Pos

Mochamad Dafa Perdana, S.Pd., alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA angkatan 2023 (Foto: Humas UNUSIDA)

Kisah Alumni PBI UNUSIDA: Dari Kampus, Tumbuh Menjadi Pendidik yang Menginspirasi

Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah para alumninya yang terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata di dunia pendidikan. Salah satunya adalah Mochamad Dafa Perdana, S.Pd., alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA angkatan 2023 yang kini mengabdikan diri sebagai Guru Bahasa Inggris di SMA Pembangunan Jaya Sidoarjo.

Bagi Dafa, menempuh pendidikan di UNUSIDA bukan sekadar perjalanan akademik untuk memperoleh gelar sarjana. Lebih dari itu, kampus menjadi ruang pembelajaran yang membentuk karakter, integritas, dan profesionalisme yang kini menjadi bekal utama dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

“Menjadi alumni UNUSIDA, khususnya dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, merupakan pengalaman yang sangat bermakna. Saya tidak hanya dibekali dengan pengetahuan tentang bahasa dan pedagogi, tetapi juga nilai-nilai karakter yang kuat yang membentuk saya menjadi pendidik yang lebih siap dan berprinsip,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (26/5/2026).

Selama masa perkuliahan, Dafa mendapatkan berbagai pengalaman yang mendukung pengembangan kompetensinya sebagai calon guru. Mulai dari pembelajaran akademik, praktik mengajar, hingga pendampingan dosen yang memberikan wawasan dan pengalaman berharga dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, UNUSIDA memiliki peran penting dalam membangun fondasi kariernya sebagai seorang pendidik. Melalui proses pembelajaran yang terintegrasi antara teori dan praktik, ia memperoleh keterampilan profesional, rasa percaya diri, serta etos kerja yang kuat untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

“UNUSIDA has played an important role in building the foundation of my career as an English educator. Through academic learning, teaching practice, and lecturers’ guidance, I gained professional skills, confidence, and a strong work ethic that have greatly supported my career development,”

“UNUSIDA telah memainkan peran penting dalam membangun fondasi karier saya sebagai pendidik bahasa Inggris. Melalui pembelajaran akademis, praktik mengajar, dan bimbingan dosen, saya memperoleh keterampilan profesional, kepercayaan diri, dan etos kerja yang kuat yang sangat mendukung pengembangan karier saya,”,” tuturnya.

Kini, sebagai guru Bahasa Inggris, Dafa berkomitmen untuk terus menghadirkan pembelajaran yang inspiratif dan bermakna bagi para peserta didiknya. Ia percaya bahwa seorang guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter generasi muda.

“Alhamdulillah, bangga sekali pernah menempuh pendidikan di UNUSIDA yang selalu melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Semoga bisa terus menginspirasi dan membawa semangat perubahan bagi masa depan pendidikan Indonesia,” pungkasnya.

Mahasiswa PBI UNUSIDA Dibekali Pelatihan Table Manner Course di Hotel Aston Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

Mahasiswa PBI UNUSIDA Dibekali Pelatihan Table Manner untuk Penguatan Soft Skill

SIDOARJO – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) mendapatkan pembekalan soft skill melalui kegiatan Pelatihan Table Manner Course yang diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan kompetensi non-akademik mahasiswa. Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen PBI UNUSIDA, Masyitah Noviyanti, S.Pd., M.Pd., dan dilaksanakan bekerja sama dengan Hotel Aston Sidoarjo, Rabu (7/1/2026).

Kepala Bagian Kerja Sama Internasional UNUSIDA tersebut, menyebut kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan level soft skill mahasiswa, terutama dalam aspek pengembangan diri (self-development) dan pembentukan karakter sosial. Menurutnya, table manner bukan sekadar tentang cara makan, tetapi juga berkaitan erat dengan pembentukan sikap, etika, dan tata krama dalam kehidupan sosial.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan table manner ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai etika makan dan tata krama formal yang selama ini belum menjadi budaya sehari-hari di lingkungan mahasiswa. Kemampuan tersebut dinilai penting sebagai bekal profesional, khususnya bagi mahasiswa PBI yang nantinya akan berhadapan dengan dunia kerja, relasi internasional, maupun lingkungan akademik global.

“Kami terus berkomitmen dalam membekali mahasiswa tidak hanya dengan kemampuan akademik dan bahasa, tetapi juga dengan soft skill dan etika profesional. Salah satunya melalui pelatihan table manner ini yang diharapkan mampu mendukung mata kuliah dalam pembentukan karakter mahasiswa yang berwawasan global, beretika, dan siap bersaing di dunia kerja,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa etika makan menjadi titik awal pembelajaran adab karena dari sanalah nilai-nilai kesopanan, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap orang lain dapat dibentuk. Melalui pelatihan ini, ia berharap mahasiswa dapat memiliki gambaran dan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya manner, khususnya dalam konteks profesional dan sosial.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut, semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa di masa depan,” ungkapnya.

