Suasana Yudisium Ke-9 FKIP UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium Ke-9 FKIP UNUSIDA: Cetak Calon Guru Visioner, Berdampak, dan Berintegritas di Era Digital

SIDOARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-9 dengan tema ‘Mencetak Calon Guru yang Visioner, Berdampak, dan Berintegritas di Era Teknologi Digital’. Kegiatan ini dipusatkan di Jie Poek DW, Jl. Sunandar Priyo Sudarmo, Larangan blok Ruko Royal Palace Larangan BlokN9-12 dan Blok M15-18, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (12/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, menyampaikan bahwa Yudisium ini menjadi momen penting bagi para lulusan untuk meneguhkan peran sebagai pendidik yang tak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi dan menjadi teladan di tengah masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang lebih luas bagi bangsa, agama, dan masyarakat.

“Mulai detik ini, kalian sudah bisa menggunakan gelar S.Pd di belakang nama. Tetapi lebih dari itu, ilmu yang telah kalian raih adalah awal dari proses pengabdian. FKIP memiliki peran strategis membentuk generasi penerus bangsa, bukan hanya dibekali pengetahuan akademis dan keterampilan pedagogis, tetapi juga nilai akhlak mulia dan karakter islami yang menjadi ciri khas lulusan Nahdlatul Ulama,” jelasnya saat menyampaikan sambutan.

Ia menyoroti besarnya tanggung jawab guru di era modern, terlebih dengan banyaknya contoh negatif di lingkungan sosial yang terekam dalam budaya populer. Ia mengingatkan bahwa guru harus menjadi teladan yang memberi arah moral bagi peserta didik.

Oleh karena itu, Fatkul Anam menekankan tiga hal penting ketika menjadi seorang pendidik nantinya. Pertama, jadilah pendidik yang besar. Guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi pembentuk akhlak dan legenda kejujuran serta keteladanan.

Yang kedua, teruslah belajar sepanjang hayat. Dunia pendidikan dan teknologi terus berkembang. Guru sejati adalah mereka yang tidak berhenti mengasah kompetensi dan mengikuti perkembangan zaman.

Ketiga, teruslah menebarkan manfaat di manapun berada. Sebab, keberhasilan sejati seorang pendidik tidak diukur dari gelar atau jabatan, tetapi dari seberapa besar ia memberi manfaat dan menginspirasi orang lain. Ia berharap, lulusan FKIP UNUSIDA siap menjadi guru visioner yang berdampak positif, menjunjung tinggi integritas, dan mampu beradaptasi di tengah arus teknologi digital.

“Keberhasilan kalian diukur dari sejauh mana anak-anak, keluarga, dan masyarakat dapat meneladani apa yang kalian lakukan. Mari jadikan momen ini sebagai pijakan untuk menembus batas dan menjadi pendidik yang mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I memberikan motivasi mendalam kepada peserta yudisium. Menurutnya, kesuksesan dalam dunia pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan akademis, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan hidup berdampingan dengan masyarakat.

“Sejauh mana Anda bisa mengikuti perkembangan dan mampu hidup berdampingan dengan masyarakat, saat itulah Anda akan menemukan hal-hal yang sebelumnya tak pernah terbayangkan. Justru dari sanalah kesuksesan akan hadir, di tengah ketatnya kompetisi dunia pendidikan,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sidoarjo tersebut juga mengingatkan pentingnya kreativitas dan semangat pengabdian. Ia menekankan pesan Ketua BPP UNUSIDA bahwa di manapun berada, lulusan harus memiliki niat hikmah kepada jami’ah (lembaga) dan berkomitmen mengembangkan agama.

Ia membagikan pengalamannya yang berawal dari guru ngaji hingga kini dipercaya menjadi Sekretaris BPP UNUSIDA. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian dan pengalaman adalah bekal penting untuk menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan.

“Kalau kita berhikmat, insyaallah rezeki akan datang, bukan kita yang mengejar rezeki. Jadilah guru yang menjaga nama baik profesi, bermanfaat bagi lingkungan, dan terus menebar kebaikan. Bahkan jika tak menjadi guru formal, Anda bisa menjadi guru ngaji, pelatih, atau pendidik dalam bentuk lainnya,” pesannya.

