Pos

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Kegiatan AKSARA (Akuntansi Satu Rasa) Wujudkan Kekeluargaan dan Solidaritas Mahasiswa (Foto: Himaksi UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar AKSARA, Wujudkan Kekeluargaan dan Solidaritas Mahasiswa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menggelar kegiatan bertajuk AKSARA (Akuntansi Satu Rasa) dengan tema ‘Fortes Una Familia’ yang berarti ‘Kuat dalam Satu Keluarga’. Kegiatan ini berlangsung di lantai 4 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (23/10/2025) pagi.

Acara tersebut menjadi wadah silaturahmi dan penguatan rasa kebersamaan antar mahasiswa Akuntansi lintas angkatan, khususnya antara mahasiswa baru 2025 dan angkatan 2024. Melalui kegiatan ini, HIMAKSI berupaya membangun solidaritas, karakter, dan semangat kekeluargaan di lingkungan Program Studi Akuntansi.

Ketua pelaksana Ariesta Maherani Laksono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan AKSARA bukan sekadar ajang kebersamaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepedulian sosial.

“Semangat satu rasa menjadi fondasi penting agar mahasiswa Akuntansi dapat berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam hal kepribadian dan kepedulian. Melalui AKSARA, kami ingin memperkuat hubungan emosional dan menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan kampus,” ujarnya.

Acara turut dihadiri oleh Wakil Rektor II UNUSIDA, Dr. Ana Christanti, M.Pd, Kaprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A, serta Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M.

aprodi Akuntansi, Dian Fahriani, S.E., M.S.A, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa HIMAKSI yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan kolaborasi positif antar mahasiswa. Menurutnya, kegiatan seperti AKSARA menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Akuntansi memiliki energi besar untuk tumbuh dalam semangat akademik dan kekeluargaan.

Beragam agenda menarik turut memeriahkan kegiatan, mulai dari permainan kelompok, sesi refleksi, hingga sharing experience antar angkatan. Suasana hangat dan penuh tawa menjadi bukti nyata keberhasilan kegiatan ini dalam mempererat hubungan antar mahasiswa.

Selain itu, panitia juga menyisipkan sesi motivasi yang menanamkan nilai-nilai organisasi dan makna kebersamaan di HIMAKSI, agar mahasiswa lebih memahami filosofi dan tujuan dari setiap kegiatan yang dijalankan.

Ketua HIMAKSI, M. Agiel Putra Regianto, menegaskan bahwa semangat kekeluargaan merupakan kekuatan utama HIMAKSI. Ia berharap kegiatan AKSARA dapat menjadi tradisi tahunan yang terus dilestarikan dan membawa semangat baru demi kemajuan mahasiswa Akuntansi UNUSIDA di masa mendatang.

Dengan semangat satu jiwa, satu rasa, mahasiswa Akuntansi UNUSIDA membuktikan bahwa kebersamaan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan akademik yang solid, inspiratif, dan berdaya saing.

“Melalui Fortes Una Familia, mahasiswa Akuntansi harus terus menjaga kekompakan dan menjadikan HIMAKSI sebagai rumah kedua yang menumbuhkan semangat belajar dan berorganisasi. Satu jiwa, satu rasa, Akuntansi luar biasa!,” pungkasnya.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

MAPALA UNUSIDA Jadi Relawan di Dapur Umum Musibah Ambruknya Bangunan Pesantren Al Khoziny (Foto: MAPALA UNUSIDA)

MAPALA UNUSIDA Jadi Relawan Dapur Umum di Lokasi Musibah Pesantren Al Khoziny Buduran

SIDOARJO – Musibah ambruknya salah satu bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) lalu tidak hanya menyisakan kepanikan di kalangan santri dan pengurus, tetapi juga memunculkan gelombang kepedulian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) yang sigap hadir sebagai relawan di dapur umum.

Sejak kabar musibah tersebar, puluhan anggota MAPALA UNUSIDA langsung berkoordinasi dan memutuskan terjun ke lokasi. Mereka tidak hanya fokus pada evakuasi korban, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar para santri, khususnya makanan, tetap terpenuhi. Para mahasiswa pecinta alam itu bekerja sama dengan pengurus pesantren, warga, dan tim tanggap darurat lain untuk mengolah logistik, memasak, hingga mendistribusikan makanan bagi santri, relawan, dan aparat yang berjibaku di lapangan.

