Pos

Pengurus Ormawa UNUSIDA Periode 2025 Resmi Demisioner (Foto: Humas UNUSIDA)

Pengurus Ormawa UNUSIDA Tahun 2025 Resmi Demisioner, Pesankan Regenerasi dan Semangat Baru Kepemimpinan

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi memasuki masa demisioner seiring berakhirnya kepengurusan periode 2025. Pendemisioneran ini dihadiri oleh seluruh jajaran ketua Ormawa UNUSIDA periode tahun 2025, mulai dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas, Ketua BEM Fakultas, Ketua Himaprodi, dan Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UNUSIDA, Rabu (24/12/2025).

Presiden BEM UNUSIDA Tahun 2025, M. Burhanuddin Robbani, S.M., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan universitas, jajaran kemahasiswaan, serta seluruh civitas akademika yang telah membersamai perjalanan Ormawa selama satu periode kepengurusan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) yang telah menyelenggarakan seluruh rangkaian Pemilu Raya (Pemira) hingga pelantikan Ormawa secara demokratis dan kondusif. Menurutnya, momentum ini menjadi penanda penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa menuju Ormawa UNUSIDA periode 2026.

“Kepemimpinan akan berhasil jika ada keberlanjutan. Regenerasi adalah kunci agar organisasi terus hidup dan melompat lebih tinggi dari periode sebelumnya,” ujarnya.

Buhan menekankan bahwa wajah-wajah baru pengurus Ormawa periode 2026 harus hadir dengan semangat baru, keberanian bersuara, dan komitmen menjaga nama baik universitas. Ia mengingatkan agar dinamika dan tantangan yang terjadi pada periode sebelumnya tidak terulang, melainkan dijadikan bahan evaluasi bersama.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran Ormawa dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia UNUSIDA, termasuk kontribusi dalam mengenalkan kampus kepada calon mahasiswa baru.

“Ormawa tidak hanya bertugas menjalankan program kerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membesarkan UNUSIDA, salah satunya melalui peran aktif dalam menarik dan menginspirasi calon mahasiswa baru,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPM UNUSIDA Tahun 2025, Muhammad Birrul Alim menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh Ormawa periode 2025 atas segala kekurangan selama menjalankan amanah organisasi. Ia berharap kepengurusan selanjutnya mampu membawa Ormawa UNUSIDA semakin gemilang.

Birrul menegaskan bahwa jabatan bukanlah segalanya dalam organisasi, melainkan kontribusi nyata dan dedikasi yang akan meninggalkan jejak kebermanfaatan. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk terus menjaga solidaritas dan merawat organisasi dengan semangat kebersamaan, diibaratkan seperti pohon yang kuat karena akarnya kokoh, batangnya teguh, dan daunnya saling melindungi.

“Tidak terpilih dalam kontestasi bukan berarti tidak bisa berkontribusi. Organisasi membutuhkan orang-orang yang bergerak, bukan hanya menunggu jabatan,” tegasnya.

Dengan berakhirnya masa kepengurusan Ormawa UNUSIDA 2025, diharapkan kepemimpinan mahasiswa periode 2026 mampu melanjutkan estafet perjuangan, menghadirkan program yang berdampak, serta memperkuat peran Ormawa sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, demokrasi, dan pengabdian bagi mahasiswa UNUSIDA.

OASE 2.0 Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Prodi Teknik Lingkungan UNUSIDA)

HMTL UNUSIDA Bekali Mahasiswa Baru Perancangan Program Nyata dalam Berorganisasi

PACET — Kegiatan Orientation and Academic Skills for Environmental Engineers (OASE 2.0) kembali menjadi ruang pembelajaran awal bagi mahasiswa baru Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kegiatan ini diselenggarakan di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Mojokerto, Sabtu-Ahad (22–23/11/2025) lalu.

Dalam kesempatan tersebut juga menjadi ajang mengenalkan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) UNUSIDA yang sejalan dengan tujuan kegiatan yang menekankan penguatan orientasi akademik sekaligus keorganisasian bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Hal tersebut menjadi salah satu fokus utama OASE 2.0 tahun ini yaitu orientasi berorganisasi di lingkungan HMTL UNUSIDA.

Ketua HMTL UNUSIDA, Ihsan Abu Ridho menegaskan bahwa OASE 2.0 tidak berhenti pada pengenalan kampus semata, melainkan diarahkan untuk membangun kesiapan mahasiswa baru dalam memahami dinamika organisasi, tanggung jawab struktural, serta budaya kerja kolektif selama menjadi bagian dari HMTL UNUSIDA.

“OASE 2.0 kami arahkan sebagai proses awal pembentukan karakter berorganisasi. Mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan kampus, tetapi juga dibekali pemahaman tentang bagaimana bekerja dalam tim, memikul tanggung jawab, dan berkontribusi secara nyata selama menjadi bagian dari HMTL UNUSIDA,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga dibekali dengan materi pengenalan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkup program studi yaitu HMTL, termasuk keterkaitannya dengan Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI) serta struktur dan fungsi departemen di HMTL UNUSIDA yang disampaikan oleh Sheli Juwati Anggreni, Wakil Ketua HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Periode 2023–2024. ]

Dalam pemaparannya, Sheli menegaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan ruang belajar kepemimpinan dan pengabdian. “Himpunan bukan sekadar tempat berkegiatan, tetapi laboratorium karakter, tempat mahasiswa belajar mengelola gagasan, konflik, dan tanggung jawab secara nyata,” ujarnya.

