Pos

Pengenalan Maskot PMB UNUSIDA Jadi Tanda Kick Off PMB UNUSIDA saat Upacara Hari Santri 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Semarak Hari Santri 2025, UNUSIDA Resmi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027

SIDOARJO — Dalam semarak peringatan Hari Santri Nasional 2025, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menggelar Kick Off Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026–2027 di Halaman Masjid KH. Hasyim Asy’ari, Komplek Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (22/10/2025) pagi.

Tampak hadir, jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta perwakilan Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) di Kabupaten Sidoarjo.

Kick Off PMB ini menjadi momentum penting bagi UNUSIDA untuk menegaskan jati dirinya sebagai kampus mahasantri modern yang siap mencetak lulusan berilmu, berakhlak, dan berjiwa nasionalis. Pembukaan secara simbolis dibukanya pendaftaran UNUSIDA Tahun Akademik 2026/2027 ditandai dengan peluncuran maskot resmi PMB yang mengambil bentuk udang dengan almamater UNUSIDA dan Udeng Pacul Gowang, yang menjadi semangat kebanggaan akan budaya dan kekayaan alam yang menjadi identitas daerah.

Dalam kesempatan tersebut,  Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin sangat mengapresiasi langkah UNUSIDA yang menjadikan Hari Santri sebagai awal dimulainya pendaftaran mahasiswa baru. Menurutnya, keputusan tersebut memiliki nilai simbolik yang kuat dan relevan dengan jati diri kampus Nahdlatul Ulama.

“Saya sangat mengapresiasi UNUSIDA yang menjadikan momentum Hari Santri sebagai pembukaan PMB kali ini. Ini langkah yang luar biasa dan penuh makna. Karena semangat santri adalah semangat menuntut ilmu dan mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh kader NU dan generasi muda santri untuk menjadikan UNUSIDA sebagai pilihan utama dalam menempuh pendidikan tinggi. “Kalau kader-kader NU mengaku sebagai kader NU, mari bersama-sama kuliah di UNUSIDA. Insyaallah, ilmu yang didapat akan bermanfaat dan berkah,” pesannya.

Momentum Hari Santri Sebagai Spirit Mahasiswa Baru

Kepala Biro PMB UNUSIDA, Achmad Wahyudi, M.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan momentum Hari Santri untuk memulai program PMB memiliki makna simbolik yang kuat.

“Hari Santri memiliki makna mendalam bagi UNUSIDA karena kampus ini lahir dari rahim Nahdlatul Ulama. Semangat santri adalah semangat keilmuan, pengabdian, dan nasionalisme. Dengan memulai Kick Off PMB bertepatan dengan Hari Santri, kami ingin menanamkan nilai bahwa mahasiswa UNUSIDA bukan hanya pencari ilmu, tetapi juga pejuang peradaban,” ujarnya.

Ia menambahkan, peluncuran PMB ini menjadi langkah awal memperkenalkan berbagai inovasi UNUSIDA untuk tahun akademik baru, seperti pembukaan program studi unggulan, sistem penerimaan berbasis digital, hingga peningkatan layanan akademik dan non-akademik.

“Kami ingin menunjukkan bahwa UNUSIDA siap menjadi pilihan utama bagi generasi muda NU dan masyarakat luas yang menginginkan pendidikan tinggi berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing global,” imbuhnya.

Mahasantri Unggul, Berkarakter, dan Siap Mengabdi

Achmad Wahyudi menegaskan bahwa PMB ini bukan sekadar peluncuran administratif, tetapi juga gerakan moral dan kultural untuk melahirkan lulusan yang berdaya guna bagi masyarakat.

Output yang kami harapkan adalah mahasiswa santri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul secara spiritual dan sosial. Mahasiswa UNUSIDA harus mampu berpikir global dengan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal dan keislaman Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah,” jelasnya.

Menurutnya, sinergi antara nilai pesantren dan sistem pendidikan tinggi modern menjadi fondasi utama UNUSIDA dalam mencetak generasi unggul. “Santri itu adaptif. Santri bisa menjadi teknokrat, birokrat, desainer, pengusaha, atau peneliti, tapi tetap berakar pada nilai keislaman dan keindonesiaan,” tegasnya.

