Prodi Akuntansi UNUSIDA Gelar Workshop & Coaching Clinic Vol. III Artikel Publish Nasional 2026
SIDOARJO – Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas riset mahasiswa melalui kegiatan Workshop & Coaching Clinic Vol. III Artikel Publish Nasional 2026 bertema ‘Membangun Narasi Riset Berkualitas untuk Mempercepat Proses Terbit di Jurnal Terakreditasi’. Kegiatan ini dilaksanakan pada , bertempat di Lantai 4 Kampus II UNUSIDA, Selasa (27/1/2026).
Workshop menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Dosen Prodi Akuntansi FEB UPN Veteran Jawa Timur Dr. Gidion Budiwitjiaksono, S.E., M.Si., CfrA., CRA., CRP., dan Dosen Prodi Akuntansi FE UNUSIDA Kafidin Muzakki, S.E., M.Ak. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2023 serta dosen pendamping sebagai bagian dari penguatan budaya riset di lingkungan Prodi Akuntansi.
Ketua Program Studi Akuntansi UNUSIDA, Dian Fahriani, S.E., M.SA., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda berkelanjutan yang telah memasuki volume ketiga.
“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, khususnya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi pada aspek penelitian. Mahasiswa sebenarnya sudah memiliki proyek riset melalui perkuliahan, namun tantangannya adalah bagaimana hasil tersebut bisa dipublikasikan di jurnal terakreditasi. Melalui coaching clinic ini, kami ingin mendampingi mereka secara strategis hingga siap submit,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa workshop ini juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa menjelang semester akhir, di mana publikasi artikel menjadi salah satu target akademik.
“Melalui Workshop & Coaching Clinic Vol. III ini, kami berharap mahasiswa semakin percaya diri menulis karya ilmiah, aktif berkontribusi dalam publikasi nasional, serta mampu meningkatkan daya saing akademik di tingkat perguruan tinggi,” harapnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Gidion Budiwitjiaksono menekankan bahwa artikel ilmiah berangkat dari ide yang dituangkan secara tertulis agar memiliki rekam jejak akademik yang abadi.
“Kalau ide hanya disampaikan secara lisan, akan hilang begitu saja. Tapi ketika ditulis dan dipublikasikan, ide itu menjadi jejak ilmiah yang bisa diakses kapan pun. Jurnal terakreditasi berarti tulisan tersebut telah memenuhi standar kelayakan ilmiah untuk dikonsumsi publik,” jelasnya.
Ia juga membagikan tips teknis penulisan artikel, mulai dari struktur naskah, kesesuaian fokus jurnal, pentingnya afiliasi penulis, hingga ketelitian dalam mencantumkan daftar pustaka.
“Mahasiswa harus memahami rumah jurnal yang dituju. Jangan sampai salah kamar. Artikel akuntansi harus masuk jurnal akuntansi. Selain itu, pastikan semua referensi muncul di badan naskah dan ikuti template jurnal dengan disiplin, karena banyak artikel gugur di tahap administratif,” pesannya.
Sementara itu, Kafidin Muzakki, S.E., M.Ak., turut memberikan pendampingan praktis terkait penyusunan narasi penelitian serta strategi memilih jurnal yang relevan dengan topik riset mahasiswa.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga dirancang berkelanjutan melalui sesi pendampingan lanjutan, agar mahasiswa mampu menghasilkan artikel ilmiah yang siap dipublikasikan.



