Pos

Mochamad Udin Saat menerima piagam Lulusan Terbaik Fakultas Teknik UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspiratif, Cerita Mochamad Udin Kerja Sambil Kuliah di UNUSIDA Hingga Jadi Lulusan Terbaik Fakultas Teknik

SIDOARJO – Semangat belajar tidak dibatasi oleh usia. Hal ini dibuktikan langsung oleh Mochamad Udin, S.T., resmi dinobatkan menjadi lulusan terbaik pada Yudisium Ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA Tahun 2025 beberapa waktu yang lalu.

Pria yang memulai kuliah S1 pada usia 47 tahun tersebut kini berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Teknik Industri dengan capaian IPK 3,85 menjadi yang tertinggi di tingkat fakultas.

Udin sapaan akrabnya mengaku bahwa keputusannya untuk melanjutkan pendidikan lahir dari tuntutan profesionalismenya di dunia kerja. “Saya kuliah bukan karena kemauan pribadi, tetapi karena tuntutan profesi. Perusahaan meminta agar jabatan yang saya emban harus diimbangi dengan pendidikan minimal S1,” tuturnya.

Meski begitu, pria yang saat ini menjabat Kepala Departemen di PT PAL Indonesia tersebut tidak menganggap kuliah sebagai beban tambahan. Justru kuliah menjadi ruang untuk memperkaya pemahaman terhadap proses-proses industri yang selama ini ia jalankan.

Ia menambahkan, keputusan mendaftar sebagai mahasiswa Teknik Industri UNUSIDA dilakukan secara spontan setelah berdiskusi dengan rekan kerjanya. Sebagai kader nahdlyyin, ia yakin dan mantap memilih kampus UNUSIDA sebagai tempatnya menempuh pendidikan tinggi.

“Setelah mendapatkan arahan, saya langsung telepon istri dan minta tolong untuk didaftarkan. Walaupun sempat ada hambatan, saya yakin bahwa pilihan ini yang terbaik,” terangnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (20/8/2025).

Udin menceritakan bahwa keputusannya mendaftar kuliah dimulai ketika dirinya berdiskusi dengan salah satu rekannya, Pak Sugianto (Sesama mahasiswa Teknik Industri yang juga rekan kerja di PT PAL Indonesia), setelah mendapatkan arahan pimpinan.

Perjalanan studi keduanya bukan tanpa hambatan. Berbagai tantangan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga membuatnya harus pintar mengatur waktu. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pada semester ketiga ia mulai merasakan manfaat langsung dari materi perkuliahan yang diberikan oleh para dosen. Menurutnnya mata kuliah yang dipelajari sangat mendukung tugasnya sebagai bagian dari manajemen di PT PAL.

“Mulai semester empat, saya semakin paham tentang materi-materi yang disampaikan oleh bapak/ibu dosen. Saya mulai merasa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah itu sangat bermanfaat dan bisa mendukung proses di dunia industri,” ucapnya dengan penuh semangat.

Berbekal pengalaman praktis di dunia kerja dan materi kuliah yang relevan, Udin justru semakin termotivasi untuk terus belajar. Ia menegaskan bahwa penilaian utama bukan pada nilai, melainkan seberapa besar manfaat ilmu tersebut dapat diterapkan di dunia nyata.

“Saya belajar bukan untuk cari nilai, tetapi untuk menambah kompetensi. Alhamdulillah, semua materi yang diberikan dosen sangat membantu pekerjaan saya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan terima kasih kepada para dosen dan seluruh civitas akademika UNUSIDA yang telah membimbing dan memberikan arahan selama masa studinya.

“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa menjadi lulusan terbaik. Terima kasih kepada seluruh dosen atas ilmunya, dan semoga UNUSIDA terus melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak baik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Udin memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa agar tidak mudah menyerah dalam mencari ilmu. Sebagai Alumni UNUSIDA, ia berkomitmen untuk terus menyebarkan semangat belajar sepanjang hayat kepada para generasi muda.

“Belajar itu harus dijalani dengan bahagia. Selama niatnya baik, insyaAllah semuanya akan dimudahkan. Jangan pernah berpikir terlambat, karena di umur 51 tahun lebih pun saya tetap bisa belajar, kuliah, dan tetap menikmati prosesnya,” pungkasnya.

