Pos

Latihan Alam IV UKMTeater SAE UNUSIDA (Foto: Dwi Anggraeni Novita Sari/Humas UNUSIDA)

UKM Teater SAE UNUSIDA Sukses Gelar Latihan Alam IV, Perkuat Karakter dan Solidaritas Mahasiswa

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) Teater SAE sukses menggelar Latihan Alam IV dengan mengusung tema ‘Panggung Tanpa Batas: Ruang Tumbuh dan Berkarya’. Kegiatan ini dipusatkan di Gondang, Pacet, Mojokerto selama tiga hari, Jum’at-Ahad (23-25/1/2026).

Selama pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian agenda yang meliputi penyampaian materi, diskusi, praktik lapangan, refleksi, hingga aktivitas seni dan kebersamaan di alam terbuka. Seluruh kegiatan dirancang untuk melatih mental, fisik, serta pola pikir peserta agar mampu berproses secara disiplin, bertanggung jawab, dan kolaboratif.

Ketua Umum UKM Teater SAE UNUSIDA, Agus Muhsinin, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa Latihan Alam IV bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang tumbuh bagi setiap peserta. Ia menyebutkan, kegiatan pengkaderan ini berfokus pada pembentukan karakter, solidaritas, serta pengembangan kreativitas dan kepemimpinan mahasiswa.

“Latihan Alam IV ini diharapkan menjadi proses pembelajaran berkelanjutan. Melalui kebersamaan selama tiga hari, kami ingin membangun kesadaran peran individu dalam organisasi serta membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan peka terhadap dinamika kerja kolektif,” ujarnya, Jumat (24/01/2026).

Melalui kegiatan ini, ia berharap Latihan Alam IV menjadi wadah berkelanjutan dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kepedulian peserta terhadap alam dan lingkungan. Lebih dari sekadar pengkaderan, kegiatan ini menjadi ruang proses yang menumbuhkan kebersamaan, kepekaan rasa, dan semangat berkarya.

“Semoga nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat terus diterapkan, baik dalam perjalanan berteater maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Antusiasme peserta tampak dari keterlibatan aktif dalam setiap sesi, mulai dari materi, diskusi, hingga praktik lapangan. Kegiatan ini juga didampingi pemateri berpengalaman yang memberikan arahan serta ruang dialog, sehingga proses pembelajaran berlangsung terarah dan bermakna.

Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA, Rafly Alfandi, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Latihan Alam IV menjadi ruang belajar untuk mengolah rasa terhadap diri sendiri, alam, dan lingkungan sekitar.

“Nikmati alamnya, resapi prosesnya, dan tetap berkarya di mana pun kalian berada,” pesannya.

Salah satu peserta, Nur Izzah, mengungkapkan bahwa Latihan Alam IV membantunya menyadari pentingnya hubungan manusia dengan alam. “Alam memberi kehidupan, ketenangan, dan pelajaran berharga tentang rasa syukur atas ciptaan-Nya,” tuturnya.

Penulis: Dwi Anggraeni Novita sari

Alumni UNUSIDA Kak Maulidia Nur Rachmah Bagikan Tips Menyeimbangkan Akademik dan Organisasi dalam Latihan Rutin UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA (Foto: UKM Pramuka)

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Latihan Rutin Bahas Struktur Organisasi

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar latihan rutin, Ahad (18/01/2026), di lingkungan Kampus UNUSIDA. Kegiatan ini diikuti oleh anggota aktif serta calon anggota baru.

Pada pertemuan kali ini, peserta mendapatkan materi tentang struktur organisasi Pramuka Khatulistiwa yang disampaikan oleh Kak Maulidia Nur Rachmah, S.Pd. Materi tersebut difokuskan pada pengenalan peran, tugas, serta alur koordinasi dalam organisasi, baik pada level pengurus inti maupun unsur pendukung lainnya.

Dalam pemaparannya, Kak Maulidia menjelaskan susunan organisasi yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Dewan Racana, Pembina, serta beberapa bidang teknis yang berperan dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Penjelasan ini bertujuan agar peserta memahami hubungan fungsional antarbagian serta pentingnya pola komunikasi organisasi yang efektif.

“Struktur organisasi tidak hanya menunjukkan susunan jabatan, tetapi juga sistem kerja yang mengatur koordinasi antaranggota. Pemahaman ini penting agar organisasi dapat berjalan tertib, efisien, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar teknis organisasi, pembagian tugas, serta mekanisme komunikasi internal. Diskusi berlangsung dinamis dan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi anggota aktif maupun calon anggota baru.

Sebagai alumni yang pernah aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, Kak Maulidia menegaskan bahwa akademik tetap harus menjadi prioritas utama, tanpa harus mengesampingkan peran organisasi sebagai ruang pengembangan diri.

Menurutnya, menjalani perkuliahan sambil aktif berorganisasi kerap menjadi tantangan bagi mahasiswa. Akan tetapi, keduanya justru dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan apabila dikelola dengan manajemen waktu dan prioritas yang tepat.

