Pos

Prof. Muhammad Nuh Saat menyampaikan materi dalam PKKMB Ke-X UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Prof. Nuh Ajak Mahasiswa Baru UNUSIDA Pegang Teguh Nilai Kesetiaan dan Birrul Walidain

SIDOARJO – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) mendapat kehormatan dengan hadirnya Prof. Dr. Ir. Mohammad NUH, DEA, Menteri Pendidikan Nasional era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2009–2014), dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Ke-X yang diikuti oleh ratusan mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 yang dipusatkan di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa-Kamis (9-11/9/2025).

Dalam sesi pemaparan yang penuh inspirasi dan nilai-nilai kehidupan, Prof. Nuh menyampaikan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kepandaian, tetapi oleh nilai-nilai luhur yang tertanam kuat dalam pribadi setiap individu.

“Nilai pertama yang ingin saya bagi kepada adik-adik semua adalah kesetiaan,” ujar Prof. Nuh membuka pemaparannya.

Ia menekankan pentingnya setia kepada kebenaran, agama, bangsa dan negara, hingga lembaga tempat belajar, termasuk Unusida sendiri. Menurutnya, banyak kerusakan dalam organisasi, rumah tangga, perusahaan, bahkan negara, yang diawali oleh hilangnya kesetiaan.

“Kalau mau sukses, pegang teguh nilai kesetiaan. Orang yang tidak setia akan merusak dari dalam,” tegasnya.

Mengutip kisah pribadinya, Prof. Nuh menceritakan pertemuannya yang mengesankan dengan KH. Hamid Pasuruan di masa mudanya. Saat itu, beliau mendapat doa singkat namun sangat bermakna: ‘Birrul walidain… birrul walidain…’ yang berarti berbakti kepada orang tua. Hal tersebut yang menjadi rahasia sukses yang tidak terlihat.

“Saya percaya, doa itu menjadi titik balik yang menancap dalam kehidupan saya. Sukses itu bukan hanya soal ikhtiar lahiriah, tapi juga berkah batin. Jangan pernah menyakiti hati orang tua, meski ada perbedaan pendapat,” katanya.

Nilai ketiga yang dibagikan adalah bersedekah setiap hari, berapapun nilainya. “Kalau tidak punya uang, bersedekahlah dengan tenaga, senyum, atau ilmu. Hidup itu tentang memberi sebelum berharap menerima,” kata Prof. Nuh.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak sholawat, karena Allah sendiri dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi. Sebab sedekah harian dan sholawat menjadi penyempurnakan usaha. “Kalau salat, puasa, zakat Allah tidak ikut melakukannya. Tapi untuk sholawat, Allah sendiri melakukannya. Maka perbanyaklah,” pesannya.

Prof. Nuh juga berpesan agar mahasiswa baru tidak pernah bermimpi sukses tanpa kerja keras. “Tidak ada ceritanya orang malas bisa sukses. Yang ada hanya orang yang kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” ujarnya.

Ia menceritakan perjalanan hidupnya, dari SD Al-Islah, SMP Wachid Hasyim, SMA Negeri 9 Surabaya, hingga menjadi mahasiswa Teknik Elektro di Institut Teknologi Surabaya (ITS), lalu melanjutkan studi S2 dan S3 di Prancis pada usia muda, dan kembali untuk membangun pendidikan di tanah air hingga menjadi Rektor ITS dan Menteri.

“Saya bisa sampai ke titik ini bukan karena pintar, tapi karena pertolongan Allah, karena doa orang tua, dan karena saya tidak menyentuh apa yang bukan hak saya,” ungkapnya.

Di akhir sesi, Prof. Nuh mengingatkan bahwa Unusida didirikan bukan sekadar universitas biasa, melainkan sebagai kawah candradimuka para pejuang peradaban NU. Baginya UNUSIDA merupakan kampus para pejuang peradaban.

“Saat saya di kementerian, saya melihat NU disanjung-sanjung hanya di pesantren. Tapi di bidang lain pendidikan tinggi, kesehatan, ekonomi kita ditinggal. Maka kami dirikan 23 universitas NU, salah satunya Unusida. Agar NU tidak dijebak hanya di satu titik,” tegasnya.