Ketua BPP UNUSIDA, KH Arly Fauzi saat menyampaikan sambutan dalam Yudisium ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Ketua BPP UNUSIDA Tekankan 3 Hal Penting Bagi Lulusan Fakultas Teknik

SIDOARJO – Di tengah-tengah momen penuh khidmat Yudisium Ke-9 Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA, KH Arly Fauzi dalam sambutannya, memberikan dorongan semangat kepada para calon alumni agar terus meningkatkan kompetensi dan menjaga integritas di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Kiai Arly menekankan tiga hal penting bagi lulusan Fakultas Teknik UNUSIDA, yaitu:

  1. Jangan Berhenti Belajar dan Berinovasi
    Teknologi terus berkembang, sehingga kemampuan diri harus selalu ditingkatkan. Belajar tidak selalu harus di bangku kuliah, namun jika ada peluang melanjutkan pendidikan formal, hal itu sangat baik.

    “Jangan berhenti belajar, berkreasi, dan berinovasi. Pendidikan formal itu bagus, tetapi bukan satu-satunya jalan. Jangan menutup diri untuk mengembangkan kemampuan,” pesannya.

  2. Jadilah Orang yang Jujur dan Murah Hati
    Menurutnya, di era sekarang orang pintar banyak, tetapi yang jujur masih langka. Lulusan UNUSIDA harus memegang kejujuran, peduli pada orang lain, dan berusaha membahagiakan sekitarnya.

    “Tidak semua kebaikan diukur dengan uang. Semakin banyak kebaikan kita, semakin besar energi positif yang menarik kebaikan kembali kepada kita,” tuturnya.

  3. Jangan Malas
    Beliau mengingatkan bahwa dalam Islam, kemalasan tidak dibenarkan. Manusia dibekali akal dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    “Gunakan akal, tenaga, dan pikiran untuk berkarya. Jangan jadi pemalas, karena dalam Islam itu hukumnya haram,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Arly mendoakan agar para lulusan yang sudah bekerja dapat terus meningkatkan karier, yang belum memiliki pekerjaan segera mendapatkannya, dan yang sudah berkeluarga diberi keberkahan rumah tangga.

“Semoga karier kalian meningkat, yang belum bekerja segera mendapat pekerjaan, dan yang sudah berumah tangga diberi kebahagiaan. Amin Allahumma Amin,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam Yudisium ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA, Rabu (13/8/2025).

Tak hanya itu, ia sangat mengapresiasi kepada seluruh dosen dan struktural Fakultas Teknik yang dengan teladan dan sepenuh hati melayani mahasiswa, termasuk dalam proses bimbingan hingga kelulusan.

Kiai Arly menegaskan bahwa Fakultas Teknik adalah bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan yang selalu relevan dengan tantangan zaman. Oleh karena itu, ia berharap lulusannya mampu menjadi insan yang profesional, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap lulusan mampu menjadi insan yang profesional, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya. (MY)

Yudisium Ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Yudisium Ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA, Wujudkan Lulusan yang Berkompeten, Profesional, dan Berintegritas

SIDOARJO – Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Yudisium ke-9 pada Rabu (13/8/2025) malam, yang dihadiri pimpinan universitas, dosen, dan para calon alumni. Yudisium Ke-9 Fakultas Teknik UNUSIDA kali ini menjadi momentum kebanggaan bersama, mengukuhkan dedikasi dosen dan mahasiswa dalam mewujudkan lulusan yang berkompeten, profesional, dan berintegritas.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Teknik, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., sangat mengaapresiasi kepada pimpinan UNUSIDA, para dosen, dan seluruh mahasiswa yang telah berjuang hingga tahap akhir perkuliahan.

“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pimpinan dan seluruh dosen yang telah bekerja keras, bahkan hingga detik-detik terakhir, siang dan malam, demi membantu mahasiswa agar bisa lulus,” ungkapnya.

Menurutnya, Fakultas Teknik memiliki karakteristik berbeda dengan fakultas lain, karena 90% mahasiswanya bekerja sambil kuliah. Kondisi ini membuat para dosen harus lebih memahami situasi mahasiswa, termasuk keterlambatan hadir akibat lembur atau tuntutan pekerjaan.

