PIAUD UNUSIDA Aktif di RAT ke-6 PPIAUD Indonesia (Foto; Humas UNUSIDA)

PIAUD UNUSIDA Turut Berperan Aktif di RAT ke-6 PPIAUD Indonesia, Dorong Penguatan Mutu dan Isu Strategis RA Negeri

BATU — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berpartisipasi aktif dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-6 Perkumpulan Program Studi PIAUD Indonesia yang digelar di Amartahills Hotel and Resort Batu, Malang, Rabu-Kamis (29–30/4/2026).

Forum nasional ini menjadi ajang strategis dalam memperkuat jejaring antar Program Studi PIAUD se-Indonesia, meningkatkan mutu tata kelola program studi, mendorong kolaborasi tridharma perguruan tinggi, serta merumuskan arah kebijakan pendidikan anak usia dini di tingkat perguruan tinggi.

Kegiatan RAT tahun ini dipandu oleh tiga tuan rumah, yakni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Malang, dan Universitas Al-Qolam Malang. Rangkaian kegiatan meliputi pengabdian kepada masyarakat, visiting lecture, stadium general, international conference, PPIAUD Award, penyusunan RPS berbasis Outcome-Based Education (OBE), hingga pemilihan kepengurusan periode 2026–2029.

Dalam forum tersebut, Kaprodi PIAUD UNUSIDA, Rif’atul Anita, S.Pd., M.Pd., turut mendorong pembahasan isu-isu strategis pendidikan anak usia dini dalam forum nasional PPIAUD. Salah satu perhatian utama yang diangkat adalah pentingnya penegerian Raudhatul Athfal (RA) di Indonesia sebagai langkah penguatan tata kelola, pemerataan mutu, serta peningkatan kesejahteraan lembaga dan pendidik RA di berbagai daerah.

Menurutnya, penegerian RA menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang lebih berkualitas, terstandar, dan berkelanjutan. Isu ini dinilai krusial karena RA selama ini memiliki kontribusi besar dalam pendidikan karakter dan fondasi keagamaan anak sejak dini, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam dukungan kebijakan dan pembiayaan.

Selain itu, Rif’atul Anita juga menekankan pentingnya respons dunia pendidikan terhadap tantangan zaman melalui integrasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran PIAUD. Ia menilai, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital.

Baca juga:  Inspirasi Alumni UNUSIDA: Izzah Nadlifah Kirana, dari Bangku Kuliah Menuju Finance Supervisor ZUMA Indonesia

“Peningkatan literasi digital dosen dan mahasiswa menjadi fokus penting, sekaligus pengembangan model pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan berpusat pada anak,” ujarnya.

Seluruh peserta RAT menyepakati dan menandatangani komitmen bersama untuk mengajukan RA Negeri kepada kementerian terkait. Langkah ini dinilai penting dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, sekaligus membuka peluang status ASN bagi pendidik RA di masa depan.

Perkumpulan Program Studi PIAUD Indonesia memiliki peran strategis sebagai simpul koordinasi nasional antar Prodi PIAUD. Organisasi ini mendorong peningkatan mutu melalui penyusunan standar kurikulum bersama, fasilitasi kolaborasi tridharma, serta kemitraan strategis dengan pemerintah dalam pengembangan kebijakan PAUD.

Selain itu, forum juga menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) yang dapat diadopsi oleh masing-masing program studi, di antaranya Penguatan tata kelola program studi, Pengembangan kurikulum dan RPS berbasis OBE, Implementasi pembelajaran berbasis teknologi, Perluasan kerja sama antar anggota PPIAUD dan Inovasi riset dan pengabdian berbasis kebutuhan anak usia dini.

Integrasi teknologi dalam pembelajaran PIAUD, lanjutnya, bukan sekadar penggunaan perangkat digital, tetapi bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.

Anita berharap, keikutsertaan PIAUD UNUSIDA dalam forum PPIAUD ini dapat semakin memperkuat posisi program studi dalam jejaring nasional antar PIAUD di Indonesia. Forum tersebut juga membuka peluang kolaborasi riset, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang dapat berdampak langsung pada peningkatan mutu akademik.

Lebih jauh, keberadaan PPIAUD dinilai memiliki peran strategis sebagai jembatan efektif antara perguruan tinggi dan para pemangku kebijakan dalam merumuskan standar pendidikan PIAUD masa depan yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui forum ini, aspirasi akademisi PIAUD dapat terakomodasi dalam kebijakan pendidikan anak usia dini di Indonesia.