Yudisium ke-9 FKIP UNUSIDA ini diakhiri dengan penyerahan SK kelulusan dan ucapan selamat kepada seluruh peserta. Para calon lulusan diharapkan tidak hanya menjadi pendidik yang cakap di bidangnya, tetapi juga menjadi insan yang visioner, berdampak positif bagi masyarakat, serta menjunjung tinggi integritas di era teknologi digital. (MY)

Gerakan Nasional Cerdas Keuangan Pegadaian Syariah dan UNUSIDA Menggelar Gerakan Nasional Cerdas Keuangan bagi Mahasiswa (Foto: Humas UNUSIDA)

Pegadaian Syariah Gandeng UNUSIDA, Gencarkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan

SIDOARJO – Dalam rangka meningkatkan literasi dan kesadaran pengelolaan keuangan di kalangan generasi muda, Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya Cabang Syariah Sidoarjo bekerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Workshop bertajuk Gerakan Nasional Cerdas Keuangan. Acara yang mengusung tema ‘Masyarakat Cerdas Keuangan, Mandiri Finansial’ ini berlangsung di Hall Lantai 5, Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (11/8/2025).

Asisten Manager Pegadaian Sidoarjo, Galuh Mekar Kuncoro, dalam sambutannya mengajak mahasiswa untuk mengalihkan kebiasaan anak muda dari meminjam uang di platform pinjaman online (Pinjol) menuju investasi yang lebih aman dan menguntungkan, seperti emas.

“Kami ingin mahasiswa memahami pentingnya menyiapkan masa depan dengan investasi yang minim risiko dan memiliki nilai yang stabil, seperti emas,” ujarnya.

Galuh menjelaskan bahwa tujuan utama workshop kali ini adalah untuk mengedukasi generasi muda seputar pengelolaan keuangan, strategi investasi emas, serta pengenalan produk-produk layanan Pegadaian Syariah yang sesuai prinsip syariah.

“Kami ingin mahasiswa memiliki kesadaran finansial sejak dini, mampu menghindari kebiasaan buruk seperti ketergantungan pada pinjaman online, dan beralih pada investasi yang lebih aman serta bermanfaat untuk masa depan,” terangnya.

Ia menambahkan, emas tidak hanya berfungsi sebagai alat lindung nilai dari inflasi, tetapi juga dapat menjadi modal penting untuk perencanaan jangka panjang, seperti pendidikan, pernikahan, hingga memulai usaha.

“Investasi emas adalah membeli masa depan dengan harga saat ini. Nilainya cenderung stabil, mudah dicairkan, dan menjadi salah satu instrumen investasi yang minim risiko,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 UNUSIDA, H. Ali Masykuri, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi Pegadaian Syariah dengan UNUSIDA. Menurutnya, mahasiswa juga harus cerdas dalam mengatur keuangan antara kebutuhan pribadi dan akademik.

“Kami sangat menyambut baik kerja sama ini, karena mahasiswa juga penting memahami kemandirian finansial. Setelah lulus, mereka perlu memiliki jiwa entrepreneur dan mampu menyiapkan investasi masa depan yang cerah menuju Indonesia Emas,” ungkapnya.

Ali Masykuri juga menekankan bahwa pemuda harus memiliki kemampuan mengelola keuangan, mulai dari menyiapkan dana darurat, memahami risiko investasi, hingga memaksimalkan hasil yang diperoleh.

“Saya harap, mahasiswa UNUSIDA dapat mengembangkan ilmu yang didapat untuk mengedukasi masyarakat di sekitarnya tentang pengelolaan keuangan yang sehat,” harapnya. (MY)

Momen Lomba Tari Kreasi Tingkat Kabupaten Sidoarjo yang diselenggarakan oleh UKM Samita Trance UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UKM Samita Trance Sukses Gelar Lomba Tari Kreasi Tingkat Kabupaten Sidoarjo, Perebutkan Piala Rektor UNUSIDA

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Samita Trance Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Lomba Tari Kreasi Tingkat Kabupaten Sidoarjo yang diikuti oleh puluhan pelajar tingkat TK-SMA. Kompetisi yang memperebutkan Piala Rektor UNUSIDA untuk dipusatkan di Art Center Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda), alan Airlangga 67, Sidoarjo, Sabtu (9/8/2025).

Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, sangat mengapresiasi lomba tari kreasi kali ini. Sebab menjadi salah satu bentuk dalam melestarikan warisan budaya, khususnya tari, adalah salah satu bentuk tanggung jawab kita terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

“Tari mengandung banyak pesan yang bisa membentuk karakter, kedisiplinan, dan kekompakan, yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan seperti lomba tari ini bukan hanya sekedar ajang perlombaan, tetapi juga merupakan sarana untuk menjaga dan meneruskan tradisi budaya yang telah ada sejak lama.

