Pos

BEM UNUSIDA Hadirkan Diskusi Kritis Lewat Pemutaran Film Dokumenter Pesta Babi (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Nobar Film Dokumenter Pesta Babi, Bangun Kepekaan Sosial Mahasiswa

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (BEM UNUSIDA) bekerja sama dengan berbagai organisasi kemahasiswaan dan komunitas intelektual kampus menyelenggarakan kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter Pesta Babi di area parkir belakang Gedung A UNUSIDA, Rabu (10/06/2026) malam. Mengusung tema ‘Membaca Realitas Sosial Melalui Film Dokumenter: Ruang Belajar, Refleksi, dan Diskusi Mahasiswa’, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran alternatif yang mengajak mahasiswa memahami berbagai persoalan sosial, budaya, dan lingkungan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Papua.

Suasana hangat dan penuh antusiasme mahasiswa dari berbagai program studi mewarnai jalannya pemutaran film yang berlangsung secara khidmat. Film dokumenter Pesta Babi menghadirkan gambaran kehidupan masyarakat adat Papua yang berhadapan dengan berbagai perubahan sosial akibat ekspansi pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam.

Melalui narasi visual yang kuat, film tersebut tidak hanya menampilkan persoalan hilangnya ruang hidup masyarakat adat, tetapi juga menggambarkan pergulatan identitas budaya, hubungan manusia dengan alam, serta tantangan yang dihadapi masyarakat lokal dalam mempertahankan nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun.

Presiden Mahasiswa UNUSIDA, M. Rafly Afandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memperluas ruang belajar di luar lingkungan kelas. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Film dokumenter memiliki kekuatan untuk menghadirkan realitas yang sering kali tidak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak mahasiswa melihat Indonesia secara lebih utuh, memahami keberagaman persoalan yang dihadapi masyarakat, serta menumbuhkan empati sebagai fondasi penting dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut mendapat apresiasi dari Kepala Biro Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd. Ia menilai bahwa inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan ruang diskusi yang kritis dan edukatif merupakan bentuk nyata pengembangan budaya akademik di lingkungan kampus.

Menurutnya, media budaya dan seni seperti film dokumenter dapat menjadi instrumen pembelajaran yang relevan untuk membantu mahasiswa memahami kompleksitas realitas sosial yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Pihaknya terus berupaya menghadirkan ruang dialog yang sehat, reflektif, dan bermakna bagi mahasiswa.

“Kampus harus menjadi ruang yang terbuka bagi pertukaran gagasan dan refleksi kritis. Film dokumenter bukan sekadar tontonan, melainkan sumber pengetahuan yang mampu memperkaya perspektif mahasiswa terhadap realitas sosial yang kompleks. Inilah bentuk pembelajaran kontekstual yang perlu terus dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Setelah pemutaran film selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan dan pengalaman. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus pendalaman isu yang diangkat dalam film.

Founder The Indonesian Foresight Research Institute (IFRI), Ali Mursyid Azisi, menyoroti pentingnya kemampuan generasi muda dalam membaca arah pembangunan secara kritis dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan yang ditampilkan dalam film tidak dapat dipandang sebagai isu lokal semata, melainkan bagian dari tantangan pembangunan yang dihadapi bangsa secara lebih luas.

“Persoalan yang ditampilkan dalam film ini bukan sekadar isu lokal, melainkan gambaran tentang bagaimana pembangunan harus selalu mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan lingkungan. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan melihat persoalan hari ini dalam konteks masa depan agar mampu melahirkan solusi yang lebih berkeadilan,” jelasnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh Bung Wawan Leak, Senator ProDEM sekaligus Eksponen 80-an. Ia mengajak mahasiswa untuk terus menjaga keberpihakan terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini kurang mendapatkan ruang dalam narasi pembangunan nasional.

