Pos

UNUSIDA Perkuat Kemitraan Strategis dengan KADIN Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Perkuat Kemitraan Strategis dengan KADIN Sidoarjo untuk Advokasi Hukum dan Pengembangan SDM

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) terus memperluas jejaring kemitraan strategis dengan berbagai pihak guna mendukung pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran UNUSIDA dalam agenda koordinasi dan penandatanganan kerja sama yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sidoarjo di Ruang Rapat Hj. Maimunah, Kantor Sekretariat KADIN Sidoarjo, Jumat (5/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Etika Bisnis KADIN Sidoarjo, Sigit Hermawan memaparkan sejumlah program strategis, salah satunya pembentukan Klinik Hukum dan Etika Bisnis KADIN Sidoarjo. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha, pengurus KADIN, UMKM, dan profesional mengenai aspek hukum bisnis, tata kelola perusahaan, etika bisnis, kepatuhan regulasi, serta penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Terima kasih atas kehadirannya, pertemuan ini membahas berbagai peluang kolaborasi antara KADIN Sidoarjo dan perguruan tinggi di Kabupaten Sidoarjo, khususnya dalam bidang hukum, etika bisnis, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia,” jelasnya.

Selain itu, dipaparkan pula berbagai usulan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, termasuk dengan Program Studi Hukum UNUSIDA. Kerja sama tersebut meliputi penyelenggaraan kuliah umum, penguatan pendidikan hukum bisnis, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Jawa Timur.

Salah satu program prioritas yang menjadi perhatian adalah Advokasi dan Bantuan Hukum bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sidoarjo, pelaku UMKM, serta anggota dan pengurus KADIN Sidoarjo.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pendampingan hukum, edukasi, serta perlindungan bagi para pekerja migran dan pelaku usaha agar memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap aspek hukum dalam aktivitas kerja maupun usaha,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Sonhaji Arif menyampaikan bahwa kemitraan dengan KADIN merupakan langkah strategis dalam mendukung visi UNUSIDA sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdampak.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan. Melalui kerja sama ini, kami berharap mahasiswa memperoleh akses yang lebih luas terhadap pengalaman industri, penguatan kompetensi profesional, serta kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.

Melalui kerja sama tersebut, pihaknya sangat mendukung untuk terus mengembangkan program-program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kompetensi mahasiswa, serta percepatan terwujudnya lulusan yang siap bersaing di dunia kerja dan dunia usaha. Selain itu juga untuk membuka peluang bagi UNUSIDA untuk berkontribusi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan hukum dan bisnis yang sejalan dengan kebutuhan dunia industri saat ini.

“Sinergi ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi konsep link and match antara perguruan tinggi dan industri dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. Semoga kolaborasi ini mampu membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis, memperluas jaringan profesional, serta meningkatkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama sebagai langkah konkret memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Kerja sama yang direncanakan akan dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang disertai pelaksanaan berbagai kegiatan akademik maupun praktis.

Program tersebut direncanakan berlangsung pada periode Maret hingga Juli 2026 dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo sebagai mitra kerja sama.

Altara Dea Kumala Sari, S.T., lulusan Teknik Kimia tahun 2023 (Foto: Humas UNUSIDA)

Inspiratif! Kiprah Alumni Teknik Kimia UNUSIDA Berkontribusi Nyata di Desa melalui Riset dan Perencanaan

Kiprah alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Salah satunya datang dari Altara Dea Kumala Sari, S.T., alumni Program Studi Teknik Kimia tahun 2023 yang kini mengemban amanah sebagai Kaur Perencanaan di Balai Desa Kedungsumur, Krembung.

Dalam perannya sebagai perangkat desa, Dea sapaan akrabnya terlibat aktif dalam proses perencanaan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa bekal ilmu selama kuliah di UNUSIDA sangat membantunya dalam memahami permasalahan di lapangan serta merumuskan solusi yang tepat.

Menurutnya, lingkungan akademik di Fakultas Teknik UNUSIDA memiliki kultur kekeluargaan yang kuat. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa.

“Teknik UNUSIDA sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Para dosen sangat mendukung dan membimbing saya dengan sabar, sehingga saya mampu berkembang dan percaya diri menghadapi tantangan di dunia kerja,” ungkapnya kepada Humas UNUSIDA, Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut, Dea menekankan pentingnya pengembangan riset yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menilai bahwa penelitian tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata.