Sheli juga menjelaskan bahwa keberadaan HMTL UNUSIDA sebagai bagian dari jejaring IMTLI membuka peluang kolaborasi yang luas, baik di tingkat regional maupun nasional. Pemahaman struktur organisasi sejak awal dinilai penting agar mahasiswa baru dapat menentukan peran dan minatnya secara terarah, sekaligus menyadari kontribusi strategis setiap departemen dalam mendukung keberlanjutan organisasi dan program studi.

Lebih lanjut, mahasiswa juga dibekali dengan materi Administrasi dan Kesekretariatan yang disampaikan oleh Muchammad Waziruddin, Sekretaris 1 HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA Periode 2025. Materi ini menitikberatkan pada praktik dasar administrasi organisasi, mulai dari tata naskah dinas, pengelolaan surat-menyurat, hingga penyusunan proposal kegiatan dan rencana anggaran biaya (RAB).

“Administrasi sering dianggap teknis, padahal ia adalah fondasi profesionalisme organisasi. Gagasan yang baik tidak akan berjalan tanpa administrasi yang rapi, tertib, dan akuntabel,” tegas Wazir.

Diskusi pada sesi ini berlangsung dinamis dan interaktif. Mahasiswa baru secara aktif mengajukan pertanyaan seputar mekanisme penyusunan proposal, pembagian peran kepanitiaan, hingga strategi menyusun program kerja yang selaras dengan visi organisasi. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami organisasi secara konseptual, tetapi juga mulai berpikir aplikatif.

Kedua materi orientasi berorganisasi ini menjadi penegasan arah OASE 2.0 sebagai orientasi berbasis praktik. Output utama yang dihasilkan adalah penugasan kepada seluruh peserta untuk menyusun proposal kegiatan secara berkelompok, yang mencakup konsep kegiatan, tujuan, susunan kepanitiaan, serta rencana anggaran biaya yang realistis dan terukur.

Menariknya, proposal-proposal tersebut tidak sekadar menjadi latihan, melainkan akan dikurasi dan diproyeksikan untuk direalisasikan sebagai program kerja HMTL UNUSIDA pada periode kepengurusan berikutnya. Dengan demikian, OASE 2.0 menjadi titik awal keterlibatan aktif mahasiswa baru dalam proses perencanaan dan pengembangan kegiatan kemahasiswaan yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, ia menegaskan komitmennya dalam membentuk mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA yang tidak hanya memahami identitas akademiknya, tetapi juga siap berorganisasi, berpikir sistematis, dan bertanggung jawab dalam mewujudkan gagasan menjadi program nyata.

“Semangat Green Integrity, Bright Future bukan sekadar sebagai slogan kegiatan, melainkan diimplementasikan sebagai praktik pembelajaran nyata yang ditanamkan sejak hari pertama mahasiswa memasuki dunia kampus. Nilai integritas, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab akademik dihadirkan melalui proses belajar yang reflektif, kolaboratif, dan aplikatif, sehingga mahasiswa sejak awal diarahkan untuk membangun karakter sebagai insan akademik dan calon engineer lingkungan yang beretika serta berorientasi pada keberlanjutan,” pungkasnya.

OASE 2.0 Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

OASE 2.0 Teknik Lingkungan UNUSIDA, Kuatkan Integritas dan Keilmuan Sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Mahasiswa

PACET — Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (HIMA TL UNUSIDA) berkolaborasi dengan Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA menyelenggarakan Orientation and Academic Skills for Environmental Engineers (OASE 2.0) sebagai implementasi Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan yang mengusung tema ‘Green Integrity, Bright Future: Mendorong Mahasiswa Berintegritas dan Peduli Lingkungan untuk Masa Depan’ ini dilaksanakan pada Sabtu–Ahad (22–23 November 2025) bertempat di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Mojokerto.

Ketua Pelaksana Kegiatan Moh. Rofiqi Malik, mengatakan bahwa OASE 2.0 dirancang dengan pendekatan pembelajaran kontekstual yang menekankan penguatan integritas, keilmuan, dan kepedulian lingkungan sebagai fondasi awal pembentukan karakter mahasiswa Teknik Lingkungan. Kegiatan ini menjadi ruang transisi akademik bagi mahasiswa baru agar siap menghadapi dunia perkuliahan sekaligus tantangan profesi sebagai calon engineer lingkungan.

Mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2024 menegaskan bahwa OASE 2.0 tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan kampus, tetapi juga membekali mahasiswa baru dengan orientasi nilai, keterampilan belajar, serta kesiapan berorganisasi.

“Melalui OASE 2.0, kami ingin mahasiswa baru memahami arah pengembangan diri sebagai calon engineer lingkungan yang berintegritas dan solutif terhadap persoalan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA, Ihsan Abu Ridho, menekankan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan berbasis sains dan etika. Menurutnya, HIMA TL hadir sebagai ruang pendampingan agar mahasiswa memiliki keberanian berpikir kritis, kepekaan sosial, serta komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan.

Ia menyoroti pentingnya solidaritas dan kolaborasi lintas program studi di lingkup Fakultas Teknik (FT) UNUSIDA dalam mendukung kegiatan yang berdampak nantinya. Melalui OASE 2.0, ia berkomitmen dalam mencetak engineer lingkungan muda yang berintegritas, berwawasan ilmiah, dan peduli lingkungan.

“Alhamdulillah, terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak. Kegiatan ini menjadi pijakan awal menuju masa depan cerah, tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan ekologis. Keberagaman latar belakang mahasiswa adalah kekuatan. Dari sana, kolaborasi antarbidang teknik dapat melahirkan solusi lingkungan yang berdampak nyata,” ungkapnya.

Kegiatan OASE 2.0 dibuka secara resmi oleh Kepala Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa OASE 2.0 merupakan fondasi awal pembentukan karakter akademik mahasiswa.