“Bangsa yang besar bukan bangsa yang hanya membangun gedung-gedung tinggi, tetapi bangsa yang mampu mendengar suara masyarakat di pinggiran. Film ini mengingatkan kita bahwa kemajuan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap martabat manusia dan hak-hak masyarakat adat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Sosial Budaya dan Islam Nusantara UNUSIDA, M. Idham Kholiq, S.Sos., M.AP., memberikan perspektif mengenai pentingnya menjaga identitas budaya masyarakat adat sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia. Menurutnya, kehilangan ruang hidup bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga berkaitan dengan hilangnya memori kolektif dan pengetahuan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Ketika suatu komunitas kehilangan ruang hidupnya, yang hilang bukan hanya tanah secara fisik, tetapi juga memori kolektif, pengetahuan lokal, dan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi. Karena itu, menjaga keberlanjutan budaya sama pentingnya dengan menjaga keberlanjutan lingkungan,” tuturnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta yang menyoroti isu lingkungan, hak masyarakat adat, pembangunan berkelanjutan, hingga peran generasi muda dalam menghadapi tantangan sosial kontemporer. Melalui forum tersebut, mahasiswa diajak untuk tidak hanya menjadi penonton atas berbagai persoalan bangsa, tetapi juga menjadi bagian dari solusi melalui penguatan literasi, riset, advokasi, dan aksi sosial yang konstruktif.

 

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Lintas Medan dan Pelantikan Dewan Racana 2026 UKM Pramuka Kahtulistiwa UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

UKM Pramuka Kahtulistiwa UNUSIDA Gelar Lintas Medan dan Pelantikan Dewan Racana 2026

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Kahtulistiwa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan Lintas Medan dan Pelantikan Dewan Racana 2026 yang dilaksanakan di Puthuk Kentongan, Indreng, Genitri, Sabtu–Ahad (23–24/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota aktif, peserta pelantikan, panitia pelaksana, serta pembina UKM Pramuka Kahtulistiwa UNUSIDA dengan penuh semangat, rasa kekeluargaan, dan tanggung jawab.

Ketua UKM Pramuka Kahtulistiwa UNUSIDA, M. Syafi’i, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan organisasi yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kepramukaan, memperkuat jiwa kepemimpinan, serta meningkatkan loyalitas anggota terhadap organisasi. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pendidikan nonformal yang memberikan pengalaman nyata dalam membangun karakter mahasiswa yang tangguh, mandiri, berintegritas, serta memiliki solidaritas tinggi antaranggota.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelantikan kepengurusan, tetapi juga menjadi proses pembentukan mental, kedisiplinan, solidaritas, dan semangat pengabdian bagi seluruh anggota Pramuka Kahtulistiwa,” ujarnya.

Syafi’i menuturkan bahwa pelantikan Dewan Racana 2026 ini merupakan upaya untuk menyiapkan generasi penerus yang aktif, kreatif, inovatif, bertanggung jawab, serta mampu menjadi teladan di lingkungan organisasi, kampus, maupun masyarakat. Selain itu, pelantikan Dewan Racana 2026 menjadi simbol estafet kepemimpinan baru dalam tubuh UKM Pramuka Kahtulistiwa UNUSIDA. Para anggota yang dilantik diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta terus menghadirkan program-program positif bagi pengembangan mahasiswa.

“Melalui pelantikan ini, kami berharap muncul kader-kader Pramuka yang tidak hanya memiliki jiwa kepemimpinan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi organisasi dan lingkungan sekitar,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan lintas medan dan pelantikan tersebut merupakan wujud nyata komitmen UKM Pramuka Kahtulistiwa UNUSIDA dalam menjaga keberlangsungan organisasi melalui proses kaderisasi yang terarah dan berkelanjutan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri anggota sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antaranggota Pramuka. Ia berharap, melalui kegiatan ini semangat kepramukaan di UNUSIDA terus tumbuh di kalangan mahasiswa sebagai bekal dalam membangun jiwa kepemimpinan, pengabdian, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota dapat terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat solidaritas, serta menjaga semangat persatuan dalam setiap aktivitas kepramukaan,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai rangkaian agenda lintas medan yang menuntut kekompakan, ketahanan fisik, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Suasana kebersamaan dan semangat pantang menyerah tampak mewarnai perjalanan peserta saat melewati jalur alam di kawasan perbukitan Puthuk Kentongan.