Suasana kebersamaan terasa ketika mahasiswa dengan penuh semangat mengaduk panci besar, menyiapkan nasi bungkus, hingga membagikan air minum. Bahkan sebagian dari mahasiswa juga ikut mendata kebutuhan logistik agar aliran bantuan tepat sasaran.

Pembina MAPALA UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa di dapur umum adalah wujud nyata pengabdian sosial sekaligus pembelajaran karakter.

“Mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada aktivitas akademik, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat dalam situasi sulit. Membantu di dapur umum bukan perkara sepele, ini adalah kerja kemanusiaan yang memastikan semua pihak memiliki energi untuk bertahan. Saya bangga anak-anak MAPALA UNUSIDA mampu menjalankan tugas dengan semangat, disiplin, dan kepedulian,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua MAPALA UNUSIDA, Reza Sujali, menambahkan bahwa peran di dapur umum sama pentingnya dengan evakuasi di lapangan. Keterlibatan MAPALA UNUSIDA dirasakan langsung oleh pesantren dan para santri. Kebutuhan pangan tetap terpenuhi meski kondisi penuh keterbatasan, sehingga relawan lain dapat fokus pada evakuasi.

“Kami sadar tidak semua orang bisa langsung terlibat dalam evakuasi, tetapi semua orang butuh makan untuk bertahan. Karena itu kami memilih fokus juga di dapur umum, menyiapkan makanan bagi santri, relawan, dan aparat. Dari sinilah semangat gotong royong terus hidup,” ungkapnya saat dikonfirmasi pada Kamis (2/10/2025).

Mahasiswa Prodi Teknik Industri tersebut menjelaskan, melalui aksi sederhana tetapi vital ini, MAPALA UNUSIDA membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan dalam teori, melainkan juga garda kemanusiaan di lapangan. Pengalaman ini menjadi ruang belajar berharga untuk melatih kedisiplinan, kerjasama tim, dan kepekaan sosial, sekaligus memperkuat sinergi antara kampus, pesantren, dan masyarakat.

Ia berharap dapat terus menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong, sesuai dengan jati diri mahasiswa dan spirit Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjadi landasan UNUSIDA.

“Kami hadir untuk membantu meringankan beban para korban dan menunjukkan bahwa mahasiswa juga memiliki peran sosial dalam setiap musibah kemanusiaan,” pungkasnya. (MY)

HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar Pagar Nusa Championship Vol. 2 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar Pagar Nusa Championship Vol. 2

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Pagar Nusa Championship Vol. 2 dengan mengusung tema ‘Seni dalam Kendali: Menjaga Tradisi Mewujudkan Prestasi’. Kejuaraan berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (24–25/9/2025) di GOR Serbaguna Sidoarjo dan diikuti puluhan kontingen dari berbagai daerah.

Perwakilan Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sidoarjo, Muhammad Khoiri, yang memberikan apresiasi tinggi kepada panitia. Ia menegaskan bahwa terselenggaranya event ini adalah buah dari komitmen dan semangat yang luar biasa, meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan.

“Kami bangga dengan kerja keras panitia. Perjuangan ini tidak mudah, tapi semangat dan pengorbanan mereka patut menjadi teladan bagi para atlet dan peserta,” ungkapnya.

Sementara itu, Kaprodi Manajemen UNUSIDA, M. Mustaqim, S.E., M.M., menyampaikan rasa bangga atas inisiatif mahasiswa menggelar kejuaraan pencak silat berskala besar di luar kegiatan akademik rutin.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga berfungsi sebagai sarana mempererat silaturahmi antar pesilat, pelatih, dan komunitas Pagar Nusa. Ia berharap, event ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang untuk melahirkan atlet berprestasi sekaligus menjaga tradisi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada HIMA Manajemen yang mampu melaksanakan event ini untuk kedua kalinya. Semoga bisa menjadi agenda berkelanjutan, bahkan berkembang ke edisi berikutnya dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

Kejuaraan ini juga dihadiri Nur Yahya, Dewan Pendekar Pagar Nusa Jawa Timur, serta para pelatih dan pendamping dari berbagai kontingen. Pertandingan digelar dalam berbagai kategori mulai dari Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, hingga Dewasa.

