Pos

Mahasiswa UNUSIDA berpartisipasi dalam kegiatan Pelatihan Cloud Computing dan Generative AI AWS Technology bagi Mahasiswa Disabilitas yang diselenggarakan DIC UNESA. (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa UNUSIDA Ikuti Pelatihan Cloud Computing dan Generative AI di UNESA

SURABAYA — Tiga mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berpartisipasi dalam kegiatan Pelatihan Cloud Computing dan Generative AI AWS Technology bagi Mahasiswa Disabilitas yang diselenggarakan Disability Innovation Center (DIC) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Senin (26/10/2026).

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Ganis dari Program Studi Informatika angkatan 2024 kelas B, Fathul Mubin dari Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2025 kelas B, serta Robith Adani dari Program Studi Informatika angkatan 2026 kelas A.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 4 Gedung O6 Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA ini merupakan kolaborasi DIC UNESA bersama Yayasan Sagasitas Indonesia, Amazon Web Services (AWS), dan Telkomsel. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi digital sekaligus memperluas akses teknologi yang inklusif bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknologi masa kini sekaligus mempersiapkan mereka menuju sertifikasi internasional AWS Certified AI Practitioner.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan Cloud Computing dan AWS Technology, pendaftaran serta pemanfaatan platform AWS Skill Builder, pengenalan Generative AI, praktik langsung penggunaan kecerdasan buatan generatif, hingga presentasi proyek mahasiswa.

Salah satu peserta, Fathul Mubin, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan, khususnya soft skill dan kompetensi digital.

“Saya senang sekali mengikuti kegiatan ini. Materi yang disampaikan sangat membantu dalam meningkatkan soft skill serta menambah wawasan tentang perkembangan teknologi digital,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Melalui pelatihan berbasis teknologi, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan dunia kerja digital.

“Alhamdulillah, terima kasih UNUSIDA dan UNESA. Kegiatan ini sangat penting bagi kami dalam mengembangkan jejaring keilmuan. Kami sangat mengaharapkan kampus di Indonesia dapat menyediakan pendidikan tinggi yang inklusif seperti ini, yakni memberikan kesempatan yang setara bagi setiap mahasiswa untuk mengakses pengetahuan, teknologi, dan pengalaman belajar tanpa terkecuali,” tandasnya.