Pos

HIMA Teknik Kimia UNUSIDA Gelar Pelatihan Software ANSYS untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa di Bidang Simulasi Teknik 1

HIMA Teknik Kimia UNUSIDA Gelar Pelatihan Software ANSYS untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa di Bidang Simulasi Teknik

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Teknik Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswa melalui penyelenggaraan kegiatan Pelatihan Software ANSYS. Kegiatan yang menjadi salah satu program kerja HIMA Teknik Kimia ini dilaksanakan di Auditorium Lantai 4 Kampus 2 Lingkar Timur UNUSIDA, Sabtu (28/6/2026).

Pelatihan tersebut diikuti oleh 17 mahasiswa Teknik Kimia yang antusias untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menggunakan perangkat lunak ANSYS. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Muhammad Nazarullah, mahasiswa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam pemanfaatan software simulasi teknik.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan wawasan tambahan kepada mahasiswa di luar materi yang diperoleh di bangku perkuliahan. Di era industri modern yang semakin mengandalkan teknologi digital dan perangkat lunak rekayasa, kemampuan mengoperasikan software simulasi menjadi salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh calon lulusan Teknik Kimia.

“Pelatihan ANSYS ini merupakan salah satu bentuk pengembangan kapasitas mahasiswa agar memiliki bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Kami berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan software tersebut dalam berbagai kebutuhan analisis dan simulasi teknik,” ujarnya.

ANSYS sendiri merupakan salah satu perangkat lunak berbasis simulasi yang banyak digunakan dalam berbagai bidang teknik, termasuk teknik kimia, teknik mesin, teknik sipil, dan teknik industri. Software ini memungkinkan pengguna untuk melakukan analisis, pemodelan, serta simulasi berbagai fenomena teknik secara virtual sehingga dapat membantu proses perancangan dan pengambilan keputusan secara lebih efektif dan efisien.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh panitia pelaksana. Setelah itu, peserta mendapatkan pengenalan mengenai software ANSYS, mulai dari fungsi, fitur utama, hingga penerapannya dalam dunia akademik maupun industri. Materi yang disampaikan dirancang agar mudah dipahami oleh mahasiswa yang baru pertama kali mengenal software tersebut maupun peserta yang telah memiliki dasar pengetahuan sebelumnya.

Dalam pemaparannya, Muhammad Nazarullah menjelaskan pentingnya penguasaan perangkat lunak simulasi sebagai salah satu keterampilan pendukung bagi mahasiswa teknik. Menurutnya, perkembangan teknologi industri saat ini menuntut lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya menguasai konsep teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang dapat menunjang proses kerja secara profesional.

“Penggunaan software simulasi seperti ANSYS dapat membantu mahasiswa memahami berbagai fenomena teknik secara lebih visual dan terukur. Selain itu, kemampuan ini juga menjadi nilai tambah ketika nantinya memasuki dunia kerja karena banyak perusahaan yang memanfaatkan simulasi untuk meningkatkan efisiensi proses dan mengurangi risiko kesalahan dalam perancangan,” jelasnya.

Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sesi praktik langsung. Pada sesi ini, narasumber membimbing peserta dalam mengoperasikan software ANSYS, mulai dari proses pembuatan model sederhana, pengaturan parameter simulasi, hingga interpretasi hasil analisis yang dihasilkan oleh program.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan praktik serta berdiskusi mengenai berbagai kendala yang sering ditemui saat menggunakan software simulasi. Pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik ini dinilai mampu membantu peserta memahami materi dengan lebih baik.

Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat. Menurutnya, kemampuan menggunakan software ANSYS akan menjadi bekal penting dalam menunjang proses pembelajaran maupun pengembangan kompetensi di bidang teknik kimia.

“Saya merasa pelatihan ini sangat membantu karena kami bisa langsung mencoba menggunakan software ANSYS. Selama ini kami hanya mendengar tentang software simulasi, tetapi melalui kegiatan ini kami dapat memahami cara kerjanya secara langsung,” ungkapnya.

