Pos

Sekretaris LPPM UNUSIDA Nur Asitah, Peringkat 2 Anugerah LPTNU Award 2026 Bidang Pengabdian (Foto: Humas UNUSIDA)

Sekretaris LPPM UNUSIDA, Nur Asitah Raih Peringkat 2 Anugerah LPTNU Award 2026 Bidang Pengabdian

SIDOARJO – Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Nur Asitah, S.Pd., M.Pd., berhasil meraih Peringkat 2 Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Pengabdian dalam ajang LPTNU Award 2026. Kegiatan sebagai ajang Anugerah LPTNU Award 2026 ini dilaksanakan di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Tower Lt.9 Jalan Jemursari No.51-57 Surabaya, Selasa (10/03/2026) malam.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengembangkan program-program pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UNUSIDA. Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen UNUSIDA untuk terus menghadirkan tridharma perguruan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Usai menerima penghargaan tersebut, Nur Asitah mengaku merasa sangat bersyukur dan terharu atas pencapaian yang diraih. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu memiliki makna.

“Penghargaan ini seperti cahaya kecil yang menegaskan bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan menemukan maknanya. Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi buah dari kerja bersama, doa, dedikasi, dan semangat untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (13/3/2026).

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut, menambahkan bahwa penghargaan tersebut juga menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus belajar, bertumbuh, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Baginya, setiap upaya yang dilakukan secara konsisten dan penuh tanggung jawab akan memiliki nilai dan dampak yang berarti.

Sementara bagi LPPM UNUSIDA, penghargaan ini memiliki makna strategis dalam memperkuat komitmen institusi dalam membangun budaya pengabdian masyarakat yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan. Selain itu, capaian ini juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak dosen dan mahasiswa untuk aktif menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selama ini, kegiatan pengabdian masyarakat di UNUSIDA difokuskan pada program-program pemberdayaan yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi pemberdayaan UMKM, pendampingan pendidikan dan literasi, penguatan kapasitas masyarakat desa, digitalisasi layanan dan usaha masyarakat, kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan potensi lokal berbasis kebutuhan masyarakat.

Program-program tersebut juga dirancang dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, sehingga tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menciptakan perubahan dan peningkatan kapasitas masyarakat secara nyata.

Ke depan, LPPM UNUSIDA berharap penghargaan ini dapat menjadi penyemangat untuk terus memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat. Selain meningkatkan kualitas program, lembaga ini juga berupaya memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga dunia usaha.

“Pengabdian yang kuat lahir dari kerja bersama. Karena itu, kami berharap ke depan semakin banyak kolaborasi yang bisa dibangun agar manfaat program pengabdian dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.

LPPM UNUSIDA Raih Dua Penghargaan Nasional di Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Raih 2 Penghargaan LPTNU Award 2026 di Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat

SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Di bidang kelembagaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNUSIDA (LPPM) berhasil meraih Peringkat 1 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pembangunan Komunitas, serta Peringkat 2 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Kerja Sama.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Award 2026 yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Tower Lt.9 Jl. Jemursari No. 51-57 Surabaya, Selasa (10/3/2026) malam.

Penghargaan tersebut semakin menegaskan peran aktif UNUSIDA dalam mengembangkan program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Berbagai program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ketua LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja kolektif seluruh tim yang selama ini berkomitmen menjalankan program pengabdian secara konsisten.

“Kami sangat bersyukur, terharu, dan bangga. Penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian, tetapi seperti cahaya kecil yang menegaskan bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu menemukan maknanya. Bagi kami, ini adalah buah dari kerja bersama, doa, dedikasi, dan semangat untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar program, melainkan jejak kebaikan yang harus terus dirawat dan diperluas manfaatnya.

Secara pribadi, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Sementara bagi LPPM UNUSIDA, penghargaan ini memiliki makna strategis sebagai pengakuan atas komitmen institusi dalam membangun budaya pengabdian masyarakat yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini memperkuat semangat kami untuk terus meningkatkan kualitas program, memperluas kolaborasi, serta mendorong dosen dan mahasiswa agar semakin aktif menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Selama ini, program pengabdian masyarakat di UNUSIDA difokuskan pada kegiatan pemberdayaan dan solusi nyata bagi masyarakat. Beberapa program yang menjadi prioritas antara lain pemberdayaan UMKM, pendampingan pendidikan dan literasi, penguatan kapasitas masyarakat desa, digitalisasi layanan dan usaha masyarakat, kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan potensi lokal berbasis kebutuhan masyarakat.

