Pos

BEM FILKOM dan UKM Mahasiswa Unggul UNUSIDA Gelar Seminar Personal (Foto: Humas UNUSIDA)

Kolaboratif! BEM FILKOM dan UKM Mahasiswa Unggul UNUSIDA Gelar Seminar Personal Branding for Career

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan seminar bertajuk ‘Personal Branding for Career’ di Auditorium Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BEM FILKOM dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Unggul (MU) sebagai upaya meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Dengan mengusung tema ‘Optimalkan LinkedIn dan CV agar Diminati Recruiter‘, seminar ini memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai pentingnya membangun citra profesional sejak masa perkuliahan. Kegiatan yang diselenggarakan secara gratis tersebut mendapat sambutan positif dari mahasiswa berbagai program studi yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Seminar menghadirkan Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T. sebagai narasumber utama. Sebagai akademisi sekaligus praktisi yang memiliki pengalaman dalam pengembangan karier mahasiswa, kehadiran beliau menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang ingin memahami strategi membangun personal branding yang efektif.

Dalam pemaparannya, Dr. Arda menjelaskan bahwa personal branding merupakan salah satu aspek penting yang dapat menentukan keberhasilan seseorang dalam memasuki dunia profesional.

Personal branding bukan hanya tentang bagaimana seseorang terlihat di media sosial, tetapi juga bagaimana membangun reputasi, kompetensi, dan nilai diri yang dapat dipercaya oleh perusahaan maupun recruiter,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan platform LinkedIn sebagai sarana profesional yang dapat membantu mahasiswa memperluas jaringan, membangun kredibilitas, dan menemukan peluang karier yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

“LinkedIn merupakan media profesional yang dapat digunakan untuk memperluas jaringan, mencari peluang kerja, serta menampilkan pengalaman dan keterampilan yang dimiliki secara lebih profesional,” tuturnya.

Selain membahas optimalisasi profil LinkedIn, Dr. Arda juga memberikan panduan mengenai penyusunan Curriculum Vitae (CV) yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Peserta diajak memahami bagaimana menyusun CV yang informatif, menarik, dan mampu menonjolkan kompetensi yang relevan dengan posisi yang dilamar.

Suasana seminar berlangsung interaktif ketika peserta diminta untuk meninjau kembali profil LinkedIn dan CV yang mereka miliki. Narasumber memberikan berbagai contoh nyata mengenai kesalahan yang sering dilakukan oleh pencari kerja, mulai dari penyusunan informasi yang kurang tepat hingga tampilan profil yang belum optimal. Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami langkah-langkah perbaikan yang dapat meningkatkan daya tarik profil profesional mereka di mata recruiter.

Ketua Pelaksana kegiatan, Nur Hidayat, menjelaskan bahwa seminar ini dirancang untuk memberikan bekal yang relevan bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis.

“Melalui seminar ini, peserta memperoleh banyak manfaat, mulai dari wawasan mengenai personal branding, pemahaman tentang optimalisasi LinkedIn, teknik penyusunan CV profesional, hingga pengalaman praktik langsung bersama narasumber,” jelasnya.

Menurutnya, penguasaan keterampilan dalam membangun citra profesional menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa dan lulusan baru. Tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, mahasiswa juga perlu mampu mempresentasikan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki secara efektif kepada perusahaan maupun institusi yang membutuhkan tenaga kerja.

Ia berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk membangun citra profesional yang lebih baik, meningkatkan kualitas profil LinkedIn dan CV, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja dengan lebih percaya diri, kompetitif, dan siap bersaing di era digital.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi kami di Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dalam mendukung pengembangan soft skills mahasiswa. Dengan materi aplikatif dan sesuai kebutuhan industri, dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk memasuki dunia profesional,” pungkasnya.

 

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

Sosialisasi Program Magang IT Batch 2026 PT SIAP bagi Mahasiswa FILKOM UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

FILKOM UNUSIDA Gelar Kuliah Tamu Bareng PT SIAP, Dorong Mahasiswa Jadi Inovator Digital dalam Program Magang IT Batch 2026

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) menggelar Sosialisasi Program Magang IT Batch 2026 bersama PT Surya Inti Aneka Pangan (SIAP) di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Selasa (20/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembekalan bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dunia industri digital sekaligus memperkuat kesiapan kompetensi mahasiswa menghadapi tantangan revolusi industri berbasis teknologi.