“Pengembangan riset perlu diarahkan pada permasalahan yang ada di tengah masyarakat, dengan menghadirkan solusi yang tepat, inovatif, dan bermanfaat,” tambahnya.

Selain itu, Dea mengungkapkan bahwa pengalaman selama berkuliah tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga mengasah keterampilan non-akademik yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Salah satu faktor penting adalah lingkungan kampus yang mendukung mahasiswa untuk aktif dalam organisasi.

Ia tercatat pernah aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, mulai dari Himpunan Mahasiswa hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik. Keterlibatan tersebut, menurutnya, memberikan banyak pembelajaran berharga, khususnya dalam membangun jiwa kepemimpinan dan kemampuan problem solving.

“Lingkungan kampus sangat mendukung. Saya banyak belajar dari organisasi mahasiswa, mulai dari himpunan hingga BEM. Pengalaman itu menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kemampuan memecahkan masalah yang sangat membantu ketika terjun langsung di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman organisasi juga melatih kemampuan komunikasi, kerja tim, serta pengambilan keputusan dalam berbagai situasi. Hal ini menjadi bekal penting dalam menjalankan perannya saat ini, di mana ia harus berhadapan langsung dengan dinamika kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya fokus pada akademik, tetapi juga perlu aktif mengembangkan diri melalui organisasi agar lebih siap menghadapi tantangan nyata setelah lulus.

Peran yang dijalankan Dea saat ini menjadi contoh bagaimana lulusan perguruan tinggi mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil di masyarakat. Sebagai Kaur Perencanaan, ia turut berkontribusi dalam menyusun program pembangunan desa yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.

Ia berharap, setiap pengabdian di masyarakat dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni UNUSIDA lainnya bahwa peluang berkontribusi tidak hanya terbatas di dunia industri, tetapi juga terbuka luas di sektor pemerintahan dan masyarakat.

“UNUSIDA memiliki lingkungan kampus yang suportif dan kesempatan berorganisasi mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara sosial dan kepemimpinan. Mari (mahasiswa dan alumni) UNUSIDA terus hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.

FKIP Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Berangkatkan 19 Mahasiswa KKN–PLP Internasional ke Malaysia (Foto: Humas UNUSIDA)

FKIP UNUSIDA Berangkatkan 19 Mahasiswa KKN–PLP Internasional ke Malaysia

SIDOARJO – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) secara resmi memberangkatkan 19 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional ke Malaysia pada Selasa (31/3/2026). Program ini akan berlangsung mulai 2 April hingga 29 April 2026 di sejumlah sanggar bimbingan dan satuan pendidikan mitra di wilayah Kuala Lumpur dan sekitarnya.

Dekan FKIP UNUSIDA, Muawwinatul Laili, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas mahasiswa melalui pengalaman pembelajaran berbasis internasional. Menurutnya, kegiatan ini memberikan banyak manfaat strategis bagi mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun pengalaman lapangan.

“Mahasiswa akan mendapatkan konversi akademik hingga 20 SKS, dengan maksimal 12 SKS berasal dari mata kuliah. Selain itu, mereka juga memperoleh sertifikat kegiatan internasional yang menjadi nilai tambah penting dalam dunia kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam program ini akan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan mahasiswa lainnya, terutama dalam hal adaptasi budaya, komunikasi global, serta praktik pendidikan di lingkungan internasional.

Program KKN dan PLP internasional ini akan dilaksanakan di beberapa sekolah mitra di wilayah Kuala Lumpur. FKIP UNUSIDA telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pihak sekolah serta institusi setempat, sehingga pelaksanaan kegiatan dipastikan berjalan dengan baik dan terstruktur.

Mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) serta tim pendamping selama kegiatan berlangsung. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa akan ditempatkan di berbagai sekolah dengan sistem pembagian kelompok. Setiap lokasi telah disiapkan fasilitas penunjang, termasuk tempat tinggal dan kebutuhan dasar mahasiswa.

“Alhamdulillah, lokasi kegiatan sudah siap dan beberapa institusi di Malaysia juga sudah berpengalaman menerima mahasiswa dari Indonesia untuk program serupa,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan kepada mahasiswa untuk menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua serta menjaga nama baik institusi selama berada di luar negeri.