Selain itu, UNUSIDA juga mendorong model pengabdian yang bersifat kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pengabdian tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Ke depan, LPPM UNUSIDA berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat untuk terus memperkuat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Harapan kami sederhana, semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus bergerak dan berbuat lebih baik. Kami ingin kegiatan pengabdian di UNUSIDA semakin kuat, semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan semakin luas dampaknya,” ujarnya.

Ia juga berharap semakin banyak kolaborasi yang terbangun dengan berbagai pihak, baik pemerintah, komunitas, dunia usaha, maupun mitra lainnya. Menurutnya, pengabdian yang kuat lahir dari kerja bersama.

“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi justru awal untuk melangkah lebih jauh dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan umat.” tutupnya.

LPPM UNUSIDA dan LPPM UNUGIRI Jalin Kerja Sama (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA dan UNUGIRI Jalin Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian

SIDOARJO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan benchmarking sekaligus melaksanakan penandatanganan kerja sama bersama LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, di ruang pertemuan Kampus 2 UNUSIDA, Sidoarjo, Kamis (12/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam upaya meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri agenda kerja sama kelembagaan yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan institusi.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Oleh karena itu, kemitraan strategis antarlembaga menjadi langkah penting untuk memperluas ruang kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama, hingga program pengabdian masyarakat yang lebih luas dan berdampak nyata. Sinergi antarperguruan tinggi merupakan kunci dalam menjawab tantangan perkembangan zaman,” ujarnya.

Dr. Hadi Ismanto juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas tridarma tidak hanya bergantung pada sumber daya internal, tetapi juga pada jejaring kemitraan yang kuat dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan lain, dunia industri, maupun pemerintah. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas jejaring kerja sama strategis. Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, kami optimistis mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L, hadir bersama jajaran tim untuk menyambut rombongan tamu Ketua LPPM UNUGIRI Bojonegoro, Dr. M. Ivan Ariful Fathoni, M.Si., dan tim.

Elsa mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Teknik Lingkungan tersebut menuturkan bahwa benchmarking ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman pengelolaan lembaga, tetapi juga sebagai langkah konkret untuk membangun jejaring akademik yang berkelanjutan. Ia berharap kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, maupun masyarakat luas melalui program penelitian dan pengabdian yang kolaboratif.

“Mari terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemanfaatan dan keberlanjutan,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan diskusi kelembagaan, pemaparan program unggulan masing-masing LPPM, serta prosesi penandatanganan nota kesepahaman sebagai simbol komitmen kerja sama. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus penanda terjalinnya kemitraan antar kedua institusi.

LPPM UNUSIDA Gelar Coaching Clinic Proposal Hibah BIMA Tahun 2025 Bersama Dr. Lusy Tunik Muharlisiani, M.Pd., Reviewer Jurnal Nasional (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Gelar Coaching Clinic Proposal Hibah BIMA Tahun 2025, Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Penelitian

SIDOARJO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Coaching Clinic Penyusunan Proposal Hibah BIMA Tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing proposal penelitian dosen. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hall Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari berbagai program studi yang berhak (eligible) berhak mengajukan hibah penelitian dengan menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang riset dan publikasi ilmiah. Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja LPPM UNUSIDA yang secara konsisten mendampingi para dosen dalam melaksanakan penelitian.

Melalui kegiatan Coaching Clinic ini, ia berharap para dosen semakin siap dan percaya diri dalam menyusun proposal hibah BIMA Tahun 2025, sehingga dapat meningkatkan peluang pendanaan sekaligus memperkuat kontribusi riset UNUSIDA bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi peran LPPM UNUSIDA yang terus aktif mendampingi dosen, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan penelitian. Pendampingan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas riset dosen sekaligus kontribusi nyata UNUSIDA bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu narasumber, Dr. Lusy Tunik Muharlisiani, M.Pd., reviewer jurnal nasional dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, menyampaikan berbagai strategi penting dalam penyusunan proposal hibah. Ia menegaskan bahwa penelitian tidak memiliki batasan tema, selama disesuaikan dengan periode dan klaster SINTA dosen.

“Yang terpenting adalah kesesuaian penelitian dengan kapasitas dan rekam jejak dosen di SINTA. Selain itu, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) harus jelas dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penelitian,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan keuangan dalam penelitian merupakan aspek krusial karena akan menentukan kebermanfaatan hasil riset bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya judul penelitian yang menonjolkan unsur digitalisasi, kebaruan teknologi, peningkatan sains, serta upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Lebih lanjut, Dr. Lusy mengingatkan dosen untuk merencanakan jadwal publikasi artikel ilmiah secara matang, termasuk menentukan jurnal nasional tujuan dan menyusun timeline penelitian yang realistis dan terukur.