“OASE 2.0 adalah pintu masuk untuk menanamkan integritas, etos ilmiah, dan tanggung jawab profesional. Output yang kami harapkan adalah mahasiswa yang unggul secara kompetensi dan matang secara karakter,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan materi pertama bertajuk Lingkup dan Kompetensi Program Studi Teknik Lingkungan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tentang peta kompetensi lulusan, relevansi kurikulum dengan tantangan lingkungan global dan nasional, serta peran strategis engineer lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan.

“Teknik lingkungan tidak hanya soal teknologi, tetapi juga keputusan berbasis data, etika profesi, dan keberpihakan pada keberlanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, materi kedua mengenai PKM, PPK Ormawa, dan Safety Laboratorium disampaikan oleh Khilyatul Afkar, S.T., yang merupakan laboran Laboratorium Kualitas Lingkungan Fakultas Teknik UNUSIDA. Berbekal pengalaman lolos pendanaan PKM dan PPK Ormawa, ia menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam riset dan pengabdian masyarakat, tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja.

“Pengalaman riset dan pengabdian akan membentuk daya saing mahasiswa. Namun, keselamatan di laboratorium adalah prasyarat utama yang tidak bisa ditawar,” terang khilya yang merupakan alumni Teknik Lingkungan angkatan 2018 tersebut.

Penulis: Muchammad Waziruddin (MY)

Pemilu Raya ORMAWA UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Pemilu Raya ORMAWA UNUSIDA, Wujudkan Demokrasi Kampus yang Partisipatif dan Berintegritas

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan Pemilu Raya (PEMIRA) Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) 2025, Selasa (25/11/2025). sebuah agenda tahunan yang menjadi instrumen penting dalam regenerasi kepemimpinan dan penguatan budaya demokrasi di lingkungan kampus.

Kegiatan yang dipusatkan di area Kampus 2 UNUSIDA ini berlangsung tertib dan penuh antusiasme dari mahasiswa. Adapun Pemilu Raya ini melibatkan seluruh mahasiswa dari berbagai program studi untuk memilih pengurus inti ORMAWA UNUSIDA mulai dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat universitas maupun fakultas, hingga Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi).

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Pemilu Raya menjadi momentum strategis bagi mahasiswa untuk belajar berdemokrasi sekaligus mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan sejak dini.

Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru harus fokus pada penguatan kapasitas organisasi, konsistensi pelaporan dan dokumentasi kegiatan, kegiatan yang selaras dengan indikator SIMKATMAWA, pembinaan karakter dan kepemimpinan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat dan kontribusi terhadap lingkungan kampus.

“Pemilu Raya bukan hanya soal memilih ketua organisasi, tetapi juga proses edukasi demokrasi. Di sini mahasiswa belajar bagaimana mengelola aspirasi, menjaga integritas, dan menghargai perbedaan. Kami berkomitmen memastikan penyelenggaraan berlangsung jujur, adil, dan transparan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Biro Kemahasiswaan terus mendorong ORMAWA untuk menciptakan persaingan sehat, menyusun visi-misi yang relevan, serta mendorong program yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat.

Ketua KPU-M UNUSIDA, Mohammad Irsyad Haki sangat mengapresiasi partisipasi mahasiswa pada tahun ini yang secara tertib mengikuti prosedur PEMIRA dari awal. Nampak, mahasiswa mulai memadati lokasi pemungutan suara untuk memberikan hak pilih mereka sejak pagi. Hal tersebut menunjukkan euforia Pemilu Raya terasa kuat, menandakan tingginya kesadaran berdemokrasi di kalangan mahasiswa.

“Alhamdulillah mahasiswa dari berbagai angkatan terlibat aktif dalam tahapan kampanye hingga pemungutan suara. Semoga momentum Pemilu Raya merupakan kesempatan untuk memperkuat organisasi mahasiswa agar lebih adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan kampus,” ungkapnya.

Irsyad memastikan seluruh proses berlangsung objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, panitia sejak awal sudah menerapkan tahapan verifikasi kandidat yang ketat, penyampaian visi-misi secara terbuka melalui masa kampanye, hingga penghitungan suara secara transparan.

Ia berharap para ketua terpilih dapat menjalankan amanah dan menyusun program kerja yang selaras dengan visi universitas. Sebab melalui partisipasi yang tinggi dan pelaksanaan yang profesional, ia mengajak agar Pemilu Raya ini menjadi momentum penting dalam menghasilkan pemimpin mahasiswa yang berintegritas dan visioner.

“Penyelenggaraan Pemilu Raya ORMAWA 2025 menjadi bukti bahwa UNUSIDA terus berupaya membangun iklim organisasi yang sehat, inklusif, dan demokratis. Saya harap pemimpin terpilih mampu membawa energi baru, gagasan segar, dan semangat kolaboratif untuk memajukan organisasi mahasiswa sekaligus mendukung prestasi kampus di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” pungkasnya.

Flyer Ucapan UNUSIDA Raih Predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025 (Foto: Istimewa)

UNUSIDA Raih Predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025: Bukti Penguatan Tata Kelola Kemahasiswaan yang Akuntabel dan Berdaya Saing

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada tahun 2025. Berdasarkan surat resmi nomor 4744/B2/DT.01.01/2025, UNUSIDA berhasil meraih predikat Baik Sekali dalam Sistem Informasi dan Tata Kelola Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek). Capaian ini menegaskan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya sekaligus menempatkan UNUSIDA sejajar dengan perguruan tinggi lain yang memiliki tata kelola kemahasiswaan unggul.

Wakil Rektor 3 UNUSIDA, H. Ali Masykuri, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam terhadap seluruh civitas akademika atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan predikat ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari biro, program studi, dosen pembimbing, hingga organisasi mahasiswa yang aktif berkegiatan dan berprestasi.