Melalui kegiatan lintas medan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman lapangan, tetapi juga pembelajaran tentang pentingnya komunikasi yang efektif, kepedulian terhadap sesama, serta penguatan jiwa kepemimpinan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Para peserta mengikuti berbagai agenda mulai dari perjalanan lintas medan, pembinaan karakter, hingga prosesi pelantikan Dewan Racana 2026,” pungkasnya.

BEM UNUSIDA Lanjutkan Safari Ormawa, Konsolidasi Strategis Bersama Ormawa Fakultas Teknik (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Safari Ormawa, Bangun Konsolidasi Strategis Bersama Ormawa di Tingkat Fakultas

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali melanjutkan agenda Safari Organisasi Mahasiswa (Ormawa) melalui konsolidasi strategis di lingkungan Fakultas Teknik. Kegiatan yang berlangsung di Kedai Ahmed 4 pada Ahad (10/5/2026) ini menjadi ruang penyamaan perspektif mengenai arah gerakan organisasi kemahasiswaan yang lebih adaptif, kolaboratif, serta berorientasi pada dampak nyata bagi mahasiswa.

Agenda tersebut mempertemukan delegasi BEM UNUSIDA dengan jajaran organisasi mahasiswa Fakultas Teknik, mulai dari BEM Fakultas Teknik, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK), hingga Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL). Konsolidasi ini difokuskan pada penjaringan aspirasi sekaligus penguatan fondasi organisasi menuju tata kelola yang lebih modern, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Wakil Presiden Mahasiswa UNUSIDA, Alvin Dwi Yunianto, yang memimpin langsung jalannya forum, memberikan apresiasi terhadap kultur solidaritas yang telah tumbuh kuat di lingkungan Fakultas Teknik.

“Saya sangat salut dengan kesolidaritasan kawan-kawan Fakultas Teknik yang sangat antusias hadir berjumpa bersama. Harapannya, solidaritas ini terus bertahan dan tetap menjadi ciri khas Fakultas Teknik. Namun, kita juga harus mulai beradaptasi dan bergerak lebih masif dalam pergerakan digital,” tegas Alvin.

Dalam forum tersebut, Mahasiswa Prodi Manajemen tersebut menekankan pentingnya reformasi pola pikir kepengurusan di tingkat fakultas. Organisasi mahasiswa didorong untuk tidak lagi menjalankan program kerja yang bersifat eksklusif dan terbatas pada lingkup internal, melainkan mampu menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan mahasiswa secara umum serta memberikan manfaat yang terukur.

Selain itu, transformasi digital menjadi salah satu poin utama pembahasan. Organisasi mahasiswa dinilai perlu memperkuat eksistensi dan pola komunikasi publik melalui optimalisasi media sosial sebagai bagian dari indikator organisasi modern yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi saat ini.

Menurut Alvin, organisasi mahasiswa saat ini dihadapkan pada tantangan baru yang menuntut kemampuan adaptasi lebih cepat, khususnya dalam membangun komunikasi organisasi yang efektif, terbuka, dan mampu menjangkau audiens lebih luas melalui platform digital.

Sementara itu, Gubernur BEM Fakultas Teknik, Marendra Firdaus Putra, menyampaikan apresiasi atas inisiatif konsolidasi yang dilakukan BEM tingkat universitas. Ia menyambut positif gagasan modernisasi organisasi mahasiswa di UNUSIDA.

Ia menilai, agenda seperti Safari Ormawa menjadi wadah penting untuk membangun komunikasi antarlembaga kemahasiswaan sekaligus memperkuat sinergi program kerja antara organisasi di tingkat universitas dan fakultas.

“Kami menyambut dengan sangat baik Safari Ormawa ini. Harapannya, ruang-ruang pertemuan dan konsolidasi seperti ini dapat lebih sering dilaksanakan ke depannya,” ungkap Marendra.

Senada, Ketua HMTL UNUSIDA, Gilang Ramadhani Kurniawan. Menurutnya, penguatan gerakan digital menjadi kebutuhan penting bagi organisasi mahasiswa, tidak hanya untuk membangun eksistensi organisasi, tetapi juga sebagai sarana publikasi kegiatan akademik dan pengembangan citra program studi.

