Pos

Kolaborasi UKM Pramuka Khatulistiwa dan HIMA PGMI UNUSIDA Gelar Workshop Keprotokoleran (Foto: Humas UNUSIDA)

UKM Pramuka Khatulistiwa dan HIMA PGMI UNUSIDA Gelar Workshop Keprotokoleran, Tingkatkan Soft Skills Mahasiswa

SIDOARJOUniversitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menghadirkan kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa. Kali ini melalui kolaborasi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) antara Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang Workshop Keprotokoleran di Aula Kampus UNUSIDA, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi yang antusias mengasah keterampilan organisasi dan manajemen acara.

Ketua UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA, M Syafi’i, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk menambah pemahaman mahasiswa terkait pentingnya keprotokoleran dalam dunia organisasi dan akademik.

Menurutnya, keprotokoleran merupakan aspek penting yang sangat menentukan kelancaran, ketertiban, serta profesionalitas sebuah kegiatan. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali keterampilan yang memadai agar mampu terlibat aktif dalam penyelenggaraan berbagai agenda resmi di masa depan.

“Workshop ini kami hadirkan sebagai upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang tata kelola acara resmi maupun nonresmi. Dalam organisasi dan akademik, keprotokoleran menjadi unsur penting yang menentukan kelancaran dan profesionalitas kegiatan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kemampuan keprotokoleran merupakan bekal penting bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi berbagai kegiatan resmi di lingkungan kampus, organisasi, maupun dunia kerja nantinya.

“Kami berharap, melalui kegiatan mahasiswa semakin percaya diri, sigap, dan profesional dalam mengelola kegiatan, sekaligus memperkuat soft skill kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim,” ungkapnya.

Sejak awal hingga akhir, suasana kegiatan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.  Pada sesi inti, peserta memperoleh materi mengenai dasar-dasar keprotokoleran, peran dan fungsi protokol dalam sebuah acara, teknik penyusunan susunan acara, hingga etika pelaksanaan kegiatan resmi. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi dan bertanya.

Menariknya, peserta juga diberi kesempatan melakukan simulasi keprotokoleran. Melalui praktik ini, mahasiswa dapat memahami secara langsung bagaimana menjalankan peran sebagai protokol yang baik, mulai dari mengatur jalannya acara, pengelolaan waktu, hingga koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang berbagi pengalaman terkait pelaksanaan acara di organisasi masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Sementara itu, Ketua HIMA PGMI UNUSIDA, Nurul Eka, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut baik kolaborasi kali ini. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam membangun budaya organisasi yang solid dan produktif.

Ia menekankan pentingnya untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa di bidang keprotokoleran sekaligus mendorong penerapannya dalam berbagai kegiatan organisasi maupun akademik. Ia menegaskan pentingnya pengembangan soft skills mahasiswa melalui pelaksanaan Workshop Keprotokoleran yang melibatkan berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.

“Mahasiswa saat ini harus mampu meningkatkan keterampilan di bidang keprotokoleran dan mengaplikasikannya dalam kegiatan organisasi maupun akademik,” pungkasnya.

Penulis: Rifa Maslahatulrifa (MY)

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026 (Foto: UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA)

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) sukses menyelenggarakan kegiatan Penerimaan Tamu Racana (PTR) ke-X Tahun 2026 selama dua hari, Sabtu-Ahad (7-8/2/2026) dengan rangkaian agenda edukatif dan aplikatif.

Ketua UKM Pramuka UNUSIDA, M Syafi’i menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi pintu awal bagi calon anggota untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai kepramukaan, kepemimpinan, serta pembentukan karakter.

Melalui Penerimaan Tamu Racana ke-X Tahun 2026 ini, ia berharap para peserta dapat memahami nilai-nilai kepramukaan secara komprehensif, meningkatkan keterampilan praktis, serta siap menjadi anggota Racana yang aktif, tangguh, dan berkarakter.

“Kami terus berkomitmen menunjukkan UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA dalam membentuk generasi muda yang disiplin, peduli, dan siap mengabdi bagi masyarakat dan bangsa,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan sebagai simbol dimulainya Penerimaan Tamu Racana. Momentum ini dimanfaatkan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan kepada seluruh peserta.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan berbagai materi penguatan wawasan dan keterampilan. Materi Wawasan Kebangsaan menjadi sesi pembuka yang bertujuan menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, serta kesadaran berbangsa dan bernegara. Melalui materi ini, peserta diharapkan tumbuh menjadi pribadi pramuka yang berjiwa patriotik dan bertanggung jawab.