Dalam penilaian reviewer, lanjutnya, beberapa aspek utama yang diperhatikan meliputi relevansi kepakaran peneliti, rekam jejak publikasi yang dapat ditelusuri melalui Scopus atau SINTA, ketajaman perumusan masalah, adanya inovasi yang kuat pada bagian pendahuluan, serta penggunaan referensi yang mutakhir.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Lusy juga menyampaikan bahwa UNUSIDA patut bersyukur atas capaian Gold Winner Anugerah Diktisaintek 2025, yang menjadi bukti nyata kinerja dan kerja keras sivitas akademika dalam menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa UNUSIDA memiliki komitmen kuat dalam pengembangan riset dan pengabdian yang berdampak. Ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penelitian ke depan,” pungkasnya.

LPPM UNUSIDA dan LPT PBNU Gelar Webinar “Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026 (Foto: UNUSIDA TV)

LPPM UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026

SIDOARJO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersama dengan Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT-PBNU) menyelenggarakan Webinar Strategi Sukses Lolos Hibah Pengabdian BIMA 2026, yang diikuti oleh puluhan dosen PTNU dari berbagai daerah, Rabu (10/12/2025) melalui zoom meeting.

Webinar ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ir. Wardah, M.P., M.M., dosen Agroindustri Fakultas Vokasi Untag Surabaya, dosen Ekonomi Pembangunan, serta reviewer nasional hibah penelitian dan pengabdian masyarakat Kemdikbud sejak 2020.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. menegaskan bahwa penguatan budaya riset harus menjadi komitmen bersama untuk sukses dalam program hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen sekaligus memperluas dampak nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.

“Persaingan proposal pengabdian secara nasional semakin ketat. Ini menuntut kita tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi juga mampu merancang program pengabdian yang relevan, berkelanjutan, dan berakar pada kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan pendampingan seperti ini menjadi ruang belajar bersama, berbagi pengalaman, dan memperkuat kesiapan akademik dosen agar mampu berkompetisi di tingkat nasional. Ia sangat mengapresiasi kepada LPPM UNUSIDA serta LPT-PBNU atas inisiasi kegiatan ini, serta kepada Prof. Wardah yang telah bersedia berbagi pengalaman kepada seluruh peserta.

“Dengan kolaborasi, ketekunan, dan komitmen, saya yakin jumlah proposal pengabdian dari UNUSIDA dan PTNU lain dapat meningkat dan meraih pendanaan pada tahun 2026,” tambahnya.

LPT-PBNU: Proses Review adalah Tradisi Akademik yang Harus Dijunjung
Sekretaris LPT-PBNU dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat menyampaikan bahwa pendanaan dari pemerintah, termasuk hibah dari Kemenristekdikti, harus melalui proses akademik yang benar—mulai dari review, perbaikan, hingga penjaminan kelayakan proposal.

Ia berharap pendampingan dapat terus berlanjut dan melahirkan peneliti serta pengabdi masyarakat yang unggul dari kampus-kampus NU.

“Tradisi akademik seperti review dan kompetisi itu penting. Ia melahirkan proposal yang berkualitas dan benar-benar layak didanai. Pendampingan seperti ini bukan sekadar tips and trick, tetapi memperkuat substansi dan proses penyusunan proposal itu sendiri,” tegasnya.

Ia menyebutkan, kegiatan webinar ini menjadi langkah serius PTNU menuju kompetisi hibah nasional. Ke depan pendampingan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai komitmen PTNU dalam meningkatkan budaya riset dan pengabdian.

“Dengan kolaborasi UNUSIDA, LPT-PBNU, serta para dosen PTNU di seluruh Indonesia, semoga semakin banyak proposal pengabdian masyarakat yang lolos hibah BIMA 2026 dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” harapnya.

Prof. Wardah Kupas Tuntas Skema BIMA dan Kriteria Penilaian Reviewer
Dalam pemaparannya, Prof. Wardah menjelaskan secara detail berbagai skema Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam BIMA, di antaranya Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) seperti Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM/3M), Skema Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan (PBK) seperti PM-UBUD (Produk Unggulan Daerah) dan Pemberdayaan Usaha Kampus (PUK),  serta Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBB) seperti Pemberdayaan Desa Binaan (PDB).

Selain skema, ia juga menguraikan kriteria rekam jejak yang dinilai reviewer, seperti kualitas dan kuantitas publikasi jurnal, prosiding, perolehan HKI, serta rekam jejak pengabdian sebelumnya.

