Pos

Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto bersama Ketua HIPSI Sidoarjo, FIdi Handoko Usai Penandatanganan MoU. (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Resmi Jalin Kerja Sama dengan HIPSI Sidoarjo, Perkuat Ekosistem Wirausaha Santri

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi menjalin kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo sebagai upaya memperkuat pengembangan kewirausahaan di kalangan santri dan generasi muda. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam mewujudkan kampus wirausaha muda yang mendorong mahasiswa mengenali potensi diri, mengembangkan kreativitas, dan menciptakan peluang usaha.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun jiwa kewirausahaan. Menurutnya, mahasiswa dan santri perlu dipersiapkan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan menciptakan peluang ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital.

Ia berharap kerja sama ini dapat mendorong lahirnya berbagai inisiatif pengembangan usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan jejaring kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan santri.

“Semoga kerja sama dengan HIPSI Sidoarjo ini membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa menjadi wadah untuk menempa diri, mengenali bakat dan potensi, serta memperoleh wawasan mengenai dunia usaha. Melalui kolaborasi tersebut, UNUSIDA berupaya menghubungkan proses pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital,” jelasnya.

Hadi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membuka ruang yang semakin luas bagi generasi muda untuk berinovasi. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk mencoba, mengembangkan gagasan, dan mengubah potensi yang dimiliki menjadi produk atau layanan yang bermanfaat.

Ia selalu berupaya meneguhkan komitmen UNUSIDA sebagai kampus yang mendorong tumbuhnya wirausaha muda. Dengan memadukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan inovasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang mandiri sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ekonomi umat di era digital.

“Komitmen tersebut sejalan dengan upaya UNUSIDA membangun lingkungan kampus yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mandiri, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua HIPSI Sidoarjo, Fidi Handoko, S.E., S.Pd., menegaskan pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri dan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Kolaborasi ini juga menjadi langkah untuk memperluas peran santri dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Santri diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan usaha, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tandasnya.

Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam penguatan ekonomi umat. Bekal ilmu pengetahuan dan akhlak yang dimiliki perlu diiringi dengan keberanian berinovasi, keterampilan mengelola usaha, serta kemampuan membaca peluang pasar.

Fidi menilai, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi pengusaha santri dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal praktik kewirausahaan secara lebih luas. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga terdorong mengembangkan gagasan usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Santri harus berilmu dan berani berinovasi untuk menguatkan ekonomi umat,” tuturnya.

Plt Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Spesial Hari Santri 2026 oleh HIPSI Sidoarjo. (Foto: Humas UNUSIDA)

Plt. Rektor UNUSIDA Dorong Santri Jadi Kreator dan Wirausahawan Digital

SIDOARJO — Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Dr. Hadi Ismanto, S.HI., M.Pd., mendorong santri dan generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi kreator dan wirausahawan digital. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Spesial Hari Santri 2026 oleh Himma Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, seperti Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU, hingga mahasiswa UNUSIDA. Keterlibatan lintas organisasi ini menjadi ruang untuk memperluas wawasan dan mendorong kolaborasi dalam pengembangan kewirausahaan di kalangan santri dan generasi muda.

Mengawali penyampaiannya, Hadi mengajak mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik serta para pimpinan yang akan mendampingi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di UNUSIDA. Menurutnya, lingkungan kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan menghadapi perubahan zaman.

Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi perlu disikapi dengan kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan berinovasi. Santri, menurutnya, memiliki peluang untuk mengambil peran lebih luas dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana menciptakan produk, membangun usaha, dan menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Kita harus dapat mengendalikan Artificial Intelligence (AI), jangan sampai kita yang dimanfaatkan. Teknologi ini yang harus kita manfaatkan untuk mendukung proses belajar sekaligus membuka peluang pengembangan produk dan layanan digital,” jelasnya.

Hadi menjelaskan, salah satu platform yang dapat dimanfaatkan adalah Quriosity, yakni platform berbasis AI yang dirancang untuk membuat kursus atau materi pembelajaran secara instan dan personal berdasarkan topik yang diinginkan pengguna.

Menurutnya, pemanfaatan platform semacam ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana konsumsi informasi, tetapi juga dapat membantu seseorang menghasilkan materi, mengembangkan pengetahuan, dan menciptakan produk digital sesuai kebutuhan pengguna.

