Pos

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan dalam Kabinet Merah Putih, Zulkifli Hasan saat mengunjungi stan UNUSIDA Tech Factory. (Foto: NU Delta)

Menko Zulhas Apresiasi Inovasi UNUSIDA, Dorong Perkuat Khidmah NU melalui Transformasi Digital

JOMBANG — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan dalam Kabinet Merah Putih, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengapresiasi berbagai inovasi teknologi yang dikembangkan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) saat mengunjungi stan UNUSIDA Tech Factory dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kamis-Senin (27/8/2026).

Dalam kunjungannya, Zulhas melihat langsung sejumlah inovasi digital yang ditampilkan UNUSIDA, termasuk platform kecerdasan buatan (AI) GUS GPT yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pengetahuan keislaman dan khazanah pesantren.

Zulhas mengaku terkejut melihat perkembangan teknologi di lingkungan pesantren, khususnya kemampuan generasi santri dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa santri dan pesantren saat ini telah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus adalah GUS GPT. Zulhas menilai platform tersebut memiliki keunggulan karena tidak hanya memanfaatkan teknologi AI, tetapi juga memiliki karakter khas Aswaja dalam memberikan jawaban.

“GUS GPT sangat bagus, terlebih lagi ada ciri khas Aswaja dalam setiap jawabannya,” ungkapnya saat mengunjungi stan UNUSIDA Tech Factory usai Kegiatan literasi kesehatan, lingkungan hidup, dan ketahanan pangan, Jum’at (28/8/2026).

Selain mengapresiasi inovasi teknologi, Zulhas juga memberikan perhatian terhadap peran perguruan tinggi NU dalam mendorong digitalisasi organisasi dan lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, keberadaan kampus NU seperti UNUSIDA memiliki posisi strategis dalam menghadirkan inovasi sekaligus memperluas akses pelayanan NU kepada masyarakat.

Ia menilai pengembangan teknologi yang dilakukan UNUSIDA sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kampus NU juga berperan dalam meningkatkan digitalisasi organisasi dan lembaga NU. Ini menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam meningkatkan akses pelayanan NU bagi umat,” ujarnya.

Zulhas juga menilai langkah UNUSIDA dalam mengambil posisi sebagai perguruan tinggi yang fokus pada pengembangan dan pemanfaatan teknologi merupakan langkah yang tepat di tengah percepatan transformasi digital.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga perlu mengambil peran dalam menggagas dan mempelopori pemanfaatannya untuk kebutuhan masyarakat dan organisasi.

“UNUSIDA mengambil positioning yang tepat sebagai perguruan tinggi yang menggagas dan mempelopori penggunaan teknologi,” katanya.

Sementara itu, Dosen Informatika Anggay Luri Pramana mengatakan bahwa kehadiran UNUSIDA Tech Factory di Muktamar ke-35 NU menjadi ruang bagi UNUSIDA untuk memperkenalkan berbagai solusi digital yang dikembangkan untuk organisasi, lembaga pendidikan, pesantren, yayasan, hingga masyarakat.

Selain GUS GPT, ia dan tim juga memperkenalkan sejumlah produk seperti Smart Presence ASWAJA, SITASNUDA, dan SIMAYA, serta membuka ruang konsultasi pengembangan website, aplikasi, sistem informasi, dan solusi berbasis AI.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan teknologi sebagai bagian dari khidmah kepada umat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi NU dalam menghadapi tantangan transformasi digital,” tandasnya.

stan UNUSIDA Tech Factory di Stan Bazaar Nomor 20, SMK Kreatif Hasbullah. (Foto: Humas UNUSIDA)

Intip Ragam Inovasi Teknologi, Yuk Mampir ke Stan UNUSIDA Tech Factory saat Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang

JOMBANG — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) turut memeriahkan pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Tambakberas, Jombang, dengan membuka stan yang secara khusus mengusung tema pengembangan teknologi dan transformasi digital.

Melalui UNUSIDA Tech Factory, perguruan tinggi NU tersebut memperkenalkan sejumlah inovasi digital yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan organisasi, lembaga pendidikan, pesantren, maupun masyarakat.

Penanggung Jawab (PJ) stand UNUSIDA, Dr. Arda Surya Editya, mengatakan kehadiran UNUSIDA dalam Muktamar NU ke-35 menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus mendemonstrasikan berbagai solusi teknologi yang telah dikembangkan dan diimplementasikan.