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FILKOM UNUSIDA dengan antusias tinggi. Sosialisasi menghadirkan pemateri dari PT SIAP yang membagikan pengalaman serta peluang pengembangan karier di bidang teknologi informasi dan industri digital.

Dalam sambutannya, Dekan FILKOM UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, S.Pd., M.T., menegaskan bahwa perkembangan industri digital bergerak sangat cepat, bahkan telah memasuki era revolusi industri generasi kelima yang ditandai dengan integrasi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) dalam berbagai sektor pekerjaan.

“Banyak pekerjaan saat ini dibantu oleh AI, bukan diambil alih. Karena itu mahasiswa harus memiliki skill yang nyata agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Ia menyoroti fenomena banyaknya lulusan perguruan tinggi yang memiliki gelar akademik namun belum diimbangi dengan kemampuan praktis di bidangnya. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan tinggi, khususnya di bidang teknologi informasi.

“Indonesia tidak kekurangan lulusan sarjana, tetapi masih kekurangan sumber daya manusia yang benar-benar memiliki keterampilan. Jangan sampai lulusan informatika tidak bisa membuat aplikasi, lulusan sistem informasi tidak mampu menyusun proposal transformasi digital, atau lulusan desain komunikasi visual tidak bisa membuat poster dan mengedit video,” tegasnya.

Ia berharap melalui program magang tersebut mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga kemampuan praktis yang dapat menjadi bekal menghadapi dunia kerja dan industri digital yang kompetitif.

Selain itu, ia juga memperkenalkan keberadaan mahasiswa internasional di lingkungan FILKOM UNUSIDA sebagai bentuk berkembangnya jejaring akademik kampus di tingkat global. Menurutnya, kolaborasi lintas negara menjadi peluang penting untuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang teknologi.

Sementara itu, Wakil Rektor III UNUSIDA dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun pola pikir mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Selama ini kita cenderung menjadi konsumen teknologi. Padahal yang lebih mahal adalah bagaimana kita mampu menciptakan sesuatu, memproduksi inovasi, dan memberikan solusi melalui teknologi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa ilmu komputer harus siap menghadapi tantangan dunia industri digital yang terus berkembang. Menurutnya, pengalaman praktis melalui program magang menjadi sarana penting untuk mempertemukan teori di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Jangan hanya menjadi pengguna aplikasi, tetapi belajarlah menjadi pencipta aplikasi, pengelola sistem, bahkan membangun perusahaan digital sendiri,” pesannya kepada mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi dan menggali ilmu sebanyak mungkin dari praktisi industri yang hadir. Kegiatan sosialisasi tidak hanya menjadi forum pengenalan program magang, tetapi juga wadah penguatan wawasan mahasiswa mengenai dunia industri digital, manajemen perusahaan teknologi, hingga peluang pengembangan startup berbasis teknologi informasi.

“Mahasiswa harus mampu meningkatkan kompetensi teknis melalui Program Magang IT Batch 2026 ini, memperluas pengalaman profesional, serta memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi transformasi industri digital di masa depan,” pungkasnya.

Dosen Informatika UNUSIDA, Ahmad Khoir Alhaq, S.Kom., M.Kom. (Foto: Humas UNUSIDA)

Perjalanan Inspiratif Ahmad Khoir Alhaq, Alumni yang Kini Mengabdi Sebagai Dosen Informatika UNUSIDA

Perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari keberanian mencoba dan terus belajar. Hal ini tercermin dari sosok Ahmad Khoir Alhaq, S.Kom., M.Kom., alumni S1 Informatika tahun 2020 yang kini mengabdi sebagai dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).

Sejak masa kuliah, Ahmad dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan kampus menjadi titik awal terbentuknya karakter dan kepercayaan dirinya. Ia tidak hanya berperan sebagai anggota, tetapi juga dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai wakil ketua panitia dalam sebuah seminar.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan hidupnya. Dalam peran tersebut, ia mendapatkan kesempatan untuk membawakan sambutan di hadapan banyak peserta. Meski sempat merasa gugup, Ahmad justru melihat hal itu sebagai bagian dari proses belajar yang berharga.