“Kegiatan seperti ini dapat menjadi semangat bagi kita untuk terus melestarikan budaya tari, terutama yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Melalui lomba ini, kita juga dapat memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dan menghargai warisan budaya yang dimiliki bangsa kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta lomba yang hadir. Ia berharap agar setiap peserta, baik yang nantinya menjadi pemenang maupun yang belum beruntung, dapat memperoleh pengalaman berharga dari ajang ini.

“Kejuaraan ini adalah bagian dari proses belajar yang harus dilatihkan secara terus-menerus. Pengalaman ini akan menjadi bekal untuk kita semua dalam memperkenalkan dan mengembangkan seni tari sebagai bagian dari identitas bangsa,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi dunia seni tari di Kabupaten Sidoarjo. Ia menegaskan bahwa melalui ajang ini, selain menciptakan wadah bagi para pelaku seni untuk berkompetisi, juga sebagai bentuk upaya untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan Indonesia.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk meneruskan budaya kita, yang nantinya akan menjadi identitas bangsa kita yang semakin dikenal dan dihargai di seluruh dunia,” harapnya.

Ketua Pelaksana, Nur Aisyah Fitri menyampaikan bahwa lomba ini diikuti oleh tiga kategori, yaitu kategori A, peserta dari tingkat TK hingga kelas 3 SD, kategori B diikuti peserta dari kelas 4 hingga 6 SD, serta kategori C yang diikuti peserta dari tingkat SMP, SMA, atau sederajat.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 53 grup tari, dari berbagai jenjang pendidikan dengan total peserta mencapai lebih dari 100 orang. Lomba tari kreasi ini bertujuan untuk menggali potensi dan kreativitas generasi muda dalam dunia seni tari, sekaligus menjadi sarana untuk memupuk kecintaan terhadap budaya tradisional Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten Sidoarjo. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan seni tari dan pelestarian budaya Indonesia,” ujar Aisyah.

Ia menyebutkan, kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi antara berbagai pihak. Mulai dari Pimpinan Universitas, Biro Kemahasiswaan, Dewan Kesenian Sidoarjo, Komite Tari, hingga para pembimbing dan seluruh tim panitia yang bekerja keras dari awal persiapan hingga pelaksanaan.

Ia menjelaskan, Lomba Tari Kreasi ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai bentuk tari kreasi baru yang inovatif, namun tetap tidak meninggalkan unsur budaya tradisional yang kaya.

“Terima kasih atas dukungan dari semua pihak. Kami berharap acara ini menjadi langkah nyata dalam merawat warisan budaya bangsa dan memberi ruang bagi para seniman muda untuk terus berkarya,” pungkasnya. (MY)

Jaring Aspirasi dan Evaluasi Ormawa Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Bangun Komunikasi dan Sinergi, BEM FT UNUSIDA Gelar Jaring Aspirasi dan Evaluasi Ormawa

SIDOARJO — Upaya penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan terus dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui kegiatan bertajuk ‘Jaring Aspirasi dan Evaluasi Ormawa’. Agenda ini digelar di Ruang Auditorium Lantai 5, Kampus 2 UNUSIDA, Ahad (22/6/2025) lalu.

Dengan mengusung tema ‘Aspirasi Mahasiswa Meningkatkan Kinerja Organisasi’, kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi pengurus dan anggota organisasi mahasiswa di lingkup Fakultas Teknik, yang meliputi BEM FT, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), dan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK).

Ketua Pelaksana, Ikhbal Sifa’ Unnas yang juga Koordinator Departemen Pengembangan SDM BEM FT UNUSIDA membuka forum dengan paparan evaluatif. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang cair namun terarah di antara pimpinan ormawa.

“Kinerja kolektif lahir dari pola pikir kolaboratif. Setiap ormawa butuh ekosistem komunikasi yang sehat,” ungkap Ketua HIMA Teknik Industri 2024 tersebut.

Sementara itu, Ketua BEM FT UNUSIDA Erlangga Abiartha Nugraha, menyoroti pentingnya promosi dan eksistensi ormawa. Ia menyampaikan rencana integrasi media sosial dan website Fakultas Teknik sebagai kanal publikasi resmi, yang akan difasilitasi oleh Biro Humas UNUSIDA nantinya.

Ketua HMTI UNUSIDA, Yongki Syaputra mengungkapkan aspirasi tentang perlunya membangkitkan kembali minat mahasiswa berorganisasi. Ia  mengingatkan bahwa organisasi mahasiswa adalah ruang belajar yang partisipatif, bukan instansi profesional dengan tuntutan absolut.

“Organisasi harus menarik dan inklusif. Kita perlu pendekatan baru agar mahasiswa merasa butuh dan nyaman untuk terlibat,” ujarnya.