Lebih lanjut, Ketua HIMA Prodi Manajemen UNUSIDA, Romaldi Jabbar mengungkapkan bahwa persiapan dan pelaksanaan kegiatan ini tidaklah mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun, berkat kerja keras panitia, dukungan dari kampus, serta semangat luar biasa para atlet dan pelatih, acara ini bisa berjalan sukses hingga akhir.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, semoga Pagar Nusa Championship berikutnya bisa lebih meriah dan bermanfaat bagi semuanya,” pungkasnya.

Juara Umum Pagar Nusa Championship Vol. 2

  • Juara 1: Padepokan Bina Bangsa Surabaya – 21 Emas, 8 Perak, 11 Perunggu,

  • Juara 2: CR Club – 14 Emas, 6 Perak, 3 Perunggu,

  • Juara 3: Harmoni Club – 5 Emas, 4 Perak, 3 Perunggu. (MY)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Badminton Cup 2025 (Foto: Himaksi UNUSIDA)

HIMAKSI UNUSIDA Sukses Gelar Badminton Cup 2025: Ajang Sportivitas dan Pengembangan Bakat Pelajar se-Jawa Timur

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan HIMAKSI Badminton Cup (HBC) 2025, yang berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu (8–10/9/2025) lalu, di GOR Badminton Langgeng Jaya, Sidoarjo.

Turnamen berskala regional ini diikuti oleh 133 peserta dari berbagai sekolah tingkat SMP/MTs hingga SMA/MA/K se-Jawa Timur, menunjukkan antusiasme tinggi dari kalangan pelajar dalam dunia olahraga, khususnya bulu tangkis.

Ketua pelaksana, Nabil Muhammad Balya, menjelaskan bahwa HBC 2025 merupakan bagian dari realisasi program kerja HIMAKSI yang bertujuan mengembangkan potensi generasi muda, khususnya dalam bidang non-akademik. Dengan mengusung tema ‘Ready, Set, Smash!’, turnamen ini ingin menyampaikan semangat kesiapan, determinasi, dan keberanian menghadapi tantangan. Nilai-nilai sportivitas dan kompetisi sehat menjadi sorotan utama dalam setiap pertandingan yang digelar.

“Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi terbuka dengan mengusung fair play, tapi juga ruang aktualisasi diri bagi para pelajar,” ungkap Nabil.

HBC 2025 dibagi dalam dua kelompok usia, yakni tingkat SMP dan SMA, dengan empat nomor pertandingan di masing-masing tingkatan: Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, dan Ganda Campuran. Pertandingan menggunakan sistem ‘Best of Three‘, di mana pemenang ditentukan melalui dua kemenangan dari maksimal tiga set.

Setiap kategori akan menghasilkan Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 Bersama, sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan usaha peserta yang telah tampil maksimal.

Adam, salah satu panitia HBC 2025, mengakui bahwa pelaksanaan acara ini tidak lepas dari tantangan, mulai dari koordinasi peserta lintas daerah, penyusunan jadwal pertandingan yang padat, hingga teknis pelaksanaan yang menuntut ketelitian. Namun, berkat soliditas dan kerja sama tim panitia, semua tantangan berhasil dilalui dengan baik.

Kesuksesan HBC 2025 juga didukung oleh sejumlah sponsor, antara lain: PT Telekomunikasi Seluler, PT Amerta Indah Otsuka, GOR Badminton Langgeng Jaya, PT Oh My Skin, CV Cipta Karya Medika, PDAM Delta Tirta Sidoarjo, PT Indofood, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

Adam menyampaikan harapan agar HBC bisa menjadi agenda tahunan HIMAKSI. Dengan dukungan berbagai pihak ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan seperti HBC memiliki nilai penting dalam pengembangan generasi muda melalui olahraga.

