Pos

LPPM UNUSIDA Gelar Coaching Clinic Proposal Hibah BIMA Tahun 2025 Bersama Dr. Lusy Tunik Muharlisiani, M.Pd., Reviewer Jurnal Nasional (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Gelar Coaching Clinic Proposal Hibah BIMA Tahun 2025, Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Penelitian

SIDOARJO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Coaching Clinic Penyusunan Proposal Hibah BIMA Tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing proposal penelitian dosen. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari berbagai program studi yang berhak (eligible) berhak mengajukan hibah penelitian dengan menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang riset dan publikasi ilmiah. Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja LPPM UNUSIDA yang secara konsisten mendampingi para dosen dalam melaksanakan penelitian.

Melalui kegiatan Coaching Clinic ini, ia berharap para dosen semakin siap dan percaya diri dalam menyusun proposal hibah BIMA Tahun 2025, sehingga dapat meningkatkan peluang pendanaan sekaligus memperkuat kontribusi riset UNUSIDA bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi peran LPPM UNUSIDA yang terus aktif mendampingi dosen, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan penelitian. Pendampingan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas riset dosen sekaligus kontribusi nyata UNUSIDA bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu narasumber, Dr. Lusy Tunik Muharlisiani, M.Pd., reviewer jurnal nasional dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, menyampaikan berbagai strategi penting dalam penyusunan proposal hibah. Ia menegaskan bahwa penelitian tidak memiliki batasan tema, selama disesuaikan dengan periode dan klaster SINTA dosen.

“Yang terpenting adalah kesesuaian penelitian dengan kapasitas dan rekam jejak dosen di SINTA. Selain itu, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) harus jelas dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penelitian,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan keuangan dalam penelitian merupakan aspek krusial karena akan menentukan kebermanfaatan hasil riset bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya judul penelitian yang menonjolkan unsur digitalisasi, kebaruan teknologi, peningkatan sains, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Lebih lanjut, Dr. Lusy mengingatkan dosen untuk merencanakan jadwal publikasi artikel ilmiah secara matang, termasuk menentukan jurnal nasional tujuan dan menyusun timeline penelitian yang realistis dan terukur.

Dalam penilaian reviewer, lanjutnya, beberapa aspek utama yang diperhatikan meliputi relevansi kepakaran peneliti, rekam jejak publikasi yang dapat ditelusuri melalui Scopus atau SINTA, ketajaman perumusan masalah, adanya inovasi yang kuat pada bagian pendahuluan, serta penggunaan referensi yang mutakhir.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Lusy juga menyampaikan bahwa UNUSIDA patut bersyukur atas capaian Gold Winner Anugerah Diktisaintek 2025, yang menjadi bukti nyata kinerja dan kerja keras sivitas akademika dalam menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa UNUSIDA memiliki komitmen kuat dalam pengembangan riset dan pengabdian yang berdampak. Ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penelitian ke depan,” pungkasnya.

LPPM UNUSIDA dan LPT PBNU Gelar Webinar “Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026 (Foto: UNUSIDA TV)

LPPM UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026

SIDOARJO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersama dengan Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT-PBNU) menyelenggarakan Webinar Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026, yang diikuti oleh puluhan dosen PTNU dari berbagai daerah, Rabu (10/12/2025) melalui zoom meeting.

Webinar ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ir. Wardah, M.P., M.M., dosen Agroindustri Fakultas Vokasi Untag Surabaya, dosen Ekonomi Pembangunan, serta reviewer nasional hibah penelitian dan pengabdian masyarakat Kemdikbud sejak 2020.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. menegaskan bahwa penguatan budaya riset harus menjadi komitmen bersama untuk sukses dalam program hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen sekaligus memperluas dampak nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.

“Persaingan proposal pengabdian secara nasional semakin ketat. Ini menuntut kita tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga mampu merancang program pengabdian yang relevan, berkelanjutan, dan berakar pada kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan pendampingan seperti ini menjadi ruang belajar bersama, berbagi pengalaman, dan memperkuat kesiapan akademik dosen agar mampu berkompetisi di tingkat nasional. Ia sangat mengapresiasi kepada LPPM UNUSIDA serta LPT-PBNU atas inisiasi kegiatan ini, serta kepada Prof. Wardah yang telah bersedia berbagi pengalaman kepada seluruh peserta.

“Dengan kolaborasi, ketekunan, dan komitmen, saya yakin jumlah proposal pengabdian dari UNUSIDA dan PTNU lain dapat meningkat dan meraih pendanaan pada tahun 2026,” tambahnya.

LPT-PBNU: Proses Review adalah Tradisi Akademik yang Harus Dijunjung
Sekretaris LPT-PBNU dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat menyampaikan bahwa pendanaan dari pemerintah, termasuk hibah dari Kemenristekdikti, harus melalui proses akademik yang benar—mulai dari review, perbaikan, hingga penjaminan kelayakan proposal.

Ia berharap pendampingan dapat terus berlanjut dan melahirkan peneliti serta pengabdi masyarakat yang unggul dari kampus-kampus NU.

“Tradisi akademik seperti review dan kompetisi itu penting. Ia melahirkan proposal yang berkualitas dan benar-benar layak didanai. Pendampingan seperti ini bukan sekadar tips and trick, tetapi memperkuat substansi dan proses penyusunan proposal itu sendiri,” tegasnya.

Ia menyebutkan, kegiatan webinar ini menjadi langkah serius PTNU menuju kompetisi hibah nasional. Ke depan pendampingan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai komitmen PTNU dalam meningkatkan budaya riset dan pengabdian.

“Dengan kolaborasi UNUSIDA, LPT-PBNU, serta para dosen PTNU di seluruh Indonesia, semoga semakin banyak proposal pengabdian masyarakat yang lolos hibah BIMA 2026 dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” harapnya.

Prof. Wardah Kupas Tuntas Skema BIMA dan Kriteria Penilaian Reviewer
Dalam pemaparannya, Prof. Wardah menjelaskan secara detail berbagai skema Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam BIMA, di antaranya Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) seperti Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM/3M), Skema Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan (PBK) seperti PM-UBUD (Produk Unggulan Daerah) dan Pemberdayaan Usaha Kampus (PUK),  serta Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBB) seperti Pemberdayaan Desa Binaan (PDB).

Selain skema, ia juga menguraikan kriteria rekam jejak yang dinilai reviewer, seperti kualitas dan kuantitas publikasi jurnal, prosiding, perolehan HKI, serta rekam jejak pengabdian sebelumnya.

Prof. Wardah menegaskan beberapa aspek utama dalam penilaian proposal, mulai dari ketajaman analisis situasi dan permasalahan mitra, rumusan masalah yang tepat dan prioritas, kesesuaian solusi dengan kebutuhan, metode kegiatan yang jelas dan terukur, kompetensi tim pelaksana, kualitas iptek yang ditawarkan serta output wajib berupa artikel ilmiah bereputasi, artikel media massa, video kegiatan dan peningkatan level keberdayaan mitra.

“Intinya, proposal yang baik bukan hanya menjawab kewajiban tridarma, tetapi benar-benar menyentuh persoalan masyarakat dan memberi dampak nyata,” terangnya.