“Santri dan mahasiswa harus mengenali potensi teknologi serta menggunakannya secara produktif. Kemampuan memanfaatkan AI perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap kebutuhan pasar, kreativitas, dan kemampuan mengembangkan ide menjadi produk yang memiliki nilai guna,” tandasnya.

Dalam konteks kewirausahaan, ia menjelaskan bahwa penguasaan teknologi juga perlu disertai strategi yang tepat. Pemahaman terhadap data pasar, identifikasi kebutuhan konsumen, serta keberanian memulai usaha menjadi bagian penting dalam membangun bisnis digital yang berkelanjutan.

Semangat Hari Santri 2026 menjadi pengingat bahwa kontribusi santri terhadap bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk inovasi teknologi dan kewirausahaan. Dengan bekal ilmu, akhlakul karimah, kreativitas, serta kemandirian, santri diharapkan mampu menjadi pelaku perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pihaknya akan terus mendorong lahirnya generasi santri yang tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi berani menciptakan karya, membangun usaha, dan mengambil peran dalam penguatan ekonomi digital menuju Indonesia Emas.

“Santri harus memiliki wawasan luas mengenai peluang ekonomi di era digital. Santri masa kini tidak hanya memiliki keunggulan dalam ilmu agama dan akhlak, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja,” tuturnya.

Ketua HIPSI Sidoarjo Fidi Handoko, S.E., S.Pd. saat menjadi narasumber dalam Seminar Spesial Hari Santri Nasional Tahun 2026. (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA dan HIPSI Sidoarjo Hadirkan Seminar Spesial Hari Santri 2026, Bahas Peluang Bisnis Produk Digital

SIDOARJO — Himma Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menghadirkan Seminar Spesial Hari Santri 2026 bertema ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas: Sharing Sukses Bisnis Produk Digital Zaman Now’ di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus II UNUSIDA, Sidoarjo, Selasa (20/10/2026).

Hadir sebagai narasumber, Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.; Founder Santripreneur Academy Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, M.S.M.; serta Ketua HIPSI Sidoarjo Fidi Handoko, S.E., S.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua HIPSI Sidoarjo, Fidi Handoko, S.E., S.Pd., menegaskan pentingnya mendorong santri dan generasi muda untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan seminar kewirausahaan yang menjadi ruang inspirasi bagi peserta untuk mengenal peluang usaha di era modern.

Menurut Fidi, perkembangan teknologi digital membuka berbagai peluang bagi santri untuk membangun usaha, mengembangkan produk, serta memperluas jangkauan pasar. Karena itu, santri perlu membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Ia berharap, melalui seminar tersebut, peserta dapat memperoleh wawasan dan pengalaman mengenai pengembangan bisnis produk digital, strategi membangun usaha di era modern, serta peluang santri untuk berkontribusi dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

“Seminar ini menjadi ruang inspirasi bagi santri dan generasi muda untuk mengenal peluang usaha di era digital sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang inovatif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.

Fidi menambahkan, pengembangan kewirausahaan di kalangan santri perlu didukung melalui kolaborasi berbagai pihak. Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pengetahuan, membangun jejaring usaha, serta mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

Menurutnya, santri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam perkembangan ekonomi digital. Bekal ilmu agama dan akhlak yang dimiliki perlu diiringi dengan kemampuan berinovasi, keberanian mengambil peluang, serta keterampilan mengelola usaha.

“Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya mendorong santri agar tidak hanya unggul dalam ilmu dan akhlak, tetapi juga mampu berinovasi, berwirausaha, serta mengambil peran dalam perkembangan ekonomi digital,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa penguatan kemandirian ekonomi santri merupakan bagian penting dari upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Melalui kewirausahaan, ini menekankan santri tidak hanya mampu menciptakan peluang bagi dirinya sendiri, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Momentum Hari Santri 2026 kali ini menjadi kesempatan untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa. Semangat perjuangan santri perlu diwujudkan melalui kreativitas, kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia berharap semakin banyak santri yang berani memulai usaha, mengembangkan produk digital, serta menjadi generasi mandiri yang mampu menjawab tantangan ekonomi di era transformasi teknologi.

“Santri harus mampu mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia Emas melalui pengembangan usaha yang inovatif dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah,” terangnya.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, seperti Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU, hingga mahasiswa UNUSIDA.