“Bapak-ibu dosen sangat ramah dan penuh pengertian. Kami tahu ada yang datang dengan tangan dingin karena lelah bekerja, namun semua itu bisa diatasi dengan komunikasi dan saling memahami,” tambahnya.

Tahun ini menjadi istimewa karena sebagian besar mahasiswa angkatan 2021 lulus tepat waktu, bahkan ada yang berhasil lulus tanpa pernah mengulang mata kuliah. Selain itu, Fakultas Teknik juga konsisten meraih hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari tingkat pusat.

Listin juga menyoroti prestasi dosen-dosen Fakultas Teknik yang aktif melanjutkan studi S3 sambil tetap mengajar dan membimbing mahasiswa. “Kekurangan dari segi waktu karena kesibukan studi lanjut tetap bisa diimbangi dengan dedikasi tinggi membimbing mahasiswa. Ini luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Listin berpesan agar para alumni menjaga nama baik almamater di dunia kerja dan masyarakat. Melalui konektivitas di dunia kerja, ia berharap, alumni Fakultas Teknik UNUSIDA dapat menjadi promotor perkembangan nantinya.

“Yudisium ini bukan akhir perjuangan. Kita akan bertemu lagi di dunia kerja dan pengabdian masyarakat. Jaga nama baik prodi, fakultas, dan universitas kita. Ajak juga saudara dan teman untuk kuliah di UNUSIDA,” pungkasnya. (MY)

Jaring Aspirasi dan Evaluasi Ormawa Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Bangun Komunikasi dan Sinergi, BEM FT UNUSIDA Gelar Jaring Aspirasi dan Evaluasi Ormawa

SIDOARJO — Upaya penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan terus dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui kegiatan bertajuk ‘Jaring Aspirasi dan Evaluasi Ormawa’. Agenda ini digelar di Ruang Auditorium Lantai 5, Kampus 2 UNUSIDA, Ahad (22/6/2025) lalu.

Dengan mengusung tema ‘Aspirasi Mahasiswa Meningkatkan Kinerja Organisasi’, kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi pengurus dan anggota organisasi mahasiswa di lingkup Fakultas Teknik, yang meliputi BEM FT, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), dan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK).

Ketua Pelaksana, Ikhbal Sifa’ Unnas yang juga Koordinator Departemen Pengembangan SDM BEM FT UNUSIDA membuka forum dengan paparan evaluatif. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang cair namun terarah di antara pimpinan ormawa.

“Kinerja kolektif lahir dari pola pikir kolaboratif. Setiap ormawa butuh ekosistem komunikasi yang sehat,” ungkap Ketua HIMA Teknik Industri 2024 tersebut.

Sementara itu, Ketua BEM FT UNUSIDA Erlangga Abiartha Nugraha, menyoroti pentingnya promosi dan eksistensi ormawa. Ia menyampaikan rencana integrasi media sosial dan website Fakultas Teknik sebagai kanal publikasi resmi, yang akan difasilitasi oleh Biro Humas UNUSIDA nantinya.

Ketua HMTI UNUSIDA, Yongki Syaputra mengungkapkan aspirasi tentang perlunya membangkitkan kembali minat mahasiswa berorganisasi. Ia  mengingatkan bahwa organisasi mahasiswa adalah ruang belajar yang partisipatif, bukan instansi profesional dengan tuntutan absolut.

“Organisasi harus menarik dan inklusif. Kita perlu pendekatan baru agar mahasiswa merasa butuh dan nyaman untuk terlibat,” ujarnya.

Senada, Ketua HMTL UNUSIDA, Ihsan Abu Ridho, menggarisbawahi perlunya perbaikan komunikasi dalam perekrutan kepanitiaan. Sementara Wakil Ketua HMTK UNUSIDA, Ulil Najwa, mengusulkan pelatihan soft skill digital untuk mendukung promosi ormawa di media sosial.

“Terlebih di Fakultas Teknik, dengan SDM yang terbatas, fleksibilitas dan kesadaran kolektif sangat penting sekali,” tegasnya.