“Di Teknik Lingkungan, kami juga mulai mengupayakan gerakan digital dengan mendokumentasikan berbagai kegiatan akademik maupun praktikum, seperti aktivitas di Laboratorium Kualitas Lingkungan. Selain menjadi media dokumentasi, hal tersebut juga dapat menjadi sarana promosi program studi dan memperlihatkan eksistensi kegiatan mahasiswa kepada masyarakat luas,” jelas Gilang.

Lebih lanjut, Alvin menegaskan bahwa Safari Ormawa merupakan bagian dari komitmen BEM UNUSIDA dalam membangun ekosistem organisasi mahasiswa yang sehat, progresif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Melalui berbagai masukan yang muncul dalam forum ini, pihaknya berharap terbentuk pola gerakan organisasi mahasiswa yang lebih terbuka terhadap perubahan, mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal, serta memiliki orientasi program yang jelas dan berkelanjutan.

Selain itu, Safari Ormawa ini juga diharapkan mampu menghasilkan output strategis berupa peningkatan kualitas komunikasi antarlembaga mahasiswa, penguatan budaya kolaborasi, serta lahirnya program kerja yang lebih berdampak bagi mahasiswa maupun masyarakat. Dengan demikian, organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi ruang administrasi kepengurusan, tetapi juga wadah pengembangan kapasitas, inovasi, dan kepemimpinan generasi muda.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh organisasi mahasiswa di lingkungan UNUSIDA memiliki ruang untuk bertumbuh bersama, saling bertukar gagasan, dan bergerak dalam visi yang sama. Organisasi yang kuat lahir dari komunikasi yang terbuka, solidaritas yang terjaga, serta keberanian untuk terus beradaptasi,” pungkasnya.

Sebagai bagian dari visi pembangunan organisasi berkelanjutan, agenda Safari Ormawa BEM UNUSIDA akan terus dilaksanakan secara bertahap di berbagai fakultas. Melalui konsolidasi tersebut, diharapkan sinergi antar lembaga kemahasiswaan semakin terukur, iklim organisasi kampus menjadi lebih adaptif dan modern, serta gerakan mahasiswa UNUSIDA mampu menghadirkan kontribusi yang relevan bagi perkembangan kampus dan masyarakat luas.

Penulis: Muchammad Waziruddin

Agung Yundi, Analis SDM Aparatur LLDikti Wilayah VII Jawa Timur saat menyampaikan materi dalam LKMM-TM UNUSIDA 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan LLDikti Wilayah VII Jawa Timur, Agung Yundi Tekankan Mahasiswa Harus Aktif dan Berdampak

SIDOARJO — Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur, Agung Yundi menjelaskan arah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi sekaligus pentingnya peran aktif mahasiswa dalam pengembangan kapasitas diri. Hal tersebut disampaikan dalam Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) 2026, di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur KM 5,5 Sidoarjo, (12/5/2026).

Dalam pemaparannya, Agung Yundi menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam sistem pendidikan tinggi. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi aktor perubahan yang hadir membawa dampak nyata bagi lingkungan sekitar maupun masa depan dirinya sendiri.

Pria yang merupakan Alumni S1 Ilmu Hukum Universitas Jember dan Alumni S2 Ilmu Hukum Universitas Airlangga tersebut menyampaikan pesan reflektif yang menjadi penutup materinya dan mendapat perhatian besar dari peserta.

“Kalau tidak ingin menganggur saat lulus nanti, maka jangan belajar menjadi penganggur saat masih menjadi mahasiswa. Aktiflah, bergeraklah, mari berdampak,” ujarnya

Lebih lanjut, Agung juga menekankan pentingnya masa kuliah bukan sekadar fase akademik, melainkan momentum membangun kompetensi, pengalaman, serta karakter kepemimpinan. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam organisasi, forum pelatihan, maupun kegiatan kampus seperti LKMM-TM merupakan investasi penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial di masa mendatang.

Selain itu, Agung juga menjelaskan arah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi yang saat ini menuntut mahasiswa lebih adaptif, kolaboratif, serta memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang baik. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga individu yang mampu bekerja sama, berpikir kritis, dan menyelesaikan persoalan secara sistematis.