Selain kegiatan akademik dan pengabdian, mahasiswa juga akan mendapatkan kesempatan mengenal lingkungan sekitar sebagai bagian dari pembelajaran budaya dan sosial. Program ini dijadwalkan berakhir pada tanggal 28–29 April 2026 mendatang, dengan kepulangan mahasiswa ke Indonesia setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan.

“Melalui program ini, kami berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global, kemampuan adaptasi, serta kesiapan menghadapi tantangan di dunia internasional,” ungkapnya.

Daftar Mahasiswa & Penempatan KKN–PLP Internasional Malaysia

No Nama Prodi Penempatan
1 Azzawiyatul Annajiyah PBI Sanggar Bimbingan An Nahdlo
2 Afifah Rochmadin PBI Sanggar Bimbingan An Nahdlo
3 Fahira Nur Ramadhania PGSD Sanggar Bimbingan An Nahdlo
4 Luthfiyah Rahmah Ahmadiy PBI Sanggar Bimbingan Sentul
5 Alycia Agnie Aryane Putri PGSD Sanggar Bimbingan Sentul
6 Ariandin Nur Yasidh PBI Sanggar Bimbingan Segambut
7 Hanifah PBI Sanggar Bimbingan Segambut
8 Muhammad Adani Maulidan PBI Sanggar Bimbingan Pantai Dalam
9 Ahmad Isrofi Kholilurrohman PGSD Sanggar Bimbingan Pantai Dalam
10 M. Anwar Rofik PGSD Sanggar Bimbingan Pantai Dalam
11 Muhammad Firman Firdaus PGSD Sanggar Bimbingan Pantai Dalam
12 Nuril Safra Rahayu PBI Sanggar Bimbingan Ampang
13 Yesi Alviyanti PBI Sanggar Bimbingan Ampang
14 Lailatul Rahma Agustina PGSD Sanggar Bimbingan Ampang
15 Ken Izun Nadlifah PBI Sanggar Bimbingan Pandan Jaya
16 Aula Fadhi Olivia PGSD Sanggar Bimbingan Pandan Jaya
17 Azlin Azha PBI Sanggar Bimbingan At-Tanzil
18 Nur Thazim M. PGSD Sanggar Bimbingan At-Tanzil
19 Durrotun Naliyah Putri Al Arifani PGSD Sanggar Bimbingan At-Tanzil

Lebih lanjut, Plt. Rektor UNUSIDA Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., mengingatkan agar seluruh mahasiswa menyusun perencanaan kegiatan dengan baik sejak awal keberangkatan. Setiap aktivitas yang dilakukan selama di luar negeri diharapkan terdokumentasi secara sistematis.

Ia juga menyoroti bahwa pengalaman belajar di luar negeri harus mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, keberanian, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global. Mahasiswa juga diminta untuk mencatat rencana dan aktivitas harian dalam bentuk laporan atau buku kegiatan sebagai bentuk akuntabilitas kepada kampus dan orang tua.

“Semua kegiatan harus terencana dan terdokumentasi dengan baik, sehingga orang tua juga dapat memantau perkembangan aktivitas mahasiswa selama di luar negeri,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut memberikan motivasi kepada mahasiswa agar tetap menjaga sikap, etika, serta nama baik institusi selama berada di Malaysia.

“Selamat berjuang. Tunjukkan bahwa mahasiswa UNUSIDA mampu bersaing, beradaptasi, dan memberikan kontribusi nyata di lingkungan internasional,” pesannya.

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Penyusunan Proposal PPK ORMAWA 2026 (Foto: @himamasda)

HIMA Manajemen UNUSIDA Gelar Webinar Strategi Penyusunan Proposal PPK ORMAWA 2026

SIDOARJO – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMA Manajemen) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan Webinar Menyusun Strategi Proposal PPK ORMAWA secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (18/02/2026). Kegiatan ini mengusung tema ‘Student Innovation for Social and Economics Transformation’ dan diikuti oleh anggota organisasi kemahasiswaan (Ormawa) UNUSIDA yang telah terbentuk dalam kelompok untuk mempersiapkan diri mengikuti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) 2026.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Manajemen, M. Mustaqim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa partisipasi dalam PPK ORMAWA merupakan peluang besar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat secara nyata.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan dalam program ini berpotensi menjadi alternatif pengganti kegiatan KKN di masa mendatang, sehingga mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan proposal dengan serius dan optimal.

Sementara itu, Ketua Himaprodi Manajemen, Luqmanul Hakim, mengatakan bahwa kegiatan menunjukkan komitmen HIMA Manajemen UNUSIDA dalam mendukung peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan serta mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang berkontribusi bagi pembangunan masyarakat.