Inovasi dan Kolaborasi sebagai Strategi Branding UNUSIDA

Dalam kegiatan Kick Off ini, UNUSIDA juga memperkenalkan sejumlah inisiatif baru, antara lain:

  • Program Beasiswa Santri Berprestasi,

  • Kerjasama strategis dengan pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Jawa Timur, dan

  • Kampanye digital nasional untuk menjangkau calon mahasiswa di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Wahyudi menuturkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat branding UNUSIDA sebagai universitas berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang modern, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“UNUSIDA berkomitmen terus berinovasi tanpa kehilangan ruh keislaman dan ke-NU-annya. Kuliah di UNUSIDA berarti menempuh pendidikan yang berlandaskan nilai, karakter, dan semangat perjuangan,” ungkapnya.

Berikut timeline Pendaftaran Mahasiswa Baru UNUSIDA Tahun Akademik 2026/2027:

📌Gelombang 1
22 Oktober 2025 s.d 09 Januari 2026
📌Gelombang 2
12 Januari s.d 03 April 2026
📌Gelombang 3
06 April s.d 03 Juli 2026
📌Gelombang 4
06 Juli s.d 28 Agustus 2026

Pendaftaran bisa dilakukan secara tatap muka di Kampus II UNUSIDA: JI. Lingkar Timur KM 5,5 Rangkah Kidul, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61234. Mulai jam 08.00-16.00 WIB. Atau pendaftaran secara online melalui Website PMB UNUSIDA.

Sinergi Santri dan Kampus Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat. Bagi mahasiswa, menjadi wadah aktualisasi nilai-nilai santri yang menumbuhkan semangat belajar, disiplin, dan solidaritas. Bagi masyarakat, kegiatan ini memperkuat citra UNUSIDA sebagai kampus yang berkomitmen terhadap pengembangan ilmu dan akhlak secara seimbang.

Achmad Wahyudi menegaskan, dengan semangat Hari Santri, UNUSIDA menegaskan kembali jati dirinya bukan sekadar mencetak sarjana, tetapi membentuk manusia berkarakter santri yang tangguh, cerdas, dan siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.

“UNUSIDA akan terus menjadi wadah bagi generasi muda NU untuk mengasah potensi, berinovasi, dan berkontribusi bagi bangsa. Dari kampus mahasantri inilah akan lahir generasi emas Indonesia. Generasi yang berilmu, beriman, berintegritas, dan ikhlas,” pungkasnya. (MY)

Civitas Akademika UNUSIDA Turut Meriahkan Upacara Hari Santri Nasional 2025 PCNU Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Civitas Akademika UNUSIDA Turut Meriahkan Upacara Hari Santri Nasional 2025 PCNU Sidoarjo

SIDOARJO – Civitas Akademika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) turut ambil bagian dalam memeriahkan Upacara Hari Santri Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo di Halaman Masjid KH Hasyim Asy’ari, Komplek Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur Sidoarjo, Rabu (22/10/2025) pagi.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan ini diikuti oleh ratusan santri, dosen, mahasiswa, dan warga NU dari berbagai lembaga. UNUSIDA sebagai kampus berbasis Nahdlatul Ulama menjadi tuan rumah sekaligus bagian dari penyelenggara kegiatan tersebut.

Salah satu mahasiswa UNUSIDA, Ainina Halizah, mengungkapkan rasa bangganya dapat berkontribusi langsung dalam upacara tersebut. Ia dipercaya menjadi petugas protokoler dalam pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional tahun ini.

“Saya senang sekali bisa ikut berkontribusi dalam mensukseskan Upacara Hari Santri Nasional 2025. Bagi saya, Hari Santri bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi simbol jati diri dan perjuangan bangsa Indonesia, terutama bagi para santri,” ujar Nina usai upacara.

Ia juga menyampaikan harapannya agar para santri masa kini mampu menepis berbagai stigma negatif yang sering muncul di media sosial mengenai budaya pesantren.