Ia menambahkan bahwa LKMM-TM menjadi ruang strategis dalam membentuk karakter tersebut karena mahasiswa dilatih memahami pola kerja organisasi, pengambilan keputusan, manajemen program, hingga kemampuan komunikasi dan koordinasi tim.

“Mahasiswa hari ini harus memiliki nilai tambah. Tidak cukup hanya mengandalkan IPK, tetapi juga pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan,” jelasnya.

Ia menyebut, LKMM-TM menjadi upaya pengembangan kepemimpinan mahasiswa dalam bentuk pelatihan untuk membentuk mahasiswa yang mampu berpikir strategis, memiliki kemampuan manajerial, serta siap menjadi pemimpin di berbagai bidang. Program ini menjadi salah satu wadah penting dalam menanamkan nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan kolaborasi di lingkungan mahasiswa UNUSIDA.

“Melalui LKMM-TM ini, kami berupaya mendorong mental untuk memanfaatkan masa studi sebagai proses pembentukan kapasitas diri dan kesiapan menghadapi masa depan. Serta diharapkan mampu melahirkan generasi mahasiswa yang siap memimpin, siap berkontribusi, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

Plt. Rektor Buka LKMM-TM UNUSIDA 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

LKMM-TM 2026 UNUSIDA Tekankan Peran Ormawa dalam Membangun Kampus Unggul

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) Angkatan VII Tahun 2026 dengan mengusung tema Ormawa Super, UNUSIDA Super. Kegiatan resmi dibuka di Hall Kampus 2 UNUSIDA pada Selasa (12/5/2026) dan dilanjutkan di Pondok Darul Mutta’allimin, Trawas, Mojokerto pada Kamis–Sabtu (14–16/5/2026).

Dalam arahannya, Plt. Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menekankan tiga hal penting yang harus dimiliki mahasiswa peserta LKMM-TM, yakni komunikasi, kecepatan merespons, dan evaluasi berkelanjutan.

Menurutnya, komunikasi bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh penerima. Selain itu, mahasiswa juga dituntut memiliki kepekaan dan kecepatan dalam merespons berbagai persoalan organisasi maupun sosial.

“Mahasiswa yang terlatih secara manajerial harus mampu bergerak cepat, peka terhadap situasi, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik,” tegasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa evaluasi harus dilakukan secara berkelanjutan selama proses kegiatan berlangsung. Keberhasilan sebuah kegiatan, menurutnya, tidak hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi juga tampak dari kualitas proses, partisipasi, dan kedisiplinan peserta selama mengikuti pelatihan.

Hadi Ismanto menegaskan bahwa LKMM-TM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang pembentukan karakter mahasiswa agar siap menjadi penggerak organisasi kemahasiswaan yang unggul dan berdampak.

Melalui LKMM-TM 2026, ia berharap lahir kader-kader organisasi mahasiswa yang komunikatif, responsif, dan reflektif, sejalan dengan visi kampus dalam mencetak generasi mahasiswa unggul dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas mahasiswa dalam bidang manajemen organisasi, kepemimpinan, serta pengembangan karakter sebagai penggerak organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus,” jelasnya.

Sementara itu,

Kepala Biro Kemahasiswaan UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, M.Pd., menyampaikan bahwa salah satu inovasi dalam pelaksanaan LKMM-TM tahun ini adalah penerapan sistem absensi digital menggunakan barcode pada kartu identitas peserta.

Melalui sistem tersebut, data kehadiran peserta dapat langsung terekam secara otomatis sehingga proses kontrol pelatihan menjadi lebih efektif dan akurat. Selain itu, inovasi ini juga menjadi langkah dalam membangun budaya disiplin mahasiswa selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Dengan absensi barcode, kehadiran peserta dapat dipantau secara real time sehingga kedisiplinan peserta semakin meningkat,” ujarnya.

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya secara konsisten melakukan evaluasi dan inovasi setiap tahun guna memastikan penguatan Ormawa berjalan semakin efektif. Menurutnya, LKMM-TM bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas dan visioner.

