Pos

Plt. Rektor Buka LKMM-TM UNUSIDA 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

LKMM-TM 2026 UNUSIDA Tekankan Peran Ormawa dalam Membangun Kampus Unggul

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) Angkatan VII Tahun 2026 dengan mengusung tema Ormawa Super, UNUSIDA Super. Kegiatan resmi dibuka di Hall Kampus 2 UNUSIDA pada Selasa (12/5/2026) dan dilanjutkan di Pondok Darul Mutta’allimin, Trawas, Mojokerto pada Kamis–Sabtu (14–16/5/2026).

Dalam arahannya, Plt. Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menekankan tiga hal penting yang harus dimiliki mahasiswa peserta LKMM-TM, yakni komunikasi, kecepatan merespons, dan evaluasi berkelanjutan.

Menurutnya, komunikasi bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh penerima. Selain itu, mahasiswa juga dituntut memiliki kepekaan dan kecepatan dalam merespons berbagai persoalan organisasi maupun sosial.

“Mahasiswa yang terlatih secara manajerial harus mampu bergerak cepat, peka terhadap situasi, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik,” tegasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa evaluasi harus dilakukan secara berkelanjutan selama proses kegiatan berlangsung. Keberhasilan sebuah kegiatan, menurutnya, tidak hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi juga tampak dari kualitas proses, partisipasi, dan kedisiplinan peserta selama mengikuti pelatihan.

Hadi Ismanto menegaskan bahwa LKMM-TM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang pembentukan karakter mahasiswa agar siap menjadi penggerak organisasi kemahasiswaan yang unggul dan berdampak.

Melalui LKMM-TM 2026, ia berharap lahir kader-kader organisasi mahasiswa yang komunikatif, responsif, dan reflektif, sejalan dengan visi kampus dalam mencetak generasi mahasiswa unggul dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas mahasiswa dalam bidang manajemen organisasi, kepemimpinan, serta pengembangan karakter sebagai penggerak organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus,” jelasnya.

Sementara itu,

Kepala Biro Kemahasiswaan UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, M.Pd., menyampaikan bahwa salah satu inovasi dalam pelaksanaan LKMM-TM tahun ini adalah penerapan sistem absensi digital menggunakan barcode pada kartu identitas peserta.

Melalui sistem tersebut, data kehadiran peserta dapat langsung terekam secara otomatis sehingga proses kontrol pelatihan menjadi lebih efektif dan akurat. Selain itu, inovasi ini juga menjadi langkah dalam membangun budaya disiplin mahasiswa selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Dengan absensi barcode, kehadiran peserta dapat dipantau secara real time sehingga kedisiplinan peserta semakin meningkat,” ujarnya.

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya secara konsisten melakukan evaluasi dan inovasi setiap tahun guna memastikan penguatan Ormawa berjalan semakin efektif. Menurutnya, LKMM-TM bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas dan visioner.

“Evaluasi dan inovasi selalu kami lakukan agar penguatan Ormawa dalam pembangunan kampus semakin baik dari tahun ke tahun. LKMM-TM menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi mahasiswa untuk memahami tata kelola organisasi secara profesional,” ungkapnya.

Semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan keseriusan peserta tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari antusiasme mahasiswa saat mengikuti sesi materi, diskusi kelompok, hingga refleksi pembelajaran yang berjalan secara intensif dan terarah.

“Kader-kader Ormawa harus mampu menjadi motor penggerak kemajuan kampus. Dengan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, kami optimis Ormawa akan semakin berkontribusi dalam menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang aktif, progresif, dan berdampak nyata bagi civitas akademika,” pungkasnya.

Jajaran Kemahasiswaan saat menghadiri LKMM-TD Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

LKMM-TD Season V Fakultas Teknik, Wakil Rektor 3 UNUSIDA Apresiasi Konsistensi prestasi mahasiswa

MOJOKERTO — Komitmen penguatan kapasitas mahasiswa dalam LKMM-TD Season V Fakultas Teknik UNUSIDA turut mendapat perhatian dari Biro Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni. Kegiatan tersebut dipusatkan di Pondok Darul Muta’allimin (DAMIN), Trawas, Mojokerto, Sabtu–Ahad, (07–08/2/2026).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi prestasi mahasiswa Fakultas Teknik yang setiap tahun berhasil menorehkan capaian membanggakan, khususnya dalam program-program unggulan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), serta Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari pembinaan terarah dan budaya prestasi yang terus dijaga. Lebih lanjut, ia berharap LKMM-TD Season V menjadi instrumen strategis untuk memperkuat capaian melalui target luaran yang lebih terukur.

“Jangan hanya hadir secara administratif. Jadikan forum ini sebagai momentum transformasi diri. Dari sini harus lahir proposal, gagasan, dan kolaborasi yang siap bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kemahasiswaan UNUSIDA, Machfudzil Asror, S.Pd.I., M.Pd., menggarisbawahi pentingnya sinergi antara fakultas dan universitas dalam mendorong capaian mahasiswa agar lebih terarah dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan pembinaan kemahasiswaan yang menekankan penguatan kapasitas kepemimpinan dan kompetensi mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi yang solid antara unit fakultas dengan institusi menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang efektif. Menurutnya, ketika arah pembinaan disusun secara terpadu, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman organisasi, tetapi juga memiliki peta pengembangan diri yang jelas.

“Kegiatan seperti LKMM-TD bukan sekadar agenda pembinaan rutin, melainkan fondasi strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi akademik maupun dunia profesional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan sinergi pembinaan harus terus dilakukan secara konsisten agar mahasiswa memiliki daya saing tinggi. Ia menilai bahwa tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini menuntut mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta kesiapan karier yang matang.

Menurutnya, melalui program pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, mahasiswa diharapkan mampu merancang arah pengembangan karier sejak dini. Hal ini penting agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang kompetisi nasional.

“Kampus akan terus mendukung berbagai program pengembangan mahasiswa yang berorientasi pada prestasi dan luaran nyata. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan capaian yang terukur serta berdampak bagi institusi dan masyarakat,” pungkasnya.