Pos

Aininna Halizah Rahma Raih Juara 1 Duta Putri LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Putri Kampus UNUSIDA, Aininna Halizah Rahma Raih Juara 1 Kategori Duta dalam LPTNU Award 2026

SIDOARJO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Aininna Halizah Rahma, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2023 sekaligus Wakil Sekretaris 2 IPPNU UNUSIDA, berhasil meraih Juara 1 Duta Putri PTNU dalam ajang LPTNU Award 2026 yang diselenggarakan oleh LPT PBNU di di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Tower Lt.9 Jalan Jemursari No.51-57 Surabaya, Selasa (10/03/2026).

Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar UNUSIDA, organisasi kemahasiswaan, serta jaringan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di seluruh Indonesia.

Ninna sapaan akrabnya, mengaku sangat bersyukur atas penghargaan yang diraihnya. Ia mengatakan bahwa kemenangan tersebut pada awalnya tidak ia sangka, namun ia memandangnya sebagai sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Saya tentu merasa sangat bersyukur dan awalnya tidak menyangka akan pencapaian ini. Namun bagi saya ini bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab untuk terus berkontribusi membawa nama baik kampus, organisasi, serta PTNU agar semakin berkembang dan berdaya saing,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (13/3/2026).

Ia mengaku, motivasinya mengikuti ajang pemilihan Duta Putri PTNU berangkat dari keinginannya untuk berkontribusi di dunia pendidikan. Sebagai mahasiswa PGSD, ia ingin menjadi bagian dari generasi muda yang mampu menghadirkan gagasan dan inovasi bagi kemajuan pendidikan, khususnya di lingkungan PTNU.

Dalam proses seleksi, Ninna harus melalui berbagai tahapan yang cukup menantang. Seleksi dimulai dari penulisan esai yang membahas ide kontribusi mahasiswa terhadap pengembangan PTNU di tingkat global. Selanjutnya, para peserta mengikuti sesi wawancara menggunakan bahasa Inggris yang membahas berbagai isu pendidikan.

Tidak hanya itu, peserta juga menjalani serangkaian penilaian lain seperti tes kepemimpinan (leadership), public speaking, serta kemampuan menjawab isu-isu strategis, termasuk diskusi mengenai perdamaian global atau Board of Peace.

Menurutnya, setiap tahapan seleksi memberikan pengalaman berharga yang turut meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan kepemimpinannya.

Dalam persiapannya, Ninna yang juga Putri Kampus UNUSIDA melakukan berbagai langkah sederhana namun konsisten, seperti mempelajari isu-isu yang berkembang di media sosial, memperdalam kemampuan bahasa Inggris, memahami perkembangan PTNU, hingga melatih public speaking dan bahasa Arab.

Tantangan terbesar yang ia rasakan adalah kualitas para peserta yang sangat kompetitif. Menurutnya, sebagian besar peserta merupakan mahasiswa berprestasi bahkan duta kampus dari berbagai PTNU di Indonesia. Namun hal tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa sekaligus pengurus organisasi, Aininna tetap mampu membagi waktu dengan baik. Ia menerapkan manajemen waktu dengan membuat skala prioritas sehingga dapat menyeimbangkan tanggung jawab organisasi, perkuliahan, dan persiapan kompetisi.

Melalui ajang tersebut, Aininna juga ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda agar berani bermimpi dan terus mengembangkan potensi diri. Menurutnya, di era digital saat ini generasi muda memiliki akses luas terhadap informasi yang dapat dimanfaatkan untuk berkarya dan memberikan kontribusi positif.

Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam organisasi dan masyarakat. Menurutnya, perempuan masa kini harus mampu berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi jati dirinya. Hal ini selaras dengan prinsip dalam tradisi Nahdlatul Ulama, yaitu ‘Al-Muhafadzatu ‘ala al-qadim al-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah’, menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik.

Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Aininna menyampaikan terima kasih kepada keluarga, teman-teman organisasi, serta pihak kampus yang telah memberikan doa dan dukungan penuh. Ia juga menyebut dukungan dari para pimpinan kampus dan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang terus memberikan semangat.

Ke depan, Aininna berharap dapat menjalankan amanah sebagai Duta Putri PTNU dengan sebaik-baiknya serta terus berkontribusi dalam mempromosikan dan memperkuat peran PTNU agar semakin maju dan dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui capaian ini, ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan pendidikan, pengembangan kapasitas generasi muda, serta program yang memperkuat peran mahasiswa dan kader Nahdlatul Ulama dalam menghadapi tantangan zaman.

