus yang diperhitungkan di tengah masyarakat.

“Semoga UNUSIDA, khususnya Fakultas Ekonomi, terus berkembang menjadi kampus yang melahirkan generasi unggul, berdaya saing, dan berakhlak. Semoga semakin banyak inovasi, kesempatan, dan fasilitas yang mendukung mahasiswa untuk berprestasi, baik akademik maupun non-akademik. Dan semoga nama UNUSIDA semakin harum, bukan hanya di Sidoarjo, tapi juga di tingkat nasional dan internasional,” harapnya. (MY)

Kegiatan pelatihan MC 3 Bahasa di Pondok Pesantren Burhanul Hidayah (Foto: Dokumentasi KKN UNUSIDA 25)

Kelompok 25 KKN UNUSIDA Inisiasi Pelatihan MC 3 Bahasa, Latih Kepercayaan Diri Santri

SIDOARJO – Mahasiswa Kelompok 25 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menginisiasi Pelatihan MC 3 Bahasa bagi santri di Pondok Pesantren Burhanul Hidayah, Krembung, Sidoarjo. Kegiatan yang mengusung tema ‘Berbicara Percaya Diri, Menginspirasi dengan 3 Bahasa’ di pusatkan di di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Burhanul Hidayah, Krembung, Sidoarjo, Ahad (24/8/2025).

Ketua kelompok 25 KKN UNUSIDA, Moch. Bahaauddin Al Hasany menjelaskan, kegiatan ini bertujuan melatih kepercayaan diri para santri, memberikan bekal keterampilan public speaking, sekaligus mempersiapkan mereka untuk terjun di masyarakat.

“Dengan adanya pelatihan ini, para santri diharapkan mampu tampil percaya diri, komunikatif, dan adaptif dalam berbagai forum, sehingga siap menjadi generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dengan penuh wibawa,” jelasnya.

Keunikan pelatihan ini terletak pada penggunaan tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang memperkuat identitas kebangsaan, Bahasa Arab sebagai bahasa keilmuan dan tradisi pesantren, serta Bahasa Jawa sebagai sarana komunikasi sehari-hari di tengah masyarakat. Perpaduan ini menjadikan para santri tidak hanya piawai berbicara di panggung, tetapi juga luwes menyesuaikan diri dengan berbagai audiens.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow interaktif, Arina Rahmatika yang juga merupakan anggota Kelompok 25 KKN UNUSIDA menyampaikan materi seputar pentingnya peran seorang MC dalam keberhasilan sebuah acara. Peserta diajak memahami teori sekaligus praktik langsung, mulai dari teknik membuka acara, menjaga suasana, hingga menutup acara dengan baik.

“Merasakan dampaknya sangat penting, karena MC tidak sekadar memberi aba-aba jalannya acara, melainkan menjadi kunci suksesnya sebuah kegiatan,” ungkapnya.

Pelatihan ini diikuti belasan santri senior Pondok Pesantren Burhanul Hidayah dengan antusias tinggi. Para peserta tampak aktif berlatih, berdiskusi, serta mencoba berbicara dalam tiga bahasa berbeda.

“Semoga program ini dapat membangkitkan potensi para santri, sehingga kepercayaan diri mereka semakin terasah dan bisa memberi manfaat lebih luas,” harapnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi santri yang percaya diri, komunikatif, serta mampu menularkan ilmunya kepada adik kelas. Dengan begitu, budaya public speaking yang sehat, inspiratif, dan multibahasa dapat terus berkembang baik di lingkungan pesantren maupun di masyarakat luas.

Penulis: Lailatus Saadah (MY)

Kelompok 4 KKN UNUSIDA Beri Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah (Foto: Humas UNUSIDA)

Solusi Cerdas Mahasiswa Kelompok 4 KKN UNUSIDA, Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

SIDOARJO – Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) 4 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menghadirkan program kerja inovatif dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai guna, yaitu lilin aromaterapi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (29/07/2025) lalu di Balai RT 20 Desa Gebang, Kabupaten Sidoarjo, dan mendapat sambutan antusias dari warga.

Ketua Kelompok 4 KKN UNUSIDA Erlangga Abiarta Nugraha mengatakan, minyak jelantah kerap menjadi persoalan lingkungan karena penanganannya yang kurang tepat, seperti dibuang ke saluran air atau ke tanah. Menyadari permasalahan tersebut, ia dan tim KKN menghadirkan solusi kreatif dengan mengubah limbah berbahaya ini menjadi produk ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis.