Wakil Rektor 2 UNUSIDA, Dr. Christanti Berangkatkan Jalan Sehat Harlah ke-12 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Bazar dan Jalan Sehat Meriahkan Peringatan Harlah ke-12 UNUSIDA

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Jalan Sehat dan Bazar dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-12 pada Sabtu (4/7/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kampus UNUSIDA tersebut diikuti oleh civitas akademika, mahasiswa, alumni, kerabat, serta berbagai mitra yang turut memeriahkan acara.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan UNUSIDA yang kini memasuki usia ke-12. Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menjaga semangat kebersamaan, menerapkan pola hidup sehat, serta memperkuat komitmen dalam memajukan dunia pendidikan.

“Momentum Harlah ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan UNUSIDA merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar kampus dan para mitra. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga untuk membawa UNUSIDA semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut kesuksesan penyelenggaraan Harlah ke-12 UNUSIDA merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara civitas akademika dengan berbagai sponsor dan mitra yang telah memberikan dukungan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bukti bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak dapat dicapai sendiri, melainkan melalui kerja sama yang saling menguatkan dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kesuksesan penyelenggaraan Harlah ke-12 UNUSIDA tidak lepas dari dukungan berbagai sponsor dan mitra yang telah berkontribusi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dengan berbagai pihak dalam membangun hubungan yang saling menguatkan,” katanya.

Hadi menjelaskan, peringatan Harlah ke-12 tidak hanya menghadirkan berbagai kegiatan olahraga dan hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara civitas akademika, alumni, masyarakat, serta para mitra yang selama ini mendukung perkembangan UNUSIDA.

Melalui kegiatan jalan sehat dan bazar UMKM, lanjutnya, UNUSIDA berupaya menghadirkan ruang kebersamaan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Melalui penyelenggaraan jalan sehat dan bazar, UNUSIDA kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya hidup sehat, memperkuat kebersamaan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM,” jelasnya.

Tampak ratusan peserta mengikuti jalan sehat dengan menempuh rute yang telah disiapkan panitia. Suasana antusiasme penuh keakraban dan kebersamaan tampak mewarnai sepanjang perjalanan, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi salah satu nilai utama dalam peringatan Harlah tahun ini.

Selain jalan sehat, panitia juga menghadirkan cek kesehatan gratis hingga bazar yang melibatkan berbagai pelaku UMKM, sponsor, dan mitra kerja sama. Beragam produk makanan, minuman, hingga produk unggulan lainnya dipasarkan kepada para peserta sehingga turut memberikan ruang promosi bagi para pelaku usaha.

Kemeriahan acara semakin terasa saat pembagian doorprize yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan peserta. Panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat, di antaranya sepeda, kulkas, televisi, kompor gas, kipas angin, berbagai peralatan elektronik, serta paket sembako.

 

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

Mahasiswa UNUSIDA Mendapatkan Pelatihan Pembuatan Dimsum dan Minuman Kekinian dari Mitra Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gandeng Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Gelar Pelatihan Wirausaha Baru

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Pelatihan Wirausaha Baru bagi mahasiswa sebagai upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. Kegiatan yang dilaksanakan di Hall Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (23/6/2026) tersebut berlangsung dengan antusias dan menghadirkan materi praktis yang dapat langsung diterapkan sebagai peluang usaha.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Hj. Muhafidhah Novie, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan secara langsung.

Menurutnya, program ini menjadi langkah positif karena mahasiswa kini mulai dilibatkan dalam berbagai program pemberdayaan UMKM yang sebelumnya lebih banyak menyasar masyarakat umum.

“Alhamdulillah, saat ini mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar, menimba ilmu, dan berlatih menjadi seorang wirausaha. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik serta pembinaan manajemen usaha yang dapat menjadi bekal ketika terjun ke dunia bisnis,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa program pelatihan ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Rencananya, akan ada pelatihan lanjutan yang dilaksanakan pada periode Juli hingga September 2026 dengan peserta yang sama guna memperkuat kompetensi kewirausahaan mahasiswa.

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Kesempatan seperti ini sangat berharga karena para narasumber yang hadir merupakan praktisi dan pelaku UMKM yang telah berpengalaman di bidangnya,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung mengenai proses pembuatan dimsum dan minuman kekinian yang saat ini banyak diminati oleh kalangan muda. Selain mempraktikkan proses produksi, peserta juga dibekali wawasan mengenai pengemasan produk, strategi pemasaran, hingga manajemen usaha sederhana.