“Kuliah adalah tanggung jawab utama mahasiswa. Organisasi hadir sebagai sarana belajar kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen diri yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya menentukan skala prioritas sejak awal semester. Mahasiswa perlu memetakan jadwal kuliah, tugas akademik, serta agenda organisasi agar tidak saling berbenturan. Sebab, penggunaan agenda harian atau kalender digital dapat membantu mahasiswa mengelola waktu secara lebih teratur dan disiplin.

Selain itu, Kak Maulidia menyarankan mahasiswa untuk berani berkata jujur pada diri sendiri mengenai kemampuan dan batasan. Tidak semua kegiatan harus diikuti, dan tidak semua jabatan harus diambil. Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas anggota dalam pengelolaan organisasi, sekaligus meningkatkan kualitas keanggotaan serta kaderisasi Pramuka di lingkungan kampus.

“Aktif organisasi bukan soal banyaknya kegiatan, tetapi tentang konsistensi, komitmen, dan tanggung jawab terhadap amanah yang diemban,” tuturnya.

Alumni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) juga menilai bahwa organisasi justru dapat mendukung prestasi akademik apabila dijalani dengan benar. Keterampilan seperti kerja tim, komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah yang diperoleh di organisasi akan sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan maupun menghadapi tantangan di dunia kerja.

Ia mengajak mahasiswa UNUSIDA untuk menjadikan masa kuliah sebagai fase pembelajaran yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. “Ketika akademik dan organisasi dijalani dengan niat belajar dan pengelolaan waktu yang baik, keduanya akan saling melengkapi dan menjadi bekal berharga untuk masa depan,” pungkasnya.

HMTI UNUSIDA Gelar PESONA 3.0 “Industrial Integrity Vol. 3”, Siapkan Engineer Muda Profesional dan Berdaya Saing (Foto: Aisyah Widayani/Humas UNUSIDA)

HMTI UNUSIDA Gelar PESONA 3.0, Siapkan Engineer Muda Profesional dan Berdaya Saing

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyelenggarakan kegiatan orientasi Program Studi bertajuk Pengenalan dan Sosialisasi Organisasi Mahasiswa (PESONA) 3.0  dengan mengusung tema ‘Industrial Integrity Vol. 3: Menyiapkan Engineer Muda Profesional, Etis, dan Kompetitif’. Kegiatan ini dipusatkan di Kampus 2 UNUSIDA, Sabtu-Ahad (17-18/1/2026).

Ketua HMTI UNUSIDA, Abdee Alifio menjelaskan, kgiatan ini merupakan rangkaian awal pembinaan bagi mahasiswa baru Program Studi Teknik Industri, yang bertujuan memperkenalkan lingkungan akademik, budaya perkuliahan, serta nilai-nilai dasar keorganisasian di lingkungan kampus.

Melalui PESONA 3.0, HMTI UNUSIDA berupaya menanamkan sikap profesionalisme, integritas, dan etika sejak dini kepada mahasiswa baru sebagai bekal utama dalam membentuk karakter calon engineer muda yang siap menghadapi tantangan dunia industri yang semakin dinamis dan kompetitif.

“Sebagai mahasiswa Teknik Industri sangat penting mengenal budaya akademik di kampus dalam menumbuhkan rasa semangat dan percaya diri. Oleh karena itu, orientasi ini kita kemas dengan menyenangkan dan inspiratif untuk menumbuhkan daya inovasi dan kritis,” terangnya.

Selain pengenalan akademik, Abdee menekankan bahwa kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas antar mahasiswa, membentuk sikap tanggung jawab dan disiplin, dan mempersiapkan mental serta kesiapan mahasiswa dalam menjalani aktivitas akademik maupun organisasi selama masa perkuliahan.

Berbagai materi pengenalan program studi, dinamika organisasi, serta nilai-nilai keinsinyuran menjadi materi utama dalam kegiatan ini. Hal ini ditujukan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa baru tentang peran dan tanggung jawab sebagai bagian dari civitas akademika Teknik Industri UNUSIDA.

Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus, tetapi juga memiliki karakter unggul, etis, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan visi mencetak lulusan Teknik Industri yang profesional dan berkontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri.

“Mahasiswa UNUSIDA harus memiliki karakter dan integritas. Hal itu yang nantinya akan menjadi identitas tersendiri sebagai kader muda NU dalam belajar, menciptakan inovasi untuk melahirkan solusi dan mengabdi di tengah masyarakat dalam menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya.

Penulis: Aisyah Widayani (MY)

BEM UNUSIDA Matangkan Arah Gerak Organisasi melalui Rapat Penyusunan Program Kerja 2025–2026 (Foto: Muchammad Waziruddin/NU Delta)

Matangkan Arah Gerak Organisasi, BEM UNUSIDA Gelar Rapat Penyusunan Program Kerja 2025–2026

SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (BEM UNUSIDA) menyelenggarakan Rapat Penyusunan Program Kerja Periode 2025–2026 yang bertempat di Kedai Kopi Ahmed 4, Ahad (11/1/2025). Forum ini menjadi ruang strategis untuk mematangkan arah kebijakan, konsolidasi gagasan, serta peneguhan tata kelola organisasi mahasiswa di tingkat universitas.