“Kita sering melihat framing buruk tentang pesantren. Padahal, santri adalah anak bangsa yang justru mampu berkontribusi besar dalam berbagai disiplin ilmu, bukan hanya bidang agama,” tegasnya.

Ainina menambahkan, menjadi santri berarti memiliki semangat belajar yang luas dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. “Santri bukan hanya orang yang pandai dalam ilmu agama, tetapi juga bisa berprestasi di berbagai bidang. Seperti sains, teknologi, sosial, dan budaya. Itulah semangat santri yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin, menyampaikan pesan mendalam tentang makna perjuangan santri di masa lalu dan relevansinya bagi generasi hari ini.

“Hari ini kita mungkin hanya kepanasan saat upacara, tapi itu belum seberapa dibandingkan dengan perjuangan para syuhada, para kiai, dan para pejuang yang mempertaruhkan nyawa untuk kemerdekaan Indonesia,” terangnya saat menyampaikan amnat upacara.

Lebih lanjut, KH Zainal menegaskan bahwa kader Nahdlatul Ulama bukan hanya mampu dalam hal ritual keagamaan seperti tahlil, istighosah, dan sholawat, tetapi juga memiliki kapasitas untuk berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“Kader-kader NU hari ini mampu menunjukkan kemampuan, bahwa kita adalah bagian dari hasil perjuangan bangsa yang siap mengawal keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya disambut takbir oleh peserta upacara.

KH Zainal juga menepis pandangan miring terhadap pesantren dan NU yang dianggap hanya sibuk dengan kegiatan keagamaan. “Mereka yang nyinyir itu tidak pernah tahu bagaimana para kiai dan santri meneteskan keringat, air mata, dan darah demi mempertahankan kemerdekaan. Maka nyinyiran itu harus kita jawab dengan karya dan kontribusi nyata,” tegasnya.

Partisipasi civitas akademika UNUSIDA dalam upacara ini menunjukkan komitmen kampus dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan ke-NU-an kepada seluruh mahasiswa. Semangat Santri Siaga Jiwa Raga tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga wujud nyata dedikasi santri masa kini untuk menjaga agama dan mengawal bangsa.

Mahasiswa Unusida Ikuti Kuliah Umum Bersama KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua PBNU 1

Mahasiswa Unusida Ikuti Kuliah Umum Bersama KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua PBNU

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Sidoarjo – Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa menyampaikan, bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang berupaya mewujudkan khidmah diniyah dan pendidikan. Hal tersebut dibuktikan dengan mendirikan lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Mahasiswa Unusida Ikuti Kuliah Umum Bersama KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua PBNU 2
“Dalam NU, kata kyai Sahal Mahfudz, kalau NU mendirikan Lembaga Pendidikan, maka tujuannya adalah untuk mempersiapkan generasi yang sholeh dan akram. Adapun makna santri disiapkan menjadi orang yang sholeh untuk memahami kebutuhan masyarakatnya sehingga bisa siap pakai di masyarakat,” jelasnya saat menjadi narasumber pada kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) di Gedung KBIH Rahmatul Ummah An-Nahdliyah, Sidoklumpuk, Sidokumpul, Sidoarjo, Ahad (23/10/2022).
Mahasiswa Unusida Ikuti Kuliah Umum Bersama KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua PBNU 3
Dalam kesempatan tersebut, kiai Zulfa juga mengutip pendapat  Imam As-Syatibi, bahwa walaupun zamannya sudah berubah ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu Ilmu berada di dalam hati para ulama (pemiliknya). Hal ini dikarenakan pada zaman dahulu pendidikan dilakukan dengan mengandalkan daya ingat yang berada di dalam hati.