Dengan semangat keterbukaan dan evaluasi bersama, forum ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kapasitas ormawa Fakultas Teknik UNUSIDA yang lebih komunikatif, solutif, dan adaptif terhadap dinamika mahasiswa masa kini. (MY)

Software Training Aspen Hysys, Hima Teknik Kimia UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Teknik Kimia UNUSIDA Gelar Software Training Aspen Hysys 2025: Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa dalam Smart Process Development

Sidoarjo – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Teknik Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar kegiatan bertajuk Software Training Aspen Hysys 2025 dengan tema ‘Software-X: Software Exploration Aspen Hysys for Smart Process Development’. Acara ini diselenggarakan di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur Sidoarjo, Senin (4/8/2025) yang diikuti antusias oleh puluhan mahasiswa dari berbagai angkatan.

Software Training kali ini menghadirkan narasumber Wakil Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Zahrotul Azizah, S.T., M.T., yang sekaligus memberikan pemahaman mendalam mengenai penggunaan Aspen Hysys, salah satu perangkat lunak simulasi proses kimia yang banyak digunakan dalam industri teknik kimia.

Dalam pemaparan materi, Zahrotul Azizah menyampaikan pentingnya penguasaan perangkat lunak simulasi bagi mahasiswa teknik kimia sebagai bekal untuk menghadapi tantangan dunia industri yang semakin kompleks dan berbasis digital.

“Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori proses kimia, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara praktis melalui simulasi. Ini adalah langkah awal untuk menciptakan pengembangan proses yang lebih cerdas dan efisien,” ujarnya.

Dosen Teknik Kimia tersebut menjelaskan bahwa Aspen Hysys merupakan software simulasi yang sangat vital dalam bidang teknik kimia. Perangkat lunak ini mampu memodelkan proses kimia secara matematis, mulai dari unit operasi sederhana seperti reaktor dan menara distilasi, hingga sistem proses terintegrasi di pabrik dan kilang kimia berskala besar.

Aspen Hysys memungkinkan mahasiswa memahami proses kimia secara lebih nyata. Mereka tidak hanya belajar dari teori di buku, tetapi bisa langsung melihat bagaimana suatu proses berjalan, menganalisis performanya, dan melakukan optimasi terhadap parameter-parameter yang ada,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibimbing secara langsung dalam mengenal antarmuka Aspen Hysys, menyusun alur proses simulasi, hingga melakukan analisis hasil. Praktik langsung ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penggunaan software ini melatih mahasiswa berpikir kritis dan sistematis dalam menyusun skema proses, serta menganalisis dampak perubahan variabel terhadap efisiensi produksi.

Menurutnya, penguasaan Aspen Hysys menjadi salah satu kompetensi penting bagi calon engineer teknik kimia, karena simulasi proses adalah bagian integral dalam perencanaan, pengendalian, dan pengembangan sistem produksi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Pelatihan ini sejalan dengan kebutuhan dunia industri modern yang mengedepankan efisiensi dan akurasi berbasis data simulasi. Ia berharap mahasiswa Teknik Kimia semakin siap untuk berperan aktif dalam pengembangan teknologi proses yang inovatif dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan global di sektor industri kimia.

“Saya harap pelatihan semacam ini dapat menjadi agenda rutin dan menjadi bekal untuk mengerjakan tugas akhir hingga menjadi jembatan mahasiswa dalam menerapkan ilmu di dunia kerja nantinya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua HIMA Teknik Kimia UNUSIDA, Novan Mokhammad menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi era industri 4.0 dan society 5.0 yang menuntut keterampilan digital tinggi.

Ia berkomitmen terus menghadirkan program-program edukatif yang mendorong mahasiswa menjadi lulusan yang siap bersaing secara profesional dan mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi proses kimia yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan teknis mahasiswa, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan inovasi di lingkungan akademik Teknik Kimia UNUSIDA,” ungkapnya. (MY)

Dokumentasi Green Skilling#20 (Foto: HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA)

HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Ikut Serta dalam Green Skilling by LindungiHutan

Kesadaran akan pentingnya integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam dunia bisnis dan industri semakin menguat di kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa. Hal ini tercermin dari partisipasi aktif Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dalam kegiatan Green Skilling#20 yang diadakan oleh Yayasan LindungiHutan secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (7/7/2025).

Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Mengintegrasikan Green Mindset & Skills dalam Strategi Perusahaan dan Bisnis’, dengan menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Alma Cantika Aristia (Product Manager LindungiHutan) dan Devi Andriani (EVP People Management PT Mutuagung Lestari Tbk./MUTU International).