Selain sesi praktik, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam mengenai fitur-fitur ANSYS, penerapan software dalam penelitian, hingga peluang penggunaannya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan teknik di dunia industri.

Melalui kegiatan ini, HIMA Teknik Kimia UNUSIDA berharap dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi dan rekayasa. Pelatihan semacam ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Secara keseluruhan, kegiatan Pelatihan Software ANSYS berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan susunan acara yang telah direncanakan. Antusiasme peserta yang tinggi menjadi indikator bahwa pelatihan berbasis keterampilan teknis seperti ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa sebagai pelengkap pembelajaran akademik.

Melalui program kerja yang berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa, HIMA Teknik Kimia UNUSIDA terus berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi pengembangan karier mahasiswa di masa depan. Diharapkan, pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saingnya di era industri berbasis teknologi. (Dharma Putra)

Mahasiswa Teknik UNUSIDA Didorong Siap Sambut Peluang Program Nasional PPK Ormawa (Foto: BEM FT UNUSIDA)

BEM-FT UNUSIDA Gelar Workshop PPK Ormawa, Siap Hadirkan Program Pengabdian Berdampak

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Workshop Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dengan mengusung tema ‘Lead the Change, Impact in Action’ di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Ahad (08/03/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran strategis bagi organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik dalam mempersiapkan proposal program pengabdian masyarakat melalui skema PPK Ormawa.

Program PPK Ormawa merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Belmawa yang mendorong organisasi mahasiswa berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi, riset terapan, serta solusi nyata bagi desa atau kelurahan mitra.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik. Ia menilai selama ini mahasiswa telah menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengikuti berbagai program pengembangan organisasi, termasuk PPK Ormawa.

Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa dalam program nasional tersebut menjadi bukti bahwa organisasi mahasiswa Fakultas Teknik mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Bahkan, beberapa organisasi mahasiswa di lingkungan fakultas tersebut berhasil memperoleh pendanaan dari program PPK Ormawa.

“Kami sangat mengapresiasi konsistensi organisasi mahasiswa Fakultas Teknik yang terus aktif mengikuti program PPK Ormawa hingga berhasil mendapatkan pendanaan nasional. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kita memiliki potensi besar untuk berkontribusi melalui program-program yang inovatif dan berdampak,” ungkapnya.

Ketua pelaksana, Annisa Lailatul Rahmadini, menyampaikan bahwa workshop ini diikuti oleh seluruh organisasi mahasiswa di Fakultas Teknik, yakni BEM Fakultas Teknik, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), serta Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK).

“Melalui workshop ini kami berharap seluruh ormawa Fakultas Teknik dapat memahami mekanisme penyusunan proposal PPK Ormawa secara komprehensif sehingga mampu menghadirkan program pengabdian yang inovatif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar mahasiswa Program Studi Teknik Industri angkatan 2023 yang juga menjabat sebagai Sekretaris I BEM-FT 2026 tersebut.

Sementara itu, Gubernur BEM Fakultas Teknik periode 2026, Marendra Firdaus Putra menekankan bahwa mahasiswa harus mampu memanfaatkan berbagai program pengembangan organisasi yang disediakan pemerintah, salah satunya melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi ide, tetapi juga ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan gagasan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kesiapan organisasi mahasiswa sangat penting, baik dari segi manajemen program, kolaborasi tim, maupun kemampuan merancang program pengabdian yang berkelanjutan. Dengan kesiapan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berpartisipasi aktif sekaligus meraih prestasi di tingkat nasional.

“PPK Ormawa menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Oleh karena itu, organisasi mahasiswa harus siap merespons peluang tersebut dengan perencanaan yang matang dan kerja tim yang solid,” jelasnya.

