Pos

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen untuk Penguatan Metode Penelitian Mahasiswa (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Gelar Workshop Proyek Independen Volume 3, Bekali Mahasiswa Siap Hadapi Tugas Akhir

SIDOARJO — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar Workshop Proyek Independen: Penguatan Metode Penelitian sebagai upaya membekali mahasiswa dalam mempersiapkan tugas akhir dan penulisan karya ilmiah berbasis penelitian. Workshop yang wajib diikuti oleh mahasiswa pemrogram skripsi atau tugas akhir Tahun Akademik 2025/2026 ini dilaksanakan di Lantai 4 dan 5 Gedung A Kampus II UNUSIDA, Kamis (8/1/2026).

Kali ini menghadirkan tiga pemateri yang berkompeten di bidang metodologi penelitian, yakni Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd.I. yang membahas metode penelitian kualitatif, Dr. Arie Widya Murni, S.Pd., M.Pd. dengan materi metode penelitian pengembangan, serta Fakhrur Rozy, S.Or., M.Pd. yang memaparkan metode penelitian kuantitatif.

Wakil Dekan FKIP UNUSIDA, Arie Widya Murni, dalam pemaparannya mendorong mahasiswa agar percaya diri dan konsisten dalam memilih metode penelitian yang sesuai dengan fokus kajian yang diambil. Kegiatan ini menjadi upaya membekali mahasiswa dalam mengerjakan tugas jurnal ilmiah sekaligus mencari dan merumuskan ide penelitian yang akan digunakan sebagai tugas akhir. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap metode penelitian kuantitatif, kualitatif, maupun metode campuran (mixed methods).

“Mahasiswa harus yakin dengan metode penelitian yang dipilih. Fight saja dengan penelitian kita. Perjuangan dalam proses riset ini adalah harga yang harus dibayar untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” tegasnya.

Pihaknya berkomitmen melakukan pendampingan secara bertahap dan berkelanjutan, agar mahasiswa tidak hanya mampu menyelesaikan tugas akhir, tetapi juga memiliki kompetensi riset yang kuat dan siap bersaing di dunia akademik maupun profesional.

“Kegiatan ini menjadi langkah strategis FKIP UNUSIDA dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan kebijakan pendidikan tinggi, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Hadi Ismanto, salah satu pemateri dalam workshop tersebut, menyampaikan gambaran arah kebijakan tugas akhir mahasiswa ke depan. Ia menjelaskan bahwa dalam dua tahun mendatang, tugas akhir mahasiswa tidak lagi berbentuk skripsi konvensional, melainkan berupa publikasi artikel jurnal.

Ia menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa sejak dini dalam merancang penelitian yang sistematis dan terukur. Mahasiswa diarahkan untuk memahami alur penelitian mulai dari penentuan masalah, pemilihan metode yang tepat, pengumpulan data, hingga pengolahan hasil penelitian yang layak dipublikasikan dalam bentuk artikel jurnal.

“Dua tahun ke depan, tugas akhir mahasiswa tidak lagi menggunakan skripsi, tetapi penerbitan jurnal. Karena itu, kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian harus dikawal dan dipersiapkan sejak sekarang agar mampu menghasilkan jurnal bereputasi,” pungkasnya.

FAI UNUSIDA Bekali Mahasiswa Terkait Tugas Akhir (Foto: Humas UNUSIDA)

FAI UNUSIDA Bekali Mahasiswa Tips Mengerjakan Tugas Akhir, Tekankan Pentingnya Kemandirian dan Perencanaan Matang

SIDOARJO — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Pembekalan Tugas Akhir bagi mahasiswa tingkat akhir di Hall Lantai 3 Gedung A Kampus 2 UNUSIDA, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini menjadi momen penting yang telah lama dinantikan mahasiswa sementer akhir yang telah menempuh masa studi kurang lebih tiga tahun enam bulan ini.

Dekan FAI UNUSIDA, Feri Kuswanto, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tugas akhir merupakan fase krusial yang menuntut kesiapan akademik, mental, dan manajemen waktu mahasiswa. Ia menekankan pentingnya kemandirian dan perencanaan yang matang sejak awal proses penyusunan tugas akhir.

“Tugas akhir ini adalah tahapan penting yang sudah lama ditunggu mahasiswa. Karena itu, sejak pengajuan judul, penyusunan proposal, hingga penulisan bab demi bab harus disiapkan dengan perencanaan yang jelas dan terukur,” ujarnya.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak bergantung pada pihak lain dan mampu menyusun jadwal pribadi secara mandiri. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki schedule yang jelas agar proses penyusunan tugas akhir berjalan lancar tanpa alasan keterlambatan.

“Jangan menunggu arahan terus. Susun sendiri jadwal kapan mengerjakan proposal, Bab I, Bab II, hingga pencarian referensi. Kalau sudah punya program dan jadwal pribadi, tidak ada alasan tugas akhir tidak selesai,” tegasnya.

Feri juga menyoroti kemudahan akses referensi di era digital saat ini. Jika dahulu mahasiswa harus mencari buku cetak hingga ke luar kota, kini berbagai sumber ilmiah dapat diakses secara daring. Namun demikian, ia mengingatkan agar mahasiswa tetap menjunjung tinggi kejujuran akademik.

“Sekarang mencari referensi jauh lebih mudah. Tapi jangan sampai tergoda untuk menyalin karya orang lain. Ambil inspirasi boleh, tapi hasilnya harus tetap orisinal dan disusun dengan pemikiran sendiri agar benar-benar menjadi karya ilmiah,” pesannya.

Selain aspek akademik, Feri juga menekankan pentingnya pemenuhan kewajiban administrasi. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan persyaratan administratif yang dapat menghambat proses penyelesaian tugas akhir.

“Saya harap mahasiswa mampu menyelesaikan tugas akhir dengan baik, tepat waktu, dan berkualitas, sekaligus membentuk sikap disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab sebagai bekal memasuki dunia profesional maupun akademik selanjutnya,” harapnya.