Diskusi secara virtual berlangsung interaktif, membahas pentingnya penerapan green skills dalam budaya kerja perusahaan, serta membuka peluang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat edukasi lingkungan berkelanjutan.

Ketua HMTL UNUSIDA Ihsan Abu Ridho menjelaskan partisipasi ini merupakan bagian dari realisasi program kerja unggulan ‘ENVIRO INSIGHT‘, yang diinisiasi oleh Departemen Akademik, Inovasi, dan Riset (AIR) HMTL UNUSIDA. Kegiatan ini juga melibatkan sinergi dengan Departemen Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan (UDARA) sebagai wujud kolaborasi internal dalam memperluas wawasan serta jaringan mahasiswa di ranah lingkungan dan keberlanjutan bisnis.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari visi kami untuk menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dan aplikatif, sekaligus memperluas cakrawala berpikir mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan global,” jelas Ihsan.

Menurutnya, keikutsertaan HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA dalam Green Skilling kali ini menegaskan kembali komitmennya sebagai bagian dari gerakan keberlanjutan dan edukasi lintas sektor.

“Kegiatan ini sejalan dengan semangat ENVIRO INSIGHT sebagai forum reflektif, kolaboratif, dan kontributif dalam menjawab tantangan lingkungan hidup di dunia nyata. Kami selalu terbuka untuk berkolaborasi. Di mana mahasiswa tak hanya menjadi penonton perubahan, tapi turut mengambil peran aktif dalam menciptakan solusi berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Departemen AIR HMTL UNUSIDA, Chalimatus Sa’diyah sekaligus penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa keterlibatan dalam Green Skilling bukan hanya bentuk partisipasi, tetapi juga langkah strategis dalam membangun green literacy di kalangan mahasiswa teknik lingkungan.

Green skill bukan hanya milik para aktivis lingkungan, tapi sudah menjadi kebutuhan dasar siapa pun yang ingin membangun perusahaan dan organisasi berkelanjutan di masa depan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, HMTL UNUSIDA mendelegasikan beberapa pengurus dan anggota mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Para delegasi aktif dalam sesi diskusi dan refleksi, serta menjalin komunikasi dengan komunitas hijau dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Selain mendapatkan wawasan baru, tujuan kami untuk ikut serta adalah memperkuat pandangan mahasiswa tentang pentingnya menyelaraskan strategi bisnis dengan prinsip keberlanjutan,” tandasnya.

Sebagai informasi, LindungiHutan merupakan platform galang dana berbasis masyarakat yang fokus pada penanaman dan pelestarian lingkungan, khususnya di wilayah pesisir. Selain menggerakkan masyarakat untuk menanam pohon, mereka juga mendukung para petani bibit dan melakukan aksi penghijauan guna mengurangi risiko abrasi dan rob.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Mini-Turnamen Ormawa Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Satukan Semangat, Tim Futsal Ormawa Fakultas Teknik Siap Berlaga di UNUSIDA CUP VI 2025

Derap langkah kebersamaan dan semangat sportivitas menggema di Lapangan Futsal Permata Tanggulangin, dalam latihan rutin dalam rangka persiapan mengikuti Turnamen Futsal Antar Fakultas Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Sabtu (28/6/2025). Tim futsal Fakultas Teknik membawa semangat ‘Kita Satu, Kita Sangar, Satukan Semangat, Salam Unity’ membawa misi untuk menjadi juara turnamen futsal tahunan UNUSIDA CUP VI 2025.

Ketua pelaksana kegiatan, Dandi Ari Setiarno menyampaikan bahwa latihan menjelang turnamen ini lebih dari sekadar latihan biasa. Akan tetapi juga menjadi ajang silaturahmi, unjuk kemampuan, serta pemanasan jelang turnamen akbar UNUSIDA CUP VI.

Anggota Departemen Riset dan Advokasi Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) UNUSIDA tersebut menjelaskan bahwa pihaknya mengemas latihan rutin menjadi mini turnamen antar Ormawa FT UNUSIDA.

Latihan kali ini juga menjadi ajang pemanasan menjelang UNUSIDA CUP VI yang akan digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal UNUSIDA pada Ahad, 13 Juli 2025 mendatang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Harlah ke-11 UNUSIDA.