“Ajang ini bisa menjadi jembatan silaturahmi, media ekspresi, dan tempat tumbuhnya bibit-bibit atlet muda dari Jawa Timur,” ujarnya.

HIMAKSI UNUSIDA juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi agar kualitas pelaksanaan semakin baik dan partisipasi semakin luas di masa mendatang. Menurutnya, HBC 2025 tidak hanya menjadi turnamen olahraga semata, tetapi juga simbol semangat perjuangan, solidaritas, dan aktualisasi diri generasi muda.

Penulis: Feni Dwi Agustin (MY)

Hima Teknik Lingkungan UNUSIDA Turut Serta dalam Ganeca Talks Series II 2025 (Foto: HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA)

Perluas Wawasan Teknis, HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Kolaboratif dalam Ganeca Talks Series II

SIDOARJO – Upaya membangun pemahaman teknis sekaligus regulatif dalam pengelolaan lingkungan terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antar institusi. Hal ini tercermin dalam kegiatan Ganeca Talks Series II bertema ‘Dari Regulasi ke Realisasi: Pertek untuk Pemanfaatan dan Pembuangan Air Limbah’ yang diselenggarakan secara nasional dan daring melalui Microsoft Teams pada Kamis (17/07/2025) lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi, praktisi, hingga akademisi lingkungan ini turut menghadirkan partisipasi aktif Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kehadiran HIMA TL UNUSIDA merupakan bagian dari program unggulan Enviro Insight. Hasil gagasan Departemen Akademik, Inovasi, dan Riset (AIR) dan dilaksanakan sinergis bersama Departemen Urusan Sosial, Diplomasi, dan Relasi Kemitraan (UDARA).

Dalam forum ini, HIMA TL UNUSIDA berkolaborasi dengan PT. Ganeca Environmental Services, lembaga riset dan konsultasi lingkungan berbasis di Bandung yang berdiri sejak 2014 dengan pendiri dari alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga memperkuat relevansi pembelajaran mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja di bidang lingkungan.

Kepala Departemen AIR HIMA TL UNUSIDA, Chalimatus Sa’diyah, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam forum seperti ini. Menurutnya, semangat keterbukaan dan kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas edukasi serta literasi lingkungan di bidang keinsinyuran.

“Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memahami isu nyata di lapangan, terutama yang berkaitan dengan kebijakan teknis lingkungan. Dari sini, wawasan akademik kita terhubung langsung dengan praktik profesional,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).

Forum ilmiah ini menghadirkan dua narasumber dari PT. Ganeca Environmental Services, yakni Aditia Adyanugraha Arfan, S.T. dan Nur Latifa Ristiaramdani, S.T.. Keduanya memaparkan secara rinci tentang Persetujuan Teknis (PERTEK) dalam pemanfaatan dan pembuangan air limbah. Materi yang disampaikan mencakup dinamika implementasi regulasi di lapangan, tantangan administratif, hingga pendekatan teknis yang sesuai dengan persyaratan pemerintah.

Para peserta memperoleh wawasan konkret mengenai peran PERTEK, yang bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi juga instrumen penting untuk menjamin kegiatan pengelolaan air limbah berjalan dengan prinsip kehati-hatian, kepatuhan, dan standar teknis yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Diskusi juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor industri, konsultan, dan pemerintah dalam memastikan tata kelola air limbah yang efektif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual mahasiswa untuk memahami aspek teknis dan kebijakan secara langsung dari para praktisi. Dengan pendekatan edukatif yang praktis, Ganeca Talks Series II berhasil mempertemukan dunia akademik dan profesional dalam satu forum yang bermakna.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Chalimatus Sa’diyah menegaskan visinya sebagai komunitas akademik yang aktif membangun kolaborasi eksternal demi penguatan kapasitas internal. Ia mengaku sangat terbuka dan tidak melewatkan berkolaborasi dengan PT. Ganeca Environmental Services dalam forum ini. Ia berharap dapat berlanjut dalam forum-forum edukatif lainnya di masa mendatang.