“Kami melihat banyak warga yang belum sadar akan bahaya minyak jelantah jika dibuang sembarangan. Melalui program ini, kami ingin memberikan edukasi sekaligus demonstrasi langsung bagaimana limbah ini bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari,” ujar Erlangga, Jum’at (22/8/2025).

Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan mengedukasi warga tentang pengelolaan limbah rumah tangga, sekaligus memberikan solusi kreatif dan ramah lingkungan. Di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, para mahasiswa memperkenalkan metode sederhana mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang aman, wangi, dan estetis.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mempraktikkan langsung proses pembuatan lilin aromaterapi. Bahan-bahan yang digunakan pun sederhana dan mudah diperoleh, di antaranya minyak jelantah yang sudah disaring, parafin, pewarna dari crayon, serta pewangi berbahan dasar non-alkohol kemudian dicetak dalam wadah cantik. Hasilnya, lilin-lilin ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai estetika dan potensi ekonomi.

Respon masyarakat sangat positif. Selain tertarik mengikuti pelatihan, beberapa warga bahkan telah mencoba membuat lilin aromaterapi sendiri untuk keperluan rumah tangga maupun sebagai produk usaha rumahan.

Ibu-ibu RT 20 Desa Gebang contohnya, yang menjadi peserta utama dalam pelatihan kali ini. Mereka berpartisipasi aktif mulai dari tahap pemanasan parafin, pencampuran minyak jelantah, hingga pewarnaan dan pencetakan lilin aromaterapi. Tak hanya itu, masyarakat juga diberikan panduan tentang teknik pengemasan sederhana agar warga dapat mengembangkan keterampilan ini menjadi peluang usaha rumahan.

Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan, melainkan berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga. Dengan demikian, selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, warga juga berpeluang memperoleh manfaat ekonomi dari hasil olahan limbah tersebut.

“Melalui program ini, Kelompok 4 KKN UNUSIDA berharap dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan di masyarakat, serta menginspirasi pengelolaan limbah yang lebih bijak dan bernilai guna tinggi,” pungkasnya.

UNUSIDA Gelar Rapat Kerja Pimpinan 2025–2026: Perkuat Tata Kelola, Maksimalkan Resources, dan Pastikan Arah Strategis Kampus 1

UNUSIDA Gelar Rapat Kerja Pimpinan 2025–2026: Perkuat Tata Kelola, Maksimalkan Resources, dan Pastikan Arah Strategis Kampus

SIDOARJO, 20 Agustus 2025 — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Tahun Akademik 2025–2026 dengan fokus utama memperkuat tata kelola perguruan tinggi, memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, dan memastikan arah strategis universitas terjalin dengan baik dari pimpinan tertinggi hingga unit pelaksana di bawahnya. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA yang dihadiri seluruh jajaran pimpinan universitas, dekan fakultas, kepala program studi, kepala UPT, lembaga, biro, bagian, divisi serta perwakilan Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT PBNU).

Rapat kerja ini membahas berbagai program prioritas kampus, termasuk upaya peningkatan kualitas akademik, penguatan riset dan inovasi, serta penataan sistem manajemen agar UNUSIDA mampu bersaing dan beradaptasi dengan dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompleks. Melalui forum strategis ini, seluruh pimpinan universitas diajak menyamakan visi, memperkuat koordinasi lintas unit, serta merumuskan langkah nyata yang dapat diimplementasikan secara berkesinambungan.

“Internalisasi program ini penting agar semua pimpinan, mulai dari rektorat, fakultas, hingga program studi, mengetahui arah strategis ke depan. Kita juga memastikan bahwa semua resources dapat dimaksimalkan. Jika ada masalah sekecil apa pun, dapat segera diatasi,” ungkap Rektor UNUSIDA dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa mengelola perguruan tinggi jauh lebih kompleks dibandingkan mengelola sekolah, karena tingkat kompetensi, kebutuhan regulasi, dan tuntutan stakeholders jauh lebih tinggi.

Hal senada disampaikan Sekretaris LPT PBNU, yang turut hadir dan memberikan arahan khusus kepada jajaran pimpinan kampus. “Mengelola perguruan tinggi tidaklah sederhana. Pilihannya jelas: kita harus mampu bertahan dan berkembang. Aspek tata kelola menjadi sangat penting agar kampus bisa survive juga mampu berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Rapat kerja ini diharapkan menghasilkan output yang konkret, yaitu rencana program kerja terpadu yang dapat dijalankan secara terukur dan efisien sepanjang tahun akademik 2025–2026. Melalui perencanaan yang matang, UNUSIDA menargetkan peningkatan mutu layanan pendidikan, akreditasi program studi yang lebih baik, serta penguatan kolaborasi dengan mitra industri, pemerintah, dan organisasi masyarakat.

