Pos

Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si saat menyampaikan Laporan Kinerja di depan BPP, PCNU, dan PC Muslimat NU Sidoarjo (Foto: NU Delta)

Serah Terima SK Plt Rektor UNUSIDA, Prof. Fatkul Anam Sampaikan Laporan Kinerja dan Capaian Institusi 2025

SIDOARJO — Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Masa Khidmat 2014-2026 Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan laporan kinerja tahun 2025. Laporan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Serah Terima Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor di Hall Lantai 5 Gedung A, Kampus 2 UNUSIDA, Senin (26/1/2026). Laporan kinerja tersebut disampaikan di depan Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, PCNU Sidoarjo, dan PC Muslimat NU Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fatkul Anam menyampaikan bahwa salah satu kekuatan utama UNUSIDA adalah soliditas internal dan komunikasi yang terjaga dengan baik. Menurutnya, harmonisasi antar unsur pimpinan dan civitas academica menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas kampus.

“Alhamdulillah, di UNUSIDA kita bisa menjaga komunikasi dan perundingan dengan baik. Ini menjadi kelebihan kita, sehingga dinamika organisasi dapat dilalui tanpa konflik yang berarti,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa bangga menjadi bagian dari perjalanan sejarah UNUSIDA, mulai dari proses perizinan hingga pengembangan institusi saat ini. Dalam laporan kinerja 2025, ia memaparkan sejumlah capaian strategis di berbagai bidang.

Dalam laporannya, Prof. Fatkul Anam menjelaskan, di bidang akademik dan kelembagaan, UNUSIDA berhasil meraih berbagai penghargaan nasional, di antaranya pengakuan sebagai perguruan tinggi terbaik dalam ajang Anugerah Perkumpulan pada Januari 2025, serta ditutup dengan perolehan lima penghargaan di akhir tahun. Pada bidang pengabdian kepada masyarakat, UNUSIDA mencatat peningkatan peringkat nasional hingga berada di posisi 1.611.

Sementara pada sektor kemahasiswaan, UNUSIDA mengalami peningkatan prestasi secara signifikan, termasuk capaian mahasiswa di tingkat nasional dan internasional. Terbukti, sepanjang tahun 2025 UNUSIDA mencatat berbagai prestasi membanggakan, di antaranya meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Terbaik LPT PBNU, Gold Winner BIMA Award 2025 pada kategori Pengabdian kepada Masyarakat, serta predikat Baik Sekali Klaster SIMKATMAWA dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Capaian ini diperkuat dengan penguatan sistem penjaminan mutu, digitalisasi layanan akademik, serta peningkatan kinerja tridarma perguruan tinggi.

Di bidang sumber daya manusia, UNUSIDA saat ini didukung oleh 91 dosen dengan mayoritas berkualifikasi magister dan terus mendorong percepatan studi lanjut doktoral. Pada sektor riset, produktivitas publikasi mengalami akselerasi signifikan dengan capaian skor SINTA yang terus meningkat, publikasi Scopus yang berkembang, serta penguatan budaya penelitian lintas program studi.

“Dari sisi sumber daya manusia, hingga akhir 2025 UNUSIDA terus memperkuat kualitas dosen dengan bertambahnya doktor baru dan peningkatan jabatan fungsional. Bahkan, diproyeksikan pada 2027 sekitar 40 persen dosen UNUSIDA telah bergelar doktor,” jelasnya.

Selain itu, UNUSIDA juga memperluas jejaring kerja sama nasional dan internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara, serta memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.

Ia juga menyampaikan gambaran umum kondisi keuangan dan aset universitas. Di antaranya pelunasan sebagian pinjaman perbankan, penguatan aset kampus, serta optimalisasi kerja sama dengan lembaga keuangan syariah. Per 23 Januari 2026, saldo kas UNUSIDA tercatat masih di angka yang sehat menunjukkan kesiapan menghadapi agenda akademik awal tahun.

“Saya berharap silaturahmi antar pimpinan dan civitas academica tetap terjaga demi keberlanjutan pembangunan UNUSIDA,” harapnya.

Ia juga menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi fondasi penting menuju UNUSIDA yang unggul, mandiri, dan berdampak, dengan fokus pada peningkatan mutu akademik, prestasi mahasiswa, penguatan tata kelola kelembagaan, serta keberlanjutan keuangan dan aset institusi. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pijakan kuat bagi kepemimpinan selanjutnya untuk melanjutkan akselerasi pembangunan UNUSIDA.

“Insyaallah seluruh proses ini kita lakukan bersama-sama, untuk menjaga amanah dan terus membangun UNUSIDA agar semakin maju,” pungkasnya.