Selanjutnya, peserta menerima materi dari Pemadam Kebakaran mengenai dasar-dasar penanggulangan kebakaran, prosedur keselamatan diri, serta langkah-langkah penanganan situasi darurat. Sesi ini memberikan pengetahuan praktis yang relevan dan bermanfaat, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aktivitas kepramukaan.

Masih di hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan materi Survival. Dalam sesi ini, peserta dibekali kemampuan bertahan hidup di alam terbuka, mulai dari mengenali kondisi lingkungan, memanfaatkan sumber daya alam sekitar, hingga teknik dasar survival yang diperlukan dalam kondisi darurat.

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada materi Mountaineering. Peserta dilatih teknik dasar pendakian, penggunaan peralatan dengan benar, serta aspek keselamatan dalam kegiatan alam bebas. Materi ini bertujuan meningkatkan keterampilan fisik, ketahanan mental, serta kerja sama tim antar peserta.

Alumni UNUSIDA Kak Maulidia Nur Rachmah Bagikan Tips Menyeimbangkan Akademik dan Organisasi dalam Latihan Rutin UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA (Foto: UKM Pramuka)

UKM Pramuka Khatulistiwa UNUSIDA Gelar Latihan Rutin Bahas Struktur Organisasi

SIDOARJO — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Khatulistiwa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menggelar latihan rutin, Ahad (18/01/2026), di lingkungan Kampus UNUSIDA. Kegiatan ini diikuti oleh anggota aktif serta calon anggota baru.

Pada pertemuan kali ini, peserta mendapatkan materi tentang struktur organisasi Pramuka Khatulistiwa yang disampaikan oleh Kak Maulidia Nur Rachmah, S.Pd. Materi tersebut difokuskan pada pengenalan peran, tugas, serta alur koordinasi dalam organisasi, baik pada level pengurus inti maupun unsur pendukung lainnya.

Dalam pemaparannya, Kak Maulidia menjelaskan susunan organisasi yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Dewan Racana, Pembina, serta beberapa bidang teknis yang berperan dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Penjelasan ini bertujuan agar peserta memahami hubungan fungsional antarbagian serta pentingnya pola komunikasi organisasi yang efektif.

“Struktur organisasi tidak hanya menunjukkan susunan jabatan, tetapi juga sistem kerja yang mengatur koordinasi antaranggota. Pemahaman ini penting agar organisasi dapat berjalan tertib, efisien, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar teknis organisasi, pembagian tugas, serta mekanisme komunikasi internal. Diskusi berlangsung dinamis dan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi anggota aktif maupun calon anggota baru.

Sebagai alumni yang pernah aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, Kak Maulidia menegaskan bahwa akademik tetap harus menjadi prioritas utama, tanpa harus mengesampingkan peran organisasi sebagai ruang pengembangan diri.

Menurutnya, menjalani perkuliahan sambil aktif berorganisasi kerap menjadi tantangan bagi mahasiswa. Akan tetapi, keduanya justru dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan apabila dikelola dengan manajemen waktu dan prioritas yang tepat.

“Kuliah adalah tanggung jawab utama mahasiswa. Organisasi hadir sebagai sarana belajar kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen diri yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya menentukan skala prioritas sejak awal semester. Mahasiswa perlu memetakan jadwal kuliah, tugas akademik, serta agenda organisasi agar tidak saling berbenturan. Sebab, penggunaan agenda harian atau kalender digital dapat membantu mahasiswa mengelola waktu secara lebih teratur dan disiplin.

Selain itu, Kak Maulidia menyarankan mahasiswa untuk berani berkata jujur pada diri sendiri mengenai kemampuan dan batasan. Tidak semua kegiatan harus diikuti, dan tidak semua jabatan harus diambil. Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas anggota dalam pengelolaan organisasi, sekaligus meningkatkan kualitas keanggotaan serta kaderisasi Pramuka di lingkungan kampus.

“Aktif organisasi bukan soal banyaknya kegiatan, tetapi tentang konsistensi, komitmen, dan tanggung jawab terhadap amanah yang diemban,” tuturnya.

Alumni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) juga menilai bahwa organisasi justru dapat mendukung prestasi akademik apabila dijalani dengan benar. Keterampilan seperti kerja tim, komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah yang diperoleh di organisasi akan sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan maupun menghadapi tantangan di dunia kerja.

Ia mengajak mahasiswa UNUSIDA untuk menjadikan masa kuliah sebagai fase pembelajaran yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. “Ketika akademik dan organisasi dijalani dengan niat belajar dan pengelolaan waktu yang baik, keduanya akan saling melengkapi dan menjadi bekal berharga untuk masa depan,” pungkasnya.