“Alhamdulillah, predikat SIMKATMAWA UNUSIDA naik menjadi Baik Sekali, bersama dengan UNUSA. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen UNUSIDA dalam membangun sistem tata kelola kemahasiswaan yang unggul, akuntabel, dan berdampak bagi mahasiswa. Terima kasih atas kerja keras seluruh civitas academica. Mari terus bergerak maju, tumbuh bersama, dan berprestasi lebih tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni UNUSIDA, Fajar Nur Yasin, M.Pd., menguraikan langkah strategis yang ditempuh dalam meningkatkan kualitas pelaporan serta tata kelola SIMKATMAWA. Strategi tersebut meliputi:

  • Penguatan koordinasi dengan tim internal dan program studi untuk memastikan data lengkap dan tepat waktu.

  • Standarisasi prosedur pelaporan, melalui penyusunan panduan teknis dan penetapan timeline yang terstruktur.

  • Monitoring dan evaluasi berkala agar data yang dilaporkan akurat, relevan, dan sesuai indikator penilaian.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan predikat SIMKATMAWA tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi juga memberi efek domino bagi kualitas institusi.

Dampak pada Akreditasi Institusi dan Reputasi Publik

Fajar menjelaskan bahwa SIMKATMAWA memuat berbagai komponen pelaporan, mulai dari prestasi mahasiswa tingkat kementerian maupun non-kementerian, kegiatan mandiri di luar kampus, program MBKM, aktivitas Organisasi Mahasiswa (Ormawa) serta program pengembangan karier dan kompetensi.

“Dengan meningkatnya peringkat SIMKATMAWA, beberapa indikator akreditasi institusi otomatis terpenuhi sehingga menjadi modal kuat untuk akreditasi berikutnya. Selain itu, capaian ini meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik karena prestasi dan kinerja mahasiswa mencerminkan kualitas pendidikan serta pembinaan di UNUSIDA,” jelasnya.

Fasilitasi Ormawa agar Lebih Produktif dan Relevan

Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menyebutkan bahwa selama ini pihaknya juga memperkuat kapasitas organisasi mahasiswa melalui berbagai dukungan, mulai dari pendampingan rutin agar program kerja selaras dengan indikator SIMKATMAWA dan instrumen akreditasi, pelatihan dan workshop manajemen organisasi, kepemimpinan, dan penyusunan program kegiatan, dukungan administratif dan pendanaan agar kegiatan terdokumentasi dengan baik, hingga rutin menggelar rapat koordinasi serta monitoring-evaluasi berkala untuk memastikan kegiatan ormawa lebih terarah dan berdampak.

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kegiatan mahasiswa tidak hanya berjalan, tetapi juga memberi nilai strategis bagi perkembangan institusi.

Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh pihak yang terlibat, khususnya organisasi mahasiswa. Sebab, predikat Baik Sekali dalam SIMKATMAWA 2025 menjadi tonggak penting bagi UNUSIDA dalam memperkuat tata kelola kemahasiswaan yang lebih profesional, partisipatif, dan berorientasi prestasi. Capaian ini bukan akhir, tetapi awal dari langkah baru menuju universitas yang unggul dan berdaya saing nasional.

“Terima kasih atas kerja keras dan kolaborasi semua pihak, termasuk pengurus Ormawa yang telah menjalankan program kerja sesuai target. Jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan, memperkuat sinergi, dan menjaga konsistensi kinerja agar UNUSIDA semakin berprestasi dan berdaya saing,” pesannya. (MY)

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Perkuat Kapasitas Relawan Muda (Foto: UKM KSR PMI UNUSIDA)

UKM KSR-PMI UNUSIDA Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Perkuat Kapasitas Relawan Muda

SIDOARJO – Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (UKM KSR-PMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kapasitas mahasiswa melalui kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama yang diselenggarakan di Markas PMI Kabupaten Sidoarjo, Ahad (9/11/2025) lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mencetak relawan muda yang kompeten, bertanggung jawab, serta siap bertindak cepat dalam situasi darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Pelatihan yang diikuti puluhan anggota aktif dan calon anggota KSR-PMI UNUSIDA tersebut menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus keterampilan praktis terkait penanganan keadaan darurat. Pertolongan pertama sering menjadi penentu keselamatan seseorang sebelum mendapat tindakan medis lanjutan. Karena itu, kehadiran relawan yang terlatih dan memahami teknik yang benar sangat dibutuhkan di berbagai situasi, terlebih di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan potensi risiko kecelakaan yang tak terduga.

Sejak pagi, peserta telah memadati aula pelatihan Markas PMI Sidoarjo dengan antusiasme tinggi. Kegiatan diawali dengan pengenalan dasar mengenai prinsip-prinsip pertolongan pertama, peran relawan, hingga etika penanganan korban. Tim instruktur dari PMI Kabupaten Sidoarjo, yang dikenal berpengalaman dalam dunia medis dan penanganan kebencanaan, memberikan materi secara sistematis dan mudah dipahami, baik bagi peserta baru maupun anggota yang sudah lebih dulu bergabung. Para instruktur tidak hanya memberikan teori, namun juga menekankan pentingnya ketenangan, kecepatan, dan ketepatan dalam mengambil tindakan ketika menghadapi korban kecelakaan.

Dalam sesi teori, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai langkah awal penanganan kecelakaan, mulai dari metode pemeriksaan respons korban, teknik memanggil bantuan, hingga cara mengamankan lokasi agar proses pertolongan dapat dilakukan dengan aman. Instruksi mengenai jenis-jenis luka, penanganan pendarahan, hingga cara memberikan bantuan pada korban tidak sadarkan diri turut menjadi bagian penting dalam materi tersebut. Peserta kemudian diarahkan untuk memahami kondisi-kondisi darurat yang paling sering terjadi di lingkungan kampus, seperti cedera saat olahraga, kecelakaan ringan, hingga situasi medis mendadak yang memerlukan respons cepat.

