Pos

Kerja sama antara FILKOM UNUSIDA dan Media Dakwah Pondok Pesantren Langitan Tuban (Foto: Humas UNUSIDA)

Transformasi Digital Pesantren, FILKOM UNUSIDA Dampingi Media Dakwah Langitan Kelola Database dan AI

TUBAN — Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjalin kolaborasi strategis dengan Media Dakwah Pondok Pesantren Langitan dalam penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Akademi Media Dakwah Langitan bertema ‘Akselerasi Dakwah Santri: Sinkronisasi Manajemen Database dan Optimalisasi AI untuk Efisiensi Media Pesantren’ di Kantor Pusat Langitan Lantai 3, Kamis (11/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dekan FILKOM UNUSIDA Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T. sebagai fasilitator utama sekaligus narasumber menyebutkan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pesantren, khususnya dalam pengelolaan data dan pengembangan media dakwah berbasis teknologi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, lembaga pesantren dituntut untuk mampu mengelola berbagai aset data secara efektif agar dapat mendukung aktivitas dakwah yang lebih terstruktur, efisien, dan berkelanjutan.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mendorong pertumbuhan data yang sangat cepat di lingkungan pesantren. Berbagai data penting mulai dari data personalia, arsip dakwah digital, inventaris media, hingga rekam jejak konten terus bertambah seiring meningkatnya aktivitas dakwah dan publikasi digital.

Dalam pemaparannya, Dr. Arda Surya Editya menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital harus diawali dengan tata kelola data yang baik.

“AI akan memberikan manfaat yang optimal apabila didukung oleh sistem database yang terstruktur, terdokumentasi dengan baik, dan mampu terintegrasi antar-unit kerja. Karena itu, pembenahan manajemen data menjadi fondasi utama sebelum melakukan pengembangan teknologi yang lebih lanjut,” jelasnya.

Namun demikian, Direktur Media Dakwah Pondok Pesantren Langitan Ustadz Muhammad Sholeh menerangkan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya terletak pada jumlah data yang semakin besar, melainkan juga bagaimana data tersebut dapat dikelola, disimpan, dan disinkronisasikan secara efektif antar-divisi. Ketidakteraturan pengelolaan data berpotensi menimbulkan duplikasi informasi, kesulitan pencarian arsip, hingga risiko kehilangan data penting yang dibutuhkan dalam proses kerja media.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya mencoba berkolaborasi bersama FILKOM UNUSIDA menginisiasi forum diskusi terarah untuk merumuskan sistem pengelolaan data yang lebih terstruktur, aman, dan aplikatif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI).

“FGD ini diikuti oleh anggota Media Dakwah Langitan yang terlibat langsung dalam pengelolaan media dan arsip digital pesantren. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama yang dirancang untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara nyata,” katanya.

Pada sesi pertama, peserta melakukan pemetaan struktur database internal yang selama ini digunakan. Diskusi difokuskan pada identifikasi berbagai kendala sinkronisasi data antar-divisi, sekaligus merancang alur pengelolaan data yang lebih sistematis dan terintegrasi.

Sementara itu, sesi kedua membahas pemanfaatan teknologi AI dalam mendukung pengelolaan database media pesantren. Berbagai peluang penerapan AI diperkenalkan, mulai dari otomatisasi pengarsipan, pencarian data yang lebih cepat dan cerdas, hingga pengolahan informasi yang mampu meningkatkan produktivitas kerja tim media.

Diskusi berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan seluruh peserta berdasarkan bidang kerja masing-masing, seperti tim redaksi, tim kreatif, dan tim administrasi arsip. Setiap kelompok melakukan identifikasi terhadap kondisi pengelolaan data yang berjalan saat ini, kemudian merumuskan berbagai rekomendasi perbaikan berdasarkan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi.

Lebih lanjut, kegiatan ini menargetkan terbentuknya draf blueprint standarisasi database internal Media Dakwah Langitan yang lebih terintegrasi dan mudah diimplementasikan. Selain itu, peserta juga menyusun rekomendasi berbagai perangkat berbasis AI yang dapat mendukung otomatisasi pengelolaan data guna meningkatkan efisiensi administrasi media.

“Kami berharap, hasil FGD ini menjadi pijakan awal dalam membangun sistem pengelolaan data yang lebih modern, terukur, dan berkelanjutan di lingkungan pesantren,” ungkapnya.