“Evaluasi dan inovasi selalu kami lakukan agar penguatan Ormawa dalam pembangunan kampus semakin baik dari tahun ke tahun. LKMM-TM menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi mahasiswa untuk memahami tata kelola organisasi secara profesional,” ungkapnya.

Semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan keseriusan peserta tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari antusiasme mahasiswa saat mengikuti sesi materi, diskusi kelompok, hingga refleksi pembelajaran yang berjalan secara intensif dan terarah.

“Kader-kader Ormawa harus mampu menjadi motor penggerak kemajuan kampus. Dengan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, kami optimis Ormawa akan semakin berkontribusi dalam menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang aktif, progresif, dan berdampak nyata bagi civitas akademika,” pungkasnya.

Pelantikan Raya Pengurus Ormawa UNUSIDA Periode 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Ormawa UNUSIDA 2026 Resmi Dilantik, Rektor Tekankan Jadi Laboratorium Kepemimpinan dan Prestasi Mahasiswa

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) periode 2026 resmi dilantik pada Rabu, (24/12/2025). Pelantikan ini meliputi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas, Ketua BEM Fakultas, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi), serta Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UNUSIDA.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa. Kegiatan ini menandai dimulainya masa bakti pengurus Ormawa UNUSIDA 2026 yang diharapkan mampu membawa organisasi mahasiswa semakin profesional, kolaboratif, dan berdampak.

Pelantikan Ormawa ini merupakan rangkaian akhir dari proses demokrasi kampus melalui Pemilu Raya (Pemira) Ormawa UNUSIDA, yang telah dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan partisipatif beberapa waktu yang lalu. Melalui Pemira, mahasiswa UNUSIDA diberi ruang untuk menentukan pemimpin organisasinya sebagai wujud praktik demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang bermakna dan membanggakan bagi UNUSIDA. Berbagai capaian institusional dan prestasi mahasiswa menjadi bukti bahwa pengelolaan akademik dan kemahasiswaan berjalan secara sistematis dan produktif.

“UNUSIDA berhasil meraih berbagai pengakuan nasional, mulai dari Anugerah Pendidikan Nahdlatul Ulama, capaian Sistem Informasi Kinerja Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) pada klaster baik, hingga masuk kelompok perguruan tinggi berprestasi nasional. Ini bukan prestasi yang dibeli, melainkan hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika,” ungkapnya.

Rektor menekankan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari peran strategis organisasi kemahasiswaan sebagai motor penggerak prestasi, penguatan karakter, serta pengembangan kepemimpinan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Ormawa periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun kehidupan kemahasiswaan yang aktif dan produktif. Kepada pengurus Ormawa yang terpilih melalui Pemira, ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah moral dan tanggung jawab kepemimpinan.

“Pengurus Ormawa adalah wajah mahasiswa UNUSIDA. Kalian diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak perubahan, serta tampil sebagai generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, kuat secara spiritual, dan berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fatkul Anam menyebut organisasi kemahasiswaan sebagai laboratorium kepemimpinan, etika demokrasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia mendorong pengurus Ormawa ke depan untuk menjadi mitra strategis universitas dengan menghadirkan program-program yang kreatif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kampus maupun masyarakat.

Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, persatuan, dan budaya akademik yang sehat di lingkungan organisasi. Menurutnya, pengurus Ormawa harus menjadi contoh kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas di tengah dinamika kehidupan mahasiswa.

Ia mendorong agar seluruh elemen organisasi mahasiswa dapat bersinergi menjadi mitra strategis universitas dalam penguatan prestasi akademik maupun non-akademik, pengembangan karakter kepemimpinan, serta peningkatan kualitas kehidupan kemahasiswaan.

Selain itu, ia menekankan Ormawa UNUSIDA harus mampu menghadirkan program-program yang inovatif, menjaga etika dan budaya akademik, serta berperan aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Organisasi mahasiswa juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, demokrasi, dan pengembangan potensi diri bagi seluruh mahasiswa.

“Kita membutuhkan organisasi mahasiswa yang adaptif terhadap tantangan zaman, tetapi tidak kehilangan jati diri keilmuan dan nilai-nilai luhur kampus,” pungkasnya.