Dengan melibatkan seluruh organisasi mahasiswa di lingkup fakultas, yakni BEM FT, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), dan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK). Masing-masing tim mengusung semangat juang tinggi untuk menunjukkan kekompakan, strategi, dan sportivitas dalam atmosfer yang kompetitif namun tetap hangat.

“Kami sengaja membuat mini-turnamen di Fakultas Teknik. Yang tujuannya adalah membuat suasana lebih kompetitif sebelum melangkah ke turnamen yang sesungguhnya,” jelas Wakil Ketua HIMA Teknik Industri 2024 tersebut.

Di tengah gegap gempita pertandingan, suasana kekeluargaan tetap terasa kuat. Tampak sorakan semangat, tawa, hingga momen-momen dramatis di lapangan semakin mempertegas nilai persaudaraan dan loyalitas yang tumbuh di kalangan mahasiswa Fakultas Teknik. Meskipun atmosfer pertandingan begitu seru, semangat sportivitas dan kebersamaan tetap menjadi fondasi utama acara ini.

“Kita bukan sekadar bertanding, tapi membangun chemistry, solidaritas, dan semangat satu rumpun teknik. Ini adalah momen untuk menyatukan energi kita sebelum turun di ajang UNUSIDA CUP VI,” ungkapnya, Rabu (9/7/2025).

Dandi mengatakan, turnamen ini membuktikan bahwa BEM FT UNUSIDA tak hanya piawai menyelenggarakan kompetisi internal, tetapi juga mampu menciptakan ruang kolaboratif dan harmonis antarlembaga mahasiswa.

“Lebih dari sekadar ajang olahraga, kegiatan ini menjadi jembatan menuju sinergi lebih besar dalam wadah kebersamaan dan semangat teknik. Dengan semangat unity dan fun futsal, Turnamen Antar Ormawa Fakultas Teknik ini menjadi langkah awal membentuk tim yang solid, kuat, dan siap berlaga di ajang manapun, baik di dalam maupun di luar kampus,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Dekan Fakultas Teknik sekaligus Dosen Teknik Lingkungan Unusida, Listin Fitrianah, S.P,. M.Si (Foto: BEM FT Unusida)

Waspada Puncak Musim Hujan, Dosen Teknik Lingkungan UNUSIDA Berikan Tips Mitigasi Banjir Sejak Dini

Menjelang akhir tahun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Pulau Jawa telah memasuki puncak musim hujan. Dengan meningkatnya intensitas curah hujan, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Menyikapi hal tersebut, Dosen Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Listin Fitrianah, S.P, M.Si memberikan tips mitigasi banjir sejak dini. Menurutnya, solusi untuk mengurangi banjir di wilayah Sidoarjo khususnya, dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan yang dapat dikerjakan bersama dari beberapa unsur penting untuk mencapai solusi yang efektif dan berkelanjutan.

“Pendekatan itu di antaranya dapat menggunakan kolaborasi pentahelix dapat mengurangi banjir dengan melibatkan beberapa elemen penting, yaitu pemerintah, pengusaha, masyarakat, akademisi dan media,” jelasnya pada Kamis (19/12/2024).

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA tersebut menyebutkan, wilayah Sidoarjo jika musim hujan beberapa daerah mengalami banjir. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti buruknya sistem drainase hingga aliran sungai yang tersumbat.

Selain itu, faktor utamanya adalah wilayah Sidoarjo memiliki tanah yang cenderung mudah terendam air, yang biasa disebut wilayah delta. Yang merupakan daerah daratan rendah di muara sungai dan rawa. Faktor lain terkait banjir rob dan curah hujan dengan intensitas tinggi dalam kurun beberapa hari.

“Kaitannya banjir rob menjadi salah satu faktor banjir adalah terjadi pasang surut air laut yang lebih tinggi dari pada biasanya, dan Sidoarjo terletak di pesisir utara Jawa Timur artinya sering banjir rob terutama pada musim penghujan atau saat terjadi pergerakan air laut yang signifikan,” terangnya.

Lebih lanjut, Listin mengungkapkan fenomena banjir di beberapa wilayah di Sidoarjo saat ini banyak diakibatkan oleh banjir rob. Jika melihat data BMKG di Stasiun Metrologi Maritim Tanjung Perak Surabaya ada data pasang surut Sidoarjo pada bulan Desember. Pada data pasang memang di beberapa hari terakhir cukup tinggi khususnya di tanggal 11-15 Desember terjadi pasang.