“Berbeda dengan sekarang, kita cukup memahami kata kuncinya saja lalu bisa mendapat penjelasannya di internet,” katanya.
Menurutnya, NU harus sadar bahwa seiring berubahnya zaman, tantangan yang dihadapi juga berbeda-beda. Seperti akan kebutuhan masyarakat yang tidak hanya membutuhkan ilmu agama saja, tetapi juga ilmu-ilmu yang lain. Inilah mengapa Lembaga Pendidikan di NU tidak hanya ada jurusan keagamaan saja, ilmu lain seperti teknik, ekonomi, dan komputer, yang disediakan oleh Unusida.
“Inilah kenapa Nabi SAW atau ada yang berpendapat ini ucapan Sayyidina Ali, didiklah anak-anakmu dengan Pendidikan yang mungkin berbeda di mana zaman kalian tinggal,” kiai Zulfa.
Lebih lanjut, kiai Zulfa kembali mengutip pendapat Imam Ghazali tentang ilmu dibagi menjadi 2. Yaitu ilmu yang didasari Al-Qur’an dan Hadist yang disebut ilmu syar’iyah dan ilmu yang bersumber dari akal manusia yang disebut Ghairu Syar’iyah. Apabila seseorang mempelajari kedua ilmu tersebut, selama ilmu tersebut membuat mereka takut kepada Allah, maka mereka disebut orang yang fakkih atau orang yang paham ilmu agama.
“Misalnya, Anda belajar ilmu komputer, kemudian dengan ilmu yang Anda pelajari tersebut membuat Anda takut kepada Allah maka Anda menjadi orang yang fakkih. Sebaliknya, apabila Anda belajar ilmu agama namun tidak ada rasa takut kepada Allah, maka sama saja dengan tidak belajar ilmu akhirat,” terangnya.
Selanjutnya, beliau menekankan tujuan pendirian Lembaga Pendidikan oleh Nahdlatul Ulama, yaitu untuk mempersiapkan generasi yang sholeh dan akram. Sholeh dalam artian orang yang siap pakai di masyarakat dan akram berarti orang yang paham agama karena rasa takutnya kepada Allah.
“Hal ini secara sederhana beliau jelaskan dengan istilah orang yang pintar dan benar, di mana orang yang benar sudah pasti pintar dan orang yang pintar belum tentu benar,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Unusida dengan mengusung tema “Mahasantri Unusida Berfikir Global Bermanfaat Bagi Umat Manusia”. Tampak hadir, seluruh civitas akademik Unusida mulai dari jajaran rektorat, dekanat, dosen, karyawan serta ratusan mahasiswa 2021 dan 2022.
Mahasiswa Unusida Ikuti Kuliah Umum Bersama KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua PBNU 4
Acara tersebut diawali dengan penampilan shalawat Al-banjari dari UKM Nahdlatus Syubban, dilanjutkan dengan penyambutan kedatangan pemateri dan tamu undangan dengan diiringi lagu ya lal wathan.   Selanjutnya, acara dibuka dengan do’a iftitah oleh Bapak Arly Fauzi kemudian lantunan bacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudara Nizar Maulana, lalu masuk pada kuliah umum yang disampaikan oleh KH. Zulfa Mustofa.
Mahasiswa Unusida Ikuti Kuliah Umum Bersama KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua PBNU 5 Mahasiswa Unusida Ikuti Kuliah Umum Bersama KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua PBNU 6

Mahasiswa Unusida Ikuti Kuliah Umum Bersama KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua PBNU 7 Mahasiswa Unusida Ikuti Kuliah Umum Bersama KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua PBNU 8

Mahasiswa Unusida Ikuti Kuliah Umum Bersama KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua PBNU 9 Mahasiswa Unusida Ikuti Kuliah Umum Bersama KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua PBNU 10
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dilakukan para peserta dengan antusias. Ada 4 mahasiswa yang mendapat kesempatan bertanya pada forum tersebut, ada yang bertanya seputar reaksi terhadap banyaknya aliran keagamaan yang berbeda-beda dan ada pula yang menanyakan motivasi beliau dalam perjalanan kepenulisan hingga bisa menghasilkan buku yang berkualitas. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan ringkas dan mudah dipahami oleh Bapak KH. Zulfa Mustofa. Acara kemudian ditutup dengan do’a dan diakhiri dengan shalawat badar yang mengiringi Langkah para tamu undangan dan dosen untuk undur diri.
Mahasiswa Unusida Ikuti Kuliah Umum Bersama KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua PBNU 11
(my)[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][/vc_column][/vc_row]