Memasuki sesi praktik, suasana semakin dinamis. Peserta berkesempatan mempraktikkan langsung berbagai teknik pertolongan pertama yang telah dipelajari. Instruktur PMI memberikan demonstrasi terkait pembalutan luka, penanganan pendarahan, teknik memasang bidai pada anggota tubuh yang patah, hingga cara aman memindahkan korban dari lokasi kejadian. Tidak sedikit peserta yang awalnya tampak gugup, namun seiring berjalannya waktu mulai menunjukkan kepercayaan diri dalam mempraktikkan langkah-langkah tersebut bersama tim kecil masing-masing.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah simulasi kasus lapangan. Dalam simulasi ini, peserta dihadapkan pada skenario seolah-olah sedang menangani korban kecelakaan secara nyata. Mereka harus melakukan asesmen situasi, melakukan tindakan pertolongan pertama sesuai prosedur, hingga bekerja sama dalam tim untuk menyelamatkan “korban”. Suasana simulasi dibuat semirip mungkin dengan kondisi di lapangan, sehingga peserta dapat memahami pentingnya kerja cepat, komunikasi efektif, dan ketelitian saat memberikan pertolongan.

Ketua UKM KSR-PMI UNUSIDA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan agenda tahunan yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter relawan muda yang tanggap dan terampil. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan kesiapsiagaan anggota KSR dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa UNUSIDA memiliki potensi besar untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kebencanaan, sehingga pelatihan seperti ini menjadi landasan penting sebelum mereka terjun langsung ke lapangan.

Lebih dari sekadar memenuhi agenda tahunan, pelatihan ini juga menjadi wujud nyata pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas relawan. Mahasiswa yang terlatih diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat sekitar. Selain itu, keberadaan relawan KSR UNUSIDA yang kompeten dapat mendukung berbagai kegiatan kampus dan kemanusiaan, terutama dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Kegiatan pelatihan juga mendapatkan apresiasi dari pihak PMI Kabupaten Sidoarjo. Mereka menilai bahwa UNUSIDA merupakan salah satu kampus yang aktif mendukung pengembangan kompetensi pertolongan pertama bagi mahasiswa. Menurut tim instruktur PMI, semakin banyak relawan muda yang terampil, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan kepada masyarakat dalam upaya mengurangi risiko cedera dan mempercepat penanganan keadaan darurat.

Di akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman mereka mengenai materi yang telah disampaikan. Evaluasi dilakukan melalui diskusi, tanya jawab, dan uji praktik, sehingga peserta benar-benar dapat memastikan bahwa teknik yang dilakukan sudah sesuai prosedur keselamatan. Tidak sedikit peserta yang merasa bahwa pelatihan ini membuka cara pandang baru mengenai pentingnya pertolongan pertama.

Salah satu peserta menyampaikan kesan bahwa pelatihan ini membuatnya lebih percaya diri dalam menghadapi situasi darurat. “Biasanya saya bingung kalau melihat ada orang terluka, tetapi setelah pelatihan ini saya jadi tahu tindakan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan,” ujarnya.

Pelatihan Pertolongan Pertama yang diselenggarakan UKM KSR-PMI UNUSIDA ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan dan memperluas pengalaman mereka dalam bidang kemanusiaan. Dengan bekal kemampuan teknis dan mental yang kuat, mahasiswa dapat menjadi bagian dari relawan yang sigap, berpengetahuan, dan siap memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pembagian sertifikat yang menandai komitmen para peserta untuk menjadi relawan muda yang lebih siap menghadapi keadaan darurat. Ke depan, UKM KSR-PMI UNUSIDA berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan lanjutan, menjalin kerja sama dengan PMI, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat dalam bidang kebencanaan dan kesehatan.

 

Penulis: Afidatul Aliyah

Mahasiswa Dikenalkan Visi dan Misi Program Studi Manajemen oleh Kaprodi dalam MANIFEST 2025 (Foto: Hima Manajemen UNUSIDA)

MANIFEST 2025 Jadi Momentum Pengenalan Visi dan Misi Program Studi Manajemen Kepada Mahasiswa

TRAWAS – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) UNUSIDA memberikan penguatan fundamental kepada mahasiswa baru melalui sesi pengenalan visi dan misi Program Studi Manajemen dalam rangkaian kegiatan yang bertajuk Management Family Establishment (MANIFEST) 2025. Kegiatan yang digelar di Villa Pondok Darul Mutta’allimin, Trawas, Mojokerto pada 20–21 Oktober 2025 tersebut menghadirkan Kepala Program Studi Manajemen, Mustaqim, S.E., M.M sebagai narasumber utama.

Dalam penyampaiannya, Mustaqim menegaskan bahwa Program Studi Manajemen UNUSIDA memiliki visi menjadi prodi unggul yang menghasilkan lulusan berkompeten melalui integrasi keilmuan manajemen bisnis, kewirausahaan, dan nilai-nilai Aqidah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah. Visi tersebut menjadi identitas dan fondasi dalam merancang seluruh kebijakan akademik maupun arah pengembangan karakter mahasiswa.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Prodi Manajemen menerapkan sejumlah strategi, di antaranya:

  • Peningkatan mutu pembelajaran melalui metode pengajaran adaptif, kolaboratif, dan berbasis proyek.

