Benchmarking INISNU Temanggung ke UNUSIDA, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi NU
SIDOARJO – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melaksanakan kegiatan Benchmarking dan silaturahmi kelembagaan ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Rabu (14/1/2026). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (BPP) INISNU Temanggung, Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., bersama jajaran pimpinan dan perwakilan dari beberapa sektor strategis.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyambut baik kunjungan benchmarking tersebut dan menegaskan komitmennya untuk berbagi pengalaman serta praktik baik dalam pengelolaan perguruan tinggi. UNUSIDA membuka ruang kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan sistem informasi akademik dan kemahasiswaan.
“UNUSIDA sangat terbuka untuk semua pihak. Hal ini menjadi komitmen bersama untuk maju secara kolektif sebagai perguruan tinggi NU, saling belajar, saling menguatkan, dan bersama-sama berkhidmah untuk umat dan bangsa,” jelasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Nur Mahsun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar UNUSIDA. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari silaturahmi pimpinan UNUSIDA ke Temanggung sekitar dua minggu sebelumnya, yang kemudian melahirkan kesepakatan ide untuk saling belajar dan menguatkan sinergi antarlembaga pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama.
“Kami mendapatkan banyak kenikmatan dari silaturahmi ini. Kami yakin, dengan saling berkunjung dan berbagi pengalaman, akan banyak keberkahan, dilapangkan rezekinya, dan diberkahi usianya. Harapan kami, meskipun usia lembaga sudah tua, semangatnya tetap muda,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa secara historis, INISNU Temanggung merupakan perguruan tinggi yang telah melalui proses panjang dan beberapa kali metamorfosis. Berawal dari Fakultas Hukum Islam (FHI) UNNU tahun 1969, lalu menjadi STISNU, STAINU, hingga resmi bertransformasi menjadi INISNU Temanggung pada 15 Juni 2021 lalu. Lembaga ini didirikan oleh para tokoh NU, di antaranya almarhum KH. Abdul Hadi (Ketua PCNU Temanggung pada masanya) beserta tokoh-tokoh NU Temanggung lainnya hingga kini terus berbenah menuju penguatan tata kelola.
Menurutnya, benchmarking ke UNUSIDA memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, memperkuat silaturahmi sebagai sesama perguruan tinggi NU. Kedua, belajar secara langsung terkait pengelolaan kampus modern, khususnya dalam aspek tata kelola, pelayanan akademik, pengelolaan SDM dosen dan tenaga kependidikan, serta sistem penjaminan mutu.
“Kami ini usianya sudah tua, tetapi kami sadar masih banyak kekurangan. Karena itu kami perlu belajar, terutama dari UNUSIDA yang relatif lebih muda namun sangat progresif dalam tata kelola dan pengembangan institusi,” ungkapnya.
Tujuan ketiga, lanjut Nur Mahsun, adalah mempersiapkan INISNU Temanggung dalam proses alih bentuk ke universitas di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya perguruan tinggi NU untuk hadir memberikan solusi atas persoalan riil warga Nahdliyin, khususnya di Kabupaten Temanggung yang mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian, terutama tembakau.
“Ketika sektor tembakau mengalami penurunan, dampaknya sangat besar bagi ekonomi warga. Di sinilah perguruan tinggi NU harus hadir, memberi akses pendidikan S1 yang terjangkau dan relevan,” tegasnya.
Ia juga memaparkan berbagai program afirmasi yang telah dilakukan INISNU Temanggung, seperti penyediaan beasiswa NU, beasiswa untuk warga desa, serta upaya meningkatkan angka partisipasi pendidikan lanjutan yang saat ini masih sekitar 50 persen.
“Ke depan, INISNU berkomitmen memperluas layanan pendidikan dengan membuka fakultas-fakultas non-keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.
Tampak hadir, Ketua BPP UNUSIDA Drs. H. Arly Fauzi, M.H., Sekretaris BPP UNUSIDA Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I., Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, S.Pd.I., M.Pd., jajaran Wakil Rektor INISNU Temanggung, Dekan, Direktur Program Pascasarjana, Ketua PPMA, Ketua PUSADI, dan beberapa tenaga kependidikan.