Pelantikan Ormawa UNUSIDA 2026 ini sekaligus menjadi awal komitmen bersama untuk melanjutkan estafet kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas, adaptif terhadap tantangan zaman, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keilmuan serta keislaman khas Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

Flyer Ucapan UNUSIDA Raih Predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025 (Foto: Istimewa)

UNUSIDA Raih Predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025: Bukti Penguatan Tata Kelola Kemahasiswaan yang Akuntabel dan Berdaya Saing

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada tahun 2025. Berdasarkan surat resmi nomor 4744/B2/DT.01.01/2025, UNUSIDA berhasil meraih predikat Baik Sekali dalam Sistem Informasi dan Tata Kelola Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek). Capaian ini menegaskan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya sekaligus menempatkan UNUSIDA sejajar dengan perguruan tinggi lain yang memiliki tata kelola kemahasiswaan unggul.

Wakil Rektor 3 UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam terhadap seluruh civitas akademika atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan predikat ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari biro, program studi, dosen pembimbing, hingga organisasi mahasiswa yang aktif berkegiatan dan berprestasi.

“Alhamdulillah, predikat SIMKATMAWA UNUSIDA naik menjadi Baik Sekali, bersama dengan UNUSA. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen UNUSIDA dalam membangun sistem tata kelola kemahasiswaan yang unggul, akuntabel, dan berdampak bagi mahasiswa. Terima kasih atas kerja keras seluruh civitas academica. Mari terus bergerak maju, tumbuh bersama, dan berprestasi lebih tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, M.Pd., menguraikan langkah strategis yang ditempuh dalam meningkatkan kualitas pelaporan serta tata kelola SIMKATMAWA. Strategi tersebut meliputi:

  • Penguatan koordinasi dengan tim internal dan program studi untuk memastikan data lengkap dan tepat waktu.

  • Standarisasi prosedur pelaporan, melalui penyusunan panduan teknis dan penetapan timeline yang terstruktur.

  • Monitoring dan evaluasi berkala agar data yang dilaporkan akurat, relevan, dan sesuai indikator penilaian.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan predikat SIMKATMAWA tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga memberi efek domino bagi kualitas institusi.

Dampak pada Akreditasi Institusi dan Reputasi Publik

Fajar menjelaskan bahwa SIMKATMAWA memuat berbagai komponen pelaporan, mulai dari prestasi mahasiswa tingkat kementerian maupun non-kementerian, kegiatan mandiri di luar kampus, program MBKM, aktivitas Organisasi Mahasiswa (Ormawa) serta program pengembangan karier dan kompetensi.

“Dengan meningkatnya peringkat SIMKATMAWA, beberapa indikator akreditasi institusi otomatis terpenuhi sehingga menjadi modal kuat untuk akreditasi berikutnya. Selain itu, capaian ini meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik karena prestasi dan kinerja mahasiswa mencerminkan kualitas pendidikan serta pembinaan di UNUSIDA,” jelasnya.

Fasilitasi Ormawa agar Lebih Produktif dan Relevan

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menyebutkan bahwa selama ini pihaknya juga memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa melalui berbagai dukungan, mulai dari pendampingan rutin agar program kerja selaras dengan indikator SIMKATMAWA dan instrumen akreditasi, pelatihan dan workshop manajemen organisasi, kepemimpinan, dan penyusunan program kegiatan, dukungan administratif dan pendanaan agar kegiatan terdokumentasi dengan baik, hingga rutin menggelar rapat koordinasi serta monitoring-evaluasi berkala untuk memastikan kegiatan ormawa lebih terarah dan berdampak.

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kegiatan mahasiswa tidak hanya berjalan, tetapi juga memberi nilai strategis bagi perkembangan institusi.

Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya organisasi mahasiswa. Sebab, predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025 menjadi tonggak penting bagi UNUSIDA dalam memperkuat tata kelola kemahasiswaan yang lebih profesional, partisipatif, dan berorientasi prestasi. Capaian ini bukan akhir, tetapi awal dari langkah baru menuju universitas yang unggul dan berdaya saing nasional.