“Keterlibatan HIMA TL UNUSIDA dalam Ganeca Talks Series II bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan kolektif dalam memperjuangkan tata kelola lingkungan yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Jaring Aspirasi dan Evaluasi Ormawa Fakultas Teknik UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Bangun Komunikasi dan Sinergi, BEM FT UNUSIDA Gelar Jaring Aspirasi dan Evaluasi Ormawa

SIDOARJO — Upaya penguatan tata kelola organisasi kemahasiswaan terus dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) melalui kegiatan bertajuk ‘Jaring Aspirasi dan Evaluasi Ormawa’. Agenda ini digelar di Ruang Auditorium Lantai 5, Kampus 2 UNUSIDA, Ahad (22/6/2025) lalu.

Dengan mengusung tema ‘Aspirasi Mahasiswa Meningkatkan Kinerja Organisasi’, kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi pengurus dan anggota organisasi mahasiswa di lingkup Fakultas Teknik, yang meliputi BEM FT, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), dan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK).

Ketua Pelaksana, Ikhbal Sifa’ Unnas yang juga Koordinator Departemen Pengembangan SDM BEM FT UNUSIDA membuka forum dengan paparan evaluatif. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang cair namun terarah di antara pimpinan ormawa.

“Kinerja kolektif lahir dari pola pikir kolaboratif. Setiap ormawa butuh ekosistem komunikasi yang sehat,” ungkap Ketua HIMA Teknik Industri 2024 tersebut.

Sementara itu, Ketua BEM FT UNUSIDA Erlangga Abiartha Nugraha, menyoroti pentingnya promosi dan eksistensi ormawa. Ia menyampaikan rencana integrasi media sosial dan website Fakultas Teknik sebagai kanal publikasi resmi, yang akan difasilitasi oleh Biro Humas UNUSIDA nantinya.

Ketua HMTI UNUSIDA, Yongki Syaputra mengungkapkan aspirasi tentang perlunya membangkitkan kembali minat mahasiswa berorganisasi. Ia  mengingatkan bahwa organisasi mahasiswa adalah ruang belajar yang partisipatif, bukan instansi profesional dengan tuntutan absolut.

“Organisasi harus menarik dan inklusif. Kita perlu pendekatan baru agar mahasiswa merasa butuh dan nyaman untuk terlibat,” ujarnya.

Senada, Ketua HMTL UNUSIDA, Ihsan Abu Ridho, menggarisbawahi perlunya perbaikan komunikasi dalam perekrutan kepanitiaan. Sementara Wakil Ketua HMTK UNUSIDA, Ulil Najwa, mengusulkan pelatihan soft skill digital untuk mendukung promosi ormawa di media sosial.

“Terlebih di Fakultas Teknik, dengan SDM yang terbatas, fleksibilitas dan kesadaran kolektif sangat penting sekali,” tegasnya.

Dengan semangat keterbukaan dan evaluasi bersama, forum ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kapasitas ormawa Fakultas Teknik UNUSIDA yang lebih komunikatif, solutif, dan adaptif terhadap dinamika mahasiswa masa kini. (MY)

Para Pemenang English Festival Hima PBI UNUSIDA Tingkat SMA/Sederajat se-Jawa Timur (Foto: Humas UNUSIDA)

Hima PBI UNUSIDA Sukses Gelar English Festival 2025 Tingkat SMA/Sederajat se-Jawa Timur

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (Hima PBI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melalui penyelenggaraan English Festival 2025. Acara tahunan yang digelar di Gedung PCNU Sidoarjo ini diikuti puluhan pelajar SMA/sederajat dari berbagai daerah di Jawa Timur, Selasa (6/8/2025).

Tahun ini, English Festival menghadirkan empat cabang lomba bergengsi: Singing Competition, Speech Contest, News Anchor Competition,dan Story Telling Contest. Setiap cabang dirancang untuk mengasah keterampilan berbahasa Inggris peserta, sekaligus menguji kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan tampil di depan publik.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, S.S., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai wadah pengembangan diri generasi muda.

“English Festival bukan hanya lomba, tetapi ajang untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris, membangun rasa percaya diri, dan membentuk generasi yang siap bersaing di era global,” ujarnya.