“Webinar ini menjadi wadah strategis bagi para anggota Ormawa untuk memahami secara komprehensif pedoman terbaru PPK ORMAWA 2026, mulai dari perencanaan program hingga penyusunan proposal yang sesuai ketentuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, narasumber utama Medya Ayunda Fitri, M.T. yang memaparkan latar belakang PPK ORMAWA 2026 beserta perubahan kebijakan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 hanya terdapat delapan topik utama yang dapat dipilih, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dan setiap topik memiliki deskripsi yang harus diuraikan secara rinci dalam proposal.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami kondisi dan permasalahan desa mitra sebelum merancang program kerja. Peserta juga diberikan arahan teknis penyusunan proposal, di antaranya ketentuan judul maksimal 20 kata agar tetap singkat, padat, dan bermakna, serta penyusunan jadwal kegiatan yang harus mengikuti pedoman resmi agar rencana program lebih terstruktur dan realistis. Dalam proses pemilihan desa mitra, akan dilakukan proses seleksi sehingga tidak diperkenankan adanya kesamaan desa dalam satu universitas guna memastikan pemerataan program.

“Mahasiswa harus memahami terlebih dahulu permasalahan yang ada di desa mitra sebelum merancang program. Program yang disusun harus relevan dengan kebutuhan desa,” jelas Dosen Teknik Kimia tersebut.

Webinar yang berlangsung interaktif ini memberikan pemahaman mendalam bagi anggota Ormawa UNUSIDA dalam menyusun proposal yang sistematis, inovatif, dan kompetitif. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap kelompok mampu merancang program yang tidak hanya memenuhi standar seleksi nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam transformasi sosial dan ekonomi masyarakat desa mitra.

Dari Kampus untuk Negeri: Aksi Nyata Mahasiswa FE UNUSIDA di SDN 2 Gebang dan SDN 4 Kupang Sidoarjo (Foto: Sekara 2026 SDN Kupang/Angelia Salvana)

Fakultas Ekonomi UNUSIDA Gelar Program SEKARA, Perluas Akses Pendidikan di Sekolah Terpencil Sidoarjo

SIDOARJO — Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses melaksanakan kegiatan Sinergi Edukasi & Kepedulian untuk Akses Ruang Aktivitas dengan Program Bakti Sosial (SEKARA) di SDN 2 Gebang dan SDN 4 Kupang, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini mengusung tema ‘Menjaga Asa, Memperluas Akses: Gerakan Pendidikan & Charity untuk Sekolah dengan Keterbatasan Akses’, Kamis (8/1/2026) lalu.

Ketua Pelaksana, Malinda Dwi Hanjani Setyo menyebutkan bahwa kedua sekolah tersebut diketahui memiliki keterbatasan akses geografis, sehingga mahasiswa harus menempuh perjalanan dengan medan yang cukup menantang untuk mencapai lokasi. Kondisi tersebut justru menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan semangat kepedulian serta kesadaran mahasiswa akan pentingnya pemerataan akses pendidikan.

Program SEKARA merupakan bagian dari pemenuhan Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Character Education Program Studi Manajemen angkatan 2024 serta Akuntansi 2023 kelas A dan B yang diikuti oleh 115 mahasiswa Fakultas Ekonomi. “Kegiatan ini sengaja dirancang sebagai implementasi nyata pembelajaran karakter melalui aksi edukasi dan kepedulian sosial di sekolah dengan keterbatasan akses pendidikan,” katanya, Rabu (11/2/2026).

Rangkaian kegiatan meliputi bakti sosial berbasis edukasi, pembuatan pojok baca sebagai ruang literasi siswa, permainan edukatif, pembagian hadiah apresiasi, hingga nonton bareng film bertema Character Education yang bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, serta semangat meraih cita-cita.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Pohon Harapan, di mana siswa-siswi menuliskan harapan dan cita-cita mereka pada lembaran kertas untuk kemudian ditempelkan pada media berbentuk pohon. “Seluruh kegiatan ini dirancang menjadi simbol semangat dan mimpi besar anak-anak untuk masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, buku-buku di pojok baca merupakan hasil sumbangan yang dikumpulkan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan budaya literasi di sekolah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang belajar berkelanjutan yang mampu mendorong minat baca siswa.