Ia berharap mahasiswa Unusida menjadi pribadi yang militan, jujur, pekerja keras, setia pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

“Jadilah mahasiswa yang berintegritas, punya nilai, dan siap berkontribusi untuk agama, bangsa, dan NU. Pegang teguh kesetiaan, berbaktilah kepada orang tua, bersedekahlah setiap hari, perbanyak sholawat, dan kerja keraslah tanpa henti. InsyaAllah kalian akan jadi orang besar,” tuturnya. (MY)

Suasana Pembukaan PKKMB Ke-X UNUSIDA 2025 (Foto: Humas UNUSIDA)

PKKMB ke-X, Mahasiswa Baru UNUSIDA Dibekali Semangat Ilmu, Pengabdian, dan Perubahan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ke-X. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 2 UNUSIDA, Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa (9/9/2025).

Dalam sambutannya, Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNUSIDA, Muhammad Burhanuddin Robbani menekankan bahwa tugas mahasiswa tidak hanya terbatas pada kegiatan belajar di kelas. Ia menegaskan, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara ini menjadi momentum penting untuk membekali mahasiswa baru dengan wawasan akademik, nilai pengabdian, hingga semangat perubahan sosial sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, momentum PKKMB ke-X ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga momentum penanaman nilai dasar, seperti keseimbangan antara akademik, spiritualitas, dan pengabdian sosial.

Ia mendorong mahasiswa baru UNUSIDA siap melangkah menuju masa depan sebagai insan cendekia yang membawa perubahan positif bagi bangsa.

“Mahasiswa dituntut bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan itu untuk menjawab problematika masyarakat. Selain itu, kita perlu menyeimbangkan antara ilmu agama dan ilmu dunia agar menjadi pribadi yang utuh,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, sangat mengapresiasi semangat mahasiswa baru dan menyebutkan bahwa PKKMB tahun ini memiliki arti istimewa.

“Dalam sejarah 11 tahun UNUSIDA, PKKMB kali ini menjadi salah satu yang paling berkesan. Mahasiswa harus menyadari perannya sebagai agen perubahan bangsa. Perubahan besar dimulai dari diri sendiri, keluarga, lalu masyarakat. Seperti kata Bung Karno, bangsa yang besar tidak lepas dari peran mahasiswa,” pesannya.

Ketua PCNU Sidoarjo, KH. Zainal Abidin, berharap agar mahasiswa baru UNUSIDA dapat tumbuh menjadi pemimpin hebat di masa depan. Ia mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan yang akan menempati posisi penting di tengah masyarakat.

“Saya yakin mahasiswa UNUSIDA akan menempati pos-pos penting di tengah masyarakat. Jadilah generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu membawa manfaat bagi umat dan bangsa,” tegasnya.

Kiai Zainal mengingatkan agar mahasiswa menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama. Menurutnya, generasi muda harus memiliki jiwa keilmuan sekaligus spiritualitas yang kokoh, sehingga mampu membawa manfaat luas.

“Semoga ilmu yang kalian dapatkan menjadi ibadah, membentuk pribadi yang berakhlak, dan menjadikan kalian sebagai orang-orang luar biasa,” pungkasnya.

Tampk hadir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2009-2014, Prof.Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Hj. Anik Maslachah, S.Pd., M.Si. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Dr. Feny Apridawati, S, KM,. M. Kes, Ketua PC ISNU Sidoarjo Dr. Sholehuddin, M.Pd.I, dan lain sebagainya. (MY)

Ratusan Mahasiswa Unusida Kompak Sampaikan Aspirasi Kepada DPD RI Terpilih, Tunjukkan Kertas Kuning Berbentuk Love Bertuliskan #SaveAnakYatim (Foto: Humas Unusida)

#SaveAnakYatim, Mahasiswa Unusida Kompak Sampaikan Aspirasi Kepada Anggota DPD RI Terpilih

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) kompak menyuarakan hak anak yatim. Hal tersebut disampaikan kepada Anggota DPD RI terpilih 2024-2029, Dr. Lia Istifhama M.E.I saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Gedung KBIHU Rohmatul Ummah An Nahdliyah Sidoarjo, Kamis (5/9/2024).

Kehadiran senator dapil Jawa Timur ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa baru Unusida tahun 2024. Kehadirannya disambut hangat oleh mahasiswa Unusida dengan mempersembahkan puisi untuk menitipkan pesan atau aspirasi tentang hak anak yatim untuk diperjuangkan oleh DPD RI yang bakalan dilantik 1 Oktober 2024 tersebut.

