Mahasiswa PGSD UNUSIDA Persembahkan Ragam Tari Nusantara
SIDOARJO — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) mempersembahkan ragam tari Nusantara dalam sebuah kegiatan bertajuk ‘Raga yang Menari, Jejak Budaya yang Terpatri’ di Halaman Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi seni sekaligus upaya pelestarian budaya melalui gerak tari dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam pentas seni tersebut seluruh mahasiswa PGSD UNUSIDA menampilkan berbagai tarian tradisional dari beragam daerah, lengkap dengan pakaian daerah yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa. Setiap gerakan tari tidak hanya menjadi bentuk keindahan visual, tetapi juga sarat makna, nilai luhur, dan filosofi yang diwariskan secara turun-temurun.
Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNUSIDA, Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan semangat mahasiswa PGSD dalam mengangkat seni budaya Nusantara. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang seni tari, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan nasionalisme. Ini menjadi bekal penting bagi calon guru sekolah dasar agar kelak mampu menanamkan kecintaan budaya kepada peserta didik sejak usia dini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa seni tari dapat menjadi media pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan, khususnya di jenjang pendidikan dasar. Dengan demikian, mahasiswa PGSD diharapkan mampu mengintegrasikan seni dan budaya dalam praktik pembelajaran di sekolah.
Ia berharap mahasiswa UNUSIDA dapat merawat warisan budaya bangsa. Melalui setiap gerak tari yang ditampilkan, mahasiswa tidak hanya mengekspresikan kreativitas, tetapi juga merajut nilai luhur dan identitas budaya Indonesia agar tetap hidup dan terpatri di tengah generasi muda.
“Melalui kegiatan ini juga menjadi upaya dalam merajut nilai-nilai luhur serta identitas budaya bangsa di tengah arus digitalisasi. Kegiatan ini menjadi implementasi mata kuliah dalam melestarikan tari dan busana budaya, yang kelak akan mereka ajarkan kepada generasi selanjutnya saat menjadi seorang pendidik,” pungkasnya.