Rapat berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA, M. Rafly Afandi, bersama Wakil Presma Alvin Dwi Yunianto. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran kementerian di lingkungan BEM UNUSIDA sebagai bagian dari proses awal perencanaan program kerja kepengurusan baru.

Dalam kesempatan tersebut, Presma UNUSIDA menekankan pentingnya keselarasan visi dan integrasi program antar kementerian. Menurutnya, program kerja tidak boleh dipahami sebagai agenda sektoral yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kesatuan arah gerak kolektif yang berkelanjutan.

“Program kerja BEM UNUSIDA harus menjadi rangkaian yang saling terhubung, membangun, dan berorientasi jangka panjang. Inilah semangat Sustainable Building Movement yang ingin kita wujudkan bersama,” tegas Rafly.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut menegaskan bahwa keseluruhan program yang diajukan merupakan upaya BEM UNUSIDA dalam menata ulang pola kerja organisasi agar lebih adaptif, terukur, dan selaras dengan transformasi digital.

Agenda inti rapat diisi dengan pemaparan rancangan program kerja dari masing-masing kementerian secara berurutan. Setiap kementerian menyampaikan garis besar gagasan strategis yang dirancang untuk saling menguatkan, baik dalam aspek penguatan kelembagaan, pengembangan kapasitas mahasiswa, maupun perluasan dampak sosial.

Kementerian Dalam Negeri, melalui perwakilannya, memaparkan arah penguatan kapasitas organisasi mahasiswa yang difokuskan pada pembinaan berjenjang di tingkat BEM Fakultas dan Himpunan Mahasiswa Program Studi. Pendekatan ini dirancang sebagai fondasi kesinambungan tata kelola organisasi yang lebih rapi, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyampaikan inisiatif penguatan literasi sains dan intelektualitas mahasiswa yang diarahkan ke luar kampus, khususnya menyasar siswa sekolah menengah atas dan sederajat. Program ini dirancang dalam bentuk kompetisi dan ruang pengembangan sains yang kolaboratif sebagai upaya mendorong budaya berpikir ilmiah sekaligus memperkuat peran mahasiswa UNUSIDA dalam ekosistem pendidikan.

Kementerian Agama memaparkan gagasan penguatan nilai keislaman dan kebudayaan mahasiswa melalui medium seni serta ekspresi religius yang inklusif dan moderat. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informasi menegaskan fokus kerja pada pembangunan sistem media organisasi yang berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan Website Ormawa UNUSIDA sebagai bank informasi terpusat yang memuat data kelembagaan, arsip kegiatan, dokumentasi, hingga bank press release. Langkah ini diposisikan sebagai fondasi penguatan identitas dan transparansi organisasi mahasiswa di ruang digital.

Sejalan dengan itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan memaparkan program penguatan kepemimpinan perempuan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia mahasiswa yang inklusif. Adapun Kementerian Pemuda dan Olahraga menyampaikan agenda UNUSIDA Futsal Cup (UFC) sebagai program rutin tahunan yang menyasar siswa SMA dan sederajat. Selain sebagai wadah pengembangan minat dan bakat olahraga, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat branding institusi serta jejaring kepemudaan di tingkat regional.

Momentum penting dalam rapat ini ditandai dengan penyampaian produk hukum organisasi oleh Wakil Presma UNUSIDA, Alvin Dwi Yunianto yang memaparkan kerangka Peraturan Presiden Mahasiswa dan Keputusan Presiden Mahasiswa sebagai landasan normatif baru dalam tata kelola BEM UNUSIDA.

“Peraturan ini hadir bukan untuk membatasi ruang gerak, tetapi untuk memastikan setiap program dan proses berjalan secara etis, disiplin, dan akuntabel. Dengan tata kelola yang jelas, BEM UNUSIDA dapat bergerak lebih profesional dan siap menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, secara khusus Alvin membacakan dan menetapkan Peraturan Presiden Mahasiswa Nomor 1 Tahun 2026 tentang Kode Etik, Disiplin, dan Tata Kelola Pengurus BEM UNUSIDA. Peraturan tersebut memuat ketentuan umum, asas dan tujuan, kode etik serta kewajiban pengurus, pengaturan status pengurus, mekanisme pelanggaran dan sanksi, hingga ketentuan penutup.

Alvin menegaskan bahwa regulasi ini dirancang sebagai fondasi keberlanjutan organisasi yang yang ditetapkan dan mulai diberlakukan pada hari yang sama sebagai bentuk komitmen awal kepengurusan periode 2025–2026.

“Rapat Kerja ini menjadi tonggak awal konsolidasi ide dan peneguhan arah gerak BEM UNUSIDA, kami berharap mampu menghadirkan organisasi mahasiswa yang berkelanjutan, adaptif terhadap transformasi digital, serta konsisten memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika UNUSIDA,” pungkasnya.