“Kepada Ibu Lia Istifhama, kami menitipkan aspirasi agar Pemerintah lebih peduli terhadap nasib pendidikan anak yatim, anak yatim piatu agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Seperti mendapat beasiswa khusus, potongan biaya pendidikan,” kata ketua pelaksana PKKMB Unusida 2024, Destio Wiranto.

Wira bersama ratusan mahasiswa mempersembahkan sebuah puisi tentang kehidupan anak yatim yang sering tidak mendapat perhatian. Seperti terlantar di pinggir jalan dan dimanfaatkan oleh sebagian oknum untuk menarik perhatian masyarakat sebagai pengemis jalanan. Selain itu, mahasiswa juga kompak membawa kertas kuning berbentuk love yang disertai dengan #SaveAnakYatim.

Ia menyerukan tentang anak yatim yang kurang diperhatikan selama ini. Menurutnya, anak yatim juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan setara, tanpa diskriminasi. Pendidikan yang setara merupakan hak asasi manusia yang diakui dalam berbagai deklarasi dan konvensi internasional.

Menanggapi hal tersebut, Ning Lia pun tampak terharu saat mendengar puisi yang dibawakan oleh mahasiswa Unusida. Ia berjanji untuk memperjuangkan aspirasi tersebut bersama Anggota DPD RI lainnya dan Anggota DPR RI di komisi pendidikan serta kementerian terkait.

“Ini PR buat saya untuk kita perjuangkan di Senayan. Bagaimana ada sebuah regulasi pendidikan  bagi anak yatim. Hal itu nanti akan saya bahas bersama Anggota DPD RI serta Anggota DPR RI dari Komisi terkait pendidikan dan Kementerian,” kata Ning Lia.

Lebih lanjut, Ning Lia menegaskan jika untuk Indonesia Emas tahun 2045, maka akses pendidikan harus merata. Bagaimana anak-anak atau yang sudah ditinggal salah satu atau kedua orang tuanya bisa meneruskan pendidikan hingga tingkat akhir. Maka harus ada peran negara dalam hal membantu mereka.

“Nantinya kita akan perjuangkan, bagaimana ada beasiswa atau bantuan dana pendidikan bagi anak Yatim, Anak-anak Yatim Piatu agar mereka bisa meneruskan sekolah hingga perguruan tinggi. Mohon doa dan dukungannya agar mengawal aspirasinya tersebut,” harapnya.

Ning Lia juga tampak terharu saat salah satu mahasiswa baru menyampaikan bagaimana dirinya di biayai ibunya seorang yang single fighter karena ayahnya telah meninggal dunia, hingga bisa sampai kuliah di Unusida saat ini.

“Terharu, bagaimana semangat teman-teman yang kebetulan ditinggal sang ayah dan hanya dibiayai sang Ibu yang single fighter. Mereka tidak putus asa dan terus lanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Saya apresiasi,” harunya.

Di hadapan ratusan mahasiswa baru Unusida, Ning Lia juga berpesan agar memanfaatkan akses perkembangan dunia digital, perkembangan media dan media sosial (medsos). Sebab, saat ini media dapat dimanfaatkan akses dunia digital untuk sampaikan aspirasi.

“Bagaimana teman-teman mahasiswa bisa menyuarakan aspirasi positif dan membangun pendidikan di negara kita secara digital dalam hal ini Pemanfaatan pemberitaan media dan media sosial,” ungkapnya.

Menurut Ning Lia, teman-teman mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus pro aktif menyampaikan aspirasinya. Sebab tanpa dukungan teman-teman mahasiswa, yang di Senayan tidak mempunyai kecukupan data dalam memperjuangkan aspirasi di dunia pendidikan kita.

“Aspirasi teman-teman di dunia pendidikan, mahasiswa dan sebagainya harus disuarakan dengan lantang, terkait regulasi pendidikan dan lainya. Hal ini demi kemerataan pendidikan dan kemajuan pendidikan yang bisa dirasakan semua kalangan,” sebutnya.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa (Presma) Unusida Sania Pundy Erlinda berharap kepada mahasiswa baru untuk dapat meneruskan perjuangan dalam membawa nama baik kampus dan peduli terhadap isu-isu yang sensitif di masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak mahasiswa baru untuk berproses bersama dalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di Unusida.