Memasuki sesi inti, materi disampaikan oleh Medya Ayunda Fitri, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Kimia yang berpengalaman sebagai dosen pendamping tim PPK Ormawa. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai aspek teknis penyusunan proposal, mulai dari pemformatan dokumen hingga keterkaitan program dengan agenda pembangunan global Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi subproposal oleh BEM Fakultas Teknik dan HIMA Teknik Industri yang memaparkan rancangan program pemberdayaan UMKM dan pengembangan teknologi tepat guna bagi masyarakat desa mitra. Presentasi tersebut mendapatkan berbagai masukan dari narasumber untuk penyempurnaan proposal sebelum diajukan ke seleksi nasional.

Melalui kegiatan ini, Marendra berharap Ormawa Fakultas Teknik UNUSIDA mampu menyusun proposal PPK Ormawa yang berkualitas sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan pengabdian berbasis keilmuan.

“Semoga ke depan semakin banyak organisasi mahasiswa yang terlibat dalam program-program nasional serupa, sehingga dapat memperkuat kapasitas organisasi sekaligus memperluas kontribusi mahasiswa dalam pembangunan masyarakat,” pungkasnya.

Kuliah Tamu Hima Prodi Teknik Kimia UNUSIDA (Foto: istimewa)

Kuliah Tamu Teknik Kimia UNUSIDA Hadirkan Ahli Petrokimia, Bahas Optimalisasi Produk Urea

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar acara Kuliah Tamu yang berlangsung meriah pada Ahad (29/6/2025). Kegiatan ini dipusatkan di Kantor PCNU Sidoarjo mengusung tema ‘Optimalisasi Proses Produk Urea: Dari Bahan Baku Gas Hingga Pupuk’ dengan menghadirkan narasumber ahli dari Petrokimia Gresik, Muh. Muhtadin.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya mahasiswa aktif mengikuti kegiatan seperti ini guna memperkaya wawasan dan keterampilan non-akademik, serta mengenal lebih dekat dunia industri.

Ia menyebutkan, kegiatan ini diikuti oleh hampir 60 peserta dari berbagai kalangan, baik dari internal UNUSIDA, mahasiswa kampus lain, hingga praktisi industri. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk mendukung perkembangan akademik mahasiswa.

“Kegiatan ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk menyerap ilmu langsung dari praktisi berpengalaman seperti Bapak Muhtadin yang telah lama berkecimpung di industri pupuk,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan Program Studi (Prodi) Studi Teknik Kimia, A. Musonnifin Aziz, S.T., M.T., mengatakan acara ini merupakan bagian dari upaya Prodi Teknik Kimia UNUSIDA dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, sekaligus meningkatkan wawasan serta kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja.

Kuliah tamu ini juga disambut baik oleh peserta, yang aktif berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber. Kegiatan ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kepada narasumber serta sesi foto bersama.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan aplikatif dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa Teknik Kimia UNUSIDA dalam mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja.

Dalam pemaparannya, Muh. Muhtadin menjelaskan secara komprehensif proses produksi urea, mulai dari pengolahan bahan baku gas alam hingga menjadi produk akhir berupa pupuk urea yang siap digunakan oleh petani. Ia mengupas setiap tahapan penting dalam proses tersebut, termasuk konversi gas alam menjadi amonia, reaksi pembentukan urea, hingga teknik pengemasan dan distribusi produk pupuk.

“Pemahaman tentang proses industri pupuk sangat penting, khususnya bagi mahasiswa teknik kimia yang akan terjun langsung ke lapangan industri. Harapannya, para mahasiswa dapat memiliki perspektif praktis dalam memahami teknologi produksi dan aplikasinya,” jelasnya.

Kuliah tamu ini juga disambut baik oleh peserta, yang aktif berdiskusi dan bertanya langsung kepada narasumber. Kegiatan ditutup dengan pemberian kenang-kenangan atau cinderamata kepada narasumber serta sesi foto bersama. (MY)