Materi tersebut dipilih karena memiliki peluang pasar yang luas dan modal usaha yang relatif terjangkau, sehingga cocok dijadikan alternatif usaha bagi mahasiswa untuk memperoleh tambahan penghasilan sekaligus melatih jiwa entrepreneur sejak dini.

Novie menyebutkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen UNUSIDA sebagai kampus yang mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang mampu menciptakan peluang usaha baru serta berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami optimistis akan lahir wirausahawan muda dari mahasiswa Fakultas Ekonomi UNUSIDA yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan manajerial yang kuat untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan di masa depan,” pungkasnya.

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Acara Forum Tinjau Proposal P2MW 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Forum Tinjau Proposal P2MW 2026, Dorong Inovasi Mahasiswa di Bidang Wirausaha

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Progra, Studi (Himaprodi) Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Forum Tinjau Proposal sebagai persiapan mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Kegiatan ini berlangsung secara offline di Auditorium Lantai 5 Kampus II Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Jum’at (13/03/2026).

Dengan mengusung tema ‘Student Innovation for Social and Economics Transformation’, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa UNUSIDA yang telah terbagi dalam beberapa kelompok usaha. Forum ini bertujuan untuk memberikan pendampingan serta evaluasi terhadap proposal bisnis yang akan diajukan dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.

Ketua HIMA Manajemen UNUSIDA menyampaikan bahwa forum ini tidak hanya bertujuan membantu mahasiswa dalam penyusunan proposal, tetapi juga membangun kesiapan mental dan konseptual mereka sebelum mengikuti kompetisi kewirausahaan tingkat nasional.

Melalui kegiatan Forum Tinjau Proposal ini, pihaknya berharap mahasiswa dapat mempersiapkan proposal secara lebih matang sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam mengikuti program P2MW.

“Program PM2W ini tidak hanya memberikan dukungan pendanaan bagi usaha mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana untuk mengasah kreativitas, memperkuat kerja sama tim, serta meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam dunia kewirausahaan,” jelasnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Jeziano Rizkita Boyas menjelaskan bahwa P2MW merupakan program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis serta merintis usaha sejak di bangku kuliah.

Menurutnya, melalui program ini mahasiswa didorong untuk menjadi lebih kreatif, inovatif, dan berani memulai usaha. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja setelah lulus, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Lulusan perguruan tinggi tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Latifah Irsyadiah, menjelaskan bahwa keberhasilan dalam mengikuti program P2MW dimulai dari pembentukan tim yang solid. Setiap tim harus memiliki pembagian peran yang jelas, mulai dari ketua tim, bagian keuangan, produksi, hingga pemasaran, serta didukung dengan komitmen dan kerja sama yang baik antaranggota.

Ia juga menekankan pentingnya menentukan ide usaha yang inovatif, menarik, memiliki nilai jual tinggi, serta memiliki keunikan yang dapat membedakan produk dari kompetitor dan berpotensi berkembang dalam jangka panjang. Dalam proses penyusunan proposal, mahasiswa juga perlu memperhatikan kesesuaian dengan panduan yang berlaku, berbasis data pasar, serta melibatkan dosen pendamping agar proposal lebih terarah.

“Sebuah produk harus memiliki keunikan yang mampu membedakannya dari kompetitor, sekaligus memiliki peluang untuk berkembang secara berkelanjutan dalam jangka panjang,” terangnya.

Setelah proposal disusun, tim akan melalui berbagai tahapan mulai dari pengumpulan proposal, proses seleksi, pengunggahan ke sistem, hingga menunggu hasil pendanaan. Apabila dinyatakan lolos, tim akan memperoleh dana untuk menjalankan usaha, melakukan pencatatan penggunaan dana secara tertib, serta menyusun laporan perkembangan dan laporan akhir.

Pada tahap selanjutnya, tim juga berkesempatan mempresentasikan perkembangan produknya serta mengikuti kegiatan nasional seperti KMI Expo.