Senada, Ketua HMTL UNUSIDA, Ihsan Abu Ridho, menggarisbawahi perlunya perbaikan komunikasi dalam perekrutan kepanitiaan. Sementara Wakil Ketua HMTK UNUSIDA, Ulil Najwa, mengusulkan pelatihan soft skill digital untuk mendukung promosi ormawa di media sosial.

“Terlebih di Fakultas Teknik, dengan SDM yang terbatas, fleksibilitas dan kesadaran kolektif sangat penting sekali,” tegasnya.

Dengan semangat keterbukaan dan evaluasi bersama, forum ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kapasitas ormawa Fakultas Teknik UNUSIDA yang lebih komunikatif, solutif, dan adaptif terhadap dinamika mahasiswa masa kini. (MY)

Para Pemenang English Festival Hima PBI UNUSIDA Tingkat SMA/Sederajat se-Jawa Timur (Foto: Humas UNUSIDA)

Hima PBI UNUSIDA Sukses Gelar English Festival 2025 Tingkat SMA/Sederajat se-Jawa Timur

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (Hima PBI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melalui penyelenggaraan English Festival 2025. Acara tahunan yang digelar di Gedung PCNU Sidoarjo ini diikuti puluhan pelajar SMA/sederajat dari berbagai daerah di Jawa Timur, Selasa (6/8/2025).

Tahun ini, English Festival menghadirkan empat cabang lomba bergengsi: Singing Competition, Speech Contest, News Anchor Competition,dan Story Telling Contest. Setiap cabang dirancang untuk mengasah keterampilan berbahasa Inggris peserta, sekaligus menguji kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan tampil di depan publik.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai wadah pengembangan diri generasi muda.

“English Festival bukan hanya lomba, tetapi ajang untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris, membangun rasa percaya diri, dan membentuk generasi yang siap bersaing di era global,” ujarnya.

Sepanjang kompetisi, peserta menunjukkan performa terbaik mereka. Ada yang memukau dengan kepiawaian berbicara di depan umum, membawakan berita layaknya jurnalis profesional, menjiwai cerita dengan penuh ekspresi, hingga menampilkan vokal yang memikat.

Adapun lomba kali ini menghadirkan dewan juri terdiri dari dosen PBI UNUSIDA dan alumni yang berkiprah di bidang bahasa Inggris. Penilaian dilakukan secara profesional berdasarkan penguasaan bahasa, teknik penyampaian, kreativitas, dan orisinalitas ide.

Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang di setiap cabang lomba. Para juara menerima penghargaan secara langsung di hadapan peserta, panitia, dan tamu undangan, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan persiapan mereka.

Sementara itu, Ketua panitia, Afifatur Rachmadina menyampaikan harapannya agar English Festival dapat menjadi agenda yang terus berkembang. Dengan antusiasme peserta dan dukungan penuh dari civitas akademika UNUSIDA, English Festival 2025 menjadi bukti komitmen Hima PBI dalam mencetak generasi muda yang unggul, berprestasi, dan berwawasan global.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga membangun jaringan dan kerja sama antar sekolah di Jawa Timur, serta memotivasi siswa untuk terus belajar dan percaya diri menggunakan bahasa Inggris,” tuturnya.

Penulis: Ken Izzun (MY)

Indah Dwi Cahyani, Mahasiswi Manajemen UNUSIDA Raih Juara 3 Lomba Poster Nasional UNNES 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Indah Dwi Cahyani, Mahasiswi Manajemen UNUSIDA Raih Juara 3 Lomba Poster Nasional UNNES 2025

SIDOARJO – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kali ini Indah Dwi Cahyani, mahasiswi Program Studi Manajemen, sukses meraih Juara 3 Lomba Poster Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES) tahun 2025.

Indah mengungkapkan, informasi lomba ini ia temukan melalui akun Instagram info lomba infografis. Ketertarikannya pada dunia desain mulai tumbuh sejak melihat berbagai karya di media sosial tersebut, mendorongnya untuk mempelajari teknik desain dengan komposisi yang tepat.

“Tema lomba tahun ini adalah Menyemai Benih Inovasi: Bersama Generasi Muda Akselerasi SDGs untuk Indonesia Emas 2045. Saya memilih subtema Ekonomi Cerdas karena ingin menyoroti peran generasi muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan,” jelas Indah kepada HUMAS UNUSIDA, Jum’at (8/8/2025).