Ia juga berpesan kepada kader IPNU–IPPNU dan mahasiswa UNUSIDA agar tidak takut mencoba berbagai kesempatan. “Keberuntungan dan kemenangan itu tercipta ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan,” tutupnya.

Sekretaris LPPM UNUSIDA Nur Asitah, Peringkat 2 Anugerah LPTNU Award 2026 Bidang Pengabdian (Foto: Humas UNUSIDA)

Sekretaris LPPM UNUSIDA, Nur Asitah Raih Peringkat 2 Anugerah LPTNU Award 2026 Bidang Pengabdian

SIDOARJO – Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Nur Asitah, S.Pd., M.Pd., berhasil meraih Peringkat 2 Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Pengabdian dalam ajang LPTNU Award 2026. Kegiatan sebagai ajang Anugerah LPTNU Award 2026 ini dilaksanakan di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Tower Lt.9 Jalan Jemursari No.51-57 Surabaya, Selasa (10/03/2026) malam.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengembangkan program-program pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UNUSIDA. Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen UNUSIDA untuk terus menghadirkan tridharma perguruan tinggi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Usai menerima penghargaan tersebut, Nur Asitah mengaku merasa sangat bersyukur dan terharu atas pencapaian yang diraih. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu memiliki makna.

“Penghargaan ini seperti cahaya kecil yang menegaskan bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan menemukan maknanya. Ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi buah dari kerja bersama, doa, dedikasi, dan semangat untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (13/3/2026).

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut, menambahkan bahwa penghargaan tersebut juga menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus belajar, bertumbuh, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Baginya, setiap upaya yang dilakukan secara konsisten dan penuh tanggung jawab akan memiliki nilai dan dampak yang berarti.

Sementara bagi LPPM UNUSIDA, penghargaan ini memiliki makna strategis dalam memperkuat komitmen institusi dalam membangun budaya pengabdian masyarakat yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan. Selain itu, capaian ini juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak dosen dan mahasiswa untuk aktif menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Selama ini, kegiatan pengabdian masyarakat di UNUSIDA difokuskan pada program-program pemberdayaan yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi pemberdayaan UMKM, pendampingan pendidikan dan literasi, penguatan kapasitas masyarakat desa, digitalisasi layanan dan usaha masyarakat, kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan potensi lokal berbasis kebutuhan masyarakat.

Program-program tersebut juga dirancang dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, sehingga tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menciptakan perubahan dan peningkatan kapasitas masyarakat secara nyata.

Ke depan, LPPM UNUSIDA berharap penghargaan ini dapat menjadi penyemangat untuk terus memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat. Selain meningkatkan kualitas program, lembaga ini juga berupaya memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga dunia usaha.

“Pengabdian yang kuat lahir dari kerja bersama. Karena itu, kami berharap ke depan semakin banyak kolaborasi yang bisa dibangun agar manfaat program pengabdian dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.

Kepala UPT PIK UNUSIDA, Aris Kuswanto saat menerima penghargaan LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Kepala UPT PIK UNUSIDA, Aris Kuswanto Raih Peringkat 2 Dosen Berdampak pada Masyarakat dalam Anugerah LPTNU Award 2026

SIDOARJO – Kepala UPT Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Aris Kuswanto, M.Pd.I, meraih Peringkat 2 Kategori Dosen Berdampak pada Masyarakat Bidang Khidmat Jam’iyah dalam ajang Anugerah LPTNU Award 2026 di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Tower Lt.9 Jalan Jemursari No.51-57 Surabaya, Selasa (10/03/2026) malam.

Penghargaan ini diberikan oleh Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai bentuk apresiasi kepada dosen yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat serta penguatan nilai-nilai ke-NU-an di lingkungan perguruan tinggi.

Menanggapi penghargaan tersebut, Aris Kuswanto menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan untuk terus berkhidmat melalui dunia pendidikan tinggi.

“Pertama tentu saya bersyukur kepada Allah SWT karena diberi kesempatan untuk terus melanjutkan khidmah melalui pendidikan tinggi sebagai dosen, akademisi, dan pendidik. Bisa bertemu dengan mahasiswa, berdiskusi dengan sesama dosen, serta bersama-sama berkontribusi untuk kemajuan pendidikan dan bangsa,” ujarnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (13/3/2026).

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari LPTNU, pimpinan UNUSIDA, hingga rekan-rekan dosen serta civitas akademika yang selama ini bekerja bersama dalam membangun kampus. Menurutnya, penghargaan tersebut bukanlah capaian pribadi semata, melainkan hasil dari kerja bersama seluruh elemen di lingkungan UNUSIDA.