Revolusi Mental Mahasiswa di Semester Genap 2025/2026 (Foto: Istimewa)

Mengonstruksi Perilaku Akademik Mahasiswa UNUSIDA: Revolusi Mental di Semester Genap 2025/2026

Memasuki Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berada pada sebuah titik transisi penting. Pergeseran dari semester gasal ke genap bukan sekadar pergantian kalender akademik, melainkan momentum reflektif untuk menilai ulang efektivitas interaksi pembelajaran di ruang kelas. Di tengah akselerasi visi UNUSIDA menuju keunggulan IPTEKS yang berlandaskan nilai-nilai An-Nahdliyah, perubahan perilaku akademik mahasiswa menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.

Mahasiswa tidak lagi dapat diposisikan sebagai objek pasif pembelajaran. Paradigma lama yang menempatkan mahasiswa sekadar sebagai penerima informasi harus digeser menuju peran baru: mahasiswa sebagai mitra dialogis teman diskusi yang setara, kritis, dan bertanggung jawab. Transformasi inilah yang menjadi inti dari revolusi mental akademik di UNUSIDA.

Sinergi Behavioristik dan Konstruktivisme
Upaya mengonstruksi perilaku akademik mahasiswa berpijak pada dua fondasi teori pendidikan modern: behavioristik dan konstruktivisme. Pendekatan behavioristik dimanfaatkan untuk membentuk kebiasaan akademik melalui stimulus diskusi yang menantang serta sistem penguatan (reinforcement) yang menghargai keberanian berpikir kritis. Apresiasi terhadap partisipasi aktif, argumentasi logis, dan etika berdiskusi menjadi instrumen penting dalam membangun iklim akademik yang hidup.

Sementara itu, pendekatan konstruktivistik memosisikan kelas sebagai ruang sosial tempat pengetahuan dibangun secara aktif melalui dialog dan refleksi bersama. Mahasiswa tidak lagi sekadar menghafal teori, melainkan berperan sebagai arsitek gagasan yang mampu membedah realitas sosial, ekonomi, dan budaya. Sinergi kedua pendekatan ini bertujuan melahirkan ekosistem pembelajaran yang dinamis dan transformatif.

Menghancurkan Pendidikan Gaya Bank
Pemikir pendidikan kritis Paulo Freire, dalam Pedagogy of the Oppressed, mengkritik model pendidikan gaya bank yang menempatkan dosen sebagai pemilik kebenaran dan mahasiswa sebagai celengan kosong penampung informasi. Model ini terbukti melumpuhkan daya kritis dan kreativitas.

Refleksi atas proses pembelajaran di Semester Gasal menunjukkan bahwa pendekatan semacam ini perlu ditinggalkan. Sejalan dengan gagasan problem-posing education, pembelajaran di UNUSIDA harus mendorong dosen dan mahasiswa menjadi subjek yang bersama-sama merefleksikan realitas. Mahasiswa diberi ruang untuk mempertanyakan, menganalisis, bahkan mengkritisi, dengan tujuan menemukan solusi atas problematika masyarakat secara ilmiah dan beretika.

Reinforcement Positif sebagai Pemantik Keberanian
Dalam perspektif behavioristik, B.F. Skinner menegaskan bahwa perilaku yang diikuti oleh konsekuensi positif cenderung akan diulang. Kelas yang sunyi dan minim dialog sering kali bukan karena mahasiswa tidak mampu berpikir kritis, melainkan karena lingkungan belajar belum memberi penguatan positif terhadap keberanian berpendapat.

Semester Genap 2025/2026 harus menjadi ruang aman akademik, di mana kesalahan dalam berargumen tidak dipandang sebagai kegagalan, melainkan bagian dari proses belajar. Dosen berperan menyediakan stimulus intelektual yang menantang, sementara mahasiswa meresponsnya dengan argumentasi yang terbangun secara bertahap dan reflektif.

Dialektika dalam Zone of Proximal Development
Teori Konstruktivisme Sosial Lev Vygotsky memperkenalkan konsep Zone of Proximal Development (ZPD), yakni wilayah belajar di mana individu dapat mencapai pemahaman lebih tinggi melalui bantuan interaksi sosial. Dalam konteks ini, peran mahasiswa sebagai teman diskusi menjadi krusial.

Dosen di UNUSIDA berfungsi sebagai scaffold penyangga intelektual yang memfasilitasi mahasiswa untuk naik ke level pemahaman yang lebih matang melalui dialog yang bermakna. Sebagaimana ditegaskan John Dewey, “pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup; pendidikan adalah hidup itu sendiri.” Maka, ruang kelas harus menjadi miniatur kehidupan sosial yang demokratis, dialogis, dan partisipatif.

