Mahasiswa KKN UNUSIDA Sukses Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring, Ciptakan Peluang Usaha bagi Santri Ponpes Nurul Ikhlas
SIDOARJO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Kelompok Pondok Pesantren Nurul Ikhlas menggelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (2/8/2026) pukul 13.00 WIB di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Sepande, ini menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat dalam rangkaian KKN UNUSIDA Berdaya 2026.
Mengusung tema “Meningkatkan keterampilan, menciptakan peluang usaha. Dari pelatihan menjadi peluang penghasilan,” kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri dan memberikan nilai ekonomi bagi pondok pesantren maupun masyarakat sekitar.
Pelatihan secara resmi dibuka dan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UNUSIDA, Afifatus Sholikhah, S.M., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang tidak hanya memberikan edukasi tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Afifatus Sholikhah mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan program pemberdayaan sesuai kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keterampilan membuat produk kebutuhan rumah tangga seperti sabun cuci piring memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha mikro yang berkelanjutan.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi awal lahirnya usaha produktif di lingkungan pondok pesantren. Dengan keterampilan yang dimiliki, santri dapat menghasilkan produk yang bermanfaat untuk kebutuhan internal pondok maupun dipasarkan kepada masyarakat sehingga memberikan nilai tambah secara ekonomi,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan M. Jeffri Aprilianto sebagai narasumber yang membagikan pengetahuan mengenai proses pembuatan sabun cuci piring cair, mulai dari pengenalan bahan baku, teknik pencampuran, proses pengadukan, hingga pengemasan produk agar memiliki kualitas yang baik dan layak dipasarkan.
Dalam pemaparannya, Jeffri menjelaskan bahwa sabun cuci piring merupakan salah satu produk rumah tangga dengan tingkat kebutuhan yang tinggi sehingga memiliki prospek usaha yang menjanjikan. Selain modal produksinya relatif terjangkau, proses pembuatannya juga cukup sederhana sehingga dapat dipraktikkan oleh masyarakat maupun santri yang ingin memulai usaha skala rumahan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasaran. Menurutnya, kualitas tidak hanya ditentukan dari kemampuan membersihkan peralatan makan, tetapi juga dipengaruhi oleh komposisi bahan, tingkat kekentalan, aroma, serta kemasan yang menarik sehingga memiliki daya jual yang lebih tinggi.
Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan sabun cuci piring. Dalam sesi ini, narasumber mendampingi peserta mulai dari proses penimbangan bahan, pencampuran formula, pengadukan hingga menghasilkan sabun yang siap digunakan. Pendekatan praktik tersebut membuat peserta lebih mudah memahami setiap tahapan produksi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk mencoba membuat produk secara mandiri.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik produksi, cara memperoleh bahan baku, strategi menjaga kualitas produk, hingga peluang pemasaran yang dapat dilakukan baik secara langsung maupun melalui platform digital.
Kegiatan dipandu oleh Nazahah Mudhiah sebagai moderator yang mengarahkan jalannya diskusi sehingga berlangsung komunikatif dan penuh semangat. Berbagai pengalaman yang dibagikan narasumber memberikan motivasi kepada peserta bahwa usaha dapat dimulai dari produk sederhana selama dikelola dengan baik dan memiliki kualitas yang terjaga.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN UNUSIDA berharap keterampilan yang diberikan mampu menjadi bekal bagi para santri untuk mengembangkan usaha berbasis kebutuhan sehari-hari. Produk sabun cuci piring yang dihasilkan bahkan dapat dimanfaatkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan operasional pondok pesantren sehingga mengurangi biaya pengeluaran sekaligus menjadi media pembelajaran kewirausahaan.
Ke depan, apabila produksi dilakukan secara berkelanjutan dengan standar kualitas yang baik, produk tersebut berpotensi dipasarkan kepada masyarakat sekitar sebagai salah satu produk unggulan hasil karya santri. Bahkan, mahasiswa KKN turut mendorong lahirnya identitas merek lokal yang dapat memperkuat daya saing produk sekaligus menjadi kebanggaan Pondok Pesantren Nurul Ikhlas.
Program pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen KKN UNUSIDA Berdaya 2026 dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Mahasiswa berupaya mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat terus dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan semangat berwirausaha kepada para santri. Mereka diajak untuk melihat kebutuhan sehari-hari sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan melalui inovasi, kreativitas, dan pengelolaan yang baik. Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi pengguna produk, tetapi juga mampu menjadi produsen yang menghasilkan produk berkualitas dan bernilai jual.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, narasumber, dan pihak Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis pesantren. Semangat pemberdayaan yang diusung KKN UNUSIDA diharapkan mampu melahirkan lebih banyak inovasi dan usaha produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis komunitas.










