Pos

Mahasiswa Informatika (dari kiri) Khoirul Anam, Mochammad Rifky Sabilur Khaqiq, Muhammad Athaalf Attohir (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa Informatika UNUSIDA Raih Juara 1 IYSA 2026 Lewat Inovasi Deteksi Longsor Si-Palang

SIDOARJO — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa program studi Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kali ini, 2 tim mahasiswa Program Studi Informatika berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) tahun 2026.

Ketua tim, Moch Rifky Sabilul Khaqiq menyebutkan bahwa keberhasilan ini berawal dari ide sederhana yang lama tertahan di kepala. Momentum hadir ketika kompetisi dari IYSA dibuka. Tim melihatnya sebagai wadah yang tepat untuk mengeksekusi gagasan tersebut.
“Bisa dibilang kami memanfaatkan kesempatan. Mumpung ada peluang, kami ambil dan kami maksimalkan,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (31/3/2026).

Rifky menjelaskan, ketertarikan terhadap topik ini tidak muncul begitu saja. Titik baliknya terjadi saat bencana longsor di Aceh pada tahun 2025. Peristiwa tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi tim, terutama karena longsor sebenarnya memiliki tanda-tanda awal yang berpotensi dideteksi.

Ia membandingkan dengan kemajuan teknologi di negara seperti Jepang, di mana gempa bumi saja sudah dapat diprediksi. Dari situ muncul dorongan kuat untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kondisi Indonesia.

Dari keresahan tersebut, lahirlah inovasi bernama Si-Palang (Sistem Pantau Lahan & Longsor). Sistem ini menggabungkan sensor kemiringan tanah dan kelembapan dengan algoritma Dynamic Thresholding.

Secara sederhana, alat ini mampu menyesuaikan ambang batas secara otomatis, seperti semakin miring tanah, semakin kecil toleransi kadar air sebelum sistem memberikan peringatan, serta dapat mengirim notifikasi ke ponsel warga melalui sistem geofencing.

“Keunggulan utama dari sistem ini adalah meminimalisir false alarm (peringatan palsu di area datar), mencegah gagal deteksi pada area lereng curam dan lebih dinamis, karena tidak bergantung pada satu parameter saja,” jelasnya.

Dalam proses pengembangan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah tahap pengujian sistem, khususnya dalam menemukan korelasi yang tepat antara tingkat kemiringan dan kelembapan tanah.

Meski begitu, ia dan tim optimis bahwa inovasi ini memiliki potensi besar. Mengingat kondisi geografis Indonesia yang didominasi wilayah perbukitan dan dataran tinggi, teknologi seperti Si-Palang dapat menjadi solusi nyata dalam mitigasi bencana.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem agar semakin adaptif dan responsif terhadap kondisi lingkungan,” tandasnya.

Baginya, kemenangan ini bukanlah akhir. Rifky menganggap ajang ini hanya sebagai langkah awal dari perjalanan panjang inovasi mereka.

“Jujur saja, kami belum puas. Ini baru panggung kecil. Tujuan kami bukan sekadar piala atau sertifikat, tapi ketika Si-Palang benar-benar dipasang di daerah rawan longsor dan bisa menyelamatkan nyawa,” ungkapnya.

Menurutnya, prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kampus, tetapi juga menjadi bukti bahwa karya mahasiswa mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Mulailah dari masalah nyata di sekitar kita, bukan sekadar mencari judul yang terlihat keren. Tetap santai, serius, dan sukses,” pungkasnya.

Laboran UNUSIDA Gelar Diseminasi Internal KILAB 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Diseminasi Internal KILAB 2025, Laboran UNUSIDA Paparkan Inovasi IPAL Portabel Berbasis Fotokatalis OCN/Hydrochar

SIDOARJO Laboran Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Diseminasi Internal terkait Hasil Karya Inovasi Laboran (KILAB) 2025 bertempat di Hall Lantai 5 UNUSIDA, Kamis (27/11/2025). Diseminasi kali ini menampilkan hasil riset inovatif dengan tema ‘IPAL Portabel dengan Pengolahan Tersier Fotokatalis OCN/Hydrochar untuk Pengolahan Limbah Cair Laboratorium’.

Kegiatan diseminasi ini merupakan bagian dari luaran Program KILAB 2025, sebuah program pendanaan inovasi nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya – Ditdaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknolofi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia untuk mendorong kreativitas dan inovasi laboran di lingkungan perguruan tinggi.

