Pos

Tangkapan Layar Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama UNUSIDA melalui Zoom Meeting (Foto: Humas UNUSIDA)

Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Tingkatkan Produktivitas dan Tata Kelola

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Sosialisasi Pedoman Humas dan Kerja Sama secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan fakultas, program studi, UPT, serta unit kerja di lingkungan UNUSIDA sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola kehumasan dan kerja sama institusi.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I, menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas kerja sama yang tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi juga implementasi yang nyata dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antarunit.

“Harapan kami dengan adanya pertemuan ini adalah adanya peningkatan produktivitas kerja sama, baik dari sisi MoU maupun implementasinya. Selain itu, komunikasi antarunit juga harus semakin kuat dan terstruktur, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya standarisasi dalam penyusunan dokumen kerja sama agar memiliki keseragaman di seluruh unit. Menurutnya, draft kerja sama sebaiknya mengacu pada pedoman yang telah disusun oleh Biro Humas dan Kerja Sama, meskipun tetap memberi ruang fleksibilitas dalam kondisi tertentu.

Selain aspek kerja sama, Ali Masykuri juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas kehumasan dan keprotokoleran, seperti tata cara penyelenggaraan acara, standar pembukaan dan penutupan kegiatan, hingga kesiapan teknis yang seringkali dianggap sepele namun berdampak pada kualitas kegiatan. Ia juga mendorong adanya pendataan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan khusus, seperti MC, qori, maupun petugas protokol, agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam berbagai kegiatan kampus.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengelolaan media informasi kampus secara tertib dan terarah. Menurutnya, media publikasi seperti banner, poster, hingga promosi kegiatan harus diatur dengan baik agar tidak menimbulkan kesan semrawut dan tetap menjaga citra institusi.

“Media informasi harus dikelola dengan baik, tidak boleh ditempel sembarangan. Jika ada pihak yang ingin melakukan promosi di lingkungan kampus, maka harus diatur agar tetap tertib dan memberikan dampak positif bagi institusi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn., menjelaskan secara teknis terkait pedoman kerja sama yang berlaku di UNUSIDA. Ia menyampaikan bahwa terdapat tiga jenis dokumen utama dalam kerja sama, yaitu Memorandum of Understanding (MoU) sebagai kesepakatan antar institusi, serta dokumen turunan lainnya yang mengatur implementasi kerja sama.

Sonhaji menjelaskan bahwa pengajuan dokumen kerja sama kini dapat dilakukan secara lebih mudah melalui sistem digital, salah satunya melalui Google Form yang telah disediakan. Melalui sistem ini, unit kerja cukup mengisi data mitra, waktu pelaksanaan, serta jenis kerja sama yang akan dilakukan, kemudian akan diproses oleh Biro Humas dan Kerja Sama.

“Kami sudah menyiapkan sistem pengajuan yang lebih terstruktur. Nantinya semua pengajuan akan kami verifikasi dan koordinasikan bersama tim, termasuk dengan pimpinan universitas, agar prosesnya lebih efektif dan terdokumentasi dengan baik,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendataan kerja sama yang selama ini masih belum optimal. Berdasarkan data yang ditampilkan, masih terdapat sejumlah kegiatan kerja sama yang belum terdokumentasi dengan baik, terutama pada tahun 2026. Padahal, kegiatan seperti KKN, magang, maupun program praktik lapangan lainnya sebenarnya merupakan bagian dari implementasi kerja sama yang perlu didokumentasikan secara resmi.

“Seringkali kita melaksanakan kerja sama, tetapi tidak memiliki dokumen MoU atau MoA, atau bahkan tidak terdokumentasi sama sekali. Ini menjadi kendala saat akreditasi, karena yang dibutuhkan bukan hanya dokumentasi kegiatan, tetapi juga dokumen kerja sama yang sah,” ungkapnya.

Selain itu, Sonhaji juga memperkenalkan sistem pelaporan implementasi kerja sama serta layanan permohonan peliputan kegiatan oleh tim humas. Melalui sistem ini, setiap unit dapat mengajukan dokumentasi kegiatan tanpa harus melalui proses administrasi yang rumit, cukup dengan mengisi data kegiatan secara online. Semua hal tersebut dapat diakses disini

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan program Inspirasi Alumni, yang menjadi salah satu konten unggulan media sosial UNUSIDA. Program ini mengajak seluruh unit untuk berkontribusi mengirimkan data alumni berprestasi yang nantinya akan dipublikasikan secara berkala.

“Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman seluruh sivitas akademika terkait pentingnya tata kelola kehumasan dan kerja sama yang terintegrasi. Dengan adanya pedoman yang jelas serta sistem yang terstruktur, UNUSIDA optimis dapat meningkatkan kualitas kerja sama, memperkuat citra institusi, serta mendukung pencapaian akreditasi yang lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya.

Temu Perdana Tim Kreatif Admisi UNUSIDA: Satukan Empat Bidang untuk Perkuat Citra Kampus (Foto: Humas UNUSIDA)

Temu Perdana Tim Kreatif Admisi UNUSIDA: Sinergi Perkuat Branding Citra Kampus

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menggelar Temu Perdana Tim Kreatif Admisi 2025, hasil dari proses open recruitment yang melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas. Tim kreatif tahun ini terbagi menjadi empat divisi utama, yakni Content Creator, Desain Grafis, Protokoler, dan Jurnalistik, yang berada di bawah koordinasi Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA.

Pertemuan perdana yang dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA, Jum’at (21/11/2025) ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi lintas kemampuan mahasiswa untuk mendukung strategi komunikasi publik dan branding kampus dalam menghadapi proses Admisi 2025.

Dalam arahannya, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn., menekankan bahwa tim kreatif bukan hanya sekadar unit pendukung, tetapi motor penggerak citra kampus di mata masyarakat. Ia menyoroti bahwa generasi muda saat ini memiliki kreativitas, kepekaan tren, dan kemampuan adaptasi yang tinggi, nilai yang sangat penting untuk kebutuhan promosi kampus.

“Sesuai dengan karakter generasi muda sekarang, kalian punya ide-ide segar yang lebih tahu apa yang disukai anak muda di Sidoarjo dan sekitarnya. Kalian bukan sekadar tim bantu, kalian adalah bagian dari wajah UNUSIDA,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengalaman praktis dalam tim kreatif sebagai bekal karier mahasiswa. “Guru, tenaga pendidik, dan berbagai profesi sekarang dituntut bisa membuat konten. Tidak cukup hanya bisa mengajar, tapi harus bisa mengkomunikasikan nilai. Tim ini adalah ruang kalian untuk belajar langsung, mulai dari komunikasi, konten, MC, sampai menulis berita. Kemampuan sederhana seperti ini sangat dibutuhkan di dunia kerja,” tegasnya.

Beliau berharap tim kreatif Admisi 2025 dapat menjadi kelompok yang solid dan profesional. “Terima kasih sudah meluangkan waktu dan energi. Kita harap bisa bekerja satu tahun penuh dengan komitmen. Tidak hanya untuk kita, tapi untuk UNUSIDA secara keseluruhan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas UNUSIDA, Afifatus Sholikhah, S.M., M.M., menegaskan bahwa Admisi bukan sekadar proses administrasi penerimaan mahasiswa baru, tetapi pintu utama yang membentuk persepsi publik tentang UNUSIDA.

“Admisi adalah panggung pertama yang memperkenalkan UNUSIDA kepada dunia. Setiap desain, video, berita, dan tata acara yang kita buat adalah bagian dari cerita besar yang membangun citra universitas,” jelasnya.

Dalam paparannya, ia menyampaikan beberapa tantangan yang harus diatasi oleh tim kreatif tahun ini yaitu konten kampus masih belum konsisten, waktu produksi yang sering mepet, event Admisi membutuhkan protokoler yang lebih rapi, brand visual belum seragam, dan kolaborasi antarbidang belum maksimal

Afifatus Sholikhah menegaskan bahwa keempat bidang dalam tim kreatif adalah satu kesatuan. “Desain memberi wajah, Content Creator memberi suara, Protokoler memberi panggung, dan Jurnalistik memberikan cerita. Empat divisi ini bukan unit yang berdiri sendiri, mereka seperti satu tubuh. Jika satu tertunda, yang lain ikut terhambat,” tuturnya.

Dengan terbentuknya Tim Kreatif Admisi 2025, ia optimis dapat menghadirkan strategi komunikasi yang lebih profesional, terstruktur, dan berdampak. Keempat divisi ini diharapkan dapat saling melengkapi dalam menghasilkan konten dan layanan kreatif yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kuat secara pesan, rapi dalam protokoler, dan tajam dalam penyajian informasi.

“Yang dibutuhkan bukan hanya kreativitas, tetapi disiplin, kolaborasi, dan kualitas yang konsisten. Kolaborasi kita hari ini akan menentukan citra UNUSIDA tahun ini. Semakin profesional kita bekerja, semakin besar dampaknya bagi Admisi 2025,” pungkasnya.