  • Penguatan riset yang berdampak, termasuk fasilitasi publikasi jurnal penelitian dan jurnal pengabdian masyarakat melalui Fakultas Ekonomi.

  • Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) yang berorientasi pada manajemen berkelanjutan serta selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya bidang pertumbuhan ekonomi inklusif dan pekerjaan layak.

Tak hanya itu, Prodi Manajemen juga terus mengembangkan kurikulum yang selaras dengan perkembangan kebutuhan industri dan dunia usaha. Pengembangan tersebut diwujudkan melalui:

  • Pelatihan kepemimpinan dan soft skills manajerial.

  • Penyediaan program sertifikasi kompetensi BNSP untuk meningkatkan daya saing lulusan.

  • Integrasi nilai-nilai keagamaan dan etika profesi dalam seluruh aktivitas akademik dan non-akademik.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teoritis dan praktis, tetapi juga karakter keislaman yang moderat, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Melalui paparan visi dan misi ini, Prodi Manajemen UNUSIDA menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang kompeten, moderat, adaptif, dan siap bersaing di tingkat global. Para mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, menjawab tantangan dunia industri, serta tetap berpegang teguh pada identitas keislaman Nahdlatul Ulama.

“Pengenalan visi dan misi ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengikuti seluruh rangkaian MANIFEST 2025 dan perjalanan akademik mereka di Prodi Manajemen UNUSIDA,” tandasnya.

Hima Prodi Manajemen UNUSIDA Sukses Gelar MANIFEST 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar MANIFEST 2025: Bangun Harmoni, Kreativitas, dan Kepemimpinan Mahasiswa

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan tahunan Management Family Establishment (MANIFEST) 2025 dengan mengangkat tema ‘Manifestasi dalam Harmoni, Menata Langkah dan Mulai Berkreatifitas’. Kegiatan ini digelar pada Kamis–Jumat (20–21/10/2025) di Kampus 2 UNUSIDA dan Villa Pondok Darul Muttaalimin, Selotapak, Trawas, Mojokerto.

Kegiatan MANIFEST 2025 dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA Ayu Lucy Larassaty, S.E., M.M., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif HIMA dalam menghadirkan wadah pengembangan diri bagi mahasiswa Manajemen. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan seperti MANIFEST sangat penting untuk memperkuat kompetensi non-akademik mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi kepemimpinan, kreativitas, problem solving, serta ketahanan mental. Sebab sejalan dengan visi dan misi Program Studi, MANIFEST harus menjadi salah satu proses membentuk mahasiswa Manajemen harus menjadi generasi yang adaptif dan berdaya saing.

“MANIFEST bukan hanya kegiatan penyambutan, tetapi sarana strategis untuk mengasah mental, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan problem solving. Ini adalah bagian dari proses pembentukan mahasiswa Manajemen yang unggul dan adaptif,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda berbobot mulai dari materi Mental Health, Problem Solving, Leadership, hingga pelatihan kerja tim. Kegiatan outdoor di Trawas juga dirancang untuk memperkuat kerja sama, kedisiplinan, dan karakter tangguh mahasiswa. Suasana harmonis dan kolaboratif menjadi ciri khas MANIFEST tahun ini.

Ketua HIMA Manajemen UNUSIDA, Romaldi Jabbar, berharap MANIFEST 2025 dapat menjadi momentum untuk menguatkan rasa kekeluargaan antar-angkatan. Dengan terselenggaranya MANIFEST 2025, Ia berharap tradisi ini dapat terus dilanjutkan sebagai wahana penguatan kapasitas dan karakter mahasiswa, sehingga melahirkan generasi Manajemen UNUSIDA yang kreatif, solutif, dan mampu tampil sebagai pemimpin masa depan.

“Kami ingin seluruh mahasiswa Manajemen semakin solid dan saling mengenal. MANIFEST adalah ruang untuk menata langkah dan mulai berkreativitas bersama. Harmoni dan kebersamaan adalah modal penting untuk membangun organisasi yang kuat,” ungkapnya.

MANIFEST 2025 tidak hanya menghadirkan materi, tetapi juga menjadi ajang pembentukan identitas mahasiswa Manajemen sebagai pribadi yang inovatif, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen HIMA Manajemen dalam mendukung pencapaian visi program studi untuk mencetak mahasiswa yang berdaya saing dan berkarakter.

“Semoga kegiatan ini mampu menjadi tradisi akademik yang konsisten mendorong peningkatan soft skill, karakter unggul, serta solidaritas organisasi, agar mahasiswa Manajemen semakin siap menjadi generasi profesional, kreatif, dan kompetitif di masa depan,” harapnya.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si saat membuka UNUSIDA Futsal Competition 2025 di GOR Serbaguna Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Rektor Resmi Buka UNUSIDA Futsal Competition 2025, 32 Tim Siap Bersaing Menjadi yang Terbaik

SIDOARJO — UNUSIDA Futsal Competition (UFC) 2025 resmi dibuka oleh Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo pada Sabtu (15/11/2025) di Gedung Serbaguna Komplek Gelora Delta Sidoarjo. Kegiatan bergengsi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNUSIDA Kabinet Infinity ini menjadi ajang kompetisi futsal terbesar yang melibatkan pelajar tingkat SMA/SMK se-Sidoarjo dan wilayah sekitarnya.

Tahun ini, UFC 2025 mencatat antusiasme luar biasa dengan keikutsertaan 32 tim futsal yang siap bersaing menampilkan kemampuan terbaik mereka. Para peserta akan menjalani pertandingan mulai dari babak grup, kemudian dilanjutkan ke fase knock out system, hingga akhirnya bertemu di partai final yang akan menentukan juara UFC 2025 kali ini.