Jumlah siswa di kedua sekolah relatif sedikit, dengan satu angkatan tidak mencapai 20 siswa. Mayoritas berasal dari keluarga yang bekerja di sektor perikanan dan tambak. Melalui program SEKARA, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan teori perkuliahan, tetapi juga belajar membangun empati, kepedulian, serta tanggung jawab sosial secara langsung.

Malinda berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga asa serta memperluas akses pendidikan bagi sekolah-sekolah dengan keterbatasan akses di wilayah Sidoarjo, sekaligus membentuk mahasiswa yang berkarakter, peduli, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, antusiasme siswa terlihat tinggi melalui partisipasi aktif dalam setiap sesi kegiatan. Terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang turut menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.

Penulis: Angelia Salvana

LPPM UNUSIDA dan LPPM UNUGIRI Jalin Kerja Sama (Foto: Humas UNUSIDA)

LPPM UNUSIDA dan UNUGIRI Jalin Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Penelitian dan Pengabdian

SIDOARJO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menerima kunjungan benchmarking sekaligus melaksanakan penandatanganan kerja sama bersama LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, di ruang pertemuan Kampus 2 UNUSIDA, Sidoarjo, Kamis (12/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd., menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dalam upaya meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri agenda kerja sama kelembagaan yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan institusi.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks. Oleh karena itu, kemitraan strategis antarlembaga menjadi langkah penting untuk memperluas ruang kolaborasi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama, hingga program pengabdian masyarakat yang lebih luas dan berdampak nyata. Sinergi antarperguruan tinggi merupakan kunci dalam menjawab tantangan perkembangan zaman,” ujarnya.

Dr. Hadi Ismanto juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas tridarma tidak hanya bergantung pada sumber daya internal, tetapi juga pada jejaring kemitraan yang kuat dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan lain, dunia industri, maupun pemerintah. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNUSIDA dalam terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas jejaring kerja sama strategis. Dengan adanya kolaborasi yang berkelanjutan, kami optimistis mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala LPPM UNUSIDA, Elsa Rosyidah, S.TP., M.I.L, hadir bersama jajaran tim untuk menyambut rombongan tamu Ketua LPPM UNUGIRI Bojonegoro, Dr. M. Ivan Ariful Fathoni, M.Si., dan tim.

Elsa mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Teknik Lingkungan tersebut menuturkan bahwa benchmarking ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman pengelolaan lembaga, tetapi juga sebagai langkah konkret untuk membangun jejaring akademik yang berkelanjutan. Ia berharap kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, maupun masyarakat luas melalui program penelitian dan pengabdian yang kolaboratif.

“Mari terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kemanfaatan dan keberlanjutan,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan diskusi kelembagaan, pemaparan program unggulan masing-masing LPPM, serta prosesi penandatanganan nota kesepahaman sebagai simbol komitmen kerja sama. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus penanda terjalinnya kemitraan antar kedua institusi.

Dosen PIAUD UNUSIDA, Ganal Arief Rahmawan, S.Psi., M.Si. Jadi Narasumber Seminar Anti-Bullying di SMA Avisena Jabon (Foto: Humas UNUSIDA)

Dosen UNUSIDA Jadi Narasumber Seminar Anti-Bullying di SMA Avisena Jabon

SIDOARJO – Upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah terus diperkuat melalui edukasi preventif. Salah satunya diwujudkan melalui Seminar Anti-Bullying yang diselenggarakan SMA Avisena Jabon, Selasa (13/1/2026), bertempat di Dome SMA Avisena Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini menghadirkan dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Ganal Arief Rahmawan, S.Psi., M.Si., sebagai narasumber utama.

Seminar yang diikuti oleh siswa kelas X, XI, dan XII tersebut bertujuan membekali peserta didik dengan pemahaman komprehensif mengenai perundungan, baik dalam bentuk fisik, verbal, sosial, maupun cyberbullying yang kian marak di era digital. Kegiatan ini menjadi respons atas realitas sosial remaja yang berada pada fase krusial pembentukan identitas, di mana interaksi sosial yang tidak sehat berpotensi menimbulkan dampak psikologis jangka panjang.

Dalam pemaparannya, Ganal menekankan bahwa perundungan sering kali terjadi akibat kaburnya batas antara candaan dan perilaku menyakiti. Dampak bullying tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga memengaruhi iklim belajar dan kesehatan mental pelaku serta lingkungan sekolah secara keseluruhan. Oleh karena itu, sekolah perlu menjadi ruang aman yang menjunjung tinggi nilai empati, saling menghargai, dan beradab.

Seminar Anti-Bullying ini juga diarahkan untuk menumbuhkan sikap empati dan solidaritas antar siswa. Selain itu, peserta diberikan pemahaman praktis mengenai langkah-langkah intervensi yang dapat dilakukan ketika menyaksikan atau mengalami perundungan, termasuk mekanisme pelaporan yang aman dan bertanggung jawab kepada pihak sekolah.

Secara khusus, materi pencegahan cyberbullying menjadi perhatian utama. Siswa diajak memahami etika berkomunikasi di media sosial agar mampu bersikap bijak di ruang digital serta menghindari perilaku yang berpotensi melukai orang lain.

Pelaksanaan seminar berlangsung khidmat dan interaktif. Antusiasme siswa terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang dinamis. Berdasarkan survei singkat di akhir kegiatan, terjadi peningkatan kesadaran siswa dalam mengenali dampak psikologis perundungan serta komitmen bersama untuk menjaga sikap dan tutur kata, baik di lingkungan sekolah maupun di media sosial.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Kepala Sekolah SMA Avisena Jabon, H. Abu Bakar, S.Th.I, M.Pd.I., menyepakati pakta integritas untuk menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan. Kesepakatan ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam membangun budaya sekolah yang sehat, suportif, dan ramah anak.

Ia menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat. Seminar Anti-Bullying ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga santun dalam bersikap dan berinteraksi sosial.

“Semoga dengan kegiatan ini terjadi peningkatan kesadaran siswa dalam mengenali dampak psikologis perundungan serta komitmen bersama untuk menjaga sikap dan tutur kata, baik di lingkungan sekolah maupun di media sosial,” pungkasnya.

Dekan Fakultas Teknik UNUSIDA, Listin Fitrianah, S.P., M.Si., Aktif dalam Forum CSR Bappeda Sidoarjo (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Aktif dalam Forum CSR Bappeda: Wujud Kolaborasi Kampus, Pemerintah, dan Industri untuk Pembangunan Berkelanjutan

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui keikutsertaannya dalam Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo, Senin (3/11/2025).

Dalam kegiatan tersebut, UNUSIDA diwakili oleh Dekan Fakultas Teknik, Ibu Listin Fitrianah, S.P., M.Si, yang hadir bersama para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk instansi pemerintah, perusahaan swasta, dan lembaga sosial masyarakat. Pertemuan ini membahas arah kebijakan CSR agar dapat berjalan selaras dengan program prioritas daerah serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Forum CSR Bappeda menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam merancang serta melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan yang tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.

“Melalui forum ini, UNUSIDA ingin berperan aktif memberikan kontribusi dalam bentuk riset, pendampingan masyarakat, dan pengembangan teknologi tepat guna yang bisa dimanfaatkan dalam program CSR,” ungkapnya.

Menurutnya, akademisi seharusnya hadir dengan membawa perspektif akademik melalui pendekatan penelitian, inovasi teknologi, dan kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat mendukung pelaksanaan CSR berbasis kebutuhan lokal.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan agen perubahan sosial,” ujarnya.

Inovasi Fakultas Teknik UNUSIDA untuk CSR Berkelanjutan

Dalam kesempatan tersebut, Listin Fitrianah juga memaparkan sejumlah inisiatif yang telah disiapkan oleh Fakultas Teknik UNUSIDA untuk dikolaborasikan bersama mitra CSR, di antaranya:

  • Inovasi pengolahan limbah ramah lingkungan,

  • Pengembangan teknologi energi terbarukan, serta

  • Digitalisasi sistem untuk pemberdayaan UMKM lokal.

Listin menjelaskan, sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan program CSR dan memperkuat dampak sosialnya bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara UNUSIDA dan para pelaku CSR di Sidoarjo. Kolaborasi ini bukan hanya seremonial, tetapi akan kami tindak lanjuti dalam bentuk aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.

Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi

Partisipasi aktif UNUSIDA dalam Forum CSR Bappeda juga menjadi wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat — yang dijalankan secara terpadu dan kontekstual. Melalui kegiatan ini, UNUSIDA ingin memperkuat posisi kampus sebagai mitra strategis pemerintah dan industri dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, forum ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen UNUSIDA untuk terlibat dalam proyek-proyek pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan lokal, sekaligus memperkenalkan berbagai hasil penelitian dan inovasi mahasiswa yang relevan dengan program CSR perusahaan mitra.

“Kami ingin menjadikan kegiatan CSR sebagai laboratorium pembelajaran sosial bagi mahasiswa, agar mereka dapat menerapkan ilmu di dunia nyata sekaligus menumbuhkan tanggung jawab sosial yang tinggi,” jelas Listin.

Komitmen untuk Pembangunan Daerah

Keterlibatan UNUSIDA dalam Forum CSR Bappeda diharapkan dapat memperkuat ekosistem kolaborasi antara dunia akademik dan dunia industri. Lebih dari sekadar partisipasi, kegiatan ini menjadi bukti tanggung jawab sosial UNUSIDA sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah.

“Kami ingin UNUSIDA dikenal bukan hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan solusi nyata. Melalui program CSR yang kolaboratif, kami ingin membuktikan bahwa ilmu pengetahuan bisa menjadi alat untuk membangun kesejahteraan bersama,” tuturnya.

Ke depan, UNUSIDA berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kemitraan dengan sektor swasta dan lembaga pemerintah dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial. Fakultas Teknik bersama seluruh fakultas di lingkungan UNUSIDA akan terus mendorong penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri, agar hasil akademik dapat memberikan dampak langsung dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa forum CSR Bappeda Sidoarjo menjadi momentum penting bagi UNUSIDA untuk memperkuat perannya sebagai kampus adaptif dan berorientasi pada kemaslahatan publik. Keterlibatan aktif dalam forum ini sejalan dengan visi UNUSIDA untuk menjadi universitas unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis nilai-nilai Islam dan kemanusiaan.

“Kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha adalah kunci dalam mewujudkan Sidoarjo yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. UNUSIDA akan terus hadir memberikan kontribusi terbaik untuk masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan tindakan nyata,” pungkasnya. (AS/MY)

Kerja Sama UNUSIDA dan RSUD R.T Notopuro (Foto: Humas UNUSIDA)

UNUSIDA Jalin Kerja Sama dengan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Salurkan Mahasiswa Magang di Bidang IT

SIDOARJO — Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjalin kerja sama strategis dengan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo melalui rapat pembahasan yang digelar pada Jum’at (26/9/2025) lalu. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, kedua belah pihak membahas sejumlah program kolaborasi, mulai dari penyelenggaraan magang mahasiswa, penelitian dosen dan mahasiswa, hingga program pengabdian masyarakat di bidang kesehatan.

Secara khusus, agenda pertemuan menyoroti rencana penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UNUSIDA dengan Tim IT RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Melalui kerja sama ini, mahasiswa dari program studi Informatika dan Sistem Informasi di UNUSIDA akan memperoleh kesempatan magang di bidang teknologi informasi sekaligus berkontribusi dalam mendukung pengembangan sistem digital rumah sakit.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama UNUSIDA, Sonhaji Arif, S.Pd., M.Sn, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran pimpinan RSUD atas sambutan serta dukungan yang diberikan.

“Kerja sama ini sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Di sisi lain, mahasiswa juga bisa memberikan kontribusi nyata dalam penguatan sistem IT di rumah sakit,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan rumah sakit, diharapkan lahir inovasi serta solusi nyata dalam menjawab tantangan era digital di bidang pelayanan publik.

Namun demikian, ia berharap kolaborasi tidak berhenti pada satu fakultas saja. Menurutnya, kerja sama lintas fakultas akan memperluas cakupan manfaat, baik bagi mahasiswa UNUSIDA maupun bagi RSUD R.T. Notopuro. Hal ini juga sejalan dengan komitmen universitas untuk menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan dunia kerja di berbagai bidang.

“Kami ingin kerja sama ini bisa terus berkembang, tidak hanya di Fakultas Ilmu Komputer, tetapi juga diikuti oleh fakultas lainnya, seperti Fakultas Ekonomi. Dengan begitu, semakin banyak mahasiswa yang mendapatkan pengalaman praktis sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan layanan di rumah sakit,” jelasnya.

Turut hadir, Kaprodi Informatika Mochammad Machlul Alamin, S.Kom., M.Kom., Dosen Informatika Anggay Luri Pramana, S.Kom., M.Kom., dan Kepala Bagian Humas Afifatus Sholikhah, S.M., M.M. (MY)