Workshop Digital Marketing Batch 4 UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Workshop Digital Marketing Batch 4, Bekali Mahasiswa UNUSIDA Strategi Bisnis Digital Berbasis AI

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo kembali menyelenggarakan Workshop Digital Marketing Batch 4 pada Rabu (11/2/2026) di Hall kampus UNUSIDA, Sidoarjo. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai program studi yang antusias mempelajari strategi pemasaran digital terkini untuk menunjang kesiapan di dunia kerja maupun wirausaha.

Workshop menghadirkan narasumber Fidi Handoko, seorang konsultan bisnis yang juga aktif sebagai praktisi di bidang pemasaran digital. Dalam pemaparannya, ia membahas tema seputar pembuatan konten otomatis, strategi mendapatkan cuan melalui affiliate marketing, hingga pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam platform e-commerce seperti Shopee.

Menurut Fidi, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menciptakan sumber pendapatan baru tanpa harus memiliki modal besar.

“Sekarang siapa pun bisa memulai bisnis digital, kuncinya adalah konsisten membuat konten, memahami pasar, dan memanfaatkan teknologi AI untuk mempercepat proses kerja,” ujarnya di hadapan peserta.

Ketua Himma Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Sidoarjo tersebut menekankan bahwa mahasiswa harus mampu memanfaatkan peluang teknologi sebagai sarana membangun usaha mandiri sekaligus meningkatkan daya saing. Menurutnya, era digital membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk berinovasi tanpa harus terbatas pada modal besar, selama memiliki kreativitas dan kemauan belajar yang tinggi.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi soft skills, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan di era digital. Selain itu, kegiatan tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen kampus dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan.

“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin ekonomi masa depan. Mereka harus berani mencoba, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk berkembang,” ujarnya.

Salah satu peserta mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai peluang bisnis digital. Ia merasa termotivasi untuk mencoba mengembangkan konten kreatif sekaligus belajar membangun personal branding di media sosial.

Suasana workshop berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mendapatkan contoh praktik langsung terkait strategi pemasaran digital yang efektif dan relevan dengan tren saat ini.

Flyer Ucapan Mahasiswa UNUSIDA Raih Juara 3 International Business Plan Competition di Universitas Khairun Maluku (Foto: Istimewa)

Mahasiswa UNUSIDA Raih Juara 3 International Business Plan Competition, Usung Inovasi Cheese Moringa Biscuits Dukung Program MBG

SIDOARJO — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Tim mahasiswa lintas prodi berhasil meraih Juara 3 International Business Plan Competition 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Khairun Maluku.

Tim ini beranggotakan tiga mahasiswa dari program studi berbeda, yaitu Ketua Tim Lailatul Ma’rifah (Manajemen 2024), Syifa Aristawati (Akuntansi 2024), Aulia Hilda Bilqis Maruapey (Pendidikan Bahasa Inggris 2024) dengan Dosen Pembimbing: Jeziano Riskita Boyas, S.E., M.M., CH.

Dalam kompetisi tingkat internasional ini, tim UNUSIDA mengusung inovasi produk bertajuk ‘Cheese Moringa Biscuits: A Healthy Snack Innovation for Supporting MBG’. Produk camilan sehat ini dirancang sebagai solusi inovatif untuk mendukung program MBG (Makan Bergizi) pemerintah, terutama dalam upaya mengurangi angka stunting di Indonesia.

Ketua tim, Lailatul Ma’rifah mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti komitmen tim dalam memperbaiki kualitas ide bisnis sekaligus meningkatkan kemampuan berkompetisi di tingkat internasional.

“Alhamdulillah, pastinya sangat senang. Ini tahun kedua UNUSIDA mengikuti kompetisi ini. Tahun lalu kami meraih juara 5, dan tahun ini bisa meningkat menjadi juara 3. Ada peningkatan, dan itu sangat membahagiakan bagi kami,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Kamis (4/11/2025).

Laila mengatakan, meski berasal dari prodi yang berbeda dan memiliki jadwal yang tidak selalu sejalan, tim ini tetap solid.

“Tantangan terbesar adalah waktu. Kami jarang bisa bertemu langsung, jadi koordinasi banyak dilakukan lewat grup WhatsApp. Tapi komunikasi tetap terjaga dan semua tetap berkontribusi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, gagasan biskuit daun kelor dan keju ini lahir dari kepekaan tim terhadap kondisi di lapangan, terutama terkait program MBG yang digagas pemerintah. Daun kelor dipilih karena kandungan nutrisinya yang kaya, seperti protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat. Produk ini juga mendukung kebutuhan nutrisi anak serta membantu mengatasi malnutrisi.

