Pos

Rapat Koordinasi Pimpinan UNUSIDA (Foto: Humas UNUSIDA)

Rapat Koordinasi Pimpinan UNUSIDA, Perkuat Konsolidasi dan Orientasi Pelayanan Prima

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan pada Jum’at (27/2/2026) di Hall Kampus 2, Lingkar Timur, Sidoarjo. Rapat ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, mulai dari Dekan dan Wakil Dekan Fakultas, Kepala Program Studi, Kepala Biro, Kepala Bagian, hingga Kepala UPT di lingkungan UNUSIDA.

Sekretaris BPP UNUSIDA, Dr. Sholehudin, dalam arahannya menegaskan bahwa momentum bulan puasa hendaknya dimaknai lebih dari sekadar ibadah ritual. Menurutnya, mentalitas puasa tidak hanya mengajarkan tentang ruhaniyah, tetapi juga membentuk kekuatan spiritual dan ketangguhan mental.

“Puasa tidak hanya berbicara tentang dimensi ruhaniyah, tetapi juga spiritualitas yang membentuk karakter. Hal ini harus diartikan bahwa UNUSIDA harus menjadi kampus yang tangguh, memiliki ketangguhan mental untuk bersaing dengan perguruan tinggi lain, sekaligus melaksanakan pelayanan prima dalam pengabdian,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orientasi pelayanan di UNUSIDA harus ditekankan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, sehingga budaya kerja yang dibangun tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan akhlak dan prinsip ke-NU-an.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat konsolidasi pimpinan di semua lini. Selain itu, rapat juga membahas strategi rekrutmen dosen dan karyawan, serta tindak lanjut hasil rapat kerja universitas.

“Rapat ini menjadi momentum untuk menguatkan konsolidasi pimpinan, membahas rekrutmen dosen dan karyawan, serta menindaklanjuti rapat kerja universitas, termasuk strategi promosi UNUSIDA agar semakin dikenal luas oleh masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Hadi menekankan pentingnya peningkatan kualitas lulusan sebagai prioritas utama. Salah satu langkah strategis yang dibahas adalah penentuan syarat kelulusan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan UNUSIDA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan kompetitif di pasar kerja.

Melalui rapat koordinasi ini, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan mutu layanan, serta membangun sinergi antarunit demi mewujudkan kampus yang tangguh, berdaya saing, dan berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat.

Selain itu, sinergi antarunit juga menjadi perhatian penting. Setiap fakultas, lembaga, dan unit kerja didorong untuk saling berkolaborasi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Dengan sinergi yang kuat, ia yakin UNUSIDAmampu menghadirkan inovasi serta pelayanan yang lebih optimal kepada mahasiswa dan masyarakat luas.

“Koordinasi yang solid adalah kunci kemajuan institusi. Kita harus bergerak bersama, saling mendukung, dan berorientasi pada pelayanan prima,” pungkasnya.

Rapat Koordinasi BEM UNUSIDA Masa Khidmat 2025-2026 (Foto: BEM UNUSIDA)

BEM UNUSIDA Gelar Rapat Koordinasi Perdana, Menata Gerak Kolektif Menuju Sustainable Building Movement

SIDOARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) resmi mengawali masa bakti kepengurusan periode 2025–2026 melalui rangkaian Pelantikan Raya Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UNUSIDA yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 5 Kampus 2 UNUSIDA, Rabu (24/12/2025) lalu.

Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Perdana BEM UNUSIDA yang berlangsung di Ruang 409 Kampus 2 UNUSIDA sebagai penanda dimulainya kerja kolektif Ormawa tingkat universitas.

Rapat koordinasi perdana ini dipimpin langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) UNUSIDA periode 2025–2026, M. Rafly Afandi, didampingi Wakil Presiden Mahasiswa UNUSIDA, Alvin Dwi Yunianto. Forum berlangsung khidmat dan substantif, menghadirkan semangat awal untuk menyatukan visi, menyelaraskan arah kerja, serta memperkuat konsolidasi antarkementerian dalam struktur BEM UNUSIDA.

Dalam pemaparannya, Presma Rafly memperkenalkan visi Kabinet Reformist BEM UNUSIDA, yakni Sustainable Building Movement. Visi ini dimaknai sebagai gerakan membangun organisasi mahasiswa yang berkelanjutan, adaptif, serta bertumpu pada daya kolektif. Ia menegaskan bahwa misi utama kabinet adalah mewujudkan organisasi yang berorientasi pada kerja kolektif sekaligus membudayakan proses belajar yang berkelanjutan sebagai fondasi penguatan kapasitas kader dan institusi.

“Rapat koordinasi perdana ini menjadi ruang awal konsolidasi ide dan energi, sekaligus menegaskan komitmen BEM UNUSIDA periode 2025–2026 untuk bergerak secara terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan semangat Sustainable Building Movement, BEM UNUSIDA meneguhkan langkahnya dalam membangun organisasi mahasiswa yang relevan, progresif, dan berdampak nyata bagi sivitas akademika serta masyarakat,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Selasa (30/12/2025).

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa Alvin Dwi Yunianto menyampaikan refleksi kritis terkait tantangan menurunnya minat mahasiswa dalam berorganisasi. Ia menegaskan bahwa BEM UNUSIDA bukanlah organisasi profit, melainkan ruang pengabdian dan pembelajaran bersama. Oleh karena itu, energi kolektif yang dibangun melalui komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi harus menjadi napas utama gerak organisasi. Ia juga memberikan penguatan moral kepada pengurus yang belum memiliki pengalaman kepemimpinan di tingkat fakultas, seraya menekankan bahwa kualitas diri dapat terus diasah melalui proses dan komitmen.

Dalam forum tersebut juga disampaikan rencana penguatan tata kelola organisasi. BEM UNUSIDA berkomitmen melaksanakan rapat koordinasi minimal satu kali setiap bulan, menggelar rapat kerja pra-sinkronisasi program kerja yang difasilitasi oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UNUSIDA, serta merancang sistem meritokrasi hingga ke BEM tingkat fakultas dan Himpunan Mahasiswa Program Studi guna mendukung mobilisasi massa dan penguatan jejaring organisasi.

Rapat kemudian berlanjut dengan sesi brainstorming internal masing-masing kementerian untuk merumuskan rancangan awal program kerja. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengusulkan program penguatan kapasitas mahasiswa melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan, konten edukasi isu-isu aktual, serta gerakan EduTech Go To School Movement sebagai bentuk kontribusi nyata di sektor pendidikan.

Kementerian Sosial, Politik, dan Hukum serta Hak Asasi Manusia mengajukan forum pendidikan politik sebagai ruang literasi demokrasi mahasiswa. Kementerian Pemberdayaan Perempuan merancang program woman leadership inspiratif untuk mendorong peran dan kepemimpinan perempuan di lingkungan kampus. Sementara itu, Kementerian Ekonomi Kreatif mengusulkan penyelenggaraan bazar sebagai wadah pengembangan kewirausahaan mahasiswa, dan Kementerian Dalam Negeri mengajukan program sosialisasi kode etik serta standar operasional prosedur organisasi mahasiswa ke BEM tingkat fakultas.

Di bidang eksternal, Kementerian Luar Negeri merancang agenda studi banding serta forum diskusi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kabupaten Sidoarjo yang tergabung dalam Forum BEM DELTA. Kementerian Agama mengusulkan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an sebagai ruang penguatan spiritualitas mahasiswa, sedangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga merencanakan kompetisi olahraga, salah satunya UNUSIDA Futsal Cup, sebagai medium kebersamaan dan sportivitas.

Penulis: Muchammad Waziruddin