“Terima kasih atas kerja keras dan kolaborasi semua pihak, termasuk pengurus Ormawa yang telah menjalankan program kerja sesuai target. Jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan, memperkuat sinergi, dan menjaga konsistensi kinerja agar UNUSIDA semakin berprestasi dan berdaya saing,” pesannya. (MY)

Rektor Unusida Dr. H. Fatkul Anam, M.Si menyampaikan sambutan dalam Debat Kandidat Calon Ketua BEM Unusida (Foto: Humas Unusida)

Jelang Pemilu Raya Ormawa, Rektor UNUSIDA Tekankan Semangat Kolaborasi dan Inovasi dalam Mendukung Kemajuan Kampus

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) H Fatkul Anam menyampaikan pesan penting menjelang Pemilu Raya (Pemira) Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Ia berharap Pemilu Raya Ormawa tahun ini dapat menjadi ajang yang tidak hanya memilih pemimpin, tetapi juga sebagai momen untuk memperkuat semangat kolaborasi dan inovasi dalam mendukung kemajuan UNUSIDA.

“Pemilu Raya Ormawa adalah momen yang sangat penting. Ini bukan hanya tentang siapa yang terpilih, tetapi bagaimana kita bisa bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi demi kemajuan organisasi kemahasiswaan yang lebih baik dan lebih maju,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam Debat Kandidat Calon Presiden Mahasiswa (Capresma) dan Calon Wakil Presiden Mahasiswa (Cawapresma) UNUSIDA, Jum’at (17/01/2025).

Lebih lanjut, ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) tersebut mengingatkan pentingnya peran organisasi mahasiswa dalam mewujudkan visi besar kampus.  Ia menegaskan bahwa tugas mahasiswa dalam kegiatan Ormawa menjadi bentuk kontribusi dalam meningkatkan kualitas UNUSIDA.

Hal ini terbukti dengan pencapaian klaster UNUSIDA dalam Klasterisasi Perguruan Tinggi di akhir tahun 2024 lalu, di mana sebelumnya dari klaster Madya menjadi Klaster Utama yang menempatkan UNUSIDA di posisi sejajar bersama perguruan tinggi yang lebih unggul lainnya. Artinya, UNUSIDA saat ini berada di posisi 245 besar dari 4600 perguruan tinggi di Indonesia, bahkan sudah sejajar dengan perguruan tinggi unggulan di Jawa Timur.

“Pada akhir tahun 2024, UNUSIDA berhasil menjadi perguruan tinggi klaster utama, yang berarti kita telah mampu bersaing dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Ini adalah capaian luar biasa yang harus kita pertahankan bersama-sama,” tambahnya.

Fatkul Anam yang juga pernah menjabat ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Sidoarjo tersebut, juga menyinggung pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan ilmiah, termasuk penelitian dan pengabdian masyarakat, yang berkontribusi pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) program studi di UNUSIDA.

“Kami ingin melibatkan mahasiswa dalam penelitian lebih banyak lagi. Beberapa mahasiswa sudah terlibat dalam penelitian saya, dan itu akan terus bertambah ke depannya,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ia juga mengingatkan agar Pemilu Raya Ormawa ini menjadi proses pembelajaran demokrasi yang sehat dan produktif. Menurutnya, Pemilu Raya bukan hanya sekedar ajang pemilihan pemimpin mahasiswa, tetapi juga kesempatan untuk belajar berdemokrasi dan memperkuat kolaborasi antar bagian kemahasiswaan.

“Para calon pemimpin diharapkan bisa membawa ide-ide segar dan menjadi penggerak perubahan yang positif untuk masa depan kampus,” jelasnya.

Dengan usia UNUSIDA yang akan menginjak tahun ke-11, ia yakin dengan peran serta mahasiswa UNUSIDA dapat semakin mendorong kemajuan Kampus NU yang kita bersama. Hal ini menjadi tanggung jawab besar bagi seluruh sivitas akademika untuk menjaga dan meningkatkan kualitas yang telah diraih.

“Saya berharap para calon pemimpin Ormawa dapat menjaga suasana organisasi yang sehat, serta membawa aspirasi seluruh mahasiswa UNUSIDA,” harapnya.

 

(my)