KKN UNUSIDA Sukses Dongkrak Kreativitas Siswa MA Nurul Ikhlas lewat Pembuatan Sabun Cuci Piring
Sidoarjo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNUSIDA menggelar kegiatan sosialisasi pembuatan sabun cuci piring bersama siswi Madrasah Aliyah (MA) Nurul Ikhlas, Desa Sepande, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi bagian dari program kerja KKN yang diarahkan untuk memberikan pengetahuan, wawasan, sekaligus keterampilan praktis kepada siswa.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pengembangan keterampilan peserta didik di lingkungan masyarakat. Tidak hanya memperoleh materi secara teori, para siswi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal tahapan pembuatan sabun cuci piring melalui pemaparan dan praktik yang dilakukan bersama mahasiswa KKN.
Pemilihan pembuatan sabun cuci piring sebagai materi kegiatan didasarkan pada pertimbangan bahwa produk tersebut dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sabun cuci piring merupakan salah satu kebutuhan rumah tangga yang mudah ditemukan dan digunakan. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami proses pembuatannya, tetapi juga dapat melihat peluang kreativitas dan kewirausahaan dari produk sederhana yang memiliki manfaat praktis.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh mahasiswa KKN mengenai pengenalan sabun cuci piring serta gambaran umum proses pembuatannya. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
Mahasiswa KKN kemudian memberikan pemaparan mengenai tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan dalam proses pembuatan sabun cuci piring. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga para siswi dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. Mahasiswa juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan terkait materi maupun proses yang sedang dipelajari.
Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi salah satu bagian yang menarik dalam kegiatan tersebut. Para siswi diberikan ruang untuk menyampaikan rasa ingin tahu mereka mengenai proses pembuatan sabun cuci piring. Interaksi dua arah antara mahasiswa KKN dan peserta membuat kegiatan sosialisasi tidak hanya berlangsung sebagai penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang bertukar informasi dan pengalaman.
Setelah mendapatkan pemahaman melalui pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan sabun cuci piring. Pada tahap ini, mahasiswa KKN memberikan arahan kepada para siswi agar dapat memahami proses secara lebih nyata. Praktik tersebut sekaligus menjadi sarana untuk melatih ketelitian, kreativitas, kerja sama, dan keberanian siswa dalam mencoba sesuatu yang baru.
Melalui praktik secara langsung, peserta dapat melihat bahwa proses menghasilkan sebuah produk membutuhkan tahapan yang harus dilakukan dengan cermat. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan sikap teliti dan bertanggung jawab sekaligus mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan keterampilan.
Kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif yang lebih luas. Mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai penyelenggara kegiatan, tetapi juga menjadi fasilitator yang berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada siswa. Sementara itu, para siswi MA Nurul Ikhlas mendapatkan kesempatan untuk memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memberikan pengetahuan dan wawasan, sosialisasi pembuatan sabun cuci piring diharapkan dapat membuka pandangan siswa mengenai pentingnya keterampilan produktif. Keterampilan tersebut dapat menjadi salah satu modal untuk mengembangkan kreativitas maupun mengenali peluang usaha sederhana di masa mendatang.
Program kerja KKN seperti ini menjadi bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Ilmu yang diperoleh selama berada di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya diterapkan dalam ruang akademik, tetapi juga dibagikan kepada masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan sosialisasi juga menjadi pengalaman dalam membangun komunikasi dengan peserta didik. Mahasiswa dituntut mampu menyampaikan materi dengan jelas, mengelola kegiatan, menjawab pertanyaan peserta, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Hal tersebut menjadi pengalaman penting dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerja sama.
Antusiasme para siswi selama mengikuti rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik dapat menjadi metode yang menarik untuk mengenalkan keterampilan baru. Materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat peserta lebih mudah memahami manfaat dari pengetahuan yang diberikan.
Melalui kegiatan sosialisasi pembuatan sabun cuci piring ini, mahasiswa KKN berharap pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan dapat terus dikembangkan oleh para siswi MA Nurul Ikhlas. Tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, pengalaman tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi siswa untuk terus belajar, berkreasi, dan menghasilkan berbagai inovasi sederhana yang bermanfaat.
Kegiatan yang berlangsung di MA Nurul Ikhlas, Desa Sepande, Kecamatan Candi, tersebut menjadi salah satu langkah nyata mahasiswa KKN dalam menghadirkan program yang edukatif, aplikatif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dengan memadukan penyampaian materi, pemaparan, diskusi, tanya jawab, serta praktik, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang berkesan sekaligus membangun keterampilan dan kreativitas siswa.