Penulis:  Muchammad Waziruddin (MY)

Rutinan Bulanan HIMA PGMI UNUSIDA (Foto: Putri Hidayati/Humas UNUSIDA)

Rutinan Bulanan HIMA PGMI UNUSIDA, Perkuat Ukhuwah dan Spiritualitas Mahasiswa

SIDOARJO — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HIMA PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) secara konsisten menyelenggarakan Rutinan Bulanan sebagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara berkala setiap bulan. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan HIMA PGMI dalam upaya mempererat ukhuwah antaranggota sekaligus meningkatkan kualitas spiritual mahasiswa Program Studi PGMI.

Ketua HIMA PGMI UNUSIDA, Nurul Eka menyampaikan bahwa rutinan bulanan ini tidak hanya berorientasi pada aspek ritual semata, tetapi juga memiliki nilai pembentukan karakter. Mahasiswa diajak untuk menumbuhkan kesadaran spiritual agar mampu menjalani kehidupan kampus dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan keikhlasan.

“Dengan fondasi spiritual yang kuat, semoga kami sebagai mahasiswa mampu menghadapi tantangan akademik maupun organisasi dengan sikap yang lebih tenang dan bijaksana,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Jum’at (9/1/2026).

Selain itu, ia menyebutkan bahwa rutinan ini juga menjadi sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi wadah refleksi diri bagi mahasiswa. Melalui kebersamaan dalam doa dan dzikir, ia berharap mampu menyeimbangkan antara tuntutan akademik, aktivitas organisasi, dan kehidupan spiritual. Keseimbangan tersebut dinilai penting untuk membentuk pribadi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.

Rutinan bulanan ini diisi dengan istighotsah bersama ini dilaksanakan dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Melalui istighotsah, mahasiswa memanjatkan doa dan ikhtiar batin kepada Allah SWT untuk memohon ampunan, ketenangan hati, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta keberkahan dalam setiap aktivitas akademik maupun organisasi yang dijalani.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. Juga menjadi momentum dalam memperkuat solidaritas antar sesama,” harapnya.

Rutinan Bulanan HIMA PGMI menjadi bukti komitmen mahasiswa PGMI dalam menjaga nilai-nilai religius di lingkungan kampus. Dengan istiqamah melaksanakan kegiatan ini, HIMA PGMI berharap dapat mencetak generasi pendidik madrasah ibtidaiyah yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah, serta siap mengabdikan diri kepada masyarakat dan bangsa.

“Alhamdulillah, semoga kegiatan ini dapat istiqamah dan memiliki manfaat dalam menunjang semangat dalam berkuliah,” pungkasnya.

Penulis: Putri Hidayati

Rapat Perdana BEM-FT UNUSIDA 2025–2026 (Foto: Rifki Hidayat/BEM-FT UNUSIDA)

Rapat Perdana BEM-FT UNUSIDA 2025–2026, Bangun Fondasi Organisasi yang Solid, Disiplin, dan Kolaboratif

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (BEM-FT UNUSIDA) secara resmi memulai roda kepengurusan periode 2025–2026 melalui pelaksanaan Rapat Perdana yang digelar di Kedai Ahmed 4, l. Sekawan Anggun raya No.30, Perum Bef, Bulusidokare, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (27/12/2025).

Rapat perdana tersebut tidak hanya diikuti oleh jajaran pengurus inti BEM-FT UNUSIDA, tetapi juga melibatkan seluruh organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknik, yakni Himpunan Mahasiswa Teknik Industri, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia. Forum ini menjadi ruang konsolidasi awal untuk menyatukan visi, menyelaraskan gerak, serta memperkuat komunikasi lintas ormawa fakultas.

Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur BEM-FT UNUSIDA Periode 2025–2026, Marendra Firdaus Putra, didampingi Wakil Gubernur Ulil Najwa. Agenda awal rapat diisi dengan penyampaian Tata Tertib Organisasi sebagai pijakan kerja kolektif Kabinet Mandala Aksi. Pemaparan tata tertib ini dimaksudkan untuk membangun kesamaan persepsi mengenai mekanisme kerja, kedisiplinan, serta tanggung jawab struktural setiap pengurus.

Marendra menegaskan bahwa tata tertib organisasi tidak dimaknai sebatas aturan administratif, melainkan sebagai instrumen etika dan komitmen bersama. Ia menyebut, rapat kali ini menjadi langkah awal strategis dalam membangun fondasi organisasi yang solid, disiplin, dan kolaboratif.

“Tata tertib ini kami hadirkan sebagai upaya menyelaraskan pola kerja, menjaga komitmen, dan memastikan setiap langkah BEM-FT berjalan dalam koridor tanggung jawab organisasi,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur BEM-FT UNUSIDA Ulil Najwa menekankan pentingnya tata tertib sebagai budaya kerja bersama, bukan sebagai pembatas kreativitas. Menurutnya, keberlangsungan organisasi mahasiswa sangat ditentukan oleh kesadaran kolektif dalam menaati aturan yang telah disepakati.