Etika Santun sebagai Penyeimbang Nalar Kritis
Namun demikian, menjadi mitra diskusi tidak berarti mengedepankan kebebasan berpikir tanpa batas. UNUSIDA memiliki kekhasan nilai yang membedakannya. Mengacu pada pemikiran Imam Al-Ghazali tentang adab menuntut ilmu, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan keluhuran akhlak.

Keberanian berpendapat merupakan bentuk ijtihad kecil di ruang kelas, tetapi tetap harus dipayungi oleh adab, sikap tawadhu’, dan penghormatan terhadap sumber ilmu. Inilah karakter mahasiswa UNUSIDA yang hendak dibangun: tajam dalam berpikir, santun dalam bersikap, dan moderat dalam bersikap di tengah arus globalisasi.

Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 harus menjadi titik awal komitmen kolektif seluruh civitas akademika UNUSIDA. Mengonstruksi perilaku akademik bukan semata soal metode mengajar, melainkan perubahan budaya akademik secara menyeluruh.

Dengan memadukan kedisiplinan behavioristik dan kemerdekaan berpikir konstruktivistik, UNUSIDA berpeluang melahirkan sarjana yang tidak hanya unggul secara transkrip nilai, tetapi juga matang secara dialektika dan etika. Kampus ini membutuhkan pemikir yang berani menjadi mitra dialog karena di tangan para teman diskusi inilah, masa depan peradaban Nahdlatul Ulama dipertaruhkan.

Pulang Liburan Kembali Bekerja (Foto: Ilustrasi)

Pulang dari Liburan: Mengubah Jeda Menjadi Momentum Inspirasi dan Motivasi Peningkatan Performa Kinerja

Libur panjang seperti akhir tahun, kerap disalahpahami sebagai jeda yang memutus produktivitas. Padahal, jika dilihat melalui perspektif literasi inovasi, liburan justru merupakan fase strategic renewal, pembaruan strategis yang penting bagi keberlanjutan performa kerja. Bagi sekitar 24,76 juta angkatan kerja di Jawa Timur, khususnya di kawasan aglomerasi industri seperti Sidoarjo, tantangan pasca liburan bukan sekadar melawan rasa malas, melainkan menavigasi transisi dari mode rekreasi menuju kinerja yang lebih adaptif dan eksponensial.

Dialektika Ruang: Ruang Publik sebagai Mesin Reset Mental
Ruang publik di Jawa Timur, mulai dari Alun-Alun Sidoarjo hingga kawasan Kota Lama Surabaya bukan sekadar ornamen kota. Dalam Theory of Supportive Design, psikolog lingkungan Roger Ulrich menegaskan bahwa ruang terbuka dengan elemen alam mampu menurunkan kadar kortisol atau hormon stres secara signifikan.

Ruang publik yang bersih, inklusif, dan edukatif berfungsi sebagai zona dekompresi mental. Ketika seorang pekerja menikmati ruang publik sebelum kembali ke rutinitas pabrik atau kantor, ia sedang melakukan mental priming. Proses ini membantu memastikan bahwa inspirasi selama liburan tidak kandas akibat kejutan budaya ketika kembali pada ritme kerja yang kaku dan menuntut.

Mengubah Trauma Menjadi Performa: Pelajaran dari Lusi
Sidoarjo juga menyimpan pelajaran besar tentang resiliensi melalui fenomena Lumpur Sidoarjo (Lusi). Dari sudut pandang literasi inovasi, Lusi adalah simbol bagaimana krisis dapat ditransformasikan menjadi sumber pembelajaran. John Kotter, pakar manajemen perubahan, menekankan bahwa urgensi dan adaptasi adalah inti dari inovasi.

Wisata edukatif Lusi mengajarkan bahwa hambatan termasuk jeda liburan yang kerap dianggap mematahkan momentum yang sejatinya membuka ruang refleksi. Jika bencana sebesar Lusi mampu diolah menjadi sarana edukasi, maka tantangan pasca liburan seharusnya dapat menjadi titik awal untuk memperbaiki inefisiensi kerja dan pola lama yang tidak produktif.

Performa kerja tidak mungkin optimal jika seseorang terbebani tekanan psikologis akibat pengelolaan keuangan yang buruk selama liburan. Fenomena judi online dan pinjaman online ilegal yang sering berkedok hiburan instan menjadi ancaman serius pasca libur.