Dalam sambutannya, Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada BEM UNUSIDA yang konsisten menghadirkan kegiatan positif dan kompetitif bagi generasi muda. Ia menegaskan bahwa olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang membangun karakter, sportivitas, dan kerja sama tim.

“UFC 2025 bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang tumbuh bagi pelajar untuk belajar disiplin, meningkatkan kemampuan, dan memperluas jaringan pertemanan. UNUSIDA selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi perkembangan pemuda,” ujarnya.

Ketua BEM UNUSIDA Kabinet Infinity, M. Burhanuddin Robbani menambahkan bahwa kompetisi ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan mampu melahirkan bakat-bakat baru di dunia futsal. Ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi antar pelajar, memperkuat karakter pemuda, dan mendorong minat generasi muda pada olahraga.

Ia menjelaskan bahwa format ini dipilih agar para peserta merasakan pengalaman kompetisi yang lengkap, mulai dari strategi saat liga grup hingga tekanan mental pada pertandingan gugur. Sistem pertandingan ini dirancang untuk memberikan ruang kompetisi yang adil, sekaligus menguji konsistensi dan ketahanan tiap tim dalam menghadapi lawan dari berbagai level.

“Kami ingin setiap tim mendapatkan pengalaman bermain yang maksimal, sekaligus mengasah sportivitas, disiplin, dan mental kompetitif mereka,” ungkapnya.

Dengan dibukanya UNUSIDA Futsal Competition 2025 secara resmi, seluruh tim kini bersiap memberikan yang terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, dan menampilkan permainan terbaik mereka. UFC 2025 siap menghadirkan pertandingan seru, penuh antusiasme, dan kompetitif hingga babak final yang akan dilaksanakan pada 24 November 2025 mendatang. (MY)

Refleksi Hari Sumpah Pemuda 2025 (Foto: Istimewa)

Refleksi Sumpah Pemuda 2025: Orkestrasi Ego Organisasi Mahasiswa Jalan Menuju Sinergi dan Mutu

Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober bukan sekadar momen historis, tetapi refleksi abadi tentang resolusi, semangat, dan persatuan. Di tengah derasnya arus globalisasi dan visi besar Indonesia Emas 2045, semangat persatuan itu harus dihidupkan kembali, terutama di lingkungan kampus, tempat lahirnya calon pemimpin bangsa yang Unggul dan Bermutu.

Momentum sumpah pemuda selalu menjadi ruang reflektif bagi kaum muda Indonesia untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan kemajuan sebagaimana tercermin dalam Sumpah Pemuda 1928. Namun, di era modern, bentuk perjuangan itu tak lagi berupa angkat senjata, melainkan ikhtiar intelektual dan kolaboratif dalam membangun bangsa melalui pendidikan. Bagi mahasiswa, semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan dalam kontribusi nyata terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kini berada pada fase penting dalam upaya meraih Akreditasi Institusi Unggul. Capaian awal sudah terlihat, misalnya Program Studi PGSD yang telah meraih Akreditasi Unggul (A) dari LAMDIK sejak 2022. Capaian ini bukan sekadar tanggung jawab struktural pimpinan kampus, tetapi juga bergantung pada mutu mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) yang menjadi motor penggerak kegiatan non-akademik.

Ego Sektoral: Penghalang Mutu Non-Akademik

Khususnya, Ormawa di UNUSIDA baik BEM, DPM, HIMA, UKM, maupun organisasi eksternal seperti PMII dan IPNU-IPPNU, sejatinya merupakan garda depan pengembangan mutu non-akademik. Namun, ego sektoral sering kali menjadi batu sandungan. Alih-alih berkolaborasi, banyak Ormawa justru sibuk berebut panggung dan menggelar acara serupa tanpa arah yang terukur. Padahal, prestasi nasional dan internasional merupakan indikator langsung bagi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Akreditasi Unggul.

Di banyak kampus, termasuk UNUSIDA, sering muncul fenomena kompetisi internal antar-organisasi, di mana masing-masing berlomba menunjukkan eksistensi pribadi tanpa memperhatikan sinergi dan dampak kolektif terhadap mutu kampus. Akibatnya, energi yang seharusnya diarahkan untuk membangun kemajuan bersama justru terpecah oleh perbedaan orientasi dan kepentingan struktural.

Oleh karena itu, tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan Mutu Mahasiswa secara institusional, yakni melalui penguatan peran Organisasi Mahasiswa (Ormawa) baik intra maupun ekstra kampus.

Orkestrasi Ego: Jalan Menuju Sinergi dan Mutu

Dari sinilah gagasan Orkestrasi Ego menjadi penting. Seperti orkestra musik yang membutuhkan keselarasan instrumen agar menghasilkan harmoni, Ormawa pun perlu menyatukan visi dan program agar menghasilkan dampak nyata bagi kampus.

Orkestrasi ego bukan berarti meniadakan perbedaan, melainkan mengelola perbedaan menjadi kekuatan kolektif. Dengan satu visi bersama, mewujudkan mahasiswa UNUSIDA yang Unggul dan Bermutu. Setiap Ormawa dapat memainkan peran spesifiknya dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.

  • Dalam Pendidikan, Ormawa intra seperti BEM, HIMA, dan UKM dapat berperan memperkuat soft skill, kepemimpinan, dan literasi digital mahasiswa melalui pelatihan, seminar, serta lomba-lomba inovatif.

  • Dalam Penelitian, kolaborasi lintas prodi dan Ormawa bisa menjadi ruang aktualisasi ide-ide kreatif mahasiswa. Contohnya, sinergi lintas disiplin menghasilkan karya seperti Ecodrone, inovasi yang membawa mahasiswa Unusida meraih Gold Award di International Innovation & Invention Summit 2024 di Polandia. Hal serupa perlu direplikasi oleh Ormawa intra kampus agar kolaborasi lintas bidang menjadi budaya baru.

