Pos

Festival Banjari Antar Pelajar Se-Jawa Timur oleh UKM Religi Nahdlatus Syubban (Foto: Humas UNUSIDA)

UKM Religi Nahdlatus Syubban Gelar Festival Al-Banjari Pelajar se-Jawa Timur: Meriahkan Harlah ke-11 UNUSIDA

Sidoarjo – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-11 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Religi Nahdlatus Syubban sukses menyelenggarakan Festival Al-Banjari Tingkat Pelajar se-Jawa Timur. Kegiatan ini disambut antusias oleh puluhan grup hadrah dari berbagai daerah yang berlomba menunjukkan kemampuan terbaik dalam melantunkan sholawat Nabi dengan iringan musik tradisional Islami.

Festival yang digelar di halaman kampus UNUSIDA ini menjadi bagian dari rangkaian acara Harlah ke-11 sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan syiar budaya Islam di kalangan generasi muda. Sebanyak 15 grup Al-Banjari dari lembaga pendidikan se-Jawa Timur ambil bagian dalam festival ini, terdiri dari peserta tingkat SD/MI, SMP/MTs, MA/SMA/SMK, hingga TPQ.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para mahasiswa yang tergabung dalam UKM Religi Nahdlatus Syubban. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi seni Islami, tetapi juga bentuk kecintaan terhadap Rasulullah SAW dan sarana untuk mempererat ukhuwah antarpelajar se-Jawa Timur.

“Saya sangat mengapresiasi semangat mahasiswa dalam memeriahkan Harlah ke-11 UNUSIDA. Semoga semangat bersholawat ini terus menjadi ruh dalam setiap langkah pembangunan kampus kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rektor UNUSIDA juga mengajak seluruh civitas akademika dan masyarakat untuk meramaikan acara puncak Harlah UNUSIDA, yaitu UNUSIDA Bersholawat yang akan menghadirkan tokoh-tokoh besar seperti Habib Abu Bakar bin Idrus Al-Habsy, Habib M. Soleh bin Abdullah, dan Ust. Firman Achsani, serta akan diiringi oleh Tim Hadroh Ahbabul Musthofa Sidoarjo.

“Semoga lantunan sholawat ini dapat mengiringi pembangunan dan perkembangan UNUSIDA dengan penuh keberkahan,” tambahnya.

Sementara itu, ketua UKM Religi Nahdlatus Syubban UNUSIDA, menjelaskan bahwa acara ini tidak hanya bertujuan mencari pemenang, melainkan juga untuk menumbuhkan semangat cinta Rasulullah SAW sejak usia dini serta melestarikan tradisi kesenian Islam yang telah mengakar di tengah masyarakat.

“Melalui festival ini, kami ingin menghadirkan sholawat sebagai nafas kehidupan yang memberi semangat perubahan ke arah yang lebih baik. Sholawat bukan hanya lantunan, tapi juga inspirasi peradaban,” ujarnya.

Menurutnya, Festival Al-Banjari ini menjadi bukti bahwa semangat religiusitas dan kecintaan terhadap budaya Islam di kalangan pelajar dan mahasiswa masih sangat kuat. Lebih dari sekadar kompetisi, acara ini menjadi medium edukasi, spiritualitas, dan pelestarian tradisi yang telah lama hidup dalam masyarakat Nahdliyyin.

“Saya berharap, kegiatan ini menjadi momentum spiritual yang membawa keberkahan dan semangat baru bagi UNUSIDA dalam membangun peradaban kampus yang unggul dan berkarakter,” harapnya. (MY)

Suasana Megengan di UNUSIDA (Foto: Humas Unusida)

UNUSIDA Gelar Megengan, Sambut Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan tradisi Megengan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1446 Hijriah. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh civitas academica, mulai dari rektorat, dosen, tenaga kependidikan (Tendik), mahasiswa, hingga security, OB, dan driver di lingkungan UNUSIDA.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengkajian Islam dan Keaswajaan (PIK) tersebut diawali dengan pembacaan sholawat oleh UKM Nahdlatus Syubban, Pembacaan Tahlil, serta ceramah agama oleh ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sidoarjo Dr. H. Sholehuddin, M. Pd. I.

Dalam tausiahnya, Sholehuddin menerangkan tentang 3 istilah yang umumnya digunakan dalam menyambut bulan Suci Ramadan. Di antaranya, Roh bun yang berarti lapang dada, Targhib yang artinya sikap bungah atau bahagia akan datangnya suatu kenikmatan atau kebaikan, serta istilah Megengan (menahan diri) yang menjadi budaya masyarakat Jawa dalam menyambut bulan suci Ramadan.

“Semua istilah itu benar, yang salah adalah orang tidak berpuasa dan tidak merasa senang akan datangnya bulan suci Ramadan,” terangnya saat menyampaikan tausiah dalam acara Megengan di Masjid KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Kamis (27/02/2025).

Sekretaris Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA tersebut menjelaskan, Roh bun yang berarti berlapang dada, maknanya senang akan datangnya bulan suci Ramadan. Layaknya jika ada tamu yang datang maka harus disambut dengan baik, maka akan membuahkan kesan bahagia. Maka ucapan selamat datang Ramadan adalah ucapan bahagia dan bersyukur karena datangnya bulan suci Ramadan.

“Maka seandainya ada tamu, tandanya senang adalah gupuh, lungguh, suguh. Begitu juga sikap kita sebagai tuan rumah yang merasa senang karena datangnya tamu mulia, yaitu bulan suci Ramadan,” terangnya.

Yang kedua terkait istilah Targhib dari asal kata Roh bun, maknanya mendorong atau memotivasi diri untuk mencintai kebaikan, atau membuat senang terhadap sesuatu yang baik. Bulan suci Ramadan mengajarkan untuk menumbuhkan rasa cinta pada kebaikan adalah kunci untuk meraih ketenangan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Ia mengajak untuk menyambut bulan Ramadan dengan penuh kegembiraan. Dengan menumbuhkan rasa cinta terhadap kebaikan, dapat lebih mendekatkan dengan tujuan hidup yang lebih mulia dan penuh kedamaian. Menurutnya, bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama, serta membuka hati untuk menerima semua berkah yang datang.

“Seperti dalam sebuah Hadits, barang siapa yang merasa senang sunnahku, maka akan menjadi golonganku,” katanya.

Yang ketiga adalah istilah Megengan, sebagai simbol dan makna budaya Jawa yang digunakan dalam menyambut bulan suci Ramadan. Artinya bulan suci Ramadan harus dapat menahan diri dan mengendalikan nafsu negatif dengan memperbanyak beraktivitas positif, bukan bermalas-malasan.

“Saya mengajak untuk memaksimalkan bulan suci Ramadan sebagai momen refleksi dan evaluasi diri, mari sukseskan bersama dengan memperbanyak alam ibadah serta menjadi orang yang bertakwa,” pungkasnya.

Kegiatan Megengan kali ini juga disertai dengan pemberian bingkisan kepada security, OB dan driver di lingkungan UNUSIDA yang merupakan program Berbungah Menjelang Ramadan oleh Jaringan Pengelola Zakat Infak dan Shodaqoh (JPZIS) UNUSIDA.

Tampak hadir, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si, Ketua BPP UNUSIDA KH Arly Fauzi, dan seluruh Wakil Rektor, Dekan Fakultas, dan Kepala Program Studi di lingkungan UNUSIDA.

 

(my)