Poster yang ia buat menampilkan data pendukung, aksi nyata, dan ajakan bagi generasi muda untuk membangun perekonomian melalui teknologi dan kreativitas. Tantangan terbesarnya adalah merangkum isu kompleks seperti SDGs, ekonomi inklusif, dan peran pemuda menjadi visual yang ringkas, komunikatif, dan tetap menarik.

“Proses editing dan revisi membutuhkan ketelitian agar desain tetap akurat dan sesuai ketentuan lomba. Saya ingin poster ini tidak hanya estetis, tapi juga mampu menyampaikan pesan dengan efektif,” tambahnya.

Meski ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti lomba di tingkat nasional, Indah berhasil membuktikan kemampuannya dalam dunia desain grafis. Sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi, Indah tidak hanya ingin fokus di bidang keilmuannya saja. Akan tetapi ia juga berusaha dengan kreatif, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional, sekecilpun peluang yang ada.

“Saya bersyukur dan bangga bisa meraih Juara 3. Prestasi ini memotivasi saya untuk terus belajar, berkembang, dan berani mengambil tantangan baru,” ungkapnya.

Indah juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga dan sepupunya yang memberi dukungan, masukan, dan kritik membangun selama proses pembuatan poster. Ke depan, ia berharap dapat terus berkarya, berkontribusi dalam menyuarakan isu-isu penting melalui media visual, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kompetisi adalah sarana yang sangat baik untuk mengasah kemampuan, memperluas jaringan, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Jangan takut mencoba, karena setiap proses membawa pelajaran. Yang terpenting adalah berani melangkah, terus belajar, dan tidak mudah menyerah,” tuturnya. (MY)

6 Mahasiswa UNUSIDA Resmi Lolos Magang Mandiri Wijaba 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

6 Mahasiswa UNUSIDA Resmi Lolos Magang Mandiri Wijaba 2025, Siap Menapaki Dunia Kerja Profesional

SIDOARJO – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Sebanyak enam mahasiswa dari Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) resmi dinyatakan lolos seleksi Magang Mandiri Wijaba 2025. Sebuah program bergengsi yang mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke dunia kerja melalui pelatihan dan pengalaman langsung di lapangan.

Magang Mandiri Wijaba dikenal memiliki proses seleksi ketat, khususnya untuk divisi Edukasi Lingkungan (EL) yang dilalui para peserta UNUSIDA. Tahapan seleksi terdiri dari administrasi, tes teknologi dan basic knowledge + FGD, wawancara, dan micro teaching.

Keenam mahasiswa UNUSIDA yang lolos Magang Mandiri Wijaba 2025, diantaranya 3 mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Akuntansi 2023, yaitu Ulul Azmi Badriyah, Lilis Rachmawati, dan Nifhfu Lailaturohma. Sedangankan, 3 mahasiswa lainnya dari Prodi Informatika 2023, yaitu Ahmad Zubaidi, Muhammad Fahrul Alfanani, dan Muhammad Tegar Kurniawan.

Salah satu peserta yang lolos, Lilis Rachmawati menceritakan pengalamannya mengikuti seleksi. Ia mengaku pertama kali mengetahui program ini dari sosialisasi fakultas. Setelah lolos tahap administrasi, ia mulai mempelajari lebih lanjut tentang Wijaba dan mempersiapkan diri menghadapi tahapan berikutnya.

“Untuk FGD, saya mencari beberapa referensi topik yang mungkin keluar. Saat wawancara, saya jawab dengan jujur dan apa adanya. Saya juga mempersiapkan mental agar bisa tampil percaya diri,” ungkap mahasiswi Akuntansi angkatan 2023 tersebut, Jum’at (8/8/2025).

Lilis mengungkapkan bahwa tahap micro teaching menjadi tantangan tersendiri baginya. Sebab, ia berasal dari jurusan Akuntansi yang tidak memiliki mata kuliah pedagogik. Oleh karena itu, Lilis meminta bantuan temannya dari jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) untuk belajar teknik mengajar.

“Persiapannya singkat sekali, apalagi saat diumumkan saya langsung diminta membuat video micro teaching. Untungnya, saya bisa belajar cepat dari teman saya sehingga tetap bisa memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Menurutnya, faktor yang membuatnya lolos adalah sikap terbuka terhadap hal-hal baru dan kemauan untuk belajar. “Saya suka mencoba pengalaman baru dan membangun koneksi. Saya juga pernah punya pengalaman mengajar, mungkin itu menjadi nilai plus,” katanya.

Lilis berharap, melalui program magang ini, ia dapat mengembangkan kemampuan public speaking dan soft skill lainnya. Ia bertekad untuk menunjukkan bahwa mahasiswa UNUSIDA tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga siap berkompetisi di tingkat nasional dan mengasah keterampilan profesional.