“Banyak anak-anak yang kurang menyukai sayuran. Akhirnya sayur dari program MBG kadang terbuang. Kami membuat solusi agar nutrisi sayuran tetap bisa dikonsumsi melalui camilan yang mereka suka: biskuit berbahan kelor dan keju,” jelas Laila.

Ia menegaskan bahwa Cheese Moringa Biscuits memiliki kelebihan dibanding biskuit sehat lainnya, antara lain menggunakan daun kelor yang memiliki sumber nutrisi tinggi, pemakaian gula aren sebagai pemanis alami, bukan gula pasir. Kemudian kandungan dalam Gluten-free yang menggunakan tepung jagung, sehingga aman untuk lansia dan pelaku diet, serta rasa tetap enak, gurih, dan manis, meski berbahan kelor.

Laila menerangkan bahwa saat ini produk masih dalam tahap rencana bisnis, namun tim sudah membuat prototipenya meski uji pasar belum dilakukan. Terkait strategi bisnis, tim telah menyiapkan konsep pemasaran hybrid.

“Online lewat marketplace seperti Shopee, Lazada, dan Tokopedia. Offline lewat kantin sekolah, posyandu anak, hingga peluang masuk ke program MBG,” terang Syifa.

Meski belum merencanakan inkubasi atau kolaborasi UMKM, Laila dan tim berharap ke depan produk ini dapat dikembangkan lebih serius. Ia yakin produk ini bisa memberi manfaat luas. Sebab, Branding produk akan menonjolkan nilai utama, yaitu camilan sehat pengganti sayuran yang enak dan bergizi.

“Karena bahan-bahannya sehat, bukan hanya anak-anak, tapi juga orang tua lanjut usia bisa mengonsumsinya. Kandungan vitamin A, kalsium, protein, dan lemak baik sangat bermanfaat untuk otak dan jantung,” tandasnya.

Sementara itu, Dosen pembimbing, Jeziano Riskita Boyas, S.E., M.M., CH., mengapresiasi kerja keras mahasiswa dan menegaskan bahwa inovasi ini relevan dengan isu kekinian. Ia memandang pentingnya mahasiswa mengikuti tren dan fenomena aktual, seperti program MBG.

“Inovasi ini muncul dari fenomena nyata. Banyak anak tidak suka sayur, sehingga nutrisi perlu diolah ke bentuk yang lebih disukai. Itulah yang mereka lakukan,” katanya.

Jeziano juga berpesan kepada mahasiswa UNUSIDA untuk berani mencoba. Ia mengingatkan pentingnya menghormati orang tua dan menjaga niat baik dalam berkarya.

“Jangan takut melakukan hal baru. Gagasan tidak akan menjadi apa-apa jika hanya disimpan dalam pikiran. Cobalah, bahkan kalau gagal sekali pun, kalian tetap selangkah lebih maju daripada yang tidak pernah mencoba,” tuturnya.

Ke depan, hasil inovasi ini rencananya akan diikutsertakan dalam PKM maupun P2MW, serta berbagai ajang kompetisi kewirausahaan lainnya. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong munculnya generasi muda kreatif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui inovasi pangan sehat seperti Cheese Moringa Biscuits.

“Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa UNUSIDA mampu bersaing di tingkat internasional dengan inovasi yang solutif dan relevan. Selamat kepada Tim Cheese Moringa Biscuits, Semoga prestasi ini menjadi langkah awal lahirnya produk sehat yang bermanfaat bagi bangsa dan menginspirasi mahasiswa UNUSIDA lainnya,” pungkasnya.

PGMI UNUSIDA Gelar FGD Bersama Stakeholder, Penguatan Kompetensi Lulusan dan Sinkronisasi Kebutuhan Dunia Kerja 1

PGMI UNUSIDA Gelar FGD Bersama Stakeholder, Penguatan Kompetensi Lulusan dan Sinkronisasi Kebutuhan Dunia Kerja

SIDOARJO — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan yang digelar di Hall Lantai 5 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA ini melibatkan berbagai stakeholder strategis bidang pendidikan dasar Islam.