Sepanjang kompetisi, peserta menunjukkan performa terbaik mereka. Ada yang memukau dengan kepiawaian berbicara di depan umum, membawakan berita layaknya jurnalis profesional, menjiwai cerita dengan penuh ekspresi, hingga menampilkan vokal yang memikat.

Adapun lomba kali ini menghadirkan dewan juri terdiri dari dosen PBI UNUSIDA dan alumni yang berkiprah di bidang bahasa Inggris. Penilaian dilakukan secara profesional berdasarkan penguasaan bahasa, teknik penyampaian, kreativitas, dan orisinalitas ide.

Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang di setiap cabang lomba. Para juara menerima penghargaan secara langsung di hadapan peserta, panitia, dan tamu undangan, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan persiapan mereka.

Sementara itu, Ketua panitia, Afifatur Rachmadina menyampaikan harapannya agar English Festival dapat menjadi agenda yang terus berkembang. Dengan antusiasme peserta dan dukungan penuh dari civitas akademika UNUSIDA, English Festival 2025 menjadi bukti komitmen Hima PBI dalam mencetak generasi muda yang unggul, berprestasi, dan berwawasan global.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga membangun jaringan dan kerja sama antar sekolah di Jawa Timur, serta memotivasi siswa untuk terus belajar dan percaya diri menggunakan bahasa Inggris,” tuturnya.

Penulis: Ken Izzun (MY)

RATA Ke-10 UKM UNUSIDA: Momentum Penguatan Kepemimpinan Mahasiswa 1

RATA Ke-10 UKM UNUSIDA: Momentum Penguatan Kepemimpinan Mahasiswa

Sidoarjo – Seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) serentak menggelar Rapat Tahunan Anggota (RATA) ke-10 pada Rabu-Kamis, (5–6/8/2025). Kali ini, RATA yang dikomandoi oleh KPU-M bersama Bawaslu-M ini mengusung tema ‘Bangkitkan Kesadaran, Kuatkan Persatuan, Pilih Pemimpin Perubahan’ yang dihadiri oleh seluruh perwakilan UKM dan pengurus periode 2024–2025.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran organisasi kemahasiswaan dalam membentuk karakter kepemimpinan dan kompetensi non-akademik mahasiswa. Menurutnya, agenda tahunan ini menjadi wadah strategis dalam evaluasi, regenerasi, dan penguatan komitmen organisasi mahasiswa di lingkungan UNUSIDA.

“Dengan mengikuti berbagai kegiatan selama masa kuliah, kalian tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana menjadi pemimpin dan mengelola organisasi secara administratif. Hal-hal inilah yang sangat berguna setelah lulus nanti,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fajar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus UKM periode 2024–2025 atas dedikasi dan kontribusinya dalam menjalankan program kerja selama satu tahun terakhir.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas segala pengabdian dan kerja keras teman-teman. Semoga tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya mampu membawa UKM UNUSIDA menjadi lebih baik dan membanggakan nama kampus tercinta,” tambahnya.

Fajar juga menyoroti pentingnya penjadwalan kegiatan yang matang agar proses perencanaan dan pelaksanaan program berjalan maksimal. Ia berharap seluruh UKM mampu menjaga semangat kekeluargaan, profesionalisme, dan perbaikan berkelanjutan di setiap aspek, termasuk dalam hal administrasi dan pengelolaan keuangan.

“Organisasi mahasiswa harus menjadi wadah yang tidak hanya guyub, tapi juga produktif dan tertib secara administratif. Kita harus belajar bersama-sama agar ke depan lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap, RATA Ke-10 ini juga menjadi momentum strategis dalam memilih pemimpin baru di lingkungan UKM UNUSIDA. Ia menegaskan, semangat perubahan dan persatuan menjadi napas utama dalam setiap sesi RATA kali ini. Ia yakin kepengurusan baru dapat menjaga semangat kekeluargaan dan profesionalisme, serta terus memperkuat kontribusi UKM terhadap kemajuan institusi.

