Dosen UNUSIDA Jadi Narasumber Seminar Anti-Bullying di SMA Avisena Jabon
SIDOARJO – Upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah terus diperkuat melalui edukasi preventif. Salah satunya diwujudkan melalui Seminar Anti-Bullying yang diselenggarakan SMA Avisena Jabon, Selasa (13/1/2026), bertempat di Dome SMA Avisena Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini menghadirkan dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Ganal Arief Rahmawan, S.Psi., M.Si., sebagai narasumber utama.
Seminar yang diikuti oleh siswa kelas X, XI, dan XII tersebut bertujuan membekali peserta didik dengan pemahaman komprehensif mengenai perundungan, baik dalam bentuk fisik, verbal, sosial, maupun cyberbullying yang kian marak di era digital. Kegiatan ini menjadi respons atas realitas sosial remaja yang berada pada fase krusial pembentukan identitas, di mana interaksi sosial yang tidak sehat berpotensi menimbulkan dampak psikologis jangka panjang.
Dalam pemaparannya, Ganal menekankan bahwa perundungan sering kali terjadi akibat kaburnya batas antara candaan dan perilaku menyakiti. Dampak bullying tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga memengaruhi iklim belajar dan kesehatan mental pelaku serta lingkungan sekolah secara keseluruhan. Oleh karena itu, sekolah perlu menjadi ruang aman yang menjunjung tinggi nilai empati, saling menghargai, dan beradab.
Seminar Anti-Bullying ini juga diarahkan untuk menumbuhkan sikap empati dan solidaritas antar siswa. Selain itu, peserta diberikan pemahaman praktis mengenai langkah-langkah intervensi yang dapat dilakukan ketika menyaksikan atau mengalami perundungan, termasuk mekanisme pelaporan yang aman dan bertanggung jawab kepada pihak sekolah.
Secara khusus, materi pencegahan cyberbullying menjadi perhatian utama. Siswa diajak memahami etika berkomunikasi di media sosial agar mampu bersikap bijak di ruang digital serta menghindari perilaku yang berpotensi melukai orang lain.
Pelaksanaan seminar berlangsung khidmat dan interaktif. Antusiasme siswa terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang dinamis. Berdasarkan survei singkat di akhir kegiatan, terjadi peningkatan kesadaran siswa dalam mengenali dampak psikologis perundungan serta komitmen bersama untuk menjaga sikap dan tutur kata, baik di lingkungan sekolah maupun di media sosial.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Kepala Sekolah SMA Avisena Jabon, H. Abu Bakar, S.Th.I, M.Pd.I., menyepakati pakta integritas untuk menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan. Kesepakatan ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam membangun budaya sekolah yang sehat, suportif, dan ramah anak.
Ia menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat. Seminar Anti-Bullying ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga santun dalam bersikap dan berinteraksi sosial.
“Semoga dengan kegiatan ini terjadi peningkatan kesadaran siswa dalam mengenali dampak psikologis perundungan serta komitmen bersama untuk menjaga sikap dan tutur kata, baik di lingkungan sekolah maupun di media sosial,” pungkasnya.