Ketua Tim, Khilyatul Afkar, S.T., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa limbah cair laboratorium perguruan tinggi umumnya mengandung berbagai senyawa berbahaya seperti organik, anorganik, logam berat, serta asam dan basa kuat. Meskipun volumenya relatif kecil, kurang dari 20 liter per hari. Jumlah ini tidak memenuhi syarat minimal untuk diangkut oleh pihak ketiga.

“Kondisi tersebut membuat limbah cair laboratorium sering menumpuk hingga mendekati batas simpan 365 hari. Selain menghambat operasional laboratorium, hal ini juga menimbulkan potensi pencemaran lingkungan dan risiko keselamatan yang serius,” jelasnya.

Melihat urgensi tersebut, tim KILAB UNUSIDA mengembangkan IPAL portabel berkapasitas ±10 liter per running yang mampu mengolah limbah secara mandiri dan memenuhi standar baku mutu.

Inovasi ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe IPAL portabel, serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas limbah sebelum dialirkan ke badan air. Target luaran yang dicanangkan antara lain Prototipe IPAL Portabel, Diseminasi Internal UNUSIDA hingga Diseminasi Nasional melalui forum ilmiah dan publikasi.

Khilya menambahkan bahwa keberhasilan riset ini juga didukung oleh beberapa aspek pendukung seperti:

  • Fasilitas laboratorium di Teknik Industri dan Teknik Lingkungan yang digunakan untuk pembuatan IPAL dan pengujian kualitas air,

  • Pendampingan ketat dari dosen, mulai dari validasi desain hingga evaluasi efektivitas pengolahan,

  • Kontribusi terhadap pengembangan ilmu, di mana IPAL portabel akan menjadi media pembelajaran di mata kuliah Kimia Lingkungan, Ekotoksikologi, Unit Proses, dan Unit Operasi,

  • Dampak jangka panjang, yakni IPAL portabel sebagai model percontohan instalasi pengolahan limbah skala kecil bagi perguruan tinggi lainnya.

Tim laboran UNUSIDA memaparkan tahapan pengembangan IPAL portabel, mulai dari sintesis komposit OCN/Hydrochar, uji karakterisasi material, pembuatan unit IPAL, pengujian kualitas limbah cair laboratorium, serta penyusunan dokumentasi dan penyusunan bunga rampai.

Setelah program selesai, tim merencanakan beberapa langkah strategis jangka panjang dalam mengembangkan IPAL Portabel ini. Diantaranya dengan melakukan uji ketahanan komposit OCN/Hydrochar, nemanfaatkan IPAL sebagai media pembelajaran dan penelitian, mengoperasikan IPAL sebagai unit pengolahan limbah laboratorium UNUSIDA, memperluas pemanfaatan untuk skala lebih besar, menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada KILAB – Ditdaya Diktisaintek atas dukungan pendanaa, hingga mendorong keberlanjutan program KILAB sebagai wadah inspiratif bagi laboran Indonesia untuk terus berinovasi.

Inovasi ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak yang hadir, antara lain Kaprodi Teknik Lingkungan Muchammad Tamyiz, Ph.D., Kaprodi Teknik Industri Untung Usada, S.Si., M.T., Wakil Dekan Fakultas Teknik Zahrotul Azizah, S.T., M.T., Kepala Lembaga SDM, Jeziano Riskita Boyas, S.E., M.M., Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd. serta Staf LPPM UNUSIDA Tantri Risda Zubaida, S.Ak.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar Nur Yasin menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi inovasi tersebut. Menurutnya, kegiatan diseminasi ini menegaskan komitmen UNUSIDA dalam mendorong budaya riset dan inovasi, khususnya bagi tenaga laboran sebagai garda terdepan pengelolaan keselamatan dan lingkungan laboratorium. Inovasi IPAL portabel ini diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi pengelolaan limbah laboratorium di Indonesia.

“IPAL portabel ini sangat mendukung proses perkuliahan, terutama pada praktik pengolahan limbah laboratorium. Kami berharap alat ini tidak hanya digunakan sebagai riset, tetapi juga diajarkan kepada mahasiswa agar dapat dimanfaatkan dalam penelitian maupun pengembangan akademik. Semoga inovasi ini berkembang menjadi instalasi IPAL skala besar dan bahkan membuka peluang bisnis bagi institusi,” ungkapnya.