“Saya harap pemimpin yang terpilih mampu menjadi figur teladan, ngemong anggota, serta memiliki visi untuk membawa UKM berkontribusi lebih luas bagi mahasiswa dan institusi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UNUSIDA, M Adam Faizal Fanani, juga menjelaskan urgensi regenerasi pemimpin dalam tubuh organisasi mahasiswa. RATA ke-10 ini menjadi tonggak penting dalam memastikan kesinambungan organisasi mahasiswa yang solid, progresif, dan mampu menghadapi tantangan di masa mendatang.

“Regenerasi pemimpin sangat penting, khususnya di sektor UKM karena di sanalah bakat dan minat mahasiswa disalurkan dan dikembangkan. Kepemimpinan yang segar dan inovatif akan menjaga keberlangsungan serta produktivitas UKM dalam mendukung prestasi mahasiswa,” jelasnya.

Dalam forum RATA ini, seluruh peserta mengikuti serangkaian sidang, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, menentukan arah kebijakan organisasi serta pemilihan pemimpin baru. (MY)

Prosesi Pelantikan KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA Tahun 2025-2026 (Foto: Humas UNUSIDA)

KPU-M dan Bawaslu-M UNUSIDA Resmi Dilantik, Siap Kawal Pemira 2025 yang Berintegritas

Sidoarjo – Tonggak sejarah baru demokrasi kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) telah terukir. Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Mahasiswa (Bawaslu-M) UNUSIDA periode 2025 resmi dilantik pada Selasa (15/7/2025). Acara yang digelar di Auditorium Lantai 5 UNUSIDA ini menjadi penanda dimulainya persiapan pesta demokrasi mahasiswa dalam Pemilu Raya (Pemira) UNUSIDA mendatang.

Pelantikan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh jajaran pimpinan rektorat, perwakilan dosen, organisasi mahasiswa, serta mahasiswa UNUSIDA dari berbagai program studi. Prosesi diawali dengan pembacaan surat keputusan rektor tentang penetapan pengurus KPU-M dan Bawaslu-M, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Rektor UNUSIDA.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si. menekankan pentingnya menjaga kondusivitas selama Pemira. Ia berpesan agar menjaga semangat untuk terus berprestasi dan membawa nama baik kampus.

“Semoga Pemira tahun ini tanpa ada gesekan-gesekan antar teman. Bahwasanya ini adalah salah satu pembelajaran buat mahasiswa, harapannya agar bisa meningkatkan soft skill untuk bisa diterapkan di dunia masyarakat,” tuturnya.

Ia memiliki harapan besar untuk kemajuan UNUSIDA melalui program inovatif Ormawa. Pelantikan KPU-M dan Bawaslu-M kali ini menjadi sebuah fondasi penting untuk mewujudkan Pemira kampus yang demokratis, jujur, dan adil.

Melalui proses ini, UNUSIDA berkomitmen untuk mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan jiwa kepemimpinan yang mumpuni.

“Semoga UNUSIDA tembus 100 besar di Simkatmawa. Melalui Pemira Ormawa menjadi ajang pembelajaran berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berorganisasi, bernegosiasi, dan kepemimpinan, yang semuanya merupakan soft skill krusial dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat,” harapnya.

Tampak suasana khidmat menyelimuti saat para pengurus baru mengikrarkan janji untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan penuh integritas dan profesionalisme. Pemilihan waktu pelantikan yang lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan komitmen UNUSIDA untuk memastikan persiapan Pemira berjalan lebih matang dan terencana.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNUSIDA, Muhammad Burhanuddin Robbani mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini. Ia sangat optimis terhadap kepengurusan baru ini dapat berkomitmen untuk mengawal Pemira agar dapat berjalan lancar, adil, dan tanpa gesekan..

“Dengan adanya estafet organisasi ini, kami berharap dapat membawa dampak baik bagi UNUSIDA dan melahirkan gebrakan-gebrakan baru yang bisa membawa dampak positif bagi UNUSIDA ke depannya,” ujarnya.

Senada, Koordinator Komisi D Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UNUSIDA Rizal Idul Fitrianto menekankan pentingnya persiapan yang matang demi suksesnya Pemira. Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk membentuk pengurus KPU-M dan Bawaslu-M sedini mungkin agar memiliki waktu persiapan yang cukup.