Melalui rapat perdana ini, ia dan tim menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola organisasi yang disiplin, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kualitas kader. Forum ini menjadi titik awal konsolidasi gerak mahasiswa teknik dalam menyongsong satu periode kepengurusan dengan semangat sinergi dan tanggung jawab bersama.

“Disiplin organisasi tidak boleh dimaknai sebagai beban, tetapi sebagai fondasi agar setiap program dan gagasan dapat berjalan secara tertib, terukur, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Agenda rapat kemudian dilanjutkan dengan sinkronisasi program kerja lintas organisasi mahasiswa Fakultas Teknik yang dikoordinasikan oleh Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) BEM-FT UNUSIDA. Forum ini dihadiri oleh bupati, wakil bupati, serta jajaran pengurus dari masing-masing himpunan mahasiswa Teknik Industri, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia. Sinkronisasi dilakukan guna menyelaraskan kalender kegiatan, menghindari benturan agenda, serta memperkuat sinergi antarormawa.

Dalam sesi berikutnya, Departemen Riset dan Teknologi BEM-FT UNUSIDA memaparkan sejumlah rancangan program kerja. Salah satunya adalah National Essay and Poster Design Competition (NEPC) yang disampaikan oleh Koordinator Departemen Riset dan Teknologi, Rifki Hidayat. Selain itu, turut diajukan gagasan pengembangan konten edukatif berkala yang mengangkat isu-isu aktual melalui analisis kolaboratif lintas keilmuan.

“Kami ingin mendorong tradisi berpikir kritis melalui konten edukasi yang tidak sektoral, tetapi dianalisis secara integratif dari perspektif Teknik Industri, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia,” jelas Rifki.

Rangkaian rapat perdana dilanjutkan dengan sosialisasi kepanitiaan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) Fakultas Teknik yang juga dikoordinasikan oleh Departemen PSDM. Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Koordinator PSDM, Nur Cahyo Febrianto, yang menekankan pentingnya pembentukan kepanitiaan sejak dini demi memastikan kesiapan kegiatan.

“Kegiatan ini membutuhkan persiapan yang matang, baik dari sisi manajerial maupun sumber daya manusia. Oleh karena itu, sosialisasi awal menjadi kunci kesiapan panitia secara menyeluruh,” tuturnya.

Sebagai penutup, dilaksanakan interview rekrutmen calon panitia LKMM-TD Fakultas Teknik yang dipimpin oleh Koordinator PSDM dan didampingi staf PSDM, Muchammad Waziruddin. Proses wawancara ini tidak hanya berorientasi pada seleksi teknis, tetapi juga menjadi ruang awal pembentukan chemistry dan pemetaan potensi kader.

“Kami mencari individu yang siap belajar, berproses, dan berkontribusi secara kolektif. Kaderisasi bukan sekadar agenda tahunan, tetapi investasi jangka panjang organisasi,” pungkasnya.

Penulis; Rifki Hidayat

Rapat Koordinasi BEM UNUSIDA Masa Khidmat 2025-2026 (Foto: BEM UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Rapat Koordinasi Perdana, Menata Gerak Kolektif Menuju Sustainable Building Movement

SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi mengawali masa bakti kepengurusan periode 2025–2026 melalui rangkaian Pelantikan Raya Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UNUSIDA yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (24/12/2025) lalu.

Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Perdana BEM UNUSIDA yang berlangsung di Ruang 409 Kampus 2 UNUSIDA sebagai penanda dimulainya kerja kolektif Ormawa tingkat universitas.

Rapat koordinasi perdana ini dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA periode 2025–2026, M. Rafly Afandi, didampingi Wakil Presiden Mahasiswa UNUSIDA, Alvin Dwi Yunianto. Forum berlangsung khidmat dan substantif, menghadirkan semangat awal untuk menyatukan visi, menyelaraskan arah kerja, serta memperkuat konsolidasi antarkementerian dalam struktur BEM UNUSIDA.

Dalam pemaparannya, Presma Rafly memperkenalkan visi Kabinet Reformist BEM UNUSIDA, yakni Sustainable Building Movement. Visi ini dimaknai sebagai gerakan membangun organisasi mahasiswa yang berkelanjutan, adaptif, serta bertumpu pada daya kolektif. Ia menegaskan bahwa misi utama kabinet adalah mewujudkan organisasi yang berorientasi pada kerja kolektif sekaligus membudayakan proses belajar yang berkelanjutan sebagai fondasi penguatan kapasitas kader dan institusi.

“Rapat koordinasi perdana ini menjadi ruang awal konsolidasi ide dan energi, sekaligus menegaskan komitmen BEM UNUSIDA periode 2025–2026 untuk bergerak secara terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan semangat Sustainable Building Movement, BEM UNUSIDA meneguhkan langkahnya dalam membangun organisasi mahasiswa yang relevan, progresif, dan berdampak nyata bagi sivitas akademika serta masyarakat,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (30/12/2025).

