HMTL UNUSIDA Gelar ENVIRO CAMP 2025: Menyemai Orientasi Akademik dan Jejak Alumni untuk Masa Depan Lestari
PACET — Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HIMA TL) UNUSIDA kembali menggelar ENVIRO CAMP 2025, sebuah agenda rutin tahunan yang sarat nilai edukatif dan reflektif. Kegiatan ini dilaksanakan di Villa Greenpeace, Kambengan, Pacet, Sabtu-Ahad (22–23/12/2025) serta terintegrasi dengan kegiatan OASE 2.0 sebagai bagian dari implementasi Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru Teknik Lingkungan UNUSIDA.
Dengan mengusung tema ‘Melangkah Bersama Alam untuk Masa Depan yang Lestari’, ENVIRO CAMP 2025 dirancang tidak hanya sebagai wahana pengenalan lingkungan alam, tetapi juga sebagai ruang dialog akademik antara mahasiswa, dosen, dan alumni terkait dinamika dunia kerja serta peluang pengembangan diri di bidang teknik lingkungan.
Peserta utama kegiatan ini adalah mahasiswa baru angkatan 2025, yang diperkuat kehadirannya oleh mahasiswa aktif angkatan 2022–2024 serta alumni Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2016 hingga 2019 yang hadir sebagai tamu undangan. Kehadiran lintas generasi ini menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan kolaboratif.
Alumni Berbagi Jejak Karier dan Realitas Dunia Kerja
Salah satu sesi utama ENVIRO CAMP 2025 adalah penyampaian materi motivasi dan peluang karier di bidang teknik lingkungan yang disampaikan oleh Mokh. Yahya, S.T., alumni Teknik Lingkungan UNUSIDA angkatan 2016 yang kini berkiprah di Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo.
Dalam pemaparannya, Mokh. Yahya menekankan bahwa kompetensi teknik lingkungan memiliki irisan yang luas dengan berbagai sektor, termasuk transportasi dan tata kelola wilayah. Ia membagikan pengalamannya dalam pemetaan serta analisis lingkungan kawasan transportasi sebagai bagian dari perencanaan pembangunan berkelanjutan.
“Ilmu teknik lingkungan tidak selalu bekerja di balik cerobong atau instalasi pengolahan limbah. Di dunia kerja, kita dituntut mampu membaca ruang, memetakan dampak, dan memastikan pembangunan berjalan selaras dengan daya dukung lingkungan,” ungkapnya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak membatasi diri pada satu gambaran profesi semata. Menurutnya, fleksibilitas, integritas, dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci utama bagi lulusan teknik lingkungan di tengah perubahan dunia kerja yang dinamis.
Tracer Study sebagai Upaya Reflektif Program Studi
Selain forum motivasi, ENVIRO CAMP 2025 juga dimanfaatkan sebagai media tracer study yang diinisiasi oleh Kepala Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA, Muchammad Tamyiz, S.Si., M.Si., Ph.D. Kehadiran para alumni lintas angkatan menjadi momentum strategis untuk menelusuri jejak lulusan sekaligus memetakan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Dalam sambutannya, Muchammad Tamyiz menegaskan bahwa tracer study bukan sekadar pendataan administratif, melainkan bagian dari proses reflektif dan evaluatif program studi.
“Melalui pertemuan seperti ini, kami ingin mendengar langsung cerita alumni, memahami tantangan yang mereka hadapi, dan menjadikannya masukan berharga bagi pengembangan kurikulum. Harapannya, mahasiswa yang hari ini mengikuti ENVIRO CAMP dapat melihat gambaran masa depan mereka secara lebih nyata dan terarah,” ujarnya.
Membangun Ekosistem Pembelajaran yang Holistik
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan partisipatif. Interaksi antara mahasiswa baru, mahasiswa aktif, dan alumni tidak hanya membahas capaian akademik, tetapi juga menyentuh aspek mentalitas, etika kerja, serta peran engineer lingkungan dalam menjawab isu keberlanjutan di tingkat lokal maupun nasional.
Melalui ENVIRO CAMP 2025, Program Studi Teknik Lingkungan UNUSIDA dan HIMA TL UNUSIDA menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pembelajaran yang holistik. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan mahasiswa baru pada alam dan lingkungan sekitar, tetapi juga menautkan mereka dengan realitas profesi, jejaring alumni, serta nilai keberlanjutan yang menjadi ruh keilmuan teknik lingkungan.
“Dengan semangat melangkah bersama alam, ENVIRO CAMP 2025 menjadi pijakan awal bagi lahirnya generasi engineer lingkungan yang adaptif, reflektif, dan berorientasi pada masa depan yang lestari,” pungkasnya.
Penulis: Muchammad Waziruddin