“Saya aktif berorganisasi hingga dipercaya menjadi wakil ketua panitia seminar dan membawakan sambutan. Meski sempat gugup, pengalaman tersebut melatih kemampuan komunikasi publik saya dan memperkuat rasa percaya diri dalam menghadapi audiens yang luas,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (29/4/2026).

Dari pengalaman sederhana itulah, Ahmad mulai menyadari bahwa organisasi bukan sekadar wadah berkegiatan, tetapi juga ruang pembentukan diri. Ia belajar bagaimana mengelola tanggung jawab, bekerja dalam tim, serta menyampaikan ide dengan baik di depan publik.

Menurutnya, kemampuan komunikasi publik menjadi salah satu keterampilan penting yang sering kali tidak disadari manfaatnya sejak dini. Padahal, di dunia akademik maupun profesional, kemampuan ini sangat dibutuhkan baik saat presentasi, mengajar, maupun berinteraksi dengan banyak orang.

Perjalanan Ahmad tidak berhenti setelah menyelesaikan studi sarjana. Semangat belajarnya membawanya melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Ia berhasil mendapatkan kesempatan beasiswa untuk melanjutkan studi S2, sebuah pencapaian yang menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi akan selalu menemukan jalannya.

Selama menempuh pendidikan magister, Ahmad semakin mengasah kemampuan akademiknya sekaligus memperkuat visi untuk berkontribusi di dunia pendidikan. Hingga akhirnya, ia kembali ke almamater sebagai dosen Informatika, mengabdikan ilmu yang telah diperolehnya kepada generasi berikutnya.

Sebagai dosen, Ahmad tidak hanya mengajarkan materi perkuliahan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting kepada mahasiswa. Ia sering membagikan pengalaman pribadinya tentang pentingnya aktif berorganisasi dan berani keluar dari zona nyaman.

“Aktif berorganisasi bukan hanya soal pengalaman, tapi juga tentang membentuk keberanian dan kepercayaan diri. Dari rasa gugup hingga mampu berbicara di depan banyak orang, semua adalah proses yang berharga,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan dalam organisasi membuka banyak peluang belajar yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas. Mulai dari melatih kepemimpinan, manajemen waktu, hingga kemampuan beradaptasi dengan berbagai karakter.

Menurut Ahmad, mahasiswa yang aktif cenderung memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi dunia kerja. Mereka terbiasa menghadapi tantangan, berkomunikasi, serta mengambil keputusan dalam situasi tertentu.

Kisah Ahmad menjadi bukti nyata bahwa pengalaman organisasi memiliki peran besar dalam membentuk masa depan seseorang. Dari rasa gugup saat pertama kali berbicara di depan umum, hingga kini mampu berdiri sebagai dosen yang mengajar di depan banyak mahasiswa, semuanya adalah hasil dari proses panjang yang dijalani dengan konsisten.

Ia berharap mahasiswa saat ini tidak ragu untuk mencoba berbagai pengalaman selama kuliah. Baginya, kegagalan atau rasa tidak percaya diri di awal bukanlah hambatan, melainkan bagian dari perjalanan menuju versi terbaik diri.

“Jangan takut untuk mencoba. Semua orang pernah merasa tidak percaya diri. Tapi dari situlah kita belajar dan berkembang,” pesannya.

Sebagai alumni, Ahmad juga merasa bangga dapat kembali ke UNUSIDA, tidak hanya sebagai lulusan, tetapi juga sebagai pengajar yang turut berkontribusi dalam mencetak generasi unggul di bidang teknologi.

Perjalanannya menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswa bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh keberanian mengambil peluang, kemauan belajar, dan konsistensi dalam mengembangkan diri.

Dari organisasi, Ahmad belajar berbicara. Dari pengalaman, ia belajar percaya diri. Dan dari proses itulah, ia tumbuh menjadi sosok pendidik yang menginspirasi.

Kisah Ahmad Khoir Alhaq, S.Kom., M.Kom. mengingatkan bahwa setiap langkah kecil yang diambil hari ini dapat menjadi fondasi besar di masa depan. Aktif berorganisasi bukan hanya menambah pengalaman, tetapi juga membuka jalan menuju peluang yang lebih luas—bahkan hingga kembali mengabdi sebagai dosen di kampus tercinta.