“Karena di divisi Edukasi Lingkungan, kita akan mengajar sekaligus mendapatkan pelatihan sebulan sekali. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk bekal di dunia kerja,” jelasnya.

Mahasiswa UNUSIDA tersebut menyebutkan bahwa persiapan menjadi kunci keberhasilan. Pada tahap awal, ia fokus menyusun CV yang rapi, tertata, dan menarik. Saat sesi basic knowledge, FGD, dan wawancara, ia berusaha tenang, pasrah, dan meyakinkan diri untuk menjawab pertanyaan semaksimal mungkin.

“Untuk micro teaching, saya belajar public speaking di malam hari sebelum tes, menyesuaikan penjelasan dengan tema yang sudah ditentukan,” ungkapnya.

Senada, mahasiswi Akuntansi lainnya, Ulul Azmi Badriyah mengungkapkan, persaingan sangat ketat karena semua peserta memiliki kualitas yang baik. Namun, salah satu faktor penentu kelolosannya adalah keaktifan menjawab pertanyaan pada sesi FGD dan wawancara, sementara sebagian peserta lain terlihat ragu atau bingung.

Menariknya, meskipun berasal dari bidang akuntansi dan teknologi, ia melihat relevansi besar magang ini terhadap pengembangan diri. Ulul berkomitmen untuk mengembangkan kemampuan soft skill seperti public speaking, keberanian, dan mental yang kuat selama mengikuti magang nantinya. Hal tersebut dapat membuka peluang di berbagai bidang di luar jurusan asal.

“Di dunia akuntansi atau bidang apa pun, kita tidak hanya butuh kemampuan teknis, tetapi juga public speaking dan mental yang kuat untuk menjelaskan hasil pekerjaan kepada orang lain,” terangnya.

Ia menambahkan, keterampilan berbicara di depan umum sangat penting, terutama saat harus mempresentasikan data atau materi. “Banyak orang pintar menghitung, tapi kesulitan menjelaskan isinya. Magang ini melatih saya untuk menjelaskan sesuatu dengan jelas, menambah pengalaman, dan memperkuat mental,” tambahnya.

Terkait jadwal, ia mengaku siap menyesuaikan antara magang dan kuliah. Ia berharap akan ada konversi mata kuliah, yang membuatkan prosesnya selama magang akan lebih ringan. Namun jika tidak, ia siap kuliah malam setelah magang.

“Jam 8 sampai 12 atau 1 siang magang, lalu jam 5 atau 6 sore kuliah. Semua demi pengalaman terbaik,” pungkasnya. (MY)

Yudisium Ke-9 Fakultas Ekonomi UNUSIDA di Ballroom PCNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium ke-9 FE UNUSIDA: Tekankan Pentingnya Kompetensi, Profesionalisme, dan Nilai Aswaja Bagi Alumni

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-9 di Ballroom PCNU Sidoarjo, Kamis (7/8/2025). Acara ini menjadi momen bersejarah sekaligus penuh haru bagi para mahasiswa-mahasiswi yang resmi dinyatakan lulus dan bersiap memasuki dunia profesional.

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengelola Pendidikan (BPP) UNUSIDA, sangat mengapresiasi kepada seluruh jajaran Fakultas Ekonomi, khususnya para dosen, yang dengan penuh kesabaran, ketelatenan, dan kasih sayang telah mendampingi mahasiswa selama menempuh pendidikan, terutama mereka yang juga tinggal di pesantren.

“Kalau tidak karena kasih sayang Allah, tidak mungkin dosen bisa meladeni mahasiswa, apalagi yang tinggal di pesantren. Artinya, dosen-dosen ini sedang dititipkan rahmat oleh Allah. Bisa jadi, mereka adalah wali-wali Allah,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Muhafidhah Novie, S.E., M.M, menegaskan komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Tugas kami bukan hanya meluluskan mahasiswa, tetapi mempersiapkan mereka menjadi pemimpin yang visioner, adaptif, dan memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat,” ujar Novie.

Ia menekankan bahwa tantangan di era saat ini sangat kompleks, mulai dari perubahan ekonomi global, dampak konflik internasional, hingga perkembangan teknologi yang pesat. Oleh karena itu, lulusan Fakultas Ekonomi harus memiliki jiwa entrepreneur, kemampuan membaca perubahan, serta kecakapan dalam menghitung dan mengelola risiko.