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa Alvin Dwi Yunianto menyampaikan refleksi kritis terkait tantangan menurunnya minat mahasiswa dalam berorganisasi. Ia menegaskan bahwa BEM UNUSIDA bukanlah organisasi profit, melainkan ruang pengabdian dan pembelajaran bersama. Oleh karena itu, energi kolektif yang dibangun melalui komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi harus menjadi napas utama gerak organisasi. Ia juga memberikan penguatan moral kepada pengurus yang belum memiliki pengalaman kepemimpinan di tingkat fakultas, seraya menekankan bahwa kualitas diri dapat terus diasah melalui proses dan komitmen.

Dalam forum tersebut juga disampaikan rencana penguatan tata kelola organisasi. BEM UNUSIDA berkomitmen melaksanakan rapat koordinasi minimal satu kali setiap bulan, menggelar rapat kerja pra-sinkronisasi program kerja yang difasilitasi oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UNUSIDA, serta merancang sistem meritokrasi hingga ke BEM tingkat fakultas dan Himpunan Mahasiswa Program Studi guna mendukung mobilisasi massa dan penguatan jejaring organisasi.

Rapat kemudian berlanjut dengan sesi brainstorming internal masing-masing kementerian untuk merumuskan rancangan awal program kerja. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengusulkan program penguatan kapasitas mahasiswa melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan, konten edukasi isu-isu aktual, serta gerakan EduTech Go To School Movement sebagai bentuk kontribusi nyata di sektor pendidikan.

Kementerian Sosial, Politik, dan Hukum serta Hak Asasi Manusia mengajukan forum pendidikan politik sebagai ruang literasi demokrasi mahasiswa. Kementerian Pemberdayaan Perempuan merancang program woman leadership inspiratif untuk mendorong peran dan kepemimpinan perempuan di lingkungan kampus. Sementara itu, Kementerian Ekonomi Kreatif mengusulkan penyelenggaraan bazar sebagai wadah pengembangan kewirausahaan mahasiswa, dan Kementerian Dalam Negeri mengajukan program sosialisasi kode etik serta standar operasional prosedur organisasi mahasiswa ke BEM tingkat fakultas.

Di bidang eksternal, Kementerian Luar Negeri merancang agenda studi banding serta forum diskusi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kabupaten Sidoarjo yang tergabung dalam Forum BEM DELTA. Kementerian Agama mengusulkan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an sebagai ruang penguatan spiritualitas mahasiswa, sedangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga merencanakan kompetisi olahraga, salah satunya UNUSIDA Futsal Cup, sebagai medium kebersamaan dan sportivitas.

Penulis: Muchammad Waziruddin

Teknik Lingkungan UNUSIDA Serukan Merawat Alam, Menyulam Solidaritas, Meneguhkan Keluarga Keilmuan dalam ENVIRO CAMP 2025 (Foto: HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA)

Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA Serukan Merawat Alam dan Menyulam Solidaritas Antar Sesama

PACET — Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menyerukan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan solidaritas antar sesama anggota. Hal tersebut diserukan usai kegiatan ENVIRO CAMP 2025 sebagai bagian dari rangkaian Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) yang pada tahun ini terintegrasi dengan kegiatan OASE 2.0. Kegiatan yang berlangsung di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Sabtu-Ahad (22–23/12/2025).

Kegiatan ini merupakan lanjutan pembinaan mahasiswa baru dengan pendekatan akademik, emosional, dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas Teknik Lingkungan UNUSIDA. Adapun peserta utama ENVIRO CAMP 2025 kali ini adalah mahasiswa baru Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2025. Dinamika kegiatan semakin kuat dengan kehadiran mahasiswa aktif angkatan 2022 hingga 2024 serta para alumni angkatan 2016 sampai 2019 yang kini telah berkiprah di berbagai sektor dunia kerja, baik yang beririsan langsung dengan bidang teknik lingkungan maupun lintas profesi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak memahami isu-isu lingkungan secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas berbasis aksi dan kebersamaan. Mulai dari diskusi keilmuan, edukasi lingkungan, hingga kegiatan sosial yang menumbuhkan rasa memiliki terhadap alam dan Ormawa Teknik Lingkungan UNUSIDA.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari kesadaran kolektif dan ditanamkan sejak dini. Menurutnya, mahasiswa Teknik Lingkungan memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Merawat alam bukan hanya tugas akademik, tetapi juga panggilan moral. Melalui kegiatan ini, kami ingin meneguhkan solidaritas antar mahasiswa serta memperkuat keluarga keilmuan Teknik Lingkungan UNUSIDA,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan forum refleksi bersama alumni yang berlangsung hingga larut malam. Diskusi dibagi ke dalam tiga forum utama, yaitu refleksi output materi kegiatan, orientasi berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UNUSIDA, serta penguatan motivasi dan mental mahasiswa. Rangkaian ini menegaskan bahwa menjadi mahasiswa teknik lingkungan bukan semata tentang capaian akademik, melainkan juga kesiapan mental, etika, dan solidaritas dalam berproses bersama.