Prof. Wardah menegaskan beberapa aspek utama dalam penilaian proposal, mulai dari ketajaman analisis situasi dan permasalahan mitra, rumusan masalah yang tepat dan prioritas, kesesuaian solusi dengan kebutuhan, metode kegiatan yang jelas dan terukur, kompetensi tim pelaksana, kualitas iptek yang ditawarkan serta output wajib berupa artikel ilmiah bereputasi, artikel media massa, video kegiatan dan peningkatan level keberdayaan mitra.

“Intinya, proposal yang baik bukan hanya menjawab kewajiban tridarma, tetapi benar-benar menyentuh persoalan masyarakat dan memberi dampak nyata,” terangnya.

UNUSIDA Resmi Menjadi Co-Host KOPEMAS 6 Tahun 2025, Hadirkan Enam Program Inovatif Pengabdian Masyarakat (Foto: Istimewa)

UNUSIDA Jadi Co-Host KOPEMAS 6 Tahun 2025, Hadirkan Enam Program Inovatif Pengabdian Masyarakat

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) secara resmi ditetapkan sebagai Co-Host dalam Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (KOPEMAS) ke-6 Tahun 2025, sebuah agenda nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Malang (UNISMA) secara virtual.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L., menjelaskan bahwa keterlibatan ini menegaskan komitmen UNUSIDA dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat yang berbasis riset, teknologi, dan pemberdayaan komunitas.

Ia menekankan partisipasi UNUSIDA sebagai Co-Host tidak hanya bersifat seremonial belaka. Akan tetapi diwujudkan melalui kontribusi langsung dengan mengirimkan enam tim pengabdian masyarakat terbaik. “Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh tim UNUSIDA yang membawa inovasi unggulan yang relevan dengan tema KOPEMAS 2025, yaitu Strategi Membangkitkan Ekosistem Pengabdian Terintegrasi: Riset, Industri, dan Komunitas Membangun Inovasi Berdampak,” ungkapnya, Ahad (23/11/2025).

Berikut program-program pengabdian masyarakat yang dipresentasikan oleh tim UNUSIDA:

1. Pelatihan Content Creator & Branding Desa untuk Kreativitas Warga Glagaharum
Tim: Arda Surya Editya, Sonhaji Arif, Amalia Hartiningrum, Akhya’ Muhammad K., Athika Dwi Wiji Utami, Trias Widha Andari, Putra Uji Deva Satrio, Ragil Noviyanti.
Program ini mengasah kreativitas warga melalui pelatihan produksi konten digital, storytelling, dan branding desa, sehingga potensi lokal dapat dipromosikan secara lebih luas di media sosial.

2. Pelatihan Coding dan AI untuk Guru Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Tulangan
Tim: Mochammad Machlul Alamin, Anggay Luri Pramana, Arda Surya Editya, Neny Kurniati, Ahmad Khoir Alhaq.
Kegiatan ini fokus meningkatkan literasi digital guru melalui pemrograman dasar, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk edukasi, hingga integrasi teknologi dalam pembelajaran.

3. Optimalisasi Legalitas dan Daya Saing UMKM melalui Penerbitan NIB Berbasis OSS Digital
Tim: Yasmin Qhurota A’yun, Rikke Kurniawati, Esthi Dippoprameswari, Lintang Rahma Putri, Arifin.
Program ini memberi pendampingan kepada UMKM untuk memperoleh legalitas usaha, memahami OSS-RBA, serta meningkatkan kredibilitas dan daya saing usaha.

4. Pendampingan Strategi Branding untuk UMKM Naik Kelas di Desa Kepatihan
Tim: Daniel Achmad Farizki, Ainul Farisa, Nur Chamidah Ajijah, Laily Muzdalifah.
Tim melakukan penguatan identitas merek, strategi pemasaran, dan peningkatan kualitas tampilan produk agar UMKM lebih siap bersaing di pasar digital.

5. Pelatihan Pembuatan Kain Tie Dye untuk Kreativitas Anak di Jumputrejo
Tim: Maulida Nikmatul Azizah, Naswa Ika Febrianty, Ruri Fadhilah Kurniati.
Kegiatan ini menjadi wadah edukasi dan kreativitas bagi anak-anak melalui seni pewarnaan kain, sekaligus membuka peluang pengembangan kerajinan bernilai ekonomi.

6. Implementasi Website Sistem Informasi Desa untuk Promosi Potensi dan Transparansi Informasi
Tim: M. Syifa’ul Anam, Achmad Mu’afi Taufiqurrochman, Fitto Ardiansyah, Nadhif Fathur Rahman, Ismawati Ainol Robbi, Nur Syaifuddin, Anggay Luri Pramana.
Program ini menghasilkan website desa sebagai etalase digital potensi lokal, sarana publikasi informasi, serta upaya peningkatan transparansi pemerintah desa.