“Kita tunjukkan bahwa kita kader nahdliyyin lebih berprestasi yang melebihi kader NU lainnya, tunjukkan prestasi di kancah nasional maupun internasional, bahwa kader Unusida adalah yang terbaik,” imbuhnya.

 

(my)

Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin saat menyampaikan sambutan saat PKKMB Unusida 2024 (Foto: Humas Unusida)

Ingat!, Ini Pesan Ketua PCNU Sidoarjo kepada Mahasiswa Baru Unusida 2024

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo, KH Zainal Abidin menyampaikan beberapa pesan penting bagi mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) tahun ajaran 2024-2025.

Kiai Zainal menuturkan, bahwa Unusida adalah jawaban akan kebutuhan intelektual dan spiritual bagi generasi muda saat ini. Oleh karena itu, mahasiswa baru harus pandai menata niat untuk belajar dan berkhidmah di Unusida.

Selain menjanjikan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing melalui ilmu pengetahuan, Unusida sebagai kampus NU juga berkomitmen dalam menghasilkan lulusan yang matang dalam hal spiritual. Meliputi kegiatan keagamaan dan penguatan amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah setiap harinya, seperti istighosah, tahlil, sholat jamaah, ziarah kubur, dan sebagainya.

“Unusida menjadi pilihan yang tepat karena merupakan perguruan tinggi didirikan oleh kiai. Tidak semua kampus mampu menjamin kematangan dalam hal spiritual dan intelektual,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Gedung KBIHU Rohmatul Ummah Annahdliyah Sidoarjo, Rabu (04/09/2024).

Ia mengatakan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya diukur dari intelektual. Akan tetapi untuk mencapai nilai kebermanfaatan bagi masyarakat dapat melalui kematangan spiritual dan karakter. Seperti dengan menanamkan nilai uluhiyah untuk lebih matang saat beribadah dan menyikapi kehidupan saat ini.

“Banyak orang pintar di kampus, tetapi tanpa diimbangi dengan kematangan spiritual,” ucapnya.

Selain itu, kiai Zainal menjelaskan pentingnya kematangan emosional bagi generasi muda. Di Unusida, hal tersebut juga menjadi tanggung jawab dari PCNU Sidoarjo untuk membangun dan mengelola dengan baik. Sebab didukung oleh banyak tokoh pengurus yang tersebar dalam Badan Otonom (Banom) NU, seperti Fatayat NU, GP Ansor NU, IPNU-IPPNU, sehingga kekuatan untuk membangun kematangan emosional tidaklah sulit.

“Insyaallah akhlak dan etika tidak bisa lepas dari komitmen dan prinsip NU an nahdliyah, saling menghargai, semangat bekerja, semangat belajar, semangat mengembangkan diri, semangat bersaing yang positif, itu akan terbangun sendiri di Unusida,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kiai Zainal mengingatkan agar mahasiswa dapat mengatur waktu, tenaga dan konsentrasi untuk serius belajar dalam rangka mengejar ridlo Allah SWT.

Ia berpesan agar mahasiswa baru harus menanamkan mindset untuk tumbuh besar di Unusida. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya bertumpu terhadap potensi kampus.

“Mahasiswa Unusida sangat luar biasa, bukan mahasiswa biasa. Maka, jika kalian ingin menjadi mahasiswa yang berprestasi, maka jemput potensi untuk menjadi mahasiswa yang luar biasa,” tandasnya.

“Jadi jangan berkecil hati ketika memilih Unusida sebagai jujukan kuliah. Niatkan untuk berkhidmah, tidak hanya ingin belajar dan mendapatkan sesuatu, tapi juga harus memberikan sesuatu untuk Unusida,” imbuhnya.

Kiai Zainal menambahkan, untuk menunjang kematangan intelektual bagi mahasiswa. Unusida menyediakan dengan dosen-dosen yang berkompeten di setiap bidangnya. Tidak hanya itu, pentingnya Organisasi Mahasiswa (Ormawa) baru menjadi elemen yang tidak bisa dipisahkan.

“Kuliah di Unusida menyenangkan dengan sistem pembelajaran yang seru, dan itu momentum yang paling indah dari perjalanan hidup kalian,” katanya.

Ia sangat mengapresiasi semangat dan antusiasme dari mahasiswa baru Unusida. Hal ini menjadi kabar baik karena banyak kader-kader NU yang masih berkumpul dan belajar, dengan spirit berbangsa dan bernegara.

