Pos

BEM FKIP UNUSIDA Gelar GARASI 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM FKIP UNUSIDA Gelar GARASI 2026, Wadah Dialog Aspiratif Mahasiswa dan Dosen

SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan Gapai Aspirasi (GARASI) sebagai wadah dialog terbuka antara mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A, Kamis (5/3/2026).

Ketua BEM FKIP UNUSIDA, Zakiyatul Fakhiroh menyampaikan bahwa GARASI merupakan ruang dialog yang bertujuan menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan pihak fakultas. Melalui forum ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, kritik, maupun saran yang membangun demi terciptanya lingkungan akademik yang lebih baik dan kondusif.

Menurutnya, forum dialog seperti GARASI menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, maupun masukan secara terbuka dan konstruktif. Aspirasi yang disampaikan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bersama demi kemajuan fakultas serta peningkatan kualitas proses pembelajaran.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi, menyampaikan aspirasi mahasiswa, sekaligus membangun sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Fakultas,” jelasnya.

Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran jajaran dosen FKIP serta perwakilan mahasiswa dari 2 program studi. Menurutnya, kehadiran para dosen menunjukkan komitmen bersama dalam mendengarkan, memahami, serta menindaklanjuti berbagai aspirasi dan masukan dari mahasiswa terkait proses akademik, fasilitas pembelajaran, maupun pengembangan kegiatan kemahasiswaan.

Kegiatan berjalan dengan sesi diskusi dan penyampaian aspirasi mahasiswa. Dalam sesi tersebut, berbagai isu dan masukan disampaikan secara terbuka, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kegiatan organisasi mahasiswa, hingga harapan terhadap fasilitas penunjang kegiatan akademik di lingkungan fakultas.

Para dosen FKIP yang hadir memberikan tanggapan positif sekaligus apresiasi atas keberanian dan kepedulian mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi mereka. Diskusi berlangsung dengan suasana yang hangat, penuh keakraban, serta dilandasi semangat keterbukaan.

Tidak hanya memberikan tanggapan, para dosen juga berbagi pandangan mengenai pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan tenaga pendidik dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa FKIP tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembelajaran bersama dalam membangun budaya akademik yang sehat dan demokratis.

Ia berharap, kegiatan GARASI 2026 kaali ini dapat menjadi agenda rutin yang mampu memperkuat hubungan antara mahasiswa dan dosen. Dengan adanya forum dialog seperti ini, aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan secara konstruktif dan menjadi bahan evaluasi bersama demi kemajuan Fakultas.

Zakiya menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara mahasiswa dan dosen merupakan salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan produktif. Dengan adanya forum aspirasi seperti GARASI, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta didik, tetapi juga turut berperan aktif dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan institusi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan GARASI juga menjadi momentum untuk membangun semangat kebersamaan dan kolaborasi di lingkungan kampus. Sinergi antara mahasiswa dan dosen dinilai sangat penting dalam menciptakan suasana akademik yang aspiratif, partisipatif, dan progresif.

“Melalui kegiatan GARASI ini kami berharap aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik dan menjadi bahan evaluasi bersama untuk kemajuan Fakultas bersama,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Fikull

Seminar Pendidikan Nasional BEM FKIP UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM FKIP UNUSIDA Gelar Seminar Pendidikan Nasional: Bahas Strategi Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka

Dalam rangka memperingati Harlah ke-11, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menggelar Seminar Pendidikan Nasional dengan tema ‘Integrasi Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka: Menumbuhkan Kemandirian dan Karakter Peserta Didik’, di Hall Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Selasa (8/7/2025).

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yaitu Ketua PC ISNU Sidoarjo Dr. H. Sholehuddin, Wakil Rektor 2 UNUSIDA Dr. Ana Christanti, serta Pengurus Pergunu PWNU Jawa Timur sekaligus Dosen FKIP UNUSIDA Dr. Syaifudin Noer.

Dalam seminar tersebut, Salah satu narasumber, Dr Sholehuddin menekankan pentingnya pendekatan deep learning dalam sistem pembelajaran modern yang berbasis Kurikulum Merdeka. Strategi ini dinilai mampu menumbuhkan karakter dan kemandirian peserta didik, sekaligus menyesuaikan dengan tantangan global abad ke-21 saat ini.

Dalam paparannya, Dr. Sholehuddin menjelaskan bahwa deep learning bukan sekadar metode menghafal atau sekilas memahami materi, melainkan proses pembelajaran yang mengasah daya nalar, kreativitas, dan kemampuan berpikir reflektif. Menurutnya, pembelajaran yang dalam dan bermakna harus menjadi roh dari Kurikulum Merdeka.

“Deep learning mendorong siswa untuk memahami esensi, bukan hanya hafalan. Ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pada kemandirian belajar dan penguatan karakter,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran guru sangat penting dalam membimbing siswa untuk mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata. “Guru harus menjadi fasilitator yang mampu menciptakan lingkungan belajar aktif dan eksploratif,” lanjutnya.

Sebagai Ketua PC ISNU Sidoarjo, Dr. Sholehuddin juga mengajak seluruh pendidik Nahdliyin untuk terus meningkatkan literasi pedagogi dan teknologi agar mampu beradaptasi dengan perubahan pendidikan yang dinamis.

“Integrasi deep learning ini tidak hanya menjawab kebutuhan zaman, tetapi juga mendukung pembentukan generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual,” terangnya.

Sementara itu, Ketua BEM FKIP UNUSIDA, Mardlatillah Najwa, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari berbagai pihak. Melalui seminar ini menjadi komitmen dalam membantu peserta didik yang mandiri dan kreatif tanpa menghilangkan kearifan lokal. Seminar ini menjadi ruang kolaborasi lintas generasi dalam rangka menyiapkan sistem pendidikan yang relevan, humanis dan berdampak.

“Seminar ini menjadi bagian dari semangat kami dalam menyambut Harlah ke-11 UNUSIDA dan mendorong mahasiswa untuk turut serta membangun sistem pendidikan yang lebih baik,” ungkapnya.

Najwa berharap, kegiatan ini mampu membuka wawasan mahasiswa FKIP dan sivitas akademika UNUSIDA untuk berpikir kritis dan aktif terlibat dalam pengembangan kurikulum serta kebijakan pendidikan di tingkat nasional.

“Seminar ini menjadi bukti komitmen UNUSIDA dalam mendukung transformasi pendidikan yang berdaya saing, humanis, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya. (MY)