“Pemimpin yang entrepreneur bukan hanya mampu membangun usaha, tetapi mampu membaca kondisi, membuat inovasi, dan tanggap terhadap setiap perubahan. Dunia kerja saat ini sangat dinamis, dan kita harus siap menghadapinya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan penting bagi para lulusan untuk mulai membiasakan diri bekerja sejak dini, mengingat kompetisi di dunia kerja semakin ketat. Ia menyoroti bahwa meski pemerintah tidak membatasi usia untuk melamar pekerjaan, sebagian besar perusahaan tetap memiliki preferensi terhadap usia pelamar.

“Realitanya, perusahaan akan memilih calon yang lebih muda karena dianggap lebih mudah dilatih dan diarahkan. Maka dari itu, mulai dari sekarang, bangun kesiapan dan pengalaman kerja,” tambahnya.

Lebih lanjut, Novie menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama proses perkuliahan, serta berpesan agar lulusan selalu menjaga nama baik almamater.

“Jangan lupa untuk selalu berperan aktif di masyarakat, menjaga nama baik almamater, dan terus mengembangkan diri. UNUSIDA adalah rumah dan kebanggaan kita bersama. Semoga kalian semua sukses dan diberi jalan terbaik dalam setiap langkah,” tuturnya.

Acara yudisium ini berlangsung khidmat dan penuh semangat, ditandai dengan pengumuman kelulusan, penyematan alumni secara simbolis, dan berbagai penampilan dari mahasiswa sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan selama menjalani studi di Fakultas Ekonomi UNUSIDA. (MY)

Dosen Unusida Mengikuti Workshop Penyusunan Roadmap Riset dan PKM yang diselenggarakan oleh LPPM UNUSIDA, Prof. Eko Setijadi, S.T., M.T., Ph.D. (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Gelar Workshop Penyusunan Roadmap Riset dan PKM untuk Seluruh Dosen

SIDOARJO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Roadmap Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bagi seluruh dosen dari berbagai Program Studi dan Fakultas di lingkungan UNUSIDA. Kegiatan ini dilaksanakan di Hall Lantai 4 Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (6/7/2025).

Workshop ini menghadirkan narasumber, Prof. Eko Setijadi, S.T., M.T., Ph.D., yang membagikan wawasan mendalam tentang pentingnya perencanaan strategis dalam riset dan PKM. Ia menekankan pentingnya menyusun visi yang kuat sebagai kunci sukses dalam penelitian dan PKM.

“Langkah pertama dan paling krusial adalah menyusun visi yang kuat. Visi tersebut harus mencerminkan identitas, tujuan, dan aspirasi tertinggi kita sebagai akademisi. Ia akan menjadi kompas yang memandu segala tindakan, mulai dari penetapan misi hingga pelaksanaan roadmap riset dan PKM,” jelas Prof. Eko.

Prof. Eko menerangkan visi yang efektif bukan hanya slogan kosong, melainkan harus memiliki karakteristik yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound), agar dapat diimplementasikan secara nyata.

Selain membahas visi, Prof. Eko juga mengarahkan para peserta untuk menyusun misi yang jelas dan operasional dengan pendekatan WWHW (Who, What, How, Why). Pendekatan ini bertujuan agar setiap misi tidak hanya terdengar baik, tetapi juga dapat dijalankan secara terukur dan efektif.

Ia menyebutkan contoh misi yang dapat dikembangkan dalam workshop ini antara lain melakukan penelitian yang inovatif dan relevan, menerbitkan hasil penelitian di jurnal bereputasi, dan melaksanakan PKM yang berdampak langsung pada masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Eko menegaskan bahwa penyusunan roadmap yang kuat merupakan kunci utama dalam mencapai keberhasilan penelitian dan pengabdian yang berdampak. Melalui roadmap, seorang peneliti dapat memiliki arah dan strategi yang lebih terstruktur dalam kontribusinya terhadap keilmuan dan masyarakat luas.

Melalui roadmap yang disusun dengan matang, diharapkan setiap program dan kegiatan yang dijalankan mampu memberikan kontribusi yang signifikan, baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun bagi masyarakat luas.

“Roadmap bukan sekadar dokumen administratif, tetapi peta jalan strategis yang akan menentukan kualitas dan dampak riset serta PKM Unusida ke depan,” terangnya.

Prof. Eko yang juga pengurus Badan Penyelanggara Pendidikan (BPP) UNUSIDA tersebut menjelaskan bahwa dalam menentukan topik yang tepat, perlu melalui beberapa proses. Seperti melakukan studi literatur yang mendalam untuk mengidentifikasi research gap, mengamati permasalahan aktual di masyarakat yang sesuai dengan kompetensi dan peran dosen sebagai agen perubahan serta memantau tren dan isu terkini di bidang keilmuan masing-masing sebagai bagian dari pengembangan ilmu yang adaptif.

