Pos

Narasumber Workshop Public Speaking & Personal Branding Amanda Nadzario, S.Sos., saat menyampaikan materi kepada mahasiswa (Foto: Humas UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Workshop Public Speaking & Personal Branding, Dorong Mahasiswa Berani Tampil dan Berkembang

SIDOARJO — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) berkolaborasi bersama Yuesby.id Community, Komite Musik Dekesda Sidoarjo, dan Darma Charis sukses menyelenggarakan Workshop Public Speaking & Personal Branding bertema ‘Speak, Shine, and Stand Out!’, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengembangan diri bagi mahasiswa dan generasi muda agar lebih percaya diri dalam berkomunikasi serta mampu membangun citra diri yang positif di era digital.

Workshop menghadirkan Amanda Nadzario, S.Sos., seorang MC, TV Presenter, dan Content Creator, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Amanda membagikan pengalaman seputar dunia public speaking, cara membangun personal branding, hingga pentingnya keberanian untuk tampil dan menunjukkan potensi diri di ruang publik maupun media sosial.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, praktik public speaking, serta berbagi pengalaman dari narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mahasiswa selama workshop berlangsung.

Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA, M. Rafly Afandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa dalam menghadirkan ruang pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai komunitas yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami berharap teman-teman mahasiswa bisa lebih berani berbicara, lebih percaya diri menunjukkan potensinya, dan mampu menjadi pribadi yang tidak hanya terlihat, tetapi juga memiliki nilai bagi dirinya sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa workshop ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi diharapkan mampu menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan aktif membangun kapasitas diri.

Sementara itu, Plt. Rektor UNUSIDA, Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., turut memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara komunitas profesional dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, mempertemukan praktisi dengan pemula merupakan langkah penting untuk membuka ruang belajar yang lebih luas dan aplikatif.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah bagi komunitas-komunitas kreatif di Sidoarjo untuk saling mengenalkan bidang dan potensi masing-masing, mulai dari musik, konten kreator, fotografi, hingga berbagai bidang kreatif lainnya.

“Acara hari ini adalah acara belajar. Tidak hanya peserta, tetapi seluruh panitia dan pihak yang terlibat juga sedang belajar bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk aktif selama workshop berlangsung agar ilmu yang diberikan dapat benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mahasiswa harus mampu meningkatkan kepercayaan diri, memperkuat kemampuan komunikasi, dan membangun personal branding yang positif sebagai bekal menghadapi dunia akademik maupun profesional,” tuturnya.

Kegiatan pelatihan MC 3 Bahasa di Pondok Pesantren Burhanul Hidayah (Foto: Dokumentasi KKN UNUSIDA 25)

Kelompok 25 KKN UNUSIDA Inisiasi Pelatihan MC 3 Bahasa, Latih Kepercayaan Diri Santri

SIDOARJO – Mahasiswa Kelompok 25 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menginisiasi Pelatihan MC 3 Bahasa bagi santri di Pondok Pesantren Burhanul Hidayah, Krembung, Sidoarjo. Kegiatan yang mengusung tema ‘Berbicara Percaya Diri, Menginspirasi dengan 3 Bahasa’ di pusatkan di di Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Burhanul Hidayah, Krembung, Sidoarjo, Ahad (24/8/2025).

Ketua kelompok 25 KKN UNUSIDA, Moch. Bahaauddin Al Hasany menjelaskan, kegiatan ini bertujuan melatih kepercayaan diri para santri, memberikan bekal keterampilan public speaking, sekaligus mempersiapkan mereka untuk terjun di masyarakat.

“Dengan adanya pelatihan ini, para santri diharapkan mampu tampil percaya diri, komunikatif, dan adaptif dalam berbagai forum, sehingga siap menjadi generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan dengan penuh wibawa,” jelasnya.

Keunikan pelatihan ini terletak pada penggunaan tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang memperkuat identitas kebangsaan, Bahasa Arab sebagai bahasa keilmuan dan tradisi pesantren, serta Bahasa Jawa sebagai sarana komunikasi sehari-hari di tengah masyarakat. Perpaduan ini menjadikan para santri tidak hanya piawai berbicara di panggung, tetapi juga luwes menyesuaikan diri dengan berbagai audiens.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow interaktif, Arina Rahmatika yang juga merupakan anggota Kelompok 25 KKN UNUSIDA menyampaikan materi seputar pentingnya peran seorang MC dalam keberhasilan sebuah acara. Peserta diajak memahami teori sekaligus praktik langsung, mulai dari teknik membuka acara, menjaga suasana, hingga menutup acara dengan baik.

“Merasakan dampaknya sangat penting, karena MC tidak sekadar memberi aba-aba jalannya acara, melainkan menjadi kunci suksesnya sebuah kegiatan,” ungkapnya.

Pelatihan ini diikuti belasan santri senior Pondok Pesantren Burhanul Hidayah dengan antusias tinggi. Para peserta tampak aktif berlatih, berdiskusi, serta mencoba berbicara dalam tiga bahasa berbeda.

“Semoga program ini dapat membangkitkan potensi para santri, sehingga kepercayaan diri mereka semakin terasah dan bisa memberi manfaat lebih luas,” harapnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi santri yang percaya diri, komunikatif, serta mampu menularkan ilmunya kepada adik kelas. Dengan begitu, budaya public speaking yang sehat, inspiratif, dan multibahasa dapat terus berkembang baik di lingkungan pesantren maupun di masyarakat luas.

Penulis: Lailatus Saadah (MY)