Sosiolog Zygmunt Bauman, melalui konsep Liquid Modernity, mengingatkan tentang bahaya konsumsi instan yang menggerus rasionalitas. Literasi inovasi digital termasuk melalui ruang publik virtual seperti portal layanan pemerintah Jawa Timur berperan sebagai filter moral dan rasional. Stabilitas finansial dan kesehatan mental adalah fondasi penting agar fokus dan integritas kerja tetap terjaga.

Strategi Akselerasi: Mengonversi Jeda Menjadi Aksi
Mengubah inspirasi menjadi performa memerlukan strategi inertia braking atau memecah kelembaman. James Clear, pakar produktivitas, menegaskan bahwa performa tinggi lahir dari akumulasi langkah kecil yang konsisten, bukan dari ledakan motivasi sesaat.

Inspirasi selama liburan seperti efisiensi layanan hotel atau kebersihan destinasi wisata yang perlu dibawa ke ruang kerja sebagai bahan diskusi inovasi. Prinsip Attention Restoration Theory (ART) juga relevan: mulailah hari pertama kerja dengan tugas fokus berdurasi pendek namun bermakna untuk mengaktifkan kembali fungsi eksekutif otak.

Untuk membantu transisi, berikut ritual Checklist 5 menit sederhana namun strategis:

  • Visual Re-Orientation (1 menit): Arahkan pandangan pada elemen hijau di ruang publik atau kantor.

  • Idea Anchoring (1 menit): Catat satu ide perbaikan kerja yang terinspirasi dari liburan.

  • Digital Detox (1 menit): Tutup aplikasi hiburan dan aktifkan mode kerja bebas distraksi.

  • Budget Alignment (1 menit): Pastikan kondisi keuangan pasca libur aman untuk ketenangan pikiran.

  • Social Priming (1 menit): Tebarkan energi positif kepada rekan kerja untuk membangun atmosfer kolaboratif.

Pulang dari liburan bukan berarti meninggalkan kebahagiaan demi kembali ke beban. Dengan literasi inovasi, liburan justru menjadi investasi bagi kapasitas berpikir dan ketangguhan mental. Jawa Timur, melalui dinamika ruang publik dan pembelajaran sosialnya, menyediakan infrastruktur mental bagi masyarakat untuk tumbuh.

Momentum pasca liburan adalah pijakan untuk melompat lebih tinggi. Kinerja unggul dimulai dari pikiran yang segar, hati yang terjaga dari perilaku destruktif, dan tekad untuk mengubah inspirasi menjadi aksi nyata.

Ditulis oleh: Achmad Wahyudi, S.Pd.I., M.Pd.

Halal Bihalal UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Halal Bihalal UNUSIDA, Momentum Menyatukan Semangat Baru Pasca Ramadlan

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai acara Halal Bihalal Civitas Akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang digelar usai libur panjang Idul Fitri 1446 H. Acara yang dipusatkan di Hall Lantai 5 ini menjadi momen penting bagi seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan kampus untuk saling bersilaturahmi dan memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah pengabdian di kampus tercinta.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, H Fatkul Anam menyampaikan refleksi dan semangat baru untuk seluruh civitas akademika setelah menjalani ibadah puasa Ramadlan dan libur Hari Raya.

“Kita bertemu kembali setelah libur panjang. Sekarang mari jadikan ini sebagai semangat baru untuk berkhidmat di kampus tercinta. Mudah-mudahan kita juga bisa mengambil hikmah dari bulan suci Ramadlan dalam menjalani rutinitas. Jam 08.00, kalau waktunya masuk, ya harus masuk. Karena semua itu soal kebiasaan dan kedisiplinan yang sudah kita latih selama Ramadlan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rektor juga mengajak seluruh civitas akademika untuk membawa nilai-nilai positif dari bulan Ramadlan ke dalam rutinitas harian, terutama dalam hal pelayanan dan pengabdian.

“Apa yang sudah kita lakukan dengan baik selama bulan puasa, mari kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam melayani. Mudah-mudahan semua ibadah dan puasa kita diterima oleh Allah SWT. Amin,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam Halal Bihalal, Rabu (9/4/2025).

Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini juga menjadi ruang evaluasi dan penyemangat untuk pencapaian institusi ke depan. Rektor menyampaikan bahwa saat ini UNUSIDA telah memasuki minggu ke-6 atau ke-7 tahun akademik dan masih memiliki perjalanan panjang dalam mewujudkan target peningkatan jumlah mahasiswa.

“Saat ini kita masih berada di tahap awal perjalanan. Target kita tahun ini adalah mencapai seribu mahasiswa. Mari kita berdoa dan usaha bersama, semoga target itu bisa kita wujudkan bersama,” tambahnya.

(my)