“Pada tanggal 15 Desember ketinggian pasang air laut mencapai titik maksimal, artinya peningkatan air hujan ke permukaan cukup tinggi jika dibanding sebelumnya,” katanya.

Faktor lain yang menyebabkan banjir yaitu sistem drainase yang kurang memadai dan tidak berfungsi maksimal. Hal tersebut yang menyebabkan air laut dari banjir rob dan air hujan tidak dapat mengalirkan air dengan maksimal yang memperburuk banjir yang terjadi di beberapa titik di Sidoarjo.

Kondisi tersebut diperparah oleh penyumbatan saluran air pada sistem drainase yang sering kali terhambat oleh sampah dan limbah. Hal ini disebabkan oleh pembuangan sampah yang sembarangan yang memperburuk dari kapasitas drainase sehingga menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi permukaan.

“Contoh sampah yang sering ditemukan di sungai atau selokan adalah pampers yang menjadi momok bagi kita. Masyarakat masih banyak membuang sampah karena kebiasaan atau mitos yang dipercaya secara turun temurun,” sebutnya.

Oleh karena itu, Ia menjelaskan bahwa penanganan banjir menjadi tanggung jawab bersama. Dibutuhkan Peran dari beberapa elemen pentahelix, yang dimulai dari elemen pemerintah dengan merumuskan kebijakan dan regulasi yang mendukung pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko banjir. Pemerintah juga bertanggung jawab untuk membangun dan memelihara infrastruktur pengendalian air di permukiman masyarakat.

Setelah itu, diperlukan peran serta masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah, di antaranya dengan menjaga kebersihan saluran air, menghindari bangunan liar dan melakukan penghijauan di lingkungan sekitar permukiman. Juga saling mengedukasi satu sama lain untuk menumbuhkan kesadaran dalam memahami pentingnya pengelolaan sampah, menjaga kualitas lingkungan dan merespons peringatan dini banjir dengan tepat.

“Dan di sini tugas menanggulangi banjir tidak hanya tugas pemerintah, tetapi kita secara bersama-sama berkolaborasi dan menumbuhkan kesadaran bagaimana mengurangi potensi banjir di wilayah Sidoarjo,” tandasnya.

Alumni pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut menerangkan peran akademisi yang dianggap sebagai cendekiawan adalah dengan melakukan penelitian dan pengembangan. “Jadi akademisi juga dapat berperan dengan melakukan riset dengan penyebab banjir, dampak perubahan iklim serta teknologi baru terkait mitigasi pencegahan banjir, seperti di Fakultas Teknik UNUSIDA yang membidangi penelitian dan pengembangan pada riset tersebut,” terangnya.

Tak hanya itu, seorang akademisi juga dapat memberikan edukasi dan pelatihan ke masyarakat sejak dini, terkait mengantisipasi dan mengurangi dampak banjir. “Yang mana dapat mengantisipasi bagaimana teknik mitigasi dan adaptasi ketika ada banjir, serta hal-hal yang dapat mencegah banjir tersebut, seperti pengelolaan sampah dan perawatan drainase masing-masing di sekitar kita,” ujarnya.

Selain itu, peran elemen pengusaha atau pihak swasta dapat berinvestasi pada proyek-proyek infrastruktur hijau sepeti pembangunan taman kota, penanaman pohon dan juga bisa membuat resapan air untuk mengurangi beban sistem drainase kota, atau bisa dari segi inovasi teknologi. Perusahaan swasta dapat mengembangkan teknologi ramah lingkungan dan solusi digital seperti sistem peringatan dini yang berbasis sensor atau aplikasi.

Tak kalah penting, peran elemen media adalah dengan penyuluhan dan edukasi dengan konten-konten di sosial media. Peran media saat ini menjadi kunci untuk menyampaikan informasi risiko banjir, kebijakan pemerintah terkait mitigasi banjir serta solusi yang diambil dari berbagai pihak untuk mengurangi banjir.

“Media berperan dalam penyebaran informasi dianggap sangat penting untuk mendidik masyarakat dalam edukasi dengan membuat konten tidak membuang sampah sembarangan atau dapat mendukung program penghijauan,” pungkasnya.