Salah Seorang Tim Relawan UNUSIDA, Joko Romadoni Sabrian untuk Monev Pilkades Serentak Se Kabupaten Sidoarjo di Desa Kendalpecabean (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Kirim 39 Relawan Tim Monev, Sukseskan Pilkades Serentak Sidoarjo 2026

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui partisipasi aktif pada pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak se-Kabupaten Sidoarjo, Ahad (24/5/2026). Sebanyak 39 relawan mahasiswa UNUSIDA diterjunkan untuk membantu pemantauan jalannya pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Keterlibatan relawan UNUSIDA menjadi bentuk kontribusi nyata civitas akademika yang melibatkan unsur dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga tenaga operasional kampus dalam mendukung proses demokrasi yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Pada pelaksanaan Pilkades Serentak tahun ini, tercatat sebanyak 80 desa di 17 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan pemilihan kepala desa secara bersamaan. Para relawan UNUSIDA disebar ke sejumlah titik pelaksanaan untuk melakukan observasi, dokumentasi, serta membantu memastikan proses pemilihan berjalan sesuai prosedur dan prinsip demokrasi.

Ketua Tim Relawan UNUSIDA, Moch Fabet Ali Thoufan, menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam agenda tersebut tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sarana pembelajaran langsung mengenai dinamika sosial dan praktik demokrasi di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, seluruh tim relawan tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga belajar memahami proses demokrasi secara nyata. Ini menjadi pengalaman berharga untuk melatih sikap kritis, tanggung jawab sosial, dan kemampuan berkolaborasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam tim Monev diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang aktif, responsif, dan berintegritas dalam mendukung pembangunan daerah.

Bagi para relawan, turun langsung ke tengah masyarakat menjadi pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas. Mereka berhadapan langsung dengan dinamika pemilihan, interaksi warga, serta proses penyelenggaraan demokrasi di tingkat akar rumput. Situasi tersebut memberikan pemahaman baru bahwa demokrasi bukan hanya teori dalam buku, melainkan praktik sosial yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Jadi tugas relawan kali ini adalah melakukan observasi lapangan, dokumentasi kegiatan, serta membantu memastikan proses Pilkades berlangsung sesuai prosedur, regulasi, dan prinsip-prinsip demokrasi yang berlaku,” terangnya.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, Kepala Bagian Peningkatan Kinerja Tenaga Kependidikan UNUSIDA tersebut terus mendorong mahasiswanya untuk mengambil peran dalam berbagai agenda strategis masyarakat. Keterlibatan dalam Monev Pilkades menjadi salah satu wujud nyata kampus dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi lokal sekaligus membangun kepedulian sosial mahasiswa terhadap lingkungan sekitarnya.

“Kolaborasi ini menjadi wujud nyata bagaimana kalangan akademisi dapat mengambil peran penting dalam mendukung terciptanya demokrasi yang inklusif, transparan, dan berintegritas di Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMP) Kabupaten Sidoarjo, Yustina Tri Prastiwi, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi civitas akademika UNUSIDA dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkades Serentak tahun ini.

“Keberadaan tim monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan demokrasi di tingkat desa agar berjalan tertib, aman, dan lancar. Kami sangat mengapresiasi keterlibatan UNUSIDA yang telah mendukung proses ini,” tuturnya.

Yustina menjelaskan, hasil monitoring yang dilakukan tim nantinya tidak hanya menjadi catatan lapangan semata, tetapi juga akan digunakan sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Sidoarjo.

“Kami berharap, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Pilkades serentak kali ini mampu menghadirkan proses demokrasi yang semakin berkualitas, transparan, dan partisipatif. Kehadiran relawan UNUSIDA pun menjadi bukti bahwa dunia akademik memiliki peran penting dalam mengawal demokrasi, bahkan hingga ke tingkat desa,” pungkasnya.

PIAUD UNUSIDA Aktif di RAT ke-6 PPIAUD Indonesia (Foto; Humas UNUSIDA)

PIAUD UNUSIDA Turut Berperan Aktif di RAT ke-6 PPIAUD Indonesia, Dorong Penguatan Mutu dan Isu Strategis RA Negeri

BATU — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berpartisipasi aktif dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-6 Perkumpulan Program Studi PIAUD Indonesia yang digelar di Amartahills Hotel and Resort Batu, Malang, Rabu-Kamis (29–30/4/2026).

