Sidoarjo, 15 September 2026 — Pekan Orientasi Keguruan (POKER) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademiknya sebagai calon pendidik. Mengusung tema “Membentuk Generasi Pendidik yang Berkarakter, Berkarya, Berdampak”, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan lingkungan fakultas, tetapi juga membangun mental, karakter, dan kepercayaan diri mahasiswa.
Salah satu pesan kuat disampaikan Wakil Rektor III Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Dr. H. Ali Masykuri, M.Pd., di hadapan mahasiswa baru FKIP. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak pernah merasa minder, rendah diri, maupun menganggap diri sebagai kelompok yang kurang unggul hanya karena perbedaan jumlah mahasiswa pada masing-masing program studi.
“Jangan pernah minder. Jangan pernah merasa rendah diri.” pesan Dr. Ali Masykuri kepada mahasiswa baru.
Menurutnya, jumlah mahasiswa dalam suatu program studi bukanlah ukuran utama untuk menentukan kualitas maupun peluang keberhasilan. Ia menegaskan bahwa seluruh mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi fakultas maupun universitas.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak membangun rasa superior hanya karena berada pada program studi dengan jumlah mahasiswa lebih banyak. Seluruh mahasiswa, baik dari program studi dengan jumlah besar maupun kecil, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari FKIP UNUSIDA.
“Kita semua adalah bagian dari FKIP,” tegasnya.
Dr. Ali Masykuri juga menegaskan bahwa FKIP merupakan fakultas yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan universitas. Keberadaan para dosen, pimpinan, mahasiswa, hingga alumni yang berkembang dan mengambil peran strategis menjadi bukti bahwa lingkungan FKIP memiliki potensi besar untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk tidak sekadar menjadi penerus, tetapi mampu melampaui pencapaian generasi sebelumnya. Menurutnya, apa yang telah dibangun oleh dosen dan mahasiswa terdahulu harus menjadi pijakan bagi mahasiswa baru untuk menciptakan prestasi yang lebih tinggi.
“Tugas kalian sekarang adalah meneruskan dan bahkan melampaui prestasi mahasiswa-mahasiswa sebelumnya,” ujarnya.
Ia juga meyakinkan mahasiswa bahwa keputusan memilih UNUSIDA dan FKIP merupakan pilihan yang tepat. Lingkungan kampus memberikan berbagai kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar, mengembangkan potensi, mengikuti kegiatan, membangun jejaring, dan meraih prestasi.
Momentum POKER kemudian menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Setelah sebelumnya mahasiswa mendapatkan informasi umum melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di tingkat universitas, POKER memberikan pemahaman yang lebih spesifik mengenai FKIP, program studi, kehidupan akademik, serta proses perkuliahan.
Mahasiswa diminta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menyerap berbagai informasi, serta tidak menganggap remeh setiap materi yang diberikan. Menurut Dr. Ali, berbagai informasi yang disampaikan selama orientasi merupakan bekal awal untuk menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
Selain aspek akademik, Dr. Ali Masykuri memberikan penekanan khusus mengenai perubahan identitas dari siswa menjadi mahasiswa. Menurutnya, perubahan tersebut bukan sekadar pergantian status, melainkan harus diikuti dengan perubahan pola pikir, sikap, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur diri.
“Kalian sekarang sudah bukan siswa. Kalian sudah menjadi mahasiswa.” tegasnya.
Sebagai mahasiswa, setiap individu memiliki ruang yang lebih besar untuk mengatur dirinya sendiri. Mulai dari mengelola waktu, menentukan kegiatan, bertanggung jawab terhadap tugas, mengambil keputusan, hingga menjaga sikap dan penampilan ketika berada di lingkungan kampus.
Hal tersebut menjadi semakin penting bagi mahasiswa FKIP karena mereka dipersiapkan menjadi calon guru. Seorang pendidik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
Karena itu, karakter sebagai calon pendidik harus mulai dibangun sejak menjadi mahasiswa. Mahasiswa perlu memahami batas kebebasan, mampu menata diri, serta menunjukkan perilaku yang mencerminkan calon profesional di bidang pendidikan.
Dr. Ali juga mengajak mahasiswa untuk mulai menanamkan identitas sebagai mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat “Saya adalah mahasiswa” harus dimaknai sebagai kesiapan untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, mampu mengatur waktu, bertanggung jawab, mengambil keputusan, dan mengembangkan kedewasaan.
Ia berharap mahasiswa baru FKIP UNUSIDA 2026 mampu menjadikan POKER sebagai titik awal untuk mengenal fakultas, dosen, teman, lingkungan akademik, sekaligus membangun karakter sebagai calon pendidik.
Menutup sambutannya, Dr. Ali kembali membakar semangat mahasiswa agar tidak minder dan terus berani mengembangkan potensi. Ia mengajak mahasiswa untuk bangga menjadi bagian dari FKIP UNUSIDA, menjaga nama baik fakultas dan universitas, serta membuktikan bahwa mereka mampu menjadi generasi penerus yang lebih berprestasi dan bertanggung jawab.
POKER FKIP UNUSIDA 2026 pun menjadi langkah awal untuk menggelorakan semangat, membangun kepercayaan diri, dan meneguhkan karakter mahasiswa sebagai calon pendidik yang siap berproses, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.