“Sebab NU pernah diprediksi akan ditinggalkan oleh pengikutnya pada 30 tahun mendatang. Tapi melihat antusiasme dan semangat mahasiswa Unusida saat ini, saya yakin dapat mematahkan prediksi tersebut,” pungkasnya.

 

(my)

Suasana Saat Ratusan Mahasiswa Baru Unusida Ikuti PKKMB 2024 (Foto: Humas Unusida)

Kenalkan Kehidupan Kampus, Ratusan Mahasiswa Baru Unusida Ikuti PKKMB 2024

Ratusan mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2024. Kegiatan untuk mengenalkan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru tersebut mengusung tema ‘Menapak Tri Dharma Perguruan Tinggi menuju Mahasiswa yang Berinovasi, Menginspirasi dan Berprestasi’.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari, Rabu-Kamis (04-06/09/2024) yang dipusatkan di Gedung KBIHU Rohmatul Ummah Annahdliyah Sidoarjo, Jl. Monginsidi Kav DPR C1, Sidoklumpuk, Sidokumpul, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.

Rektor Unusida, H Fatkul Anam menyampaikan selama 1 tahun akademik terakhir, Unusida telah menorehkan 6 prestasi internasional dan 24 prestasi nasional bidang akademik, serta 36 prestasi nasional non-akademik.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa tugas mahasiswa baru Unusida untuk melanjutkan dan melebihi prestasi sebelumnya. Ia berharap, mahasiswa Unusida dapat menjadi kader NU yang akan mengisi pos-pos penting di masyarakat, baik di bidang pendidikan, pemerintahan, olahraga, politik, dan sebagainya.

“Selamat datang di kampus juara, mari bersama-sama kita wujudkan cita-cita dan impian para masyayikh untuk merawat Indonesia dengan semangat kebinekaan,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan PKKMB Unusida Tahun 2024, Rabu (04/09/2024).

Dalam kesempatan tersebut, dirangkai dengan pemberian award bagi mahasiswa berprestasi nasional dan Internasional. Di antaranya juara 2 dalam Kompetisi Rencana Bisnis Nasional yang diselenggarakan oleh Polindo Internasional Surabaya, Gold Award atau medali emas dalam ajang E-NNOVATE Internasional Innovation & Invention Summit 2024 di Polandia Category Agriculture and Aquaculture, serta silver medal dalam ajang Business Plan International World Economics Challenge and Competition (WECC) 2024.

Sementara itu, Plt Bupati Sidoarjo, H Subandi sangat mengapresiasi peran serta sivitas akademika Unusida yang memiliki semangat berkompetisi dengan disertai akhlak yang mulia. Hal ini dapat menjadi contoh yang baik untuk menciptakan keharmonisan di tengah masyarakat.

“Unusida terus berproses untuk menjadi kampus unggulan, terutama dalam bidang akademisi. Yang mampu menjadi pionir pembaruan dan pembangunan serta mampu melahirkan intelektual yang berpikir universal,” jelasnya.

Subandi menyebutkan bahwa program pemerintah daerah saat ini adalah pembangunan SDM yang unggul, adaptif dan mampu menghadapi tantangan di globalisasi. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk turut serta dalam menjadikan SDM yang sehat dan memiliki produktivitas yang tinggi sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Selaku pimpinan daerah, saya mendorong Universitas di Kabupaten Sidoarjo, terutama Unusida untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kreatif dan inovatif dalam menghasilkan generasi yang unggul dan profesional,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mahasiswa Unusida harus menjadi pioneer dalam menjunjung ahlussunah wal jamaah di tengah masyarakat. Serta mampu bersaing secara nasional dan internasional.

“Kami sangat bangga bahwa program yang dilakukan Unusida telah mempresentasikan sebagai kampus kebanggaan warga nahdliyin Sidoarjo yang mampu bersaing dengan kampus-kampus yang lainnya,” ungkapnya.

Ia berpesan kepada mahasiswa baru Unusida untuk menata niat dan menentukan tujuan dalam belajar di perguruan tinggi. Dengan giat mengembangkan diri menguasai teknologi dengan terus aktif belajar, berinovasi dan kreatif, tidak hanya mengejar ijazah saja.

“Selamat kepada mahasiswa baru Unusida tahun 2024, saya harap kegiatan ini dapat memberikan pembekalan yang baik bagi seluruh mahasiswa baru Unusida yang akan memulai studinya dengan pengenalan kehidupan kampus dan pembelajaran yang produktif dan motivasi dalam berprestasi,” katanya.