Forum nasional ini menjadi ajang strategis dalam memperkuat jejaring antar Program Studi PIAUD se-Indonesia, meningkatkan mutu tata kelola program studi, mendorong kolaborasi tridharma perguruan tinggi, serta merumuskan arah kebijakan pendidikan anak usia dini di tingkat perguruan tinggi.

Kegiatan RAT tahun ini dipandu oleh tiga tuan rumah, yakni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Malang, dan Universitas Al-Qolam Malang. Rangkaian kegiatan meliputi pengabdian kepada masyarakat, visiting lecture, stadium general, international conference, PPIAUD Award, penyusunan RPS berbasis Outcome-Based Education (OBE), hingga pemilihan kepengurusan periode 2026–2029.

Dalam forum tersebut, Kaprodi PIAUD UNUSIDA, Rif’atul Anita, S.Pd., M.Pd., turut mendorong pembahasan isu-isu strategis pendidikan anak usia dini dalam forum nasional PPIAUD. Salah satu perhatian utama yang diangkat adalah pentingnya penegerian Raudhatul Athfal (RA) di Indonesia sebagai langkah penguatan tata kelola, pemerataan mutu, serta peningkatan kesejahteraan lembaga dan pendidik RA di berbagai daerah.

Menurutnya, penegerian RA menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang lebih berkualitas, terstandar, dan berkelanjutan. Isu ini dinilai krusial karena RA selama ini memiliki kontribusi besar dalam pendidikan karakter dan fondasi keagamaan anak sejak dini, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam dukungan kebijakan dan pembiayaan.

Selain itu, Rif’atul Anita juga menekankan pentingnya respons dunia pendidikan terhadap tantangan zaman melalui integrasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran PIAUD. Ia menilai, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital.

“Peningkatan literasi digital dosen dan mahasiswa menjadi fokus penting, sekaligus pengembangan model pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan berpusat pada anak,” ujarnya.

Seluruh peserta RAT menyepakati dan menandatangani komitmen bersama untuk mengajukan RA Negeri kepada kementerian terkait. Langkah ini dinilai penting dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, sekaligus membuka peluang status ASN bagi pendidik RA di masa depan.

Perkumpulan Program Studi PIAUD Indonesia memiliki peran strategis sebagai simpul koordinasi nasional antar Prodi PIAUD. Organisasi ini mendorong peningkatan mutu melalui penyusunan standar kurikulum bersama, fasilitasi kolaborasi tridharma, serta kemitraan strategis dengan pemerintah dalam pengembangan kebijakan PAUD.

Selain itu, forum juga menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) yang dapat diadopsi oleh masing-masing program studi, di antaranya Penguatan tata kelola program studi, Pengembangan kurikulum dan RPS berbasis OBE, Implementasi pembelajaran berbasis teknologi, Perluasan kerja sama antar anggota PPIAUD dan Inovasi riset dan pengabdian berbasis kebutuhan anak usia dini.

Integrasi teknologi dalam pembelajaran PIAUD, lanjutnya, bukan sekadar penggunaan perangkat digital, tetapi bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, serta sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.

Anita berharap, keikutsertaan PIAUD UNUSIDA dalam forum PPIAUD ini dapat semakin memperkuat posisi program studi dalam jejaring nasional antar PIAUD di Indonesia. Forum tersebut juga membuka peluang kolaborasi riset, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang dapat berdampak langsung pada peningkatan mutu akademik.

Lebih jauh, keberadaan PPIAUD dinilai memiliki peran strategis sebagai jembatan efektif antara perguruan tinggi dan para pemangku kebijakan dalam merumuskan standar pendidikan PIAUD masa depan yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui forum ini, aspirasi akademisi PIAUD dapat terakomodasi dalam kebijakan pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Kolaborasi Ormawa FKIP UNUSIDA Sukses Gelar Gebyar Lomba Islami Pelajar (Foto: Humas UNUSIDA)

Kolaborasi Ormawa FKIP UNUSIDA Sukses Gelar Gebyar Lomba Islami Pelajar: Semangat Meraih Berkah Syawal

SIDOARJO — Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar Gebyar Lomba Islami Pelajar. Kegiatan bertajuk ‘Semangat Meraih Berkah Syawal’ dilaksanakan di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu (11/4/2026).