Mengusung tema ‘Penguatan Kompetensi Lulusan dan Sinkronisasi Kebutuhan Dunia Kerja’, FGD ini menjadi langkah penting bagi Prodi PGMI dalam memastikan kurikulum yang diterapkan mampu menjawab tantangan perkembangan pendidikan, sekaligus memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan sekolah/madrasah sebagai pengguna lulusan.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Agama Islam UNUSIDA, Feri Kuswanto, M. Pd.I., mengatakan, kegiatan FGD ini merupakan bentuk komitmen fakultas dalam memastikan kurikulum dan proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan pendidikan dasar serta kebutuhan sekolah dan madrasah.

“Kami di FAI UNUSIDA meyakini bahwa perguruan tinggi tidak boleh berjalan sendiri dalam menyiapkan calon guru. Dunia kerja, terutama madrasah dan satuan pendidikan dasar, terus mengalami perkembangan yang sangat cepat. Guru masa kini tidak cukup hanya menguasai pedagogik, tetapi juga harus adaptif, kreatif, dan mampu menjawab tantangan era digital,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa FGD ini menjadi wadah strategis untuk menyerap masukan langsung dari para pengguna lulusan agar Prodi PGMI dapat terus memperkuat kualitas akademik dan profesionalisme calon guru madrasah ibtidaiyah. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan PGMI UNUSIDA benar-benar siap mengajar, siap berkarya, dan siap memimpin perubahan positif di sekolah tempat mereka mengabdi,” tandasnya.

Sementara itu, Kaprodi PGMI UNUSIDA, Moh. Anang Abidin, S.H.I., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen prodi untuk terus berinovasi serta melibatkan mitra eksternal dalam penyusunan kurikulum yang relevan dan adaptif. Pihaknya mengaku selalu menekankan membangun hubungan kolaboratif dan berkelanjutan dengan sekolah/madrasah mitra, lembaga pendidikan, serta para pengguna lulusan. Kolaborasi ini dipandang penting untuk meningkatkan mutu lulusan agar unggul, kompeten, dan berdaya saing.

“PGMI harus mampu menjawab perubahan zaman. Kurikulum tidak boleh statis, tetapi harus berkembang sesuai kebutuhan lapangan,” tegasnya.

Ia menjelaskan secara mendalam visi, misi, serta capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang saat ini telah diimplementasikan di PGMI, termasuk rencana pengembangan kompetensi pedagogik, digital, karakter, dan ke-NU-an yang menjadi ciri khas lulusan.

Menurutnya, kegiatan menjadi upaya memperkuat profil lulusan, menyelaraskan kurikulum dengan tuntutan dunia kerja, serta membangun kemitraan berkelanjutan dengan lembaga pendidikan dan instansi terkait. Dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari madrasah, kementerian, organisasi pendidikan, hingga alumni diharapkan dapat memberikan masukan komprehensif terhadap arah pengembangan Prodi PGMI UNUSIDA.

“Melalui kegiatan FGD ini, kami berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya cakap dalam kompetensi pedagogik dan profesional, namun juga memiliki karakter kuat, integritas, kemampuan adaptif, serta kepekaan terhadap tantangan pendidikan abad 21,” ungkapnya.

Pelaksanaan FGD dipandu oleh Dr. Wachyudi Achmad, S.Th.I., M.Pd.I., selaku Ketua Tim, didampingi Ibu Rofiqoh Nirwana, S.Pd.I., M.Pd.I. sebagai Sekretaris. Tim penyusun kurikulum juga diperkuat oleh para anggota, yakni:

  • Risalul Ummah, S.Pd., M.Pd. (Dosen PGMI),

  • Feri Kuswanto, S.Pd.I., M.Pd.I. (Dekan Fakultas Agama Islam),

  • H. Aris Kuswanto, S.T., M.Pd.I. (Dosen PGMI),

  • Mohammad Setyo Wardono, S.Pd., M.Pd. (Sekretaris Pengembangan Pembelajaran),

  • Yuni Pratiwi, S.Pd. (Alumni PGMI).