“Stan UNUSIDA menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai inovasi digital yang dikembangkan sebagai solusi bagi organisasi, lembaga pendidikan, pesantren, serta masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, stan UNUSIDA tidak sekadar menjadi ruang pamer produk teknologi, tetapi juga ruang konsultasi dan demonstrasi. Pengunjung dapat berdiskusi secara langsung mengenai kebutuhan pembuatan website, aplikasi, sistem informasi, pemanfaatan kecerdasan buatan, hingga digitalisasi tata kelola lembaga.

Sejumlah produk unggulan yang diperkenalkan antara lain Smart Presence ASWAJA, sistem presensi dan manajemen kepegawaian berbasis digital; SITASNUDA, sistem tata kelola organisasi dan aset NU; SIMAYA, sistem informasi terpadu untuk yayasan dan pondok pesantren; serta GUS GPT, platform kecerdasan buatan yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan dan pemanfaatan pengetahuan keislaman serta khazanah pesantren.

Selain produk yang telah tersedia, UNUSIDA juga menawarkan layanan pengembangan website dan sistem informasi secara custom. Layanan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi NU, pesantren, sekolah, yayasan, komunitas, maupun pelaku usaha.

Konsep stan dibuat interaktif dengan menyediakan perangkat display dan demonstrasi yang memungkinkan pengunjung melihat langsung cara kerja berbagai sistem. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi mengenai produk, tetapi juga dapat mencoba layanan, berkonsultasi mengenai kebutuhan digitalisasi, dan memperoleh gambaran solusi yang dapat diterapkan di lembaganya.

Teknologi untuk Memperkuat Khidmah

Dr. Arda menjelaskan, pengembangan teknologi di UNUSIDA tidak hanya diarahkan pada aspek inovasi, tetapi juga pada kebermanfaatan. Teknologi diharapkan mampu membantu organisasi bekerja lebih efektif, meningkatkan transparansi tata kelola, mempermudah pelayanan, sekaligus membuka peluang pengembangan lembaga secara berkelanjutan.

Semangat tersebut sejalan dengan konsep yang dibawa dalam stan UNUSIDA, yakni menghadirkan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat pelayanan kepada umat.

Melalui berbagai solusi digital yang ditampilkan, UNUSIDA membuka peluang kolaborasi dengan pesantren, lembaga pendidikan, organisasi NU, yayasan, maupun berbagai institusi yang membutuhkan pengembangan teknologi sesuai dengan karakter dan kebutuhannya masing-masing.

Menjadi Ruang Kolaborasi Digital

Kehadiran UNUSIDA dalam Muktamar NU ke-35 juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbentuknya berbagai kerja sama baru. Pengunjung dapat melakukan konsultasi langsung terkait pengembangan website, aplikasi, sistem tata kelola, hingga solusi berbasis kecerdasan buatan.

Khusus melalui pengembangan GUS GPT, pihaknya juga membuka peluang bagi pesantren untuk berkolaborasi sebagai mitra pengetahuan. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui penyediaan kitab, karya ulama, modul pembelajaran, materi kajian, maupun berbagai sumber pengetahuan pesantren yang dapat dikembangkan menjadi basis pengetahuan digital secara terkurasi.

Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan teknologi, tetapi juga sebagai upaya menjaga, mengembangkan, dan memperluas manfaat khazanah keilmuan pesantren di era kecerdasan buatan.

Kunjungi Stan UNUSIDA

Pengunjung Muktamar NU ke-35 dapat mengunjungi stan UNUSIDA Tech Factory di Stan Bazaar Nomor 20, SMK Kreatif Hasbullah, di kompleks yang sama dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Karena berada di kompleks yang sama dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum—yang menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU—lingkungan sekolah ini turut berada di area sekitar pusat kegiatan pesantren di Tambakberas, Jombang.

Di lokasi tersebut, pengunjung dapat melihat demonstrasi sistem, mencoba berbagai produk digital, berkonsultasi mengenai kebutuhan teknologi, serta mendiskusikan peluang kerja sama dan pengembangan sistem bersama UNUSIDA.

“Melalui partisipasi dalam Muktamar NU ke-35 ini, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi NU dalam pengembangan teknologi. Inovasi Digital untuk Lembaga, Umat, dan Masa Depan,” pungkasnya.