Selain mengikuti pelatihan selama kurang lebih tiga hingga empat jam, mahasiswa juga diberikan tugas untuk membuat review kegiatan. Tugas tersebut berisi refleksi berupa kesan, pesan, serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti table manner course, sebagai bagian dari proses pembelajaran dan evaluasi.

Sementara itu, Food and Beverage Manager Hotel Aston Sidoarjo, Ivan Andriansyah, sangat menyambut baik akan kepercayaan kepada Hotel Aston sebagai tempat belajar bagi mahasiswa PBI UNUSIDA. Menurutnya, pelatihan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk memahami dasar-dasar table manner secara benar, mulai dari penataan meja, cara berbicara, etika makan, hingga sopan santun yang berlaku dalam dunia perhotelan dan pelayanan.

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa tidak perlu ragu untuk bertanya selama pelatihan berlangsung, karena seluruh materi akan dijelaskan secara rinci oleh instruktur. Sebab, output kegiatan ini adalah mahasiswa mampu mengenali fungsi peralatan makan dan menu yang disajikan sebagai bagian dari pemahaman praktis table manner.

“Terima kasih dan selamat belajar kepada seluruh mahasiswa UNUSIDA. Silahkan explore ilmu sebanyak-banyaknya untuk bekal yang bermanfaat nantinya,” pungkasnya.

Dinda Adinda, S.Pd. - Alumni PBI UNUSIDA (Foto: HEC 1 Pare)

Kisah Sukses Dinda Adinda Membangun Ekosistem Bahasa Inggris, Menembus Batas dengan Literasi

Pendidikan bukan sekadar tentang gelar akademik, melainkan bagaimana ilmu yang diperoleh mampu ditransformasikan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Prinsip inilah yang dibuktikan oleh Dinda Adinda, S.Pd., alumni inspiratif Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA).

Kini, Dinda dikenal sebagai pendidik yang inspiratif, seorang pengajar muda di bidang pendidikan bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare, Kediri, yang dikenal sebagai terbesar di Indonesia.

Dinda merupakan pengajar aktif Happy English Course (HEC) 1 Pare sekaligus Owner di Samudra Course. Kiprahnya di dunia pendidikan nonformal menjadi bukti bahwa lulusan PBI UNUSIDA memiliki daya saing tinggi, tidak hanya sebagai tenaga pendidik, tetapi juga sebagai edupreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif.

Dari Ruang Kelas Menuju Kemandirian Ekonomi
Perjalanan Dinda bermula dari kecintaannya terhadap dunia pendidikan dan metodologi pengajaran yang ia pelajari selama menempuh studi di UNUSIDA. Ia menyadari bahwa penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, merupakan kunci strategis untuk membuka peluang global.

“Ilmu yang saya dapatkan di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNUSIDA sangat komprehensif. Tidak hanya tentang grammar dan keterampilan bahasa, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan diri siswa serta mengelola lembaga pendidikan secara profesional,” ungkap Dinda.

Sebagai pemilik Samudra Course, Dinda bertanggung jawab penuh atas manajemen lembaga, pengembangan kurikulum, hingga strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Di sisi lain, perannya sebagai pengajar di HEC 1 Pare menunjukkan komitmennya untuk tetap hadir langsung di ruang-ruang belajar, menyapa dan membimbing para peserta didik.

Menjaga Integritas dan Semangat Santri
Berkarier di Pare yang dikenal memiliki persaingan lembaga kursus sangat ketat tentu bukan perkara mudah. Namun, Dinda membawa nilai-nilai khas yang ia peroleh selama menempuh pendidikan di UNUSIDA, kerja keras, integritas, dan spiritualitas.

Ia meyakini bahwa pengajaran bahasa Inggris tidak boleh sekadar berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mengedepankan pendekatan humanis dan pembentukan karakter.

“PBI UNUSIDA membekali kami dengan pandangan filosofis bahwa mengajar adalah bagian dari pengabdian. Di Pare, saya tidak hanya melayani dalam pendidikan, tetapi membangun komunitas belajar. Semangat Reach Your Dream Through the Galaxy yang sering digaungkan prodi benar-benar memacu saya untuk bermimpi setinggi mungkin, namun tetap membumi dalam pelayanan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dinda yang juga gemar menulis novel tersebut, berpesan kepada mahasiswa PBI UNUSIDA agar tidak membatasi mimpi hanya pada profesi guru di sekolah formal. Menurutnya, peluang di dunia edupreneurship sangat terbuka lebar, terutama bagi generasi muda yang berani berinovasi.

“Kemampuan bahasa Inggris yang kuat, jika dipadukan dengan keterampilan manajemen dan kreativitas, akan menjadi kombinasi yang sangat kompetitif di dunia kerja,” pesannya.

Keberhasilannya ini menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA mampu mencetak lulusan yang mandiri, adaptif, dan siap menjadi pemimpin di bidangnya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa dengan ilmu yang bermanfaat, integritas, dan tekad yang kuat, alumni UNUSIDA mampu menembus batas kemungkinan dan menginspirasi generasi selanjutnya untuk terus bergerak maju.