Tampak hadir, Sekretaris LPT-PBNU M Faishal Aminuddin, Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin, Sekretaris BPP Unusida H Sholehudin, dan seluruh tamu undangan lainnya.

 

(my)

Wakil Bupati Sidoarjo Semangati Mahasiswa Baru Unusida 1

Wakil Bupati Sidoarjo Semangati Mahasiswa Baru Unusida

Wakil Bupati Sidoarjo Semangati Mahasiswa Baru Unusida 

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin saat memberikan sambutan.

Wakil Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, H Nur Ahmad Syaifuddin secara resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2019 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Selasa (3/9).

Kegiatan dipusatkan di gedung Rahmatul Ummah. Pada kegiatan yang mengambil tema Rekonstruksi Karakter di Era Revolusi Industri 5.0 Civil Society tersebut, wakil bupati menyampaikan kepada mahasiswa baru bahwasannya segala sesuatu yang baik harus diawali dengan optimis dan semangat.

Cak Nur, sapaan wakil bupati turut mengapresiasi keberadaan Unusida. Walaupun baru berusia lima tahun sudah mengalami banyak perubahan, termasuk sudah banyak menorehkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. “Dengan hasil yang luar biasa tersebut berarti kepercayaan masyarakat kepada kampus ini sudah semakin meningkat,” katanya.

Dirinya juga juga mengimbau agar menjaga amanat yang telah dipercayakan oleh masyarakat itu dengan baik dan bertanggungjawab.  Salah satunya adalah dengan mengelola lembaga sebaik mungkin. “Ini tantangan bagi pengelola pendidikan di lingkungan warga NU untuk dikelola dengan menejemen yang baik pula agar masyarakat umumnya dan warga NU khususnya tidak mencari pendidikan lain,” ungkapnya.

Kepada 561 mahasiswa, dirinya mengemukkaan bahwa kuliah di Unusida adalah pilihan tepat. “Yakinkan diri kalian dan keluarga bahwa kalian memilih di tempat yang terbaik dan berada pada pilihan tepat yang akan mengantarkan kepada hidup yang lebih baik,” tegasnya.

Namun demikian, Cak Nur turut mengingatkan bahwa saat ini tengah berada di zaman yang perubahannya demikian cepat serta sarat kompetisi. “Sekarang harus bersaing dan berlomba untuk bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bisa menjadi yang terbaik,” tandasnya.

Selain membuka secara resmi kegiatan PKKMB 2019, dengan didampingi Komandan Kodim 0816 dan Rektor Unusida, wakil bupati juga memberikan penghargaan atas prestasi yang telah diraih mahasiswa. Di antara mereka Qomarul Alam, peraih medali perak pada kejuaraan pencak silat di Bali, Heriyanto meraih juara pertama kejuaraan pencak silat internasional di Bali. Juga Andre Septianto dan Mega Firdaus yang mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri.

Prestasi yang tidak kalah membanggakan atas keberhasilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Unusida sebagai penerima bantuan program hibah bina desa 2019 dari Kemenristekdikti dengan judul Sistem Manajemen Sampah dengan Menggunakan Senerator Pintar (Simata) di Desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin.

Rektor Unusida, Fatkul Anam menyampaikan dengan masa pengenalan kampus ini nantinya mahasiswa akan diberikan materi yang terkait dengan radikalisme serta bahaya narkoba dengan menggandeng Polresta dan Kodim 0816 Sidoarjo. “Karena sejak awal, kami ingin memfilter mahasiswa menindaklanjuti dengan pembudayaan kultur Aswaja dalam mata kuliah yang akan diajarkan dalam tiap semester,” katanya.

Di akhir sambutan, rektor juga mengingatkan mahasiswa baru bahwa selama perkuliahan berlangsung anntinya juga akan lebih ditanamkan wawasan keislaman yang dibalut kebangsaan. “Kecintaan pada tanah air dan kecintaan pada NKRI itu yang akan kami tumbuhkan pada setiap diri Mahasiswa,” pungkasnya.

Sebanyak 561 mahasiswa baru mengikuti PKKMB yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan mulai Selasa hingga Kamis (3-5/9).

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/110570/wakil-bupati-sidoarjo-semangati-mahasiswa-baru-unusida-