Selain menentukan fokus penelitian dan PKM, Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program, seperti dana, peralatan, dan keahlian tambahan.

Prof. Eko juga menyoroti pentingnya kolaborasi strategis, baik dari internal kampus seperti dengan mahasiswa, rekan dosen lintas prodi, fasilitas laboratorium, dan pusat riset universitas yang tersedia. Selain itu, juga dapat melakukan kolaborasi eksternal seperti dunia industri, pemerintah daerah, komunitas sosial, dan universitas mitra.

“PKM yang dirancang dengan strategi dan kepekaan sosial yang baik akan memberikan nilai tambah tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi pengembangan keilmuan dan reputasi institusi,” pungkasnya. (MY)

RATA Ke-10 UKM UNUSIDA: Momentum Penguatan Kepemimpinan Mahasiswa 1

RATA Ke-10 UKM UNUSIDA: Momentum Penguatan Kepemimpinan Mahasiswa

Sidoarjo – Seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) serentak menggelar Rapat Tahunan Anggota (RATA) ke-10 pada Rabu-Kamis, (5–6/8/2025). Kali ini, RATA yang dikomandoi oleh KPU-M bersama Bawaslu-M ini mengusung tema ‘Bangkitkan Kesadaran, Kuatkan Persatuan, Pilih Pemimpin Perubahan’ yang dihadiri oleh seluruh perwakilan UKM dan pengurus periode 2024–2025.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran organisasi kemahasiswaan dalam membentuk karakter kepemimpinan dan kompetensi non-akademik mahasiswa. Menurutnya, agenda tahunan ini menjadi wadah strategis dalam evaluasi, regenerasi, dan penguatan komitmen organisasi mahasiswa di lingkungan UNUSIDA.

“Dengan mengikuti berbagai kegiatan selama masa kuliah, kalian tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana menjadi pemimpin dan mengelola organisasi secara administratif. Hal-hal inilah yang sangat berguna setelah lulus nanti,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fajar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus UKM periode 2024–2025 atas dedikasi dan kontribusinya dalam menjalankan program kerja selama satu tahun terakhir.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas segala pengabdian dan kerja keras teman-teman. Semoga tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya mampu membawa UKM UNUSIDA menjadi lebih baik dan membanggakan nama kampus tercinta,” tambahnya.

Fajar juga menyoroti pentingnya penjadwalan kegiatan yang matang agar proses perencanaan dan pelaksanaan program berjalan maksimal. Ia berharap seluruh UKM mampu menjaga semangat kekeluargaan, profesionalisme, dan perbaikan berkelanjutan di setiap aspek, termasuk dalam hal administrasi dan pengelolaan keuangan.

“Organisasi mahasiswa harus menjadi wadah yang tidak hanya guyub, tapi juga produktif dan tertib secara administratif. Kita harus belajar bersama-sama agar ke depan lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap, RATA Ke-10 ini juga menjadi momentum strategis dalam memilih pemimpin baru di lingkungan UKM UNUSIDA. Ia menegaskan, semangat perubahan dan persatuan menjadi napas utama dalam setiap sesi RATA kali ini. Ia yakin kepengurusan baru dapat menjaga semangat kekeluargaan dan profesionalisme, serta terus memperkuat kontribusi UKM terhadap kemajuan institusi.

“Saya harap pemimpin yang terpilih mampu menjadi figur teladan, ngemong anggota, serta memiliki visi untuk membawa UKM berkontribusi lebih luas bagi mahasiswa dan institusi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UNUSIDA, M Adam Faizal Fanani, juga menjelaskan urgensi regenerasi pemimpin dalam tubuh organisasi mahasiswa. RATA ke-10 ini menjadi tonggak penting dalam memastikan kesinambungan organisasi mahasiswa yang solid, progresif, dan mampu menghadapi tantangan di masa mendatang.

“Regenerasi pemimpin sangat penting, khususnya di sektor UKM karena di sanalah bakat dan minat mahasiswa disalurkan dan dikembangkan. Kepemimpinan yang segar dan inovatif akan menjaga keberlangsungan serta produktivitas UKM dalam mendukung prestasi mahasiswa,” jelasnya.

Dalam forum RATA ini, seluruh peserta mengikuti serangkaian sidang, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, menentukan arah kebijakan organisasi serta pemilihan pemimpin baru. (MY)