Tiga cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan ini, yaitu Da’i Cilik, MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an), dan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an). Masing-masing cabang menampilkan kemampuan terbaik para pelajar dalam berdakwah, menghafal, dan melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan tartil dan penuh penghayatan.

Ketua Pelaksana, Muhammad Nur Ilyas, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai momentum Syawal untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sekaligus melatih keberanian tampil di ruang publik. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang syiar sekaligus ajang pengembangan bakat pelajar dalam bidang keislaman, yang dilaksanakan di lingkungan kampus UNUSIDA dengan antusiasme peserta dari berbagai sekolah.

“Gebyar ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga media pembinaan karakter Islami pelajar. Kami ingin menghadirkan suasana Syawal yang penuh nilai ibadah, ilmu, dan prestasi,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNUSIDA, Zakiyatul Fakhiroh, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya agenda kolaboratif Ormawa FKIP yang dinilai mampu menghadirkan atmosfer akademik religius dan inspiratif di lingkungan fakultas.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul suksesnya sinergi antarorganisasi mahasiswa, khususnya kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dalam menyelenggarakan kegiatan yang memadukan nilai akademik, kreativitas, dan nuansa keislaman.

Menurutnya, kolaborasi lintas prodi menjadi contoh nyata bagaimana Ormawa tidak hanya bergerak pada ranah kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menciptakan ruang-ruang pembinaan yang berdampak bagi mahasiswa maupun pelajar.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa Ormawa FKIP mampu berkontribusi aktif dalam membangun kultur akademik yang religius, kolaboratif, dan inspiratif. Sinergi antar Hima Prodi seperti PGSD dan PBI patut diapresiasi dan dijadikan model untuk agenda-agenda berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat kolaborasi tersebut selaras dengan visi FKIP UNUSIDA dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki sensitivitas sosial-keagamaan.

“Kami harap melalui Gebyar Lomba Islami Pelajar ini, dapat terus menghadirkan kegiatan positif yang mendorong pelajar untuk mencintai Al-Qur’an, mengasah potensi diri, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

UNUSIDA Menghadiri Forum Bersama WWF Indonesia (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Tunjukkan Peran Aktif di Forum Lingkungan, Jalin Kolaborasi bersama WWF Indonesia

SIDOARJOUniversitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menunjukkan komitmen kuat dalam isu lingkungan dengan berpartisipasi aktif dalam forum kolaborasi bersama WWF Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan yang dikemas dalam forum silaturahmi dan diskusi ini menjadi momentum penting untuk membahas keberlanjutan program lingkungan, khususnya terkait berakhirnya Project COAST yang selama ini berjalan di wilayah pesisir Sidoarjo.

Dalam forum tersebut, perwakilan WWF Indonesia menyampaikan bahwa program yang sebelumnya didukung hingga April 2028 mengalami penyesuaian dan akan berakhir lebih awal pada Maret 2026. Meski demikian, WWF menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan kegiatan pendampingan di Sidoarjo melalui sumber pendanaan lain.

“Kegiatan seperti penanaman mangrove dan program lingkungan lainnya tetap kami jalankan selama masa transisi ini. Ke depan, WWF Indonesia akan tetap hadir dan melanjutkan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.

Melalui forum ini, WWF Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan program, terutama setelah berakhirnya dukungan pendanaan utama. WWF Indonesia berharap dukungan dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat tetap terjaga agar inisiatif yang telah berjalan tidak terhenti.

“Selain menjadi ajang penyampaian informasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi santai antar stakeholder untuk memperkuat sinergi ke depan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn., menegaskan kesiapan untuk terus berperan aktif dalam mendukung program-program lingkungan berkelanjutan.

Pihaknya berkomitmen mengakomodasi mahasiswa agar terlibat langsung sebagai agent of change melalui berbagai skema akademik, antara lain Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, Penelitian mahasiswa sesuai bidang keilmuan, Program pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan edukasi dan literasi lingkungan.

Langkah ini dinilai strategis dalam membangun kesadaran sekaligus kapasitas mahasiswa untuk berkontribusi nyata terhadap persoalan lingkungan di masyarakat.

Partisipasi aktif UNUSIDA dalam forum ini menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial dan lingkungan.

“Melalui keterlibatan mahasiswa dalam program nyata di lapangan, kami berharap mampu menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.