Salah satu pesan reflektif disampaikan oleh Muchammad Waziruddin, perwakilan mahasiswa angkatan 2023. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar angkatan mahasiswa, sehingga tercipta suasana akademik yang inklusif dan kolaboratif. Nilai kebersamaan yang dibangun diharapkan mampu melahirkan sinergi positif dalam pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Di ruang sederhana ini, kita belajar bahwa Teknik Lingkungan bukan hanya soal ilmu dan gelar, tetapi tentang rasa memiliki, persaudaraan, dan keluarga yang saling menguatkan. Semoga kehangatan yang terbangun di ENVIRO CAMP ini tidak berhenti di Pacet, tetapi terus hidup sebagai legacy baik dalam keluarga Teknik Lingkungan UNUSIDA,” ungkapnya.

Melalui ENVIRO CAMP 2025 menjadi momentum untuk menegaskan komitmen bersama dalam membangun ruang orientasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa proses menjadi engineer lingkungan dimulai dari kesadaran merawat alam, diperkuat oleh ilmu pengetahuan, dan dijaga oleh ikatan kekeluargaan yang tumbuh bersama waktu.

Sejalan dengan semangat UNUSIDA sebagai kampus NU, sebagai mahasiwa harus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari nilai keislaman dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi. Merawat alam dipandang sebagai ikhtiar menjaga keseimbangan ciptaan Tuhan demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Saya harap, kegiatan ini dapat terus menumbuhkan kesadaran ekologis, memperkuat solidaritas internal, serta meneguhkan identitas sebagai keluarga keilmuan yang siap berkontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.

ENVIRO CAMP 2025 HIMA Teknik Lingkungan UNUSIDA (Foto: Muchammad Waziruddin)

HMTL UNUSIDA Gelar ENVIRO CAMP 2025: Menyemai Orientasi Akademik dan Jejak Alumni untuk Masa Depan Lestari

PACET — Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) UNUSIDA kembali menggelar ENVIRO CAMP 2025, sebuah agenda rutin tahunan yang sarat nilai edukatif dan reflektif. Kegiatan ini dilaksanakan di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Sabtu-Ahad (22–23/12/2025) serta terintegrasi dengan kegiatan OASE 2.0 sebagai bagian dari implementasi Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru Teknik Lingkungan UNUSIDA.

Dengan mengusung tema ‘Melangkah Bersama Alam untuk Masa Depan yang Lestari’, ENVIRO CAMP 2025 dirancang tidak hanya sebagai wahana pengenalan lingkungan alam, tetapi juga sebagai ruang dialog akademik antara mahasiswa, dosen, dan alumni terkait dinamika dunia kerja serta peluang pengembangan diri di bidang teknik lingkungan.

Peserta utama kegiatan ini adalah mahasiswa baru angkatan 2025, yang diperkuat kehadirannya oleh mahasiswa aktif angkatan 2022–2024 serta alumni Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2016 hingga 2019 yang hadir sebagai tamu undangan. Kehadiran lintas generasi ini menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan kolaboratif.

Alumni Berbagi Jejak Karier dan Realitas Dunia Kerja
Salah satu sesi utama ENVIRO CAMP 2025 adalah penyampaian materi motivasi dan peluang karier di bidang teknik lingkungan yang disampaikan oleh Mokh. Yahya, S.T., alumni Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2016 yang kini berkiprah di Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo.

Dalam pemaparannya, Mokh. Yahya menekankan bahwa kompetensi teknik lingkungan memiliki irisan yang luas dengan berbagai sektor, termasuk transportasi dan tata kelola wilayah. Ia membagikan pengalamannya dalam pemetaan serta analisis lingkungan kawasan transportasi sebagai bagian dari perencanaan pembangunan berkelanjutan.

“Ilmu teknik lingkungan tidak selalu bekerja di balik cerobong atau instalasi pengolahan limbah. Di dunia kerja, kita dituntut mampu membaca ruang, memetakan dampak, dan memastikan pembangunan berjalan selaras dengan daya dukung lingkungan,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak membatasi diri pada satu gambaran profesi semata. Menurutnya, fleksibilitas, integritas, dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci utama bagi lulusan teknik lingkungan di tengah perubahan dunia kerja yang dinamis.

Tracer Study sebagai Upaya Reflektif Program Studi
Selain forum motivasi, ENVIRO CAMP 2025 juga dimanfaatkan sebagai media tracer study yang diinisiasi oleh Kepala Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. Kehadiran para alumni lintas angkatan menjadi momentum strategis untuk menelusuri jejak lulusan sekaligus memetakan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Dalam sambutannya, Muchammad Tamyiz menegaskan bahwa tracer study bukan sekadar pendataan administratif, melainkan bagian dari proses reflektif dan evaluatif program studi.