UNUSIDA Resmi Menjadi Co-Host KOPEMAS 6 Tahun 2025, Hadirkan Enam Program Inovatif Pengabdian Masyarakat (Foto: Istimewa)

UNUSIDA Jadi Co-Host KOPEMAS 6 Tahun 2025, Hadirkan Enam Program Inovatif Pengabdian Masyarakat

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) secara resmi ditetapkan sebagai Co-Host dalam Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (KOPEMAS) ke-6 Tahun 2025, sebuah agenda nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Malang (UNISMA) secara virtual.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L., menjelaskan bahwa keterlibatan ini menegaskan komitmen UNUSIDA dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat yang berbasis riset, teknologi, dan pemberdayaan komunitas.

Ia menekankan partisipasi UNUSIDA sebagai Co-Host tidak hanya bersifat seremonial belaka. Akan tetapi diwujudkan melalui kontribusi langsung dengan mengirimkan enam tim pengabdian masyarakat terbaik. “Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh tim UNUSIDA yang membawa inovasi unggulan yang relevan dengan tema KOPEMAS 2025, yaitu Strategi Membangkitkan Ekosistem Pengabdian Terintegrasi: Riset, Industri, dan Komunitas Membangun Inovasi Berdampak,” ungkapnya, Ahad (23/11/2025).

Berikut program-program pengabdian masyarakat yang dipresentasikan oleh tim UNUSIDA:

1. Pelatihan Content Creator & Branding Desa untuk Kreativitas Warga Glagaharum
Tim: Arda Surya Editya, Sonhaji Arif, Amalia Hartiningrum, Akhya’ Muhammad K., Athika Dwi Wiji Utami, Trias Widha Andari, Putra Uji Deva Satrio, Ragil Noviyanti.
Program ini mengasah kreativitas warga melalui pelatihan produksi konten digital, storytelling, dan branding desa, sehingga potensi lokal dapat dipromosikan secara lebih luas di media sosial.

2. Pelatihan Coding dan AI untuk Guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Tulangan
Tim: Mochammad Machlul Alamin, Anggay Luri Pramana, Arda Surya Editya, Neny Kurniati, Ahmad Khoir Alhaq.
Kegiatan ini fokus meningkatkan literasi digital guru melalui pemrograman dasar, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk edukasi, hingga integrasi teknologi dalam pembelajaran.

3. Optimalisasi Legalitas dan Daya Saing UMKM melalui Penerbitan NIB Berbasis OSS Digital
Tim: Yasmin Qhurota A’yun, Rikke Kurniawati, Esthi Dippoprameswari, Lintang Rahma Putri, Arifin.
Program ini memberi pendampingan kepada UMKM untuk memperoleh legalitas usaha, memahami OSS-RBA, serta meningkatkan kredibilitas dan daya saing usaha.

4. Pendampingan Strategi Branding untuk UMKM Naik Kelas di Desa Kepatihan
Tim: Daniel Achmad Farizki, Ainul Farisa, Nur Chamidah Ajijah, Laily Muzdalifah.
Tim melakukan penguatan identitas merek, strategi pemasaran, dan peningkatan kualitas tampilan produk agar UMKM lebih siap bersaing di pasar digital.

5. Pelatihan Pembuatan Kain Tie Dye untuk Kreativitas Anak di Jumputrejo
Tim: Maulida Nikmatul Azizah, Naswa Ika Febrianty, Ruri Fadhilah Kurniati.
Kegiatan ini menjadi wadah edukasi dan kreativitas bagi anak-anak melalui seni pewarnaan kain, sekaligus membuka peluang pengembangan kerajinan bernilai ekonomi.

6. Implementasi Website Sistem Informasi Desa untuk Promosi Potensi dan Transparansi Informasi
Tim: M. Syifa’ul Anam, Achmad Mu’afi Taufiqurrochman, Fitto Ardiansyah, Nadhif Fathur Rahman, Ismawati Ainol Robbi, Nur Syaifuddin, Anggay Luri Pramana.
Program ini menghasilkan website desa sebagai etalase digital potensi lokal, sarana publikasi informasi, serta upaya peningkatan transparansi pemerintah desa.

Menurutnya, keterlibatan UNUSIDA sebagai Co-Host KOPEMAS 2025 kali ini menjadi bukti nyata bahwa kampus NU semakin aktif dalam memberikan kontribusi sosial berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui enam program unggulan yang dihadirkan, UNUSIDA menunjukkan keberpihakan kepada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

“Program-program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi model praktik baik bagi pengabdian masyarakat di tingkat nasional. UNUSIDA menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus, masyarakat, industri, dan pemerintah menjadi kunci untuk menciptakan inovasi yang berdampak luas,” pungkasnya.