“Ini sebenarnya bukan prestasi individu. Banyak pihak yang berkontribusi dan bekerja keras di kampus. Kebetulan saja nama saya yang mewakili dalam kategori ini. Jadi penghargaan ini milik kita bersama,” ungkapnya.

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UNUSIDA tersebut, mengenang perjalanan panjang keterlibatannya dalam proses berdirinya UNUSIDA sejak masa awal perintisan. Ia mengaku turut berkontribusi dalam berbagai upaya pengembangan kampus, mulai dari penyusunan kurikulum Aswaja, pendampingan organisasi kampus, hingga berbagai tugas pengelolaan lembaga.

“Sejak sebelum kampus berdiri kami sudah berikhtiar bersama, baik secara lahir maupun batin. Saya juga pernah diminta membantu menyusun kurikulum Aswaja, ikut dalam berbagai tim pengembangan, hingga mendampingi pengelolaan di beberapa unit di kampus,” jelasnya.

Baginya, khidmah di perguruan tinggi merupakan bentuk pelayanan terhadap lembaga dan masyarakat. Dalam konsep tersebut, dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga melayani dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan institusi.

“Dalam khidmah, kita melayani lembaga. Artinya kita menjalankan tugas sesuai amanah yang diberikan. Sebagai pelayan lembaga, tugas kita adalah melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keistiqamahan dalam berjuang membangun lembaga pendidikan. Menurutnya, perjalanan membangun kampus tidak selalu mudah, karena terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Kholil, Jetis, Sidoarjo tersebut mengingat kembali masa-masa awal ketika UNUSIDA masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari sarana prasarana hingga proses perkuliahan yang harus menumpang di beberapa sekolah.

“Kami pernah mengalami masa ketika kampus masih kekurangan ruang kelas dan harus menumpang di sekolah lain. Bahkan ada pengalaman-pengalaman yang cukup menguji kesabaran. Namun semua itu menjadi bagian dari proses perjuangan,” kenangnya.

Kini, setelah berbagai upaya dan kerja keras dilakukan, ia mengaku bersyukur dapat menyaksikan perkembangan UNUSIDA yang semakin maju dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Sekarang kita mulai menikmati hasil dari perjuangan tersebut. Ini sekaligus menjadi tantangan bagi kita semua untuk tetap menjaga keikhlasan dan komitmen dalam berkhidmah,” katanya.

Selain manfaat ekonomi, Aris menilai pengabdian di perguruan tinggi juga memberikan banyak pengalaman berharga, seperti perluasan jaringan, peningkatan kapasitas keilmuan, serta kesempatan bertemu dengan berbagai tokoh akademisi dan ulama.

“Banyak hal yang saya dapatkan di sini, bukan hanya materi tetapi juga ilmu, jaringan pertemanan, serta kesempatan belajar dari para profesor, doktor, dan kiai. Itu semua menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Aris memberikan pesan kepada generasi muda, khususnya para akademisi dan mahasiswa, agar tetap istiqamah dalam menjalankan tugas dan proses kehidupan.

“Pesannya sederhana, nikmati proses yang diberikan Allah kepada kita. Jalankan tugas dengan sebaik-baiknya, terus belajar, dan tingkatkan kapasitas intelektual serta emosional. Jika itu dilakukan dengan sungguh-sungguh, insyaAllah hasilnya akan mengikuti,” pesannya.

LPPM UNUSIDA Raih Dua Penghargaan Nasional di Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA Raih 2 Penghargaan LPTNU Award 2026 di Bidang Riset dan Pengabdian Masyarakat

SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Di bidang kelembagaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNUSIDA (LPPM) berhasil meraih Peringkat 1 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pembangunan Komunitas, serta Peringkat 2 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Kerja Sama.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Award 2026 yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Tower Lt.9 Jl. Jemursari No. 51-57 Surabaya, Selasa (10/3/2026) malam.

Penghargaan tersebut semakin menegaskan peran aktif UNUSIDA dalam mengembangkan program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Berbagai program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Ketua LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja kolektif seluruh tim yang selama ini berkomitmen menjalankan program pengabdian secara konsisten.

“Kami sangat bersyukur, terharu, dan bangga. Penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian, tetapi seperti cahaya kecil yang menegaskan bahwa setiap langkah pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu menemukan maknanya. Bagi kami, ini adalah buah dari kerja bersama, doa, dedikasi, dan semangat untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar program, melainkan jejak kebaikan yang harus terus dirawat dan diperluas manfaatnya.