“Melalui pertemuan seperti ini, kami ingin mendengar langsung cerita alumni, memahami tantangan yang mereka hadapi, dan menjadikannya masukan berharga bagi pengembangan kurikulum. Harapannya, mahasiswa yang hari ini mengikuti ENVIRO CAMP dapat melihat gambaran masa depan mereka secara lebih nyata dan terarah,” ujarnya.

Membangun Ekosistem Pembelajaran yang Holistik
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan partisipatif. Interaksi antara mahasiswa baru, mahasiswa aktif, dan alumni tidak hanya membahas capaian akademik, tetapi juga menyentuh aspek mentalitas, etika kerja, serta peran engineer lingkungan dalam menjawab isu keberlanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Melalui ENVIRO CAMP 2025, Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA dan HIMA TL UNUSIDA menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pembelajaran yang holistik. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan mahasiswa baru pada alam dan lingkungan sekitar, tetapi juga menautkan mereka dengan realitas profesi, jejaring alumni, serta nilai keberlanjutan yang menjadi ruh keilmuan teknik lingkungan.

“Dengan semangat melangkah bersama alam, ENVIRO CAMP 2025 menjadi pijakan awal bagi lahirnya generasi engineer lingkungan yang adaptif, reflektif, dan berorientasi pada masa depan yang lestari,” pungkasnya.

Penulis: Muchammad Waziruddin

Pelantikan Raya Pengurus Ormawa UNUSIDA Periode 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

Ormawa UNUSIDA 2026 Resmi Dilantik, Rektor Tekankan Jadi Laboratorium Kepemimpinan dan Prestasi Mahasiswa

SIDOARJO – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) periode 2026 resmi dilantik pada Rabu, (24/12/2025). Pelantikan ini meliputi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas, Ketua BEM Fakultas, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi), serta Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UNUSIDA.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa. Kegiatan ini menandai dimulainya masa bakti pengurus Ormawa UNUSIDA 2026 yang diharapkan mampu membawa organisasi mahasiswa semakin profesional, kolaboratif, dan berdampak.

Pelantikan Ormawa ini merupakan rangkaian akhir dari proses demokrasi kampus melalui Pemilu Raya (Pemira) Ormawa UNUSIDA, yang telah dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan partisipatif beberapa waktu yang lalu. Melalui Pemira, mahasiswa UNUSIDA diberi ruang untuk menentukan pemimpin organisasinya sebagai wujud praktik demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.

Rektor UNUSIDA, Dr. H. Fatkul Anam, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang bermakna dan membanggakan bagi UNUSIDA. Berbagai capaian institusional dan prestasi mahasiswa menjadi bukti bahwa pengelolaan akademik dan kemahasiswaan berjalan secara sistematis dan produktif.

“UNUSIDA berhasil meraih berbagai pengakuan nasional, mulai dari Anugerah Pendidikan Nahdlatul Ulama, capaian Sistem Informasi Kinerja Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) pada klaster baik, hingga masuk kelompok perguruan tinggi berprestasi nasional. Ini bukan prestasi yang dibeli, melainkan hasil kerja kolektif seluruh civitas akademika,” ungkapnya.

Rektor menekankan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari peran strategis organisasi kemahasiswaan sebagai motor penggerak prestasi, penguatan karakter, serta pengembangan kepemimpinan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Ormawa periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun kehidupan kemahasiswaan yang aktif dan produktif. Kepada pengurus Ormawa yang terpilih melalui Pemira, ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah moral dan tanggung jawab kepemimpinan.

“Pengurus Ormawa adalah wajah mahasiswa UNUSIDA. Kalian diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak perubahan, serta tampil sebagai generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, kuat secara spiritual, dan berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fatkul Anam menyebut organisasi kemahasiswaan sebagai laboratorium kepemimpinan, etika demokrasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia mendorong pengurus Ormawa ke depan untuk menjadi mitra strategis universitas dengan menghadirkan program-program yang kreatif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kampus maupun masyarakat.

Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, persatuan, dan budaya akademik yang sehat di lingkungan organisasi. Menurutnya, pengurus Ormawa harus menjadi contoh kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas di tengah dinamika kehidupan mahasiswa.

Ia mendorong agar seluruh elemen organisasi mahasiswa dapat bersinergi menjadi mitra strategis universitas dalam penguatan prestasi akademik maupun non-akademik, pengembangan karakter kepemimpinan, serta peningkatan kualitas kehidupan kemahasiswaan.

Selain itu, ia menekankan Ormawa UNUSIDA harus mampu menghadirkan program-program yang inovatif, menjaga etika dan budaya akademik, serta berperan aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Organisasi mahasiswa juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, demokrasi, dan pengembangan potensi diri bagi seluruh mahasiswa.

“Kita membutuhkan organisasi mahasiswa yang adaptif terhadap tantangan zaman, tetapi tidak kehilangan jati diri keilmuan dan nilai-nilai luhur kampus,” pungkasnya.

Pelantikan Ormawa UNUSIDA 2026 ini sekaligus menjadi awal komitmen bersama untuk melanjutkan estafet kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas, adaptif terhadap tantangan zaman, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keilmuan serta keislaman khas Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo.