Pos

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026 (Foto: UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA)

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan Penerimaan Tamu Racana (PTR) ke-X Tahun 2026 selama dua hari, Sabtu-Ahad (7-8/2/2026) dengan rangkaian agenda edukatif dan aplikatif.

Ketua UKM Pramuka UNUSIDA, M Syafi’i menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi pintu awal bagi calon anggota untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai kepramukaan, kepemimpinan, serta pembentukan karakter.

Melalui Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026 ini, ia berharap para peserta dapat memahami nilai-nilai kepramukaan secara komprehensif, meningkatkan keterampilan praktis, serta siap menjadi anggota Racana yang aktif, tangguh, dan berkarakter.

“Kami terus berkomitmen menunjukkan UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA dalam membentuk generasi muda yang disiplin, peduli, dan siap mengabdi bagi masyarakat dan bangsa,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan sebagai simbol dimulainya Penerimaan Tamu Racana. Momentum ini dimanfaatkan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan kepada seluruh peserta.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan berbagai materi penguatan wawasan dan keterampilan. Materi Wawasan Kebangsaan menjadi sesi pembuka yang bertujuan menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, serta kesadaran berbangsa dan bernegara. Melalui materi ini, peserta diharapkan tumbuh menjadi pribadi pramuka yang berjiwa patriotik dan bertanggung jawab.

Selanjutnya, peserta menerima materi dari Pemadam Kebakaran mengenai dasar-dasar penanggulangan kebakaran, prosedur keselamatan diri, serta langkah-langkah penanganan situasi darurat. Sesi ini memberikan pengetahuan praktis yang relevan dan bermanfaat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aktivitas kepramukaan.

Masih di hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan materi Survival. Dalam sesi ini, peserta dibekali kemampuan bertahan hidup di alam terbuka, mulai dari mengenali kondisi lingkungan, memanfaatkan sumber daya alam sekitar, hingga teknik dasar survival yang diperlukan dalam kondisi darurat.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada materi Mountaineering. Peserta dilatih teknik dasar pendakian, penggunaan peralatan dengan benar, serta aspek keselamatan dalam kegiatan alam bebas. Materi ini bertujuan meningkatkan keterampilan fisik, ketahanan mental, serta kerja sama tim antar peserta.