Menurutnya, keterlibatan UNUSIDA sebagai Co-Host KOPEMAS 2025 kali ini menjadi bukti nyata bahwa kampus NU semakin aktif dalam memberikan kontribusi sosial berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui enam program unggulan yang dihadirkan, UNUSIDA menunjukkan keberpihakan kepada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

“Program-program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi model praktik baik bagi pengabdian masyarakat di tingkat nasional. UNUSIDA menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus, masyarakat, industri, dan pemerintah menjadi kunci untuk menciptakan inovasi yang berdampak luas,” pungkasnya.

Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si saat menyampaikan materi dalam Workshop Strategi Publikasi Ilmiah Internasional dan Review Roadmap Penelitian di UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Gelar Workshop Strategi Publikasi Ilmiah Internasional dan Review Roadmap Penelitian

SIDOARJO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Workshop Strategi Publikasi Ilmiah Internasional Bereputasi dan Review Roadmap Penelitian bersama Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si. dari Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini dilaksanakan di Hall Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (14/10/2025).

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menegaskan pentingnya riset dan publikasi ilmiah sebagai salah satu pilar utama peningkatan mutu dan reputasi akademik. Ia menjelaskan bahwa UNUSIDA saat ini memiliki 92 dosen, dan sebanyak 27 di antaranya tengah menempuh studi lanjut S3.

“InsyaAllah dalam lima tahun ke depan, kita akan panen doktor hingga mencapai 50 persen dari total dosen. Ini menjadi modal besar bagi penguatan kapasitas akademik dan produktivitas riset di UNUSIDA,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena pada awal tahun 2025 UNUSIDA berhasil masuk dalam klaster utama perguruan tinggi nasional, yang menandakan peningkatan signifikan dalam kinerja penelitian dan pengabdian masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat arah riset dan publikasi ilmiah dosen menuju peningkatan mutu akademik dan reputasi universitas di tingkat nasional maupun internasional.

“Sebagai perguruan tinggi NU yang kini berada di klaster utama, kita harus mampu berkompetisi dengan kampus-kampus besar. Karena itu, kegiatan workshop ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat roadmap penelitian agar setiap program studi memiliki arah riset yang jelas, terukur, dan berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Fatkul Anam menekankan bahwa review roadmap penelitian bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian dari upaya menyeluruh untuk memastikan integrasi riset dengan kurikulum dan pengembangan keilmuan.

“Riset harus berorientasi pada manfaat, bukan hanya publikasi. Sengaja saya datangkan Prof. Taufiq karena beliau baham betul bagaimana budaya di kalangan NU. Kita ingin membangun UNUSIDA sebagai universitas unggul dalam riset dan pengabdian berbasis nilai-nilai Aswaja, yang hasilnya tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik, tetapi juga memberi solusi bagi pemerintah daerah, industri, dan masyarakat luas,” tuturnya.

Sementara itu, narasumber Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si., dalam paparannya membahas roadmap penelitian: pengantar dan strategi penyusunannya. Ia menegaskan bahwa riset merupakan proses sistematis untuk menghasilkan pengetahuan baru atau solusi ilmiah atas permasalahan nyata.

“Negara maju karena risetnya bagus. Maka tanamkan sejak sekarang bahwa riset dan publikasi itu mudah, asalkan dilakukan dengan niat yang benar. Riset yang lelah karena lillah akan menjadi mudah,” pesannya.

Prof. Taufiq juga memaparkan sembilan prinsip penyusunan roadmap penelitian, yaitu: fokus riset harus jelas, terstruktur, realistis dan terukur, memiliki target yang spesifik, fleksibel mengikuti perkembangan zaman, dapat dievaluasi, sesuai dengan kepakaran, mengikuti perkembangan IPTEKS, serta komunikatif. Ia menegaskan bahwa riset yang baik harus kolaboratif, bukan kompetitif.

Roadmap penelitian harus dibangun dengan semangat kolaborasi lintas disiplin ilmu agar menghasilkan penelitian yang berkualitas dan berdampak luas,” ujarnya.

Di akhir sesi, Prof. Taufiq mengingatkan pentingnya spiritualitas dalam perjalanan akademik. Ia berharap, melalui kegiatan ini UNUSIDA dapat semakin memperkuat budaya riset, meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah, dan memperjelas arah roadmap penelitian menuju universitas yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.

“Jangan pernah lupakan doa dalam meraih kesuksesan, termasuk dalam riset dan publikasi. Ketika Allah SWT menggerakkan lidahmu untuk berdoa, itu tandanya Dia ingin memberi,” pungkasnya.