Kegiatan ini turut menghadirkan pemangku kepentingan pendidikan yang memiliki peran strategis dalam penyelarasan kurikulum, antara lain:

  • Dr. Niswatin, S.Pd., M.Pd. (Perwakilan LPTNU Sidoarjo),

  • M. Saifulloh Asyari, S.Si., M.Pd.I. (Ketua LP Ma’arif NU Sidoarjo),

  • Drs. H. Abdul Muis, MM. (Pengawas Madrasah Kemenag Sidoarjo),

  • Hj. Anis Faridah, M.Pd. (Kepala MINU KH. Mukmin Sidoarjo),

  • Nur Cholisah, M.Pd. (Kepala MI Ma’arif Pagerwojo),

  • Habib Zakariyah, S.Sos. (Kepala MI Al Falah).

Dalam sesi diskusi berjalan dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta. Para stakeholder memberikan pandangan, kritik konstruktif, serta masukan penting terkait penguatan kompetensi lulusan, mulai dari kurikulum berbasis kompetensi, soft skills, kesiapan digital, kemampuan pedagogik, hingga karakter profesional guru MI yang ideal.

Berbagai masukan ini menjadi bahan sangat penting bagi Prodi PGMI untuk memperkuat kurikulum dan memperbaiki proses pembelajaran yang lebih kontekstual. Yang nantinya akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum PGMI agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika pendidikan madrasah ibtidaiyah.

Penulis: Nuzula Firdausi (MY)

Pelatihan “Berbisnis Modal Nol: From Zero to Hero” di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa UNUSIDA Dibekali Pelatihan “Berbisnis Modal Nol: From Zero to Hero”

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang kreatif dan mandiri melalui kegiatan Pelatihan “Berbisnis Modal Nol: From Zero to Hero”. Kegiatan ini diselenggarakan di Kampus 2 UNUSIDA, lantai 5, selama 4 hari mulai dari Sabtu–Ahad (1-2/11/2025) sampai Sabtu-Ahad (8-9/11/2025).

Pelatihan yang berlangsung selama empat kali pertemuan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas. Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan semangat kewirausahaan dan membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis untuk membangun usaha dari nol tanpa bergantung pada modal besar.

Sebagai narasumber utama, panitia menghadirkan Sugiarso, seorang praktisi bisnis dan motivator kewirausahaan yang berpengalaman dalam membangun berbagai usaha dari titik awal. Dalam penyampaiannya, Sugiarso menekankan pentingnya mindset entrepreneur yang kuat, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan melihat peluang di sekitar.

“Bisnis bukan hanya tentang modal uang, tapi tentang ide, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar. Siapa pun bisa menjadi pengusaha asal mau memulai,” ujarnya.

Pada pertemuan pertama, mahasiswa diperkenalkan pada konsep dasar berbisnis dengan modal nol serta pentingnya berpikir kreatif. Sesi berikutnya berfokus pada strategi riset pasar dan inovasi produk, termasuk pemanfaatan platform digital sebagai sarana promosi yang efektif dan hemat biaya.

Pertemuan ketiga membahas pengelolaan keuangan usaha kecil dan strategi branding. Sugiarso menekankan pentingnya pencatatan keuangan yang tertib, perencanaan yang efisien, serta membangun citra usaha yang profesional di mata konsumen.

Pada sesi terakhir, peserta diminta menyusun rencana bisnis sederhana berdasarkan ide yang mereka gagas selama pelatihan. Beberapa kelompok mempresentasikan ide bisnis mereka dan mendapat apresiasi serta masukan langsung dari narasumber.

Selain berbagi teori, Sugiarso juga menceritakan perjalanan pribadinya dalam membangun usaha dari nol hingga berhasil, yang memberikan motivasi kuat bagi peserta. Cerita-cerita inspiratif tersebut menumbuhkan keyakinan bahwa kesuksesan bukanlah hasil instan, melainkan buah dari ketekunan, kreativitas, dan keberanian untuk mencoba.

Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan sekaligus Dosen UNUSIDA, Machfudzil Asror, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi pemantik semangat wirausaha di kalangan mahasiswa. Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu dan keterampilan baru, tetapi juga membangun jejaring sosial dan pengalaman berharga yang menjadi bekal menuju masa depan yang lebih mandiri dan produktif.

“Kami berharap pelatihan ini melahirkan generasi muda yang berjiwa entrepreneur, kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia usaha. UNUSIDA yang membawa semangat kampus wirausaha muda berkomitmen tidak hanya mencetak sarjana cerdas secara akademik, tetapi juga mandiri secara ekonomi,” harapnya.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)