Flyer M. Fathir Firmansyah, Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Raih Juara 2 Nasional Kompetisi Fotografi Arsitektur (Foto: Humas UNUSIDA)

Fathir Firmansyah, Mahasiswa Manajemen UNUSIDA Raih Juara 2 Nasional Kompetisi Fotografi Arsitektur

Sidoarjo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Muhammad Fathir Firmansyah, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2024, berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam Kompetisi Fotografi bertema ‘Architecture Photography’ yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Informatika UPN Veteran Jawa Timur.

Fathir sapaan akrabnya, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya saat diumumkan sebagai pemenang dalam ajang bergengsi tingkat nasional ini. Ia mengaku sebelumnya hanya pernah menjuarai kompetisi fotografi di tingkat provinsi.

“Perasaan saya sungguh sangat bahagia ketika dinyatakan sebagai pemenang lomba fotografi tingkat nasional ini. Sebelumnya saya hanya memenangkan perlombaan di tingkat provinsi, dan kali ini saya ingin mengetes kemampuan saya, ternyata bisa bersaing dan menang di tingkat nasional,” ungkapnya.

Sebagai alumni SMKN 1 Jabon jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), kecintaan Fathir terhadap dunia fotografi telah tertanam sejak lama. Ia memilih mengikuti lomba ini karena tertarik dengan tema arsitektur, dan kemudian memutuskan untuk memotret bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Belanda di kawasan Kota Lama Surabaya.

“Saya memotret bangunan lama peninggalan Belanda, seperti bank, hotel, dan aula. Melalui foto itu, saya ingin menyampaikan pesan bahwa kawasan tersebut pernah menjadi pusat pemerintahan kolonial di masa lampau,” jelas Fathir.

Dalam proses kreatifnya, Fathir tidak serta merta mengambil gambar tanpa persiapan. Ia melakukan riset lokasi terlebih dahulu, merancang konsep pemotretan, menjelajahi beberapa titik untuk mendapatkan angle terbaik, hingga proses editing yang menghasilkan nuansa vintage khas masa lalu.

Namun, perjalanan Fathir dalam mengikuti lomba ini tidak berjalan mulus. Ia sempat mengalami cobaan berat saat kakeknya meninggal dunia tepat pada hari ia hendak ke Surabaya untuk mengambil gambar.

“Saya naik kereta dari Porong ke Surabaya, tapi saat sampai di Stasiun Gedangan, saya dikabari bahwa kakek saya wafat. Saya pun langsung turun dan naik ojek online ke RSUD Sidoarjo. Tiket kereta saya hangus, tapi beberapa hari setelah suasana mulai membaik, saya kembali berangkat sendirian untuk mengambil gambar,” kenangnya.

Baca juga:  Rektor UNUSIDA Berangkatkan Mahasiswa Peserta MTQMN 2025 di Banjarmasin

Meski harus melalui tantangan emosional dan logistik, perjuangan Fathir terbayar lunas dengan prestasi gemilang. Ia merasa bangga bisa mengharumkan nama kampus UNUSIDA di kancah nasional.

Effort yang saya keluarkan, baik dari segi waktu, pikiran, maupun materi, akhirnya terbayar. Saya sangat bangga sebagai mahasiswa UNUSIDA bisa ikut berpartisipasi dan membawa nama kampus ke tingkat nasional,” ujar Fathir.

Lebih lanjut, Fathir memberikan motivasi kepada mahasiswa lain untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi diri, termasuk melalui hobi.

“Cobalah hal baru. Tidak semua orang harus unggul di akademik. Bisa jadi, prestasi datang dari hobi atau minat yang ditekuni. Itu bisa jadi awal untuk mengembangkan diri,” pesannya.

Ke depan, Fathir berencana mengikuti kembali kompetisi fotografi, dengan tema yang berbeda. Meski fotografi bukan aktivitas utama dalam kesehariannya, ia tetap ingin menjadikannya sebagai ruang untuk berkarya dan mengekspresikan diri di tengah kesibukan kuliah. (MY)