“Dengan terbentuknya KPU-M dan Bawaslu-M tahun ini lebih cepat dari tahun kemarin, maka timeline-timeline tugas KPU dan Bawaslu akan berjalan dengan lancar dan tentunya lebih maju,” tegas Rizal.

Dengan terbentuknya kedua lembaga ini lebih awal, tahapan Pemira nantinya dapat tersusun dengan baik, dimulai dari sosialisasi, pendaftaran calon, kampanye, hingga pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan suara.

“Pemira menjadi ajang krusial untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam proses demokrasi kampus, tumbuhnya kesadaran akan pentingnya hak pilih, serta lahirnya pemimpin-pemimpin mahasiswa yang berkualitas dan berintegritas,” pungkasnya. (MY)

Pelatihan Blog Kompasiana UKM Mahasiswa Unggul UNUSIDA (Foto: istimewa)

Dorong Semangat Menulis, UKM Mahasiswa Unggul UNUSIDA Gelar Pelatihan Blog Kompasiana

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Unggul Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan menulis blog bertajuk Tulisan Kompasiana (TUMPAS), Ahad (22/6/2025). Kegiatan ini digelar di Ruang 308 Kampus 2 UNUSIDA dan diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai program studi.

Pelatihan ini mengusung tema ‘Ngeblog Asik, Ekspresif, dan Produktif’ yang bertujuan untuk mengasah kemampuan menulis kreatif mahasiswa sekaligus mendorong produktivitas dalam dunia digital.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana TUMPAS 2025, Sharla Martiza, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen UKM Mahasiswa Unggul dalam mengembangkan budaya literasi di kalangan mahasiswa.

“Kami berharap pelatihan ini menjadi pemantik semangat teman-teman untuk mulai menulis dan berbagi pemikiran melalui blog, tidak hanya untuk kebutuhan akademik, tapi juga sebagai bentuk ekspresi diri yang produktif di era digital,” harapnya.

Tampak suasana akrab dan santai turut mewarnai kegiatan ini dari awal hingga akhir. Kegiatan ini dirancang sebagai pelatihan interaktif yang memadukan teori dan praktik. Peserta diajak memahami pentingnya menulis di era digital, mengenal platform Kompasiana, serta teknik dasar menulis blog yang menarik, informatif, dan sesuai dengan etika media digital.

Para peserta juga diberi kesempatan langsung membuat akun Kompasiana, merancang ide tulisan, hingga menulis dan mempublikasikan konten pertama mereka secara langsung dengan panduan dari narasumber. Nuansa pelatihan terasa hangat dan inspiratif, diselingi tanya jawab dan diskusi pengalaman menulis para blogger aktif.

Ketua UKM Mahasiswa Unggul UNUSIDA yang juga menjadi narasumber, Amita Fatmawatisari Dewi menyampaikan pentingnya memanfaatkan platform digital seperti Kompasiana untuk mengasah keterampilan menulis dan membangun personal branding. Ia menekankan bahwa melalui blog, mahasiswa bisa menyuarakan gagasan, membagikan pengalaman, bahkan membuka peluang kerja sama dan pengembangan karier di dunia konten kreatif.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teknik menulis, tetapi juga memahami bagaimana menulis bisa menjadi alat ekspresi yang efektif, membangun personal branding, dan menciptakan konten yang bermanfaat bagi publik.

“Dengan kegiatan ini, kami harap mampu memberikan dampak positif bagi mahasiswa UNUSIDA, baik dari segi pengembangan keterampilan menulis maupun peningkatan literasi digital,” katanya.

Dewi menjelaskan, melalui kegiatan TUMPAS kali ini, UKM Mahasiswa Unggul membuktikan bahwa menulis bukan hanya keterampilan akademik, tetapi juga medium untuk berbicara, berkarya, dan berdampak.

“Melalui platform digital seperti Kompasiana, mahasiswa diajak untuk tidak hanya menjadi pembaca pasif, tetapi juga penulis aktif yang turut membentuk arus informasi dan perubahan,” pungkasnya.

 

Penulis: Sharla Martiza – UKM Mahasiswa Unggul UNUSIDA (MY)