  • Dalam Pengabdian Masyarakat, Ormawa ekstra kampus seperti PMII dan IPNU-IPPNU telah berperan aktif melalui kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, dan penguatan karakter berbasis nilai Aswaja An-Nahdliyah. PMII dengan fokus pada nalar kritis dan advokasi sosial, serta IPNU-IPPNU dengan kekuatan kaderisasi dan nilai Aswaja An-Nahdliyah, harus diorkestrasi menjadi kekuatan soft skill mahasiswa UNUSIDA: kritis, berkarakter, dan beretika.

Ketiga ranah ini, bila diorkestrasi dengan baik, akan memperkuat posisi mahasiswa sebagai pelaku Tri Dharma sejati, tidak hanya akademis, tetapi juga sosial dan moral.

Satu Visi, Tujuh Aksi, Tunggal Dedikasi

Penyelarasan seluruh program Ormawa dirasa sangat penting agar bergerak dalam harmoni menuju satu tujuan: meningkatkan mutu dan capaian prestasi mahasiswa. Refleksi Sumpah Pemuda 2025 di Unusida menegaskan pentingnya satu kesepahaman bersama:

“Satu Visi: Unggul dan Bermutu 2026; Tujuh Aksi Terkoneksi; Tunggal Dedikasi demi Akreditasi Unggul.”

Untuk mewujudkan Visi Unggul dan Bermutu, Ormawa UNUSIDA perlu menjalankan Tujuh Aksi strategis, yaitu:

  1. Peningkatan Prestasi Nasional & Internasional

  2. Peningkatan Kualitas Kepemimpinan & Manajerial

  3. Penguatan Riset Mahasiswa

  4. Pengembangan Pengabdian Masyarakat

  5. Penciptaan Start-up dan Kewirausahaan

  6. Penguatan Jejaring Alumni & Industri

  7. Penguatan Karakter Ke-NU-an

Setiap aksi harus diukur dengan data luaran konkret dan kontribusinya terhadap mutu mahasiswa. Jika seluruh Ormawa bergerak dalam tujuh poros aksi tersebut, maka setiap kegiatan akan memiliki nilai terukur terhadap IKU dan secara langsung mendukung mutu institusi.

Dalam hal ini, upaya kampus melalui pelaksanaan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) yang menekankan pada manajemen dan pengukuran kinerja pengurus Ormawa harus menjadi fondasi nyata dalam penerapan program. Orkestrasi ego memastikan pelatihan tidak berhenti di ruang seminar, tetapi diterapkan di lingkungan kampus dan masyarakat.

Pemimpin sebagai Dirigen Perubahan

Pemimpin Ormawa dituntut menjadi dirigen, bukan rival. Mereka harus menundukkan ego pribadi dan struktural untuk membangun harmoni kolektif. Inilah makna Tunggal Dedikasi: komitmen moral untuk menomorsatukan mutu kader dan prestasi lembaga di atas popularitas pribadi.

Pemimpin Ormawa bukan sekadar pengatur agenda, tetapi dirigen perubahan yang mampu menyatukan potensi individu menjadi kekuatan kolektif. Mereka harus memiliki kecerdasan emosional, visi strategis, dan integritas moral agar dapat menengahi konflik antar organisasi serta menjaga fokus pada misi akademik dan sosial kampus.

Pemimpin yang mampu mengorkestrasi ego adalah mereka yang memiliki kecerdasan emosional, integritas, dan kenegarawanan. Mereka bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi penggerak peradaban kampus.

Setiap kegiatan mahasiswa seharusnya menjadi perwujudan nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi:

  • Pendidikan yang melahirkan insan cendekia berkarakter,

  • Penelitian yang berorientasi pada solusi sosial dan inovasi teknologi,

  • Pengabdian masyarakat yang memperkuat nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Dengan semangat itu, kegiatan mahasiswa tidak lagi sebatas acara seremonial, tetapi bagian dari ekosistem mutu kampus yang berkelanjutan.

Jika seluruh Ormawa, baik Intra maupun Ekstra Kampus mampu menerapkan model Satu Visi, Tujuh Aksi, Tunggal Dedikasi, maka Unusida akan menjadi model kampus NU unggulan dalam mencetak Pemuda Unggul Bermutu yang siap bersaing di level nasional dan global.

Refleksi Spirit Sumpah Pemuda

Pada momentum Sumpah Pemuda 2025, mari seluruh Ormawa UNUSIDA berseru dalam satu irama:

“Jadilah Dirigen atas dirimu sendiri. Rangkul perbedaan, reduksi ego, dan ciptakan simfoni program yang harmonis demi mutu tertinggi mahasiswa Unusida.”

Spirit Sumpah Pemuda 1928 mengajarkan bahwa persatuan bukanlah keseragaman, melainkan komitmen untuk berjalan dalam arah yang sama. Dalam konteks Ormawa, hal itu berarti mengubah pola pikir “siapa yang paling unggul” menjadi “bagaimana kita bisa unggul bersama”.

UNUSIDA memiliki semua modal menuju hal itu. Mulai SDM potensial, prestasi nasional dan internasional, serta nilai-nilai ke-NU-an yang menjadi fondasi moral. Yang dibutuhkan kini hanyalah orkestrasi ego agar setiap potensi berjalan seirama menuju kampus Unggul dan Bermutu. Sekaligus mewujudkan cita-cita besar: Mahasiswa Unggul Bermutu, Pemimpin Bangsa Masa Depan.

Penulis; Achmad Wahyudi (MY)