Laboran UNUSIDA Ciptakan Inovasi IPAL Portabel (Foto: Humas UNUSIDA)

Kolaborasi Laboran UNUSIDA Buat Inovasi IPAL Portabel Berbasis Fotokatalis OCN/Hydrochar

SIDOARJO — Kolaborasi Laboran Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah berhasil memperoleh pendanaan Karya Inovasi Ilmiah Laboran (KILAB) 2025, sebuah program bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek). Pendanaan ini diberikan atas inovasi pengembangan IPAL Portabel dengan Pengolahan Tersier Fotokatalis OCN/Hydrochar, sebuah solusi terobosan untuk mengatasi persoalan limbah cair laboratorium skala kecil di perguruan tinggi.

Tim Laboran UNUSIDA kali ini diisi oleh Laboran kualitas lingkungan, Khilyatul Afkar, S.T., sebagai ketua tim, Mohammad Rif’an Humaidi, S.Ds., dan Maschan Yusuf Musthofa, S.T., sebagai anggota tim, serta Medya Ayunda Fitri, S.T., M.T., sebagai dosen pembimbing.

Latar Belakang: Limbah Laboratorium yang Kerap Terabaikan

Ketua tim, Khilyatul Afkar menjelaskan, inovasi ini berangkat dari limbah cair laboratorium perguruan tinggi seringkali menjadi persoalan tersendiri karena mengandung senyawa organik dan anorganik, logam berat, serta asam-basa kuat. Meski volumenya relatif kecil (kurang dari 20 liter per hari), jumlah tersebut tidak memenuhi batas minimal untuk diangkut oleh pihak ketiga sesuai regulasi.

Akibatnya, limbah kerap disimpan hingga mendekati batas 365 hari, yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan pencemaran lingkungan. Kondisi inilah yang mendorong perlunya inovasi IPAL portabel yang efektif, murah, aman, serta sesuai dengan standar lingkungan.

Oleh karena itu, melalui inovasi yang digagas laboran UNUSIDA ini akan memadukan berbagai proses pengolahan limbah, mulai dari sedimentasi, filtrasi, koagulasi–flokulasi, adsorpsi, hingga tahap lanjutan berupa fotodegradasi menggunakan fotokatalis OCN (g-C₃N₄ terdopping oksigen) yang dikompositkan dengan hydrochar dari tempurung kelapa.

Material fotokatalis ini mampu meningkatkan efektivitas degradasi polutan di bawah cahaya tampak, sehingga tidak membutuhkan sumber energi ultraviolet berintensitas tinggi. Pendekatan ini diyakini lebih ramah lingkungan sekaligus lebih efisien untuk laboratorium skala kecil.

“Inovasi ini menjadi solusi praktis bagi laboratorium untuk mengolah limbah cair secara mandiri, aman, dan sesuai standar,” ungkapnya.

Tujuan dan Metode Pelaksanaan

Proyek ini bertujuan merancang dan membangun prototipe IPAL portabel berkapasitas ±10 L per running, serta menguji efektivitasnya dalam memperbaiki kualitas limbah cair sebelum dialirkan ke badan air.

Metode pelaksanaan mencakup beberapa tahapan:

  1. Desain dan fabrikasi purwarupa IPAL portabel,

  2. Sintesis dan karakterisasi material fotokatalis OCN/Hydrochar,

  3. Integrasi proses ke dalam prototipe IPAL,

  4. Uji kinerja berdasarkan parameter pH, BOD, COD, TSS, TDS, serta kandungan logam berat seperti Hg dan Cr,

Pengujian dilakukan mengacu pada SNI serta baku mutu air limbah sesuai PERMENLH No. 5 Tahun 2014.

Dari kegiatan ini, beberapa luaran yang ditargetkan antara lain prototipe IPAL Portabel yang siap dioperasikan, material fotokatalis OCN/Hydrochar hasil sintesis, diseminasi inovasi di tingkat perguruan tinggi dan nasional, serta publikasi ilmiah dalam bentuk bunga rampai.

Menurutnya, keberhasilan memperoleh hibah KILAB 2025 ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi UNUSIDA, tetapi juga menegaskan kontribusi tenaga laboratorium dalam pengembangan teknologi tepat guna yang bermanfaat langsung bagi keselamatan dan keberlanjutan laboratorium pendidikan.

“Dengan terobosan ini, kami berharap dapat menjadi role model dalam manajemen limbah laboratorium ramah lingkungan sekaligus mendorong budaya inovasi di kalangan laboran dan PLP di seluruh Indonesia,” harapnya.