 

(my)

Kuliah Tamu bersama Prof. Ts. Dr. Azlina Idris CEng, Dekan Hal Ehwal Pelajar School of Electrical Engineering, College Of Engineering Universiti Teknologi MARA (Foto: Humas Unusida)

Fakultas Teknik dan Filkom Unusida Gelar Kuliah Tamu Bersama Guru Besar Asal Malaysia

Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) menggelar kuliah tamu bersama Prof. Ts. Dr. Azlina Idris CEng, Dekan Hal Ehwal Pelajar School of Electrical Engineering, College of Engineering Universiti Teknologi MARA. Kegiatan tersebut dipusatkan di Hall Lantai 5 Unusida, Lingkar Timur, Sidoarjo, Senin (30/09/2024).

Kuliah tamu tersebut mengusung tema pembahasan ‘Towards Industry 5.0 With Massive Internet of Things Technology and System’. Menurut Prof Azlina perkembangan teknologi yang semakin cepat saat ini harus diikuti oleh semua bidang kehidupan, khususnya bidang pendidikan tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Azlina menjelaskan tujuan adanya teknologi terbaru yang tersedia di industri terkait Massive Internet of Things (IoT) untuk Industrial Revolution (IR) 5.0.

Menurutnya, pengguna harus dapat membedakan hubungan antara IoT dan Massive IoT, di antaranya dengan mengenali kebutuhan dan penerapan sistem Massive IoT.

“Apa itu IR 5.0 Technology? apa itu massive IoT?, apa manfaatnya?, dan bagaimana cara penggunaannya?,” katanya saat menyampaikan materi.

Ia menerangkan tentang The New Revolution Industri 5.0 yang meliputi mekanisasi, energi listrik, otomatisasi, digitalisasi dan personalisasi humanisasi. Semua hal tersebut berpusat pada manusia yang tangguh dan memiliki nilai keberlanjutan.

Revolusi industri digambarkan sebagai perubahan mendadak dalam struktur dan sifat masyarakat, seperti kemajuan budaya, filsafat, dan teknologi. Revolusi terbaru saat ini adalah Society 5.0, menggabungkan kreativitas manusia dengan teknologi digital untuk membawa kita menuju pembangunan berkelanjutan.

Revolusi industri 5.0 saat ini sangat mengandalkan internet. Adanya sistem seperti IoT dapat menghubungkan perangkat yang tertanam di berbagai sistem ke internet. Ketika perangkat/objek dapat merepresentasikan dirinya secara digital, maka perangkat/objek tersebut dapat dikontrol dari mana saja. Konektivitas ini yang dapat membantu kami menangkap lebih banyak data dari lebih banyak tempat, memastikan lebih banyak cara untuk meningkatkan efisiensi.

Massive teknologi saat ini memungkinkan kita untuk menghubungkan, menghitung, berkomunikasi. Sistem pintar tersebut didorong oleh kombinasi sensor, konektivitas, manusia, dan proses,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Internet of Things akan membawa kita melampaui koneksi untuk menjadi bagian dari sistem saraf global yang hidup dan bergerak. Baik Anda individu, pengembang teknologi, atau pengguna teknologi ini, internet of things akan memperluas batasan sistem saat ini.

“Internet memberi kita kesempatan untuk terhubung dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Apakah Anda siap menghadapi perubahan dalam cara kita belajar, bekerja, dan berinovasi?,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan ‘Implementation Arrangement’ (IA) antara Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Komputer Unusida dan Universiti Teknologi MARA, Shah Alam, Malaysia. Implementation Arrangement ini bertujuan untuk mendorong kerja sama internasional dalam Kegiatan Kuliah Tamu ‘Menuju industri 5.0 dengan teknologi dan sistem internet of things yang masif‘.

Rektor Unusida, H Fatkul Anam menyampaikan bahwa Kedua institusi menekankan bahwa kegiatan ini menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Kedua lembaga berupaya mengembangkan kegiatan yang saling menguntungkan bagi dosen, mahasiswa, fakultas, departemen, dan lembaga penelitian berdasarkan ketentuan IA ini.

“Melalui IA ini merupakan komitmen kedua institusi dalam melaksanakan kegiatan kerja sama yang saling menguntungkan nantinya,” tandasnya.

 

(my)