“Rakerpim ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menyusun langkah strategis ke depan. Kami berharap setiap keputusan yang diambil dapat langsung diimplementasikan, sehingga tidak ada kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan,” tambah Rektor.

Dengan komitmen bersama, UNUSIDA berupaya mewujudkan tata kelola yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan. Sekretaris LPT PBNU menegaskan kembali pentingnya keberlanjutan program yang sudah dirintis. “Kita tidak boleh terjebak hanya pada rutinitas. Setiap program harus berorientasi pada hasil dan berdampak langsung pada masyarakat serta reputasi universitas. Itulah ukuran keberhasilan sebuah perguruan tinggi,” ujarnya.

Penutup rapat kerja menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, antara lain penyelarasan program kerja fakultas dengan rencana strategis universitas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola kampus, serta penguatan mekanisme monitoring dan evaluasi.

Melalui Rakerpim 2025–2026 ini, UNUSIDA menunjukkan kesungguhannya untuk membangun perguruan tinggi yang tangguh, kompetitif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.

Hima Teknik Lingkungan UNUSIDA Turut Serta dalam Ganeca Talks Series II 2025 (Foto: HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA)

Perluas Wawasan Teknis, HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Kolaboratif dalam Ganeca Talks Series II

SIDOARJO – Upaya membangun pemahaman teknis sekaligus regulatif dalam pengelolaan lingkungan terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antar institusi. Hal ini tercermin dalam kegiatan Ganeca Talks Series II bertema ‘Dari Regulasi ke Realisasi: Pertek untuk Pemanfaatan dan Pembuangan Air Limbah’ yang diselenggarakan secara nasional dan daring melalui Microsoft Teams pada Kamis (17/07/2025) lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi, praktisi, hingga akademisi lingkungan ini turut menghadirkan partisipasi aktif Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kehadiran HIMA TL UNUSIDA merupakan bagian dari program unggulan Enviro Insight. Hasil gagasan Departemen Akademik, Inovasi, dan Riset (AIR) dan dilaksanakan sinergis bersama Departemen Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan (UDARA).

Dalam forum ini, HIMA TL UNUSIDA berkolaborasi dengan PT. Ganeca Environmental Services, lembaga riset dan konsultasi lingkungan berbasis di Bandung yang berdiri sejak 2014 dengan pendiri dari alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga memperkuat relevansi pembelajaran mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja di bidang lingkungan.

Kepala Departemen AIR HIMA TL UNUSIDA, Chalimatus Sa’diyah, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam forum seperti ini. Menurutnya, semangat keterbukaan dan kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas edukasi serta literasi lingkungan di bidang keinsinyuran.

“Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memahami isu nyata di lapangan, terutama yang berkaitan dengan kebijakan teknis lingkungan. Dari sini, wawasan akademik kita terhubung langsung dengan praktik profesional,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).

Forum ilmiah ini menghadirkan dua narasumber dari PT. Ganeca Environmental Services, yakni Aditia Adyanugraha Arfan, S.T. dan Nur Latifa Ristiaramdani, S.T.. Keduanya memaparkan secara rinci tentang Persetujuan Teknis (PERTEK) dalam pemanfaatan dan pembuangan air limbah. Materi yang disampaikan mencakup dinamika implementasi regulasi di lapangan, tantangan administratif, hingga pendekatan teknis yang sesuai dengan persyaratan pemerintah.

Para peserta memperoleh wawasan konkret mengenai peran PERTEK, yang bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi juga instrumen penting untuk menjamin kegiatan pengelolaan air limbah berjalan dengan prinsip kehati-hatian, kepatuhan, dan standar teknis yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Diskusi juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor industri, konsultan, dan pemerintah dalam memastikan tata kelola air limbah yang efektif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual mahasiswa untuk memahami aspek teknis dan kebijakan secara langsung dari para praktisi. Dengan pendekatan edukatif yang praktis, Ganeca Talks Series II berhasil mempertemukan dunia akademik dan profesional dalam satu forum yang bermakna.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Chalimatus Sa’diyah menegaskan visinya sebagai komunitas akademik yang aktif membangun kolaborasi eksternal demi penguatan kapasitas internal. Ia mengaku sangat terbuka dan tidak melewatkan berkolaborasi dengan PT. Ganeca Environmental Services dalam forum ini. Ia berharap dapat berlanjut dalam forum-forum edukatif lainnya di masa mendatang.

“Keterlibatan HIMA TL UNUSIDA dalam Ganeca Talks Series II bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan kolektif dalam memperjuangkan tata kelola lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)