Secara pribadi, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Sementara bagi LPPM UNUSIDA, penghargaan ini memiliki makna strategis sebagai pengakuan atas komitmen institusi dalam membangun budaya pengabdian masyarakat yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini memperkuat semangat kami untuk terus meningkatkan kualitas program, memperluas kolaborasi, serta mendorong dosen dan mahasiswa agar semakin aktif menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Selama ini, program pengabdian masyarakat di UNUSIDA difokuskan pada kegiatan pemberdayaan dan solusi nyata bagi masyarakat. Beberapa program yang menjadi prioritas antara lain pemberdayaan UMKM, pendampingan pendidikan dan literasi, penguatan kapasitas masyarakat desa, digitalisasi layanan dan usaha masyarakat, kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan potensi lokal berbasis kebutuhan masyarakat.

Selain itu, UNUSIDA juga mendorong model pengabdian yang bersifat kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pengabdian tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata serta peningkatan kapasitas masyarakat.

Ke depan, LPPM UNUSIDA berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat untuk terus memperkuat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Harapan kami sederhana, semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus bergerak dan berbuat lebih baik. Kami ingin kegiatan pengabdian di UNUSIDA semakin kuat, semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan semakin luas dampaknya,” ujarnya.

Ia juga berharap semakin banyak kolaborasi yang terbangun dengan berbagai pihak, baik pemerintah, komunitas, dunia usaha, maupun mitra lainnya. Menurutnya, pengabdian yang kuat lahir dari kerja bersama.

“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi justru awal untuk melangkah lebih jauh dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan umat.” tutupnya.

UNUSIDA Borong Penghargaan di LPTNU Award 2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

Prestasi Gemilang, UNUSIDA Raih 6 Penghargaan dalam LPTNU Award 2026

SURABAYA — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang LPTNU Award 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Tower Lt.9, Jalan Jemursari No. 51–57, Surabaya, pada Selasa (10/3/2026) malam.

Dalam ajang penghargaan bergengsi bagi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama tersebut, UNUSIDA berhasil meraih sejumlah penghargaan dari berbagai kategori. Capaian ini menunjukkan komitmen kampus dalam pengembangan pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu penghargaan paling bergengsi diraih oleh Rektor UNUSIDA masa khidmah 2014–2026, Prof. Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., yang menerima apresiasi pada kategori Tokoh Pengabdian Sepanjang Hayat Bidang Pembangunan Perguruan Tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fatkul Anam menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya penghargaan pribadi, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkhidmah dalam pengembangan PTNU. Pembangunan perguruan tinggi harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, termasuk melalui penguatan manajemen berbasis digital,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi bukti komitmen UNUSIDA dalam mengembangkan kualitas akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap, prestasi dalam LPTNU Award 2026 dapat semakin memotivasi seluruh sivitas akademika UNUSIDA untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama serta pembangunan bangsa.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun dan mengembangkan pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama. Ia terpilih setelah melalui proses penilaian ketat dan bersaing dengan 23 nominator lainnya dari berbagai perguruan tinggi NU di Indonesia.

“Alhamdulillah, rangkaian prestasi dalam LPTNU Award 2026 ini semakin mempertegas posisi UNUSIDA sebagai salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang aktif mengembangkan inovasi pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat demi kemajuan umat dan bangsa,” katanya.

Selain itu, prestasi juga datang dari mahasiswa UNUSIDA. Aininna Halizah Rahma dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) berhasil meraih Peringkat 1 Duta PTNU Putri. Capaian ini menunjukkan potensi mahasiswa UNUSIDA dalam bidang kepemimpinan, komunikasi, serta representasi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di tingkat nasional.

Sementara itu, dosen UNUSIDA Aris Kuswanto berhasil meraih Peringkat 2 Kategori Dosen Berdampak pada Masyarakat Bidang Khidmat Jam’iyah, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam pengabdian kepada masyarakat serta penguatan nilai-nilai ke-NU-an di tengah masyarakat.

Di bidang kelembagaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNUSIDA juga mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih Peringkat 1 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pembangunan Komunitas, serta Peringkat 2 Kategori Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Bidang Kerja Sama. Penghargaan ini menegaskan peran aktif UNUSIDA dalam mengembangkan program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Tidak hanya dari kalangan dosen, penghargaan juga diraih oleh tenaga kependidikan UNUSIDA. Nur Asita berhasil memperoleh Peringkat 2 Kategori Tenaga Kependidikan Bidang Pengabdian, yang menunjukkan dedikasi tenaga kependidikan dalam mendukung pengembangan kampus sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Terima kasih. Tentu kami sangat bersyukur dan merasa bangga atas penghargaan ini. Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar capaian individu atau lembaga, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh tim di lingkungan UNUSIDA yang selama ini berkomitmen menjalankan program pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Asita yang kini menjadi dosen PGSD tersebut.